Destiny Emperor

By :TheArkantor

Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto

Date a Live Koshi Tachibana

Serta elemen-elemen anime lain yang ada disini, semua disclaimer pengarangnya

Rate : M (for blood, gore, adult, etc)

Genre : Fantasy, Romance

.

.

.

Chapter 2 : Reunion

.

.

.


Naruto berdiri di depan sebuah rumah gaya bergaya Jepang lama dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia sudah berdiri di depan pintu gerbang masuk, namun ia belum masuk dari tadi.

"Huft, baiklah, mari selesaikan ini!"

Setelah menghela nafas, ia memegang gagang pintu kayu berukuran besar itu dan hendak membukanya.

"Eh?"

Namun tiba-tiba ia sudah berada di dalam area rumah.

"Ini... Nii-sama!!!"

"Yooo, Naruto!"

Ia langsung menoleh dan menemukan seorang pemuda berambut merah sedang duduk berdiri di bawah pohon tak jauh darinya. Ia merentangkan kedua tangannya, berharap adik angkatnya itu mau melepaskan sedikit waktu untuknya.

Naruto sedikit berkaca-kaca melihat kakak angkat yang sudah tidak ia temui belasan tahun lamanya. Ia berjalan ke depan.

Dan seperti tadi, tiba-tiba Naruto sudah berada dalam pelukan pria berambut merah itu.

"Aku sama sekali tidak ingin menunggu sepuluh detikpun saat kau sudah berada dihadapanku, selamat datang di rumah, Naruto!" Ujar pria itu.

"Yeah, aku pulang, Nagato-niisama!"

Setelah melepaskan kalimat penyambutan itu, Nagato melepaskan pelukannya dan membuat Naruto kembali menatap kakaknya itu.

"Jadi... Ada apa Nii-sama memanggilku pulang?" Tanya Naruto.

Wajah Nagato menjadi lebih bersemangat saat mendengar pertanyaan dari Naruto.

"Aku punya kabar bagus, namun sebaiknya kita bicarakan di dalam!" Ujarnya berjalan masuk ke rumah, dan diikuti Naruto.

Mereka sampai di ruang tamu. Nagato pamit pergi ke dapur untuk membawa beberapa camilan dan minuman. Sementara Naruto merebahkan dirinya ke sofa setelah merasa tubuhnya cukup lelah.

Tak lama kemudian, ia melihat Nagato datang bersama beberapa minuman kaleng dan semangkuk besar penuh makanan ringan.

"Naruto, lihatlah ini!" Ujar Nagato melemparkan sebuah foto kearah Naruto.

Naruto langsung menangkap foto itu dan melihatnya intens. Sedetik kemudian, kedua kelopak matanya melebar dan pupilnya mengecil.

Disana ada foto seorang gadis berambut hitam yang diikat twintaill mengenakan gaun yang cukup nyentrik yang dikenal sebagai gothik lolita.

"K-k-kurumi?!"

Kedua bibirnya langsung kaku saat menyebutkan nama yang tidak pernah ia lupakan. Nama yang menjadi alasannya mencari kekuatan yang lebih besar. Semua itu untuk mengubah kenyataan bahwa adiknya itu diambil darinya. Ia ingin mengubah takdir dan realitas agar adiknya kembali ke sisinya.

"Jadi... Apa kau sudah berhasil mendapatkannya?"

Wajah Naruto langsung menggelap saat mendengar pertanyaan Nagato.

"Aku... Berhasil, namun aku sekarang bingung... Apakah tindakanku ini benar? Lalu aku juga harus menghadapi kutukan mengerikan jika ingin menggunakannya..."

Mendengar jawaban adiknya, alis Nagato terangkat penasaran.

"Kutukan?"

"Akan kujelaskan, namun sebaiknya Nii-sama menyimpan dalam ini sebagai rahasia terbesar..."

"Yeah, akan kudengarkan..."

Skip time

"Jadi Nii-sama melihat sosok Kurumi ini berkeliaran di kota ini belakangan ini?"

Naruto bertanya dengan wajah serius, bagaimanapun setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, sekarang mencari keberadaan adiknya adalah hal yang ia prioritaskan, melebihi apapun.

"Yah, aku sudah mengamati gadis yang mirip dengan adikmu itu beberapa waktu ini, aku hampir ketahuan beberapa kali, namun aku bisa menggunakan kekuatanku untuk kabur."

Naruto mengangguk pelan. Ia tahu kekuatan kakaknya itu sangatlah susah dilawan dan cukup berbahaya meskipun kau sudah tahu cara mengatasinya.

"Tidak hanya itu, aku mendapatkan foto lain yang akan membuatmu tertarik, ini baru terjadi beberapa minggu belakangan ini,"

Nagato menyerahkan ponselnya yang menunjukkan beberapa foto.

"Semua itu diawali setelah terjadinya spacequake."

Naruto memincingkan matanya saat melihat foto seorang gadis berambut ungu dengan armor yang menurutnya cukup nyentrik.

Ia menggeser ke foto berikutnya dan menemukan gadis lain berambut biru mengendarai seekor monster aneh mirip kelinci raksasa. Dan yang membuat Naruto semakin tertarik adalah beberapa gadis yang terbang untuk mengejar mereka.

"Jadi kau bisa mengambil kesimpulannya bukan?"

Naruto mengangguk kembali saat mendapat pertanyaan Nagato.

"Apapun para gadis dengan pakaian nyentrik ini, mungkin mereka dan Kurumi sama, lalu bagaimana dengan para gadis yang berpakaian ala mecha ini?"

"Melalui penelusuranku, mereka disebut AST, atau anti-spirit team, mereka lembaga militer yang sangat rahasia dan ditugaskan untuk membasmi ancaman Spacequake, dengan kata lain membasmi para gadis-gadis yang muncul setelah Spacequake."

Tubuh Naruto menegang mendengar pernyataan Nagato. Kedua tangannya memengang ponsel itu dengan keras. Namun ia buru-buru menenangkan dirinya.

"Aku melihat Kurumi itu tadi pagi, aku sempat mengikutinya seperti biasa dan menemukannya berakhir di Akademi Raizen, mungkin jika kau kesana-!!"

Sebelum Nagato sempat menyelesaikan kalimatnya, ia sudah tidak menemukan Naruto di depannya. Namun ia malah membuka salah satu minuman kalengnya dengan wajah puas. Ia telah menolong seseorang yang kehilangan keluarganya.

Nagato tahu, meski tidak bersamanya, alasan hidup terkuat yang menggerakkan tubuh Naruto adalah karena harapan akan masih hidupnya adik semata wayangnya. Ia ingat saat dahulu Naruto pamit padanya dan kedua orang tua angkatnya untuk pergi mencari apa yang harus ia cari.

Naruto sekarang tengah berada di atap sebuah gedung yang lumayan tinggi. Entah bagaimana dan kapan ia bisa sampai disana, padahal baru saja ia duduk bersama Nagato.

"Raizen Academy yah? Mana aku tahu sekolah yang mana itu, meski aku bisa melihat seluruh Tenguu dari atas sini, tetap saja ini Tenguu yang berbeda dari yang 11 tahun lalu..."

Naruto menatap seisi kota dari gedung itu. Seingatnya keadaan kota ini sangat berbeda dari yang ia ingat sebelas tahun lalu.

Naruto merasakan angin yang aneh menerpa kulitnya. Ia merasakan arah angin yang tiba-tiba berbalik dengan sangat cepat. Tadi ia merasakan arah angin dari depannya, namun kini tiba-tiba saja ia merasakan ditabrak oleh angin dari arah belakangnya. Ia juga melihat jauh di depannya, langit perlahan mulai terlihat seperti melengkung.

"Sensasi ini... Pemandangan seperti fatamorgana ini... Tidak salah lagi, Spacequake!!!"

"Melalui penelusuranku, mereka disebut AST, atau anti-spirit team, mereka lembaga militer yang sangat rahasia dan ditugaskan untuk membasmi ancaman Spacequake, dengan kata lain membasmi para gadis-gadis yang muncul setelah Spacequake."

"Gadis-gadis yang muncul setelah Spacequake..."

Menyadari ucapan Nagato, ia langsung melompat dari gedung yang terbilang sangat tinggi itu. Manusia biasa pasti akan hancur menjadi bubur jika jatuh dari ketinggian seperti itu.

"Kurumi... Kini kau sudah berada di dekatku, aku tidak akan membiarkan semenitpun terbuang!!!"

Sesosok humanoid dengan tubuh kekar dengan warna silver yang dibalut oleh pakaian emas muncul di samping Naruto.

"The World... TOKI yo TOMAREE!!!" (The World... Time, Stop!)

Dengan suara bunyi jarum jam, seluruh dunia tiba-tiba menjadi abu-abu. Burung yang terbang dilangit berhenti mendadak, begitupun ombak ganas yang ada di lautan. Seluruh dunia terhenti di dalam keabu-abuan.

Tetapi, dalam dunia abu-abu itu, hanya Naruto dan humanoidnya yang dapat bergerak. Bahkan Naruto yang tadinya jatuh, sekarang melayang. Ia mengambil pijakan pada sisi gedung dengan posisi tubuh horizontal.

Naruto menatap tajam fenomena mirip bulatan hitam kecil yang ada cukup jauh di depannya. Bulatan itu berhenti bersama efek angin di sekelilingnya.

"Menghentikan waktu... Itulah kekuatan The World, aku memang tak punya banyak waktu, namun di dalam waktuku ini, ini sudah lebih dari cukup!!!"

Dengan itu, Naruto menendang gedung dan menghempaskan dirinya sendiri dengan kecepatan yang luar biasa. Dalam dunia waktu yang terhenti, hukum gravitasi menjadi tidak terlalu berarti. Sebenarnya bisa saja ia terbang, namun ia tidak bisa terlalu cepat, sedangkan saat ini ia sama sekali tidak ingin membuang-buang waktu.

Before The World.

Di sebuah gang sempit, seorang gadis berambut hitam dengan pakaian gothik lolita sedang tertawa sadis sambil menembaki beberapa orang pria. Setelah para pria itu jatuh, sebuah bayangan muncul dari bawah mereka dan dari sana muncul tangan-tangan yang menelan mereka kedalam bayangan tersebut.

"Sepertinya makanmu cukup lancar kali ini, Nightmare!"

Gadis berambut hitam itu menoleh ke sumber suara dan menemukan sesosok gadis berambut pucat dengan pakaian ala mecha.

"Ara-ara, ada apa wizard terkuat di dunia ini datang menemuiku seperti ini?"

"Aku hanya sekedar lewat, namun kurasa untuk membunuh waktu, aku juga akan membunuhmu!"

Gadis mecha itu mengeluarkan sebuah pedang laser dan melesat kearah gadis berambut hitam itu.

"Cih!"

Ia saat ini berada di sebuah gang, posisinya tidak memungkinkan untuk menghindar dengan bebas, satu-satunya pilihannya adalah untuk menghadapi Wizard yang hanya butuh waktu kurang dari sekian detik untuk memotong tubuhnya.

Dengan cepat ia menodongkan flintglocknya, mengincar timing untuk menembak wizard itu. Karena ia tahu, lawan yang ia hadapi sekarang tidak bisa dihadapi hanya dengan kekuatan semata, terlebih sekuat apapun Zafkiel miliknya, tidak akan berarti kalau tembakannya tidak kena.

"Sekarang!!"

After The World.

"E-ehh?!!"

Gadis wizard itu terkejut saat melihat gadis Spirit yang ia incar tiba-tiba menghilang. Padahal hanya sepersekian detik lagi, ia yakin akan memisahkan kepala gadis itu dari tubuhnya.

"Sial, dia kabur! Benar-benar licin, Spirit yang telah membunuh 10.000 orang itu!"

Setelahnya, tubuhnya bersinar dan pakaian mechanya berubah menjadi kemeja ala wanita kantoran seperti biasa.

"H-huhh?!!"

Gadis Spirit itu juga sama terkejutnya, ia telah merasa menemukan timing yang cocok dan tinggal selangkah lagi menarik pelatuknya. Namun kini ia tiba-tiba berada diatas gedung. Dan hal yang membuatnya tambah kaget, karena ia sekarang sedang dipeluk oleh seorang pria.

Dengan cepat ia membalik flintglocknya dan mengarahkannya pada kepala pria yang masih asik memeluknya itu. Meski tubuhnya terkunci, namun tidak dengan kedua tangannya.

Dor! Dor!

Ia kembali terkejut saat merasakan bahwa ia menembak ke depan. Padahal seharusnya ia mengarahkan flintglocknya ke belakang, menembak pria ini.

"Uhm! Aku tidak tahu siapa kamu, tapi bisa lepaskan pelukanmu? Sebelum waktumu habis!"

Mendengar itu, pria berambut pirang yang memeluknya tersenyum tipis. Ia melepaskan pelukannya dan mengambil jarak agar dia dan gadis itu bisa saling bertatapan wajah.

"Lama tidak bertemu, sepertinya kamu sehat-sehat saja... Kurumi!"

"Siapa kau? Bagaimana kau bisa tahu namaku?"

Kurumi memincingkan matanya sambil menodong Naruto dengan kedua flintglocknya. Namun bukannya membalas pertanyaan Kurumi, namun ia hanya mengusap air mata yang meleleh dari kelopak mata kanannya.

"Kau... Menangis?"

Percuma saja, meski ia menyeka bagian pipi kirinya, air mata kembali meleleh di bagian kananya. Hatinya yang sangat senang tidak bisa diajak kompromi saat ini. Ia yang biasanya ahli menyamarkan perasaannya sendiri, kini ia tidak mampu.

"S-selama lima belas tahun ini aku selalu mencari petunjuk tentangmu, akhirnya... Penantianku usai saat ini!"

Naruto mengusap ingusnya dan membuangnya ke samping.

"Kutanya lagi, siapa kau?!!"

Kurumi agaknya cukup heran dengan orang yang menurutnya masih asing itu.

"Namaku Uzumaki Naruto... Mungkin kau mengingat namaku sebelumnya, Tokisaki Naruto."

"T-tidak m-mungkin! T-tidak mungkin! Bagaimana bisa kau tahu nama itu?!"

Kurumi berteriak sambil menembakkan pelurunya kearah Naruto. Namun dihadapan kekuatan The World, seluruh peluru itu bisa dengan mudah diatas oleh Naruto.

Sementara Kurumi hanya melihat dengan heran bagaimana peluru-pelurunya tiba-tiba terpencar ke berbagai arah, seperti ada dinding tak terlihat yang melindungi pria dihadapannya itu.

"Tidak! Kau tidak mungkin Nii-san! Dia sudah mati! Aku melihatnya sendiri batu nisannya bersama Ayah dan Ibuku, bersama batu nisan milik Sawa juga!!"

"Sawa? Temanmu yang kau kenalkan di sirkus waktu itu?"

Deg! Deg!

Mata Kurumi kembali membulat. Ingatannya bergulir pada Sirkus yang terjadi 15 tahun lalu. Hari dimana ia terakhir bisa melihat keluarganya masih utuh. Hari dimana kehidupannya sebagai manusia biasa berakhir.

"Jika saja saat itu aku tidak ke toilet... Mungkin aku akan berada di posisimu saat ini..."

Naruto mengatakannya dengan pandangan ke bawah. Nadanya terlihat sangat menyesal. Ia merasa gagal melindungi adik semata wayangnya itu.

"Apa... Kau benar-benar Nii-san?"

Kepala Naruto kembali mendongak mendengar nada galau dari Kurumi. Ia melihat mata adiknya yang berbeda itu kini mulai melunak padanya.

"Bukan! Aku adalah penjelajah waktu dari tahun 2030, John Titor!"

Kurumi semakin membulatkan matanya mendengar jawaban yang terdengar nyeleneh tersebut. Namun dibalik pernyataan nyeleneh itu, ada sebuah arti yang hanya bisa dimengerti oleh adik dan kakak itu.

Benar, candaan itu sering ditunjukkan oleh Naruto padanya di masa lalu. Saat Kurumi kecil yang bahkan baru bisa menganggu Naruto dengan polos bertanya siapa dia itu, maka candaan itu yang keluar.

Air matanya menetes kembali setelah sekian lamanya. Melihatnya, Naruto kini yang melapangkan kedua tangannya.

Pluk!

Dan kali ini, Kurumi sendiri yang berlari dan mendekap tubuh Naruto.

"Ini benar-benar kau, ini benar-benar kau Nii-san!!!!"

"Ya, ini aku... Setelah sekian lama, adik kecilku Kurumi yang manis!"

Naruto mengusap rambut hitam mengkilap yang menurutnya tidak pernah berubah sejak ia kecil dahulu.

Cukup lama mereka berpelukan diatas gedung pencakar langit itu. Naruto sendiri menunggu Kurumi yang sedang meluapkan rasa rindunya dengan sabar.

"Kurumi... Sepertinya selagi aku tidak ada, banyak perubahan yang terjadi padamu yah?"

Kurumi melepaskan pelukannya dan mengangguk pelan. Ia dengan wajah malu-malu menunjukkan gaun gothik lolitanya itu.

"Aku... Sekarang seorang- Spirit bukan? Gadis yang muncul setelah Spacequake terjadi."

Kurumi membelalakkan matanya saat Naruto memotong ucapannya, sepertinya ia telah mengetahui akan keberadaan gadis-gadis seperti dirinya.

"T-tidak! Aku tidak tahu, sebenarnya aku hanya mendengar penyebutan kata Spirit itu dari kakak angkatku saja..." Ujar Naruto cepat melihat wajah Kurumi yang menampilkan keterkejutan.

"Perkenalkan dirimu, Zafkiel!"

Kurumi mengangkat tangannya ke atas dan sebuah benda mirip jam besar muncul dari ketiadaan di belakangnya.

"A-apa itu?! K-kurumi! Sebenarnya Spirit itu apa?!"

"Kekuatan kami para Spirit, itu biasa disebut Angel, milikku adalah Zafkiel... Angel penguasa waktu."

Lalu Kurumi pun menjelaskan mengenai kekuatannya dan juga mengenai kebenaran dibalik Spacequake, AST, dan juga DEM.

"Begitu... Tak kusangka... Takdir benar-benar bermain-main pada kita," Ujar Naruto tertawa keras dan duduk bersila di depan Kurumi.

Sesosok humanoid berwarna emas muncul di belakangnya.

"A-apa itu?!"

Naruto langsung kaget saat Kurumi terkejut sambil menunjuk ke belakang Naruto, tempat dimana humanoid itu berada.

"Kau bisa melihatnya, Kurumi?!"

Kurumi mengangguk sambil mempertahankan Zafkiel miliknya. Mungkin saja humanoid itu mengincar kakaknya.

"Ini sungguh menarik, tidak kusangka kau yang tidak memiliki Stand bisa melihat Stand ku ini, apa mungkin karena kau ini Spirit?"

"Stand?"

"Yeah, perwujudan dari energi kehidupanku, setelah selamat dari anak panah yang sengaja kutusukkan pada diriku sendiri waktu itu, aku mendapat kekuatan Stand ini, The World!"

Kini, giliran Naruto yang menjelaskan apa itu Stand dan bagaimana mereka bisa terwujud.

"Kemampuan kita sama-sama terikat dengan waktu heh? The World milikku mampu menghentikan waktu walau hanya sebentar saja."

"A-aku memang pernah menemui beberapa dari makhluk-makhluk aneh ini, tidak kusangka kakak juga memilikinya, selain itu menghentikan waktu..."

Ia langsung teringat bagaimana ia tiba-tiba berada disini, padahal sebelumnya ia berhadapan dengan Wizard terkuat.

"Jadi! Bagaimana aku bisa tiba-tiba muncul disini, ini karena kemampuan kakak?!"

"Benar, mungkin bagimu rasanya seperti berteleportasi dalam sekejap, namun itu semua karena kau tidak dapat masuk kedalan dunia dimana waktu terhenti, jadinya kau tidak mampu merasakan apapun selama di dalam dunia itu."

"I-itu... Bahkan lebih hebat dari kemampuan menghentikan waktuku..."

Salah satu kekuatan Zafkiel adalah menghentikan waktu, namun yang ia hentikan hanyalah waktu dari orang-orang yang ia tembak menggunakan peluru khusus Zafkiel.

Berbeda dengan Naruto yang kemampuannya menghentikan waktunya berlaku secara universal, saat ia mengaktifkan kemampuannya, maka seluruh dunia akan terkena penghentian waktu itu.

"Kurumi... Maukah sekali lagi, kau tetap berada di sisiku?"

Kurumi melebarkan matanya mendengar permintaan Naruto. Ia ingin sekali mengangguk, namun ia masih punya tujuan lain meskipun tujuan terbesarnya telah terpenuhi.

"Maafkan aku Nii-san, tapi aku..."

"Aku mohon Kurumi... Akan kulakukan apapun, meskipun itu dengan berarti lancang melangkah ke area para Dewa!"

Kurumi menundukkan kepalanya. Dengan bibir bergetar, ia mengatakannya dengan lemah. Meskipun lemah, Naruto masih bisa mendengarnya.

"Aku masih harus menebus dosa pada 10.000 orang yang kubunuh... Meskipun Dewa akan memaafkanku, tapi tidak dengan jiwa-jiwa mereka..."

To Be Continued...


Seperti beberapa dari kalian kira, kekuatan Naruto disini adalah Stand The World milik antagonis Dio Brando dari seri Jojo Bizzare Adventure Stardust Crussader.

Saya memilihnya karena emang suka dengan kekuatan yang berhubungan dengan memainkan waktu, dan Stand dari seri Jojo memilikinya, seperti menghentikan waktu, men-skip waktu, dan mempercepat waktu.

Oke, fict ini akan sedikit berbeda dari Cannonnya, dan pair belum terpikirkan.

Untuk masalah penjelasan, akan terungkap seiring berjalannya cerita.

Lalu, untuk masalah tata letak paragraf dan dialognya, apa sudah terlihat lumayan? makasih banget untuk sarannya kemarin!!!

Ok, See Ya, Stay Safe all! #DirumahAja.