Sekitar bulan kedelapan kalau Chanyeol tak salah hitung dia baru berani melakukan dua kata diatas terhadap Kyungsoo.

Ciuman pertamanya dengan Kyungsoo.

Perlu digaris bawahi. Ciuman pertama Chanyeol memang bukan dengan Kyungsoo.

Memiliki tiga mantan kekasih tentu sebelumnya Chanyeol pernah melakukan hal demikian. Tak penting membahas siapa yang mendapat ciuman pertamanya, tapi perlu diketahui he is a good kisser. Oke ini juga tak penting.

Mungkin sebagian bertanya, kenapa Chanyeol baru melakukannya pada bulan kedelapan sementara sebagian besar pria diluaran sana melakukan hal demikian pada pasangannya lebih cepat. Bahkan mungkin mereka melakukan lebih dari sebuah ciuman.

Meski tak juga dikatakan pria baik-baik, setidaknya Chanyeol masih tahu batasan dan tak melakukan hal yang satu itu.

Melihat kepolosan dan kesederhanaan Kyungsoo, Chanyeol menekankan pada dirinya sendiri ia tak ingin merusak kekasihnya itu.

Padahal dihubungan hubungan sebelumnya Chanyeol tak pernah menahan diri seperti ini.

Ciuman diantara sepasang kekasih itu hal biasa. Melakukannya didepan umum pun tak masalah dinegaranya ini. Itu pandangan sebagian besar orang. Tapi melakukannya pada Kyungsoo...

Setiap terlintas keinginan itu dikepalanya Chanyeol selalu dengan cepat-cepat menepisnya.

Mungkin dengan umurnya yang sudah seperempat abad membuatnya makin dewasa. Chanyeol ingin menjaga Kyungsoo...

Tetapi ternyata tekadnya itu patah saat Chanyeol tak dapat menahan keinginannya menyentuh bibir merah muda itu dengan bibirnya.

Intensnya pertemuan diantara dirinya dan Kyungsoo. Membuat hubungan mereka kian dekat. Tidak ada lagi kata canggung apalagi bermain kucing-kucingan dari orangtua.

Sesuai janji Kyungsoo terhadap sang ayah, satu hari setelah Chanyeol resmi memacari Kyungsoo, Kyungsoo membawa Chanyeol ke rumahnya dan memperkenalkan pada orangtuanya.

Begitu juga yang dilakukan Chanyeol, meski tak secepat yang dilakukan Kyungsoo.

Karena moment malam itu pula pendirian Chanyeol jadi runtuh.

e)(o

Chanyeol melirik Kyungsoo yang lebih banyak diam setelah Chanyeol membawa gadisnya itu kepesta ulang tahun perusahaan ayahnya sekalian memperkenalkannya pada keluarganya.

Chanyeol menyadari perubahan suasana hati gadisnya itu.

Apa Kyungsoo kecewa setelah mengetahui seperti apa dirinya yang sebenarnya?

Padahal perubahan penampilannya dibeberapa bulan ini Chanyeol bermaksud dengan perlahan menunjukannya pada Kyungsoo supaya perempuan itu tahu bahwa ia tak sesederhana saat Chanyeol membawanya pergi pertama kali dengan scooternya.

Kini perempuan itu tahu bahwa Chanyeol berasal dari kalangan keluarga yang cukup berada. Kyungsoo mengetahui kalau ternyata Chanyeol bekerja di salah satu perusahaan yang dipimpin ayahnya sendiri.

Apa setelah tahu itu semua Kyungsoo ingin menjauhinya?

Chanyeol tidak akan membiarkan itu.

Saat mobil berhenti didepan rumah Kyungsoo. Kyungsoo membuka safetybeltnya bersiap turun.

"Besok kuliah 'kan?" Chanyeol mencoba mengusir kebekuan yang terjadi. Kyungsoo hanya menganggukan kepalanya.

"Berangkat jam berapa? Biar aku antar."

"Tidak usah, aku berangkat bersama Jongdae saja. Lagi pula aku masuk siang."

Terang Kyungsoo lembut tapi perempuan itu menghindari tatapan Chanyeol.

Lihat bahkan Kyungsoo menolak tawarannya.

"Kalau begitu pulang nanti biar aku jemput." Chanyeol tak menyerah.

Melihat raut penuh harap Chanyeol Kyungsoopun akhirnya mengangguk. Mulutnya memaksakan senyum.

Hal itu rupanya disadari Chanyeol dan membuat pemuda itu kian resah. Chanyeol bingung harus berbuat apa.

Satu sisi ia ingin bertanya tapi ia yakin Kyungsoo tak akan bercerita. Jika Chanyeol memaksa situasi pasti akan menjadi lebih rumit lagi.

Damn. Chanyeol tak menyukai Kyungsoo bersikap dingin seperti ini terhadapnya.

"Ya sudah, masuklah. Ayah pasti menunggu."

Meski enggan untuk berpisah karena merasa sesuatu masih mengganjal disebabkan sikap dingin Kyungsoo. Chanyeol mengusak lembut rambut perempuan itu.

Lagi-lagi Kyungsoo hanya mengangguk. Membuat Chanyeol jadi gemas sendiri dibuatnya. Hingga ia meraih dagu perempuan itu memaksa menatap matanya.

"Kyungsoo-ya, apa aku membuatmu kecewa?"

Kyungsoo diam menggeleng dibawah tatapan tajam Chanyeol.

"Lalu kenapa jadi dingin seperti ini?"

Kyungsoo merasa tak tahan ditatap sedemikian lembut juga penuh rasa kefrustasian itu. Ketika ia berniat menunduk Chanyeol kembali mengangkat dagunya.

Kyungsoo pun bingung harus bagaimana menjelaskan perasaannya sekarang. Setelah tahu tentang keluarga Chanyeol yang sebenarnya, Kyungsoo merasa minder berada didekat pria itu. Juga sedikit shock kalau selama ini ternyata ia memacari anak orang kaya dikotanya.

Kyungsoo bahkan sempat berniat untuk menjauhi Chanyeol. Guna mengantisipasi perasaannya, takut merasakan sakit hati berlebihan jika hubungannya dengan Chanyeol tetap berlanjut lalu kemudian putus. Bukannya tega, atau ia tak menyayangi Chanyeol. Hanya saja belum apa-apa Kyungsoo sudah psimis.

"Kyungsoo-ya katakan sesuatu,"

"Aku, aku masih sedikit terkejut ternyata aku memacari anak seorang pengusaha. "

"Apa setelah tahu itu perasaanmu berubah?" Chanyeol tak melepaskan tangannya didagu Kyungsoo.

Merasa ciut melihat kilatan marah dimata Chanyeol, Kyungsoo menggeleng cepat.

Tentu saja tidak.

"Dengarkan aku, aku tak bermaksud menutup nutupinya selama ini, dan aku pikir kamu akan tidak nyaman jika aku terlalu mencolok dan berlebihan didekatmu."

Kyungsoo terdiam mendengar penjelasan Chanyeol.

"Aku tetap orang yang sama. Begitu juga perasaanku, justru... semakin bertambah saja rasanya."

Dan mana mungkin bisa Kyungsoo meninggalkan Chanyeol. Perlakuannya yang lembut juga kata-katanya membuat tulang-tulang Kyungsoo seperti menghilang dari tempatnya.

Tanpa mengatakan apapun perempuan itu pada akhirnya berhambur memeluk Chanyeol erat. Chanyeol menghela napasnya lega kemudian tersenyum lebar.

"Jangan sungkan katakan kau menyayangiku Kyungsoo-ya." Kekeh Chanyeol. Kyungsoo mengurai pelukannya lalu meniju pelan dada pemuda tinggi itu. "Ya aku menyangimu."

Chanyeol kini tertawa. Tangannya mengusak puncak kepala perempuan itu gemas. Lalu setelah saling melempar senyum dengan berat hati ia menyuruhnya turun. Khawatir kaca pintunya digedor calon mertua.

Tetapi saat Kyungsoo berbalik baru akan membuka pintu mobil, Chanyeol meraih kembali tangannya. Membawa kepala gadis itu bersandar di jok Chanyeol mencium bibirnya. Hanya sekedar menempelkan bibirnya sedangkan tangannya menahan lengan perempuan itu.

Kyungsoo, perempuan itu tekejut. Matanya melebar, tubuhnya tak berani bergerak saat bibir Chanyeol menempel dibibirnya.

Jantungnya begemuruh selagi napasnya tertahan. Saat Chanyeol menjauhkan kembali wajahnya Kyungsoo menunduk menyembunyikan matanya yang berair. Saat air matanya itu jatuh Kyungsoo menghapus dengan tangannya yang gemetar berharap Chanyeol tak melihatnya tetapi rupanya Chanyeol melihat hal itu.

"Kyungsoo-ya..."

"..."

"Hei... jangan menangis."

Mendengar itu justru Kyungsoo tak dapat menahan isakannya. 'Haish...'

"Hiks.."

Tanpa berkata-kata lagi Kyungsoo turun dari mobil dan berlari masuk kedalam rumahnya meninggalkan Chanyeol yang terbengong dengan segudang pertanyaan bersarang dikepalanya.

"Arghhhh haishhh bodoh kau park."

Pemuda tinggi itu menghempaskan dirinya ke jok mengusap wajahnya.

"Tapi kenapa reaksinya sampai seperti itu?" Chanyeol terheran. "Apa aku terlalu agresif?"

"Apa dia tak menyukainya?

"Bahkan bibirku hanya nenempel."

Chanyeol tak henti-hentinya bertanya sendiri.

Baru kali ini Chanyeol mendapat reaksi berbeda setelah Chanyeol mencium bibir seorang wanita.

Kyungsoo menangis seperti Chanyeol baru saja berhasil menidurinya paksa.

Chanyeol menegakan kembali punggungnya, kepalanya bergerak kekanan kiri menelusuri pantulan wajah tampannya di kaca spion.

Tak ada yang aneh, bulu hidungnyapun tak ada yang keluar. Perfect seperti biasa.

Chanyeol masih kebingungan dengan reaksi Kyungsoo.

"Apa tadi itu ciuman pertamanya?" Pria tinggi itu kembali menggumam.

Tak lama kedua sudut bibir pria itu pun terangkat. Rasanya ingin berseru senang sambil berjingkrak merasa tebakan terakhirnya itu benar.

"Kenapa aku punya pacar menggemaskan sekali."

Baru sadar kalo chapter ini belum aku publish disini :"