.
.
Hongkong
Pukul 6:00 pagi
Kai'sa sudah terbiasa bangun pagi.
Bangun pagi memang bukan masalah, dia bukan seorang wanita yang hobi rebahan atau hanya sekedar bermalas-malasan di kamar. Kai'sa terbiasa bangun pagi seiring rutinitasnya menjadi seorang dancer yang memakan banyak waktu pribadinya.
Iya, lebih tepatnya, waktu berlibur.
Setelah memenangkan juara pertama Can you dance kemarin, ada banyak tawaran kontrak dari beberapa managament yang menghubungi dirinya, bahkan ada juga grup idol yang sangat menginginkan Kai'sa agar bergabung dengan mereka. tapi, Kai'sa masih bimbang
Tawaran-tawaran itu memang menarik, tapi Kai'sa masih mempertimbangkan karir masa depannya. dia memang dancer yang hebat, tapi dia belum bisa menata masa depannya nanti. entah apa yang ia inginkan, segalanya memang rumit.
Bahkan kemarin, si bintang Popstar Ahri dan juga si Diva Evelynn, menghubungi dirinya lewat Video call. sungguh, Kai'sa benar-benar berpikir kalau ini cuma prank dari pihak penyelenggara Can you dance, tapi ternyata tidak, ini sungguhan. Ahri si artis popstar yang begitu terkenal menghubunginya. bahkan dia bisa melihat betapa konyolnya Ahri bersama Evelynn.
'Kami sangat berharap kau bersedia menerima tawaran ini. jangan khawatir, Ahri tidak segila sepeti yang kau lihat sekarang. aku dan Ahri sudah punya banyak pengalaman dalam berkarir di dunia musik'
Yaahh... Kai'sa tahu, Evelynn dan Ahri memang sudah punya banyak jam terbang dalam dunia musik. mereka penyanyi yang berbakat. Kai'sa sendiri berpikir, jika seandainya dia bergabung dengan suatu grup idol, dia pasti di haruskan menyanyi. tapi masalahnya, dia tak punya bakat dalam bernyanyi.
'Suaraku jelek, lebih buruk' dia bergumam gelisah.
Berdiri di depan cermin kamar mandi, mengamati dirinya. seorang Kai'sa yang pekerja keras dan sangat tekun...
Ah bukan, dia sebenarnya mendapat banyak tekanan.
Menjadi dancer memang impiannya, tapi tekanan sedang menghantuinya saat ini. Kai'sa takut akan sesuatu yang mungkin bisa menghancurkan dirinya. menjadi tenar tidak seindah apa yang orang pikirkan.
Kai'sa punya gangguan kecemasan yang tinggi semenjak masih remaja. entah apa yang membentuknya jadi begini, tapi ia merasa... tuntutan lah yang menyebabkan dirinya jadi pribadi yang mudah khawatir dan takut. si gadis jangkung ini berusaha menghilangkan rasa cemas tersebut, tapi tidak bisa, semuanya gagal.
Dia membuka layar ponselnya, mendapati ada notif.
'Apa ini?'
Notif ini... dari Ahri?
'
from : Ahri
Hai Kai'sa! ini aku Ahri! maaf aku tak bisa menghubungimu secara langsung. mungkin ini terlihat tidak sopan, tapi sesungguhnya banyak hal yang sangat ingin ku ketahui dari dirimu. jika kau tak keberatan, apa kau mau bertemu langsung dengan kita? yaa mungkin lebih tepatnya, aku dan Evelynn akan menemuimu langsung ke Hongkong. kita bisa bicara, duduk manis dan minum teh. jangan khawatir, ini bukan tipuan, tapi aku bersungguh-sungguh ingin bertemu denganmu, kawaannnn~ jadi terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca pesan ini. kami tunggu jawabanmu!
Salam kecup
Ahri si rubah paling cantik dan Evelynn diva paling jelek sedunia'
Kalimat kawan itu...
Kai'sa tak menyangka bahwa Ahri telah menganggapnya sebagai teman. padahal mereka baru bertemu secara video call. si jangkung ini dapat merasakan hawa hangat dari pesan teks yang di tulis Ahri. seperti... penuh kasih sayang dan perhatian.
"..."
Kai'sa masih harus berpikir.
.
.
.
Hari ini dia sedang berlatih
Membuat sebuah koreografi dance untuk sebuah acara Hip Hop besar di Hongkong, Kai'sa dan kru dance lainnya sudah berlatih hampir 2 jam karena waktu acara mereka akan berlangsung 3 hari lagi.
"Baiklah! break time dulu!" sahut salah satu kru dancer.
Mereka pun membubarkan diri menuju ke tempat duduk masing-masing dan segera beristirahat.
Kai'sa membuka tasnya dan mengambil ponsel, barangkali ada pesan penting yang masuk ke notif ponselnya.
'Ahri lagi?' Kai'sa bergumam heran.
'From : Ahri
Halo Kai'sa! bagaimana kabarmu!? kau baik-baik saja kan? apa kau sudah makan dengan cukup? aku yakin kau sedang sibuk sekarang. tapi tenang! aku takkan menganggumu, jika kau perlu sesuatu, katakan saja padaku dan aku siap membantumu :D, terima kasih!'
Kai'sa membuka pesan lain. ohh, ini dari Ahri lagi.
'From: Ahri
Hai Kai'saaaa :v'
Pesan masuk lagi
'From : Ahri
Kai'sa! aku ingin kau jadi lead dancerku!'
Pesan masuk lagi dan lagi
'From: Ahri
Kai'sa! apa kau mau kue!? kue buatanku lebih enak daripada buatan Evelynn! aku akan membawakannya ke Hongkong!'
Pesan masuk berulang kali.
'From: Ahri
Kai'sa! Kai'sa! Kai'sa! masuklah dalam grup ku sayang!'
Dan satu pesan lagi.
'From Ahri:
Woyy Kai'sa, Evelynn penggemar beratmu lho! dia katanya juga minta sekalian dia ajak nge-dance biar tubuhnya langsing sumringah :v'
Oh, masih ada satu pesan lagi.
'From : Ahri
Kai'sa, maaf ini aku Evelynn. tolong maafkan si rubah brengsek Ahri, dia suka nge-spam pesan orang. kalau kau merasa terganggu, abaikan saja pesan ini dan jangan ladeni si Ahri. terima kasih'
ehh buset, nge-spam njir...
Apa sampai begini saking inginnya mencari lead dancer? Kai'sa tak menduga kalau Ahri sangat menginginkan dirinya untuk bergabung.
"Kai'sa, apa nanti kau masih sibuk usai latihan?" tanya salah satu kepala Kru, tuan Chen Lee.
Kai'sa tersenyum, menaruh ponselnya lagi kedalam tas. "Tidak ada, usai latihan aku harus pulang lagi, karena aku perlu waktu berlibur" ucapnya.
"Oh, padahal, aku kesini ingin memberitahumu kalau kau mendapat tawaran lagi" ucap si Lee.
"Eh? tawaran?" Kai'sa bingung.
"Tentu saja! ada satu grup idol yang ingin mencari koreografer dancernya. dan mereka memilihmu untuk bergabung disana!" tambahnya lagi.
Kai'sa berkedip cepat.
Ini adalah tawaran ke-10 kalinya dengan tipe yang sama datang pada Kai'sa. tapi lagi-lagi, Kai'sa masih harus berpikir. jujur, dia bingung.
"Bagaimana? kau mau?" tanya Lee.
Kai'sa tersenyum. "Terima kasih tuan, tapi... masih banyak tawaran lain yang belum ku putuskan. jujur, aku sendiri tidak tahu harus memilih yang mana. dan aku juga ingin memastikan bahwa pekerjaanku akan sangat berguna bagi mereka"
"Ohhhh aku mengerti. tapi kau harus segera memutuskannya Kai'sa, waktumu cuma seminggu. jangan sia-siakan kesempatanmu untuk menjadi dancer profesional, dimana ada kesempatan, pasti itu jalanmu membuka karir di dunia musik!" kata Lee lagi.
Kai'sa tertawa gugup. "heheheh baiklah... aku mengerti. dan ngomong-ngomong, aku juga dapat tawaran dari salah satu bintang popstar, namanya Ahri, dan si Diva Evelynn"
Lee agak terkejut. "Apa? Ahri? Evelynn?"
"Benar" Kai'sa mengangguk pelan. "Mereka berdua adalah penyanyi, semalam aku sudah melakuka Vidcall dengan mereka, dan ingin sekali memasukkanku dalam grup idol" tambahnya lagi.
"Kau yakin?"
Kai'sa agak hening. tapi dia mengangguk lagi. "Yahh... aku agak memikirkan itu sih"
"Tadi kau bilang ada Evelynn kan?"
"Iya"
"Nak, Evelynn memang penyanyi yang berbakat, tapi dia suka bermasalah. ada banyak rumor skandal yang sedang dia alami" jelas Lee, langsung menepuk kedua bahu Kai'sa dan menatapnya dengan agak intens.
"Aku tahu, maksudku, ini bukan soal skandalnya, tapi..."
"Kai'sa, meski kau menginginkan itu, aku menyarankan agar kau tetap menerima tawaran lain, tidak dengan Evelynn dan Ahri yang kau maksud"
Kai'sa bingung. "Kenapa?"
"Aku khawatir, kau akan kena masalah. maksudku... Evelynn? dia seorang Diva, tapi attitude-nya di hadapan publik sangatlah buruk. dia wanita yang terlalu mementingkan diri sendiri. dan Ahri, aku kurang yakin jika dia berani menawarkan posisi untukmu, masalahnya, ku dengar dari kabar Management yang menaungi Ahri, kontrak si rubah itu akan habis. jadi, dia tidak punya 'rumah' yang dapat membantunya tenar lagi" jawab Lee.
Kai'sa terdiam.
Sungguh? tapi...
"Kalau kau bergabung dengan mereka, aku tidak bisa menjamin masa depan karirmu Kai'sa. kau ini dancer, kau adalah potensi paling besar yang harus dimiliki semua orang"
"..."
Kai'sa menghela nafas ringan. ini sulit, keadaan ini hanya mempersulit saja, bukan mencari solusi untuk dirinya.
"Maaf, aku bisa pikirkan kembali" ucapnya.
Lee tersenyum lebar. "Bagus! sekarang istirahatlah! kita akan kembali berlatih 1 jam lagi!"
Kai'sa termenung. sekarang dia semakin bimbang. jika dia menolak tawaran Ahri untuk bergabung dengan grup idolnya, mungkin... yah agak sulit di jelaskan. mungkin Ahri akan kecewa, tapi tetap keputusan berada di tangan Kai'sa.
Kai'sa masih butuh waktu.
.
.
.
Seoul, Korea Selatan
Pukul 08:00 am
"Ahri! berhenti spam terus! omel Evelynn.
"Kalau kita tidak segera menemui Kai'sa, nanti management lain akan segera mengambil dia!" sahut Ahri, suaranya agak keras.
"Kenapa kau takut sekali Kai'sa bakal di ambil!?" bentak Evelynn.
"Karena kita akan membutuhkan dia!" jawab Ahri, lebih keras.
Seketika, mereka berdua hening.
"Eve, aku memang keras kepala. tapi sikapku punya tujuan baik, aku percaya padamu dan aku percaya pada Kai'sa. apapun itu, akan ku bangun KDA menjadi grup idol yang nyata. kita harus mengambil langkah cepat bagaimanapun caranya" jelas Ahri, manik goldennya melirik ke ponsel, dan tidak ada notif pesan yang masuk.
"Kai'sa pasti akan membalas pesanku beberapa jam lagi, mungkin dia sibuk" tambah Ahri.
"Baiklah, baiklah. Ahri, tenang" pinta Evelynn.
si Gumiho menghela nafas berat, dia langsung terduduk lemas ke sofa. "Eve... aku benar-benar bingung..."
"..."
Evelynn memejamkan mata, dia juga lelah. dan dia memilih ikut duduk di sebelah Ahri.
"Maafkan aku Ahri, aku mengerti apa yang kau inginkan. tapi segalanya butuh proses, tidak ada yang instan. aku juga berharap Kai'sa bisa segera bergabung dengan kita"
Ahri menunduk. "Aku tahu, maaf aku terlalu ambisius"
"Tidak apa" Evelynn tersenyum tipis, dia langsung menepuk bahu Ahri. "Aku yakin kita bisa melalui ini, jika Kai'sa mau bergabung, itu adalah kejutan besar bagi kita. tapi... jika Kai'sa tidak mau, kita masih bisa mencari dancer lain. kau tidak perlu panik, Ahri. kalau kau butuh sesuatu, aku bisa membantumu"
Ahri menghela nafas lagi, langsung menyandarkan kepala di bahu si Diva. "Haahhhhhh... Eve, aku benar-benar lelah. boleh aku rebahan selama seharian penuh?"
"Lagipula kau nganggur kan?" tanya Evelynn.
"Itu karena aku yang minta libur. aku sedang malas bergerak..."
"Baiklah, kau mau pesan makanan?"
"Hmmmmmmmmmmmm, boleh juga"
.
.
.
Hongkong
Pukul 12:23 pm.
"Kalian tahu! Pentakill akan membuat album baru lagi!"
"Sungguh!? mereka akan punya album lagi!?"
"Pentakill memang hebat!"
"Waaaaaaaah!"
Kai'sa mengamati percakapan kru dancernya yang sibuk membicarakan band metal Pentakill. rata-rata dari mereka memang penyuka musik death metal atau rock metal. dan lagi, mereka juga fans berat Pentakill.
Sambil mengunyah roti, Kai'sa membuka pesan di ponsel lagi. tumben...
Ahri tidak memberi chat pesan padanya. sedang sibuk jugakah?
"Hei Kai'sa!"
Kai'sa menoleh.
"Apa kau dapat tawaran baru lagi?" tanya salah satu temannya.
Kai'sa mengangguk pelan. "Ya, dan yang paling terbaru... kalian tahu popstar Ahri dan Diva Evelynn?"
Semua temannya berkedip cepat. "Ehhhh? mereka berdua?"
"Iya benar"
"POPSTAR AHRI DAN DIVA EVELYNN? SUNGGUH!?"
Kai'sa menggaruk-garuk kepalanya. "eehmmm yaahh, memang benar kok"
"Hei aku tahu mereka! kudengar Ahri akan lepas kontrak bulan depan!"
"Dan Evelynn? kau yakin Kai'sa? maksudku... bukankah Evelynn sedang banyak masalah? skandal dia dengan beberapa seleb pria? dan juga kasus rekaman seks itu?" kata temannya.
Kai'sa terkejut.
Skandal seks? Evelynn sedang terlibat masalah itu?
"Huhhh, wanita itu jalang. dia bukan artis yang patut di contoh untuk publik" ketus salah satu kru dancernya.
"Benar, dia memang penyanyi yang bagus, tapi tingkahnya itu yang membuat namanya jelek. Evelynn si Diva? cuma numpang di balik julukannya itu!"
"Aku jadi kasihan dengan Ahri, pasti dia sedang di pengaruhi untuk berbuat buruk bersamanya"
Bla bla bla bla
Obrolan ini lama-lama jadi gosip. Kai'sa jadi meringis sendiri, dia bukan tipe penggosip. Kai'sa ingin sekali segera menjauh dari pembicaraan tak penting begini.
"Kaisa! kau tidak boleh gabung dengan mereka!"
Kai'sa mendecakkan lidah, agak malas. "Yaahhh lagi-lagi kau seperti tuan Lee, menyuruhku untuk tidak bergabung dengan mereka"
"Aku serius, maksudku... Ahri sih tidak apa-apa, tapi ada Evelynn nya!"
"Ya, jangan sampai kau terpengaruh oleh Evelynn, dia bisa saja menarikmu dalam skandalnya!"
"Itu benar Kai'sa, kau ini gadis yang baik. jangan sampai kau berubah gara-gara dia"
"..."
Kai'sa meremas plastik rotinya, langsung melempar ke tong sampah.
"Kalau begitu, ayo kita ke ruang practice lagi, kita menari sampai tak bisa bernafas" pinta Kai'sa tanpa menoleh ke teman-temannya.
"HAAAAAAAH!?" oh bagus, sekarang kru dancernya yang terkejut.
Kai'sa tidak mau repot-repot mendengar kawan kru dancernya membicarakan hal buruk tentang Evelynn atau Ahri. yang sekarang ia cemaskan adalah kebimbangannya untuk memutuskan. dan waktunya sangat singkat.
.
.
.
Hongkong
Pukul 20:02 pm.
*Brukkhh!
Kai'sa langsung merebahkan diri ke atas kasur. hari ini benar-benar... melelahkan.
Persiapan acara mereka tinggal 3 hari lagi sebagai dancer pembuka. Kai'sa benar-benar butuh waktu istirahat, dia bahkan tak ingat kapan terakhir bisa berlibur dan akan bersenang-senang ke pantai. oohh rasanya jadi ingin ke pantai sekarang juga. belum lagi dengan tekanan tawaran yang datang menerjang dirinya seperti peluru, membuat Kai'sa tak bisa menahan diri.
Dia butuh waktu, dia tidak ingin gangguan kecemasannya kambuh lagi.
Tangannya masih kuat menggenggam ponsel. dan sampai malam ini, Ahri tidak memberi pesan apapun ke ponselnya.
Ok, Positif thinking, mungkin Ahri juga sibuk.
'Apakah Evelynn seburuk itu? dan kenapa Ahri juga repot-repot mencari seorang dancer?' Kai'sa bergumam heran.
Kalau di pikir-pikir, bisa saja Ahri membuka open dancer untuk grup idol bentukannya. dan itu terasa lebih mudah daripada harus bersusah payah mengincar satu orang seperti dirinya. si gadis jangkung tersebut menghela nafas rendah, dia tidak bermaksud menolak tawaran Ahri. hanya saja... gangguan kecemasannya kambuh lagi. dan saat ini dia sedang bingung untuk memutuskan apakah ingin bergabung dengan Management lain atau tidak.
Yah, sulit sih..
Manik violetnya menatap layar, berandanya penuh dengan berita klikbait. oh sial, Kai'sa ingin menyingkirkan berita tak berguna ini dari ponselnya. tapi... ada satu yang menarik perhatian..
'sang Diva Evelynn dan berbagai masalah skandalnya'
Headline news yang aneh, tapi Kai'sa membacanya.
Sebenarnya Kai'sa tahu kalau Evelynn memang artis yang suka bermasalah. entah itu rumor atau fakta, sebagian orang sudah menganggap bahwa Evelynn bukan publik figur yang patut di contoh. dan untuk Ahri... karena memang dia seorang bintang popstar, semua orang jelas menyukainya, selain cantik dia juga orang yang nampak berseri-seri.
Jangan mau bergabung dengan mereka, Kai'sa...
Jujur saja, Kai'sa berusaha untuk tidak percaya pada omongan orang. dia belum kenal secara dekat siapa itu Evelynn dan Ahri, bukan karena media yang terlalu melebih-lebihkan sebuah judul dan menyebabkan rumor yang tak habisnya.
*beep beep!
Oh? siapa ini?
'From : Ahri
Kai'sa! apa kabarmu? senang kau baik-baik saja. kuharap pesan ini tidak menganggumu, ini aku Evelynn. aku memakai nomornya Ahri karena ponselku rusak kena tumpahan kopi, tolong salahkan Ahri, ekornya tak sengaja menyenggol gelasku. aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku dan Ahri sangat berharap kau mau bergabung dengan grup bentukan kami. jadi... kami putuskan untuk memberimu tenggat waktu selama sebulan, kami akan menghargai keputusanmu. jangan lupa jaga kesehatan dan beraktivitas-lah sesukamu'
Kai'sa mengerjapkan mata. sungguh ini bahasa ketikannya Evelynn?
Evelynn yang katanya di cap sebagai artis paling bermasalah dan publik figur yang buruk... berkata begini?
Dan mereka memberi waktu selama sebulan untuk memikirkan! wow, itu cukup lama. sementara management yang menawarinya saja pun hanya memberi tenggat beberapa hari.
'A-aku... aku bingung' Kai'sa menepuk kepalanya, dia cemas lagi.
Dia akan segera tanda tangan kontrak dengan management lain hari Kamis depan. bagaimana ini, mana yang harus dia pilih?
Kalau mereka memberinya pilihan...
.
.
.
Seoul, Korea Selatan
pukul 22:09 pm
"Baiklah, kucing. kau harus ganti ponselku karena ekor sialanmu itu" ketus Evelynn.
"Hei! ponselmu masih berfungsi! lihat? layarnya masih bisa di scroll! jaringannya saja masuk dengan lancar!" balas Ahri.
Kedua bintang penyanyi ini duduk di sofa. mereka sebenarnya kebingungan, terlebih Ahri yang tadi berjalan mondar-mandir mengelilingi ruangan saking cemasnya menunggu jawaban Kai'sa. ekornya tak berhenti bergerak seiring rasa membingungkan yang meningkat.
"Eve" Ahri berucap, dia agak menunduk.
"?"
"Eve, apa menurutmu... jika kita tak bisa menemukan member yang cocok. apa aku dan kau saja sudah cukup?" tanya Ahri.
Evelynn agak tertegun, dia memperbaiki posisi duduknya lagi menjadi lebih tegap namun santai.
"Ahri, kau yang mengajakku kemari. kita pasti bisa menemukan member lain yang mau bergabung dengan KDA" ucap si Diva.
"Tapi, entah mengapa perasaanku mengatakan, kalau Kai'sa akan menolak tawaran kita" gumam Ahri.
Evelynn menghela nafas ringan, dia bersandar lagi ke sofa.
"Menurutmu, apa aku ini publik figur yang buruk?" tanya Evelynn.
"Pfffft, sangat buruk dan jelek" sahut Ahri, tersenyum miring.
"Aku serius, apa kau memandangku begitu?" tanya Evelynn lagi.
"Aku tak pernah menganggapmu buruk, Siren. kau tahu? kau ini temanku! masa iya aku menjelek-jelekkan dirimu. kau adalah kau, tidak semua orang bisa menjadi seperti dirimu" jelas Ahri, langsung iseng menepuk paha si Diva.
"Ugghh! Ahri! ini sakit!" keluh Evelynn.
Ahri langsung cemberut "Pertanyaanmu seolah menggambarkan bahwa kau ini insecure, Eve"
"Aku tidak inscure, hanya saja... kurasa Kai'sa bisa mempertimbangkan tawaran kita. maksudku... mungkin karena tingkahku yang selalu buruk di mata masyarakat, Kai'sa tidak akan mau" jawab Evelynn lagi.
"Kalau begitu, kita bisa yakinkan Kai'sa kalau kita adalah orang yang baik-baik!"
Evelynn mendengus. "lawak? kau bahkan merusak ponselku"
"HEI!"
Ahri langsung melempar bantal ke arah Evelynn.
"Oke oke! sekarang kau mau perang bantal denganku!?" teriak Evelynn, dia sudah bersiap meraih bantal dan hendakm melempar balik ke arah Ahri.
"Evelynn! kita harus memperjuangkan ini! Kai'sa adalah wanita yang berbakat dan mempunyai potensi besar. kita akan memberinya karir! kita akan membuka jalan untuknya menjadi artis terkenal, tidak akan ada dancer unik seperti dia!" jelas Ahri.
"Aku juga memandangnya begitu, Ahri. tapi ingat, kita tidak bisa memaksa Kai'sa"
"EVE!" Ahri merengek.
Evelynn menaruh jari telunjuk tepat di bibir si rubah. "Kau memintaku untuk tidak pesimis. aku menurutI pada kata-katamu, tapi ingat... aku sangat ingin meminta tolong darimu Ahri, kita biarkan Kai'sa memilih. entah dia mau atau tidak, biarkan pilihan berada di tangannya"
"..."
Ahri agak terdiam.
Tapi dia tahu, sebenarnya Evelynn menaruh harapan besar pada Kai'sa. terlebih, di samping semua kasus skandal dan berbagai masalah yang menimpa diri si Diva, dia berharap agar ada orang yang mau menerima sikap Evelynn apa adanya.
Iya, apa adanya.
Ahri agak mengangguk pelan.
"Bagus" Evelynn tersenyum santai.
"Oke Eve, tapi aku sebenarnya sudah membuat planning" kata Ahri, tangannya langsugn mengambil selebaran kertas berukuran A4.
"Planning? apa yang kau rencanakan?" tanya Evelynn.
"Ini adalah daftar rutin aktivitas kita, kalau sudah menemukan dua member untuk KDA! pertama, kita saling mengenal satu sama lain, kedua... kita bekerja sama membuat lagu, ketiga kita mulai latihan untuk vokal dan koreografi dance-nya. keempat, kita akan terus menyiapkan ini semua setiap hari, setiap waktu dan setiap detik! kelima, kita akan mendapat kesempatan kontrak dan jeng jeng jeng jeng jreengg! jadilah KDA!" kata Ahri.
Evelynn sampai berkedip heran. "Ehh? kau benar-benar menyiapkan ini semua sematang mungkin?"
Ahri mengangkat bahu. "Hei! kalau ingin menata masa depan, kita harus merancangnya dari sekarang! ini adalah kronologi yang nantinya akan kita lalui!"
"hmmmm baiklah, kalau nanti kita berhasil mendapatkan Kai'sa, siapa member berikutnya?" tanya Evelynn.
Ahri tertawa. "Evelynn, itu bisa nanti! aku akan mencari seorang rapper begitu kita sudah berhasil mendapatkan Kai'sa. kau tahu? mencari dancer dan rapper itu susah, kita jalani ini satu-persatu"
Evelynn agak terdiam. baru kali ini dia melihat Ahri 'rapih' dalam mengorganisir aktivitas. kalau boleh tahu, sebenarnya Ahri termasuk tipe wanita yang paling malas, malas malas malas semalas-malasnya melakukan aktivitas berat. oh, jangan lupa.. dia kan rubah, kalau rubah sudah jelas kerjaannya cuma makan, tidur, rebahan dan terus berulang-ulang.
Tapi, karena impiannya dalam membentuk grup idol, membuat si wanita berjuluk Diva ini jadi berpikir ulang. mungkin Ahri ingin memperbaiki karirnya dari nol.
Ah bukan
Ini bukan soal dirinya, tapi ini soal karir mereka berdua.
"Aku kan sudah janji! aku akan memperbaiki karirmu Eve, KDA akan di sukai semua orang. kau tidak kena masalah lagi" tambah Ahri lagi, memberi satu kedip mata yang penuh meyakinkan.
Ahri selalu berpikir, seandainya saat itu dia tidak menelpon Evelynn, mungkin si Diva tersebut sudah tinggal nama karena bunuh diri. terkadang takdir bisa membalikkan nasib orang 360 derajat tanpa di duga, Ahri merasa bersyukur bahwa dirinya adalah penyelamat Evelynn ketika si Diva hampir jatuh dalam jurang depresi yang dalam.
Tangannya mengepal kuat-kuat, dia juga ingin membalas kepercayaan Ahri.
Akan dia buat KDA mendunia.
"Ayo, kita perjuangkan ini sampai titik darah penghabisan" ucap Evelynn, mengulurkan tangan pada Ahri.
"Oh?"
Yah, Ahri paham. maksud uluran ini adalah uluran penyemangat. dia selalu tahu bahasa tubuh si diva, jadi dia tak perlu mempertanyakannya.
dia menerima uluran tangan tersebut.
"Baiklah" ucap Ahri.
"Kita bisa menunggu Kai'sa untuk memutuskan, sekarang fokus utama adalah planning dan lagu" tambah Evelynn lagi.
"Bagaimana kalau kita Vicdall Kai'sa?" tanya Ahri.
"Apa?"
Ahri mengaktifkan fitu Video Call. "kita akan menghubungi Kai'sa nanti malam, kita akan wawancarai dia"
"Oh, baiklah. kau mau basa-basi lagi?" tanya Evelynn, tersenyum penuh meledek.
Ahri mendengus santai. "kau tahu? basa-basi itu enak lho!"
*BUGGHH!
Evelynn langsung melempar bantal ke wajah Ahri. "kau ini payah dalam mencari topik pembicaraan, Gumiho!"
"Kalau begitu ayo kita perang bantal!" sahut Ahri, melempar bantal guling tepat ke arah Evelynn.
"SIALAN GUMIHO! AWAS KAU!"
"AOWKWKWKWKWKKW!" Ahri langsung kabur.
"HEI! KEMBALI!" teriak Evelynn, sekarang kedua tangannya sudah memegang dua guling besar.
Dan jadilah perang dunia ketiga antara anak rubah dan anak Succubus yang sedang saling mengejar dan membawa banyak amunisi berupa bantal tidur.
Bersambung...
