Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
Dan di sini author akan membuat segalanya terlalu berlebihan, hehehe,
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[Crown for the Queen ]
~ Chapter 1 ~
.
.
Normal Pov.
Di abad ini, sebagai masa kejayaan untuk sebuah kerajaan, dulunya, kerajaan ini memiliki luas wilayah yang begitu sempit, seiring berjalannya waktu, dengan terjadinya peperangan dalam memperluaskan wilayah kekuasaan, kerajaan ini lambat laun menjadi kerajaan yang memiliki wilayah yang cukup luas dan menjadi salah satu kerajaan terbesar.
Uchiha empire, dengan posisi Uchiha Madara sebagai sang raja, raja yang di anggap memiliki kekuatan terbesar hingga berhasil memperluas wilayah kekuasaannya, beberapa kerajaan kecil menginginkan untuk melakukan kerja sama dengannya, tapi masa kejayaan Madara di sebut-sebut sebagai masa yang sangat sulit, pajak di naikkan untuk membangun berbagai infrastruktur penunjang di setiap wilayah yang berhasil di taklukannya, imbasnya, seluruh rakyat menjadi menderita karenanya.
Pada akhirnya, terjadi sebuah kudeta untuk menurunkan raja yang terlalu arogan itu, rakyatnya ingin seorang raja yang lebih memiliki hati dan memperhatikan rakyatnya. Raja Madara di turunkan secara paksa dari tahktanya dan di gantikan seseorang yang masih memiliki darah Uchiha, dia adalah ayah dari Uchiha Fugaku, hingga masa kepimipinannya, dia membuat keadaan ekonomi menjadi stabil hingga wafat dan menjadikan anaknya sebagai raja berikutnya.
Raja Fugaku menikahi seorang putri dari kerajaan kecil yang jauh dan mereka di anugerahi dua orang putra, kelak mereka akan menjadi calon raja yang baru.
Ratu Mikoto meninggal akibat wabah penyakit yang tiba-tiba saja masuk ke kerajaan Uchiha, banyak rakyat yang menderita hingga kerajaan ini kembali mengalami masa krisisnya.
Setelah para tabib berusaha mendapat obat untuk wabah penyakit itu, sang ratu telah pergi, isi istana ini hanya para pria saja, raja dan kedua anak laki-lakinya.
Kedua pangeran itu berusaha mandiri di saat ibunya telah pergi, tak lama setelah mereka mulai beranjak remaja, raja Fugaku akhirnya mengikuti ratunya yang lebih dulu pergi.
Sang pangeran pertama di angkat menjadi raja yang baru saat itu usianya masih 22 tahun, usia yang cukup muda dan begitu banyak pihak ingin mengambil posisinya.
Walaupun seperti itu, raja Itachi memiliki orang-orang di belakangnya yang sangat setia padanya, meskipun Itachi jauh lebih muda dari mereka.
Sistem kerjanya pun tidak main-main, sejak kecil mereka sudah di latih agar menjadi seorang raja, Itachi berusaha menstabilkan keadaan kerajaan di tengah masa krisisnya, sementara adiknya, pangeran Sasuke, dia membebaskan apa yang ingin di lakukan adiknya sebagai seorang pangeran.
Mereka menghabiskan tahun demi tahun hanya bersama, raja Itachi sangat sibuk untuk mengurus kerajaannya sampai tidak memikirkan seorang ratu untuk di sandingnya, para petinggi kerajaan telah memberinya nasehat agar adanya seorang ratu di dalam istana ini, tidak mungkin dia akan terus muda dan tetap menjadi seorang raja, usianya akan semakin bertambah dan tanpa keturunan, sang raja baru tidak akan muncul.
Itachi memikirkan hal lain dengan menunjuk adiknya yang akan menjadi calon raja baru, dia mulai mempersiapkan Sasuke, tapi sikapnya yang mungkin turun dari raja terdahulu harus di tekannya. Itachi takut jika Sasuke akan mengulang hal yang sama, hal yang di lakukan oleh raja Madara.
Ending Normal Pov.
.
.
.
.
.
Sasuke Pov.
Bangunan istana bagian barat, untuk apa kakak menaruhnya disana? Itu adalah bangunan yang penuh kenangan antara aku dan kakak, itu adalah tempat kami di besarkan, suasana di sana cukup tenang, tempatnya di buat sangat indah dengan berbagai macam pohon dan tanaman yang di tanam, semuanya di rawat dengan baik, bahkan bangunan itu tetap di rawat oleh para pelayan, bangunan itu terlalu bagus untuk seorang budak.
Mempercepat langkahku, jaraknya memang cukup jauh dari bangunan utama istana, bangunan utama itu adalah tempat kakak, termasuk ruangan kerjanya dan tempat istirahatnya, aku memiliki bangunanku sendiri di bagian selatan, kakak ingin aku bisa memiliki area privasi walaupun aku tidak suka sendirian, aku akan sering datang ke bangunan utama.
Langkahku terhenti, anehnya suasana jalan menuju istana bagian barat sangatlah sunyi, ini sangat aneh, aku tidak melihat adanya penjagaan atau pelayan yang berlalu lalang, apa kakak sengaja menaruhnya di sana? Seperti menyembunyikannya? Bagaimana pun bangkai di sembunyikan, pasti akan tercium juga.
Kembali melanjutkan langkahku dan melihat sekitar, suasananya memang sangat sunyi, semakin mendekati bangunannya, semakin sunyi, seperti hanya aku yang ada disni dan aku harus mewaspadai sekitar, istana ini terlalu luas dan bahkan tidak semua bangunan memiliki penjagaan. Apa maksud kakak melakukan ini? Kenapa tidak memerintahkan penjagaan di bangunan barat ini? Wanita itu bisa saja melakukan apapun, mungkin dia tengah mencuri barang-barang yang ada di dalam istana dan kabur begitu saja, wanita licik dan kotor.
Kakak selalu saja percaya pada siapapun dengan mudah, suatu saat dia akan kesulitan dengan semua orang-orang yang di percayainya. Jika aku adalah raja, aku akan memilih orang-orang terbaikku, mereka akan menjadi orang terpercayaku melebih orang-orang yang kakak punya.
Akhirnya aku tiba di dalam bangunan istana, tapi tidak ada siapa-siapa di dalam, keadaan di dalamnya tertata rapi dan sangat bersih, banyak barang yang tidak berubah sampai sekarang, semua masih pada tempatnya.
Ah, tunggu, jika semua perabotan masih berada di tempatnya, lalu dimana wanita kotor itu? Aku yakin dia berada di sekitar sini. Kembali berjalan dan tatapanku mengarah pada sesosok wanita yang tengah duduk di samping kolam air mancur, air mancur itu berada di halaman, pakaian gaun yang sederhana dengan lengan balon panjang, tanpa menggunakan petticoat, warna kain sutra berwarna peach itu sapadan dengan rambut softpinknya yang lurus dan panjang sebokong.
Tidak-tidak.
Apa yang sudah aku perhatikan dari wanita kotor dan lancang ini? Bergegas menghampirinya, langkah sepatuku membuatnya terusik dan segera menoleh, jadi budak yang seperti ini hingga membuat kakak luluh, wanita yang biasa saja.
"Se-selamat siang Yang mulia pangeran." Ucapnya dan merendahkan tubuhnya di hadapanku.
"Aku tidak perlu salam hormat darimu." Ucapku dan menatap dingin padanya.
Aku akan berhenti membuatnya mengincar kakakku.
"Katakan, apa tujuanmu datang ke istana ini? Aku yakin kau memohon sampai berlutut di hadapan kakakku agar membawamu ikut ke istana." Ucapku.
"Maaf jika saya sangat lancang pangeran, tapi Yang mulia raja lah yang membawaku, saya tidak memohon sedikit pun." Ucapnya dengan tatapan terlihat sedih itu, aku benci wanita yang seolah-olah membuatnya terlihat lemah di hadapan para pria, aku tidak akan terjebak dengan tatapan sedih palsumu itu.
"Kali ini saja, aku akan memberimu ampunan." Ucapku, mencengkeram rahangnya itu dan mengangkatnya lebih tinggi agar menatapku lebih baik. "Segera akan kaki dari istana ini jika kau masih ingin hidup, jangan coba-coba mengadu pada raja, aku akan memotong lidahmu sebelum kau berhasil berbicara padanya." Tegasku dengan penuh penekanan.
Tatapannya terlihat takut, tapi dia tetap menatapku, pupil hijau zambrut itu mulai terlihat basah, dia menahan diri agar tidak menangis di hadapanku.
"Mengerti?" Tanyaku, memastikan dia mendengar setiap ucapanku.
"Kau benci padaku, pangeran?" Ucapnya.
Melepaskan cengkeramanku dengan kasar, bukan jawaban itu yang aku harapkan! Aku ingin dia mengatakan 'iya, aku akan segera pergi'. Kenapa dia membuat pertanyaan baru padaku!
"Kau benar-benar tidak mengerti akan ucapanku." Ucapku, marah.
"Ti-tidak. Saya sangat mengerti pangeran, tapi raja lah yang membawa saya ke sini, saya akan mendengar perintah dari raja." Ucapnya.
Aku semakin tidak suka akan cara bicaranya, dia berani menantangku secara terang-terangan.
"Jadi kau memilih mati disini? Aku akan melakukannya untukmu." Ucapku.
"Saya tidak ingin mati pangeran, tolong beri saya waktu."
"Waktu untuk apa? Untuk mencuri dan kabur?"
"Tidak! Saya tidak akan melakukan itu."
"Waktumu hanya sehari. Jika aku masih melihatmu, kau akan tahu akibatnya." Ancamku.
"Baik, Yang mulia, terima kasih atas kemurahan hatimu." Ucapnya dan kembali terlihat hormat padaku, aku tetap tidak suka padanya meskipun dia bersikap sangat-sangat sopan di hadapanku, itu adalah sebuah kelicikan yang sedang di perlihatkannya.
Apa maksud kakak aku akan mengerti dengan adanya wanita ini di istana? Sejak awal melihatnya, aku tidak suka padanya, aku benci akan wajah itu dan penampilan itu, dia berusaha terlihat seperti wanita lemah, aku yakin dia menutupi segala akal busuknya.
Jika saja aku bisa membeberkan segala akal busuknya itu, kakak akan dengan senang hati mengusirnya, tapi mungkin itu tidak perlu, besok dia sudah tidak ada dan aku bisa tenang.
.
.
TBC
.
.
update...~
author cukup berhati-hati kerja fic ini, sampai baca-baca tentang kerajaan di jaman eropa, semoga tidak ada penulisan yang salah, alurnya akan lambat dan cukup pendek, tapi author usahakan cepat update. yang lainnya, pasti akan update kok.
sitilafifah989 uhk...~ terima kasih, tetap baca ini juga..., budak itu chapter berikutnya baru di kasih tahu. XD
