Naruto milik Masashi Kisihmoto

Story by Himawaari Nara

Happy reading~

" Bisakah kau, berpisah dengan Naruto? "

" a..apa? "

Hinata berusaha mencerna kalimat Sasuke, angin tanpa kembali tenang, hanya sesekali memainkan rambut-rambut mereka.

Hinata menatap Sasuke, begitu sebaliknya.

" Tu..tunggu, tapi kenapa Sasuke? "

" Sakura, dia.. dia harus bersama Naruto "

" Sakura-chan? Bukan kah kalian? "

Sasuke mengembalikan pandangannya ke arah depan, sedangkan Hinata tetap memandang Sasuke, berusaha menemukan jawaban.

" Kami tidak bisa bersama, dia bisa meredup jika bersama ku. Aku ingin ia bercahaya, dan orang itu, sudah pasti Naruto "

Hinata diam, ia memandang wajah Sasuke, lelaki itu, penuh dengan masalalu, perbuatan tak terpuji dan segala luka dan pilu yang meradang di bagian hati nya.

" Sakura dia mencintai ku selama ini, tapi aku rasa, aku tak pantas menerima itu "

Sasuke diam sejenak, melihat Hinata.

" Dia, orang yang paling mengerti dia, sudah pasti itu Naruto, Aku yakin, Naruto bisa membahagia kan Sakura, aku yakin. "

Hinata tak berani memandang Sasuke, ia memandang ke depan, ke arah dimana matahari mulai mau menenggelamkan cahayanya.

" Maka dari itu, Hyuga Hinata, ini permintaan ku, tidak ada yang dapat memberi Sakura cahaya, selain Naruto "

" baiklah.. aku bisa memenuhi itu "

InoShikaCho, Kiba, Shino, Sai, Lee dan Tenten ternyata tidak langsung pulang, ketika mereka bubar, bersamaan dengan Hinata dan Sasuke, mereka memutuskan membuntuti Mereka berdua,

Di pertengahan jalan mereka menemukan 'pemeran utama' yang seharusnya ikut bersama mereka, Naruto dan Sakura.

" Naruto Sakura sini kalian "

Naruto dan Sakura di tarik oleh teman-teman mereka memasuki gang yang sedikit sempit.

" ahh ittai, kalian kenapa sihh? "

Lee menunjuk ke arah Sasuke maupun Hinata yang sedang berjalan sore itu, mereka berjalan ke taman tengah kota.

" eh? SASUKEEE? "

Shikamaru dengan cepat menutup mulut Naruto, disisi lain, Sakura terdiam tak percaya bahwa Sasuke sudah tiba di konoha, Sakura berjalan berniat menghampiri Sasuke namun di tahan oleh Ino, sambil memberi kode 'jangan kesana'

Shikamaru mengambil alih situasi, menjelaskan apa yang terjadi di kedai dango, Naruto maupun Sakura terdiam sebelum saling pandang dengan tatapan sendu. Mereka berniat mengikuti Sasuke dapat memperjelas apa yang Sasuke pikirkan tentang ikatan, tentang dirinya dan Sakura.

Namun alih-alih mendapat hal yang seru tentang kisah Sasuke dan Sakura, mereka malah mendapatkan fakta bahwa Sasuke ingin memberikan Sakura ke Naruto, yang dimana ia meminta izin kepada Hinata.

" Si teme itu, bisa-bisanya berbicara seperti itu dengan Hinata ku "

Naruto siap berdiri sebelum di tahan Sakura, Shikamaru ikut menarik lengan Naruto, berharap agar persembunyian mereka tetap aman. Mereka kembali dengan Hinata dan Sasuke, mendengarkan percakapan mereka.

" Maka dari itu, Hyuga Hinata, ini permintaan ku, tidak ada yang dapat memberi Sakura cahaya, selain Naruto "

" baiklah.. aku bisa memenuhi itu "

Naruto terdiam, bagitu juga Sakura.

Teman-teman mereka pun melakukan hal yang sama, mereka membeku, Hinata yang mereka ketahui begitu mencintai Naruto, rela melepaskannya.

" Kalau di lihat-lihat mereka cocok juga "

Sai mengomentari hal yang tentu saja memancing tatapan teman-temannya.

" kau gila? "

Kiba mencibir sinis lalu kembali memandang Hinata Sasuke. Ino memandang Naruto dan Sakura, dari mata mereka, tampa kekecewaan, mereka tak menyangka bahwa Sasuke maupun Hinata melepaskan mereka, untuk hal -yang bagi Naruto dan Sakura- adalah alasan konyol.

Sasuke terdiam, memandang Hinata, ia lumayan kaget karena Hinata dengan cepat -dan mudah- memberi keputusan bahwa ia siap meninggalkan Naruto, kekasihnya sendiri.

" Sasuke, lihat, mataharinya akan tenggelam "

Hinata menunjuk matahari yang akan segera tenggelam, bersama cahayanya, memberi tanda bahwa akan segera malam.

" Setelah memberikan Naruto nanti kepada Sakura, aku pasti akan seperti Matahari itu, tenggelam, dan hilang cahaya "

Sasuke diam, sedikit ada perasaan bersalah, karena sesungguhnya Hinata pun tidak seharusnya terlibat hal gila ini, Sasuke memandang matahari tenggelam yang di tunjuk Hinata.

" Kau tau kenapa aku kehilangan Cahaya Sasuke? "

Sasuke diam, ia menunduk.

" itu karena, aku tidak bersama seseorang yang tidak ku cintai, seseorang yang selama ini menjadi cahaya satu-satunya bagi ku, semua mimpi ku, ada padanya "

Hinata diam, mengambil jeda, menoleh ke arah Sasuke yang menunduk.

" Aku akan memberikan Naruto, jika benar Mereka berdua adalah cahaya bagi satu sama lain "

Sasuke sedikit memandang Hinata, Hinata melanjutkan perkataannya.

" Kau memiliki pengliatan yang bagus Sasuke, akupun begitu. Tetapi, aku tidak tau apakah aku telah menjadi cahaya bagi Naruto. Tapi aku tau satu hal Sasuke, Cahaya Sakura sudah pasti bukan Naruto "

Hinata menoleh, mengelus punggung Sasuke.

" orang itu sudah pasti kau, Sasuke "

Sasuke terdiam, ia melihat mata Hinata, Hinata beri senyum kepadanya, lalu memandang Matahari yang benar-benar tenggelam, beberapa lampu taman seakan berlomba-lomba menghidupkan cahayanya.

" sama seperti saat ini, Bahkan kau beri Naruto pun, itu tidak akan menyinari Sakura, siapapun tidak akan mampu, selain diri mu. "

" bagimu begitu? "

Akhirnya Sasuke memecah kebungkamannya.

" ya, tentu. Ketika seorang wanita jatuh cinta. perasaan itu tidak akan mudah berubah "

Hinata memejamkan matanya, sambil mengingat-ingat kembali perkataan Sakura dahulu.

" tidak akan ada, tidak akan ada yang pantas bersanding dengan Sakura, kecuali dirimu Sasuke "

" Hee.. Si dobe itu, aku rasa, kau juga cahaya baginya "

" benarkan? "

" ya, berhenti menjadi wanita Gugup, karena kau adalah pekerja keras Hyuga Hinata "

Hinata terdiam, berpikir sejenak sebelum akhirnya memejamkan matanya, itu adalah perkataan yang sangat menyenangkan bagi Hinata.

" Lalu? Apakah Sakura cahaya bagimu? "

Sasuke terdiam, ia tersenyum hanya di bagian kiri wajahnya saja.

" Sudah pastikan? "

Hinata memandang Sasuke, Sasuke sudah lebih dahulu berdiri, Hinata mengikuti. Sasuke mengulur tanggannya, Hinata membalasnya, mereka berjabat tangan.

" Salam kenal, Hyuga Hinata. "

Hinata mengangguk.

" mau pulang Sasuke? "

" mencari penginapan "

" di tempat Klan Hyuga masih ada beberapa kamar kosong, kamar Neji Nii-san juga masih kosong "

" lalu? "

" kau mau menginap di tempat klan ku saja? "

Sasuke mengambil jeda waktu sebelum mensetujui usulan Hinata, Hinata dan Sasuke pun berjalan untuk pulang, hingga mereka hilang dari pandangan.

Tak jauh dari sana, segrombolan orang sudah terpaku tak percaya, terdiam dan tak dapat berkata-kata.

" Mereka.. Sugoii, masa muda membaraa, darahku men jadi panasss "

Lee meloncat dari tempat persembunyian, beberapa dedaunan menempel di baju ketatnya. Satu persatu mereka keluar dari persembunyian mereka.

" Tenten, apa kita harus pacaran? "

Perkataan yang di utarakan Shino sukses membuat Tenten tercengang dan memasang ekpresi yang tidak dapat di artikan

" etto tidak bisaaa! Kau sakit shinooo "

Tenten mengidik ngeri dan mengangkat kedua tangannya meminta ampun.

" Tenten kalau dengann... "

" TIDAK LEE SUDAH JELAS! "

Lee di tolak bahkan sebelum memulai.

Di sisi lain, Shikamaru memandang Sakura dan Naruto yang menunjukan raut tak percaya, mereka di sini cukup kaget dengan semua penjelasan Hinata, tanpa di sadari, Mata Sakura sudah berkaca-kaca sedangkan Naruto memegang dadanya, jatungnya, berdetak lebih hebat dari biasanya. Lagi-lagi Naruto dan Sakura di buat jatuh cinta dengan Hinata Dan Sasuke.

" sudah ku bilang, mereka cocok "

" SAI! "

Ino mencubut pinggang kekasihnya itu.

Sesaat Sasuke keluar dari ruang Hokage sesuah melaporkan kejadian di desa perbatasan, Sasuke memilih untuk segera pergi menembus dosa-dosa nya dahulu, perjalanan menanti.

Namun belum sampai gerbang Konoha, Sasuke harus mengalihkan Perhatiannya terhadap Sakura, Naruto dan Hinata yang sudah lebih dahulu sampai di gerbang Konoha, seakan menunggu kedatangannya.

" Sudah mau pulang? "

" hn "

Sasuke mebalas singkat pertanyaan Naruto, sebelum akhirnya kunainya ia terbangkan ke arah pohon dekat gerbang itu.

" keluarlah, aku tau kalian si sana "

InoShikaCho dan juga teman-teman mereka yang kemarin menguping, mau tidak mau keluar dari persembunyian.

" kalian hobi menguping? "

Mendengar itu, mereka semua kaget, kecuali Hinata, ia tidak mengerti pebincaaran Sasuke barusan.

" kau? Kau menyadarii kehadiran kami kemarin? Kau sengaja ya? "

Naruto Protes dahulu begitu juga kiba, Sakura diam, pipinya malu karena sudah ketahuan mengutit Sasuke kemarin.

" Ya aku sengaja, aku pikir dengan kalian mendengar itu bahwa aku ingin sakura dengan Naruto, Sakura akan paham dan berhenti mencintai ku jika Hinata mensetujuinnya tentu saja Naruto menjadi tidak ada pilihan lain, tetapi, ternyata aku salah. "

" Tentu, Baka! "

Naruto langsung mencemoh dahulu, tetapi hanya di balas dengan Seringai Sasuke.

" Sakura, mau menikah dengan ku? "

Sasuke baru saja menyatakan melamar sakura.

Hening.

Mereka semua diam, semua kecuali Hinata yang tersenyum.

" ka..kau..kau serius Sa..sasuke? "

Sasuke mengangguk.

" bisakah ku serahkan acara pernikahan ini pada mu Naruto, 2 bulan lagi aku akan pulang, kau bantu Sakura ya Naruto "

" Tidak bisa! 2 Bulan lagi itu pernikahan Ku tau! "

Naruto lebih dahulu protes, dia menarik Hinata sambil menunjuk Hinata dengan cengir khasnya.

" Aku melamar Hinata tadi pake bwek! "

Naruto menjulur lidahnya, seakan bangga bahwa ia lebih dahulu melamar wanitanya.

" hm "

Sasuke berjalan medekati Hinata, ia mengulur tangan nya tanda memberi selamat, Hinata membalas uluran tersebut.

" Selamat "

" Setelah aku menikah, aku mau kok membantu Sakura-chan "

" Aku akan sangat tertolong, Terima kasih Hyuga Hinata "

Hinata menganggung. Sakura dan Naruto berbalas senyum, entah mengapa mereka merasa hangat melihat Hinata dan Sasuke, seperti ada ikatan lain, karena di dunia ini, manusia memiliki banyak ikatan, begitu juga Hinata dan Sasuke.

Ikatan, pertemanan.

—-

Yo yo ini adalah fanfic ku yang berhasil ku ciptakan karena kegabutan #dirumahaja , stay safe dan selalu jaga kesehatan ya semua!

Ah buat yang bingung kenapa aku buat jadi 2 chapter, awalnya sih maunya oneshoot tp gak tau kenapa setiap upload malah tulisanya jadi error dan ya berkendala deh, jadi aku buat twoshoot, dan baru mau:( ya udah segitu aja curhatnya ehe, Sampai ketemu lagi, jaa nee~

Himawaari Nara.