Seumur-umur, baru kali ini hinata berani berbohong dan langsung mendapatkan karma nya secara langsung.

"Teman-teman, berhenti!"teriak hinata sambil mengejar teman-temannya yang berlari ke koridor kelas 2, tampaknya mereka memang tidak mempercayai perihal hinata yang mempunyai pacar.

"Sasuke-senpai? "Karin celingak-celinguk di depan kelas mencari keberadaan pemuda itu.

Sambil mengatur napasnya, hinata berjalan menghampiri ketiga gadis yang menjadi pusat perhatian penghuni kelas 2-3.

"Oh, kau-? " suara maskulin dari belakang membuat hinata bergidik ngeri.

Benar, ia mendapatkan karma nya secara langsung karena telah berbohong. Kami-sama tolong ampuni aku! Jerit gadis itu dalam hati.

"Kau yang kemarin'--?"belum sempat pemuda yang di ketahui bernama sasuke itu melanjutkan ucapannya, hinata dengan tidak sopan langsung menarik tangan nya pergi.

Apapun yang di ucapkan oleh pemuda ini akan hinata hadapi nanti, untuk sementara ia harus memohon atau bahkan harus bersujud meminta pemuda ini untuk tutup mulut!

Hinata menarik pemuda itu sampai di atap sekolah yang merupakan tempat yang di larang untuk di masuki siswa,

Tapi sekarang, hanya atap sekolah yang menjadi tempat teraman untuk membicarakan permasalahan serta kesalah pahaman yang terjadi disini.

Gadis itu menunduk, ia masih malu karena pemuda ini mengenalinya soal kejadian kemarin. "A-ano, maaf telah menyeretmu kemari.. soal kejadian kemarin juga, aku benar-benar minta maaf"

Hinata membungkuk hormat, sementara pemuda itu bersedekap dengan gaya like boss uhh, sepertinya hinata harus belajar bersabar lagi.

"Ah, jadi kau gadis aneh yang mengambil fotoku kemarin kan?" Malu mengakuinya, tapi kenyataan memang begitu. Hinata mengangguk kaku.

"Lalu alasan teman-temanmu menemui ku di kelas tadi untuk apa?"tanya pemuda itu.

Hinata baru menyadari satu hal, pemuda itu memiliki bentuk rambut yang aneh atau kepalanya ya? Yang pasti jika di perhatikan secara lamat, bentuk rambutnya terlihat seperti pantat ayam.

Hinata tertawa dalam hati, melihat hinata yang bengong sasuke berdecak.

"Hei, aku bertanya padamu"ujar sasuke yang mulai geram. Hinata yang tersadar dari lamunanya pun mulai menjelaskan maksud dan tujuannya serta sejarah awalnya (?)

Setelah mendengar apa yang di ceritakan hinata, pemuda itu menyeringai. "Ah, jadi kau mengaku pada temanmu bahwa aku pacarmu, begitu?"

Sekali lagi, malu mengakuinya tapi memang begitu kenyataanya.

"Iya.."

Sasuke menghela nafas lelah.

"Jadi aku mohon.. tolong rahasiakan ini dari teman-temanku ya?"

Sasuke mengangguk. "Baiklah, aku sih tidak keberatan. Tapi apa kau tidak takut jika temanmu curiga? Maksudku, kurasa mereka belum sepenuhnya percaya jika hanya menjadikan foto itu sebagai bukti"

"Aku tau, tapi apa boleh buat. Memangnya kau mau pacaran pura-pura denganku?"ujar hinata lesu. Sasuke menyeringai, pemuda itu berdehem.

"Jika kau memohon, kurasa bukan hal yang buruk tapi aku punya satu syarat"

Hinata menatap tak percaya. "Haah? Kau serius?"

Sasuke mengangguk malas, "tapi dengan satu syarat."tambahnya

Mata hinata langsung berbinar, gadis itu mengangguk dengan semangat. "Apa syaratnya?"

"Kau, harus jadi momo"ujar sasuke dengan tenang. Hinata bengong "momo?"tanya-nya bingung.

"Anjingku"

Boleh hinata berkata kasar? Sialan, ini sih berlebihan. Harga diri sebagai manusia seolah di injak-injak oleh pemuda pantat ayam ini.

"Kau gila!?"

"Loh, katanya tadi sangat butuh bantuanku. Kenapa? Tidak mau? Ya sudah, aku tinggal bilang pada teman--"

"Apa yang harus aku lakukan?"tanya hinata to the point, ia benar-benar sangat kesal sekarang tapi ia coba menahannya.

"Sekarang berputar lalu berikan tanganmu dan menggonggong"

Sialan, hinata janji tidak akan berbohong lagi setelah ini.

TbC.