Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
.
.
[ Kagutsuchi(Dewa Api) ]
~ Chapter 17~
.
.
.
Kahukura jadi terus menempel padaku dengan berbagai pertanyaan yang di ajukannya, tapi aku jarang menjawab apapun pertanyaan-pertanyaan itu, dia tumbuh menjadi gadis yang lebih patuh terhadap kedua orang tuanya, menjaga kuil ini dengan sangat baik dan aku rasa dia mulai menerima keadaannya.
"Aku pikir kau dewa yang bisa melakukan sesuatu, setidaknya kau bisa berguna." Ucapnya.
Menatap malas padanya, apalagi yang diinginkannya? Aku tidak pernah merespon apapun hal di mintanya dariku.
"Apa kau tidak bisa mengubah warna rambutku ini? Warna hitam akan jauh lebih baik." Ucapnya.
"Itu adalah ciri khas keturunanmu, jangan melakukan hal konyol itu." Tegurku.
"Kau benar-benar tidak bisa di andalkan sebagai dewa." Protesnya padaku.
"Aku tidak peduli." Cuekku.
Aku pikir, dia benar-benar tidak memikirkan keadaan dirinya lagi, tapi tetap saja dia tidak berubah, hari itu pun dia mewarnai rambutnya dengan sebuah daun yang memiliki sari berwarna hitam dan di campur dengan serbuk arang, aku tidak mengerti akan tindakan gadis itu, dia berani mewarnai rambutnya dan dari mana dia mendapatkan racikan seperti itu?
Rambutnya menjadi hitam, tapi itu bukan hal yang baik, ibunya marah besar, dia sampai di kurung di kuil dan di larang keluar dari sana, dia harus terus duduk dan meminta maaf di hadapan patung dewi Izanami.
Ibunya menjadi sangat malu akan tindakan bodoh anak gadisnya, ayahnya terus berusaha menasehatinya tentang keunggulan warna rambut merah mereka, dia hanya ingin mengubah dirinya dan menjadi lebih percaya diri, tapi hal itu sangat salah.
Dia lupa, jika warga desa lainnya berpikir jika mereka adalah keturunan dewa, walaupun itu tidak benar, para warga jadi memikirkan kedudukan mereka yang jauh lebih tinggi berkat rambut merah itu, julukannya sebagai Oni merah karena anak-anak pikir mereka adalah keturunan setan merah, itu hanya lelucon bagi anak-anak kecil, tapi bagi orang dewasa, bukan seperti Oni melainkan dewa dengan wajah dan penampilan pada tubuhnya yang berwarna merah dan semuanya merujuk padaku, mereka beranggapan jika dewa Kagutsuchi itu seperti Oni merah, hanya dalam penampilan, aku juga tidak mau repot-repot menjelaskan hal salah paham ini hingga akan terus terjadi di masa mendatang.
Tapi, masih ada keluarga Uzumaki yang tahu betul akan wujud asliku, sedangkan pemikiran orang-orang lain di biarkan saja agar mereka tetap memiliki rasa takut padaku dan juga keturunan Uzumaki.
Racikan pewarna rambut yang di buatnya tidak bertahan dan setelah seminggu warna rambut aslinya kembali seperti semula, dia sudah kapok untuk mengubah warna rambutnya.
Setelah masa hukumannya yang juga sudah berakhir, dia kembali menggangguku, tapi dengan cara yang berbeda.
"Apa dewa bisa memiliki pasangan?" Tanyanya.
"Dewi Izanami memiliki pasangan dewa Izanagi." Ucapku.
"Sungguh! Jadi dewa bisa memiliki pasangan!" Ucapnya bersemangat.
"Kenapa tidak, mereka bisa memiliki pasangan mereka sendiri."
"Bagaimana denganmu?"
Aku tidak memikirkan seorang pasangan dengan pandangan buruk seluruh penghuni langit, tidak ada yang berani mendekatiku, mereka terus berpikir jika aku dewa kesialan.
"Jangan bertanya hal aneh padaku." Ucapku.
"Bagaimana dengan dewa dan manusia? Apa hal itu pernah terjadi?"
"Tidak."
"Sungguh? Aku mungkin akan menjadi yang pertama di dalam sejarah." Ucapnya dan aku tidak mengerti.
"Apa maksudmu?"
"Aku menyukaimu dewa! Kau dewa yang sangat tampan, baik, tegas, kadang menyebalkan, tapi aku suka." Ucapnya.
"Berhentilah berharap kau akan memiliki hubungan dengan seorang dewa." Ucapku dan bergegas menghilang dari hadapannya.
Dasar gadis aneh, apalagi yang sedang di pikirkannya? Selalu saja tidak pernah tenang dan tidak berhenti membuat masalah.
.
.
.
.
Hari ini aku melihat beberapa orang dewasa sibuk melakukan sesuatu dengan sisi dari halaman di kuil ini, mereka seperti tengah membangun sesuatu.
"Kau dengar? Mereka akan membangun patung untukmu, katanya untuk memberi penghormatan terhadap dewa Kagutsuchi yang sudah melindungi keluarga Uzumaki selama ratusan tahun." Jelas gadis itu padaku.
"Kenapa? Kau tidak terlihat senang?" Tanyanya.
"Bukan hal yang penting." Ucapku.
"Kau sangat tidak pernah berterima kasih pada leluhurku, padahal mereka sangat menyanjungmu, kenapa sikapmu seperti itu? Tapi tidak apa-apa, aku tetap menyukaimu." Ucapnya.
Menatap gadis itu dengan wajah meronanya, dia masih tidak menyerah untuk berhenti menyatakan perasaannya padaku. Apa yang kau harapkan dari sebuah hubungan dewa dan manusia? Hidupku abadi dan hal ini tidak akan di terima oleh warga desa, apalagi dewa di anggap sesuatu yang suci, maka mereka harus bersama para dewa untuk menjadi pasangan.
"Sebentar lagi umurku akan menjadi 25 tahun, kau harus segera menikahiku dewa." Ucapnya.
"Aku sudah katakan padamu, jangan harapkan sebuah hubungan dariku, aku tidak tertarik terikat dengan manusia." Tegasku.
"Kau harus mencobanya, hidup bersama seorang manusia tidak akan buruk, aku juga akan menjadi gadis yang rajin, mungkin saja aku akan menghapus keturunanku yang memiliki rambut merah ini, anak kita tidak akan di ejek, rambutmu sangat indah dewa, aku sangat iri akan rambut hitammu." Ucapnya dan menyentuh puncuk kepalaku.
"Hentikan, aku tidak tertarik padamu." Ucapku, menjauhkan tangannya dari puncuk kepalaku.
"Padahal aku pikir wajahku ini bisa sedikit memikatmu, aku memang gadis yang tidak cantik, aku pasti sangat jelek, bahkan dewa pun tidak mau denganku." Ucapnya, semangat itu menghilang dan tatapannya terlihat murung.
Dia tidak pernah menyerah untuk membuatku luluh padanya, aku tetap tidak bisa menerima hubungan ini, cukup saat di langit aku membuat masalah dan terlibat dengan dewa Izanagi, jika aku membuat masalah di dunia manusia, apa yang akan terjadi?
.
.
.
.
Beberapa hari ini, suasananya begitu tenang, Kahukura tidak pernah terlihat atau menggangguku, hanya ada kedua orang tuanya dan beberapa orang yang bertugas mengurus kuil.
Ini sangat tenang, tapi bagiku aku tidak terbiasa, mungkin karena selama ini dia rajin datang padaku dan mengangguku dengan banyak pertanyaan dan cerita panjang lebarnya.
"Dimana Kahukura?" Tanyaku pada ayahnya.
"Di-dia sedang berada di luar desa, dewa, mungkin sebentar lagi dia akan pulang." Ucap ayahnya, namun dengan bahasa tubuh yang aneh, dia terlihat gugup. "Apa Kahukura membuat masalah lagi? A-aku mewakilinya untuk minta maaf, dewa." Ucapnya dan terlihat takut.
"Tidak, dia tidak pernah membuat masalah lagi, dia anak yang baik. Aku akan tetap melindungi keluarga kalian." Ucapku.
"Terima kasih dewa, terima kasih." Ucapnya dan berlutut di hadapanku.
Ini sedikit aneh, ketenangan yang aneh, gadis berisik itu tidak pernah muncul, bahkan ucapan ayahnya tak terjadi, dia tidak pernah pulang ke rumahnya.
.
.
.
.
Beberapa minggu berlalu, gadis itu akhirnya pulang, tapi aku tidak melihat tatapan senang dari kedua orang tuanya, mereka seperti tidak ingin anaknya pulang, wajah ceria gadis itu menghilang, tubuhnya terlihatnya sangat kurus, apa saja yang sudah terjadinya?
Dan hari berikutnya, dia datang ke kuil, membawa sesuatu padaku.
"Aku memberi persembahan ini untukmu dewa." Ucapnya tapi tidak menatapku.
Meskipun begitu, aku melihat raut sedih di sana.
"Dari mana saja kau?" Tanyaku.
Dan akhirnya, dia mengangkat wajahnya, air matanya itu menetes dan tatapannya terlihat sangat-sangat sedih.
"Seharusnya dewa segera menikahiku, seharusnya dewa menerima pernyataanku, aku kabur dari rumah calon suamiku, aku tidak mau menikah dengan pria tua itu, dia bahkan jauh lebih tua dari ayah, hiks. Kenapa tidak pernah ada yang baik dalam kehidupanku ini? Kenapa aku terus mendapat hal buruk?" Ucapnya, dia terus menangis dan sesekali menyeka air mata di wajahnya, hidung dan matanya jadi sangat memerah.
"Itu bukan hal penting bagiku, itu adalah garis takdirmu, aku tidak memiliki hak untuk mengusiknya." Ucapku, aku akan tetap bertahan dengan keadaan seperti ini tanpa terikat dengan manusia.
"Apa kau senang jika aku tidak bahagia? Dewa aku mohon padamu, setidaknya ubahlah sedikit kehidupanku ini, kenapa aku terus mendapat kesialan dalam hidupku?" Ucapnya, dia pun kembali mengungkit ketika masih kecil, dia akan terus di ejek, hingga besar mereka pikir Sakura ada keturunan Oni yang di takuti, dia menjadi pembangkang dengan mewarnai rambutnya hingga kedua orang tuanya marah besar, sekarang aku tidak tahu jika dia di paksa untuk menikahi seorang pria tua.
"Kahukura! Kembali sekarang juga!" Teriak beberapa orang padanya. Mereka datang bergerombolan, kedua orang tua Kahukura hanya terdiam dan menatap putri mereka itu.
Gadis itu di seret oleh banyak orang dan aku bisa melihat seorang pria tua yang berdiri di samping kedua orang tua Kahukura.
"Dewa! Jangan membiarkan mereka membawaku! Aku mohon padamu! Aku mohon!" Teriaknya dan terus menangis di hadapanku.
Mereka tidak peduli akan teriakan dan perlawanan gadis itu, mereka terus menyeretnya hingga ke hadapan pria tua itu.
"Kahukura, kenapa kau lari begitu saja? Aku sangat khawatir, besok adalah hari pernikahan kita."
dal
"Aku tidak sudi menikahimu!" Teriak Kahukura.
Plaaakk!
Sebuah tamparan keras di wajahnya, pria tua itu menamparnya.
"Kau harus menjadi gadis yang penurut. Kau harus membahagiankan kedua orang tuamu." Ucapnya.
"Aku tidak mau! Lepaskan! Aku tidak mau!" Teriak Kahukura lagi dan setiap dia melawan, wajah gadis itu akan di tamparnya.
Aku tidak senang melihat hal ini, dengan satu ayunan tanganku para pria yang menahan Kahukura terhempas dan melepaskan gadis itu, segera menangkap gadis itu dan mendekapnya, wajahnya sangat memerah bekas tamparan pria tua di hadapanku ini.
Kedua orang tua Kahukura segera bersujud di hadapanku, aku menampakkan diriku pada pria tua di hadapanku ini.
"Beratus-ratus tahunnya aku melindungi keluarga Uzumaki, bagaimana bisa ada yang berani mengayungkan tangannya pada wajah gadis keturunan Uzumaki." Ucapku dan aku benar-benar murka melihat tindakan pria tua ini.
"Si-siapa kau!" Ucapnya dan malah menantangku, apa dia tidak melihat orang-orang yang di bawanya bahkan tidak bisa bangun kembali setelah aku hempaskan?
"Tuan, tolong bersujud dan minta ampunlah padanya, dia adalah dewa Kagutsuchi." Ucap ayah Kahukura.
"De-dewa! Aku tidak takut padamu!" Ucap pria itu dan semakin membuatku murka.
Mungkin dengan membakarnya habis, dia tidak akan menghina dewa sepertiku lagi.
.
.
TBC
.
.
update...~
selamat malam minggu, dan hari ini adalah hari white day.! yeey! tapi itu hanya terjadi di jepang saja, XD dan mungkin di beberapa negara lain, di indo tidak mungkin, XD author tidak mengikuti hal semacam itu XD hanya mau sampaikan saja, kalau hari ini white day, jadi harinya untuk para cowok balas coklat cewek, XD terus-terus, karna ini jadi khusus buat cowok, kalau ada yang mau lihat author jadi Sasuke silahkan jalan-jalan ke IG author XD bukan promosi, tapi yang mau cuci mata aja, hehehehe.
beberapa author pasti akan mengalami pasang surut dalam dunia menulis, ya tergantung bagaimana di hadapinya saja, author akan tetap penulis bagaimana pun jenuhnya, mau bagaimana lagi? Kalau lagi bengong dan tidak mengapa-ngapain, mending menulis, ini salah satu cara yang lebih nyaman untuk melepas penat, walaupun ujung-ujungnya nanti buntu juga, HAHAHAHAHAH!
maaf ya untuk fic 007 memang agak lama di buat, author harus mikir keras, :D
