Chapter 2

Enjoy !



Sementara di Kuoh Academy saat ini terjadi pertarungan yang banyak memporak porandakan halaman disekitarnya.

"Baiklah mari kita mulai penebusan dosa mu nona iblis",ucap Naruto sambil mengaktifkan mata Sharingan milik nya.

"Hahahaha bocah sepertimu memang bisa apa hah",balas Katerea sambil menyiapkan pola serangan sihirnya.

Namun saat Katerea selesai bicara tiba tiba Datang serangan ke arah Katerea yang membuat dia harus bergerak menjauh dari posisi semula.

"Cih! Siapa kau dan kenapa kau menyerang ku hah",ucap tak terima Katerea.

"Aku kakaknya,jika kau berani melukai Naruto-kun kuhabisi kau disini", balas Rossweisse sambil menyiapkan Sihir Norsenya.

"Kalau begitu tunjukan kemampuanmu Nona Valkyrie"

Sementara itu di dalam tempat pertemuan tampak Para petinggi dari Mitologi Injil dan Odin sedang menyaksikan Pertarungan tersebut sambil menyiapkan Kekkai pelindung.

"Maaf Odin-dono,apa Rossweisse selalu muncul begitu ketika pemuda tersebut akan diserang?",tanya Sirzech

"Hahahaha Rossweisse sebenarnya tahu kalau Naruto punya kekuatan,namun dia belum pernah melihat nya bertarung,jadi mungkin dia mengira Naruto tidak cukup kuat melawan High Class Devil seperti Iblis tersebut",balas Odin santai sambil melihat cucunya sedang merencanakan sesuatu.

"Apa pemuda tersebut kuat?",tanya lagi Sirzech.

Namun ketika Odin ingin menjawab sudah didahuli oleh Azazel,"kau meremehkan nya Sirzech?bahkan Vali anak didikan ku sang Hakuryuuko terkuat masa sekarang ketika bertarung dengan Naruto tidak sedikitpun bisa menyentuh badannya dan Kalah hanya dalam beberapa serangan".

"Bahkan Kokabiel Takluk Olehnya kalau kau mau tau kekuatannya tanya saja pada Adikmu si Rias",tambah Azazel

Sementara itu Kelompok Iblis Rias dan Sona fokus mengamati Pertarungan Naruto.

Kembali ke tempat Naruto.Melihat sang kakak melindunginya membuat Hati Naruto sedikit tersentuh karena sewaktu dulu ketika dia hidup di dunia shinobi tidak ada yang peduli dengannya sewaktu kecil.

Saat sedang melamun tiba tiba dia sadar ada serangan sihir dari Katerea dan teriakan dari Rossweisse.

"Mati kau Manusiaaaa!!!!!!!"

"NARUTOOO AWASSSSS",Ucap Rossweisse sambil menahan serangan Katerea.

[Hiraishin]

Sriinnggg

Duuaaaarrrr!!!!!

Setelah ledakan tersebut nampak Naruto tidak terlihat disitu yang membuat bingun semua orang tiba tiba datang serangan Dari atas yang ternyata Naruto berteleportasi ke atap Kuoh Academy.

[Katon Goka Messhitsu]

Wuushhhhhhh

Duuaaaarrrr

Katerea yang melihat Bola api besar datang ke arah dirinya kemudian langsung melompat jauh dari area tersebut karena jika berdiam diri mungkin dia akan jadi abu.

"Sial serangannya kuat sekali apa dia bagian dari klan Phenex",batin Katerea melihat Hasil ledakan tersebut.

Sementara itu semua orang di gedung yang melihat serangan Naruto pun terkagum kagum dengannya.

"Bocah itu sekeren sekali",ucap Odin ngelantur.

"Dia memang keren ayah,aku akui itu",balas Thor santai sambil bersender di tembok

"Memangnya kau pernah Bertarung dengannya Thor?",tanya Odin

"Pernah sekali dan aku frustasi karena dia seperti kilat berpindah pindah dari lemparan Mjolnir ku",ucap Thor teringat akan sparringnya dulu.

"Hahaha aku akui bocah tersebut memang punya sejuta kejutan dalam kekuatan,benar begitu bukan Vali?",ucap Azazel mendengar Perkataan Thor sambil melirik Vali.

"Hmm Naruto Senpai memang kuat,namun suatu saat aku akan mengalahkannya",balas Vali

"Berlatih lah lebih giat dan Issei kau juga harus melatih kekuatan Sacred gear mu atau mau ku Ajari hah?",tanya Azazel

"Tolong didik aku Azazel Senseii",ucap Issei sambil bersujud

"Hahahaha tentu saja Gaki",balas Azazel

Sementara orang disana yang melihat Kelakuan Issei hanya Sweatdrop.

"Huh syukurlah kau selamat Naruto-kun",guman Rossweisse,namun dia tak sadar jika Katerea menyerang dirinya dan ketika dia menengok dia hanya pasrah karena terlalu lama untuk menyiapkan Pertahana sihirnya.

Sriinnggg

Tiba tiba Naruto menghilang dan muncul di tempat Rossweisse kemudian Menggendong ala bridal style dan menghilang dari posisi tersebut untuk menghindari serangan Katerea.

Duuaaaarrrr

Naruto muncul di atap Kuoh namun tiba tiba Datang lagi serangan Dari Katerea, Rossweisse pun hanya memeluk dan menghadapkan mukanya ke dada Naruto.Naruto yang merasa tak sempat berpindah kemudian Mengaktifkan Eternal Mangekyou Sharingan.

"Hahahaha MATI KALIANNN!!!!!",ucap Katerea bangga karena Melihat dua orang tersebut sudah tidak bergerak dari tempatnya.

[SUSANOO!]

DUUAAAARRRR

Setelah serangan Katerea mengenai Naruto dan Rossweisse,dia pun tersenyum bangga namun beberapa saat dia melihat cahaya biru dari asap bekas serangannya.

Dilain tempat para petinggi yang melihat Serangan tersebut pun Was Was namun Hanya Odin,Thor,Azazel dan Vali yang santai karena menurut mereka serangan seperti itu tidak akan membuat Naruto tewas.

S

emua yang melihat Susanoo tersebut pun Terpana dengan apa yang dikeluarkan Naruto,walaupun Naruto hanya mengeluarkan Susanoo yang masih berbentuk Setengah badan tengkorak.

"sebenarnya siapa anak muda ini,apa dia mempunyai hubungan dengan mitologi Shinto?",Guman Michael.

"Tidak Michael-dono,dia tidak ada hubungan dengan Mitologi Shinto",ucap Odin santai,walaupun sebenarnya dia juga takjub dengan apa yang dikeluarkan Naruto.

"Menarik,aku jadi makin bersemangat untuk bisa mengalahkan mu Naruto Senpai",batin Vali melihat kekuatan Naruto sambil menyeringai.

Azazel yang melihat Vali menyeringai hanya menghela nafas lelah karena sepertinya anak didiknya ini makin ingin mengalahkan Naruto yang kekuatannya masih misterius.

.

.

.

Setelah menghilangkan Susanoonya kemudian Naruto menghilang bersama Rossweisse dari sana.Naruto muncul di apartemen nya dan membawa Rossweisse kekamar dan menaruhnya di kasur.

"Kenapa kamu membawa ku kesini Naruto-kun?",tanya Rossweisse bingung,walaupun sebenarnya dia agak malu tiba tiba Naruto membawa ke kamarnya.

"Nee-chan istirahat saja disini,biar aku yang urus disana",balas Naruto sambil bersiap Teleport kembali ke Kuoh.

"Tapi bagaimana Jika Odin-sama mencari ku?

"Tenang saja,biar aku yang urus masalah Odin-Jiji",ucap Naruto sambil menghilang dengan Kilat Kuning nya.

Setelah melihat kepergian Naruto,Rossweisse hanya diam memikirkan Apa Naruto akan selamat dan sebenarnya dia juga Kaget melihat kekuatan Naruto yang menurutnya menyeramkan.

"Semoga kamu baik baik saja Naruto-Kun",Guman Rossweisse kemudian dia terlelap.

Sementara itu di Kuoh Katerea saat ini Sedang mencari keberadaan Naruto yang tiba tiba Hilang dari Sana.

"Cih ternyata dia lemah Dan akhirnya Kabur dari sini,dengan Begitu aku bisa menghancurkan Tempat ini sepuasnya fufufu"

Namun tiba tiba dari belakang dia merasakan Kemunculan Seseorang dan melihat Ternyata Naruto Muncul sambil Bersiap Menyerangnya.

[ KIRIN ]

Tiba tiba Dari atas Katerea muncul Petir berbentuk Naga yang langsung Melahap Dirinya dan membuatnya Tewas dan hilang menjadi abu.

DUUAAAARRRR

AAARRRRGGGGHHHHHHHH

Semua yang menonton pertempuran Naruto pun hanya diam tanpa berkata kata,kemudian Naruto muncul didepan Para petinggi dan Menuju sang Kakek.

"Odin-Jiji aku pulang duluan yah,pasti Nee-chan menungguku",ucap Santai Naruto walaupun sebenarnya dia sekarang jadi pusat perhatian disana karena melenyapkan High Class Devil sendirian.

"Hehehhe apa kau sangat tidak sabaran Naruto",balas Odin ngelantur.

"Apa maksudmu jiji?",tanya Bingung Naruto.

"Pasti kau mau ehm ehm begitukan",ucap Odin sambil menggerakan Tangannya.

Naruto yang paham maksud kode dari Sang kakek kemudian memerah dan membalas,"Urusai aku tidak Cabul seperti mu dan Thor aku duluan",dan Naruto menghilang dalam Kilat Kuningnnya.

"Yee tuh bocah main Hilang saja",ucap Odin melihat kepergian Cucunya.

"Sudahlah lebih baik kita juga pulang,pertemuan ini juga sudah selesai bukan dan kita semua sudah sepakat",kata Sirzech kepada para petinggi disana.

"Yasudah kalau begitu kami pamit pulang semuanya",ucap Michael dan di ikuti Gabriel yang sedari tadi hanya diam saja entah apa yang Archangel Tercantik surga itu pikirkan.

"Aku juga yaaa,ayo Vali",Azazel dan Vali kemudian menghilang dari sana.

"Yasudah kalau begitu Rias Dan Sona kalian bereskan bekas kekacauan ini yah dan aku balik duluan",ucap Sirzech kepada adiknya dan menghilang dari sana bersama pengawalnya.

"Nee Rias berarti Naruto selama bersekolah dia menyembunyikan kekuatannya dari kita bukan?,tanya Sona kepada Rias.

"Yah begitulah,aku juga kaget melihatnya dan mungkin ketika masuk sekolah aku akan mengundang nya ke ruang klub untuk meminta penjelasan",jawab Rias.

"Yasudah jangan lupa hubungi aku jika dia sudah datang ke ruangan klub mu",Balas Sona kemudian menyuruh kelompok OSIS nya membereskan Kerusakan dari pertemuan tadi.

.

.

.

.

Sementara itu Naruto sudah Tiba di Apartemen tempat tinggalnya,ketika dia menuju Kamar Rossweisse dia lupa untuk mengetuk dan membuka pintunya begitu saja dan melihat Ternyata Rossweisse hanya mengunakan Bra dan CD Putih yang sedang berganti baju.

"Kyaaaaa",teriak Rossweisse saat kaget Naruto membuka pintunya.

"Huuwaaa maaf Nee-chan",ucap Naruto kemudian langsung menutup pintu dan menuju ruangan tengah untuk duduk menenangkan pikirannya yang sedikit terkontaminasi dari kakekknya sehabis melihat Nee-chan nya berganti baju.

"Sial sial,Jiji mesum sialan,Icha Icha sialan,ahh kamprettt", guman Naruto dalam hati.

Saat sedang dalam pikirannya ternyata Naruto tidak sadar jika Rossweisse sudah berada dibelakangnya hanya mengunakan pakaian tidur warna putih yang sedikit transparan menuju dirinya.

Naruto yang sadar kemudian menengok dan memerah kembali karena melihat penampilan Rossweisse agak sexy menurutnya.Namun dia membuang pikiran Kotornya dan meminta maaf karena Kecerobohan nya tadi.

"Nee-chan aku minta maaf tadi aku lupa mengetuk,maafkan aku yahh",ucap Naruto pelan sambil menundukkan kepalanya

Sementara itu Rossweisse hanya diam mendengar Naruto berucap seperti itu,kemudian tiba tiba dia duduk di samping Naruto dan memeluk adiknya tersebut dengan Erat.

"Nee-chan?",ucap Naruto yang bingung dengan sikap Nee-chan nya.

"Naruu...


Kuoh bukanlah kota yang biasa,di kota ini banyak mahluk supranatural yang berkeliaran dan ada yang juga ikut membaur dengan Manusia dan hidup dengan Normal.Seperti Iblis yang bekerja di sebuah mini market atau seorang Malaikat Jatuh yang menjadi seorang Polisi,masih banyak hal hal lain yang mereka ikuti karena mereka juga ingin hidup dengan normal karena tekanan di dunia bawah yang ketat dulunya.

~

"Naru...",

"Ada apa Nee-chan?",tanya bingung Naruto melihat sikap Rossweisse yang aneh.

"Aku takut..",jawab Rossweisse sambil mengeratkan pelukan di tubuh Naruto.

"Takut dengan apa Nee-chan?siapa yang berani mengganggu mu biar kuhajar",ucap Naruto.

Rossweisse hanya menggeleng gelengkan kepalanya dan semakin mengeratkan pelukannya membuat Naruto agak sesak juga karena bagaimanapun dada mereka berbeda.

"A-Aku takut kalau kami tadi mati terkena serangan tersebut hiks..hiks..hiks..",ucap Rossweisse sambil menitikkan air mata.

Naruto mendengar perkataan tersebut pun tersenyum hangat dan mengelus punggung mulus Rossweisse sambil berkata,

"Aku tidak akan meninggalkan mu Nee-chan,sampai kapan pun kita akan selalu bersama kan?",ucap Naruto dengan nada polos

"Janji yah?",balas Rossweisse sambil menatap wajah tampan Naruto.

"Aku janji kok, janji seumur hidup",jawab Naruto sambil memamerkan senyum lima jarinya.

Rossweisse mendengar jawaban Naruto pun akhirnya tenang,dia merasakan ketenangan didalam hatinya sekaligus membuat perasaan Cinta kepada adiknya semakin menggebu-gebu.

"Mungkin akan kucoba lain kali",ucap Rossweisse yang berada di pelukan Naruto.

Heaven

"Gabriel sedari tadi kamu diam saja setelah kembali dari pertemuan,ada masalah apa adikku?",tanya Michael yang melihat keadaan Gabriel sedari tadi.

"Aku hanya kepikiran dengan pemuda tadi Nii-sama",jawab Gabriel jujur.

"Apa yang kamu pikirkan adikku?",tanya Michael penasaran.

"Entahlah Nii-sama,aku merasa seperti terhubung ketika bertatapan dengan matanya waktu itu,entah apa yang kurasakan berbeda dari biasanya",ucap Gabriel sambil memandang indahnya taman taman di surga.

Michael yang mendengar ucapan adiknya hanya tersenyum,mungkin yang adiknya rasakan merupakan suatu pemberian darinya untuk Gabriel suatu saat nanti.

"Sudah tak usah kamu pikirkan,lebih baik kamu kembali ke istana,bukankah ada yang ingin kamu kerjakan",ucap Michael tenang.

"Baiklah Nii-sama,kalau begitu aku permisi dulu",balas Gabriel berlalu dari hadapan Michael.

Michael melihat kepergian adiknya hanya diam,mungkin setelah ini dia akan mencoba bertemu dengan Azazel untuk menanyakan tentang pemuda tersebut.

Asgard

Di istana megah tepatnya di ruangan Odin Duduk, dihadapannya saat ini ada Thor dan Loki yang sedang berdiri berdampingan.

"Kalian berdua mulai sekarang akan kuberi kebebasan untuk turun ke Bumi,aku ingin memberi tugas kepada kalian untuk mengawasi Naruto dan singkirkan segala bahaya yang mengancam dirinya,apa kalian sanggup",tanya Odin dengan tegas.

"Yah aku sanggup ayah",ucap Thor

"Hmm aku sih mau saja,hanya kenapa harus di lindungi bukankah kekuatan bocah tersebut sudah setara dewa",tanya Loki agak bingung.

"Hah... memang dia kuat,namun kita tidak tau cara licik musuh yang akan mengincar dirinya nanti.Jadi kuharap kalian bisa mengawasinya secara teliti karena bagaimanapun dia juga adik kalian",Jawab Odin yang di balas anggukan oleh keduanya.

Yah bagi Thor dan Loki mereka menganggap Naruto sudah seperti adik sendiri karena saking lamanya mereka bersama sewaktu Naruto berlatih disini membuat Hubungan mereka dekat.

~

Naruto saat ini sedang bersama Vali,tepatnya mereka berdua di tugaskan oleh Azazel untuk menemui Dewa-Dewi dari Mitologi Shinto.Azazel menugaskan mereka untuk membantu Mitologi Shinto dari Serangan Musuh yang tidak dikenal dan Dewi Ametarasu menghubungi Azazel untuk meminta sedikit bantuan yang sanggupi olehnya.

"Akhirnya kita bisa bertempur bersama Senpai",ucap Vali senang karena akan berduet dengan Naruto nanti.

"Hah biasa saja Vali,lebih baik percepat pergerakan kita",balas Naruto terbang dalam Mode semi Susanoonya,sedangkan Vali menggunakan Sayap Mekanik Milik Albion bewarna Biru terang.

"Baiklah Senpai",jawab Vali menurut perintah Naruto.

~

Sementara itu Di ruangan penelitian ilmu ghaib Rias dan para anggota iblisnya saat ini sedang berkumpul,mereka saat ini sedang berseteru dengan Keluarga Iblis Phenex yang di Rajai oleh Raiser Phenex.

Raiser merupakan tunangan dari Rias yang sudah di setujui oleh Sirzech Lucifer dan para Tetua Klan,mereka melakukan perjodohan untuk dapat menghasilkan Pewaris Asli Pilar Pilar Iblis yang saat ini sedang menyusut setelah Peperangan bersaudara waktu itu.

"Mau apa kau kesini Raiser!",ucap Rias dengan Nada tinggi.

"Tenanglah sayangku,aku hanya ingin mengunjungi mu karena sebentar lagi kita kan akan menikah",balas Raiser sambil menyentuh dagu Rias membuat Rias langsung menghindar dari sana.

"Janganlah sembarangan menyentuh diriku!",

"Hai hai hai kau galak sekali hahahaha",ucap Raiser dengan senang

Sementara Itu semua tatapan tidak suka anggota Iblis Rias,hanya Issei yang menahan kesalnya dan dia pun berucap,

"Hey kau jangan sembarangan menyentuh Buchou",ucap Issei

"Memangnya kenapa?dia kan calon istriku",balas Raiser

"Kau tak pantas untuk Buchou Raiser"

"Lalu siapa?engkau hanya iblis Rendahan",

Saat situasi sedang tegang tiba tiba muncul lingkaran sihir yang memunculkan Grayfia Lucifuge sang Ratu terkuat di dunia bawah.

"Harap tenang semuanya,jika dari satu pihak tidak setuju maka akan di adakan Rating Game untuk menentukan kedepannya",ucap Grayfia

"Haha rating game,aku sudah berkali kali memainkan nya dan kupastikan Kalian takkan menang",ucap Raiser sombong

"Kupastikan Kau kalah Raiser!",jawab Rias agak kesal

"Sudah dan untuk Raiser-sama lebih baik anda kembali ke bawah",kata Grayfia sopan

"Baiklah kalau begitu,semuanya kita kembali kebawah dan Yubelluna siapkan lingkaran sihir",ucap Raiser.

Yubelluna yang merupakan Queen dari Peerage Raiser pun mengangguk dan menyiapkan Lingkaran sihir yang menenggelamkan mereka semua.

Setelah kepergian Raiser situasi di Ruangan tersebut pun kembali Normal.Grayfia pun pamit kembali ke Underworld untuk mengerjakan Tugasnya.

"Huh bikin aku kesal saja si Raiser itu",Ucap Rias sambil marah marah.

"Sudahlah Rias lebih baik kamu istirahat dulu",Ucap Akeno sambil membawakan Teh ocha di nampan.

"Baiklah Akeno",

"Tenang saja Buchou aku akan berlatih Supaya kita bisa menang nanti",ucap Issei berapi-api terbakar semangat dan di balas anggukan oleh semua Peerage Rias.

Rias mendengar itu pun tersenyum,yah dia berharap agar bisa memenangkan Rating Game nanti walaupun peluangnya 70:30 untuk mereka.

Ametarasu merupakan Dewi cantik yang berasal dari Mitologi Shinto.Saat ini dia sedang menunggu bantuan yang dikirim oleh Azazel sewaktu dia menghubunginya,dia tau kalau Azazel mengirim Hakuryuuko namun untuk satunya dia belum kenal sama sekali.

Saat asik melamun memandang Taman di Kuilnya tiba tiba datang Penjaga yang memberi kabar kepada dirinya,

"Maaf mengganggu waktu anda Ametarasu-sama,didepan ada dua pemuda yang mengaku dikirim Oleh Tuan Azazel untuk membantu kita",

"Baiklah kalau begitu Aku akan menemuinya",jawab Ametarasu kemudian menuju pintu Keluar dimana Naruto dan Vali menunggu.

Sementara itu Naruto saat ini sedang melihat lihat pemandangan Desa disini,menurutnya suasana disini sangat nyaman dan asri dibanding Kota Kuoh.

"Apa kau baru kesini sekali Vali?,

"Tidak Senpai,aku pernah berkunjung hanya mengambil barang saja",

"Oh begitu",

"Aduh maaf menunggu yah apa kalian sudah lama",ucap Ametarasu yang melihat Vali dan satu pemuda yang membelakangi dirinya.

"Senpai itu dia",kode Vali agar Naruto berbalik.

Naruto yang mengerti kemudian berbalik dan sedikit takjub dengan kecantikan Dewi Ametarasu.

Ametarasu yang melihat Naruto pun wajahnya memerah karena Naruto sangat tampan sekali dengan rambut pirangnya dan Mata Safir biru jernihnya yang memandang dirinya.

"Maaf Kalau kami telat Ametarasu-sama",ucap Naruto membungkuk di ikuti Vali.

"A-Ah t-tidak apa apa kok,yah lebih baik kalian masuk dulu",balas Ametarasu agak gagap karena terpesona dengan Naruto.

"Hai Ametarasu-sama",jawab keduanya dan ikut masuk ke dalam kuil.

Ametarasu berjalan sambil curi curi pandang ke arah Naruto dan disadari Oleh Vali.

"Oy Senpai dari tadi Dewi itu memperhatikan dirimu terus",kata Vali sambil berbisik.

"Mungkin hanya perasaanmu saja Vali",balas Naruto mendengar bisikan Vali yang membuat Vali kembali Diam.

"Fufufufufu sepertinya aku harus bernegosiasi lagi dengan Azazel untuk memperlama waktunya",Batin Ametarasu mencari kesempatan untuk mendekati Naruto.

Sementara itu Orang yang sedang di bicarakan saat ini sedang memancing di sungai walaupun tidak pernah dapat ikan.

"Haatchimm!!",

"Hmm seperti ada yang membicarakan kemesumanku",ucap Azazel sehabis bersin.

~

"Gabriel bisakah kamu mengantarkan surat ini kepada Dewi Ametarasu dari Mitologi Shinto",ucap lembut Michael.

"Tentu saja Nii-sama,apa harus ku antar sekarang?",tanya Gabriel.

"Itu terserah kamu saja,mungkin lebih cepat lebih baik",balas Michael

"Baiklah kalau begitu aku pamit dahulu",jawab Gabriel yang dibalas anggukan oleh Michael.

Setelah itu Gabriel pun menghilang dengan cahaya dan muncul di salah satu desa Deket kuil Shinto,kemudian dia sedikit menyamar kan penampilannya dengan pakaian casual karena tidak mungkin dia berkeliaran dengan pakaian Archangel khas Surganya.

"Semoga saja berjalan dengan lancar",guman Gabriel berjalan menyusuri desa tersebut.

~

"Huh Naruto pasti pulangnya Lama sekali!",ucap Rossweisse kesal.

"Ah lebih baik aku membereskan Kamarnya dahulu siapa tau ada hal yang menarik hehehehe".


Pagi hari cerah mewarnai kehidupan di kota Kyoto saat ini,mereka yang bangun pagi untuk berolahraga pasti sangat bahagia merasakan suasana yang begitu asri dan nyaman.

Terutama tokoh utama kita yang saat ini baru bangun dari tidurnya.

"Hoaaammzz",

Celingak-celinguk Naruto melihat Vali yang belom bangun,kemudian dia menendang perut Vali dengan tidak berdosa.

"Duaakk!"

"Ouuchhh",Vali kaget terbangun akibat tendangan Naruto.

Vali langsung menatap tajam Naruto dan bertanya,"apa maksudmu Senpai?menendang ku dengan wajah tidak berdosa tersebut".

"Supaya kau lebih siaga Vali dan cepatlah bersihkan diri",perintah Naruto.

"Baiklah Senpai",jawab Vali menuju Kamar mandi.

Kemudian Naruto keluar dari Kamar menuju Teras menatap Matahari yang baru terbit,kemudian dirinya hanya diam sambil menatap ke arah bawah dimana Para Prajurit sedang berkumpul untuk menjalankan tugasnya.

"Maaf mengganggu Naruto-sama,setelah anda membersihkan diri nanti di tunggu di meja makan oleh Ametarasu-sama untuk melakukan sarapan pagi bersama",ucap Salah satu Maid yang masuk ke kamar Naruto.

"Baiklah,terima kasih sudah memberitahu saya dan silahkan kembali",jawab Naruto dengan senyuman menawannya.

Maid yang melihat Naruto tersenyum pun pipinya memerah dan melenggang pergi dari kamar Naruto,Naruto bingung melihat kelakuan maid tersebut.

"Kenapa dia?",

~

Di jalanan desa seorang wanita cantik berambut pirang sedang berjalan sendirian,dia adalah Gabriel sang Archangel Tercantik dari Fraksi Malaikat yang sedang di beri tugas untuk menemui Dewi yang berkuasa di wilayah ini.

"Akhirnya sampai juga",

Gabriel tiba di pagi hari setelah mengubah penampilan nya terlebih dahulu menjadi seperti manusia biasa.Kemudian dia bertanya kepada salah satu pedagang letak Kuil dari Dewi Ametarasu.

"Permisi nona-san,sayang ingin bertanya kalau letak Kuil di arah mana ya?",

"Oh kalau Kuil letaknya 200 meter dari sini,anda jalan saja ke arah Utara dan akan terlihat Kuil megah bewarna merah",

Setelah mengetahui posisinya,kemudian Gabriel berterima kasih kepada orang yang ia tanyai.

"Terima kasih telah memberitahuku,semoga Tuhan selalu memberkati dirimu",

"Tentu sama sama kalau begitu saya permisi dahulu",

Gabriel pun hanya tersenyum memandang kepergian orang yang menolongnya,kemudian dia melanjutkan jalannya ke arah kuil Shinto.

~

Peerage dari Rias Gremory saat ini sedang melaksanakan Latihan instensif di Villa Keluarga Rias yang berada di wilayah hutan kota Kuoh yang masuk wilayah keluarga Iblisnya.

Sebelumnya Rias meminta Izin tidak masuk sekolah kepada Sona untuk melakukan Latihan selama seminggu,Sona pun mengizinkannya dan memberikan alasan ke sekolah jika Klub Ghaib sedang melaksanakan Acara Klub di luar Kota yang sudah pasti di izinkan karena mereka merupakan Donatur di Sekolah tersebut.

"Ayo semua istirahat dulu",ucap Rias memerintahkan para Peeragenya.

"Hai/ya! Buchou",jawab serempak mereka.

Lalu datanglah Akeno membawakan Teh dan cemilan untuk sekedar mengisi perut di bawah pohon yang begitu nyaman.

"Ini cemilannya",ujar Akeno sambil menaruh nampan teh di meja dekat pohon.

"Oh iya bagaimana menurut kalian peluang kita mengalahkan Peerage Raiser?",tanya Rias kepada anggotanya.

"Yah aku sih percaya saja dengan kekuatan ku",ujar Issei sedikit percaya diri.

"Tentu Issei-kun,kita harus percaya dengan kekuatan kita masing masing,bukan begitu Buchou?",ucap Kiba melirik ke ketuanya.

"Tentu saja kita harus optimis mengalahkannya di Rating Game nanti",balas Rias yang dibalas anggukan oleh semua anggotannya.

~

"Naruto-kun mau coba Ikan bakar buatan kami,ini enak loh",tawar Ametarasu yang duduk di samping Naruto.

"Ah iya nanti ku ambil sendiri Ametarasu-sama,terima kasih telah menawarkan ku",ujar Naruto sopan sambil celingak celinguk mencari sesuatu.

Sementara Vali melihat itu mengumpat dalam hati karena hanya Naruto yang di perhatikan oleh seluruh wanita di ruangan ini.

"Apa yang sebenarnya kamu cari Naruto-kun?",tanya Ametarasu melihat Naruto dari tadi gelagatnya seperti kehilangan sesuatu.

"Ano apa tidak ada Ramen Ametarasu-sama heheheh?,jawab Naruto sedikit malu.

"Oh jadi Favorit mu Ramen yah,tunggu sebentar biar para Maid buatkan",ujar Ametarasu sambil mengkode Maid disana agar menyiapkannya.

"Huh dia Mulu yang di perhatikan",guman Vali sambil menyendok nasi goreng.

Naruto yang mendengar gumaman Vali langsung menyenggol punggung Vali dengan Sikutnya hingga Vali terbatuk batuk.

"Uhuuk uhuuk uhuuk!!!",

"Hoi kalo makan jangan terlalu rakus makannya",ujar Naruto tidak berdosa sambil meminum teh ochanya.

Vali yang mendengar itu langsung memicingkan Matanya,namun langsung melanjutkan kembali makannya karena dirinya memang lapar.

Setelah bernegosiasi selama hampir 3 Jam lebih sehabis makan tadi,Naruto dan Vali izin pamit pulang karena menurut mereka tugasnya sudah selesai.Namun terlihat Ametarasu yang begitu tidak rela karena pangeran tampannya akan pulang.dirinya kemudian dengan berani mencium bibir Naruto di depan para pengawal dan sukses membuat para Maid memerah melihat adegan tersebut.

Sementara Vali?dia lagi ngorek ngorek kotoran kerbau untuk di ceplok telor sambil mengumpat ngumpat.

"Ano Ametarasu-sama kalau begitu kami Pamit dahulu dan terima kasih atas kebaikan mu",ucap Naruto sambil menunduk hormat di ikuti Vali.

"Tentu Naruto-kun,lain kali jangan ragu main kesini yah",balas Ametarasu sambil menjilat bibirnya.

~

Rossweisse dirumah saat ini sedang sibuk s sendiri,bagaimana tidak?Naruto kabarnya sebentar lagi akan pulang kembali ke apartemen yang mereka tempati berdua.Kali ini dia memasak Ramen Spesial yang banyak untuk Adiknya tercinta nanti.

Tiba tiba muncul Kilat kuning di depan Apartemen yang tak lain adalah Naruto itu sendiri.

"Wuhhhhhuu pasti Nee-chan akan terkejut karena kedatangan ku",

"Tadaima!",

Mendengar suara tak asing membuat Rossweisse langsung menuju pintu depan,

"Okaeriii Naru-chan!!!, Nee-chan kangen bangettttt",ujar Rossweisse ketika membuka pintu langsung loncat ke pelukan Naruto.

Naruto dengan sigap menangkap tubuh langsing sang kakak tercinta.

"Tentu aku juga rindu sama Nee-chan,apalagi dengan masakan spesial buatanmu",ucap Naruto sambil membawa Rossweisse masuk dan menutup pintu.

"Hohoho kamu tenang saja Nee-chan sudah membuatkan Ramen spesial untuk mu dan lebih baik kamu membersihkan diri dulu sana",titah Rossweisse sambil menuju kembali ke dapur.

"Siap boosss!!",balas Naruto berlalu dari sana.

~

Unknown Place.

Disebuah tempat gelap yang dimana banyak mahluk dalam bentuk tengkorak menggunakan jubah sambil membawa sabit.

"Bangkit lah Namikaze Minato Uzumaki Kushina",

Muncul lah dia titik cahaya menampilkan dua tubuh sepasang Manusia yang tak lain adalah Minato dan Kushina.Mereka di panggil dari alam Kematian entah untuk apa oleh sang pencipta / Kami-sama.

"Eh kita ada dimana ini",ucap Kushina bingung.

"Entahlah Kushi-chan,aku juga tidak tau",jawab Minato menatap sekelilingnya yang gelap gulita.

"Selamat Datang Minato-Kushina",

Minato dan Kushina yang merasa namanya terpanggil kemudian menengok dan melihat cahaya yang terang didepan mereka.

"Ano maaf anda siapa ya?",tanya Minato sedikit ragu.

"Akulah sang pencipta atau bisa kalian sebut Kami-sama / Tuhan.",

"Eeehhh maaf kalau saya berlaku tidak sopan",ucap Minato menunduk di ikuti Kushina yang mengerti keadaan.

"Sudahlah,disini aku akan memberikan kalian hadiah karena jasa kalian sewaktu melindungi kelahiran anak kalian di dunia waktu itu",

"Aku akan memberikan kalian hadiah berupa hidup bersama kembali dengan Naruto di dunia barunya,namun kalian harus mencari sendiri titik lokasi Anak kalian.Aku juga akan memberikan setitik kekuatan kalian sewaktu hidup sebagai bekal nantinya disana, bagaimana kalian setuju?",tawar Kami-sama.

"Aku setuju bangettttt Kami-sama",ucap Kushina bersemangat.

"Saya juga setuju dan kapan kami kesana Kami-sama?

"Sekarang",ujar Kami-sama

"Tik",

Bunyi klik yang langsung menghilangkan Minato dan Kushina yang dimana mereka akan bertemu kembali dengan anaknya di dunia yang baru.

~

"Oi Loki, menurut mu kita harus menyewa rumah kah?",tanya Thor sambil melihat Loki yang sedang memainkan hp.

"Tentu saja!memangnya kau mau kita tidur di jalan apa"ujar Loki sedikit kesal.

"Hmm lebih baik kita cari yang dekat Tempat tinggal Naruto",usul Thor agar lebih mudah mengawasi bocah tersebut.

"Betul juga,kalau begitu aku cari dulu di internet",jawab Loki menyetujui ide sang kakak.

Mereka berdua saat ini berada di jalanan Kyoto dengan pakaian casual seperti manusia biasa agar terlihat membaur disana.

~

"Naruto ayo kemari,makanan sudah siap",teriak Rossweisse.

"Sebentar Nee-chan",ucap Naruto dari dalam kamar.

"Yasudah nanti kamu langsung ke meja makan yah",ujar Rossweisse.

Sementara Naruto merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya entah karena apa itu.

"Mungkin perasaan ku saja",guman Naruto menuju luar kamar.

~

"Eh kita ada dimana ini",ucap Kushina yang melihat sekelilingnya banyak bangunan-bangunan yang megah dan besar.

"Aku juga tidak tau Kushi-chan,mungkin kita harus mengambil ingatan seseorang agar memahami dunia ini",ucap Minato sambil memperhatikan masyarakat yang berlalu lalang.

Tiba tiba Minato merasakan aura kekuatan dari dua pejalan kaki diseberang nya walaupun hanya samar samar.

"Mungkinkah...",


Duaaar* *Duaaar* *Duaaaar* (kemem)

"Aaarrrggghh!!!"

Bugh!*

Serangan terakhir dari Raiser Phenex langsung menghempaskan sang pemegang Boosted Gear ke arah tembok hingga hancur mengeluarkan kepulan asap.

"HAHAHAHAHA!!!,jadi hanya segitu kekuatan dari pemegang Draig masa kini?"

"Baiklah kalau begitu dengan ini kubuat kau lenyap!"

Fire-

"A-Aku menyerah,k-kumohon hentikan ~hiks~hiks," Tangis Rias memeluk Raiser dari belakang.

"Pemenangnya dari Rating Game ini adalah Raiser Phenex-sama!" Ucap Grayfia lewat layar digital.

Raiser pun menghentikan sihirnya dan membalas dengan mendekap Rias sembari memberikan senyuman mengejek ke arah Issei yang melihatnya dengan tatapan tidak terima.

"Hahahaha akhirnya aku menang juga,kalau begitu persiapan dirimu untuk pernikahan kita Rias-chan." Ujar Raiser sambil meninggalkan Arena bersama Peerage nya dengan lingkaran sihir.

Sementara itu para Peerage dari Rias kondisinya sudah acak-acakan karena mereka habis di bantai oleh Peerage milik Raiser yang sudah komplit.

Issei sangat menyesal dalam hati karena dirinya begitu lemah tidak bisa melawan Raiser dengan kekuatannya dan membuat dirinya merasa jauh untuk bisa mencapai keinginanya.

'sial-sial! Mengapa ini harus terjadi!'

oOo

"Sirzech bagaimana pendapat mu?" Tanya Ajuka setelah menyaksikan Rating Game antara Rias dan Raiser.

"Yah aku sudah menebak ini pasti hasilnya,"

"Lalu bagaimana rencana mu selanjutnya?"

"Aku tidak tahu pasti dan mau tak mau kita harus melaksanakan pernikahan tersebut walau entah apa yang terjadi nantinya." Jawab Sirzech sambil meninggalkan kursinya.

oOo

Di jalanan distrik Jepang yang begitu ramai,Minato dan Kushina sedang berjalan berdua sembari ditemani oleh seorang Gadis yang begitu cantik dengan helaian rambut hitamnya

"A-Ano maaf Himejima-san,apa kamu pernah melihat dia?" Tanya Kushina sambil memperlihatkan foto Naruto.

Akeno yang ditanya pun menoleh dan melihat foto tersebut.

'ara bukannya itu Namikaze-kun?' Batin Akeno terkejut.

"Ehm sebenarnya dia satu sekolah dengan ku,hanya saja aku tidak tahu dimana dia tinggal." Jawab Akeno jujur

"B-Benarkah?! Bisakah kamu membantu ku mempertemukan dengan anakku?" Tanya Kushina begitu antusias.

"Tentu saja." Balas Akeno dengan senyuman manisnya.

Akeno sedikit kaget dengan kemunculan orang tua dari Naruto karena setahunya Naruto hanya tinggal bersama Nee-san nya.

Setelah kekalahan telak sewaktu Rating Game kemarin membuat Akeno sedikit gusar karena sang Ketua sama sekali tidak terlihat di ruangan klub penelitian ilmu ghaib.

Akeno memutuskan untuk berjalan jalan di distrik Kuoh untuk menenangkan pikirannya hingga dia bertemu dengan dua orang dengan dua warna rambut yang terlihat nyentrik dimatanya.

~

Seperti biasa di Apartemen yang di tinggali oleh Naruto dan Rossweisse sedikit ramai akibat kedatangan dua Kaka beradik dari Asgard yang tak lain Thor dan Loki.

"Wohohohoho Naruto bagaimana menurut mu tentang apartemen yang akan kutinggali bersama Loki hm?"

"...?"

"Kenapa mukamu bingung?" Tanya Thor.

Loki melihat itu hanya menghela nafas akibat kelakuan absurd sang Kakak.

"Hah kau tau kita ini tinggali hanya di beda lantai saja dengan dirinya,jadi untuk apa dia menilai nya." Ucap Loki malas.

"Hehehehe."

Naruto hanya diam dan tiba tiba dia merasakan lonjakan kekuatan dari milik Inang Albion.

Deg* *Deg*

'kekuatan ini?Vali apa yang terjadi dengannya?'

Sementara itu Thor dan Loki juga menyadari itu dan mereka juga melihat ekspresi dari Naruto yang sedang membaca majalah.

Di pinggiran Kota Kuoh yang berhutan lebat,terjadi pertempuran yang dashyat memporak-porandakan wilayah tersebut.

Vali saat ini sedang berhadapan dengan pemegang True Longinus dari Fraksi Pahlawan yang tak lain adalah Cao Cao.Cao Cao sendiri merupakan keturunan dari zaman era Three Kingdoms.

Dia memegang senjata Tombak Cahaya yang konon dapat membunuh Tuhan,bahkan dengan sekali ayunan saja bisa membunuh Iblis kelas atas.

"Jadi hanya ini kekuatan dari pemegang Heavenly Dragon Divine Dividing?" Ujar Cao Cao meremehkan Vali.

Vali yang di remehkan pun tak terima,walau kondisinya sudah tidak meyakinkan namun dirinya ingin menggunakan mode Juggernaut Drive.

Vali kemudian terbang ke atas dengan sayap mekanik birunya dan mengacungkan tangan ke atas dan membaca mantra,

[Aku adalah naga yang akan bangkit]

"Wohohohi tampaknya dia akan menggunakan mode itu Cao Cao..," Ucap Georg pengguna Longinus Dimension Lost.

[Aku menangis dalam kebahagian,tertawa dalam keputusasaan,dan menggila pada dominasi merah-putih]

"Tak apa,justru ini semakin menarik," Balas Cao Cao sambil mengetukkan tombaknya ke tanah.

[Kedua Naga langit yang merampas prinsip dominasi tuhan]

[Kesejatian yang terabaikan, bersembunyi dibalik bayang,dan terlupakan dimakan zaman]

[Aku tertawa pada "ketidak-batasan",berduka pada "kesombongan",dan menghina "kesejatian yang terabaikan"]

"Mari bersiap Georg!" Teriak Cao Cao.

[Aku berjanji akan membuat masa depan yang lebih cerah dan indah]

"Hai!" Balas Georg bersemangat.

[Aku akan menjadi naga putih dominasi]

[JUGGERNAUT DRIVE!!!]

Wuushhh*

Naruto bersama Thor dan Loki pun langsung berteleport ke tempat dimana lonjakan kekuatan dari Vali begitu besar.

"Oh sial!" Teriak Loki.

"Ada apa memang?" Tanya Thor.

"Itu...," Ujarnya menunjuk kedepan.

Ternyata terlihat dimana Vali sudah menggunakan Mode Juggernaut Drive yang sudah masuk fase mirip dengan Albion-mini.

"Siapa sebenarnya yang dia lawan hingga harus menggunakan itu..,"

"Oi Naruto!" Ucap Loki menengok ke samping.

Namun yang di panggil tidak ada di tempatnya.

"Loh kok ilang!" Ucap Thor dan Loki bersamaan dengan wajah blank.

~

[Longinus smasher!]

Duaar* *Duaarr* *Duaar*

Cao Cao dan Georg yang tidak mau menjadi Abu karena tembakan Vali pun langsung berteleport ke tempat yang aman berulang kali karena begitu cepatnya pergerakan dari Inang Albion tersebut.

Namun saat mereka berdua bersembunyi dibalik pohon tiba tiba ada yang menyerang mereka.

[Katon : Bakufu Rambu!]

Datang pusaran Api berukuran sedang ke arah mereka yang membuat mereka langsung terkejut dan melompat dari sana.

Duaar* *Duaar*

Stap*

Munculah Naruto dengan seragam Anbunya namun tanpa menggunakan Hitae di kepalanya sambil memegang Pedang Kusanagi milik Sasuke.

"Siapa kau?!" Tanya Cao Cao sedikit Kaget.

Georg pun langsung memasang posisi siaga selagi Vali masih mencari keberadaan mereka.

"Aku?Aku bukan siapa siapa namun saat ini kalian berurusan dengan ku." Ucap Naruto datar memamerkan Mata Eternal Mangenkyou Sharingganya yang berputar-putar.

'mata apa itu?' Ucap Cao Cao penasaran.

'sial mata itu membuat ku takut' Batin Georg sedikit merinding.

"Mari kita mulai pestanya." Ujar Naruto menghilang dalam kilatan kuning.

Heaven

Di Surga yang begitu damai dan asri,saat ini Michael seperti biasa sedang menerima doa doa dari para Manusia bersama para Malaikat lainnya.Namun tiba tiba dirinya tersentak.

"Aura ini...,"

Grigory

"Hah~ apalagi yang dilakukan bocah itu sih!" Ujar Azazel menghilang dengan lingkaran sihirnya.

Underworld

Di saat para Maou sedang mengadakan rapat,mereka tiba tiba merasakan lonjakan dari Aura milik Vanishing Dragon.

"Aura ini?tak salah lagi...," Guman Ajuka

"Benar! ini aura dari mode terlarang Juggernaut Drive milik Hakuryuukou." Ucap lantang Sirzech.

"Apa yang terjadi dengannya hingga seperti ini," Tanya Falbium

"Entahlah Falbium,mungkin aku akan mengeceknya bersama Ajuka." Jawab Sirzech menghilang dengan lingkaran sihirnya.

Wuushhh* *Wuushhh* *Wuushhh*

Traankk!* *Traankk*

Sambil berteleport kesana kemari Naruto sukses menyusahkan Cao Cao yang saat ini merasakan kegusaran bahkan tubuhnya sudah banyak baret dari hasil Adu Tombaknya dengan pedang milik Naruto.

Stap!*

Sesaat Naruto mendarat di dahan pohon,kemudian dia merapalkan sebuah segel tangan.

[Raiton : Kuropansa]

(Release : Black Panther)

Note: Jurus ini Milik Darui dari Kumogakure.

Keluarlah Cakra petir hitam menyerupai Macan Kumbang yang melesat cepat ke arah Cao Cao yang sedari tadi kelelahan menghindari serangan serangan Naruto.

Duaarr*

Cao Cao yang menahan serangan tersebut dengan Tombak Cahayanya pun terpental jauh akibat serangang tersebut yang ternyata meliuk liuk seperti Macan.

"Uhuuk~uhuuk!"

...

~

Vali saat ini sudah kembali ke mode Normal setelah Thor dan Loki bekerja sama mengatasi Vali yang hampir diluar kendali ketika dikuasai oleh Juggernaut Drive milik Albion.

Mereka saat ini juga berhadapan dengan Georg yang sudah mengeluarkan Kekuatan dari Longinusnya yang dikenal dengan Dimension Lost.

Dimension Lost sendiri merupakan kemampuan rambut Kabut yang bisa memblokir serangan apapun.Kekuatan ini berpotensi menghancurkan dunia jika berada di tangan yang salah.

Ckkittt* *Ckkittt* *Ckkittt*

Thor langsung melapisi tubuhnya dengan Petir yang membuat wilayah tersebut langsung bergemuruh.

"Loki kali ini biar aku yang menghadapinya,kau urus dulu si Hakuryuukou." Ucap Thor datar.

Loki yang mendengar hal tersebut pun menurut saja karena jika Thor sudah masuk mode tersebut dia sudah beda lagi kepribadiannya.

"Nah bocah bisa jelaskan apa yang terjadi sebelumnya?" Tanya Loki kepada Vali.

Vali yang sedang bersender di batang pohon hanya memejamkan matanya selagi juga merasakan aura milik Senpainya.

~

"Jadi ini kekuatan dari Longinus peringkat 1 hmm?" Guman Naruto menyeringai mendekati Cao Cao.

"Cih! Apa maksudmu mengganggu urusan ku hah?!" Balas Cao Cao yang sedang terpojok di sebuah Gua.

"Hahaha aku tidak ada maksud apapun kok,namun...," Ucap Naruto menggantung sambil memejamkan matanya sesaat.

Hal tersebut pun membuat Cao Cao menatap intens Naruto yang akan menjadi bumerang bagi dirinya.

Srriiiingggg*

[Kotoamatsukami]

Deg!*

Cao Cao yang menatap mata milik Naruto langsung tidak mempunyai Raut wajah akibat hilangnya kesadaran dalam dirinya.

Suatu kesalahan menatap mata Mangenkyou Sharinggan karena bisa saja membuat mu masuk kesebuah ilusi yang tak terbatas dan tak terpatahkan.

"Sekarang ikuti perintahku...," Ucap Naruto Datar.

"...,"

"Baik Naruto-sama...,"

Bersambung...