Itu.. Itu adalah Senior Gang Min.

Haaa, lelaki tinggi, sopan dan tampan. Dia menyapa seperti itu untuk menggoda kami.

"Senior Gang Minn, wah aku tidak percaya kau kembali. Bagaimana Tugas Militer mu? Apa sudah selesai? Kapan kau kembali? Kau tambah berotot sekarang. Apa kau makan dengan ba.."

"Hentikan bodoh, kau membuat senior gang min tak nyaman" kata tae eun sambil menutup mulutku.

"Senior Gang Min apa kabar?" Sapa Hye Mi kepadanya.

"Aku baik-baik saja, Aku sangat merindukan kampus ini. Kalian mau pergi kemana?" Tanya Gang Min kepada kami.

"Kami ingin ke cafe, Apa kau mau ikut?" Ajak ku ada senior gang min.

"Ah tidak, ada hal yang harus aku kerjakan sekarang, lain kali aku akan bergabung bersama kalian"

"Ah, sayang sekali, yasudah lain kali saja" Tae Eun membalas.

"Baiklah kalo begitu kami duluan, semoga pekerjaan mu lancar" Aku mengakhiri pembicaraan kami.

Kami pun tiba di cafe terenak dengan harga bersahabat untuk kantung mahasiswa.

Seperti biasa aku memesan es dalgona matcha yang sedang tren saat ini. Aku tak bisa minum kopi, karna itu aku memesan varian matcha.

Tiba-tiba Tae Eun pun membuka obrolan yang sangat penting.

"Hei, apa kalian memiliki banyak waktu sekarang?"

"Ya, aku lumayang senggang, ada apa? Kau perlu sesuatu?" Tanyaku pada Tae Eun.

"Ayah ku sedang dirawat dirumah sakit, untuk sementara waktu aku tidak bisa bekerja part time di restoran ayamku, apa kalian bisa menggantikan aku?"

"Apa? Kenapa kau tidak cerita pada kami? Ayah mu sakit apa? Aku dan Sona harus membesuk ayah mu" Tanya hye mi dengan khawatir.

"Bukan sakit yang parah, penyakit lama nya kembali kambuh, Jadi untuk sementara ayahku harus di opname dirumah sakit"

"Tae Eun, aku bersedia menggantikan pekerjaan mu sementara, aku hanya perlu mengantarkan ayam kan?" Kata ku kepada Tae Eun.

"Ya, kau hanya perlu mengantarkan dan menerima uang nya, ini pekerjaan yang enak, jika beruntung kau akan diberikan tip oleh customer" Balas tae eun.

"Baiklah kalo begitu, aku akan menggantikan mu, Kapan aku bisa mulai bekerja?"

"Besok kau bisa mulai bekerja"

"Selamat Pagi, aku Sona yang menggantikan tae eun"

"Oh kau Sona, Selamat Pagi. baiklah tolong kau antarkan ayam ke semua alamat ini"

Wahh pemilik restoran ayam ini sungguh cantik, dia memiliki suara yang lembut dan tingkah yang manis. Pantas saja Tae Eun betah bekerja disini.

Tapi, apa ini, aku baru datang dan belum sempat bernafas tapi sudah harus mengantarkan ayam ke semua alamat ini (T_T)

Apakah di masa lalu aku hidup sebagai pelayan? Atau Aku hidup sebagai seorang fakir miskin?

Tapi demi Tae Eun, baiklahh ayo kita antar ayam ini ke semua penjuru dunia.

Setelah mengantar hampir ke 10 rumah. Ini adalah rumah terakhir.

Tetapii kenapa aku tidak asing dengan jalan ini? Apa aku pernah kesini sebelum nya? Ah ini seperti dejavu.

Saat tiba dirumah terakhir, aku memencet bel dari pagar rumahnya tapi tak aja jawaban. Aku pun mendorong pagar rumah ini.

"Oh, pagar nya tak terkunci, apa aku boleh masuk seperti ini?" Pikirku dalam hati.

Aku berinisiatif masuk ke pekarangan rumah nya, setelah itu aku menekan bell di pintu rumah nya, tapii.. tunggu dulu.. aku mengenal lingkungan ini, aku sepertinya pernah kesini, tapi kapan?

AHHH!!! Aku tau tempat ini! Ini rumah penculik ituu, ya aku tidak salah, ini rumah orang yang menculik ku.

Lalu tiba-tiba sang pemilik rumah membuka pintu nya...