My Guardian Angle

.

Chapter 20

.


Hokkaido , jam 01:56

Suasana rumah sakit yang tak pernah tutup itu sedikit ramai.banyak suster dan dokter yang masih bertugas sedang berlalu lalang kasana kemari.

Di sebuah ruang inap kelas ekonomi itu hanya ada satu pasien.pasien itu adalah seorang pria berumur sekitar 27 tahun,hidungnya panjang seperti pinokio dan matanya masih tertutup rapat.

Di sebelahnya ada seorang gadis berambut biru sedang duduk di bangku.ia menyandarkan kepalanya di kedua tangannya yang terlipat di kasur.sesekali gadis itu mencolek pipi pria itu,berharap dengan di colek,pria itu akan bangun dari tidur panjangnya.

Tak lama,gadis itu menutup dan membuka matanya secara perlahan.rasa kantuk yang amat dalam lama2 menyerang gadis itu.akhirnya gadis itu membenamkan kepalanya di sisi pinggir kasur dan terlelap tidur.mungkin kecapean karna seharian ini menjaga pasien pria itu.


"Jadi….bisa kau jelaskan pada ku apa yang sedang terjadi?..."tanya zoro yang sedang meminum teh botol.

Zoro dan lucci sedang duduk di bangku luar rumah sakit.mereka baru saja selesai makan sekotak nasi bento yang mereka beli tak jauh dari sana.lucci masih menghirup sebatang rokok di mulutnya.ia menghembuskan asap rokok itu ke atas dan memperhatikan asap rokok yang berputar2 di langit.

"iya….aku selama ini adalah seorang malaikat…"

"kau juga kenal dengan robin…apakah….selama ini kau hanya berpura2 tak melihatnya?..." tanya zoro sambil memiringkan kepalanya.

"Iya…itu memang sudah kesepakatan kita.dri awal dia datang ke wano,kita sudah saling kenalan.dia juga yang menitipkan mu kepada ku selama dia tak berada di wano.."jelas lucci sambil menggugurkan abu rokok yang sudah terbakar hangus.

"para iblis itu…mereka menyebutku ' schìvolo'…apa maksudnya?..."

"schìvolo adalah sebutan untuk manusia yang di berkahi dengan kemampuan luar biasa.mereka mampu mendeteksi keberadaan iblis dan juga melukai mereka.biasanya mereka mendapat kekuatan itu dari seorang malaikat kematian.namun….kemungkinan itu terjadi sangat lah kecil.yang aku ingat,schìvolo baru terlahir di dunia ini baru berjumlah 5 orang.termasuk kau…."lucci menoleh ke arah zoro.ia menaruh rokok yang sedang menyala itu di sela jarinya sambil sesekali memainkannya.

"aku juga tak menyangka kalau sahabatku adalah seorang schìvolo.kau….pernah bertemu dengan seorang malaikat maut?..."tanya lucci,ia menggkerutkan jidatnya sedikit.

"emmm…entah lah…aku tak ingat…."zoro berusaha mengingat.

"Heh….persis seperti yang di ucap ke – empat schìvolo sebelumnya.mereka juga tak tahu kalau mereka dapat kekuatan ini dari malaikat maut…"

"jadi….sekarang aku…adalah seorang pemburu iblis?.."

"ya bisa dibilang gtu….pedang mu,mereka yang sesungguhnya mendapatkan kekuatan itu.namun kau sebagai pemiliknya juga mendapat kekuatan mereka."

Zoro sempat teridam.ia menatap rumput hijau yang ada di bawah kakinya.

Menjadi seorang pemburu iblis?...heh tak pernah terpikir di benak zoro.selama ini dia memang selalu mencari alasan untuk bisa bertarung dan mengasah kemampuan pedangnya.berbagai perkelahian bersama para yakuza,berandalan dan preman sudah pernah dia lalui,dan menurut dia itu semua tak begitu menantang.tapi,bertarung dengan para iblis?...heh,ini baru pertarungan yang sesungguhnya….

Zoro tersenyum menyeringai.ia melempar botol teh yang ada di tangannya ke tempat sampah yang ada di seberang jalan taman rumah sakit.

Daaaaaan masuk….

"Apakah ada orang lain yang tau mengenai jati diri asli mu?..."

"sejauh ini tak ada.hanya kau dan robin,kami para malaikat tak seperti iblis yang secara terang2an menampakkan wujud mereka segampang itu.kami hanya akan menujukkannya kalau memang tak ada manusia di sekitar situ….atau kalau terpaksa…"jelas lucci.zoro mengagguk mengerti,ia melihat ke sekeliling area rumah sakit.sudah semakin malam…

"hmmm baiklah….kalau begitu ayok kita kembali ke dalam.kasian vivi nemenin kaku sendirian…"zoro berdiri dari tempat duduknya.ia kemudian memberikan tangannya kepada lucci,yang kemudian di terima lucci.zoro menariknya berdiri,mereka berdua kemudian berjalan memasuki rumah sakit.


"Oya ngomong2,kau sudah menghubungi tuan shogu?..."tanya zoro sambil membuka pintu rawat inap.

"Blum…aku blum sempat megang hape ku-" lucci terhenti sejenak.zoro mengkerutkan jidatnya bingung melihat ekspresi wajah lucci.kemudian mengikuti arah mata lucci.

Kaku sudah sadar,namun saat ini ia sedang mencium mesra vivi yang memeluknya di atas kasur.keduanya benar2 tenggelam dalam ciuman mereka,sampai2 mereka tak sadar kalau ada seorang schìvolo dan malaikat sedang berdiri di depan pintu memandangi mereka.

"emmm EHEM…."dehem zoro memecah kecanggungan.sontak kaku dan vivi menghentikan acara ciuman mereka.mereka berdua menengok ke arah suara secara bersamaan.keduanya langsung ngeblush begitu melihat wajah zoro dan lucci.

"jadiii….kau sudah sadar huh?..."tanya zoro sambil berjalan mendekati keduanya,disusul lucci di belakang yang sedang menahan tawa.

"i-iya…baru a-aja kok…"wajah kaku merah seperti tomat,sedangkan vivi hanya berusaha mengalihkan pandangannya ke lain.

"vivi,bisa kita bicara?...berdua sebentar?.."tanya lucci sopan pada vivi.vivi sempat bingung,namun ia mengangguk.vivi dan lucci keluar dari ruang inap sebentar.

"Kau sudah sadar,dan hal pertama yang kau lakukan adalah mencium pacara mu?...yang benar saja kaku…"ejek zoro sambil beranjak duduk di kursi.

"kenapa emangnya?...kau mau ku cium juga?.."tanya kaku ketus.

"najis…"

"nah ywdh gak usah nge-gas…"

"heh dasar…."

Hening sebentar…

"jadi…gimana rasanya?..masih sakit?..."

"ya lumayan….aku gak bisa berdiri tagak dan tertawa dulu untuk saat ini.otot2 perutku serasa kencang sekali…"kaku mengelus dada dan perutnya.

"hmmm…makannya jangan mabok2an lagi.udah tau kita disitu bukan untuk senang2,kau malah mabuk…"

"yaa….aku juga kapok dengan minuman itu.lagi pula,aku bingung,kau kok bisa sih minum sake banyak dan gak mabuk?...aku minum vodka baru setengah aja udah kayak apa tau rasanya…"

"vodka itu lebih kuat dari pada sake.lagian setiap orang kan beda2 tubuhnya.ada yang kuat minum begituan,ada yang gak."

"hooo…jadi maksudmu aku lemah,dan kau kuat gtu?..."kaku menyipitkan matanya.

"yaaaaa bisa dibilang gtu…"ujar zoro sambil menyeringai mengejek.kaku sempat terdiam,namun sedetik kemudian ia tertawa.

"Iya iya untuk hal yang ini,aku akui aku kalah…"kaku menyenderkan tubuhnya ke atas bantal yang ada di belakangnya.

Tak lama pintu terbuka,vivi masuk di susul lucci di belakangnya.

"kaku-san,aku pulang dulu ya…"vivi membereskan hape dan tasnya yang tergeletak di atas meja sebelah kasur pasien.

"loh kok buru2? Ada apa?..."

"ah gak apa2…aku hanya lelah aja.yang penting kau sadar aja itu sudah cukup buat ku.nanti pagi aku akan kembali lagi ke sini.istirahat ya sayang"vivi mengecup pipi dan hidung panjang kaku.

"iya hati2….kau juga istirahat,jangan memaksakan diri,kalau gak bisa datang gak papa"jawab kaku sambil membelai rambut vivi.vivi hanya tersenyum lalu mengenakan tas dan jaket bulunya.

"zoro,lucci ku titipkan dia pada kalian ya…"vivi pamit,zoro dan lucci mengangguk.ia kemudian berjalan keluar ruangan.

"kau bicara apa aja tadi sama vivi?.."tanya kaku dengan nada sedikit posesif.lucci mengerti ini dan hanya tertawa kecil.

"Tidak…aku hanya membujuknya agar ia pulang dan istirahat.kau lihat saja penampilannya sudah kayak orang gak tidur sebulan…"lucci menarik kursi dan duduk tepat di sebelah kasur kaku.

"iya sih…"

"lagi pula,kami butuh tempat privasi untuk memberi tahu mu mengenai sesuatu…"ujar lucci pelan,ia melirik kearah zoro yang duduk di seberang kasur.zoro mengangguk,lalu keduanya mengembalikan pusat perhatian mereka pada kaku.

"Memberitahu ku soal apa?.."tanya kaku sedikit penasaran.

Lucci dan zoro saling bertatapan lagi.mereka sudah membicarakan ini sebelumnya,dan sepakat untuk memberitahu kaku…

Memberi tahu kaku yang sesunguhnya…


Ruangan yang berisi gulungan2 kertas raksasa itu terasa sepi sekali.tak ada satu pun orang di dalam ruangan itu,selain seorang pria tinggi berambut putih.ia sedang mengenakan kaca mata berframe gold dengan beberapa ukiran di setiap sisinya,ia juga sesekali menyeruput kopi hitam yang ada di tangannya.ia sedang berjalan kesana kemari sambil membuka beberapa berkas dan gulungan kertas.

Ditengah kegiatannya,ia tiba2 berhenti dari langkahnya.ia menengok ke arah pintu masuknya yang tinggi itu.ia mengkerutkan jidatnya,merasakan aura yang seharusnya tak berada disini.

'Tu-tuan kumohon,sa-saat ini tuan baldri sedang sibuk.beliau ka-katanya tak mau di ganggu dulu' suara seorang pria menggema di balik pintu itu.baldri menaruh kacamatanya di atas meja dan kembali menatap pintu putih di depannya.

'menyingkir dari ku aeron sialan!!!! Aku tak peduli mau dia sibuk atau gak' balas suara pria lain dari sebrang sana.

'tu-tuan ku mohon jangan- '

BRAAKK

"BALDRII!!!" pintu terbuka paksa,di balik pintu itu ada gaston dengan wajah murkanya,disusul ludrut yang berusaha menghentikan langkah geram gaston.

Gaston melangkah dengan sangat marah.setiap langkahnya menimbulkan getaran di lantai itu.tanduk juga tumbuh di dahinya dengan kepalan api di diantara ujung tanduknya.matanya melotot tajam memandangi pria tua di depannya,kulitnya mengeluarkan beberapa percikan api dan rambut hitamnya tambah panjang dari biasanya.

"gaston?...apa yang kau lakukan disini??..."tanya baldri kebingungan.

BRAK

"jangan kira aku tak tau dengan rencana bodoh mu baldri!!!" gaston memukul meja lalu memelototi baldri yang masih kebingungan.

"Rencana?..apa yang kau bicarakan?.."

"kau!!kau dan para malaikat sialan mu itu,kalian selalu menghalangi jalan kerja ku dan menyusahkan ku…"geram gaston,suaranya bergetar sedang menahan amarah yang memuncak di dirinya.

"Ada apa dengan malaikat ku?...mereka hanya melakukan pekerjaan mereka,tak ada yang salah dengan-"

"MEREKA MEMBUNUH CERBERUS KU!!!!!"teriak gaston murka.api yang ada di tubuhnya seketika menjadi besar dan nyaris menyentuh langit2 kantor.

"Cerberus?...mungkin cerberus mu yang berusaha menggangu mereka,kalau sudah begitu kan mereka-"

"pria berambut hijau itu!!guardian anglenya lah yang membunuh cerberus ku!!!"

Baldri sempat terdiam.ia tidak ingat mengirim seorang guardian angle kepada pria berambut hijau.yang dia ingat adalah dia mengirimnya seorang lost soul.tak mungkin kan seorang lost soul mampu membunuh cerberus?...

Baldri sempat melirik ke ludrut yang berada di belakang gaston.ludrut menunjukkan secarik kertas secara diam2 dri belakang gaston,ia memperlihatkan sebuah gambar pria berambut hijau dengan tulisan 'schìvolo has born'.seketika itu juga baldri bisa menangkap apa yang terjadi.

Baldri menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya.ia memasang wajah angkuh di depan gaston ,ditambah dengan seringai yang nyebelin.

"Oohh…ya..itu memang aku yang melakukannya.kau ada masalah?..."tanya baldri sambil menaikkan sebelah alisnya.

"TENTU SAJA!!! Kau tak tau betapa sulitnya untuk menciptakan cerberus yang baru?!??butuh ratusan tahun untuk itu!!!"gaston semakin murka.ia terus menggebrak meja setiap kali ia berbicara.matanya tak lepas dari wajah keriput baldri.

"Itu bukan urusan ku.aku hanya menjalankan semuanya sesuai prosedur.kau hanya tak terima karna kau kalah.ya kan?..."tanya baldri memprovokasi.gaston terlihat seperti mau meledak,tubuhnya benar2 sudah hampir terbakar secara sepenuhnya.

Pria ini…ckckckck….benar2 keliatan kalau dia tak pernah memerima laporan anak buahnya secara penuh.menelan berita secara mentah2 tanpa mencari tahu terlebih dahulu.sampai2 seorang schìvolo lahir pun,dia tak mengetahuinya dan langsung loncat ke point bahwa yang membunuh cerberusnya adalah seorang guardian angle.

BRAAKKK BRAKK BRAKKK

Gaston menghambur semua barang2 yang ada di atas meja baldri.api yang ada di tubuhnya sempat menyala dengan besar,namun sedetik kemudian kembali reda.

"aku tak takut sama sekali kalau aku harus membunuhmu baldri.kau tau kan bagaimana jadinya kalau aku,sang raja iblis marah??!!!..."gaston mendekatkan wajahnya ke baldri sehingga kini wajah mereka hanya berjarak beberapa centi.baldri sama sekali tak bergerak,ekspresinya juga tak berubah sama sekali.

"aku juga tak takut gaston…aku akan dengan senang hati meladeni mu kalau kau mau,walaupun…"baldri ikut menatap gaston tajam tepat di bola mata.

"kau adalah saudara kandung ku…."

Gaston menggertakkan giginya.ia benar2 tak bisa apa2 lagi.akhirnya gaston berbalik dengan langkah marahnya lalu meninggalkan ruangan baldri.

Ludrut hanya terdiam sambil memandangi gaston yang lama2 menghilang dri pandangan.

"tuan…kau…tak apa?..."tanya ludrut malu2.ia mencoba membaca ekspresi wajah baldri saat ini.

"khekhekhe….tak pernah aku merasa lebih puas dari ini…"baldri mendongakkan kepalanya,senyum kemenangan terpampang jelas di wajahnya.ludrut hanya tersenyum melihat tuan baldri yang lama2 tertawa lepas.

Schìvolo ya?...itu suatu kabar yang baik…

To be continued


hai readers,maaf saya lama tak meng-update fanfic ini.sebenarnya ceritanya sudah diketik,cuman akhir ini saya2 sedang sibuk dengan kehidupan sehari2.

saya perhatikan juga,sepertinya fanfic ini kurang menarik peminat para readers zorobin.jadi saya agak sedikit malas untuk melanjutkan cerita ini...

Ahhh iya saya juga lupa memberi tahu kalau di sini setting umur mereka berkisar antara 27-26 tahun.vivi dan ussop 25 tahun,chopper 24 tahun,lalu brook 30 tahun.jadi settingnya mereka rata2 sudah bekerja,atau sedang kuliah.

Terimakasih sudah membanca fanfic saya sejauh ini.read,review or comment might improve my writing skill.

See you next chapter