Ino masih mendengungkan kata maaf karena ia dengan sengaja meninggalkanku sendirian di kantin. Dan aku memarahinya tadi sesampainya di kelas. Dan menceritakan nasib sialku padanya. Tentu saja ia tersentak dan merasa bersalah. Bagaimanapun ini memang salahnya.

Dia terus minta maaf, aku pura-pura tidak menggubrisnya. Walaupun aku sudah memaafkan dirinya. Biar saja, ku beri pelajaran sedikit.

"Kau harus mentraktirku es krim sepulang sekolah! " todongku, dia mendengus dan aku pun tertawa puas.

"Baiklah... baiklah nona, aku akan mentraktirmu, " ia menghela nafas pasrah dan meringis sedih mengintip kantung sakunya. Ah, lucu sekali.

.

.

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning : standard applied

Cerita ini milik Chimi jika ada kesamaan itu murni tidak sengaja.

.

.

Teng teng teng

Ha~h, aku menghela nafas lega. Akhirnya jam pelajaran sudah usai. Aku segera membereskan peralatan sekolahku dan memasukannya ke dalam tas. Ku lihat Ino juga melakukan hal yang sama. Ada beberapa yang sudah beranjak keluar kelas.

Aku dan Ino berjalan beriringan keluar kelas menuju gerbang sekolah. Perjalanan kami diselingi obrolan-obrolan ringan. Seperti rencana kedai eskrim mana yang akan kami kunjungi nanti.

Hm... semangkuk es krim coklat sepertinya enak.

Saat kami sampai di gerbang, ku rasakan ada yang menarik tanganku dengan paksa. Perlahan menarikku menjauhi Ino. Ku lihat Ino menjerit protes, tapi itu tidak menghentikan langkah seseorang yang tengah menariknya.

Aku tidak berani memandang siapa gerangan yang berani memaksaku. Pandanganku menunduk, melirik ke samping. Aku tahu aku tengah digiring menuju tempat parkir.

brak

Tubuhku dibanting ke dinding dekat tempat parkir. Aku meringis kesakitan. Dan kali ini aku bisa melihat siapa gerangan yang kurang ajar padaku. Uchiha Sasuke. Aku menatap horor hingga mulutku sedikit terbuka.

"Kenapa kau menarikku? " aku berusaha untuk tidak takut di bawah tatapan intimidasi seorang Uchiha. "kau baru saja menggagalkanku mendapatkan eskrim gratis, " lanjutku, itu membuat Sasuke mendengus jengkel.

"Kau harus bertanggung jawab, karena sudah mempermalukanku! " ucapnya. Aku melotot tak percaya. Ternyata dia masih ingat. Ku pikir dia tipe orang yang melupakan sesuatu yang tidak penting. Oh, ternyata aku salah.

Belum sempat aku protes, dia sudah menariku kembali dan memaksaku naik di atas motor besarnya.

Aku memukul-mukul punggungnya, tapi ia sama sekali tidak menggubrisku. Ia justru melajukan sepeda motornya, meninggalkan Konoha High School.

Sepanjang perjalanan kami hanya diam. Aku tidak tahu akan dibawa kemanakah diri ini. Ke Love Hotel kah? aihhh kenapa mendadak pikiranku melantur begini.

Ckittt

Decitan ban beradu dengan aspal kala Sasuke menarik remnya. Mau tak mau tubuhku sedikit bertubrukan dengan punggung Sasuke. Mataku mengerjap beberapa kali demi melihat papan plang tempat yang kami tuju.

Happy Ice Cream

Aku menahan diri untuk tidak bersorak ria. Ah, rupanya Sasuke mau menggantikan Ino mentraktirku. Tidak ku sangka dia baik juga.

"Cepat turun! " perintahnya. Aku cepat-cepat turun sebelum dia merubah niatnya. Aku mengikutinya memasuki kedai itu. Ku dengar dia memesan semangkuk eskrim coklat. Ah ternyata dia tahu kesukaanku, tanpa bertanya padaku.

"Terimakasih, " ucapku ketika kami sudah duduk di bangku dekat jendela dan aku sudah memegang pesananku. Bisakah aku menganggap Sasuke itu baik?

"Makanlah!!" titahnya, aku mengangguk. "Kau harus kenyang sebelum... " ucapnya terhenti, ia memandangi intens dari atas sampai bawah. Aku jadi merasa tidak enak hati, apalagi ketika Sasuke memandangi dengan tatapan lapar. Sial, aku tidak bisa berkutik. Bahkan eskrim yang lembut berasa susah untuk ku telan. Apalagi Sasuke mulai menyondongkan tubuhnya ke arahku.

"Sebelum kita memulai adegan panas kita di ranjang, " bisiknya lirih. Cukup! ralat saat tadi aku mengatakan bahwa Sasuke itu baik. Dia hanya manusia angkuh dan pervert.