Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
.
.
[ Kagutsuchi(Dewa Api) ]
~ Chapter 18 ~
.
.
.
"Kembalikan calon istriku!" Teriak pria tua itu dan berusaha menarik Kahukura dariku.
Melompat menjauh darinya, aku bahkan bisa merasakan pelukan Kahukura mengerat, dia tidak ingin pergi dengan pria tua itu, aku juga kesal pada ucapannya dan sikapnya.
Menunjuk ke arahnya dan kobaran api lantas membakar tubuhnya, kedua orang tua Kahukura menjauh dan tidak berani melakukan apapun, pria tua itu terus berteriak kesakitan dan terus terbakar. Kahukura mencoba menoleh untuk melihat pria tua itu, tapi aku menghalanginya, aku tidak ingin dia melihat hal buruk di depan matanya.
Pria itu terus berteriak histeris, mau berlari kemana pun api itu akan terus mengikutinya dan membakar tubuhnya hingga menjadi abu.
Aku pikir masalah ini akan selesai begitu saja, tapi pria tua itu adalah penyembah dewa Izanagi, aku membuat sebuah masalah baru, dewa Izanagi turun ke dunia manusia dan terjadilah perang antara aku dan dia.
Aku tidak bisa melawan Izanagi jika terus berusaha melindungi keluarga Uzumaki.
"Sebaiknya kalian pergi dari sini." Ucapku, mendorong gadis itu menjauh dariku dan memberikannya pada kedua orang tuanya, mereka harus segera pergi dari sini.
Sudah beratus tahun lamanya, aku melihat Izanagi kembali, dia datang sendirian, aku tahu, dia memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dariku.
"Aku tidak percaya jika kau berani membunuh salah satu pengikutku." Ucapnya dan dia marah, aku yakin tidak ada sikap lain yang akan di perlihatkannya padaku, dia akan selalu marah padaku.
"Dia membuat masalah dengan keturunan yang aku jaga selama ini." Ucapku sebagai pembelaan.
"Kau hanya pembuat masalah, tidak di dunia langit bahkan di dunia manusia." Ucapnya.
Aku rasa, aku tidak pernah benar di matamu, kau selalu menatapku dengan penuh kebencian.
"Jadi apa yang akan kau lakukan? Hanya karena seorang manusia bodoh seperti itu kau rela turun ke dunia manusia?"
"Kau! Beraninya kau menantangku!" Kesalnya.
"Aku tidak pernah menantangmu." Ucapku.
Tidak ada ucapan darinya lagi dan hanya mengeluarkan serangannya, seperti sebuah sambaran petir yang akan keluar dari tangan kanannya, dia memang dewa yang sangat hebat.
Satu hal yang sangat bodoh dan tidak pernah aku inginkan, saat itu, aku hanya bisa terkejut dan menatap Kahukura menahan serangan dewa Izanagi dengan tubuhnya. Kedua orang tua Kahukura berteriak histeris. Gadis itu tumbang tepat di hadapanku dan aku segera menahannya.
Berusaha membangunkannya, tapi itu adalah hal yang mustahil, tubuh manusia biasa tidak akan bisa menahan kekuatan seorang dewa, gadis itu, pada akhirnya pergi untuk selama-lamanya.
"Apa yang kau lakukan! Kenapa kau datang dan membunuh manusia!" Teriakku, aku benar-benar marah, dia sudah sangat kerterlaluan.
"Dia adalah manusia yang bodoh, kenapa berani menghadang kekuatan seorang dewa?" Ucapnya dan masih tetap saja dengan sikap arogan itu.
Menatap ke samping dan kedua orang tua Kahukura menangis, mereka sampai bersujud dan meminta Kahukura untuk tetap hidup, itu sudah tidak mungkin, detak jantung gadis ini sudah berhenti dan napasnya pun tak terasa lagi.
Rasanya sedikit aneh, seharusnya aku akan baik-baik saja jika dia mati walaupun itu hadapanku, bukannya aku kesal karena dia berani menahan serangan Izanagi, tapi kenapa dia harus melakukannya? Aku sampai tidak bisa melindunginya.
Di saat Izanagi tidak waspada, aku membalasnya dengan serangan api dariku, dewa itu sangat cepat sadar dan di tangkisnya hingga membakar seluruh area kuil.
Para dewa dan Izanami akhirnya turun, Izanami melihatku dan dia pasti melihat bekas kekuatan Izanagi ada pada tubuh gadis di dalam dekapanku ini.
Izanagi di paksa naik ke langit, Izanami menampakkan dirinya pada kedua orang tua Kahukura, keadaan ini pun di hapus oleh Izanami dalam ingatan kedua orang Kahukura, api yang berada di sekitar kuil sudah di padamkan, sementara itu, kedua orang Kahurakura hanya mendapat ingatan jika anak mereka mati akibat sakit.
Kahukura bukan anak mereka satu-satunya, Kahukura adalah anak bungsu, dia masih memiliki saudara yang bisa meneruskan keluarga ini.
[ Ending Flashback. ]
.
.
Saat pertama kali melihatnya, aku tidak sadar jika dia adalah reinkarnasi Kahukura, setelah melihatnya beberapa kali, akhirnya aku sadar, Haruno Sakura adalah reinkarnasinya, gadis yang memiliki sikap yang tidak jauh beda dengan sebelumnya, walaupun awalnya dia tidak begitu kuat, sekarang dia mulai percaya diri untuk melawan orang-orang yang jahat padanya.
Setiap melihat Sakura, ada perasaan yang berbeda, apa karena aku merasa bersalah? Mengingat Kahukura terus memaksakan perasaannya terhadap dewa sepertiku, aku berpikir jika aku adalah satu-satunya dewa yang tidak mendapat berkat dan di abaikan dari seluruh penghuni langit, tapi dia membuatku mendapat tempat tersendiri di dunia manusia ini, aku merasa sangat di hormati dan di hargai selain oleh seluruh keluarga Uzumaki yang lain.
Ending Sasuke Pov.
.
.
.
.
.
Normal Pov.
Sakura hanya mematung menatap cermin di hadapannya, menyisir perlahan rambutnya dan wajah dewa Sasuke yang akan terus di ingatnya, wajahnya sedikit merona setiap mengingat dewa itu.
"lupakan Sakura, dia adalah dewa, jangan membuat hal yang sangat mustahil terjadi di dunia ini." Ucap Sakura.
Setelah dengan kegiatannya, dia pun mulai bersiap untuk tidur, memikirkan dua hari lagi dia akan melakukan perpisahan dengan seluruh guru dan sekolahnya.
Tepat pukul 23:00
Beberapa orang terlihat berada di sekitar rumah Sakura, mereka melihat sekitar dan mewaspadai keadaan, salah satu dari mereka membawa sebuah botol besar berisikan bahan bakar dan di siramnya ke arah halaman rumah Sakura, menyalakan korek dan segera membuang korek api yang tengah terbakar itu ke arah halaman rumah Sakura, api dengan cepat menyebar ke seluruh halaman rumah.
Setelahnya, mereka bergegas berlari dengan suara cekikan di sana, mereka tidak akan peduli apapun yang terjadi pada si pemilik rumah.
Hal ini sangat buruk untuk di lakukan, mereka berniat membakar Sakura beserta rumahnya, seolah-olah sedang terjadi kebakaran yang tidak di sengaja.
Tapi, mereka tidak akan pernah sadar, jika gadis itu sudah mendapat perlindungan. Dewa Sasuke menatap halaman yang terbakar itu, dia bisa melihat segalanya dari arah kuil, api itu seperti memanggilnya, Sasuke tidak tahu jika ada yang berani membakar rumah Sakura.
Mengerakkan tangannya ke arah api yang tengah berkobar itu, seluruh api itu seakan tersedot ke dalam telapak tangan dewa ini, bau cairan bahan bakar sangat tercium di halaman Sakura, siapapun yang lewat, mereka akan menciumnya, Sasuke tidak perlu menghilangkan bau itu, orang-orang sekitar akan sadar dan bisa menjadi sebuah laporan sebuah tindakan pembakaran yang di sengaja.
.
.
TBC
.
.
update...
selamat hari senin. hari yang sibuknya mulai berkurang, beberapa kantor dan sekolah dan kampus mulai di liburkan, dia daerah author sendiri, kebanyakan kampus yang libur, jangan lupa untuk jaga diri, hindari tempat keramaian, rajin cuci tangan, minuman vitamin untuk daya tahan tubuh, dan makan-makanan yang sehat, satu hal yang penting, jangan terlalu berlebihan menanggapi isu atau berita apapun, harusnya pastikan dulu, paling enak memang kalau cuma tinggal di rumah, tapi author masih tetap kerja, *semangat...~* tapi lucunya dampak ketika libur, orang-orang pergi liburan, entah mau menanggapinya bagaimana, miris saja, =w= tapi tak apa, suka-suka orang saja, mereka mungkin memang butuh liburan, kalau tinggal di rumah setres dan jadi penyakit, kecuali author, author senang tinggal di rumah, HEHEHEHE...
okey cukup!
di chapter ini masalah dewa Sasuke sudah kelar, ya inilah alasan kuil itu sempat terbakar, Kenapa bisa Kahukura mati dan sebagainya, jadi di tahun ini, maksudnya tahun di fic ini, Sasuke baru menemukan reinkarnasi Kahukura, sadarnya pun kelamaan.
di chapter ini sudah menjawab review sitilafifah989, dan untuk Eriza22, hoalah, ada juga yang buat mirip kisah ini, uhm, author juga cukup senang buat kisah semacam ini, XD semangat untuk ficnya yaa... IG author : ama_sakura :)
dan informasi terakhir... dengan berat hati, tinggal dua chapter lagi, ini sudah author rencanakan dan konsepnya memang tidak begitu banyak chapter, terus konfliknya tidak begitu rumit, nanti di tambah dengan sequel deh biar lebih puas.
