Hello guys kita kembali lagi untuk update meskipun seperti biasa lama banget nunggunya bahkan bisa dua bulan lebih itupun tergantung dari kesibukan author sendiri apalagi update 8 fic biasanya paling cepat itu sebulan dan paling lama yah, gak nentu juga kapan berakhir karena kalau benar-benar gak ada waktu biasanya sangat terbengkalai bahkan sampai 6 bulan lebih update jadi begitu lah, ohhhh ngomong-ngomong seperti biasa aku ada nontom cartoon RWBY bisa dibilang Anime versi barat dan entah kenapa saya agak annoying juga untuk character Devloment untuk Jaune karena cukup annoying banget bahkan lebih idiot dari Luffy soal gak bisa baca suasana dan yang udah liat animenya pasti tau.
P.s : dan untuk sekarang aku lagi nyari anime ecchi jadi saran dong, buat yang tau dan jangan saran Boku no pico atau yosuga no sora karena saya tampol anda apalagi itu anime sungguh lucknut sekali untuk dilihat oleh mata saya.
.
...
.
- Klub Penelitian Ilmu Ghaib
Saat ini semua anggota klub berkumpul di dalam ruang klub minus Kalawarner untuk membahas tentang Rating Game yang akan dilakukan beberapa hari lagi antara Gremory melawan Aataroth jadi, bisa dikatakan membuat strategi rencana untuk rencana perlawanan karena musuh juga sedang membuat rencana karena dasarnya Rating Game seperti Catur butuh strategi dan otak untuk bisa memenangkannya.
Sekarang mereka tengah mengadakan diskusi tapi sebelum itu mereka sekarang tengah menyaksikan sebuah acara di balik layar Hologram, dan Acara itu adalah sebuah Rating Game yang tengah berlangsung saat ini di Dunia Iblis antara putra pewaris utama keluarga (Great King Bael) Sairaorg melawan Iblis Yankee Putra angkat dari Keluarga Glasya labollas Zelpydor karena keturunan utama mereka sudah mati.
Dan hal seperti ini bisa dibilang wajar untuk mengamati kekuatan musuh meskipun bukan lawan mereka nanti, tapi untuk sekedar jaga-jaga saja karena suatu saat bakal bertemu apalagi musuh yang kuat jadi butuh rencana ekstra dan sedikit mengawasi semua kemampuan musuh lalu membuat rencana untuk melawan tapi, itu juga tergantung peraturan di Rating Game nanti.
Terlihat di layar ini pertarungan sudah mencapai akhir dan dari pihak Zelpydor sendiri semuanya sudah tumbang kecuali (King) dan dari pihak Sairaorg masih tersisa (Queen) dan seorang (Pawn) yang tak melakukan apapun sama sekali malahan semua musuh dilibas habis oleh Sairaorg sendiri, bagi siapapun yang mengenalnya itu wajar karena sifat dari sepupu Rias ini sangat haus akan kekuatan dan maniak bertarung apalagi menghadapi lawan yang kuat malahan membuat pria itu mendidih penuh semangat daripada kekuatan.
Rias tau sepupunya itu seperti apa, terlebih mustahil tipe Sairaorg itu akan bertarung pakai taktik otak malahan kebanyakan mengandalkan kekuatan otot meskipun dia tak memiliki kekuatan (Power Decstruction) dari keturunan Bael tapi, dia melatih tubuhnya hingga menjadi sekuat itu dan bakal dipastikan Peerage miliknya pasti akan bertarung dengan kekuatan penuh tapi, untuk sekarang fokuskan pertarungan mereka melawan Astaroth.
Dan terlihat Zelpydor melemparkan kekuatan orb kecil merah dari kedua telapak tangannya secara banyak dan tak terhingga tapi, bagi putra Bael ini hal seperti itu sangat mudah sekali dan menghancurkan serangan itu dengan pukulan yang bertubi-tubi bahkan gerakannya sangat cepat sekali seperti Blur.
"Ini mengejutkan" ucap Issei yang sangat terkesan dengan pria itu karena seperti mudah sekali menghancurkan serangan itu.
Yumi melirik ke lelaki itu "apa yang kau bisa kagetkan dari Iblis muda nomor satu?"
"Tidak, hanya saja dia belum mengeluarkan kekuatannya penuh" Issei tau sepupu Rias ini masih bermain-main dan belum serius.
"Dia setiap hari jika melawan seseorang selalu serius kok" Rias tertawa kecil melihat ekspresi aneh pacarnya ini.
"Dia menghargai lawannya dan tak seperti yang lainnya selalu merendahkan musuhnya" ucap Akeno yang teringat dari seorang putra ketiga dari keluarga Phoenix yang arrogant.
"Tapi, itu cukup luar biasa bagaimana dia bisa mengatasi kekuatan Iblis seperti itu dengan kedua tangannya" ucap Xenovia dengan mata berbinar penuh kagum karena dia orang dengan tipe yang senang terhadap kekuatan.
Mereka tetap melihat ke layar itu yang mana kali ini giliran Sairaorg yang menyerang setelah serangan Zelpydor gagal dan dia meloncat ke atas dengan kepalan tangan yang sangat kuat sekali dan Zelpydor membuat perisai sihir pertahanan berlapis-lapis, tapi tetap saja mudah dihancurkan oleh tinjunya dan sekali serangan pukulan keras Sairaorg menghancurkan perut musuhnya hingga terhempas ke tanah sangat keras.
Rias segera mematikan layar "seperti yang diharapkan dari Iblis muda nomor satu" dia tak yakin bisa menang menghadapi Sairaorg jika pakai tenaga fisik jika, taktik otak ada kemungkinan besar di menang tapi tergantung peraturan "nah, untuk sekarang fokus kita adalah mengalahkan Astaroth terlebih dahulu dan aku tadi hanya ingin menunjukan kepada kekuatan dia seperti apa"
"Dia benar-benar kuat" ucap Yumi bisa menyadari perbandingan kekuatannya dengan Sairaorg begitu jauh "kita harus berlatih lebih keras lagi untuk bisa mengalahkannya"
"Tapi, kita kesampingkan itu dan mulai diskusi lagi tentang rencana kita" ucap Rias mulai bicara lagi dan sebagai pemimpin sudah sewajarnya mengatur para anak buahnya.
"Azazel-sensei tak ke sini?" tanya Koneko yang tengah duduk di pangkuan Issei seperti seorang yang sangat possesive terhadap wilayahnya dan tengah memakan manisan.
"Ah, benar juga" Issei tak ada masalah dengan gadis ini malahan bagus tak berharap jika kedua teman mesumnya itu melihat karena akan buat kegaduhan, dia tersadar Gubernur seenaknya itu tak ada di sini memulai diskusi sebagai pelatih.
"Dia sedang Rapat Guru saat ini" jawab Akeno.
"Tumben" Issei mengerutkan alisnya penuh keheranan biasanya Guru itu selalu seenaknya dan mangkir dari tugas dengan alasan malas.
Rias tertawa kecil lalu bicara lagi "yah, biarkan saja nanti dia menyusul lagipula kita hanya membuat strategi sedikit benar lagi setelah itu-" dia belum selesai bicara karena langsung terpotong oleh lingkaran sihir teleport yang muncul di dalam ruangan klub.
"Astaroth" Akeno menyadari symbol lingkaran sihir itu dan apa yang mereka lakukan tiba-tiba ke sini? dan pasti mereka memiliki maksud keinginan lain.
Dan tak lama muncul seorang pria tampan dengan senyum ramah yang tak pernah selalu lepas dari wajahnya Diodora Astaroth, dan apa yang dilakukan calon penerus Beelzebub di sini adalah sesuatu yang mencurigakan karena tak pernah datang ke sini jika masalah urusan pemerintahan dan dunia Iblis.
'Berani bertaruh jika dia kesini bukan tanpa tujuan melainkan menginginkan Asia?' Issei bertanya kepada kedua partnernya, lagipula dia sudah gak senang dengan Diodora ini karena sok akrab dan sok baik yang pasti dia memiliki maksud tertentu selain cuma menyapa lawannya.
[Nah, Iblis memiliki banyak sifat jadi jangan heran jika suatu saat yang awalnya berteman bisa berkhianat]
(Zzzzzz...) Albion terdengar mendengkur dan tampaknya Naga putih ini ingin tidur sambil mengistirahatkan tenaga.
"Halo Rias Gremory dan Keluarganya" ucap Diodora tersenyum ramah.
"Ohhh, putra keluarga Astaroth silahkan duduk" ucap Rias menyapanya dengan normal "dan Akeno tolong buatkan teh untuk tamu kita yang datang ini"
"Baiklah" Akeno segera menyiapkan teh.
Dan tak lama kedua (King) itu duduk saling berhadapan satu sama lain sedangkan yang lainnya memilih berdiri di belakang dan Issei agak di pojokkan memperhatikan percakapan itu dengan serius karena tau bahwa Diodora orang yang patut dicurigai dan pasti memiliki sesuatu yang berhubungan dengan Asia.
"Jadi, ada keperluan apa calon keturunan Beelzebub datang kemari?" Rias bertanya dan curiga juga namun dia belum bisa memastikan apa itu "sepertinya sesuatu yang sangat penting sehingga kau datang dengan sendirinya?"
"Seperti biasa yah, langsung tanpa basa-basi" ucap Diodora menyeruput teh yang sudah disiapkan Akeno "dan karena aku ke sini ada sesuatu penting yang ingin disampaikan jadi, langsung saja"
"Oh apa itu?" Rias mengangkat sebelah alisnya.
"Aku ingin bertukar bidak milikmu dengan bidak milikku" jawab Diodora menyampaikan tujuan utamanya.
Rias tau hal seperti pertukaran anggota keluarga sering terjadi bahkan sudah menjadi tradisi yang mana salah seorang (King) tertarik dengan bidak dari keluarga lain dan menginginkannya dengan cara bertukar atau di dalam dunia manusia disebut Barter.
"Oh, apakah ada seseorang yang membuatmu tertarik dan hingga ingin bertukar?" Rias bertanya lagi dan ingin tau siapa orang yang diinginkan lelaki ini mungkin Yumi atau Xenovia? karena mereka memiliki kekuatan hebat, tapi jika itu Akeno mana mungkin dia mau tukar begitu saja.
"Oh, aku hanya ingin Asia Argento saja dan bukan yang lain" jawab Diodora tersenyum namun tak sadar matanya melirik ke gadis mantan perawat gereja itu seperti seekor Singa yang kelaparan menatap mangsa.
Asia sedikit gemetar takut mendengar namanya disebut, Raynare dahinya berkerut tak nyaman sekali, Issei melihat reaksi dari pacar dan tau bahwa ucapannya kemarin itu benar bahwa ada sedikit hubungan masa lalu Asia dengan Astaroth apalagi itu juga ada kaitannya dengan kasus pengambilan Sacred Gear Asia beberapa bulan lalu di Gereja tua yang sempat membuat gadis pirang itu mati sementara setelah dihidupkan kembali oleh Rias dan dijadikan anggota keluarga Gremory.
Asia sebenarnya tak tau kenapa orang ini menginginkannya padahal dia cuma bisa menggunakan pengobatan penyembuhan, dan jika dibandingkan Xenovia atau Yumi tentang pertarungan sudah sangat jelas kalah. namun dia ingat bahwa lelaki ini adalah Iblis yang pernah dia tolong sewaktu masih di Gereja dan berkat itu dia mengalami masa-masa suram hingga akhirnya diusir dari Gereja berkat kelakuannya itu menolong Iblis.
Tapi, karena itu akhirnya dia menemukan tempat yang dianggap rumah dan orang-orang yang disebut keluarga, Issei dan kedua orang tuanya sangat baik bahkan menganggapnya seperti anak sendiri, Buchou dan teman-temannya di sekolah benar-benar sangat perhatian dan sangat menyenangkan sekali meski harus dibayar dengan kematian dan membuatnya menjadi Iblis tapi, itu cukup membuatnya bahagia saja tak masalah.
Rias mengangkat sebelah alisnya dengan diam berfikir sejenak matanya melirik ke belakang dan mendapati dua orang dengan reaksi berbeda, yang dia tangkap dari Asia nampaknya memiliki hubungan masa lalu terhadap Astaroth dan mungkin saja itu penyebabnya diusir dari Gereja dan untuk Issei mungkin bisa memaklumi namun dia tak bisa membiarkan lelakinya turun tangan karena bisa gawat meskipun Diodora ini orang misterius tapi, dia tetap calon penerus Maou Beelzebub.
Rias menaruh telapak tangannya di dagu dan menjawab "aku hargai tawaranmu itu cuma maaf, aku tak menerima pertukaran apapun dari siapapun itu" dia menolak sama sekali meskipun itu sahabat terbaiknya Souna karena baginya orang-orang ini adalah yang terpenting dan sangat berharga setelah keluarganya dan Issei, jadi mustahil dia menukarnya dengan sesuatu yang lain.
Diodora tersenyum meski ditolak mentah-mentah "ohhh benarkah? padahal aku ingin menukarnya dengan (Knight) dan (Rook) yang mana sangat hebat" dia belum menyerah meski sudah ditolak dan dia ingin mendapatkan Asia Argento apapun caranya karena gadis itu adalah salah satu hadiah terbaik.
Rias tau bahwa Diodora ini pasti ada niat terselebumg dibalik sangat keras kepalanya dia menginginkan Asia, tapi tak bisa menebaknya apa itu cuman pasti sesuatu yang berbahaya sekali.
"Sekali aku menolak, maka kau seharusnya tau bukan apa jawabanku?" Rias melipat tangannya sangat keras kepala menolak dan dia tak ingin rencana mengalahkannya di Rating Game jadi terganggu berkat pertukaran yang tak berguna ini.
"Yah, sepertinya aku tak bisa bersikeras lagi" ucap Diodora yang menyerah untuk sekarang lalu kembali berdiri untuk bersiap pergi "tapi, jika kau tak keberatan mungkin bisa mampir sejenak di Mansion Astaroth untuk sekedar minum-minum dan tentu saja kau juga boleh Asia Argento" dia masih bersikeras ingin membawa Asia menjadi budaknya dan tak mau menyerah.
"Baiklah, akan kami fikirkan itu nanti" ucap Rias sedikit waspada terhadap orang ini karena mustahil akan menyerah begitu saja dan menggunakan cara lain lalu setelah itu Diodora menghilang dalam lingkaran sihir kembali ke tempat asalnya.
"Orang yang mengerikan" ucap Koneko datar setelah melihat Astaroth pergi.
"Kau beruntung tadi menolaknya karena jika iya maka sudah kuhajar tadi" ucap Issei menahan kesalnya dan beruntung tingkah pria tadi tak begitu jauh.
Raynare terkekeh "astaga, kau ini"
Rias tertawa kecil dan berdiri "untuk sekarang kita tak tau dan apa yang akan diperbuat nanti tapi, kita tetap fokus dalam Rating Game ini untuk mengalahkannya" dia mungkin belum saatnya untuk melaporkan ini kepada kakaknya karena masih belum ada bukti.
"Baik!"
.
.
.
.
.
- Apartement
Terdapat sebuah Apartement sewa yang sedikit murah dengan kondisi yang biasa saja, hidup seorang pria paruh baya yang sendiri tinggal di tempat ini mungkin, bagi orang-orang biasa bahwa pria ini memiliki kehidupan yang menyedihkan dikarnakan sendiri dan tak ada yang manusia, tapi bagi di dunia lainnya bahwa lelaki ini adalah orang yang sangat hebat meski agak sedikit sinting.
Gubernur Malaikat Jatuh Azazel, begitulah orang-orang di Dunia superanatural mengenalnya dan bisa dipanggil Profesor juga karena ketertarikan dia tentang Sacred Gear dan mencoba membuat Sacred Gear buatan, meskipun begitu dia bukan tipe seseorang yang bermegahan malahan dia cukup santai dan sederhana jadi, jangan heran jika di Apartementnya ini cuma ada barang biasa.
Palingan yang bagus cuma banyak sekali jenis Console game dari jaman dulu hingga sekarang karena maniak dia terhadap sesuatu yang membuatnya tertarik hingga sulit untuk bisa menghentikannya jadi, jangan heran jika Issei menyebutnya Guru gila karena akan melakukan cara apapun untuk mencapai tujuannya.
Dan saat ini Gubernur Malaikat Jatuh ini sedang duduk saja sambil melihat acara Televisi di dunia manusia dengan minum secangkir Vodka dengan Es, tapi jika dilihat lebih dekat lagi tampak lingkaran sihir kecil di Telinga kirinya dan dia terlihat sedang berbicara dengan seseorang lewat lingkaran sihir itu sendiri.
"Sepertinya kali ini cukup serius karena tiba-tiba saja saat Rating Game berlangsung antara Astaroth dengan Estosa, calon penerus utama keluarga mereka mati pada saat itu"
Sepertinya suara kakaknya Rias dan Azazel menjawab "tidakkah kau selidiki terlebih dahulu, atau besar kemungkinan karena kecelakaan?" dia baru mendengar bahwa Rating Game memakan korban apalagi yang jadi korban itu adalah (King) sendiri dan bukan bidak lain.
"Kita sudah menginvestigasi tempat yang ada di sana dan tak menemukan pentunjuk apapun bahkan tempat bertarung itu sudah sangat bersih seolah tak ingin meninggalkan jejak"
Azazel menggaruk keningnya "apa kau menuduh bahwa Diodora Astaroth telah bersekongkol dengan Khaos Brigade dalam pembunuhan itu?" dia tau kelompok itu cukup bermasalah apalagi dia sudah menaruh mata-mata di kelompok berbahaya itu jadi, sedikit tau seluk beluknya seperti apa
"Masih belum yakin karena ini masih praduga saja jadi 50 banding 50 antara murni karena kecelakaan atau terbunuh sesuai rencana"
Azazel meminum Vodka lagi "coba begini, kau periksa ke Agrares tentang Rating Game yang sudah dilakukan Diodora Astaroth dan aku akan mengirim agent rahasia untuk memeriksanya tapi, jika menurutku mungkin Golongan Maou lama juga ikut campur masalah ini mengingat yang diincar itu Calon kepala keluarga"
"Mungkin mereka bekerja sama?"
"Aku sangat yakin itu dan apa kau lupa kasus Katharea Leviathan?" jawab Azazel "dan mungkin itu masih ada hubungannya cuma kali ini mereka bergerak agak hati-hati"
"Begitu ya... baiklah sepertinya akan aku cek ke sana"
"Semoga berhasil" Azazel menutup komunikasi mereka "hahhh, astaga! mereka benar-benar tak ingin membuat pak tua ini istirahat tenang menikmati penemuan buatanku"
Dia sedikit mendengar kabar dari Viola bahwa wanita itu akan pergi Celah Dimensi untuk mencari sang Raja Naga Merah atau Great Red, memang itu terdengar konyol dan gak waras tapi dia tak bisa berbuat banyak apalagi memang wanita itu maniak kekuatan besar dan darahnya akan selalu mendidih ketika bertemu musuh yang sangat kuat dan bisa dibilang sangat terobsesi dengan yang namanya bertarung.
Dan untuk Issei dia masih seperti biasanya berlatih terus meskipun kekuatan yang dia serap dari Hakuryuukou sudah sangat kuat dan gak normal untuk manusia biasa pada umumnya karena Armor itu cukup membuat tersiksa penggunanya jika tak benar, tapi entah kenapa anak itu bisa melakukannya bahkan di luar ekspentasinya dan cukup membuatnya senang namun, meski begitu kekuatannya belum didapat secara full karena kondisi tubuhnya itu.
"Jadi... Issei apa yang akan kau pilih? mengingat Armor itu akan terus menyerap tubuh penggunanya jika tak cepat"
Dia sudah memberi tau Issei tentang kekuatan itu jadi tergantung dari keputusan anak itu untuk memilih di mana dia berada dan tak ada paksakan namun sudah diperingatkan, dan yang terpenting hingga saat ini dia masih tak tau keberadaan Sekiryuutei bahkan dengan banyak pencarian yang hasilnya nihil.
"Tch, yang benar saja aku fikir Sekiryuutei itu Viola jadi akan sangat menyenangkan melihat mereka berdua bertarung"
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
- Hyoudou Mansion
Sementara itu Issei bersama dengan Koneko telah kembali pulang ke rumah karena sebelumnya melakukan perjanjian kontrak kerja sama dengan manusia, hal seperti ini sudah lumrah terjadi untuk pihak budak Iblis dari suatu keluarga menjalin kerjasama dengan manusia dan biasa kerjasama itu berupa bantuan sesuatu dan itu tergantung dari permintaan klien itu sendiri.
Koneko mendapat klien seorang Maniak otaku atau disebut Wibu yang setiap hari selalu di rumah, cuman yang agak sedikit aneh itu Kliennya orang dewasa yang sudah seharusnya menikah dan memiliki kehidupan normal pada umumnya namun, malah menghabiskan waktunya di dalam dan cuma menonton anime sambil main game yang artinya menjadi salah satu penyakit sosial karena enggan berinteraksi dengan orang-orang sekitar.
Meski kliennya aneh tapi, Koneko tetap menurutinya karena pria itu sudah menjalin kontrak cukup lama dan bisa dibilang permintaannya yang aneh-aneh berhubungan dengan perwibuan salah satunya memaksa Koneko memakai kostum anime atau disebut Cosplayer dan meski adik Kuroka itu terlihat tak nyaman namun dia sedikit tenang karena sudah sering seperti ini.
Dan setelah menyelesaikan kerja kontrak itu akhirnya mereka kembali ke rumah meski Issei cuma berniat menemani karena meski Koneko itu Nekomata Iblis tapi, masih tetap gadis kecil biasa apalagi wajah Lolinya itu cukup membuat para Lolicon mendekat.
"Maaf telah merepotkan untuk menemaniku Issei-senpai" ucap Koneko malu-malu dengan blush kecil di wajahnya.
"Tak masalah, aku kebetulan saja sedang tak melakukan apapun" balas Issei tersenyum lalu dia membuka pintu dan masuk "Taddaima!"
"Okaeri!"
Issei menyadari suara itu lalu ketika masuk ke dalam Mansion dan tak lama muncul darah yang mengalir dari kedua lubang hidungnya, biasanya hal seperti itu terjadi karena matanya mendapati sesuatu yang menyegarkan dan membuat bagian bawahnya berdiri tegak.
Karena dia melihat Kuroka menyambut kedatangannya di depan pintu seperti seorang Istri yang menunggu kepulangan Suaminya, namun bukan itu yang membuatnya mimisan melainkan Kuroka telanjang bulat dan hanya mengenakan celemek minim dan cuma menutupi bagian kewanitaannya saja dan sangat sexy bukan lebih tepatnya hot.
"Mantap sekali aku disambut seperti ini" ucap Issei yang berusaha mengusap hidungnya tapi, tak pernah berhenti karena tampilan yang sangat luar biasa.
"Bagaimana anata? Nya?!" Kuroka mengedipkan matanya sambil menggoyangkan pinggulnya yang diakui sangat menggoda.
Issei bisa melihat semua tubuh wanita Nekomata ini yang sangat terbuka bahkan celemek itu tak sanggup menutupinya, pinggul yang berbentuk elegan, bulatan pantat yang bergetar, kedua payudara yang memantul disetiap gerakan, dan kedua puting yang nyeplak di balik celemek itu yang memaksa untuk keluar, dan kedua paha yang mulus sekali, jika Issei sedang dalam kondisi panas bakal dipastikan kakak Kuroka ini sudah berada di lantai dengan suara cabul yang keluar dari mulutnya.
"Aku benar-benar menyukainya, sungguh!" ucap Issei mengacungkan jempol tanda di sangat puas sekali dengan sambutan ini "tapi, bukankah ada kedua orang tuaku sekarang?" dia masih belum yakin tentang orang tuanya yang mengizinkan dirinya untuk bisa bermain cinta dengan wanitanya secara bebas karena biasanya selalu menggunakan sihir pengedap suara.
"Saat ini mereka menikmati liburannya yang diberikan oleh putri merah itu"
Muncul suara menawan lainnya dan tak lama Raynare datang dari arah dapur dengan mengenakan pakaian yang sama celemek bugil dan menunjukan bentukan tubuh yang sangat luar biasa menyegarkan mata tapi, dengan tambahan mengenakan stocking hitam panjang sampai paha besarnya dan sangat sexy.
"Astaga, apakah hari ini semua pakaian belum kering?" ucap Issei yang tak mengalihkan pandangannya kepada kedua gunung besar dari kedua wanita superanatural ini karena selalu memantul disetiap gerakan.
Raynare tertawa kecil sambil memasang seringai jahil "jadi, apa yang kau ingin lakukan sekarang? Makan, Mandi hangat atau...aku?" dia menatap penuh nafsu menggoda sambil menarik celemek sedikit ke bawah hingga menunjukan puting pink kemerahan yang lezat dan siap untuk dihisap.
Issei menghela nafas dan tetap untuk menahan normal dari hawa godaan ini yang mulai memanasi tubuhnya "sebenarnya kalian sengaja memanfaatkan moment kesempatan tak ada orang tuaku untuk memakai pakaian seperti ini?"
Rias datang juga datang sambil memegang Centong sayur dan celemek bugil juga "tidak kok, lagipula ini ide Ibu mertua yang menyuruh kita melakukan ini, karena tradisi pasangan baru di Jepang adalah memanjakan suami dan salah satunya memanjakan matanya dengan tampilan seperti ini ketika pulang?" dia mengedipkan matanya melihat reaksi Issei yang bisa dibilang sudah tau soal seperti ini, lagipula mereka sudah sah suami istri secara batin saja.
Kuroka merangkul Issei dari belakang sambil menggencet Payudaranya "Nya, kau seharusnya tak usah komplain ketika disambut seperti ini karena banyak orang yang sangat ingin mengincar posisimu sekarang"
"Lagipula aku tak komplain cuman terkejut saja" Issei menutup matanya menikmati sensasi lembut dua bola yang menyentuh punggunggnya.
Raynare terkekeh "kau beruntung Kalawarner tak di sini karena sedang ada misi kecil dari Azazel-sama, karena dia akan hanya memilih Telanjang daripada berpakaian karena itu menyenangkan menurutnya" dia tau temannya lebih liar dari dirinya soal sexualisme.
Issei dengan smug grin "nah, itu lebih bagus setidaknya aku tak perlu repot-repot untuk melepas pakaiannya" dan gadis berambut hitam itu langsung blush malu.
Kuroka melirik ke adiknya yang cuma menundukan kepala dengan mata gelap tertutup rambut dan wajah memerah malu "kau ingin ikutan juga Shirone nya? aku tau kau ingin mate tapi usiamu belum sempurna untuk melakukan itu dan juga waktumu belum tiba jadi, tahanlah dulu karena kau masih kecil" dia tau adiknya itu ada perasaan kepada pemilik dua naga legendaris ini bahkan akan lebih berani lagi, tapi yang dia khawatirkan adalah Issei yang mustahil untuk menahannya hingga terjadi seperti itu karena Shirone secara batin dan fisik belum siap menerima sesuatu di dalam perutnya.
"Kakak benar-benar yang paling buruk" ucap Koneko sangat kasar tapi memang seperti itulah dirinya meski begitu wajahnya memerah sangat malu.
"Nya! Nya! Nya! cepat tidur Shirone ini tak baik untuk anak kecil sepertimu dan juga aku akan mengajarimu beberapa tehknik senjutsu" ucap Kuroka mengibaskan tangannya dengan ekspresi sangat ceria sekali.
"Terserah" jawab Koneko berjalan ke atas tapi wajah merah malunya itu masih belum hilang.
Kuroka berbalik lalu mendorong keras Issei sofa dan langsung duduk di pangkuannya sambil tersenyum menggoda "jadi, apa yang kau ingin lakukan? Makan, Mandi, atau? aku?" dia merasakan bagian bawahnya mengeras dan sengaja menggoyangkan pinggulnya.
Issei benar-benar sulit untuk menahannya ketika digoda sudah sejauh ini dan matanya melihat belahan payudara yabg ingin wajahnya dibenamkan ke sana, namun kedua tangannya bergerak ke belakang wanita Nekomata itu dan memberi tamparan keras di area gumpalan pantat, hingga terdengar suara keras dan suara desahan kecil dari Kuroka.
"Kucing Nakal" Raynare menyeringai penuh sensual ketika melihat pantat yang bergetar hingga meninggalkan bekas telapak tangan merah di sana.
"Pertama aku ingin makan dulu setelah itu..." Issei berhenti sejenak lalu melihat ketiga wanita sexy ini bugil dengan celemek saja dan hingga tak bisa menahan nafsu alaminya sebagai laki-laki apalagi aura panas Naga yang dimilikinya mendorongnya untuk mendominasi ketiga wanita ini "daripada mandi hangat, ngomong-ngomong apakah di sini ada ruangan Sauna?"
"Ohhh, itu ada karena aku dan Akeno selalu sering menggunakannya" jawab Rias melipat tangannya dan dia tau apa yang ada di fikiran Issei dan memasang senyum jahil "ohhh dan jangan bilang kau ingin melakukannya di situ heh?"
"Aku ini lelaki normal, jadi apa yang aku bisa lakukan ketika ada tiga wanita cantik cuma menggunakan celemek bugil seperti itu?" ucap Issei dan ketiga wanitanya itu langsung blush malu "ohhh, ngomong-ngomong kau masak apa hari ini?" dia bertanya ke putri merah itu.
"Makanan favoritmu" jawab Rias mengedipkan sebelah matanya dan kembali lagi ke dapur.
"Kalau begitu aku akan menyiapkannya dahulu nya" ucap Kuroka beranjak dari pangkuan Issei lalu berjalan ke arah ruangan Sauna sambil sengaja menggoyangkan pinggulnya agar perhatiannya tertuju pada sexynya itu "aku tunggu kalian ~di sana! Nya!"
"Wanita itu" Issei tak tahan ingin menghantam pantatnya itu tapi, menyadari ada wanita yang masih berdiri di sana "uhmmm, tidakkah kau menyusul Kuroka dan tunggu aku di sana"
"Tadinya aku ingin ke sana cuma..." Raynare berhenti sejenak karena matanya melirik tajam seperti predator ke arah bawah Celana Jeans yang terlihat ada tonjolan di sana "sepertinya itu tak baik, jika kau membiarkannya terkunci di dalam sana seperti itu?" dia menjilati ujung mulutnya dengan penuh nafsu sexual.
Issei tanpa berfikir panjang langsung menjawab "baiklah, kenapa tidak kau lakukan saja" dia tak ada masalah untuk melakukan sesuatu seperti itu di mana saja atau di depan banyak orang cuma itu jika Raynare inginkan apalagi ada rasa sensasi yang sangat beda ketika melakukannya di sekitar banyak orang "kalau, begitu bisakah Gagak cantik ini memberi sedikit pelayan kecil terhadap celanaku?" dia kali ini berubah jadi orang yang berbeda.
Raynare sedikit terkejut tapi malah mengikuti alurnya "dengan senang hati" dia berlutut di depan Issei sambil menarik sleting celananya dan menunjukan kejantanannya.
Dan setelah itu banyak hal yang terjadi untuk keempat orang ini beruntung Asia sudah tertidur karena jika kepergok akan gawat dan untuk Koneko, semenjak ada kakaknya loli Nekomata itu tak bisa berbuat seenaknya untuk sekarang dan dapat pengawasan.
Dan itulah yang terjadi sekarang.
.
.
.
.
.
- Beberapa Hari Kemudian
Sementara Rias beserta budaknya saat ini sedang menjalankan Rating Game kini, Issei, Irina, Raynare, dan Kalawarner semuanya berkumpul di depan bangunan klub atas perintah dari Azazel sendiri dan nampaknya Gubernur Gagak itu tak sendiri karena dia bersama dengan Raja Iblis Lucifer Sirzech yang mengenakan armor megah seperti ingin bertarung.
"Oke, mungkin aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi di sini dan kenapa kita semua dipanggil?" ucap Issei yang bicara lebih dulu setelah cukup lama hening.
"Kita akan membuat Sihir transportsi sementara dan memindahkan kalian ke Dunia bawah di Kota Ungu Sopreroth atau wilayah dari daerah keluarga Iblis Astaroth" jawab Azazel tanpa basa-basi lagi dan wajahnya sangat serius sekali.
"Tunggu kenapa kita harus ke sana bukankah sedang ada Rating Game sekarang?" Irina yang kali ini bertanya.
"Yah, memang itulah yang kita inginkan" jawab Azazel menjentakkan jarinya.
"Lalu?" Issei masih belum faham sama sekali karena kata-kata guru ini sangat berbelit.
"Ini juga soal Khaos Brigade dan para Golongan Maou Lama" jawab Sirzech memotong ketika Azazel ingin bicara.
"Astaga..." Raynare memutar bola matanya kesal.
"Setelah melakukan penyelidikan secara matang dan jelas bahwa insiden kecelakaan yang menewaskan calon penerus Keluarga Estosa bukan murni karena kecelakaan, tapi karena memang sengaja oleh Diodora Astaroth yang mendapat bantuan dari Grup Teroris Khaos Brigade" jawab Azazel menjelaskan masalah utamanya.
"Bagaimana kalian bisa yakin itu?" Irina bertanya dengan wajah masih tak percaya.
"Selain dari penyelidikan saat ini kita mendapat kabar tak baik dari Rias bahwa Rating Game batal dan para keluarganya saat ini sedang dikepung oleh sekumpulan Penyihir dari Khaos Brigade berkat suruhan dari Diodora" jawab Sirzech cukup cemas dengan keselamatan adiknya cuman dia tak bisa gegabah untuk bergerak.
"Singkatnya Rating Game itu batal dan kini Putra penerus utama keluarga Astaroth dianggap berkhianat karena bekerja sama dengan kelompok Teroris" ucap Azazel.
"Jadi, kita ke sini datang untuk membantu mereka?" Issei sudah mengerti situasinya lagipula dia tak pernah memiliki perasaan baik terhadap pria yang selalu tersenyum karena keinginan kerasnya untuk menjadikan Asia sebagai budak.
"Yah, kalian bantu teman-teman yang lainnya dan soal bantuan tambahan, kita sudah urus itu" ucap Azazel dengan seringai yang menunjukan bahwa di otaknya pasti memiliki ide gila lainnya.
Kalawarner memegang pundak lelaki itu "kau harusnya menghajarnya, karena dia biang masalah sebab Asia seperti ini"
Benar juga berkat orang itu Asia hidupnya cukup menyedihkan sebelum datang ke sini dan mengenalnya, diusir dari Gereja karena menyelamatkan seorang Iblis yang ternyata Diodora padahal gadis itu polos dan tulus tanpa pandang apapun tapi tetap saja dianggap hina, lalu setelah diusir datang ke Kuoh tak tau apapun. Dan cukup beruntung bertemu Issei lalu yang terakhir adalah kematian gadis kecil itu yang berkat diambil Sacred Gear dan ditipu bahwa itu adalah tugas namun, tetap saja dia masih gadis belia yang belum saatnya mengetahui buruknya dunia ini.
Dan Issei berterima kasih kepada Rias karena berkat system Evil Peace itu akhirnya Asia bisa selamat dan mendapat kesempatan kedua untuk hidup, meski bayarannya tak bisa berdoa kepada Tuhan menurut kepercayaannya, cuma Asia ikhlas menerimanya dan malahan sangat bahagia dengan keadaannya sekarang.
Cuma hanya saja Issei cukup janggal ada dua kemungkinan pertama karena takdirnya sudah seperti ini jika seperti itu Issei tak bisa berbuat apa-apa apalagi jika Asia dan Diodora bertemu karena takdir mungkin oke saja dan mungkin jika tak bertemu dengannya mungkin Asia masih jadi Biarawati hingga sekarang dan mengobati orang-orang dengan Sacred Gear (Twillight Healing).
Kedua jika ini memang sedang direncanakan maka Issei tak bisa menerima ini dan ingin menghajar lelaki sok ganteng itu dengan Armor [Balancer Breaker] dan menembakan (Laser Dimension) mengingat Diodora menunjukan sikap yang sangat terobsesi sekali dengan Asia, entah apa rencananya kali ini dia tak bisa membiarkannya gadis itu jatuh ke tangan lelaki jahat itu dan tak peduli jika harus membunuhnya meskipun bakal calon penerus Raja Iblis Beelzebub.
"Simpan itu untuk nanti, karena bisa gawat jika aktif sekarang" ucap Azazel menyadari aura meledak kemarahan yang ditahan dan juga biasanya seekor Naga menunjukan perasaan mereka dengan emosi atau amarah yang meledak-ledak.
Issei menyadari itu dan kembali normal "ohhh, maaf aku sedikit lepas kontrol"
"Kita sudah buat lingkaran transportasi nanti langsung di arahkan ke Kota Sopreroth" ucap Sirzech yang sudah selesai membuat sihir transport cuma Issei mengangkat tangannya "ada sesuatu yang ingin kau bicarakan Issei?"
"Bolehkah aku menghajarnya?" ucap Issei yang tak sabar untuk membuat wajah Diodora banyak.
Sirzech tersenyum "lakukan sepuasnya dan kita takkan pernah menahannya untuk sekarang bahkan membunuh juga boleh" tapi, senyum itu sangat menakutkan untuk orang yang disebut Raja Iblis dan jarang sekali terlihat marah bahkan selalu ramah, karena biasanya orang diam sedikit menakutkan jika marah.
"Dia benar-benar Raja Iblis sekali" Raynare sweatdrop melihatnya.
"Tidak, maksudku buat dia klenger saja karena kita ingin mengintrogasinya setelah urusan ini selesai" ucap Azazel terkekeh dan setidaknya dia masih berfikir normal.
"Tumben lagi bener" guman Issei menyindir.
Azazel mengangkat bahunya "aku ini selalu benar dan tak pernah salah"
"Ya, ya" Issei tak begitu peduli.
"Mereka lucu" Irina tak bisa menahan tawanya.
Dan akhirnya satu pria dan empat orang itu berdiri di atas pola sihir yang besar warna merah dan bersiap dipindahkan ke Kota Sopreroth yang mana tempat itu masih daerah kekuasaaan keluarga Astaroth.
"Yang terakhir kalian tetap waspada dan saling membantu satu sama lain" ucap Azazel memperingatkan "dan juga kita akan datang ketika saat orang-orang yang tak diinginkan muncul.
" semoga beruntung "
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
- Sopreroth City
"Jadi, ini benar-benar sebuah sambutan sekali"
Suara Issei yang terdengar seperti sudah menduga sesuatu yang akan terjadi karena pada saat mereka berempat dilempar atau dipindahkan dari Academy Kuoh ke Kota Soperoth di mana daerah tersebut masih milik keluarga Astaroth dan sekaligus menjadi Arena Rating Game meski kenyataanya permainan itu tak jadi lagi.
Karena setelah mereka diteleportasi rupanya sudah ditunggu oleh segerombolan para Iblis yang berasal dari Khaos Brigade dan yang jelas atas dasar perintah Maou Lama dan juga mereka sangat banyak sekali hingga seperti memenuhi langit merah itu namun, mereka tak sendiri karena ada segerombolan juga para Penyihir.
Dan kenapa ada masih ada pihak Iblis dan Penyihir yang bekerja sama padahal situasi semua kubu masih mengalami perang dingin meskipun sudah melakukan perjanjian damai? mudah saja karena mereka ada sekumpulan teroris dan orang-orang jahat yang tak ingin damai jadi, wajar saja saling bekerja sama dalam hal berbuat kerusakan.
"Well, sepertinya mereka sudah memprediksi kedatangan kita atau..." Kalawarner melihat sekeliling dan nampaknya tak ada jalan kabur atau bersembunyi untuk sekarang "kita yang salah memindahkan tempat karena masuk ke kandang musuh"
"Mereka biasa saja dan kita bisa mengalahkannya" ucap Raynare dengan rasa percaya diri yang begitu tinggi cuman agak sedikit masalah dibagian jumlah.
Kalawarner menyeringai ke temannya "kenapa Ray-chan? Takut? tak bisa membasmi mereka meskipun sebanyak itu padahal kau yang banyak berlatih daripada diriku yang selalu misi?" dia cukup senang menggoda ekspresi yang tak menyenangkan dari temannya.
Raynare menjulurkan lidah "uehhhh! heh, kau mau bertaruh sesuatu siapa yang paling banyak menghabisi mereka semua?" dan saat liburan musim panas dia kembali ke Grigori untuk berlatih tehknik dan kemampuan yang menghasilkan peningkatkan kekuatan dan sayap hitamnya bertambah dua.
Kalawarner mengangkat sebelah alisnya "ohhh ingin bertaruh heh? yang aku tau kau sangat buruk sekali jika bertaruh dengan seseorang bahkan kau tak pernah menang sama sekali?"
"Apapun itu dan sesuai keinginan yang menang" jawab Raynare dengan suara garang yang sangat antusias sekali.
Kalawarner mendengarnya tertarik "baiklah, aku harap kau tak menyesal untuk kembali menarik kata-katamu" dia mengeluarkan Empat sayap hitam.
"Aku tak melihat Rias dan yang lainnya sama sekali di sini?" Issei tak melihat keberadaan salah satu pacarnya dan teman-teman lainnya apalagi Diodora karena dia ingin sekali menghajar wajahnya.
"Aku fikir mereka ada di sana!" jawab Irina menunjuk ke arah bangunan besar yang mirip seperti Kuil kuno dari Yunani tapi, lebih mirip sebuah rumah atau Istana karena biasanya rumah-rumah besar dari pihak Iblis bernuansa kerajaan jaman kuno dahulu dan salah satunya itu "aku yakin itu adalah rumah besar dari Diodora Astaroth"
Issei melihat tangga yang begitu panjang sekali untuk menuju ke bangunan itu jika dia tak punya kekuatan terbang bakal dipastikan kedua kakinya langsung kram karena banyak lari, dan juga yang terpenting muncul beberapa tembakan aura merah gelap yang berasal dari Rias dan percikan kilat dari Akeno yang menuju ke langit.
"Aku akan ke sana dan bagaimana dengan kalian?" Issei tau jika ke sana sangat tak mudah karena pasti dihalangi oleh kelompok gabungan Khaos Brigade ini.
"Jangan khawatirkan kita Ise-kun, cepat ke sana dan kita yang akan mengurus ini" balas Irina yang sudah mengepakkan sayap putih malaikat dan Cincin kuning di atas Malaikat beserta kostum bertempur yang ketat dan menonjolkan bagian feminimnya.
"Yah, kita akan segera menyusul-Eeeepppppp!" Kalawarner tiba-tiba menjerit dengan blush karena tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang sengaja mengangkat roknya dan menunjukan pantatnya ke hadapan orang lain.
Dan ketika melihat ke belakang rupanya itu perbuatan kakek bejat Dewa Asgar Odin yang melihat pantat wanita berambut biru gelap itu yang mengenakan Thong minim warna ungu gelap dan mengangkat rok seolah hal seperti itu biasa tapi, yang jadi herannya mereka tak merasakan keberadaannya dan tiba-tiba muncul begitu saja tanpa disadari siapapun.
"Hmmmm, lipatan bulat yang bagus hingga sangat pas dengan kain yang menutupinya dan berbentuk bulat melingkar sehingga kau bisa melihat sedikit bergetar" ucap Odin menatap pemandangan indah di depan matanya dan seolah itu adalah hal biasa.
Kalawarner berteriak memerah malu "dasar kakek mesum!" dia memukulnya dengan Harisen yang entah dapat dari mana dan tak takut padahal yang dipukul ada seorang Dewa meski ada sedikit sifatnya yang negatif.
"Hohohoho! sungguh wanita jaman sekarang benar-benar banyak berubah dan terus berkembang" Odin tertawa sambil mengelus janggut panjangnya meski begitu dia tak mempermasalahkan bekas merah di jidatnya akibat pukulan tadi.
"Apa yang anda lakukan di sini?" tanya Issei mengabaikan kelakuan mesum tadi dan juga seharusnya kakek tua ini ada di rumahnya sekarang.
"Mengingat aku memiliki hutang budi dengan bocah Gagak itu jadi, aku akan membayarnya sekarang" jawab Odin lalu kedua matanya berubah serius dengan menatap para Penyihir dan Iblis yang ada di langit "tapi, sepertinya kita diganggu jadi tahan dulu untuk berbicara tentang pinggul, dada, dan Bokong wanita jaman sekarang Bocah Hakuryuukou"
'Mungkin ini bantuan yang Sensei maksud?' Issei meski agak tak senang dengan sikapnya karena melecehkan wanitanya tapi, soal kekuatan dia respect karena begini juga Odin adalah seorang Dewa yang terkenal dan sudah pasti kekuatannya tak diragukan lagi.
"Baiklah lautan yang mengamuk terimalah badai dari Gungnir!" ucap Odin yang seperti melafalkan mantra dan tak lama air buatan besar mulai membeludak dari tanah, meski besar tetapi itu tak melukai kakek tua itu malahan seperti perisai yang mengelilingi tubuhnya dan tak lama muncul tombak biru, dengan tiga mata pisau, dan bagian ujungnya warna emas, dengan di tengah ada permata emerald dan bisa dikatakan itu adalah senjatanya.
"Keren!" teriak Irina dengan mata berkilauan bintang, terkadang kelakuannya mirip Xenovia jika sudah berurusan dengan kekuatan dan senjata mungkin karena sudah sering berdua bersama jadi sifatnya tertular.
"Mundur sebentar anak-anak muda, biarkan kalian belajar dari Veteran ini bagaimana mengatasi mereka" ucap Odin yang akhirnya turun tangan dan ikut campur juga sebagai symbol sekutu meski belum secara sah tapi, itu akan meninggalkan kesan baik sekali bagi Aliansi ini.
Ketika semua Penyihir dan Iblis melancarkan serangan ke arah Odin secara bersamaan, tapi kakek tua ini tak gemetar takut malahan tersenyum santai lalu memutar-mutar tombak Gungnir secara cepat dan mengayunkannya seperti pengguna pedang dengan gaya vertikal.
*wushhhh!
Dan alhasil menciptakan aura tebasan yang kuat sehingga memusnahkan semua musuh yang ada di depan sekejap begitu saja seperti mata berkedip, dan semuanya sangat terkesan sekali dengan kekuatan hebat begitu dsn merasa canggungg perbandingan kekuatan yang sangat besar sekali, khususnya Issei yang cemburu karena tak dapat senjata meski bukan ahlinya dalam memainkan pedang atau tombak tapi, jika belajar pasti akan berhasil.
"Gila!" Raynare tak bisa menyembunyikan rasa kagum.
"Dia memang sangat hebat harus diakui tapi, tidak dengan sifatnya" Kalawarner sambil memegang pantatnya sendiri dan akan tetap terus mengingat moment memalukan ini
"Pergilah ke sana bocah Hakuryuukou, biar kakek tua ini yang mengurus sisanya" ucap Odin menghentakkan Gungnir ke tanah "dan yang lainnya boleh saja untuk ikut membantu karena akan sangat menyedihkan jika sendirian huhuuhu!" semuanya sweatdrop melihat kelakuannya yang berubah drastis.
"Kau bisa mempercayakan kita" ucap Raynare mengedipkan matanya dan sudah melemparkan pisau cahaya ke mana saja.
"Jangan kalah Baby!" Kalawarner dengan grin.
"Serahkah semuanya yang ada di sini kepada kita!" ucap Irina sangat ceria sekali
Issei mengangguk faham tanpa bertanya lagi dan mengeluarkan Sayap Putih di punggunggnya lalu terbang secepat mungkin ke arah Rias dan yang lainnya berada.
.
.
.
.
.
- Lantai Arena
Sebenarnya sudah sejak awal Rating Game itu batal terlaksana karena memang Putra penerus Astaroth ini melakukan sebuah pengkhianatan dengan bekerja sama kepada kelompok Teroris Khaos Brigade dan yang terpenting adalah tujuan lelaki ini memang bukan ingin memenangkan Rating Game melainkan Asia karena sejak awal sudah menunjukkan ketertarikan kepada Gadis mantan Biarawati ini.
Dan sekarang keluarga Gremory sedang berusaha untuk mengambil temannya kembali namun, untuk sampai ke tempat utamanya yang ada di atas mereka harus menghadapi para peerage Astaroth di tempat Dua Arena bertarung yang melayang dan harus dipisahkan di tengah kedua tempat melayang itu ada tangga panjang menuju ke Kastil Astaroth.
Di sisi kiri ada Xenovia, Yumi, dan Koneko yang menghadapi 2 (Pion), ssatu (Rook), dan satu (Knight) keluarga Astaroth ang akhirnya bisa mereka kalahkan dengan sekali tebasan besar dan hebat dari Pedang Suci Durandal. dan untuk Dua orang yang memiliki julukan Duo Great Onee-sama di Kuoh ini terlihat mereka belum selesai untuk mengalahkan atau kesulitan membereskan 2 (Bishop), dan 1 (Queen).
"Mereka cukup lama sekali" ucap Xenovia yang sangat tak sabaran sekali untuk menghajar bokong Diodora dan sangat kesal temannya diambil seenaknya begitu saja.
"Mungkin lawannya cukup cerdik dan memiliki kekuatan hebat" ucap Yumi berfikir positif tapi, dia tak bisa menahan diri untuk bersabar lebih lama jika menyangkut soal keselamatan temannya.
"Mereka sedang dalam mode defensive dan tak mau inisiatif untuk menyerang dengan kekuatan penuh" jawab Koneko yang tau mengetahui Senjutsu sudah jelas bisa membandingkan kekuatan seseorang apalagi Buchou memiliki Power Destruction sama seperti Raja Iblis jadi mustahil tak bisa mengalahkan mereka.
"Kita perlu sesuatu pelatuk atau umpan pancingan agar mereka segera menyelesaikannya" ucap Yumi tapi, mereka tak tau hal seperti apa agar mereka meningkatkan kekuatan namun, rupanya Tuhan masih mengabulkan permintaan Iblis kecil ini.
"Sebenarnya aku ingin ke sebelah tapi, terlihat di sini sudah selesai"
"Issei!/Issei-kun?/Issei-senpai!"
Issei melihat di Arena bertarung ini yang sudah memiliki bekas seperti Goresan tebasan pedang panjang yang pasti ini ulah Xenovia mengingat gadis berambut biru itu maniak dalam bertarung dan selalu bar-bar, sedangkan Yumi itu elegan dan kalem apalagi dia selalu memperhitungkan segala prediksi disaat bertarung.
"Mungkin, semuanya sudah selesai ngomong-ngomong.." Issei menatap sekitar dan nampaknya orang-orang yang dicari tak ada di sini "di mana Rias, Akeno-san, dan Asia?" dia cukup cemas dengan gadis pirang itu apalagi Diodora orang yang berbahaya dan mustahil dipercaya.
"Buchou dan Akeno sedang bertarung di tempat sebelahnya" jawab Yumi menunjukan tempat yang mana ada aura mereka berdua "dan sedangkan untuk Asia..." dia tak berani atau tak tau harus bicara apa kepada lelaki ini.
"Dia di bawa oleh Diodora Astaroth ke kediamannya" jawab Xenovia sangat jelas dan tanpa fikir panjang karena sifatnya langsung blak-blakan seperti itu dan dia menyadari kepalan tangan menahan marah di balik Armor putih itu.
Yumi cuman menggeleng kepala sangat heran "setidaknya kata-katamu sedikit disaring dan lebih halus lagi"
Xenovia mengangkat bahunya tak bersalah "aku berkata yang sebenarnya, lagipula memang kenyataanya seperti itu"
"Tapi, sebelum itu Buchou dan Akeno-san perlu sesuatu dorongan semangat karena sangat mudah sekali mengalahkannya cuman, mereka seperti menahan diri" ucap Yumi menjelaskan masalahnya.
"Lalu apa yang aku bisa lakukan untuk membantu?" Issei mencoba menawarkan bantuan.
"Aku tau" jawab Koneko memiliki satu ide yang dirasa sangat efektif lalu berbisik ke telinga Senpainya itu.
Issei mendengarkan lalu mengangguk faham "oh, jadi begitu rupanya aku tau"
Dan sementara itu di tempat yang satunya lagi Akeno dan Rias masih dalam mode bertahan bahkan tak mau menyerang padahal terus dibombardir oleh budak dari keluarga Astaroth yang berkhianat ini padahal jika perhitungan kekuatan sangat jauh sekali perbandingannya.
"Mereka benar-benar memiliki Kerjasama yang bagus sekali sehingga sangat sulit menemukan celah mereka" ucap Akeno yang menahan serangan dengan lingkaran sihir miliknya.
"Kita harus cepat ke atas" ucap Rias yang sangat marah karena Diodora berkhianat dan yang terakhir telah mengambil salah satu keluarga terbaiknya "tapi, mereka benar-benar tak memberi kesempatan bergerak"
"Kalau begitu-ohhhh Halo!?" Akeno mendapati lingkaran komunikasi di telinganya lalu wajahnya berubah menjadi senyum sangat senang sekali ketika mengetahui siapa yang menghubunginya "ahhh ara, Ise-kun fufufu! ada perlukah mengubungi kakakmu Akeno ini?"
"Ohhh, Akeno untuk sekarang aku ada di sini bersama Yumi dan yang lainnya karena perintah Sensei untuk membantu kalian"
"Ara Gentlemen sekali, jadi kau ingin membantu kita? kemarilah maka aku akan memberikanmu hadiah spesial untukmu saja secara pribadi fufufu!" Akeno tertawa menggoda kouhainya ini karena sangat menyenangkan dan mengabaikan ekspresi cemberut di sebelahnya itu.
'Kenapa kau menghubungi Akeno Ise? dan kenapa bukan aku?' Rias tak bisa menyembunyikan rasa cemburunya padahal status mereka sudah pacaran yang lebih dalam lagi tapi, tetap saja dia seperti kalah dan Akeno seperti sangat spesial untuk lelakinya.
"Errr... sebenarnya kita ingin menyelamatkan Asia tapi, bisakah kalian lebih cepat dan juga Rias berhenti cemburu, karena aku tau perasaanmu saat ini yang mendidih tak suka"
"Ohhh begitu" Akeno tersenyum jahil kepada sahabatnya itu yang wajahnya sama dengan rambutnya "jadi, apa yang bisa Senpaimu ini lakukan?"
"Jika Akeno berhasil mengalahkannya maka err... setelah semua ini selesai kita bisa berkencan... dan mungkin kita bisa ahhhh lupakan yang tadi tapi, aku serius"
Lalu komunikasi terputus dan tak lama Aura kuning membludak dari tubuh gadis setengah Iblis setengah Datenshi ini bahkan sangat kuat sekali seperti Issei yang sedang mengamuk dalam Balance Breaker.
"Ise, aku ini pacarmu tapi kenapa kau malah mengajak kencan orang lain" ucap Rias yang sangat cemburu sekali dan hasilnya Aura merah dari Power Destruction meledak keluar dari tubuhnya dan itu mengingatkan pada Sirzech muda saat mengamuk apalagi rasa cemburu itu yang membuatnya seperti ini.
"Fufufu! sudah kuduga Issei benar-benar tertarik denganku jadi, tak sia-sia aku memberinya terapi pijatan hangat" ucap Akeno tertawa tapi, Auranya semakin membesar saja karena sangat menginginkan sekali tawaran yang mustahil datang untuk kedua kalinya "dan sayangnya Rias, kau kalah kali ini sekarang"
Rias emosi cemburunya meledak bersamaan dengan Aura yang tak terkontrol lagi "hahh! kita sudah berpacaran dan bahkan sudah berciuman!" dia tak ingin mengalah.
"Cuman ciuman sekali saja bangga sekali sih" balas Akeno tapi Auranya terus bertambah.
Rias jadi ingat sesuatu lalu memasang seringai meledek "ohhh memang bangga, daripada orang yang sangat kegirangan karena cuman diajak kencan padahal melakukan Sex saja belum dengannya"
Akeno cukup terkejut dengar pernyataan ini meski sudah tau, cuman belum pas jika mendengar dari Rias langsung dan sekarang semuanya sudah jelas bahwa temannya ini sudah melakukannya dengan Issei, dan dia tak bisa menahan rasa irinya itu dan bagaimana nikmat rasanya jadi dia cuman bisa diam saja karena kalah.
"Hahhh kau pembohong!"
"Kalau begitu, perlukah aku kirim Videonya?!"
"Ohhh, kebetulan sekali aku ingin melihatnya bagaimana?"
"Entah kenapa aku merasa, kau memiliki niat lain"
Mereka terus berdebat satu sama lain dan tak sadar Aura mereka sudah sampai titik batasnya apalagi saat ini emosi mereka tak stabil dan mengabaikan musuh yang ada di depan mereka.
"Kalian semua berhenti bertengkar!" teriak (Queen) Diodora Astaroth melancarkan tembakan cahaya.
"BERISIK!"
Kedua Onee-sama ini berteriak secara bersamaan Rias menghunuskan Power Destruction dan Akeno menembak petir kuning apalagi saat ini kekuatan mereka sudah banyak terkumpul dan menghasilkan kekuatan dahsyat yang alhasil membuat ledakan besar sekali.
*Booommm!
"Njir, berhasil rupanya" Issei tak mengira dan melihat kedua kekuatan besar itu meledak secara bersamaan dan meratakan Arena yang ada di sana.
"Sukses!" Koneko mengacungkan jempolnya.
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
- Kastil Astaroth
Setelah semuanya sudah menyelesaikan tugasnya kini Rias Gremory dan keluarga beserta Issei kini berjalan melewati tangga menuju ke atas ke tempat Kastil atau tempat tinggal Diodora yang ada di sana dan juga tempat Asia disekap karena lelaki itu sangat terobsesi kepada gadis biarawati itu.
Dan ketika mereka sampai di dalam betapa terkejutnya mereka mendapati seseorang yang tergeletak di lantai bersimbah darah begitu banyak dan tak bergerak sama sekali dengan kondisi yang sangat mengenaskan dan sudah bakal dipastikan mati.
"Ini..." Yumi menutup mulutnya karena sangat mengganggu matanya dengan hal menjijikan ini.
"Salah satu Anggota Diodora Astaroth yang tak ikut ke bawah" jawab Koneko menutupi hidungnya karena bau amis yang sangat kental dan begitu baru "sepertinya kematiannya ini tak lama dan juga karena dibunuh bukan murni karena kecelakaan"
"Dan darahnya sangat baru sekali" ucap Xenovia mengecek kondisi mayat yang tak bernafas lagi.
"Tunggu!" Issei berdiri paling depan dan bersigap karena merasakan seseorang yang berjalan ke arah mereka.
"Wah! Wah! Wah! Iblis jalang merah dan para pelacurnya!"
Mereka melihat wajah yang sangat familiar sekali dengan rambut perak gondrong, memakai pakaian ala pendeta muda, dan sebuah senyum pyscho yang tak menunjukan rasa ampun kepada musuhnya dan mereka merasakan nostalgia karena pernah berurusan sewaktu di Gereja lama Kuoh khususnya Issei yang sangat benci sekali kepada pria ini.
"Freed Selzan" Yumi memegang sangat erat pegangan pedangnya dan menahan amarahnya karena orang ini masih hidup dan dia sudah tak terfikir lagi tentang masa lalunya cuman pria itu agak sedikit berbeda dari biasanya dan sedikit aneh.
"Fucking shit! Dia lagi" Issei memutar bola matanya sangat bosan dan ingin dia menyingkirkan segera "tampaknya pelajaran kemarin belum membuatmu kapok" dia tak tau apa yang terjadi dan bukankah pria ini dibawa oleh wanita Armor pink atas suruhan Guru gila itu dan kenapa bisa ada di sini di Kediaman Diodora Astaroth.
"Dia sangat bau amis sekali dan busuk" ucap Koneko menutup hidungnya karena sebagai Youkai sudah sepantasnya indra perasaan lain sangat sensitive dan peka.
"Mungkin dia yang membunuh orang ini" ucap Xenovia bisa menduga.
"Jalang Gremory dan juga Hakuryuukou-kun? juga Blonde binal, ahhhh wanita sampah mahluk setengah rendahan" ucap Freed seperti meracau kayak orang gila dan terlihat seperti kehilangan akal sehat cuman, memang sifatnya seperti itu "berkat kalian semua aku jadi seperti ini dan bajingan Armor pink itu membuangku begitu saja ke tempat ini, tapi aku beruntung karena bertemu oleh tuan Diodora dan beliau membantuku hahahaha!"
"Sungguh, kata-kata yang vulgar!" Akeno menutup mulutnya dengan ekspresi wajah merendahkan.
"Dia sudah kehilangan akal waras" ucap Yumi yang bersiap memberi tebasan lagi dengan Excalibur dan gabungan beberapa permata.
"Ho, aku ingat kau sebentar" ucap Freed menunjuk ke arah Yumi "kalau tak salah kau yang menghalangiku kemarin malam" dan (Knight)nya Gremory itu cuma blush malu karena mengingat saat masih jadi keras kepala.
"Kita sudah tak punya banyak waktu" ucap Issei yang mencemaskan keadaan gadis polos itu karena tau bahwa pria itu pasti berbuat yang macam-macam.
"Biar aku yang urus ini kalian cepat ke sana" ucap Yumi mode tempur.
"Kalau begitu aku juga-arghhhhhh!"
Freed tiba-tiba tubuhnya warna merah gelap tubuhnya menghitam dan perlahan membesar dan kulit kera, ditambah wajahnya berubah mengerikan dengan tanduk, gigi runcing panjang, dan mata bulat kuning seperti mau copot, ini bukan Freed Selzan lagi melainkan seorang pria yang berubah jadi monster.
"Kuhahahaha! inilah kekuatan yang hebat sekali dan sangat menguntungkan bekerja sama dengan mereka daripada para gagak pelacur itu" ucap Freed tertawa dan tubuhnya sudah bukan bisa dikatakan lagi manusia normal malahan monster "jika, ingin kalian lewat silahkan cuma hajar aku dulu"
"Dia sudah gak berfikir panjang lagi" ucap Yumi maju mengambil alih "semuanya tetap di belakangku"
"Oh, biar aku beri tau satu hal lagi mengenai si Pelacur cengeng itu" ucap Freed yang membicarakan Asia "asal kau tau alasan dia diusir dari Gereja itu karena rencananya yang menginginkan gadis cengeng itu dan juga tuan kami memiliki sifat suka mengoleksi seorang gadis dari Gereja yang masih suci kuhahahaha"
Issei menundukan kepala dengan mata tertutup bayangan menahan amarah yang sangat ingin meledak ketika mendengar ini 'jadi semuanya sudah jelas, memang direncanakan dan orang itu sangat jelas harus dibunuh' dia tak peduli siapapun itu jika membuatnya jengkel atau cari masalah maka dia tak segan-segan lagi.
"Jadi itu menjelaskan kenapa ketika kita melawan para budaknya, gaya bertarung mereka cukup familiar bagiku jadi memang mantan dari Gereja" ucap Xenovia dengan tangan di dagu.
"Ohhh dan rencana menarik Sacred Gear itu memang dikhususkan agar gadis itu mati dan direkrut oleh tuan Diodora dan bantuan para Gagak kecil" ucap Freed yang membeberkan semuanya "tch, sayangnya ada beberapa yang berkhianat dan aku tak mendapat apapun soal itu"
'Itu mereka' Issei tau siapa yang orang maksud.
"Jadi semuanya saling terhubung sekarang" ucap Rias yang mengerti sekarang jadi serangan para Malaikat Jatuh dan munculnya para Pendeta termaksud munculnya Asia memang sudah direncanakan oleh Diodora sejak awal lalu bisa merekrut Asia cuman gagal karena olehnya dan bantuan Issei dan sekarang tau bahwa Diodora Astaroth sudah berkhianat sejak dulu.
Freed berteriak maju "matilah kalian Iblis!"
*slashhh! *cratttt!
Namun Yumi maju lebih cepat dengan mengayunkan pedangnya lalu kedua orang itu saling berhadapan punggungg, dan tak lama tubuh Freed langsung hancur dengan beberapa belahan pedang hingga terpotong-potong seperti Daging.
"A-a-aku..." Freed tak selesai bicara dan akhirnya mati tergeletak tak bernafas lagi.
"Selamat jalan" Yumi membuat Excalibur hilang.
Dan akhirnya mereka semua berjalan lebih dalam hingga akhirnya sampai dengan disambut oleh Diodora Astaroth yang duduk di kursi singgasananya dengan seringai bajingan yang merendahkan lawannya dan yang terpenting adalah di atasnya Asia cuma mengenakan pakaian putih polos, terikat dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Selamat Datang Rias Gremory beserta keluarganya ohhh dan juga Kaisar Naga Putih"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Cuttt, hingga akhirnya selesai juga untuk update fic ini dan akan update lagi di fic selanjutnya, jadi sampai jumpa lagi di tahun depan untuk update selanjutnya.
Pm
RnR
