Disclaimer: Grisaia Series, HsDXD, Naruto bukan punya saya.

Warning: Alur mungkin abal2, banyak plot hole, eyd berantakan dsb.

Chap 1: Kebangkitan Sekiryuutei

Satu Minggu lamanya Naruto sudah mengenyam pendidikan di Kuou Academy. Ada dua kejadian berlangsung selama satu Minggu tersebut, yakni:

1. Naruto menang tipis melawan ketua klub Kendo.

Pada hari kedua setelah dia menimba ilmu di Kuou Academy. Amane-nee menghampiri dirinya saat jam istirahat berlangsung. Ketika ditanya, Amane-nee menyampaikan satu peraturan penting yang harus dipatuhi para siswa, yakni mengikuti Ekstra Kulikuler.

Naruto yang memiliki pengalaman dalam seni bela diri Kendo, langsung menghampiri ruang klub Kendo dan menyampaikan bahwa ia ingin menjadi anggota klub Kendo tersebut.

Tentunya sang ketua klub Kendo tidak ingin menerima anggota secara sembarangan. Maka dia memberi syarat pada Naruto untuk bertanding melawan dirinya.

Pertandingan pun dimulai. Dikarenakan bukan pertandingan resmi, pertandingan tersebut berakhir bagi siapapun yang mendapatkan dua poin.

Poin pertama diraih oleh ketua club Kendo. pertarungan tersebut berlangsung sengit. Tiap kontestan saling serang dan bertahan. Poin diraih oleh ketua club Kendo pada menit ke dua.

Poin selanjutnya diraih oleh Naruto. Sama seperti sebelumnya, pertarungan tersebut berlangsung sengit. Namun, intensitas serangan Naruto lebih cepat daripada sebelumnya, sehingga ketua klub Kendo sedikit kewalahan. Poin didapat ketika Naruto melihat celah dan memanfaatkannya. Dengan demikian, Naruto lulus tes dan jadi anggota klub Kendo.

Bukan hanya itu, berkat penampilan gemilangnya, Naruto jadi salah satu kandidat ketua klub Kendo ketika ketua club Kendo saat ini sudah lulus.

2. Naruto berteman dengan Issei.

Setelah mengikuti tes masuk klub Kendo, Naruto melihat sosok pria berambut coklat digebuki anggota Kendo. setelah ditelusuri, ternyata dia adalah Hyoudou Issei. Setelah selesai bertanding, kegiatan klub Kendo berakhir dan anggota perempuan ganti pakaian. Dia juga mendengar teriakan histeris yang berasal dari loker tempat ganti baju tersebut.

Naruto menghampiri kerumunan tersebut dan menghentikannya.

"Naruto-san, kenapa kau membela si otak mesum ini?" tanya salah seorang gadis.

"Aku tidak membelanya. Namun, tidak baik main hakim sendiri. Selain itu, apa kalian tidak kasihan melihat nya yang sudah bonyok itu?" tanya Naruto sembari menunjuk Issei yang sudah bonyok.

"Tapi itu salahnya. Dia bersama kedua temannya pasti selalu mengintip. Sontak hal itu membuat beberapa anggota klub Kendo berhenti selama setahun belakangan ini dan anak jadi baru ragu gabung klub Kendo karena hal tersebut."

"Eh? Seriusan? Aku tak menyangka kemerosotan klub Kendo itu akibat perbuatan kami. Aku minta maaf." ujarnya sembari melakukan dogeza.

"Kau fikir minta maaf menyelesaikan masalah, HAH?!" teriak salah satu perempuan yang menggebuki Issei sembari menendang badan Issei.

"Hentikan. Apa salahnya kita beri dia kesempatan kedua?" tanya Naruto mencoba menenangkan anggota club Kendo.

"Kesempatan kedua? Absolutely No! Orang kayak gini tidak bisa diberi kesempatan kedua." Para anggota klub Kendo menolak keras saran Naruto. Mereka benci dengan ulah Issei.

"Kalian ini... Baiklah, bagaimana jika Issei masuk club Kendo. Dengan begitu anggota cowok di club Kendo ada dua. Saat kalian ganti baju, kami berdua akan jaga kalian."

"Itu malah tambah parah, Naruto-san/senpai!" sahut para cewek tersebut tetap bersikukuh dengaan pendapatnya.

"Buang dulu kebencian kalian. Coba pikirkan, jika Issei ikut klub Kendo, ada tiga keuntungan."

Kini para anggota club Kendo memiringkan kepalanya dan ada imajiner tanda tanya besar di atas kepalanya. "Keuntungan?"

Naruto mengangguk. "Pertama, dengan Issei masuk club Kendo, maka aku akan mengawasinya secara langsung. Kedua, anggota trio mesum bakal berkurang karena Issei mulai disibukkan dengan aneka kegiatan club. Ketiga, aku dan Issei bisa menjaga kalian saat ganti baju dari teman Issei. Bagaimana? Tidak ada ruginya kan Issei masuk club Kendo?" Naruto mencoba bernegosiasi dengan para gadis anggota club Kendo tersebut.

"Hmm, Saran menarik. Belum jadi ketua club Kendo saja kau sudah memecahkan problem club ini, Naruto-san. Aku selaku wakil ketua club Kendo setuju sama saranmu."

Masalah Issei berakhir dengan solusi win-win dari kedua belah pihak. Sedangkan sang subjek, yakni Issei, hanya bisa menerima saja dengan lapang dada serta terlihat raut wajahnya yang penuh penyesalan.

--

Minggu kedua, hari Selasa, tanggal 25 April XXXX. Di pagi hari yang cerah menyapa seluruh makhluk hidup di bumi. Aneka aktivitas dilakukan di pagi hari ini, seperti murid Kuou yang berangkat ke sekolah untuk menimba ilmu.

Dari kejauhan, terlihat Naruto berlari dengan kencang tatkala pintu gerbang hendak ditutup oleh satpam. Naruto berhasil melalui gerbang pada detik detik terakhir.

"Kau beruntung nak tidak telat." ujar pak satpam sembari menatap Naruto yang ngos-ngosan.

"Hehehe. makasih paman bolehkan aku masuk." sahut Naruto setelah nafasnya kembali normal. Dia mengucapkan terimakasih kepada satpam tersebut karena Naruto melihat paman tersebut sengaja memelankan menutup gerbangnya.

Setelah berterima kasih, Naruto langsung ganti sepatu dan bergegas ke kelas.

Jam Istirahat

Naruto bergegas menuju kantin karena lapar. Pagi tadi dia tidak sarapan. "Aku harap masih belum rame kantin-nya." harap Naruto sembari mempercepat langkah kakinya.

Ketika berbelok di persimpangan, dia menabrak seseorang. Mereka jatuh terduduk.

Naruto langsung berdiri dan mengulurkan tangannya, "Maaf, aku terburu-buru."

"Ara... tidak masalah." sahut seorang perempuan menerima uluran Naruto.

"Sekali lagi, maaf... etto."

"Akeno. Aku juga minta maaf, Naruto-san."

Setelah itu, Naruto kembali meneruskan perjalanannya. Namun, ada satu hal yang membuatnya penasaran. 'Apakah aku tadi memperkenalkan diri?' gumamnya dalam hati. Namun, karena perutnya keroncongan, dia tidak terlalu memikirkan hal tersebut.

Skip time

Tidak ada hal yang spesial setelah jam istirahat berakhir. Hanya rutinitas di sekolah yang dilakukan Naruto saat ini. Naruto hendak pulang, namun ia melihat Issei berbicara dengan perempuan asing di dekat gerbang.

Naruto menghampiri Issei dan memukul pundaknya, "Yo Issei, pacar baru nih. Kenalin dong."

"Ya. terus lu embat, gitu?" Naruto terkekeh mendengar ucapan sindiran Issei.

"Jadi, ada apa gerangan gadis manis nan cantik kayak bidadari macam kau menemui si gumpalan nafsu ini? tanya Naruto dengan guyonan agar suasana tidak kaku.

"Hei, aku tidak mesum!"

"Oh, masa? Berarti boleh dong aku cari koleksi video dan majalah dewasamu lalu koleksi tersebut aku bakar?" goda Naruto dengan seringai jahil.

"Jangan yang mulia! Hamba memang mesum, jadi jangan bakar koleksi berhargaku!" teriak Issei panik sembari bersujud memohon pengampunan.

"Hihihi. Kau lucu, Issei-kun." perempuan itu terkikik geli melihat tingkah Issei.

"Ehem. Jadi, ada yang bisa aku bantu nona? Selain itu, darimana kau tahu namaku? Apa sebegitu terkenalnya diriku di khalayak masyarakat?" Issei berdehem dan mulai bertanya pada perempuan itu dengan kepercayaan diri yang tinggi.

"Apa salahnya mencari informasi orang yang kau sukai?" jawab perempuan itu spontan.

Eh

.

.

.

.

.

EEEEHHHH???

Gempar. Para siswa yang berada disekitar Issei, terutama pada perempuan, terperangah mendengar pernyataan perempuan itu.

"Ah... Aduh malunya, aku keceplosan." perempuan itu menutup wajahnya yang memerah karena keceplosan berbicara.

Naruto menatap penuh curiga perempuan itu. Bagaimana tidak curiga, perempuan macam apa yang mencintai Issei dengan reputasi buruk tersebut. Belum lagi, jika dia sudah tahu reputasi Issei.

"Dunia sudah mau kiamat!" ujar para siswa termasuk Naruto menatap ke langit, berdoa pada Tuhan agar pernyataan perempuan itu bukan salah satu pertanda kiamat.

"Hei!" Issei tersinggung karena dianggap sebagai salah satu pertanda kiamat. Issei menarik perempuan itu dan berjalan menjauhi gedung sekolah. Naruto mengikuti Issei, sekedar memastikan keamanan perempuan itu.

Ketika sudah jauh dari sekolah, Issei berhenti di toko crepe dan membeli dua crepe tersebut lalu disodorkan ke perempuan itu.

"Enak." komen perempuan itu dengan wajah memerah.

"Jadi, kenapa kau menyukaiku... etto" Issei tidak tahu nama perempuan itu.

"Yuma, Yuma Amano. Jika ditanya kenapa, cinta pandangan pertama."

"Walau kau tahu aku mesum, sangat mesum?" Perempuan yang bernama Yuma itu mengangguk.

"Akhirnya, terimakasih tuhan!" teriak Issei sembari memeluk perempuan itu. Warga sekitarnya hanya menggelengkan kepalanya melihat adegan tersebut.

Naruto yang melihat seluruh momen bahagia Issei menangis terharu. "Kawan, akhirnya kau dapat pacar juga. Ucapkan selamat tinggal kepada Aliansi Jones seluruh dunia."

"Jangan lupa traktirnya ya." Ujar Naruto berjalan menuju Yuma.

"Jika Issei menyakitimu, beritahu aku. Aku akan hajar tuh anak supaya menyesal." pesan Naruto kepada Yuuma sembari menepuk tas Yuuma.

Momen pelukan berakhir. Issei bahagia karena meninggalkan dunia Jones dan melangkah ke dunia masa depan yang cerah. Namun...

Skip time, hari Minggu.

Issei menatap tidak percaya sosok pacarnya itu ingin membunuhnya. Selain itu, apa-apaan sayap itu serta pakaian yang biasa dipakai oleh perempuan masochist.

"Hahaha. Bermain pacaran denganmu asik juga, sampah. Jangan salahkan aku, tapi salahkan tuhan yang meng-anugrahkan sacred gear kepadamu! Akan aku simpan hadiahmu, di gudang!" seru Yuuma dengan tombak cahaya di tangannya.

Issei terdiam. Otaknya mencerna seluruh fakta yang mengejutkan. Setelah berfikir, hanya satu kesimpulan yang sangat logis.

"Selamat ting--" Issei menutup matanya pasrah.

"Setidaknya sebelum mati, aku tidak Jones."

Walau singkat, dia merasakan indahnya pacaran. Dia juga melihat dada yang sangat dia sukai. Walau ada beberapa penyesalan.

Maafkan Issei, ayah ibu. Aku tidak sempat membahagiakan kalian. Aku hanya selalu menyusahkan kalian, membuat kalian malu akan tingkahku.

Matsuda, Motohama, aku berharap kalian juga merasakan indahnya pacaran, melihat langsung dada yang kita sukai.

Issei mendengar suara ambruk. Dia membuka matanya, terkejut melihat pacarnya yang ambruk di tanah. Darah mengalir deras di sekitar pelipis kepalanya.

"Sepertinya hipotesa menteri pertahanan benar adanya. Struktur tubuh makhluk supernatural sama dengan manusia."

Issei menoleh ke belakang, asal suara tersebut berasal. Dari asal suara tersebut ia melihat sosok yang diduga perempuan karena terdapat tonjolan di dadanya, mengenakan seragam serba hitam dan masker untuk menutupi identitasnya.

"Ya ampun, kau masih meragukan kecerdasan Kazami-sama, Taichou?" Issei menoleh ke arah jam 8, kini ia melihat sosok berperawakan tegap dan mempunyai tubuh berotot.

"Biasalah, ego seorang perempuan, Akai."

"Ada pesan terakhir, Aoi?" tanya Sosok yang pertama kali Issei lihat, yang dipanggil Taichou, menodongkan pistol ke arah Aoi yang tak jauh dari posisinya.

Issei terduduk lemas dengan tubuh bergetar ketakutan.

"Ah Issei-san. Pertama-tama, aku ucapkan selamat karena terhindar dari kematian." ucap sang Taichou dengan sedikit guyonan.

"Aku tahu banyak hal yang ingin kau tanyakan. Namun, tidak disini. Mari, ikut kami ke markas. Apa kau bisa berjalan?" tanya sang 'Taichou' sembari menjulurkan tangannya."

Issei mengangguk dan dia ditarik berdiri oleh sang 'Taichou' namun dia limbung karena kakinya masih bergetar.

"Issei, sebelumnya, apa kau menerima secarik kertas dari seseorang?" tanya Aoi, sosok yang memapah dirinya.

"Iya."

"Bisa kau tunjukkan?" Issei mengambil secarik kertas di kantong celana jeansnya. Aoi menerima kertas tersebut dan dibuang disembarang tempat.

"Kuro, mission complete. Kemasi peralatan dan bergegaslah ke markas."

Keesokan harinya

Rutinitas yang dilakukaan murid Kuou sama seperti biasanya. Beberapa diantaranya terlambat datang ke sekolah. Issei dan Naruto termasuk siswa yang terlambat.

Issei menghampiri Naruto dan menyapanya.

"Yo Naruto. Baru satu Minggu sekolah kau sudah telat. Habis bergadang ya?"

Naruto menguap dan memandang malas Issei. "Begitulah. Maklum orang sibuk banyak kerjaan." ujar Naruto sembari menguap.

"Sok sibuk lu. Paling nonton vokep semalaman." Ejek Issei menatap Naruto yang memiliki makna, 'Kau mesum bung.'

"Bukannya yang nonton vokep semalaman itu kau? Makanya kau juga telat kan?" balas Naruto. "Kau kan mesum penggila Oppai." Lanjutnya mengejek Issei.

"Hehehe... tahu saja." ujar Issei dengan senyum palsu.

"Ada apa Issei? Apa kau terseret sebuah kasus?" tanya Naruto menyadari senyum palsu Issei.

"Tentu saja tidak. Aku ini siswa..." Belum kelar Issei menyelesaikan ucapannya, Naruto menyela, "Dengan reputasi buruk dan punya tatapan yang bisa membuat para gadis hamil."

Ucapan Naruto menusuk sanubari Issei. "Huh. Tidak segitunya kawan."

Sementara itu siswi Kuou menatap jijik Issei.

"Lihat! tarik ucapanmu, Naruto!"

Naruto hanya tertawa terbahak bahak melihat Issei merana.

Issei teringat sesuatu. "Naruto, apakah kau ingat Amano Yuuma?"

Naruto menatap Issei sembari memiringkan sedikit wajahnya. "Amano Yuuma? Pacarmu khayalanmu kah?"

"Jangan bercanda, Naruto. Kau fikir aku bercanda?"

"Hehehe. Habisnya raut wajahmu sangat serius bahas itu."

--Skip Time. Jam Istirahat--

Issei hendak beranjak pergi ke kantin mengurungkan niatnya ketika di depan pintu kelas terdapat sosok pria Ikemen yang berjalan memasuki kelasnya.

"Kamu Hyoudou Issei kan? Buchou mengundangmu. Silahkan ikuti Aku."

Setelah mengatakan itu, Pria Ikemen yang akrab dipanggil 'Kiba-kun' langsung berjalan keluar kelas seakan tidak memberi kesempatan Issei untuk melontarkan sepatah kata-pun.

Disisi lain Issei menghela nafas ketika melihat perlakuan Kiba yang menurut nya kurang mengenakkan.

"Bajingan lu Issei, dua kali kau mengkhianati persatuan ini, dengan ini kau resmi keluar dari persatuan Oppai Lovers!" teriak laki-laki berkacamata menatap kesal Issei.

Satu langkah sebelum keluar kelas, Issei berhenti sejenak. "Terserah mu saja. Lagian, tanpa bantuan kalian, aku bisa lihat dada asli." ejek Issei. Dia masih kesal karena dari dulu tidak kebagian mengintip perempuan club Kendo ganti baju.

"Sialan kau, Issei!"

Mereka, Kiba dan Issei, berjalan ke ruang club yang didirikan oleh sosok 'Buchou' bagi Kiba. Ruangan teraebut berada di gedung sekolah yang lama. Gedung tersebut terlihat usang dan cocok untuk uji nyali karena terlihat angker.

"Buchou, saya telah membawa Issei-kun."

"Terima kasih, Kiba." Jelas perempuan bersurai merah dengan lekukan tubuh yang menggairahkan.

"Selamat datang di Occult kenkyuu bu, Hyoudou Issei."

Issei menahan diri untuk tidak gugup karena di sekitarnya terdapat banyak nama-nama siswa-siswi terkenal. Mereka ialah Himejima Akeno dengan lekuk tubuh yang tidak kalah menggairahkan daripada perempuan bersurai merah, Koneko terkenal dengan maskot Kuou Academy, Kiba yang memiliki fansgirl yang sangat banyak, dan Rias Gremory yang dikagumi hampur seluruh siswa-siswi di academy.

"Ano... Senpai, ada apa memanggil saya?" tanya Issei senatural mungkin. Dia tetap berdiri di dekat pintu.

"Duduklah dulu, Issei-san. Akeno, tolong buatkan teh untuk Issei." pinta Rias, gadis bersurai merah pada Akeno.

"Ara. Baiklah, Buchou." Akeno langsung meng-iyakan permintaan Buchou, sebutan untuk Rias selaku ketua club.

Suasana menjadi hening, tiada satupun yang membuka percakapan. Baik Rias ataupun Issei, tenggelam di dalam fikiran masing-masing.

'Aduh gugupnya ketemu idola sekola ini. Perbuatan apa yang aku lakukan sehingga dapat rezeki nomplok macam ini.' batin Issei sembari sesekali melirik lekuk tubuh Rias, dan juga Koneko.

Koneko yang memergoki gerak gerik Issei yang menatap tubuh dirinya dan Buchou langsung berkomentar, "Ero-senpai."

"Aku tidak mesum, Koneko-chan. Namun, aku super super ekstra mesum!" Deklarasi Issei diiringi gerakan nyeleneh.

"Ara. Pemuda yang unik." Akeno menghampiri mereka dengan membawa nampan yang berisi dua gelas yang berisi teh. Issei langsung mencicipi teh buatan salah satu idolanya itu. Matanya melebar karena terkejut akan rasa tehnya yang sangat enak.

"Enak banget tehnya. Ehem, jadi Gremory-senpai... Ada apa gerangan kau memanggilku?" tanya Issei.

"Sebelum itu, Apakah kau percaya akan adanya eksistensi makhluk supernatural, Issei-kun?" tanya Rias dengan raut wajah serius.

Issei kaget mendengar pertanyaan Rias. Namun dia berfikir positif, bahwa Rias hanya tertarik dengan segala hal menyangkut makhluk supernatural.

"Makhluk supernatural? Apakah makhluk supernatural itu seperti hantu?" Issei bertanya pada Rias. Sebenarnya Issei mengetahui maksud sebenarnya dari pertanyaan Rias. Namun, Issei curiga dengan pertanyaan Rias yang tiba-tiba menanyakan hal tersebut. Selain itu, dia juga curiga karena tanpa alasan dirinya dipanggil ke ruangan ini.

"Bisa dibilang seperti itu. Hah, gimana ya mau jelasinnya... Ah, kau pasti bingung dengan tidak ada satupun yang ingat dengan nama Yuuma Amano, bukan?"

Issei sedikit kaget dengan pertanyaan Rias. "Kok kau tahu Yuuma, Gremory-senpai? Teman saya saja tidak ingat."

"Wajar manusia biasa tidak akan ingat pacarmu itu. Amano Yuuma adalah malaikat jatuh. Dia dalam misi untuk mengeliminasi dirimu. Namun, entah kenapa dia yang malah mati. Issei, apa kau yang membunuhnya?"

Issei yang hendak menjawab pertanyaan Rias mengurungkan niatnya, karena dia teringat pesan sosok yang menyelamatkan dirinya.

"Issei, jika kau dapat rekomendasi masuk ke pasukan JSDA. Apa kau menerimanya?" tanya sosok Taichou pada Issei yang hendak meninggalkan ruangan.

"Jika benar demikian, saya mau menerimanya."

'Kalau begitu, apakah kau mau masuk ke JSDA?"

Issei terkejut dengan penawaran Taichou. "Eh? Saya masih pelajar." Issei menolak halus tawaran Taichou. Awalnya ia menyangka pertanyaan tadi untuk beberapa tahun ke depan. Namun, dirinya tidak menyangka bahwa pertanyaan tersebut untuk saat ini.

"Tidak masalah. Jika kau terima rekomendasiku, kau hanya akan mendapat training untuk menghadapi setiap musuhku, baik supernatural atau penjahat biasa."

"Tapi, apa alasan anda merekomendasikan saya." tanya Issei penasaran. Dirinya merasa, tidak ada satupun alasan yang membuat dirinya dapat rekomendasi.

"Manusia yang diincar malaikat jatuh itu pasti memiliki sesuatu yang spesial. Begitupun denganmu. Berdasarkan ceritamu, alasan malaikat jatuh mengincar kau karena sesuatu yang disebut Sacred Gear." Sang Taichou menjelaskan alasannya merekrut Issei.

"Walau kami masih belum tahu tentang Sacred gear. Selain itu, kami mendapat informasi bahwa ada iblis yang bersembunyi di Kuou Academy. Jadi, jika kau menerima rekomendasiku, aku ingin kau jadi informanku. Dekati iblis itu dan carilah informasi sebanyak mungkin tentang eksistensi iblis itu sendiri. Berikut dokumen tentang identitas iblis tersebut."

Issei menerima dokumen tersebut dan terkejut karena sosok iblis tersebut ialah kumpulan orang terkenal kayak Rias Gremory, Akeno Himejima dan Sona Sitri.

"Tidak mungkin..."

Sang Taichou menghela nafas pendek. "Hah. Aku tahu kau tidak percaya kata-kataku, namun besok mereka pasti akan bergerak."

"Kenapa kau berasumsi seperti itu?" tanya Issei bingung.

"Simplenya kau sudah jadi target mereka. Kertas yang kau buat itu jadi medium mereka untuk melakukan teleportasi." jelas Taichou

"Hah. Situasinya rumit betul..." Issei mengurut pelipisnya karena pusing dengan informasi yang sangat berat menurut dirinya.

Sang Taichou terkekeh pelan. "Begitulah. Jika kau terima rekomendasiku, kau bakal dapat gaji dan dilatih bela diri untuk bertahan hidup di dunia yang keras tersebut."

Issei berfikir sejenak.

"Baiklah Aku terima rekomendasimu. Aku izin pulang dulu. Orang tua-ku pasti khawatir karena anaknya yang ganteng ini belum juga pulang." Issei berdiri dan berjalan keluar ruangan.

Saat Issei hendak keluar ruangan, Sang Taichou memanggilnya. "Issei, tunggu sebentar."

Issei menghentikan langkahnya. "Ada apa, Taichou?"

"Jangan beritahu siapapun tentang keberadaan kami jika ditanya siapa yang menyelamatkan kau. Bilang saja, aku tidak tahu, tiba-tiba aku sudah dirumah sakit." pesan Taichou.

"Aku juga tidak ingat, Senpai. Setelah tombak cahaya menusuk tubuhku, aku ambruk karena tidak tahan dengan rasa sakit tersebut. Namun saat sadar, aku dirumah sakit dan mendapati bekas lukanya hilang. Makanya aku langsung dibolehkan pulang sama dokter. Selain itu biaya perawatannya juga sudah dibayar oleh seseorang."

Rias nampaknya menatap intens Issei, berusaha mencari pancaran kebohongan di mimik wajahnya. Namun, berkat poker face yang biasa digunakan oleh Issei selama ini saat diejek para siswi sekolah ini.

"Hah. Baiklah, saat ini aku akan mempercayai ucapanmu." Rias menghela nafas dan memutuskan mempercayai ucapan Issei.

Akeno yang daritadi mengamati jalannya percakapan yang dirasa mulai melenceng dari tujuan memutuskan mengingatkan Rias, Buchou-nya.

"Rias, aku tahu kau khawatir sama Issei. Tetapi, jangan lupakan tujuan kita memanggil Rias."

Rias yang mendengar gurauan Akeno sedikit memerah. "Hehehe, aku lupa." ujarnya sembari mengetok pelan kepalanya sembari memeletkan sedikit lidahnya.

Issei yang melihat Rias bertingkah demikian menghela nafas. Senyuman misterius tercetak di wajahnya.

"Oho, Rias-chan mengkhawatirkan diriku? Apa kau tertarik padaku yang ganteng ini?" ujar Issei memasang tampang so cool dan memegang dagu Rias.

Wajah Rias memerah. Dengan cepat dia menangkis tangan Issei. "Berhenti menjahiliku, Hyoudou Issei!"

"Ara benarkah, Rias? Wah rasanya tak lama lagi suara tangisan bayi akan hadir disekitar kita." goda Akeno membuat Rias tambah memerah.

Koneko yang diam mengamati percakapan ketua clubnya sambil memakan satu potong cake mulai membayangkan hal mesum. Sontak hal itu membuat wajahnya memerah. "Buchou mesum."

"Buchou, nanti jangan lupa pasang peredam suara di kamarmu ya." Saran Kiba dengan polosnya.

"Kalian... SUDAH CUKUP!"

Ctak ctak ctak ctak.

"Adaw, Buchou jahat." ujar Koneko mengelus benjolan di kepalanya.

"Issei, wajah malu Rias Buchou imut kan?" tanya Akeno.

Issei menganggukkan wajahnya. "Imut dan lucu."

"Hah... kalian ini." Rias mengatur nafasnya yang memburu sekaligus meredakan emosinya. "Issei, alasan aku memanggilmu ialah...," Rias menghentikan ucapannya. Dia berdiri dan melanjutkan ucapannya sambil mengeluarkan sepasang sayap kelelawar.

"Aku, Rias Gremory, Bangsawan dari Makai, ingin mengajakmu bergabung dalam kelompokku."

Issei terdiam. Mencerna apa yang diucapkan Rias.

"Maaf, kenapa kalian mengundangku masuk ke dalam kelompok kalian? Aku hanyalah manusia biasa." tanya Issei mendudukkan pantatnya di sofa dan menghabiskan teh yang sudah mendingin.

"Orang yang diincar oleh malaikat jatuh pasti memiliki sesuatu yang spesial di dalam tubuhnya. Selain itu, aku merasakan aura Sacred Gear di dalam dirimu, Issei." ujar Rias menjelaskan alasannya mengundang Issei ke dalam kelompoknya.

"Ara. Kau tidak kaget setelah mengetahui fakta bahwa kami adalah Iblis, Issei-kun?" Akeno bertanya pada Issei yang terlihat tidak kaget.

"Aku sudah pernah ketemu makhluk supernatural, walau akibatnya aku hampir mati sih. Jadi, tidak ada alasan lagi aku menolak kenyataan adanya makhluk supernatural lainnya.

"Jadi... Apakah kau mau jadi anggota kelompokku?"

Issei menggeleng pelan. "Maaf aku tidak bisa bergabung."

"Kenapa Issei? Dengan bergabung menjadi Iblis, kau akan mendapatkan apapun yang kau inginkan, baik harta maupun wanita." Rias tetap berusaha membujuk Issei. Namun Issei tetap menggelengkan kepalanya.

"Maaf Senpai. Aku tetap tidak bisa. Aku masih bangga menjadi manusia. Aku juga tidak ingin hidup abadi."

"Sudahlah Rias. Mari kita hargai keputusan Issei."

"Hah, kau benar Akeno. Aku menyerah masalah merekrut Issei. Namun, berkenankah kau menjadi rekan kami?"

"Apa untungnya bagimu jika aku jadi rekanmu, Senpai? Aku hanyalah manusia biasa."

Rias menggeleng. "Kau bukan manusia biasa, Issei. Kami semua merasakan aura Sacred Gear di tubuhmu."

"Sacred Gear?"

Rias mengangguk. Dia tahu Issei tidak tahu apapun seputar Sacred Gear. Maka dari itu, dia menjelaskan artifak yang bernama Sacred Gear tersebut.

Issei mengangguk paham penjelasan Rias seputar Sacred Gear.

"Senpai, Apakah kau tahu cara membangkitkan Sacred Gear? Tolong beritahu aku. Sebagai gantinya, aku bersedia jadi rekanmu dan akan membantumu saat terkena masalah."

Saat Rias hendak mengajari Issei, sebuah ponsel berdering. Suara ponsel tersebut berasal dari tempat Issei berada.

"Ah sebentar dulu Senpai." Issei ternyata mendapat panggilan dari seseorang. Dia mengangkat panggilan tersebut.

Rias mengangguk dan melihat Issei yang tiba-tiba menegang.

"Otou-san meninggal? Tolong jangan bohong Baa-chan." Suara Issei melemah ketika mengatakan hal tersebut.

"Apa!? Okaa-san diculik?! Penculiknya meninggalkan sepucuk surat? CEPAT BERITAHU ISI SURATNYA, Baa-chan!!!"

Koneko terperanjat kaget ketika pancaran energi Issei mula meningkat dratis. "Mana Issei mulai meningkat." Lapor Koneko.

"BANGSAT! DIMANA PENCULIK YANG BERNAMA KOKABIEL ITU INGIN MENEMUIKU, BAA-CHAN!"

Rias terperanjat kaget ketika mendengar perkataan Issei.

Siapa yang tidak mengenal Kokabiel? Dia adalah salah satu jenderal malaikat jatuh yang ditakuti ketika Great War, yang memiliki kekuatan dan kecerdikan yang sangat diperhitungkan bagi musuhnya.

"BAA-CHAN, TOLONG URUS MAYAT TOU-SAN. AKU AKAN HAJAR ORANG YANG BERNAMA KOKABIEL ITU."

Lonjakan energi Issei semakin meningkat dratis seiring dengan amarah yang terus meningkat.

Koneko menggigil ketika dia mulai merasakan energi mana Issei mulai bercampur dengan mana naga.

BOOST

Tangan kanan Issei berubah jadi tangan mekanik berwarna merah dengan permata hijau besar di punggung tangannya.

Issei berlari keluar dari ruang club.

"Issei, kau mau kemana?"

"Menyelamatkan Kaa-san dan menghajar orang yang bernama Kokabiel."

Belum sempat Rias berkata sepatah katapun, Issei berlari menjauhi ruang club tersebut.

"Rias, apa aku tidak salah dengar?" tanya Akeno dengan wajah ketakutan.

"Ya."

"Sebaiknya kita beritahu Maou-sama. Aku takut Kokabiel bakal melakukan hal buruk di kota yang kita jaga ini."

"Nanti aku fikirkan, Akeno."

"Ngomong-ngomong, apa kalian merasakan pancaran energi dikeluarkan oleh Issei?" Tanya Akeno dengan keringat dingin.

"Tangan mekanik merah dengan permata hijau. Suara mekanik 'Boost'. Aura Naga. Astaga, tidak aku sangka kita menyaksikan kebangkitan Pengguna Sacred Gear type Longinus."

"Rias, jangan-jangan..." Akeno menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Matanya juga melebar, terkejut dengan perkataan Rias.

"Dugaanmu betul, Akeno. Kita menyaksikan kebangkitan Sekiryuutei."

--TBC--

Yo semuanya. Maaf lama update. Semoga puas dengan cerita ini.

Pada chapter ini terdapat sebuah misteri, yakni:

1. Bagaimana cara JSDA mendapatkan informasi seputar makhluk supernatural?

2. Bagaimana Pasukan JSDA mengetahui lokasi Issei berada?

3. Apa alasan Kokabiel menculik ibu Issei serta membunuh ayahnya?

4. Apa alasan JSDA memberika misi menjalin hubungan persahabatan dengan kelompok Rias?

Penasaran? Tunggu aja lanjutannya di chap depan. Temanya, Pirang ketemu Pirang :v judulnya masih blm kepikirkan karena aku belum buat kerangka ceritanya.

Maaf karena chapter 1nya pendek. maklum cuma intro. Maaf juga EYD hancur. dh lama ga berkutat masalah eyd

Omake

dua tahun setelah Omake chap sebelumnya*

"Ohok." Toneri, sosok pemuda yang merupakan keturunan terakhir Hamura Ootsutsuki muncul dengan menggunakan jutsu teleport Di depan gerbang.

Penjaga gerbang desa Konoha kaget dengan kemunculan Toneri. Namun ketika mereka melihat kemunculan Toneri yang langsung ambruk, hati nurani mereka berteriak untuk menolong orang itu.

*Satu jam kemudian"

Toneri membuka matanya. Aroma obat-obatan memasuki indera penciumannya. Ketika matanya menatap sekitar, hanya ruangan serba putih dengan peralatan medis.

"Apa kau sudah sadar, Toneri?" tanya Sasuke, hokage saat ini.

Toneri menatap ke arah barat dan mendapati keberadaan laki-laki tegap dengan pakaian dinas Hokage.

"Ya."

"Kenapa kau babak belur kayak begini?" tanya Sasuke kepada mantan musuhnya tersebut.

Musuh? Ya, enam bulan yang lalu, mereka awalnya musuh. Toneri berniat mengakhiri dunia Shinobi dengan menabrakkan bumi dan bulan. Selain itu dia menculik Hanabi untuk diambil Byakugannya dan juga menghipnotis Hinata. Singkat cerita, pertarungan tak terelakkan pun terjadi. Pertarungan tersebut sangat sengit dan Sasuke hampir kalah. Namun Sasuke menyadarkan Hinata. Akhirnya Sasuke berhasil mengalahkan Toneri dengan bantuan Hinata yang ternyata mendapat gen dari Hamura Ootsutsuki di alam mimpi. Alhasil, Hinata juga membangkitkan Tenseigan dan Chakranya melimpah.

"Mereka datang."

"Mereka siapa maksudmu, Toneri-kun?" Hinata, gadis cantik pengguna Tenseigan, langsung memberikan pertanyaan kepada Toneri setelah masuk ke ruang inapnya.

"Momoshiki dan Kinshiki. Mereka berdua adalah anggota clan Ootsutsuki. Kekuatan mereka setara Kaguya."

Omake End.

Setelah ini tidak ada Omake seputar dunia Shinobi. Namun, rencanaku, ada tiga Chara yang bakal pindah ke HSDXD(caranya? tunggu saja, mungkin caranya cukup absurd Dan agak pasaran). Kehadiran Tiga char tersebut bakal menjadi pemicu kebangkitan Sang legenda, yakni kebangkitan Uzumaki Naruto serta pemicu meningkatnya kekuatan pasukan JSDA.

Sekali lagi maaf update lama. sebab aku buat kerangka cerita dulu supaya tidak keluar jalur ceritanya.