Title: Your Sick Game of Hide and Seek
Main Cast:
- Choi Siwon
- Cho(i) Kyuhyun
- Kim Ryeowook
- Shim Changmin
- Park Chanyeol
Other Cast: random boy group(s) and girl group(s), OC
Warning: Might be OOC, AU, BL, Typo(s), and etc
Disclaimer: They belongs to God and themselves
CHAPTER II
- This pervert is your husband -
Kyuhyun terbangun saat jam masih menunjukkan pukul lima pagi. Ia mengerutkan dahinya saat menyadari bahwa ia sendirian diatas ranjang. Setelah merasa tidak begitu mengantuk lagi, ia pun berdiri dan berjalan keluar. Saat berpapasan dengan salah satu maid yang sepertinya baru akan bersiap untuk kerja, ia bertanya dimana sang suami berada lalu berjalan kearah yang ditunjukkan oleh maid tersebut. Sedikit heran dengan kelakuan suaminya itu, tetapi ia memilih untuk tidak memikirkan hal itu. Kyuhyun tahu, terkadang Siwon bisa melakukan hal yang cukup aneh dan gila. Namun itu tidak mengurangi kadar cintanya pada pria itu.
Kakinya berhenti didepan pintu kaca menuju kolam renang, selama beberapa saat memperhatikan sang suami yang baru saja mengenakan bathrobe dan mengeringkan rambutnya dipinggir kolam. Ia pun melangkahkan kakinya keluar, melirik kearah Siwon yang saat ini sedang memperhatikannya, lalu memasukkan salah satu tangannya. Dingin, tetapi entah mengapa ia ingin sekali masuk kedalam kolam tersebut. Mungkin keanehan Siwon sudah menular padanya. Yah, berenang dipagi hari dengan air yang terasa sedingin es, cukup untuk dikatakan sebagai suatu kegiatan aneh. Setidaknya, itu menurutnya.
"Aku juga mau berenang"
Kyuhyun membuka piyamanya, menyisakan ia hanya dengan celana dalamnya, lalu melakukan beberapa gerakan pemanasan. Baru saja kaki kanannya memasuki kolam, ia melihat kearah sang suami yang kembali membuka bathrobe nya lalu ikut masuk kedalam kolam. Ia mengernyit saat melihat pria itu tidak mengenakan apapun, lebih tepatnya telanjang, saat masuk kedalam kolam kali ini.
"Kau mau apa, hyung?"
"Hm… Menemani mu berenang, Baby"
"Entahlah, aku tidak yakin kalau kau benar – benar ingin menemani ku berenang"
Mengesampingkan maksud lain suaminya, ia pun segera masuk kedalam kolam dan mulai berenang. Setelah menghabiskan beberapa menit untuk bolak balik berenang dari ujung ke ujung, Kyuhyun berhenti dan merilekskan tubuhnya. Membiarkan tubuhnya terapung perlahan dan terbawa riak kolam tersebut. Matanya ia biarkan tertutup, sekalipun bisa merasakan sepasang tangan menarik kakinya.
"Kau tahu, ada olahraga yang dapat kita lakukan disini selain berenang"
"Mesum. Aku tahu apa maksud mu"
"Dan kau pasrah saja? Tidak seperti biasanya, Kyu"
Menghela nafas pelan, ia membuka sebelah matanya untuk melihat kearah sang suami. Senyuman kecil menghiasi wajahnya saat mendapati ekspresi bingung dan sedikit curiga dari Siwon. Mungkin karena ia yang selalu menolak bercinta selain didalam kamar, dan sekarang, tiba – tiba membiarkan suaminya itu melakukan hal tersebut tanpa perlawanan, cukup mengundang kecurigaan.
"Kau tahu, hyung? Aku sudah terlalu nyaman seperti ini, sampai – sampai membiarkan orang mesum didepan ku menyentuh tubuh ku tanpa permisi"
"Ayolah, Baby. Orang mesum ini adalah suami mu~"
"Jadi kau mengakui bahwa diri mu mesum? Ya ampun"
Ia kembali tersenyum saat mendengar tawa pelan milik Siwon. Setelah itu, tidak ada yang melontarkan kata – kata lagi. Bibir mereka sibuk mengulum milik satu sam lain, hingga lidah pun ikut bergerak, saling belit dan dorong untuk memenangkan dominasi. Namun, merasakan sepasang tangan nakal memelintir kedua putingnya, cukup untuk membuat Kyuhyun tersentak dan mendesah keras. Dua tonjolan manis di dadanya itu adalah salah satu bagian paling sensitive ditubuhnya. Tentu setelah penis nya.
Bibir itu mulai bergerak turun, mengecupi rahang, leher, hingga dadanya, sebelum semakin turun dan bertemu salah satu putingnya. Desahan kembali lolos dari mulutnya dan tangannya ikut mendorong belakang kepala pria itu, meminta sang suami untuk memanja lebih kedua putingnya. Tubuhnya tidak akan kuat berdiri jika saja kaki kiri suaminya itu tidak berada diantara selangkangannya, dan tubuhnya yang dihimpit kuat pada dinding kolam. Mereka berada dalam posisi tersebut selama beberapa menit ke depan hingga Kyuhyun benar – benar tak sanggup bertahan diposisi itu.
Tubuhnya diangkat dengan mudah oleh Siwon ke lantai dipinggir kolam, ia bahkan tidak sadar kapan dalamannya terlepas, karena saat ini ia tidak mengenakan apapun. Wajahnya memanas saat melihat tubuh Siwon yang masih basah berada diatasnya. Pria itu hanya tersenyum menggoda, sebelum kembali menunduk untuk memanjakan tubuh pucat yang berada dibawahnya itu. Sebenarnya Siwon selalu takjub dengan warna kulit istrinya yang tidak pernah berubah, padahal Kyuhyun sering terjun ke lapangan. Pemuda itu memiliki warna kulit putih susu yang begitu menggoda untuk dicumbu.
Setelah meninggalkan cukup banyak tanda di dada serta beberapa di leher jenjang istrinya itu, Siwon kembali menurunkan cumbuannya ke bagian bawah sang istri. Meraih minyak zaitun yang terletak didekatnya, ia pun mulai mempersiapkan lubang Kyuhyun dengan tiga jarinya yang sudah di lumuri minyak tadi. Siwon mengambil minyak itu dari atas meja dipinggir kolam saat baru saja keluar dari kolam tersebut, tentu sebelum menghampiri istrinya yang sudah terlentang diatas lantai dengan pose yang sangat menggoda dimatanya.
"Si, Siwon… Aku harus pergi kerja. Cepatlahh uhhn"
"Baiklah, Letnan. Aku juga tidak ingin kau marah pada ku karena Yunho yang mengomel pada mu setiap kau terlambat~"
Kyuhyun mendengus kesal saat mendengar pria itu menyebutkan nama atasannya. Namun fokusnya kembali teralih saat Siwon memasuki lubangnya degan perlahan. Ia selalu menyukai saat suaminya itu melakukannya dengan lembut. Gerakan yang dilakukan suaminya itu pun dilakukan secara perlahan, hingga ia yang memberikan izin untuk bergerak lebih cepat dan keras. Tubuh bagian bawahnya terhentak, paha mereka saling bertubrukan hingga menimbulkan bunyi benturan kulit antar kulit yang cukup keras.
Suara tadi, serta desahan dan pekikan nikmat dari Kyuhyun, cukup untuk mengisi keheningan area kolam renang tersebut. Sesaat, ia tidak peduli dengan apapun atau siapapun yang mendengarnya. Kyuhyun sadar bahwa ia cukup vokal saat bercinta, itulah alasan mengapa ia tidak mau bercinta ditempat lain selain kamar tidur mereka. Saat merasa perut bagian bawahnya menegang, ia pun mengeratkan pelukannya pada sang suami, yang masih menghajar prostatnya tanpa ampun dan mulut pria itu juga tak berhenti menghisap dan mengulum kedua putingnya hingga menegang dan memerah.
Barulah saat Kyuhyun meneriakkan nama Siwon dan mencakar punggung tegap pria tersebut, cairannya menyembur keluar, mengotori dada dan perut mereka berdua. Ia bisa merasakan Siwon bergerak semakin cepat, dan ia juga bisa merasakan milik pria itu semakin membesar didalam lubangnya. Atau mungkin lubangnya yang mengetat dan menjepit milik pria itu, Kyuhyun tidak memusingkan hal itu. Beberapa menit berlalu, ia kembali merasakan rasa melilit diperut bawahnya, dan kembali datang setelah merasakan lubangnya terisi oleh cairan hangat milik sang suami.
Nafasnya memburu cepat, ia yakin saat ini wajahnya benar – benar memerah. Mendengarkan suaminya yang bernafas berat disebelah telinganya, membuat ia bergidik, sedikit terangsang. Ayolah, apa ia tidak boleh merasa terangsang dengan suaminya sendiri? Bahkan pria itu bisa lebih mesum dari nya. Setelah berhasil mengatur nafas, mereka berdua pun berdiri, dengan Kyuhyun yang dibantu oleh Siwon, sebelum meraih dua buah bathrobe yang terletak diatas meja dibelakang mereka. Kyuhyun mengernyit bingung karena ia tidak menemukan barang tersebut ada di meja tadi.
"Chanyeol yang membawakan ini"
"Hah? Kapan? Jangan bilang…"
"Maaf, Baby. Tapi tadi kau terlalu sibuk menjerit nikmat saat aku menghantam lubang mu. Chanyeol datang saat itu, sepertinya dia mendengar kita berdua"
Kyuhyun melotot setelah mendengar penuturan suaminya itu. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, terlalu malu untuk membayangkan ekspresi Chanyeol dan para maid yang ada disana. Apa lagi saat ini langit sudah mulai tampak sedikit kebiruan. Ia segera memakai bathrobe yang disodorkan oleh suaminya itu sebelum berjalan masuk, berharap bisa sampai kamarnya dengan cepat. Namun, belum ada tiga langkah ia memasuki rumahnya, bisa ia lihat Chanyeol yang sedang berbicara dengan Ryeowook didepan ruang makan. Ia berusaha tidak peduli dan bergegas menuju tangga.
"Oh! Letnan Cho, ku kira kau akan 'berolahraga' lebih lama dengan suami mu~"
"Tuan Choi Kyuhyun, Kim Ryeowook-ssi sudah sampai disini sejak setengah jam yang lalu. Saya menyarankan agar Kim Ryeowook-ssi menunggu sembari sarapan, dan bukan salah kami jika suara anda bercinta dengan Tuan Besar Choi terdengar ke seluruh penjuru rumah ini. Seharusnya anda bisa lebih sadar diri dengan keadaan sekitar jika tidak ingin merasa malu"
Mengepalkan tangannya erat, ia menatap tajam kearah Chanyeol yang balik menatapnya dengan datar dan kilatan sinis dimata. Mungkin ia tidak masalah dengan kalimat Ryeowook, tapi pria yang berdiri disamping temannya ini, benar – benar membuatnya kesal. Dua jari terangkat dan ia arahkan untuk menekan dada pria tersebut dengan keras. Kepalanya sedikit mendongak dengan ekspresi dingin dan mata menyorot benci. Ia bahkan bisa melihat Ryeowook yang bergidik dari sudut matanya.
"Kau tahu, Park? Setidaknya aku ataupun suami ku masih sehat dan masih bisa bercinta kapan pun kami mau. Bukan seperti seseorang yang sibuk meratapi orang yang bahkan tidak membalas perasaannya dan lebih memilih pergi bersama pria lain hingga hampir sepuluh tahun belakangan ini"
"Kau melewati batasan mu, Tuan Choi Kyuhyun"
"Sadarlah Park Chanyeol. Semakin kau menggigit ku dengan segala sarkasme dan perkataan sinis mu itu, semakin sering aku akan tidak memperdulikan 'batasan' yang kau sebut tadi"
Kyuhyun sudah siap melontarkan kata – kata nya lagi saat Chanyeol membuka mulut, tetapi semua itu terhenti karena seseorang menarik tubuhnya menjauh dari pria jangkung tadi, ke dalam sebuah dekapan. Ia tahu orang ini, siapa lagi kalau bukan suaminya? Hanya pria itu yang bisa memisahkan mereka berdua dan menghentikan perdebatan mereka.
"Sudah, sudah, bukankah kau harus bersiap siap untuk pergi ke kantor, Kyu? Lihat, bahkan Ryeowook sudah datang menjemput mu kesini. Ayo, ganti baju mu lalu kita sarapan"
Ia hanya diam saat suaminya itu menggiringnya menuju lantai dua, dimana kamar mereka berada. Ia masuk kedalam kamar mandi terlebih dahulu, membiarkan suaminya itu mempersiapkan baju mereka. Kyuhyun tahu, ia tidak bisa berperan sepenuhnya sebagai seorang istri yang baik, tapi bukan berarti ia berada dijajaran yang buruk. Hanya saja, ia sudah melakukan pekerjaan sebagai penyidik selama enam tahun, saat tiba – tiba Siwon datang dan masuk dalam kehidupannya. Pria itu bahkan tidak memerlukan waktu satu tahun untuk mencairkan hatinya yang membeku dan membawanya dalam janji suci pernikahan.
Bohong kalau ia mengatakan dirinya tidak memikirkan perkataan Chanyeol malam itu. Ia bahkan masih memikirkannya sampai sekarang, masuk diantara celah pemikirannya yang penuh akan pekerjaannya dan tentu saja tentang Siwon. Mengusap wajahnya kasar, ia lalu kembali melanjutkan mandinya dan melangkah keluar saat Siwon sedang memakai baju. Dahinya mengernyit bingung, apa ia selama itu dikamar mandi sampai sang suami harus mandi dikamar mandi lain? Mungkin saja ia tenggelam dalam pemikirannya lagi.
Setelah memakai seragamnya, menyelipkan pistol dibetis kiri dan dipinggang kanannya, Kyuhyun pun melangkah kearah sang suami yang sibuk dengan dasinya. Ia hafal kebiasaan pria itu yang akan berdiri lama didepan cermin hanya untuk menentukan dasi mana yang cocok dengan kemeja dan setelan jasnya. Memilih satu yang berwarna shappire blue, ia pun mengalungkan dasi itu dileher sang suami dan segera memasang selembar kain itu dengan rapi. Saat akan mundur untuk melihat hasil pekerjaannya, ia dapat merasakan sepasang benda kenyal menempel dengan dahinya selama beberapa saat.
"Terimakasih, Baby. Kau selalu sangat membantu dalam hal ini"
"Kalau aku membiarkan mu, mungkin kau tidak akan berangkat kerja hari ini hanya karena bingung memilih dasi, hyung"
Siwon tertawa lalu mengecup gemas kedua pipi gembil istrinya. Rona merah tampak disana, namun pemuda itu tetap memasang wajah datar. Siwon sudah hafal dengan sikap yang lebih muda, jadi ia hanya tersenyum kecil sebelum menuntun istrinya itu keluar dari kamar menuju ruang makan dirumah mereka. Ia tahu, perdebatan kecil antara Kyuhyun dan Chanyeol tadi, berhasil merusak mood sang istri pagi ini. Dan Siwon tidak ingin semua orang menyaksikan bagaimana pemuda manis itu mengamuk di pagi hari, bisa – bisa Yunho menelponnya dan menyarankan ia untuk membawa pulang istrinya itu. Seperti kejadian satu minggu yang lalu.
Sebenarnya Siwon sendiri sangat khawatir dengan kasus yang sedang ditangani istrinya sekarang. Seorang pembunuh berantai yang mengajak istrinya itu bermain permainan berbahaya. Ia cukup tahu bagaimana kadar stres Kyuhyun yang semakin menumpuk saat pemuda itu pulang dengan tangan kosong dan tidak sedikit pun ada kemajuan dari kasus tersebut. Ia hanya ingin membantu istrinya itu, sehingga tanpa sepengetahuan yang lebih muda, Siwon sudah menyiapkan sebuah ruangan kerja berisi monitor serta peralatan teknologi paling canggih yang sudah dikembangkan oleh perusahaannya.
Siwon sendiri adalah seorang CEO dari beberapa perusahaan, dengan perusahaan induk yang bergerak dibidang teknologi. Barang – barang yang digunakan para lulusan IT saat ini mayoritas adalah produksi dari perusahaannya. Tetap saja menurutnya, barang – barang yang ada di Satuan Kepolisian Seoul terlihat sangat menyedihkan. Dimatanya, barang – barang itu sudah kuno dan perlu diganti. Sudah beberapa kali ia menelpon Yunho untuk menggoda masalah perlatan 'jelek' yang ada dikantor pria itu, tetapi pria bermata musang itu selalu berkilah tidak bisa mengganti karena kucuran dana yang tidak mencukupi.
"Siwon hyung"
"Ya? Ada apa, Kyu?"
"Aku ingin bertanya tentang seseorang…"
"Apa ini tentang korban yang baru kau temukan kemarin? Siapa namanya dan berapa usianya? Berikan aku sedikit detail, mungkin saja aku akan mengingatnya"
Kyuhyun berhenti ditangga terakhir, ia menghela nafas sebelum berbalik dan menatap sang suami. Jujur, ia sangat cemas dengan kasus ini. Firasatnya semakin buruk saat membaca latar belakang setiap korbannya, yang secara tidak langsung mengarah pada suaminya.
"Im Yoona, 30 tahun, tinggi 167 cm. Rambut coklat eboni dan bekerja sebagai guru tari disalah satu sekolah seni. Dia –"
"Dia tetangga Jungsoo hyung, teman kecilnya. Hm, aku sering menumpang makan di kedai tteokbokki keluarga Jungsoo hyung sebelum mereka pindah ke Seoul dan bertemu dengan Yoona pertama kali saat umur ku 10 tahun, Yoona masih berumur 6 tahun. Dia wanita yang baik, aku dan Jungsoo hyung melihatnya seperti adik kecil kami"
"Kau mengenalnya…"
Hati Kyuhyun mencelos setelah mendengar penuturan sang suami. Ia bisa melihat pandangan Siwon yang berubah datar, mata itu memancarkan berbagai emosi dan tampak semakin kelam. Hal ini bagaikan pukulan telak untuk Kyuhyun, kasus ini mulai membentuk benang merahnya perlahan – lahan. Selama beberapa saat, mereka terdiam dan saling memandang. Hingga senyuman miris dari sang suami menyadarkan mereka dari keheningan. Ia hanya diam dan mengikuti saat Siwon menariknya menuju ruang makan.
Kyuhyun mengepalkan sebelah tangan dengan kuat hingga buku – buku jarinya memutih. Pesan singkat yang pertama kali masuk ke email kantornya, bukanlah sesuatu yang main – main. Pembunuh ini serius dengan perkataannya yang mengajak ia untuk bermain sambil mengingat masa lalu. Yang tidak Kyuhyun sangka adalah justru orang – orang dari masa lalu suaminya yang satu persatu diseret keluar, bukan orang – orang dari masa lalunya.
"Kau sudah menghubungi keluarganya?"
"Belum. Kami belum menemukan kontak untuk menghubungi keluarganya"
"Akan aku carikan. Sekarang, ayo kita sarapan, Letnan. Jangan sampai kau terlambat"
"Terimakasih, hyung karena sudah mau membantu. Aku turut berduka cita"
Ia dapat melihat senyuman sendu dan anggukan kecil sebagai respon dari suaminya, sebelum mereka duduk di meja makan. Lagi – lagi, ia terdiam mengingat kasus yang sedang ia tangani. Ini bukan permainan petak umpet biasa seperti kasus pembunuhan lainnya. Ia akui bahwa permainan kali ini lebih gila dan lebih berbahaya untuknya dan orang – orang terdekatnya.
To Be Continued
Akhirnya update lagi hehehe dan sesuai janji, rating nya author naikkan menjadi M. Dan maaf kalau smut scene nya gak 'panas', huhuhu :")
Jika berkenan, silahkan tinggalkan review :)
