A/N: warning typo OOC dan lain-lain
Disclaimer : I don't owns Dmc or akame ga kill
Enjoy it
X
X
X
Setelah Dante memasuki portal yang di buat oleh Bifrost dia tiba di daerah Teitoku Dante melihat ke sekelilingnya wilayah yang di dominasi oleh dataran rendah dan gunung batu, sambil memanggul Rebellion di pundak nya, Dante berkata.
"Jadi ini Teitoku eh? Mari kita lihat apa tempat ini se bajingan yang di sebut oleh Valkyrie sial itu." Ucap Dante dengan santai.
Tak jauh dari sana ternyata ada sebuah keributan nampaknya seorang wanita tengah di siksa oleh orang-orang yang terlihat seperti prajurit.
"K-kumohon... lepaskan aku..." Wanita itu memohon dengan nestapa pada penganiaya nya.
Para prajurit yang kelihatan nya berjumlah 20 orang itu tak menghiraukan penderitaan korban nya terus saja memukul, memecut, dan menendang wanita Malang itu dengan penuh tawa dan kegembiraan atas menderita nya wanita itu.
"Rasakan ini dasar kau jalang!!! inilah akibat yang kau tanggung karena melawan bangsawan Teitoku" ucap salah seorang prajurit itu.
"Hahaha lihatlah betapa menyedihkan nya dia..."
"Rasakan dasar kau Jalang kotor!"
"Hahaha"
Para prajurit itu terlihat sangat menghibur diri mereka semakin menderita dan nestapa korban mereka semakin bahagia lah mereka, namun sayang kegembiraan mereka tampaknya harus berakhir karena.
*Woshh jleb!!! *
Tiba-tiba saja salah satu teman mereka tertusuk oleh pedang claymore yang besar dan berdesain aneh di daerah mereka yaitu Rebellion.
"Akhhh!!!" Teriak orang yang ter tancap Rebellion dan langsung tewas tanpa tau apa yang terjadi pada nya.
Sementara para prajurit yang lain terdiam beberapa saat untuk mencerna kejadian apa yang barusan saja terjadi, setelah mereka sadar bahwa salah satu teman nya tewas diserang dengan kompak mereka melihat ke arah datang nya pedang itu.
Terlihat lah Dante yang dengan santai berjalan menuju Rebellion dan santai berkata.
"Biasanya sudah policy ku tak menyerang human tapi untuk sekarang karena aku sedang tidak sedang ada di Universe ku, dan aku sedang dalam kondisi yang tidak baik karena melihat perbuatan sialan kalian akan ku tinggalkan policy itu untuk saat ini"
Terkejut karena penyerang mereka dengan santai nya berjalan dan berada di tengah mereka tanpa, rasa terancam sedikit pun membuat para prajurit itu tercengang sesaat.
"Ada apa? apa kalian bisu? bukannya tadi kalian bisa tertawa saat menyiksa wanita ini? kalian tertawa bukan ayo jawab aku" ucap Dante memecahkan keheningan.
Sadar posisi mereka sedang di rendahkan oleh seorang penyerang misterius ini salah satu dari mereka berseru dengan keras.
Apa yang kau lakukan sialan!! kau membunuh prajurit Teitoku Beraninya kau siapkan dirimu untuk mati bajingan"
dan prajurit itu mulai menyerang Dante karena gerakan nya yang terlalu lambat untuk Dante yang seorang demon hybrid Dante dengan mudah menghindari serangan nya.
"Hey-hey! apa segini saja kemampuan mu? apa kau adalah pria yang tak bisa menyerang musuh dan prajurit rendah yang bahkan tak bisa menyerang lawan nya? dan hanya bisa menyerang wanita?" Dante mengejek para prajurit itu.
termakan oleh ejekan yang di lontarkan oleh Dante para prajurit itu naik darah dan menyerang Dante bersamaan, namun walau mereka berjumlah 20 masih tak merubah keadaan secara signifikan, mereka belum berhasil mengoreskan luka pada Dante.
"Bajingan siapa keparat ini? padahal kita sudah menyerang nya bersamaan tapi kita belum bisa melukai nya bahkan secuil pun" ucap salah seorang prajurit dengan putus asa.
ohhh? kalian sudah selesai? baiklah sekarang giliranku menyerang" ucap Dante sambil menyiapkan Rebellion nya untuk menyerang.
kemudian dalam sekejap mata Dante meluncurkan tusukan ke salah satu prajurit itu gerakan yang merupakan salah satu gerakan signature Dante yaitu.
Stinger.
kemudian dilanjutkan dengan gerakan mengayun horizontal menyebabkan salah satu prajurit itu melayang di udara dan dengan sekejap mata, Dante sudah ada di atas prajurit yang terbang itu dan melancarkan gerakan lain nya yaitu.
Helm Breaker.
Mayat prajurit naass itu terbelah dua namun Dante tak berhenti sampai disitu dia juga menebas prajurit yang lain, tempat yang tadi berisi tawa sekarang bersimbah darah dan teriakan prajurit itu.
"Buaghh!!!"
"Ohokkk!!!"
"Aaaaaaaaa!!!"
dalam sekejap saja dante menghabisi para prajurit Teitoku itu, dan menyisakan salah seorang dari mereka, untuk ditanyai arah ke Capital.
Slash!!!*
"Aaaaaaaaa!!! kakiku! kakiku!"
Dante dengan cepat mencengkeram kerah prajurit itu dan bertanya kepada nya.
"Tutup mulut mu sialan! jawab pertanyaan ku!" Perintah Dante.
prajurit itu menganguk dan Dante mulai bertanya.
"Kau prajurit Teitoku kan? katakan padaku dimana Capital aku ingin kesana, jawab aku dan mungkin aku akan mempertimbangkan untuk menolong mu" Date memberi persyaratan.
"C-capital a-ada sekitar 200 meter ke arah utara dari sini, Kumohon selamatkan aku, aku berdarah sangat banyak" jawabnya sambil memohon pada Dante dengan mengenaskan.
"Baiklah karena kau sudah membantu ku menemukan jalan, dan kau memohon dengan sangat aku akan membantu mu sobat, aku akan mengirim mu ke dunia sana dengan cepat dan tanpa rasa sakit." Ucap Dante.
Prajurit itu terkejut dengan kata-kata Dante dan dia mulai bicara lagi dengan terkejut.
"A-a apa? T-tungu jangan-".
Jleb!!*
Dia tak sempat menyelesaikan kata-kata nya, karena Dante sudah membunuhnya dengan menghujam dada nya dengan Rebellion ke arah jantung nya, kemudian dia mengangkat pedang nya membiarkan nya tergantung sebentar lalu melepaskan nya dari tusukan Rebellion dengan menghempaskan nya dengan kuat.
Woshh!! Brakk!! *
Mayat prajurit itu melayang kemudian berdebam keras dan menghantam pepohonan, Dante kemudian membersihkan pedang nya dari darah dengan mengayunkan Rebellion.
"Fyuh, akhirnya selesai juga, oh iya, bagaimana dengan nasib wanita yang di siksa para keparat itu apa masih hidup?" Dante bertanya pada dirinya sendiri.
Dante berjalan ke arah wanita yang jadi korban mereka, memeriksanya apakah dia masih hidup atau mati.
ternyata dia masih hidup, dan dengan lemah dia membuka mata nya dengan tubuh yang penuh dengan luka, yang amat parah dia melihat siapa penyelamat nya.
"T-terima k-kasih, t-tuan t-telah m - menyelamatkan k-ku." Dengan ter bata-bata wanita itu berbicara pada Dante.
Dante yang melihat nya menghela nafas panjang dengan nestapa dan berkata.
"Sudahlah, kau terluka amat parah, kau harus di obati dulu"
kemudian Dante mengambil item Vital Star S Dia juga bingung apa item ini bisa berfungsi di Universe ini.
"Dia sudah terluka sangat parah, apakah item Vital Star S ini bisa digunakan "
Disaat Dante tengah bingung tiba-tiba, wanita itu mencengkeram kerah jaket kulit yang dikenakan Dante, dan berbicara amat lemah, seperti nya dia ingin mengucapkan kata-kata yang terakhir
"T-tuan berambut putih, siapakah namamu?"
"Dante, namaku Dante" Dante menjawab.
"T-tuan D-dante, tolong akhiri hidupku aku sudah tidak kuat lagi, tolong kirim aku ke tempat Jhon berada, Jhon suamiku telah di bunuh oleh pejabat di Capital dan disiksa dengan biadab sampai mati, kemudian sang pejabat itu berusaha untuk menodai ku" dia mengambil nafas nya sejenak kemudian melanjutkan cerita nya.
"Aku menghajar bajingan itu dengan Vas yang ada disana dan melukai wajah nya. kemudian yang ku tahu aku di siksa sampai babak belur berulang kali, sampai sekarang."
"Siapa namamu wanita?" Dante bertanya pada wanita ini sambil tersenyum untuk menenangkan nya.
"A-aku bernama Clara" jawabnya sambil membalas senyum Dante dengan lemah.
"Baiklah Clara... akan ku kabulkan permintaan mu itu," Dante kemudian membidik nya dengan Ebony, memastikan dia tepat tertembak di kepala agar dia tak merasakan sakit lagi.
perlahan dia menarik pelatuknya dan...
Bang!*
Setelah mengabulkan permintaan terakhir, yang diminta wanita yang di selamatkan nya Dante menguburkan nya dengan layak sambil berkata.
"Rest in peace Clara "
Kemudian Dante melangkah pergi menuju ke Capital .
"Sial, baru saja aku menginjakkan kaki ku disini dan Apa-apaaan yang terjadi, tiba-tiba saja aku terjebak di situasi sentimen seperti ini. Dan kalau tidak salah si Valkyrie itu mengatakan tempat ini hal yang paling biadab pun hal yang biasa, yang ampun apa yang sebenarnya terjadi di sini " Dante menggerutu dalam hati sambil berjalan santai dan memanggul Rebellion di pundak nya.
"Trickster"
Dante menggunakan style Trickster nya agar cepat sampai di capital, dan ia di sambut dengan wajah curiga para gate keepers di sana, saat Dante ingin melangkah masuk dia di halangi dengan wajah garang mereka.
"Siapa kau? Apa tujuan mu datang ke capital?"Tanya Para Gate keepers di sana
"Aku seorang pengembara yang kebetulan lewat sini dalam perjalanan ku, kalau di ijin kan Aku ingin berkunjung ke capital." Dante menjawab santai untuk menghindari keributan yang tak perlu.
Para penjaga itu memperhatikan pedang milik Dante yang tidak biasa dan kemudian berkata.
"pengembara eh? kau punya pedang yang hebat rupanya bung,"
"Terimakasih, kau tau di daerah sini kan berbahaya jadi aku harus siap jika di serang oleh apapun ya kan?" ucap Dante.
Kemudian para penjaga itu mengatakan
"Kau benar di sekitar sini ada Danger Beast jadi siapapun harus membawa pertahanan diri yang hebat, baiklah kau boleh masuk selamat datang di Capital"
"Terimakasih tuan - tuan" Dante kemudian dengan santai masuk kedalam Capital.
Dante melihat ke sekelilingnya ternyata Capital adalah kota yang paling makmur di Teitoku ini, kemegahan nya menyembunyikan wajah asli tempat ini.
"Jadi ini Capital? terlihat Makmur dan maju di luar tapi jika Kau sudah tau wajah asli tempat ini, ini lebih buruk dari tempat sampah."
Disaat Dante tengah berkeliling dia melihat sebuah Poster yang terpampang di sebuah dinding isi poster itu adalah orang yang paling di cari di Capital yaitu Night Raid.
Dengan anggota nya yaitu
Najenda.
Akame.
Shellee.
Mine.
Bulat.
Lubbock.
Dante yang melihat nya berkomentar sinis.
"Poster wanted huh? lucu sekali orang bajingan mencari para bajingan lainya, aku heran akan seberapa besar penjara nya jika mereka ingin menangkap penjahat secara harfiah disini, karena rata-rata orang disini juga penjahat. Ya mungkin beberapa orang ada yang tidak jahat dan kebanyakan dari mereka adalah orang yang tidak berasal dari sini atau, mereka yang memang sejak awal sudah tertindas disini."
Tiba-tiba, saja ada sebuah kereta kuda Yang menghampiri Dante dan berhenti di tengah jalan.
"What the hell? Apa yang di inginkan orang ini mencoba menghalangi jalan ku"
Kemudian muncul seorang wanita muda yang berumur sekitar 15 tahun yang tampak nya seorang gadis anak seorang pejabat di Capital.
"Ada yang bisa ku bantu nona?" ucap Dante yang mencoba sopan.
"Ya kau, pria yang di sana apa kau berasal dari luar Capital?" Tanya nya.
"Iya kau benar" jawab Dante.
"kalau begitu apakah kau punya tempat tinggal atau tempat menginap di sini? jika tidak dan kalau kau mau kau bisa tinggal di rumah ku" ucap wanita misterius ini.
Dan dia menunjukan senyum yang jika dilihat siapapun, maka akan menyatakan bahwa gadis ini tidak berbahaya, namun hal itu berbeda untuk Dante dia merasa wanita ini sangat mencurigakan.
"Apa-apaaan wanita ini, kurasa ada sesuatu yang tidak beres dengan nya, apa yang dia inginkan? jangan-jangan dia ingin menjebak ku? jika ya berarti si sialan ini meremehkan ku, asal kau tau nona sebelum ke sini Aku sudah terbiasa melakukan pekerjaan gelap, jadi aku bisa tau ada yang aneh dari senyum dan tingkah laku mu itu" pikir Dante.
"Aku sangat menghargai keinginan mu untuk membantuku namun, aku harus menolak nya" jawab Dante.
"kenapa ? ucap wanita itu tanpa melunturkan topeng yang terpasang di wajah nya.
"Akting mu sangat hebat nona namun sayang ternyata aku benar, kau hanyalah keparat yang ingin menjebak ku, sebenarnya aku ingin lihat cara mu menjebak ku namun aku harus melakukan hal yang penting dan mendapat uang satu juta dolar ku" ucap Dante membatin.
"kenapa kau bilang? yahh, sebenarnya aku tak terbiasa mengikuti orang yang tiba-tiba memberi keramah-tamahan tanpa alasan yang jelas seperti mu nona entah apa alasan mu melakukan nya aku tak perduli tapi aku bukanlah orang yang mudah terjebak nona ingat itu" ucap Dante penuh kemenangan.
Kemudian Dante meninggalkan nya tanpa mendengar balasan dari wanita itu, dan sekarang dia sedang mengalami masalah yaitu: dimana dia akan istirahat sekarang.
"Ah sial, dimana aku akan istirahat sekarang? aku memang memiliki uang hasil mengambil dari mamayat bajingan yang ku habisi tadi, dan sebenarnya aku tak biasa mencuri dari mayat apalagi dari orang seperti mereka, tapi apa boleh buat kan?"
Dan Dante menggunakan uang itu untuk menyewa penginapan, yang jauh dari kata standar tempat nya sangat tidak mengenakan dan dia di tipu parah oleh pemiliknya, namun Dante membiarkan nya untuk saat ini. Karena dia sangat lelah.
"Bedebah hari ini sangat berat, aku harap besok tidak separah ini" ucap Dante dalam hati. Kemudian dia perlahan menutup mata dan tidur.
X
X
X
TBC
A/N: sup guys willow here Dan inilah next chap nya, dan bagi kalian yang penasaran dan mungkin sudah tau kalau sudah nonton Akame ga kill gadis yang ingin mengajak Dante kerumah nya itu, gadis yang sama dengan yang mengajak Tatsumi juga teman nya yang pergi ke Capital lebih dulu yaitu: Sayo dan Iyeasu dan membunuh nya.kenapa ane gak kasih Dante ikut dia karena plot itu Canon punya Tatsumi jadi biarkan dia aja yang ngerasain. XDOke itu saja see you later
