Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
Fic ini mengandung unsur yang tidak begitu di terima oleh publik, harap memikirkan segala aspek tanpa fokus hanya pada satu bagian saja.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
.
.
[Blossom In The Winter ]
( Chapter 17 )
.
.
.
Normal pov.
Itachi berjalan tergesah-gesah ke arah ruangan Sasuke, tanpa mengetuk dan masuk begitu saja.
"Meskipun kau kepala direktur bisakah kau mengetuk terlebih dahulu?" Tegur Sasuke.
"Aku tidak ada waktu untuk melakukan hal itu, aku yakin ini karena sikapmu yang sudah sangat keterlaluan padanya." Ucap Itachi.
"Apa maksud kakak?"
"Wali kelas Sakura menghubungiku, dia mengatakan apa Sakura sedang sakit atau apa? Dia tidak masuk sekolah hari ini." Ucap Itachi dan cukup membuat Sasuke beranjak dari kursinya. "Jika kau marah padanya, cukup sehari saja, kenapa kau terus-terusan saja marah padanya, sekarang Sakura tidak ke sekolah, kemana anak itu?" Tambah Itachi, dia sangat khawatir mendengar hal itu.
"Kenapa kakak menyalahkanku?"
"Ya, ini semua salahmu! Kenapa tidak bersikap seperti biasanya saja, menjauhkan Sakura dari kami atau memperlakukannya seperti pasangan hidupmu. Apa kau tidak mengerti bagaimana perasaan Sakura? Jika kau sudah memulai sesuatu seperti ini, selesaikan! Jangan membuatnya kebingungan, sekarang dia sedang mengalami masa remajanya, masa itu sangat rentang untuk lebih membenarkan hal buruk yang mereka lakukan. Cari Sakura sekarang juga dan minta maaf padanya."
"Aku akan mencarinya." Ucap Sasuke dan bergegas.
Itachi hanya menghela napas, dia tidak mengerti akan sikap Sasuke yang sekarang jauh lebih kekanak-kanakan.
"Aku melihat Sasuke pergi, mau kemana dia?" Tanya Izuna, baru saja keluar dari ruangannya dan melihat Sasuke.
"Sakura bolos dan entah berada dimana." Ucap Itachi.
"Apa! Kita harus mencarinya, apa kakak tidak khawatir? Kenapa membolos? Sakura bukan anak seperti itu." Ucap Izuna.
"Jika Sasuke tidak berhasil menemukannya kita akan pergi mencari bersama."
"Apa? Tidak, jangan menunggunya. Ah sial! Sasuke selalu saja membuat masalah, katanya peduli pada Sakura, tapi memperlakukannya seperti itu. Aku jadi sangat kesal dan ingin menghajarnya."
"Sudahlah, kembali ke ruanganmu, kita harus tenang, aku yakin Sasuke akan menemukan Sakura. Dia tidak akan pergi jauh." Ucap Itachi, walaupun dia tetap merasa sangat khawatir.
Sementara itu, Sasuke datang ke sekolah Sakura, dia mungkin bisa mendapatkan informasi dari salah satu teman dekat Sakura.
Beberapa murid cukup terkejut saat melihat seorang pria datang dan masuk begitu saja ke kelas.
"Maaf, aku kakaknya Sakura, apa aku bisa berbicara dengan Yamanaka Ino, hanya sebentar saja." Ucap Sasuke.
Seorang guru perempuan hanya menatap wajah Sasuke dengan rona memerahnya.
"Ta-tapi sebentar saja, sebenarnya ini salah, anda tidak bisa masuk ke kelas begitu saja." Ucap guru ini dan terlihat gugup.
"Aku mengerti, ini cukup darurat."
"Baiklah, Yamanaka Ino, cepat selesaikan masalahmu ini." Ucap guru itu.
Ino tidak mengerti, hari ini Sakura tidak masuk tapi kakaknya yang datang, beberapa murid lebih sibuk memperhatikan wajah Sasuke, mereka baru saja melihat salah satu kakak Sakura.
"Apa kau tahu Sakura sering kemana?" Tanya Sasuke pada Ino. Mereka hanya berbicara di depan kelas.
"Biasanya kami sering ke pusat kota. Apa Sakura menghilang?" Tanya Ino, khawatir.
"Aku tidak tahu dia berada dimana. Hari ini dia bahkan berani sekali membolos." Ucap Sasuke. Dan terlihat marah.
Ino hanya menatap wajah Sasuke, pria itu terlihat sangat khawatir, sebelumnya Sakura curhat padanya jika Sasuke sedang marah padanya dan tidak ingin peduli padanya lagi.
"Aku mungkin tidak bisa membantu, tapi Sakura sedang mengalami masa sulitnya, jadi kakak jangan marah padanya lagi."
"Apa yang terjadi?"
"Ini bukan hal yang bisa aku ceritakan, kakak bisa tanya langsung pada Sakura." Ucap Ino, gadis itu pamit untuk masuk ke kelasnya.
Sasuke berterima kasih pada guru itu dan bergegas kembali mencari Sakura.
Seluruh kelas cukup ribut dan heboh, mereka sangat ingin mengintrogasi Ino yang berbicara pada pria itu.
"Jadi dia kakaknya Sakura? Pria yang sangat tampan." Bisik-bisik para murid pada Ino.
"Kalian belum melihat semua kakak-kakaknya." Ucap Ino. Cukup membanggakan dirinya, dia sudah melihat Itachi dan Izuna.
"Sungguh? Bagaimana bisa kau bertemu mereka semua." Ribut para murid-murid.
"Tenanglah! Kalian ingin belajar atau keluar!" Teriak guru yang sejak tadi pusing mendengar suara heboh mereka.
Sementara itu.
30 panggilan tak terjawab.
5 pesan baru.
Sakura hanya menatap ponselnya. Ponselnya berdering terus sejak tadi, memikirkan jika mungkin wali kelasnya sudah menanyakan keberadaannya pada kakak-kakaknya, sekarang ponselnya akan mendapat panggilan secara bergantian, dari Sasuke atau Izuna dan juga Itachi, semuanya sedang mencarinya.
"Aku jadi membuat mereka khawatir. Tapi, aku tidak ingin bertemu dengan mereka dulu." Ucap Sakura. Hanya duduk bersandar disamping batu nisan milik ayahnya.
Hingga malam tiba, Sakura baru kembali ke rumahnya.
"Sakura! Kami sangat mengkhawatirkanmu! Dari mana saja kau?" Ucap Itachi, menatap gadis itu baik-baik, berharap tidak terjadi apa-apa padanya.
"Kenapa kau membolos? Kau tidak seperti ini Sakura." Tegur Izuna.
Itachi dan Izuna berada dirumah, tapi Sasuke masih sibuk mencarinya.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya rindu pada ayah dan ibuku, aku pergi mengunjungi makam mereka." Ucap Sakura, tatapannya terlihat sedih.
Izuna dan Itachi saling bertatapan, mereka sangat khawatir, tapi Sakura terlihat sangat sedih.
"Baiklah. Lain kali tolong katakan kau pergi kemana, jangan seperti ini." Ucap Itachi.
"Maaf Niichan, maaf kakak." Ucap Sakura.
Suara mobil yang tengah terparkir, Izuna sudah mengirim pesan pada Sasuke jika Sakura sudah kembali dan berada di rumah. Akhirnya Sasuke kembali dan melihat gadis itu sudah kembali.
Namun,
Plaak!
Tamparan yang cukup keras di dapatnya, Sakura hampir terjatuh, Izuna segera menangkap Sakura dan mendekapnya, sementara Itachi menghalangi Sasuke.
"Apa yang kau lakukan Sasuke!" Marah Itachi, dia tidak mengerti kenapa Sasuke menampar wajah Sakura.
"Aku tidak pernah mengajarinya bersikap seperti itu, siapa yang mengajarimu seperti itu?" Ucap Sasuke, bahkan menatap marah pada Sakura.
"Hentikan Sasuke, bagaimana kau bisa bersikap seperti ini padanya? Kau tidak pernah memperlakukannya seperti ini!" Ucap Izuna, dia bisa mendengar suara isak dari Sakura, gadis itu terus memegang pipinya yang terasa sakit.
"Berjanjilah untuk tidak bersikap seperti ini lagi, jangan membuat masalah, aku lelah, kalian bisa mengurusnya." Ucap Sasuke dan beranjak pergi dari sana.
Sementara Sakura, dia benar-benar syok akan apa yang di lakukan Sasuke, pria itu tidak pernah kasar padanya.
"Tenanglah, jangan pikirkan Sasuke, dia memang selalu bersikap aneh." Ucap Izuna, memeluk adiknya dan berusaha menenangkannya.
Itachi masih tidak memahami akan sikap Sasuke, mengikuti pemuda itu dan menuntutnya untuk berbicara sejujurnya.
.
.
TBC
.
.
update...~
maafkan author yang salah update, tapi author udah update ulang, maaf, nggak sadar kalau salah tempat update, hahahahaha. pokoknya sudah di edit dan tolong di baca kembali. akibat terlalu banyak fic TBC seorang author salah update alur, HAHAHAHAH ketawa aja langsung pas lihat HHAHAHAAH...
oh ya, author punya fic baru... tolong baca yang suka tentang kerajaan yaa.. judulnya "Crown for the queen." di jamin juga seru XD.
