Seorang gadis sedang memasuki sebuah kafe terkenal di Seoul. Ia lalu berjalan menuju sebuah meja yang ada di dekat jendela.

Ia hanya terdiam sambil melihat kearah jendela, dan dari jendela itu terlihat beberapa orang yang berlalu lalang diluar kafe.

"Selamat datang di Kafe Miroh, ada yang bisa saya bantu?"

Tiba-tiba saja, seorang lelaki tampan berambut pirang dan berkulit pucat ada dihadapannya. Ah, dia bahkan terlalu tampan untuk seorang pelayan kafe.

"Oh? Hm...aku mau pesan americano saja." jawab sang gadis.

"Baik kak, atas nama siapa?"

"Irene."

"Baik, tunggu sebentar ya kak."

"Iya, terimakasih."

Tak lama kemudian, laki-laki tadi datang membawa segelas americano pesanan Irene.

"Ini kak pesanannya!"

"Terima kasih."

Tapi, laki-laki tadi tidak pergi, dia hanya berdiri diam ditempatnya.

"Ada apa?" tanya Irene.

"Boleh saya gabung disini? Kebetulan kafe sedang sepi."

"Silahkan."

Hening, itulah gambaran saat ini. Tak ada yang membuka percakapan. Setelah terdiam lama, akhirnya laki-laki tadi mulai membuka suaranya.

"Saya Chris, boleh tau nama kakak siapa?"

"Namaku? Bukankah tadi sudah kusebutkan saat memesan americano?"

"Ah iya, maaf saya lupa."

Hening lagi. Chris tidak tahu harus bagaimana, gadis didepannya ini terlihat misterius. Ia hanya terdiam melihat kearah yang Irene lihat.

TINGGG

Sebuah bel tiba-tiba berbunyi, pertanda saatnya kafe tutup. Setelah mendengarnya, Chris pun langsung beranjak untuk menutup kafe.

"Waktunya kafe tutup, kak. Saya tinggal dulu." izinnya sebelum pergi meninggalkan Irene.

"Sebentar. Apa aku boleh pulang bersamamu? Aku takut sendiri."

"Boleh. Tunggu, saya tutup kafe dulu."

"Baik, aku akan menunggu diluar."

Selang beberapa menit, Chris muncul dari balik pintu, mengunci pintu kafe lalu datang menghampiri Irene yang tengah duduk diluar.

"Sudah kak, ayo."

Mereka berjalan di sebuah area pembangunan, terlihat dari bentuk tembok pembatasnya.

Sedari tadi hanya ada keheningan diantara mereka. Sampai akhirnya langkah Chris terhenti karena Irene yang tiba-tiba saja berhenti.

"Kenapa kak, ada masalah?" tanya Chris.

Irene tak menjawab. Ia hanya terdiam beberapa saat, lalu berjalan mendekati Chris.

"Kau tampan." kata Irene seraya membelai wajah Chris.

Chris terpaku, ia terkejut dengan apa yg Irene lakukan kepadanya saat ini. Ia hanya diam.

"Kau ini polos sekali, ya. Kau tau? Aku menyukai pria polos sepertimu."

Seperti dihipnotis, Chris hanya terdiam dan sedikit terbawa suasana.

"Apa kau mencoba untuk menggodaku?" tanya Chris.

"Tidak, aku hanya merasa terbius oleh ketampananmu." jawabnya.

Chris hanya terdiam melihat perlakuan yang Irene berikan kepadanya saat ini. Sedari tadi dia mencoba menahan diri, karena Irene membelai wajahnya dengan lembut. Rambutnya, rahangnya, hingga bibirnya, semua disentuh oleh Irene.

"Aku menyukaimu. Harus kuakui, kau terlihat sangat seksi. Pasti ada banyak wanita yang menyukaimu."

Tiba-tiba saja Chris mendorong Irene ke tembok pembatas dan langsung mengungkungnya. Ayolah, dia ini laki-laki.

"Kau memang sedang menggodaku. Aish, sial. Aku tidak sepolos yang kau pikirkan, sedari tadi aku berusaha menahannya tapi kau malah memancingku."

'dasar, laki-laki memang mudah sekali digoda.' batin Irene.

"Hm, boleh aku memelukmu sebentar?" tanya Irene.

Tanpa memberi jawaban, Chris langsung memeluknya. Irene bahkan dapat mendengar nafasnya yang terdengar pendek.

"AAAAARGH!!"

Tiba-tiba saja Irene menggigit leher Chris. Chris berusaha melepas pelukannya, namun tidak mudah. Dia merasakan darahnya seperti disedot.

"TOLONG LEPASKAN AKU!!! AAAARGGHH LEPASKAN!!!"

Sakit. Hanya itu yang ia rasakan. Ia terus berusaha melepaskan Irene. Hingga kemudian ia dapat melepaskannya. Chris langsung jatuh ketanah karena tubuhnya terasa lemas.

Irene terdiam sesaat, lalu tiba-tiba tubuh Irene berubah menjadi makhluk aneh. Chris terkejut bukan main saat melihatnya.

"E..empusa?"

Dipunggung Irene tumbuh seperti sayap kelelawar, lalu ada dua taring digiginya, dan rambutnya mengeluarkan api serta tanduk tumbuh dikepalanya.

Irene mengusap darah yang ada di sudut bibirnya seraya menunjukkan senyum miringnya yang terlihat menyeramkan.

"Darahmu manis sekali, setelah ini aku mungkin tidak akan menyedot darah laki-laki lagi selama beberapa tahun. Lalu, jiwamu ini, aku akhirnya menemukan lagi jiwa calon dewa pilihan Zeus hahaha." kata Irene yang dimana Chris tidak paham apa maksudnya.

"K-kukira kalian hanyalah makhluk mitologi Yunani. Ternyata..."

"Yah, manusia memang aneh. Sudah ada ilmu tentang makhluk mitologi, tetapi masih saja tidak percaya."

Tak lama kemudian, Irene langsung menyihir besi-besi besar yang tergeletak ditanah.

BRAKK

Tiba-tiba tubuhnya tertimpa besi-besi yang dilemparkan Irene padanya. Chris hanya hanya bisa meringis menahan rasa sakit. Rasanya seperti ada bagian tubuhnya yang patah.

"Sebelum aku membunuhmu, aku ingin bersenang-senang dulu denganmu."

Irene menyihir sebuah kayu besar yang tergeletak disana. Ia membuat ujung kayu tersebut menjadi runcing, lalu dilemparnya kearah Chris.

"AAAAAAAHH!!!"

Chris berteriak kesakitan saat tiba-tiba ada kayu besar menancap di perutnya.

"HAHAHA BERTERIAKLAH SEKERAS YANG KAU BISA!!!" teriak Irene diiringi tawa yang menyeramkan.

Irene mencabut kayu yang masih menancap diperut Chris menggunakan sihirnya dengan kasar, lalu menusukkannya lagi beberapa kali.

"HAHAHA TERUSLAH BERTERIAK HAHAHA!!!!" racau Irene.

Tiba-tiba ada sekelebat cahaya datang dari atas langit, lalu muncullah seorang dewa tampan dengan sebuah trisula ditangannya.

"Oh, hai Jackson. Selamat datang." sapa Irene dengan santainya.

Chris berusaha menahan rasa sakit yang sangat menyiksanya dan mencoba bicara kepada sang dewa.

"P-pos-seidon, t-tolong..."

"Kau tidak seharusnya begini, Irene. Hentikanlah."

"Hentikan? Apa maksudmu, wahai Poseidon? Ayolah, bersikaplah menyenangkan sedikit."

"Bodoh sekali aku memintamu berhenti."

Sang dewa menyihir besi-besi yang ada disana, kemudian dilayangkannya kearah Irene. Namun, Irene dapat menangkisnya. Hingga akhirnya Poseidon melempar trisulanya kearah Irene.

Irene menahan trisula itu dengan kekuatannya, namun kekuatannya tidak cukup untuk menahan trisula itu. Sampai akhirnya trisula itu mengenai tepat di jantungnya.

"Ratusan tahun aku dan Zeus menahan diri untuk tidak membunuhmu, Irene. Tapi kau tidak akan pernah berubah." ujar Jackson -Poseidon-.

Jackson -Poseidon- perlahan mendekati Chris yang tergeletak tak berdaya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk Chris selain membunuh Irene.

"Maaf, entah mengapa Zeus melarangku untuk menolongmu. Aku hanya bisa membantumu sampai disini, aku akan pergi. Bertahanlah, sebentar lagi akan ada bantuan."

Poseidon langsung terbang meninggalkan Chris, setelah itu trisula yang menancap di jantung Irene menghilang begitu saja.

"T-Tuhan, kumohon, t-tolonglah aku..."

Kondisi tubuhnya saat ini terlihat sangat mengenaskan, dia juga hanya bisa merasakan rasa sakit yang tak tertahankan. Karena tak dapat menahannya, akhirnya perlahan Chris memejamkan matanya.

- to be continued -