JANGAN LUPA BACA NOTE AUTHOR! BACA SAMPAI AKHIR YA! JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK.

.

.

.

~ Noona ~

Happy Reading Guys...

~Percayalah Typo Merupakan Karya Terindah~

ADA TRAILER NOONA DI YOUTUBE PUNYA NYA ACH PARK, NANTI TONTON YA!

-o0o-

Chanyeol berjalan dengan malas ke pintu Apartemennya saat mendengar suara Bel pintu Apartemennya berbunyi.

Ia sedang malas bertemu orang, ia sedang ingin berdiam diri di Apartemen nya.

Setelah dituduh menghamili Seohyun dan mempunyai anak bersama Seohyun, ia memilih berdiam diri di Apartemennya.

"Ya sebentar... kenapa tidak sabaran sekali!" Chanyeol berdecak kesal "Siapapun kau, aku akan menendang pantat mu karena tak sabaran!" Gerutu Chanyeol ketika bel Apartemennya terus-terusan berbunyi.

Seseorang yang membunyikannya sangatlah tidak sabaran, dan Chanyeol ingin sekali mengutuk orang itu karena benar-benar membuatnya kesal.

Jika Chanyeol berani tentunya, karena ketika pintu Apartemennya dibuka, ia ingin menarik kembali kata-katanya yang ingin mengutuk orang itu.

"Kenapa lama sekali?" Baekhyun yang kesal menunggu lama didepan Pintu langsung masuk ke dalam Apartemen Chanyeol dan membuka coat tebalnya.

"Noona!" Chanyeol menutup pintu dan menyusul Baekhyun ke dalam "Noona... bukankah Noona di luar Kota bersama Kris?" ia peluk tubuh mungil Kekasihnya itu dengan erat.

Ah... Dia rindu sekali dengan aroma tubuh Baekhyun yang memabukkan.

"Kris bilang aku sudah boleh pulang, jadi aku pulang saja setelah pekerjaanku selesai!" Baekhyun berbalik dan balas memeluk tubuh besar Chanyeol "Aku merindukanmu..." ujarnya yang membuat tawa Chanyeol terdengar.

Chanyeol membawa tubuh keduanya duduk di sofa dengan Baekhyun yang duduk di pangkuannya. Chanyeol melepaskan pakaian Baekhyun sampai hanya menyisakan tank top dan rok.

"Aku lebih merindukan Noona!" ia berikan ciuman panjang pada bibir tipis yang menjadi candu untuknya.

Ciuman panjang dan panas itu mereka lakukan dengan tanpa paksaan. Menyalurkan rindu yang menumpuk sejak dua hari tidak bertemu. Tangan Chanyeol masih setia mendekap tubuh Baekhyun yang duduk di pangkuannya. Baekhyun memejamkan kedua matanya, meremas rambut belakang Chanyeol kala ciuman Chanyeol terasa semakin menuntut.

Baekhyun melepas ciuman itu saat ia membutuhkan pasokan udara.

"Tak ingin melakukan lebih?"

Owwww itu undangan.

Chanyeol tertawa renyah menanggapinya.

Di saat ia mati-matian untuk tak berbuat sesuatu hal yang melebihi batas, Baekhyun justru menggodanya dan mengundangnya.

Dengan santai, Baekhyun melepas Tshirt yang di kenakan Chanyeol. Membuat Pemuda itu bertelanjang Dada. Tak adil jika hanya dirinya yang nyaris setengah telanjang.

Ia raba Dada kekar itu dengan jemari lentiknya. Naik turun untuk menggoda Chanyeol yang kini mulai terpancing gairahnya. Pemuda itu tersenyum tipis, menonton Baekhyun yang tengah menggodanya.

"Aku sangat suka Dada berotot ini... Aku ingin menjilatnya!" Baekhyun mengutarakan keinginannya yang sering dia lakukan pada Chanyeol

"Bukankah Noona sering melakukannya, jadi kenapa tak lakukan saja?" Tangan pemuda itu masih setia memegang Pinggang Baekhyun.

Menahan Wanita agar tak terjatuh ke belakang karena posisi duduk Baekhyun yang masih di atas pangkuannya. Rok yang di kenakan Baekhyun masih melekat di pinggang Wanita itu, sedikit naik karena Baekhyun yang duduk mengangkang.

Chanyeol sedikit mengelusnya, tangannya bergerak naik turun di paha mulus Baekhyun. Bergerak mengikuti gerakan tangan Baekhyun yang meraba Dada telanjangnya.

Mereka saling tatap dalam sepi. Melempar senyum sesekali, seraya kedua tangan mereka yang bergerak di tubuh masing-masing.

"Ayo pindah ke kamar! Aku ingin menjilat ini..." telunjuk Baekhyun berhenti tepat di pusat tubuh Chanyeol yang sudah mulai bangun.

Baekhyun menyeringai saat Chanyeol tertawa pelan.

"Tidak!"

Dan Baekhyun membulatkan kedua sipitnya saat Chanyeol menolak.

Dia tidak salah dengar kan?

"T-tidak?" Baekhyun masih terkejut.

Jelas sekali dia sangat terkejut. Chanyeol biasanya tak akan pernah menolak jika ia ingin melakukan sesuatu pada Sosis besar yang ada di balik Celananya.

Bahkan biasanya Chanyeol yang meminta Baekhyun melakukan sesuatu untuknya jika Pemuda itu sudah terangsang.

Jangan berpikir mereka tak pernah melakukan hal se-intim itu jika sedang berdua di Apartemen Baekhyun ataupun di Apartemen Chanyeol.

Baekhyun Wanita dewasa dan Chanyeol Pemuda yang bahkan sudah mengerti untuk urusan Ranjang.

Pernah suatu hari ketika Baekhyun berkunjung ke Rumah besar Chanyeol saat hari libur, Pemuda itu mengurung Baekhyun selama seharian di dalam kamarnya. Untung saja saat itu Siwon sedang melakukan kunjungan ke Luar Kota.

Chanyeol begitu leluasa mengurung Baekhyun di dalam kamarnya dengan hanya memakai Celana dalam dan Bra, sementara dirinya hanya memakai celana pendek.

Mereka tak melakukan hal lebih selain hanya Chanyeol yang sesekali menelanjangi Baekhyun, mengabsen setiap inci tubuh Baekhyun, dan nanti gantian Baekhyun yang memanjakan Chanyeol dengan membuat Pemuda itu puas sampai mendapat puncak Orgasme hanya dengan Jari lentiknya atau mulutnya.

Tak apa, hal itu wajar. Kata Baekhyun.

"Aku harus mengatakan sesuatu hal yang sangat serius dengan Noona!" Chanyeol merapikan rambut Baekhyun, mengikatnya dengan asal agar Baekhyun tak merasa kegerahan.

Yeah setelah berbicara serius, mungkin Chanyeol akan membuat mereka berdua berkeringat.

Baekhyun memiringkan Wajahnya. Melingkarkan tangannya di Leher Pemuda itu, dan menunggu Chanyeol mengatakan hal yang katanya begitu serius.

"Apa sangat penting dan serius?" Baekhyun ingin berpindah tempat, tapi Chanyeol menahannya agar ia tetap duduk di atas pangkuan Pemuda itu.

"Mungkin akan sedikit membuat Noona terkejut, tapi aku harap Noona mau menerima apapun keputusanku!" Chanyeol ingin sekali tertawa melihat Wajah ketakutan Baekhyun.

Chanyeol berpikir, Baekhyun pasti menyangka jika ia ingin mengatakan sesuatu hal yang buruk tentang hubungan mereka.

Seperti, Chanyeol meminta putus misalnya.

Namun bukan itu yang ingin Chanyeol katakan, karena sedari awal ia tak pernah sedikitpun berniat menyakiti Baekhyun. Ia tak pernah berpikir sekalipun untuk melepas Baekhyun yang sudah berada dalam genggamannya, menjadi miliknya yang berharga.

"Kau..." Baekhyun tak jadi berbicara saat Bibir Pemuda itu sudah lebih dulu membuatnya terdiam.

"Dengarkan dulu..." Chanyeol tersenyum tipis "Setelah Lulus Sekolah nanti, aku akan pergi Wajib Militer." Chanyeol berkata dengan santai seolah itu adalah hal biasa.

Ya karena itu memang hal biasa. Laki-laki di Korea Selatan wajib pergi Militer. Dan Chanyeol harus melakukan itu. Kecuali jika Chanyeol memiliki suatu penyakit serius atau cacat, maka Pemuda itu di perbolehkan tak mengikuti Wajib Militer.

Sementara Baekhyun berkali-kali harus mengedipkan kedua Matanya saat mendengarnya. Mengejutkan sekali.

"W-wajib Militer? Kau akan pergi Wamil?" Baekhyun bertanya, merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

Pemuda itu akan pergi Wajib Militer di umurnya yang baru 19 Tahun?

Padahal Pemuda itu bisa melakukannya nanti, tapi Chanyeol memilih Wamil lebih cepat.

"Yeah Sayang!" Chanyeol mengelus Pipi Baekhyun. "Appa memintaku memilih. Jika aku tak pergi Wajib Militer, aku harus mau Kuliah di Luar Negeri. Dan kupikir, lebih baik aku pergi Wajib Militer dan nanti aku bisa Kuliah disini setelah Wajib Militer ku selesai. Dengan begitu, aku tidak perlu terpisah jauh dengan Noona!" Kecupan manis Chanyeol sematkan setelah menjelaskan lebih rinci kenapa ia memilih pergi Wajib Militer begitu Lulus sekolah nanti.

Chanyeol sudah 19 Tahun, dia sudah bisa pergi Wajib Militer dan menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai Warga Negara Korea Selatan yang diharuskan Wajib Militer.

Mungkin ini keputusan yang tak di sangka-sangka oleh Baekhyun. Ia berpikir Chanyeol mungkin akan mendaftar ke Universitas di banding pergi Wajib Militer. Chanyeol itu masih muda, dan Baekhyun tak menyangka jika Chanyeol akan seberani itu untuk memilih pergi Wajib Militer lebih dulu.

Dan apa ia tidak salah dengar lagi barusan? Chanyeol bilang agar tak terpisah jauh dengannya?

Bolehkah Baekhyun berbangga Hati?

"Kau akan berkuliah disini setelah keluar dari Militer?"

Chanyeol mengangguk "Itu belum pasti. Aku akan memikirkan itu setelah keluar nanti. Yang pasti, aku harus Bekerja setelah keluar Wajib Militer."

Baekhyun tak mengerti. Kenapa Chanyeol harus bekerja?

Bukankah Pemuda itu sebaiknya melanjutkan Pendidikannya lebih dulu.

"Aku akan Bekerja agar bisa cepat-cepat menikahi Noona," Chanyeol mencubit pelan Pipi mulus Baekhyun "Aku akan mengambil alih Perusahaan LY." Ada keterkejutan di wajah Baekhyun yang seolah mengatakan 'Apa Chanyeol bisa?'

Chanyeol tertawa "Aku tidak sebodoh yang Noona pikirkan. Aku hanya malas mengerjakan Tugas Sekolah. Jika hanya mengurusi Perusahaan Appa, aku tentu bisa dan mengerti." Chanyeol kembali mengelus Wajah Baekhyun "Aku ingin menikahi Noona, jadi aku harus benar-benar siap!"

Baekhyun diam. Ia memilih diam ketika mendengarnya. Cukup merasa aneh karena ia seakan tengah di lamar secara tak resmi oleh Chanyeol.

Masih sedikit tak percaya. Chanyeol hanyalah Pemuda 19 Tahun yang tengah jatuh Cinta. Baekhyun tentu sedikit merasa cemas.

Remaja seperti Chanyeol mungkin saja bisa berpindah ke lain Hati ketika merasa Bosan. Berbeda dengan dirinya yang memang tidak mau berganti-ganti pasangan. Baekhyun sudah jatuh terlalu dalam pada pesona Pemuda itu.

Sebagai seorang yang lebih Tua dari Chanyeol, tentu saja rasa cemas itu tak dapat hilang dengan mudah.

Ada kalanya Baekhyun benar-benar merasa yakin tentang ia yang tak akan kehilangan Chanyeol. Namun di sewaktu-waktu lain, ia juga kadang berpikir jika Chanyeol bisa saja langsung meninggalkannya tanpa memberi alasan ketika Pemuda itu merasa bosan.

Dan Baekhyun takut akan hal itu.

Berbagai macam pemikiran itu kerap terlintas dalam benaknya. Dan ia... tak siap jika harus menerima kemungkinan tentang sesuatu yang buruk itu. Ia tak ingin sesuatu yang selama ini ia cemaskan terjadi.

"Kau... Tak akan meninggalkanku kan Chanyeol?" Kata-kata itu kembali terucap dari mulut Baekhyun.

Sudah bukan sekali dua kali Wanita itu menanyakannya.

Mungkin Chanyeol juga bosan mendengarnya.

Tapi tidak.

Chanyeol tak pernah bosan. Karena setiap kali kata itu terucap dari Bibir tipis Baekhyun, ia justru merasa begitu di Spesial, begitu di inginkan sampai Baekhyun pun takut kehilangannya.

"Aku tak akan pernah bosan mengatakan, jika aku tidak akan pernah meninggalkanmu... Noona!"

Dan Baekhyun juga tak akan pernah bosan mendengar jawaban yang Chanyeol ucapkan untuk sebuah pertanyaan yang kerap ia tanyakan pada Pemuda itu.

Semata-mata sebagai bentuk sebuah tindakan dari Chanyeol untuk Baekhyun agar merasa yakin dan yakin, jika Chanyeol memang tak akan pernah meninggalkannya.

KRING...

Ponsel Baekhyun berbunyi begitu nyaring, mengagetkan keduanya yang tengah saling tatap dalam diam.

Baekhyun mengambil Ponselnya yang berada di dalam Tas samping Chanyeol duduk. Namun ketika melihat nama dari si Penelepon, Baekhyun menatap ke arah Chanyeol dengan gugup.

"Ada apa?" Chanyeol mengambil Ponsel Baekhyun untuk melihat siapa yang menelpon.

"Aku berbohong... Sebenarnya, aku kabur dari Kris. Hehe." Baekhyun tersenyum seraya memperlihatkan deretan Gigi putihnya.

Ia sebenarnya tak berniat berbohong pada Chanyeol mengenai dirinya yang pergi kabur dari Kris yang masih berada di Daegu saat ini.

Sore tadi, ia memilih kembali ke Seoul setelah memastikan pekerjaannya selesai.

Baru kali ini Baekhyun nekat kabur dari pekerjaannya.

Lagipula ini hari Sabtu, harusnya ia libur- bukannya di culik oleh Kris untuk mengurus pekerjaan di Luar Kota.

Chanyeol hanya mengeryitkan alisnya mendengar penuturan Baekhyun, ia kemudian mengangkat panggilan Telepon itu, sampai akhirnya terdengar Suara Kris yang terdengar langsung mengomel begitu sambungan Telepon itu tersambung.

"KAU DIMANA BYUN BAEKHYUN?!"

Suara nyaring Kris terdengar meski panggilan Telepon itu tak Chanyeol ubah ke Mode Speaker. Chanyeol menjauhkan sebentar Ponsel Baekhyun karena Telinganya terasa berdengung mendengar suara Kris yang menggelegar.

Dan kenapa pula Kris berteriak pada Baekhyun?

"Bicara biasa saja bisa kan? Kupingku sakit mendengarnya!" Chanyeol melirik ke arah Baekhyun yang terlihat ketakutan saat Chanyeol mulai berbicara dengan Kris.

Jelas saja, Baekhyun takut jika Kris akan marah padanya. Lebih parahnya bagaimana kalau Lelaki itu memecatnya?

Tamatlah sudah nasibnya.

Kris di sebrang sana kali ini yang menjauhkan Ponselnya saat mendengar suara Chanyeol. Ia rasa tadi menelpon Baekhyun, tapi kenapa Chanyeol yang menjawab panggilan Teleponnya?

Tidak mungkin kan jika mereka bertukar nomor Telepon?

Terdengar seperti mereka benar-benar menjadi budak cinta jika sampai bertukar Nomor Telepon segala. Dan sedikit berlebihan jika sampai bertukar Nomor Ponsel. Walau sebenarnya itu sering di lakukan pada beberapa pasangan kekasih.

"Aku menelpon Baekhyun, kenapa justru kau yang menjawab Teleponnya? Kau bersamanya?" Kris baru saja kembali setelah bertemu dengan temannya.

Ia bertemu dengan temannya setelah makan bersama Baekhyun.

Dan ia kaget saat malam menjelang, ia tak menemukan Baekhyun di kamar Hotel yang Baekhyun tempati. Resepsionis Hotel bilang, jika Baekhyun memberikan Kunci Hotelnya sejak Sore hari.

Kris sudah bisa menebak, jika Baekhyun kabur setelah menyelesaikan pekerjaannya. Karena ia menemukan berkas-berkas Perusahaan yang sudah selesai Baekhyun periksa dan Baekhyun benarkan di beberapa berkas yang salah.

Chanyeol memakai mantra apa?

Kris berpikir, jika Chanyeol memakai Sihir. Ia tak habis pikir jika Chanyeol bisa membuat Baekhyun rela kabur dari Pekerjaannya hanya agar bisa cepat-cepat menemui Pemuda itu.

Tapi, Kris sempat tak yakin jika Baekhyun kembali ke Seoul hanya untuk menemui Chanyeol. Ia sempat hawatir jika mungkin saja seseorang menculik Baekhyun. Makanya dia sedikit was-was.

Bagaimanapun juga, jika Baekhyun hilang, Kris yang akan di salahkan karena ia orang terakhir yang bersama dengan Wanita itu.

Maaf, Kris bukan seorang Kriminal dan ia tak mau jadi seorang Kriminal atas perbuatan yang tidak ia lakukan. Singkatnya, ia tak mau masuk Penjara hanya karena Baekhyun menghilang dan ia yang di salahkan.

"Ya! Baekhyun Noona bersamaku. Ada apa?"

Baekhyun membuat gestur memohon pada Chanyeol, lalu membisikan sesuatu ke Telinga Pemuda itu agar mau mengancam Kris untuk tak memecatnya karena sudah kabur dari Kris sebelum Pekerjaannya benar-benar beres.

Tak Profesional sebenarnya, tapi salahkan Hatinya yang sudah sangat merindukan Chanyeol.

Mereka tengah di landa Virus cinta, seseorang yang sedang jatuh cinta memang sanggup melakukan apapun demi seseorang yang mereka cintai.

Baekhyun salah satunya, dan Chanyeol-pun sebaliknya.

Chanyeol yang mendengar bisikan Baekhyun, tersenyum tipis dan mencium Bibir Baekhyun agar Baekhyun tak perlu hawatir mengenai Kris.

"Dia kabur! Pekerjaan di sini belum selesai dan dia sudah kabur dariku!"

"Aku yang meminta Baekhyun Noona pulang, Kris." Chanyeol tersenyum ketika Baekhyun terlihat menghela nafas lega "Aku tidak suka dengan pernyataanmu itu Kris! Kenapa terdengar seperti Baekhyun Noona adalah Kekasihmu yang kabur untuk berselingkuh denganku?"

Benar juga.

Kris tertawa "Kenyataannya dia adalah Sekretarisku. Dan seharusnya dia tak lari dari tugasnya sebagai seorang Sekretaris di saat Pekerjaan yang seharusnya dia kerjakan bersamaku, belum sepenuhnya selesai!"

Baekhyun menunduk dalam. Yeah bagaimanapun juga, dia salah disini.

Dia sudah bersikap kurang ajar dengan kabur disaat Pekerjaannya memang belum sepenuhnya selesai. Ia memang sempat menyelesaikan berkas Perusahaan yang Kris pinta untuk ia benarkan. Tapi, memang seharusnya ia pulang bersama Kris setelah semuanya selesai.

Chanyeol diam, ia tak menjawab. Ia tak bisa membela Baekhyun karena di sini Baekhyun jelas salah.

"Aku yang memintanya pulang, jangan salahkan Baekhyun Noona! Maafkan dia!" Chanyeol menutupi kesalahan Baekhyun.

Karena ia memang sedikit ikut ambil dalam kesalahan yang dibuat Baekhyun.

Ia sebelumnya berkali-kali mengirim pesan singkat pada Baekhyun kalau dia merindukan Wanita itu, dan mengatakan sangat ingin bertemu dengan Baekhyun.

Mungkin itulah yang memicu sikap berani Baekhyun untuk pulang ke Seoul tanpa memberi tahu Kris terlebih dahulu.

"Katakan padanya untuk mengecek Email-nya dan kerjakan apa yang sudah aku kirim padanya! Dan juga, jangan ganggu dia sebelum dia menyelesaikan Pekerjaannya. Atau aku akan mengadukan kalian pada Ibu Baekhyun!" Kris yang sedikit kesal menutup panggilan Teleponnya setelah mengatakan itu pada Chanyeol.

Chanyeol menatap Ponsel Baekhyun dengan sedikit tak percaya.

Kenapa Kris marah sekali?

"Kenapa dia sangat menyebalkan sekali!" Chanyeol benar-benar tak suka dengan ancaman yang baru saja dikatakan Kris.

Memangnya Kris kenal dengan Ibunya Baekhyun?

Chanyeol menatap Baekhyun yang terlihat sedih dan berkaca-kaca.

"Aku salah! Aku... Aku memang sedikit aneh. Aku tak biasanya sampai seberani ini menentang atasanku!" Baekhyun menangis, menutupi Wajahnya dengan kedua Tangannya.

Chanyeol yang melihat itu merengkuh tubuh mungil Baekhyun dan membawanya pada sebuah pelukan hangat dan nyaman.

Lucu sekali. Baekhyun menangis karena merasa dirinya tak Profesional dalam pekerjaannya.

"Kris seperti itu sebenarnya tak sepenuhnya marah. Aku pikir dia sedikit khawatir, makanya dia jadi kesal." Chanyeol yang mengenal Kris dari Kecil, cukup mengerti akan sikap Lelaki itu ketika sudah panik karena hawatir terhadap orang lain.

Kris itu baik sebenarnya, walau terkadang menyebalkan seperti apa yang sering Baekhyun katakan.

Kris menyebalkan jika sudah menyangkut hal Pekerjaan. Karena Lelaki itu benar-benar tegas jika salah satu Karyawannya membuat kesalahan.

Seperti pada Baekhyun barusan, ia marah dan kesal karena memang Baekhyun yang salah.

"Aku... hanya..." Baekhyun menenggelamkan Wajahnya pada Dada kekar Chanyeol yang tak terbalut apapun.

"Tenang saja. Dia akan seperti biasanya lagi nanti, Noona tak perlu hawatir!" Chanyeol mengelus punggung Baekhyun yang sedikit bergetar "Berhenti menangis Noona, menangis tak akan menyelesaikan masalah. Bukankah Kris meminta Noona mengecek Email?" Chanyeol mengingatkan karena Baekhyun tak kunjung menghentikan tangisannya.

Baekhyun yang kesal karena di ingatkan akan Pekerjaan yang sudah bosan sekali ia kerjakan, memukul pelan Dada Chanyeol sebagai bentuk kekesalannya.

"Masakkan aku sesuatu! Aku kelaparan!" Baekhyun memang hanya makan sedikit bersama Kris saat di Daegu dan itu sudah beberapa jam yang lalu.

Wajar jika sekarang ia ingin Perutnya di isi kembali.

Chanyeol tertawa, mengambil Tshirt miliknya yang semula ia kenakan. Lalu memakaikannya pada Baekhyun, sedangkan ia memilih bertelanjang Dada dan segera pergi ke Dapur setelah mencium Bibir Baekhyun.

"Jadi, Yang Mulia Ratu ingin makan apa malam ini?" Tanyanyan seperti seorang Pelayan yang hendak melayani Ratu-nya.

Baekhyun tertawa renyah, lalu mengatakan makanan yang sedang ingin ia makan malam ini. Chanyeol langsung mengangguk mengerti, dan Pemuda itu segera menguasai Dapur untuk mulai memasak makan malam yang di inginkan Baekhyun.

Perihal obrolan mereka tentang dirinya yang akan pergi Militer, sepertinya akan mereka obrolkan lagi nanti.

Sebelum tidur mungkin?

Yang jelas, sekarang Baekhyun harus menyelesaikan apa yang Kris minta.

Chanyeol tersenyum melihat Baekhyun yang sibuk membuka Laptop, dan menuliskan sesuatu di kertas kosong yang sebelumnya Wanita itu ambil di Tas-nya.

Sepintas, Chanyeol berpikir Baekhyun terlalu sempurna untuk dirinya yang tak sempurna.

Tak sempurna dalam artian ia hanyalah seorang Siswa Sekolah, dan ia bahkan masih bergantung pada Ayahnya meskipun terkadang Chanyeol mendapat bayaran dari hasil ia manggung di Cafe.

'Aku mencintainya. Baekhyun adalah cinta terakhirku. Dia orang yang akan aku perjuangkan sekarang, besok, dan selamanya!' - Chanyeol

-o0o-

Luhan tengah bermain bersama seorang anak kecil Tampan dan lucu di rumah Seohyun.

Anak kecil itu adalah anak Seohyun dan Minho.

Luhan sedikit canggung dengan Seohyun karena sebelumnya sudah menuduh Wanita itu yang tidak-tidak.

Namun, setelah semuanya jelas- ia sekarang merasa malu karena sempat berprasangka buruk pada Seohyun.

Sehun terus menatapnya dengan menahan tawa saat ini. Sementara Jongin tengah berada di Dapur bersama Seohyun.

Entahlah, Luhan dan Sehun tidak mengerti dan tidak tahu sejak kapan Jongin jadi suka berada di Dapur. Dibandingkan sibuk dengan Ponsel dan Earphone untuk menonton Drama yang sebelumnya kerap Pemuda itu tonton, kini Jongin terlihat sibuk membantu Seohyun menyiapkan Susu untuk si kecil.

"Apa Jongin ingin bekerja sampingan sebagai Baby Sitter Sammy?" Luhan bergumam pelan pada Sehun yang terus menatapnya.

Sehun yang mengerti tertawa pelan "Mungkin Jongin sedang belajar menjadi Suami dan Ayah yang baik untuk Kyungsoo Noona?" Sehun mengikuti arah pandang Luhan ke arah Dapur.

Disana Jongin tengah mengisi Botol Susu milik Sammy dengan Susu Formula, lalu Jongin mengisinya dengan Air hangat dan mengocoknya.

Seohyun yang mengawasi Jongin bertepuk tangan karena Jongin berhasil membuat Susu Formula untuk Sammy.

Ah, Sammy...

Sammy adalah anak kecil yang sekarang tengah berbaring diatas pangkuan Luhan.

Si kecil Tampan yang begitu lucu, Sammy Choi.

"Apa kau mengantuk Honey?" Luhan mengelus pipi Sammy. Dan anak kecil itu menggeleng.

"Mungkin dia sudah kelaparan?" tebak Sehun seakan mengerti kenapa Bayi itu hanya diam saja.

Luhan menatap Sehun, kemudian mengangguk menyetujui karena Sammy memang tengah menunggu Jongin membuat Susu.

"EONNI! SAMMY SEPERTINYA KELAPARAN!" dan Teriakan Luhan sukses membuat Sammy yang tengah terbaring diam seketika menangis karena kaget.

Luhan dan Sehun langsung membulatkan kedua bola mata mereka kala tangisan Sammy terdengar begitu keras.

Siapa yang tak akan kaget ketika Luhan berteriak tiba-tiba seperti itu. Apalagi Sammy masih kecil, ia yang kaget sontak menangis karena teriakan Luhan seolah tengah memarahi dirinya.

"Paman datang sayang~~" dan Jongin datang seraya membawa Botol Susu yang sudah ia isi dengan Susu Formula "Uluuuuuuu cup cup cup, Gantengnya Paman jangan nangis ya!"

Sammy yang menangis sontak menghentikan tangisannya saat Jongin memberinya Botol Susu yang sudah penuh. Anak kecil itu bahkan terdiam dalam gendongan Jongin setelah Jongin mengambilnya dari pangkuan Luhan.

"Kau harus mulai mengontrol suara cemprengmu itu Luhan! Kalau tidak, jika kau punya anak nanti, anakmu bisa Jantungan karena mendengar suaramu!" Jongin mengatakan itu seraya berlalu pergi membawa Sammy ke kamar anak kecil itu.

Jongin tahu kamar Sammy dimana, karena Seohyun yang memberitahu dia sebelumnya.

"Kau juga harus berhenti mengoleksi Video Dewasa KIM JONGIN!" balas Luhan karena tak terima dengan perkataan Jongin sebelumnya.

"Lalallalala aku tidak dengar! Iyakan Sam?" Jongin menutup pintu kamar Sammy setelah mengatakan itu.

Mengabaikan Luhan yang terlihat begitu kesal, dan sudah ingin sekali menyusul Jongin ke dalam Kamar Sammy.

Sehun yang melihat itu berusaha menenangkan Luhan yang hendak meledak lagi. Sementara Seohyun yang memperhatikan ketiga Remaja itu, hanya bisa tertawa.

Astaga, lucu sekali mereka bertiga. - Pikirnya.

.

.

.

.

.

.

.

#Short Story

- Saat Dimana Chanyeol dan Seohyun di sangka mempunyai anak hasil hubungan gelap mereka. - Kata Luhan sih.

Luhan, Jongin, Sehun, Seohyun, serta si kecil yang begitu Tampan Sammy Choi, anak Minho dan Seohyun yang Luhan kira anak Chanyeol tengah berada di ruang tengah rumah Chanyeol.

"Jadi, anak kecil itu..."

"Sammy anakku. Tapi, bukan anakku dan Chanyeol... Sammy anakku dan Minho, Luhanie..." Seohyun menahan tawa melihat Wajah kikuk Luhan.

Gadis cerewet itu sepertinya malu karena telah menyangka yang tidak-tidak terhadap Seohyun dan Chanyeol.

Sehun yang mengerti mengangguk mendengarnya.

"Sudah ku katakan bukan? Jangan asal mengambil kesimpulan terhadap sesuatu jika belum jelas!" Sehun seakan menjadi orang paling Dewasa diantara kedua temannya itu.

Jongin yang semula berpendapat dengan Luhan, kini juga hanya bisa diam saat Seohyun mengatakan jika anak kecil itu adalah anak Seohyun dan Minho.

Itu berarti, Seohyun dan Minho terlibat sebuah hubungan bukan?

"Kami memiliki anak diluar pernikahan. Itulah sebabnya aku tak pulang ke Korea dan memilih menetap di Amerika." Seohyun menjelaskan "Tapi, aku tak bisa terus menyembunykan Sammy. Jadi sekarang aku pulang untuk meminta pertanggung jawaban Minho." Seohyun tersenyum lagi melihat Luhan yang sekarang terlihat berkaca-kaca.

"Kenapa kau tak menjelaskan padaku tadi pagi?" Luhan menuding Chanyeol yang tak menjelaskan semuanya lebih dulu "Maafkan aku Eonni, Chanyeol tak memberitahuku mengenai itu!"

Chanyeol yang disalahkan tentu tak terima "Kau yang langsung menuduh dan menyimpulkan sesuatu tanpa bertanya lebih jelas. Jangan menyalahkanku Nona Rusa!"

Si kecil Sammy yang ada di pangkuan Chanyeol, hanya diam dan menatap kelima orang Dewasa itu saat mereka tengah mengobrol dan sesekali menyebut namanya.

Luhan pura-pura tak mendengar Chanyeol. Ia memilih menggoda Sammy yang kemudian ia ajak bermain.

"Sammy mau bermain dengan Noona?"

"Cihh Noona cerewet dan menyebalkan!" Ledek Chanyeol yang langsung mendapat tatapan tajam dari Luhan.

Seohyun menggeleng. Chanyeol dan Luhan tetaplah sama seperti dulu. Sejak kecil, mereka memang sulit sekali akur.

Masih Seohyun ingat dengan jelas waktu mereka duduk di Sekolah dasar, Luhan menangis karena Chanyeol mengambil boneka Lebah Luhan. Menurut Chanyeol Lebah itu berbahaya dan karena besar sekali, Chanyeol takut Luhan di sengat. Hmmmmmmmmmmmm

Seohyun berada di Rumah Chanyeol tak lama, karena Wanita itu hanya mampir untuk memenuhi keinginan Sammy yang ingin bertemu Chanyeol.

Luhan, Jongin dan Sehun ikut ke Rumah Seohyun saat Wanita itu pulang bersama Sammy.

Sementara Chanyeol memilih pergi ke Apartemennya karena ia bosan diam di Rumah.

Ia merindukan Baekhyun, mungkin jika Baekhyun ada bersamanya- ia tak akan merasa jenuh dan bosan.

Chanyeol melakukan panggilan Telepon dengan Ayahnya selama dalam perjalanan menuju Apartemen.

"Appa, aku sudah menentukan pilihanku." Katanya.

"Pilihan? Pilihan apa?" Siwon yang lupa tak mengerti maksud perkataan Chanyeol.

"Astaga! Appa bilang masih Muda, kenapa Appa sekarang lupa jika Appa memintaku memilih untuk pergi Ke Amerika atau pergi melakukan Wajib Militer!" Chanyeol tak habis pikir dengan Ayahnya itu.

"Ohhh!" Siwon mengerti sekarang "Kau tak mengatakannya dengan jelas, tentu Appa tak mengerti!"

Chanyeol menggaruk Dahinya "Iya juga sih!"

Terdengar helaan nafas Siwon di seberang sana "Jadi apa pilihanmu?"

Pemuda itu terdiam sebentar sebelum menjawab pertanyaan Ayahnya.

Ia sudah memikirkan ini berulang kali dan ia yakin pada pilihannya saat ini. Ia yakin jika ini yang terbaik.

"Aku akan pergi Wajib Militer, setelah kelaur dari Militer aku akan berkuliah di Universitas Seoul dan mengurus Perusahaan LY yang sekarang Kris tangani!"

Yah. Ia akan memilih pergi Wajib Militer, karena ia tak sanggup jika harus memilih Kuliah di Amerika.

Chanyeol pikir, dengan mengatakan ia akan pergi Wajib Militer, semuanya selesai dan tak akan ada lagi sesuatu hal yang akan membuatnya pusing karena berpikir keras melebihi saat ia mengisi Jawaban Ujian.

"Tapi ada Syaratnya," Ujar Siown "Kau tak boleh menghubungi Baekhyun selama di Militer! Sekalipun kau sudah di perbolehkan memegang Ponsel, kau tak boleh berkomunikasi dengannya! Kau sanggup?"

"WHAT?" Chanyeol sontak menghentikan Mobilnya ketika mendengar ucapan sang Ayah.

Untung saja ia sudah berada di tempat Parkir Apartemennya.

Bayangkan jika ia berhenti sekaligus di tengah jalan?

Tertabrak mungkin.

"Kau harus menurutinya, jika tidak Appa tidak akan menikahkan kalian berdua! Haha." Siwon tertawa seperti Iblis di sebrang sana "Selamat berjuang Anakku yang Tampan!" Siwon memutus panggilan Telepon itu sebelum Chanyeol bertanya lebih jauh.

Chanyeol tak bisa berkata-kata. Pemuda itu hanya diam menatap kosong ke depan dengan kedua matanya yang berkedip berkali-kali.

Ia terkejut. Dan ia tak habis pikir dengan apa yang di inginkan Ayahnya. Ia tak mengerti dengan semua pemikiran Ayahnya. Ia tak tahu apa yang sedang di rencanakan Ayahnya, Siwon.

Yang jelas, menurut Chanyeol, Ayahnya itu benar-benar gila.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Dari beberapa FF aku, aku skip bagian WAMIL nya Chanyeol.

Tapi disini aku coba bawa scene wamil karena memang ya, Korea kan wajib Wamil.

Jadi ke inget EXO yang lagi Wamil.

Huhu Kyungsoo, Xiumin Miss You So Much.

RINDU EXO BER-9 pokoknya.

Sorry gaiss aku OT9 stan.

Oke itu ada Trailer Noona bikinan achpark61 Trailernya terbir di Channel Yutub nya ACH PARK. Cari aja ya di yutub,…..

Dan alapyu buat kalian yang udah baca karya aku ini…