Gabin.
Part 2 – Beginning
Byun Baekhyun
)~(
Park Chanyeol
.
Saat itu adalah akhir tahun keduanya sebagai seorang mahasiswi Manajemen. Dunia malam adalah hiburan yang menjadi temannya sejak ia usianya sudah legal. Mendapatkan kartu identitas dan menikmati minuman beralkohol pertamanya.
Orang tuanya selalu mengingatkannya untuk selalu berhati-hati meskipun mereka tidak melarang. Dan Baekhyun berterima kasih untuk kepercayaan yang di berikan orang tuanya.
Dunia malam adalah hiburan ketika beberapa materi kuliah membuat kepalanya jenuh. Dan tidak seharusnya ia mematahkan kepercayaan kedua orang tuanya.
Kejadian itu sangat klise. Hanya pertemuan asing kala alkohol membuat kesadaran melayang-layang di atas kepala. Bercumbu dan satu kamar di hotel itu adalah hal yang selalu Baekhyun sesalkan.
Ia juga pernah mengalami hal yang sama kala mantan kekasih brengsek yang menidurinya di bawah kesadaran alkohol.
Chanyeol.
Baekhyun.
Perkenalan itu terjadi di atas ranjang. Dan hanya itu.
Keesokan harinya adalah petaka baginya. Saat ia sadar dimana dan apa yang telah ia lakukan semalaman.
Ia menjadi satu-satunya yang pertama kali bangun, dan memungut semua pakaiannya yang sudah bertebaran di lantai.
Dan ketika ia keluar dari kamar mandi setelah memberaskan dirinya. Ia disambut dengan tatapan asing itu. Baekhyun tersenyum. Lalu tertawa canggung.
"Malam yang hebat. Aku akan membiarkanmu membayar kamar ini. Aku pergi." Ujar Baekhyun lalu berjalan menuju pintu hotel. Gila. Ia bahkan tidak ingat bagaimana cara ia bisa berada disini. Dan juga siapa pria itu.
"Baekhyun." Langkah Baekhyun terhenti kala namanya terpanggil.
Baekhyun kembali menatap pria yang masih terduduk di pinggir ranjang yang masih menatapnya.
Dan tak terdengar apa pun. Mereka berdua hanya saling melempar tatap dalam diam. Keheningan menghilang ketika suara ponsel terdengar.
Itu milik Baekhyun.
Nama ibunya adalah yang ia lihat. Dan Baekhyun semakin merutuk.
"Aku benar-benar harus pergi," ujar Baekhyun lalu menunjukkan ponselnya yang terus berdering.
Pria itu beranjak. Berjalan mendekatinya. Berdiri di hadapannya.
Terkejut. Tentu saja.
Suara ponsel itu telah berhenti. Dan keadaan kembali hening.
"Park Chanyeol." Bariton itu terdengar. Baekhyun mengangguk canggung. Pria itu memperkenalkan diri tanpa harus ia minta.
Kini suara nada dering ponsel lain terdengar. Dan sekarang milik Chanyeol.
"Aku minta maaf atas kejadian semalam. Kita terlalu mabuk saat itu." Ujarnya. Lalu menyerahkan ponsel Baekhyun.
Tunggu, sejak kapan ponselku berada di tangannya?! Batin Baekhyun menggila.
"Aku sudah menyimpan nomorku, hubungi aku jika sesuatu terjadi." Baekhyun terdiam mendengar ujaran pria itu.
Sesuatu? Seperti apa? Sialan! Batin Baekhyun kembali menggila.
Ia merutuk. Matanya terpejam dan mulutnya merutuk tanpa suara.
"Oh, aku berharap ini pertemuan terakhir kau dan aku." Final Baekhyun lalu berjalan keluar meninggalkan kamar hotel.
.
