Korewa ore no sekai ka?

Tsukasa yang telah berpakaian seperti seorang pedagang, berjalan mendaki tebing lembah yang ia turuni barusan, secara ajaib sebuah kereta kuda berisikan barang dagangan muncul dihadapan Tsukasa. Tsukasa pun memperhatikan sekitar mencoba mencari tahu siapa pemilik dari kereta dagang tersebut.

"Hallo! Siapa pun ini keretanya ketinggalan!"

Karena tidak ada jawaban, Tsukasa pun memilih pergi dari sana. Namun, satu hal yang tak dapat disangka oleh Tsukasa adalah kuda yang menarik kereta itu malah berjalan mengikutinya.

"Kenapa kau mengikutiku? pergi sana temui tuanmu!"

Mendengar perintah Tsukasa, Kuda itu malah semakin mendekat dan menundukkan badannya di hadapan Tsukasa.

Tsukasa yang melihat hal itu terdiam dan mengelus kepala kuda tersebut, Tsukasa juga melihat ada sebuah gulungan kertas terikat di leher kuda tersebut, hal itu membuat Tsukasa penasaran dan mengambilnya.

"Kira-kira apa isinya."

Setelah Tsukasa membukanya, pria berambut coklat itu nampak kaget dengan isi pesannya.

To : Kadoya Tsukasa/Kamen Rider Decade

Yo Kadoya Tsukasa, aku tahu kau sedang dalam kesulitan karena tidak bisa memanggil sepeda motormu ataupun membuka portal Aurora, itu karena kau sedang berada di dunia baru yang tidak mengenal sistem Rider dan Sentai. Jadi sebagai ganti dari sepeda motormu yang tak bisa dipanggil, aku memberikanmu kuda dan kereta dagang untuk mempermudah perjalananmu, semoga kau nyaman di dunia baru itu. Oh satu lagi gara-gara kau pergi kemari aku juga tejebak di sini. Onore Dekeido!!!

From Narutaki

"Ehem, Kelihatannya dia masih membenciku, tapi... kok ngebantu sih anjir."

Karena tidak ingin terlalu banyak berpikir Tsukasa pun akhirnya memilih menaiki kereta dagang itu dan menjalankannya, membawanya berjalan untuk menemukan tempat keluar dari sana.

Tak lama setelah dalam perjalanan lurus kedepan, entah menabrak apa dirinya, secara tiba-tiba dari sebuah tempat gersang berubah menjadi hutan yang cukup subur dan memiliki banyak pohon dan rerumputan.

'Kelihatannya aku berada di tempat yang memiliki energi kehidupan yang memadai.'

Tsukasa mengambil kameranya kembali dan memotret sekitarnya. Lalu memutuskan untuk berhenti atau beristirahat, karena hari sudah mulai gelap.

"Kelihatannya sudah malam. Sebaiknya kita beristirahat."

Mendengar apa yang dikatakan Tsukasa, kuda itu berhenti dan mulai duduk beristirahat, saat mencari selimut Tsukasa pun mengambil kain hitam dan menutupi tubuhnya lalu tidur.

"Natsumi-kan, bagaimana kabarmu?"

Gumam tanya Tsukasa sembari berbaring tidur di dalam kereta dagangnya. Ya dia cukup rindu dengan teman seperjuangannya, ya selain gadis itu sering memberikan nasehat, ia juga pemilik dari Studio Foto Hikari tempat biasa ia mencetak foto-foto berantakkannya.

Secara tiba-tiba ia langsung berada di sebuah tempat bertema gelap dengan banyak planet seperti bumi berterbaran di seluruh tempat.

'Huh apa ini? Aku merasa Dejavu dengan semua ini.'

Tak lama kemudian muncul seorang pria berjubah merah dengan rambut putih dan mata abu-abu menatapnya dengan tatapan cukup tajam.

"Siapa kau? Dan di mana ini?"

"Aku adalah Emiya. Counter Guardian, Ini adalah kumpulan univers dan singgularity dunia anime."

"Lalu ada urusan apa kau menemuiku?"

"Aku mengetahui semua tentangmu di Univers Singgularity Tokusatsu Toe. Kau adalah Rider yang tidak memiliki dunia sendiri, jadi kalau aku membawamu kemari kurasa tidak akan ada pengaruhnya."

"Jadi ... apa yang kau inginkan dariku?"

Emiya yang mendengar pertanyaan dari Kadoya Tsukasa hanya tersenyum sinis, lalu berkata.

"Decade haruskah aku bilang begitu?"

Tsukasa yang mendengar panggilan Emiya pada dirinya hanya bisa mengalihkan matanya dari pria itu dan memotret apa saja yang ada sekitarnya.

"Bisakah kau memanggilku dengan nama lain."

"Kalau begitu, Kadoya-san."

"Hem terserahlah."

"Jadi Kadoya, aku memerlukan kemampuanmu untuk berkelana ke seluruh dunia anime dan melihat atau memperhatikan keadaan di sana lalu mencari tahu semua masalah di sana. Karena aku bisa merasakan adanya ketidak seimbangan alur di setiap singgularity. Aku tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri, maka dari itu aku meminta dirimu untuk membantu ku menyelesaikan masalahnya, karena kelihatannya ada beberapa individu yang tak bertanggung jawab yang datang mengacaukan alur sejarah dengan kemampuanmu untuk berpindah dunia, aku yakin kau bisa menyelesaikan masalah ini."

Tsukasa yang mendengar jawaban dari Counter Guardian itu, kembali bertanya.

"Memangnya kekacauan semacam apa yang telah terjadi?"

"Entahlah, tapi kau bisa melihat, beberapa dunia mulai saling menyatu dan menghancurkan, kau harus mencari tahu penyebabnya sementara aku dan beberapa Counter Guardian lain akan menjaga dunia untuk memperlambat penyatuan dunia."

"Baiklah, tapi ... kelihatannya kalau hanya mengandalkan kemampuanku semata, aku tidak yakin bisa menang."

Mendengar perkataan Tsukasa, Emiya pun mendekat dan bertanya.

"Kenapa kau berpikir begitu?"

Tsukasa pun mengambil Ride Booker yang ia milikki dan membukanya lalu memperlihatkan kartu-kartunya menghitam.

"Karena sebagian kekuatanku menghilang. Dan juga aku tidak tahu sekuat apa musuh yang akan aku hadapi."

Emiya pun menyentuh kepala Tsukasa sembari tersenyum. "Aku akan membantumu."

Secara tiba-tiba tubuh Tsukasa dibalut cahaya dengan warna biru berbentuk sirkuit, lalu seluruh pengetahuan milik Emiya, mulai dari ingatan dan cara menggunakan kekuatannya.

"Huaaa! Apa itu?"

Tsukasa terbangun dan kebingungan, karena ia kembali ke tempat dimana ia berada sebelumnya.

Bersambung