New Life! New Lover!
Naruto Masashi Kishimoto
Akame Ga Kill Takahiro Tetsuya Tashiro
NOTE:*)Bercak kekuatan Esdeath(yang ada di antara leher sama dada nya) ilang tapi kekuatan es nya masih bertahan disini!
Esdeath digendong oleh Minato. Sementara Rin,Kakashi,dan Obito mengikutinya di belakang.
Esdeath hanya menurut saja layaknya seperti anak polos berumur belasan tahun pada umumnya.
Gerbang desa itu langsung terbuka sepenuhnya ketika Minato dan anak didiknya datang.
Esdeath mulai memperhatikan keramaian desa ini.
Desa ini penuh dengan keceriaan, dan Esdeath tidak mencium bau-bau mencurigakan di desa ini.
Minato lalu berbalik dan menyuruh Kakashi, Rin, dan Obito untuk pulang karena latihan hari ini sudah selesai.
Kemudian Minato membawanya ke sebuah gedung bundar berkubah merah dan bertuliskan 'Ho'Api.( maaf bila aku salah, reader-san:') Entah kenapa otak Esdeath otomatis saja mengetahui maksud dari tulisan-tulisan yang ada disekitarnya.
Minato mengajaknya memasuki sebuah ruangan, Esdeath dipersilahkan duduk. Begitu pula Minato yang sudah siap dengan kertas dan juga beberapa peralatan mencatat lainnya.
"Tempat asal? " tanya ulang Minato.
"Aku kan tadi sudah bilang aku tidak tau darimana tempat asalku." ucap Esdeath dengan menggembungkan pipi.
"Oh iya iya aku lupa. " ujar Minato sambil mengusap kepala dan tertawa.
"Ya sudah berarti yang ini kita kosongkan.
Tempat menetap? Barangkali kau punya keluarga di desa ini Esdeath-san? Coba ingat-ingat?"
"Tidak ada sama sekali Minato-san. "
"Hmmm... Baiklah untuk sementara waktu kau tinggal bersamaku."
'NANI?!! Seorang pria dewasa mengajak ku tinggal bersamanya?! '
"...tenang saja kau tinggal bersamaku dan juga istriku. " ulang Minato yang balik memperhatikan Esdeath yang menatapnya dengan curiga.
"Baiklah. Aku janji aku tidak akan merepotkanmu dan istrimu. Aku Janji. Arigatou Minato-san. "
"Hmmm... Iya sama-sama. Mari kuantar kau ke rumahku terlebih dahulu. " alasan Minato tidak menyuruh bawahannya karena ia ingin berbicara langsung dengan Kushina terkait mengizinkan Esdeath sendiri tinggal di rumah mereka.
Ketika mereka berdua tiba di depan pintu. Kushina langsung membukanya dan begitu terkejut melihat Minato membawa seorang anak perempuan bersurai baby blue yang menurutnya sangat imut itu.
"Minato siapa anak ini? Kyaaa... Dia cantik sekali 3." Kushina tanpa aba-aba langsung memeluk Esdeath sangat erat. Esdeath hampir sulit bernafas. Lumayan keras juga pelukan istri Minato ini.
Minato hanya bingung kemudian terkekeh dan menjelaskan semua tentang Esdeath kepada Kushina.
"Oh... Jadi kau tersesat di hutan? Dan bingung mau kemana? "
"I-iya boleh dibilang begitu... "
"Kyaaa... Minato kita adopsi sementara yah?" seru Kushina sambil memohon dengan serius kepada Minato.
"Baiklah jika itu menyenangkan hatimu aku bisa apa. " Minato kembali tersenyum dan memeluk istrinya.
"Mulai sekarang kamu boleh tinggal disini. Dan jadilah anak kami berdua untuk sementara waktu. "
'A-apa sementara? Kenapa kedua orang ini memberi jawaban kepadaku menjadi anak adopsi sementara? Masa bodolah! Biarlah aku akan mencari pekerjaan supaya tidak merepotkan mereka berdua kedepannya. ' batin Esdeath menatap mereka berdua.
"Bagaimana kau setuju tidak. Esdeath-chan? " sahut Kushina dengan penuh harap.
"Iya aku setuju. Arigatou Minato-san, Kushina-san. " ujar Esdeath sambil menundukan badan menghadap mereka berdua.
Minato kemudian pamit, untuk kembali ke gedung Hokage. Kushina mengajaknya masuk dan terus mengenggam tangan Esdeath yang dingin sedingin es.
"Mulai sekarang panggil aku Kaa-san yah. " ucap Kushina sambil melebarkan senyum andalannya.
"Ya... " ujar Esdeath dan langsung menenggelamkan mukanya ke dalam pelukan Kushina.
Kushina sangat mengaggumi semua tentang Esdeath. Mulai dari rambutnya, matanya, dan juga kulit putih pucatnya. Hanya satu hal yang Kushina kurang suka dari Esdeath.
"Kenapa tanganmu selalu dingin saat kusentuh? " ucap Kushina sedikit khawatir.
"Tidak menurutku ini cukup hangat Kaa-san." ujar Esdeath sambil menyatukan kedua telapak tangannya.
Kushina lalu mengajaknya untuk berganti pakaian. Memakai pakaian kunoichi semasa kecilnya.
(pakaian Kushina pas jadi Kunoichi, kimono-kuning dengan ujung lengan berjahit jelujur celana strit hitam pendeknya.)
"Bagaimana? Itu terlihat cocok denganmu bukan? " ujar Kushina sambil mengajak Esdeath bercermin.
"Tidak. " ujar Esdeath dingin.
"Ha?! Tidak? Apa kau tidak suka dengan warnanya? "
"Iya. Aku ingin warna ungu gelap Kaa-san. "
"Oh. Ungu gelap. Tunggu sebentar, sepertinya aku menyimpannya." Kushina langsung berlari menuju lemari lain dan mencari pakaian yang dimaksud.
Dan Kushina pun membantu memakainya.
(jadi Esdeath pakai pakaian Kushina cuman beda warna primer nya saja, ya kawann :v)
"Itu sangat cocok denganmu 3." ujar Kushina.
Dan setelah itu Kushina terus saja menyuruh Esdeath memakai semua koleksi pakaian masa kecilnya yang lumayan banyak :')
Sore hari Kushina tertidur begitu saja di sofa. Esdeath yang melihatnya saat itu, langsung berkeliling di sekitar rumahnya. Ia sangat ingin mengetahui semua hal tentang tempat tempat tinggalnya dan keluarga barunya.
Disuatu ruangan diatas meja. Esdeath secara tidak sengaja menemukan sebuah buku. Yang ia perhatikan cover nya bertuliskan album. Kemudian Esdeath mulai membukanya melihat isinya.
Di album itu berisi kumpulan foto Minato dan Kushina dari kecil sampai menikah, dan tak lupa ke-3 anak didiknya yang pagi tadi ia temui.
Esdeath kemudian memperhatikan foto anak laki-laki berambut silver yang bernama Kakashi itu.
"Dia orang pertama yang mengejek namaku. "
"Uhh... Siapa Esdeath-chan? " seru Kushina yang tiba-tiba muncul saja dibelakang Esdeath. Esdeath kaget dan langsung melempar album itu jauh-jauh. Kushina mengambilnya dan memperhatikan foto yang tadi Esdeath maksud.
"Oh Kakashi. Kau membencinya? " tanya Kushina yang mulai mendekatinya dengan penasaran.
"Ya dia orang menyebalkan saat pertama kali aku bertemu dengannya. " seru Esdeath sambil menggembungkan pipinya kesal. Kushina mengusap rambutnya.
"Hey. Dia anak lelaki yang baik kok Esdeath. "
"Kaa-san!"
"Ya?"
"Aku mau ganti namaku saja. " Pipi Esdeath semakin merah karena marah mengingat kejadian tadi pagi.
"Mengganti namamu?"
"Ya. Aku rasa semua orang yang aku temui termasuk Kaa-san sepertinya kesulitan menyebut namaku. "
"Ya. Ehehehe maaf tapi itu benar sekali sayang. " ujar Kushina sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"... Baiklah aku akan mencari nama yang cocok denganmu. "
Rambut biru.Mata berwarna biru.Kulit seputih salju.Dan tangan yang selalu dingin.
"Hana." ujar Kushina tanpa ragu
"...Semua itu cocok dengan semua yang melekat pada dirimu. "
"Hana... " ujar Esdeath "... Aku menyukainya 3"
"Jadi namamu sekarang adalah Namikaze Hana. "
Esdeath senang mendengarnya.
"Oh yah, mulai sekarang panggil Minato dengan sebutan Tou-san. " Hana mengangguk.
PENTING!!!
(Mulai sekarang Esdeath ganti nama jadi 'Hana'. Nama boleh beda tapi ciri fisik tetap sama seperti Esdeath biasanya. MAAF ya bila kalian gak suka nama Esdeath sama aku ganti :')).
Dimalam hari Hana ditempatkan di kamar atas milik Minato saat kecil dulu. Mereka berdua merapihkan serta membereskannya dengan rapi.
Selain itu, Hana membantu Kushina untuk mengangkat baju-baju bekas Kushina untuk dipakai oleh Hana kedepannya.
Kushina memperlakukan Hana layaknya anak sendiri. Walau baru menikah selama beberapa bulan dengan Minato. Kushina masih belum merencanakan untuk memiliki putra.
Ia takut...
Takut akan monster yang berada dalam dirinya menyerangnya dalam keadaan saat ia tengah tak berdaya.
Kushina belum siap untuk menghadapinya.
Ia ingin menikmati masa-masa indah bersama Minato walau sebentar saja.Dan kedatangan Esdeath alias Hana. Membuatnya tampak hidup!
Kushina merasa sudah menjadi seorang ibu walau belum menjadi seorang ibu sejati.Setidaknya, Hana dapat menjadi media belajarnya untuk menjadi seorang ibu yang baik.
Kushina bahkan bersedia menjadi pengiring cerita tidur Hana agar terlelap.
Kushina menceritakan semuanya. Mulai dari semua dongeng yang ada di desa Konoha, klan-klan yang ada di desa Konoha. Dan yang terakhir adalah cerita ke-3 teman baru nya yang tadi ia temui saat pagi.
Hana kesal mengingat bocah bermasker itu. Untungnya saat Kushina mulai menceritakan bagian tentang bocah itu. Hana sudah jauh lebih dulu terlelap.
Membuat Kushina tersenyum, dan menyelimuti badan Hana dengan selimut.
"Oyasuminasai Hana-chan :) " ucap Kushina lalu menutup pintu kamar tidurnya.
NOTE: *)Maaf bila ada kesalahan tanda baca dan sebagainya. Author pemula disini. Gomenasai bila salah atau alurnya tidak nyambung :')*)Sekali lagi Gomenasai kuganti nama Esdeath nya menjadi Hana. Makna artinya sih 'cantik, anggun' dalam bahasa Jepang jadi kupilih nama itu :)*)Review nya beb :) Barangkali ngasih saran atau semangat buat aku (:
