JANGAN LUPA BACA NOTE AUTHOR! BACA SAMPAI AKHIR YA! JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK.

.

.

.

~ Noona ~

Happy Reading Guys...

~Percayalah Typo Merupakan Karya Terindah~

Baekhyun tengah makan bersama Kyungsoo di Kantin Perusahaan ketika Kris bergabung makan dengan mereka berdua.

"Bisa geser sedikit Baekhyun!"

"Tumben makan di Kantin Bos!" Baekhyun bergeser ketika Kris meminta untuk memberinya ruang di kursi panjang ia duduki.

"Aku malas makan diluar!" Begitu selesai mengatakannya, Kris langsung menyendok makanannya.

Baekhyun mengangguk, lalu kembali makan. Begitupun dengan Kyungsoo yang kembali makan setelah berhenti sebentar ketika Kris bergabung dengan mereka.

"Soal masalah proyek di Daegu, hari ini si Bedebah itu di Sidang. Baekhyun, kau saja yang kesana bersama Kyungsoo! Aku malas bertemu dengan Pencuri itu!"

Ah mengenai masalah di Daegu, tak terasa dua bulan sudah berlalu sejak masalah itu terjadi.

Dan untungnya masalah itu berhasil di tangani dengan tertangkapnya si biang masalah, yang Kris panggil 'Bedebah'.

Hari ini orang itu akan di adili, kemungkinan akan di Penjara dan harus membayar denda karena sudah melakukan Korupsi dan merugikan Perusahaan.

Mau tidak mau Kyungsoo dan Baekhyun harus mau menghadiri Sidang Siang ini sebagai perwakilan dari Perusahaan.

Ngomong-ngomong soal Kyungsoo, Wanita itu sudah naik Jabatan. Tidak lagi menjadi Staff bagian Purchase, Kris sudah menaikkan Jabatannya menjadi Sekretaris bersama Baekhyun. Jadi Kris mempunyai Dua Sekretaris, Baekhyun dan Kyungsoo.

"Kalian boleh membawa Mobilku. Hanya, jangan buat Mobilku lecet!" Kris kembali berkata, walau tangannya sibuk makan dan kedua matanya sibuk fokus pada layar Ponsel.

"Baiklah! Kalau begitu, pekerjaan di Kantor Bos yang selesaikan!"

Kris seketika menoleh ke arah Baekhyun, "Kalau begitu kau saja yang pergi ke Pengadilan, dan Kyungsoo kau diam disini selesaikan pekerjaan yang belum selesai!" Setelah berkata seperti itu, Lelaki itu menyelesaikan makannya lebih dulu.

Karena yeah Kris memang tidak pernah makan banyak.

"Aku harus pergi, sampai jumpa Duo Pendek!" Dan sedikit meledek Sekretarisnya memang salah satu kebiasaan Kris.

"Dia tidak pernah berkaca pada dirinya sendiri, kalau dia bahkan seperti Tiang Bendera!" Kyungsoo yang kesal memakan sisa makanannya dengan penuh emosi.

Yah anggap saja Bakso yang tengah ia tusuk saat ini adalah Kepala Kris.

Membayangkannya saja, cukup menyeramkan juga ya!

-o0o-

Chanyeol tak menyangka, jika ia dan teman-temannya akhirnya sampai pada titik ini. Titik akhir perjuangannya belajar selama Tiga tahun penuh di SHS.

Kerja keras mereka belajar dengan tekun dan rajin membuahkan hasil ketika kata LULUS menjadi sebuah kabar yang mereka tunggu-tunggu.

Tak bisa tergambarkan dengan ungkapan ataupun kata-kata. Mereka yang berjuang pasti mengerti betapa berartinya sebuah kata LULUS yang terdiri dari Lima huruf itu.

Terlebih Chanyeol, ia sudah menunggu sampai pada titik ini.

Dua bulan kebelakang adalah saat-saat yang cukup membuat Hati dan pikirannya di Uji habis-habisan.

Masih ia ingat, kata-kata Heechul yang tak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun.

Karena ucapan Heechul waktu itu, menjadi sebuah motivasi untuk agar bisa membuktikan pada Calon mertuanya itu, jika ia bisa. Chanyeol bisa melewati semua rintangan apapun itu. Ia bisa melewati semuanya demi bisa mendapatkan Baekhyun.

'Jangan menikah dengan Putri-ku jika kau tak mempunyai pekerjaan.'

Benar. Ia tidak bisa menikahi Baekhyun sebelum ia menjadi Lelaki mapan. Ia tak akan pernah mendapat restu dari Heechul jika ia menjadi seorang Pengangguran.

Pilihan Chanyeol setelah Lulus Sekolah adalah pergi Wamil. Tapi ketika mengingat syarat yang di ajukan Ayahnya dua bulan yang lalu, Chanyeol nyaris menyerah.

Menyerah untuk pergi Wamil dan memilih pergi Kuliah di Luar Negeri.

Tapi ia tak mau.

Bagaimana kalau mereka tetap tak bisa berkomunikasi?

Mengingat Amerika dan Korea Selatan itu memiliki perbedaan Waktu yang lama. Tetap saja, pilihan kedua itu akan membuatnya kesulitan menjalin Komunikasi dengan Baekhyun.

"Noona..." Chanyeol menghampiri Baekhyun yang juga berjalan menghampirinya dengan membawa bunga.

Tentu saja Baekhyun hadir di Acara kelulusan Chanyeol. Baekhyun hadir bersama Ayah Chanyeol, Siwon dan juga kedua orang tuanya.

Hangeng dan Heechul.

Tunggu, kenapa orang tua Baekhyun juga datang?

Chanyeol jelas tak tahu jika calon mertua-nya juga akan datang.

Percaya diri sekali memang Chanyeol memanggil kedua orang tua Baekhyun calon mertuanya.

Karena ya, mereka berdua memang sepertinya sudah setuju dengan hubungannya dengan Baekhyun. Walaupun Heechul memang selalu masang Wajah seolah tak suka ketika berhadapan dengan Chanyeol.

Dan tentunya jangan lupakan berbagai macam persyaratan yang di ajukan Heechul untuk Chanyeol. Syarat yang seolah sengaja agar Chanyeol menyerah saja untuk mendapatkan Baekhyun.

Tapi... bukan Chanyeol namanya jika ia menyerah begitu saja setelah mati-matian berjuang untuk mendapatkan Baekhyun dalam genggamannya.

Chanyeol sedikit gugup. Ia tak mengira jika akan ada kedua orang tua Baekhyun.

Ini di luar dari apa yang ada dalam rencananya.

Tunggu dulu, rencana apa yang sedang Chanyeol siapkan?

Chanyeol tersenyum canggung. Ia masih sedikit takut jika sudah berhadapan dengan Ibu Baekhyun. Nyalinya mendadak menciut jika sudah melihat tatapan datar Ibu Baekhyun.

Apalagi ketika Wajah menyeramkan Heechul bertemu tatap dengannya. Tanpa senyum menghiasi, Heechul bersikap biasa saja. Berbeda dengan Ayah Baekhyun yang sedari tadi tidak pernah berhenti mengumbar senyum.

Siwon yang melihat Heechul, ingin sekali tertawa kala raut wajah Heechul berbeda jauh dengan wajah yang Heechul perlihatkan ketika mereka berbicara tempo hari.

Siwon ingin tertawa ketika menyadari anaknya Chanyeol, terlihat ketakutan saat bertemu tatap dengan Heechul.

Heechul benar-benar menjalankan perannya sebagai Ibu Mertua yang galak dan jutek.

"Selamat Chanyeolliee..." Baekhyun memberi selamat, tak lupa memeluk Chanyeol erat seraya mencium Pipi Pemuda itu.

Sontak saja Heechul mendelik tajam ketika melihat putri-nya seberani itu mencium Pipi Chanyeol di hadapan kedua orang tuanya.

Astaga... anaknya sudah tidak pemalu lagi. ucap Heechul dalam Hati.

"Terima kasih Noona!"Chanyeol balas memeluk Baekhyun meskipun sedikit takut karena sadar akan tatapan tajam Heechul yang sedari tadi terus mengawasinya.

"Terima kasih juga sudah data..." Chanyeol hendak mengucapkan terima kasih, tapi apalah daya, lidahnya terasa kaku saat Heechul telah lebih dulu berseru.

"Kami terpaksa. Jika bukan Ayahmu yang memaksa, kami tidak akan datang!"

Siwon menggelengkan Kepalanya, lalu membalas Heechul dengan sebuah tepukan dipunggung dengan sedikit keras.

"Jangan terlalu galak pada Anakku Heechul-ie! Dia calon menantu-mu!" Dan Siwon tertawa pelan saat Heechul hanya bisa menghela nafas.

Hangeng menimpali "Padahal saat kita mengobrol bertiga kau begitu an...AWWWW!" Hangeng telah lebih dulu memekik kesakitan karena Heechul menginjak Kakinya.

Dengan tatapan tajamnya, Heechul memperingati Suaminya agar tak berbicara macam-macam.

Bisa hilang Image calon mertua galak yang ia perankan saat ini, jika Suaminya itu berkata aneh-aneh di depan calon menantunya.

Siwon sendiri sudah menahan tawa, meskipun Baekhyun dan Chanyeol menatap mereka penuh tanya dan curiga, namun ke-tiga orang itu tak ada lagi yang berbicara dan mengabaikan tatapan penuh tanya dari Chanyeol dan Baekhyun.

Hangeng, Ayah Baekhyun- tengah sibuk menahan sakit karena Kakinya yang di injak Heechul. Sedangkan Heechul si pelaku, bersikap biasa saja dan justru bersikap seolah tak melakukan apapun terhadap Suaminya.

Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan, dan menggeleng sebagai respon saat melihat kelakuan ketiga orang yang ada didepan mereka.

Lantas, ketika sebuah suara terdengar dari speaker Sekolah yang menyala, Chanyeol mendadak menjadi gugup.

Oh, ia takut rencananya gagal.

"Kenapa kau gugup begitu?" Baekhyun tentu sadar jika Chanyeol mendadak terlihat gugup saat suara seseorang terdengar melalui speaker Sekolah.

"Selamat pagi semuanya!" Sapa seseorang dengan suara merduanya.

Sepertinya Baekhyun kenal suara itu.

"Ini sudah siang Bodoh!" Seseorang mengumpat.

"Kau mengatai ku Bodoh? Kau tidak ingat jika Peringkat Nilaiku di Sekolah bahkan lebih tinggi darimu Kamjong!"

Benar saja dugaan Baekhyun. Itu suara Luhan, dan mungkin bersama Jongin dan Sehun.

Chanyeol memejamkan kedua matanya, menutup wajahnya dengan sebelah tangan karena malu dengan tindakan bodoh sahabat-sahabatnya.

"Kau cuma beda satu tingkat denganku. Aku yakin kau pasti sering mencontek, makanya Nilai mu naik!"

"Kau bilang apa? Kau benar-benar inginku hajar hah?!"

Luhan tentu saja tak akan pernah terima jika Jongin meledeknya. Entahlah, mereka berdua memang selalu ribut hanya karena masalah kecil-pun.

"Hei! Bisakah kalian tidak bertengkar untuk saat ini? Kalian berdua bisa melanjutkannya nanti setelah kita selesai menjalankan tugas kita!"

Itu suara Sehun yang berusaha merelai pertengkaran antara Luhan dan Jongin.

"Apa mereka tidak sadar jika Speaker itu menyala?" Baekhyun menatap Chanyeol yang tersenyum tampan dan menggeleng sebagai jawaban.

"Maaf semuanya, ada gangguan sedikit. Aku baru sampai mana tadi?" Luhan bertanya karena lupa apa yang sudah ia ucapkan. Padahal ia belum berkata apapun.

"Kau belum mengatakan apapun. Kau baru menyapa saja!"

"Oh benar. Baiklah semuanya, aku disini ingin membantu temanku Park Chanyeol. Dimana dia berada?"

"Mungkin bersama Baekhyun Noona!" Sehun menjawab.

"Benar! Dia harus bersama Baekhyun Eonni ketika Chanyeol memberi Baekhyun Eonni sebuah kejutan!"

Baekhyun sontak menatap Chanyeol yang semula berada di sampingnya. Namun ia begitu terkejut ketika tiba-tiba Chanyeol sudah berlutut di depannya.

Tunggu... Apa Chanyeol hendak melamarnya?

Astaga!

Baekhyun merasa ribuan kupu-kupu terbang mengelilinginya. Ia merasa seakan ia tak berada lagi di Dunia. Tubuhnya seakan melayang di Langit, di temani melodi indah yang terdengar merdu di Telinganya.

Baekhyun membayangkan ia tengah berada di sebuah padang rumput hijau penuh bunga yang berwarna-warni.

Gerak tangan Chanyeol membuat Jantung Baekhyun berdetak tak karuan. Ia ingin tersenyum begitu lebar, tapi berusaha ia tahan karena tak ingin terlihat kampungan.

"Ada sesuatu yang menyangkut di Sepatu Noona!" Ucap Chanyeol seraya mengambil sebuah Daun yang ternyata tersangkut di Sepatu Baekhyun.

Sial. Baekhyun rasanya ingin mengumpat saja 😭😭 sad

Seketika raut wajah Baekhyun berubah.

Ia seakan baru saja jatuh dari langit, setelah di terbangkan dengan sangat tinggi.

Jika tidak ada kedua orangtuanya dan juga Siwon, mungkin Baekhyun akan marah pada Chanyeol.

Tapi, ia malu jika harus marah-marah karena apa yang Chanyeol lakukan tak sesuai dengan apa yang Baekhyun inginkan.

Chanyeol, Pemuda itu kembali berdiri setelah membuang Daun di Sepatu Baekhyun.

Dan kenapa Chanyeol harus repot-repot membuang sebuah Daun yang sebenarnya nanti juga akan lepas sendiri dari Sepatu Baekhyun.

"Baekhyun Eonni, Chanyeol mempersiapkan ini untuk Eonni. Tolong jangan buat dia kecewa!" Suara Luhan kembali terdengar "Selamat berbahagia!" Seru Luhan, Jongin dan Sehun setelahnya.

"BYUN BAEKHYUN... PARK CHANYEOL MENCINTAIMU..."

Baekhyun sedikit melompat kaget dari tempatnya berdiri ketika teman-teman Chanyeol berteriak seraya memegang sebuah Balon berbentuk Hati.

Pantas saja, dari tadi Baekhyun merasa aneh ketika Siswa Sekolah itu masing-masing memegang satu Balon.

Dan diantara Siswa itu ada Kyungsoo dan Kris yang juga memegang Balon berbentuk Hati.

Heechul, Hangeng dan Siwon yang ternyata tidak tahu rencana Chanyeol, juga sedikit terkejut begitu melihat sekeliling mereka.

Hampir semua Siswa disana memegang Balon berbentuk Hati yang sudah Chanyeol siapkan untuk Baekhyun.

Minho yang merupakan Guru di Sekolah Chanyeol, menonton bersama Seohyun dan si kecil Sammy yang sedari tadi terus meronta ingin menghampiri Chanyeol.

Tiba-tiba dari atas Gedung sekolah, berterbangan Bunga Sakura yang sangat cantik. Dan tentu saja Bunga itu menghujani semua orang yang berada di Lapangan Sekolah termasuk Baekhyun.

Jika Chanyeol bukan anak Siwon, mungkin Kepala Sekolah akan memarahi Chanyeol karena sudah membuang sampah sembarangan. Bunga-bunga Sakura itu maksudnya.

Kris tertawa bersama Kyungsoo kala melihat wajah kaget Baekhyun. Kyungsoo juga tak menyangka jika ia akan ikut serta membuat kejutan seperti ini untuk Baekhyun.

Jika bukan karena di paksa Kris, sebenarnya ia tidak mau. Tapi, Bos-nya itu memaksa dengan mengancam akan memecatnya. Tentu Kyungsoo lebih baik mengikuti apa yang Bos-nya itu perintahkan daripada harus di pecat

Kris juga sebenarnya tidak ingin melakukan ini. Tentu saja ia juga di ancam Chanyeol.

Tak main-main, Chanyeol mengancam akan mengatakan pada Ibu Kris jika sebenarnya Kris tidaklah mempunyai Kekasih, Kris Jomblo mengenaskan. Ckckckckckk.

Lupakan Kris dan Kyungsoo, kita kembali pada Pemuda tampan yang ingin melamar Kekasih cantiknya, Baekhyun.

Sementara Chanyeol, sudah memegang sebuah kotak berisi sebuah Cincin yang ia pesan sendiri dari Paris.

Owwww... romantis sekali.

Baekhyun menatap Pemuda itu dengan wajah terkejutnya. Chanyeol tertawa melihat reaksi Baekhyun, lalu Pemuda itu mulai membuka kotak Cincin yang ia bawa dan mengatakan sesuatu yang mampu menyentuh relung Hatinya.

"Noona..." Chanyeol mengambil Cincin itu "Dihadapan kedua orang tua Noona, dan juga Ayahku... Aku ingin mengatakan jika..."

"Dan Sahabat serta teman-temanmu juga Chanyeol!" seru Luhan melalui Speaker.

Apa Luhan mendengar? Kan jarak mereka jauh?

"Aku sahabat Baekhyun, jangan lupa!" Kyungsoo ikut bersuara.

"Guru-mu juga Chanyeol. Kau tidak melupakan kami kan?" Minho ikut berseru sampai Seohyun menyenggolnya karena mengganggu momen romantis yang sedang Chanyeol lakukan untuk Baekhyun.

"Tunggu..." kali ini Heechul.

Astaga! Cobaan macam apa ini?

Pemuda itu memejamkan matanya. Chanyeol melirik Ibu Baekhyun yang tiba-tiba saja menyela. Jika Sahabatnya, Minho dan Kyungsoo mungkin akan ia abaikan. Tapi, ini calon mertuanya yang ikut-ikutan menyela proses lamarannya.

"Kau ingin melamar Putri-ku?"

"Heechul-ie..." Siwon mendekat dan menarik Heechul "Dengarkan dulu apa yang ingin dikatakan Anakku!"

Heechul hendak kembali berbicara, tapi kali ini Chanyeol ikut angkat bicara agar Heechul tak salah paham.

"Aku hanya ingin mengikat Baekhyun Noona untukku, Eomeoni." Kemudian Chanyeol kembali menatap Baekhyun "Noona, seperti yang pernah aku beritahukan sebelumnya, jika aku akan pergi Wajib Militer setelah Lulus..." Chanyeol tersenyum agar Baekhyun bisa santai dan tidak terlalu gugup "Dan karena itulah, aku ingin mengikat Noona untukku seorang. Aku tak ingin ketika nanti aku Wajib Militer, Noona dilamar orang lain. Jadi agar itu tidak terjadi, aku akan mengikat Noona dengan Cincin ini! Meskipun tak ada Pesta meriah, tapi anggap saja hari ini adalah pesta pertunangan kita!" Chanyeol kemudian memberikan Cincin itu "Jadi, Noona... mau..."

"Aku mau!" Baekhyun menjawabnya sebelum Chanyeol selesai mengatakan apa yang hendak dikatakan Pemuda itu "Aku Tunangan mu mulai hari ini! Aku milikmu seorang..." Baekhyun memberikan tangannya, untuk kemudian Chanyeol pasangkan Cincin itu di Jari Baekhyun.

Kyungsoo dan Kris bersorak, lalu memimpin untuk melepas Balon yang mereka pegang. Teman-teman Chanyeol kemudian ikut menerbangkan Balon berbentuk Hati yang mereka pegang ke atas Langit.

Si Kecil Sammy yang melihat banyak Balon berterbangan, tertawa lucu dalam gendongan Minho. Seohyun mengecup Pipi Putra-nya itu, lalu tertawa bersama Minho melihat Chanyeol dan Baekhyun kini sudah resmi bertunangan.

Rose, yang dulu mengejar-ngejar Chanyeol menangis haru sambil memeluk Kekasihnya.

Oh yeah, Gadis itu memilih Move On dan menerima seorang Lelaki tampan yang sudah dua tahun mengejar-ngejar dirinya agar cintanya terbalaskan.

"Oppa, aku ingin dilamar seperti ini!" ucapnya yang kemudian di angguki Kekasihnya.

Baekhyun dan Chanyeol tersenyum seraya memeluk erat satu sama lain. Beberapa orang tua Siswa yang datang memberikan tepuk tangan meriah untuk keduanya.

Mereka takjub dengan Chanyeol, anak tunggal Siwon yang di gadang-gadang akan mewarisi seluruh kekayaan Siwon, begitu berani melamar Kekasihnya meskipun ia baru saja Lulus Sekolah.

Luhan, Jongin, dan Sehun yang memang melihat mereka dari layar Monitor CCTV bersorak senang. Tawa mereka bahkan terdengar melalui Speaker Sekolah. Luhan lalu memutar sebuah lagu milik Boyband Legendaris, Shinee berjudul Replay.

Lagunya... terdengar cocok untuk Chanyeol yang menyukai Baekhyun.

Baekhyun Noona-nya yang cantik, mempesona dengan kesederhanaannya. Meskipun kadang Baekhyun suka berbuat hal memalukan dan membuat orang malu. Tapi, Baekhyun sosok yang mampu membuat Chanyeol jatuh cinta begitu dalam.

Kyungsoo dan Kris mendekat lalu mengucapkan selamat pada kedua orang itu. Di ikuti Minho dan Seohyun, dan juga beberapa teman Chanyeol.

Siwon tersenyum, lalu melirik Heechul di sebelahnya yang juga ikut tersenyum.

Sebenarnya, Heechul menyela bukan untuk melarang Chanyeol melamar Baekhyun. Heechul hanya ingin bertanya apakah Pemuda itu akan setia pada Putrinya atau tidak.

"Kau sudah menjadi Tunangan Putri-ku, awas kalau kau menyakiti Putri-ku!" ucap Heechul yang membuat Chanyeol tersenyum canggung kemudian menggeleng.

"Aku tak akan pernah berani berselingkuh ataupun menyakiti Baekhyun Noona!" Chanyeol berkata begitu tegas sembari memegang erat tangan Baekhyun.

Heechul menghela nafas dan tersenyum kemudian.

"Dari awal aku merestui kalian. Selama ini aku bersikap Jutek, karena hanya ingin sedikit bermain-main dengan calon menantuku!" Heechul dapat melihat wajah Chanyeol yang terkejut, mulutnya yang setengah menganga dan kedua bola matanya yang seakan hendak meloncat keluar.

Sontak saja Heechul tertawa dengan begitu kencang. Hangeng dan Siwon ikut tertawa melihat reaksi Chanyeol.

Dan Chanyeol baru sadar jika sebenarnya Ibu Baekhyun bersikap seolah tak suka jika ia dekat dengan Baekhyun, semata-mata hanya untuk menguji kesetiannya terhadap Baekhyun.

Benar-benar amazing!

Siwon menyenggol Heechul agar Wanita itu berhenti tertawa. Dan Heechul kemudian memeluk Chanyeol untuk mengucapkan selamat.

"Selamat Nak! Kau diterima di keluargaku. Semoga kau akan tahan menghadapi Baekhyun yang agak kurang..."

"Eomma!" Baekhyun hanya tak mengerti, apa Ibunya itu tidak pernah berkaca pada dirinya sendiri?

Mengatakan Baekhyun sedikit kurang... padahal Ibunya melebihi dia.

Lihat saja sekarang. Ibunya tertawa setelah sukses menjahili Chanyeol dengan berpura-pura tak merestui hubungan mereka.

Untuk saja Chanyeol tak mundur. Coba kalau Chanyeol mundur, mungkin Baekhyun tak akan bisa bertunangan dengan Chanyeol hari ini.

Kyungsoo menertawakan Baekhyun yang kesal pada Ibunya sendiri. Sementara Kris bersikap so keren dengan memasukan kedua tangannya kedalam saku Celana.

Siapa tahu ada yang meliriknya. Gadis di Sekolah Chanyeol lumayan cantik-cantik juga. Pikir Kris sedari tadi.

"Semuanya..." Siwon berteriak lantang "Nikmati Pesta kecil-kecilan yang sudah aku persiapkan untuk merayakan Pertunangan Anakku!" Siwon berteriak lantang, lalu menyusul beberapa Mobil Makanan datang memasuki Sekolah.

Jongin, Luhan dan Sehun yang sudah keluar dari Gedung sontak tersenyum senang ketika melihat banyaknya Makanan yang sengaja Siwon pesan untuk berpesta di Sekolah Chanyeol hari ini.

Hari itu, di acara kelulusan Sekolah, mereka mengadakan pesta dadakan. Meski pesta kecil-kecilan, tapi semua orang menikmatinya. Terlebih banyaknya makanan yang sengaja di datangkan Siwon, membuat semuanya bergembira.

Minho ikut makan bersama Seohyun serta Putra kecil mereka, Sammy.

Meskipun sesekali si kecil Sammy tidak mau lepas dari Chanyeol sampai membuat Minho cemburu kala Sammy lebih memilih Chanyeol dibandingkan dirinya. Seohyun hanya bisa menertawakan Minho saat Sammy memilih di gendong Chanyeol dibanding di gendong Minho.

Sammy menyukai Chanyeol karena anak itu menyukai Telinga Chanyeol. Anak kecil itu bahkan sesekali akan memainkan Telinga Chanyeol kala sudah gemas melihatnya.

"KALIAN SEMUA MELUPAKAN AKU?" Teriak seorang Pemuda dengan begitu lantang, membuat semua orang yang tengah berkumpul itu menoleh ke arah sumber suara.

Itu Lucas. Pemuda itu tidak bisa menghadiri acara kelulusan itu dari awal, karena ia baru kembali dari Luar Negeri setelah Ayahnya meminta ia pulang.

"Astaga pengganggu kecil datang!" Itu Jongin yang berkomentar lalu bersembunyi dibalik tubuh Kyungsoo yang lebih pendek darinya.

"Kenapa kau baru kesini?" Tanya Chanyeol yang tak lagi sejutek dulu pada Lucas.

"Hai Hyung!" Lucas menghampiri Chanyeol dan Baekhyun "Ayahku memintaku Pulang. Hah! Padahal aku senang bisa bersekolah disini, tapi dia memintaku pindah lagi kesana karena takut aku tak di urus oleh Jongin Hyung!"

"Kau pikir aku pengasuh mu?" Komentar Jongin.

Lucas memutar bola matanya malas "Kau kan Sepupuku, Hyung!" Lucas kemudian mengambil minuman yang dibawa Kris "Thanks Hyung. Darimana kau tahu kalau aku haus!"

"YAKKK! Itu bukan untukmu bocah tengik!" Kris hendak memukul Lucas, namun ia urungkan ketika Lucas mendelik tajam padanya.

Sial. Ia lupa jika Lucas itu orang yang kerap menolongnya.

Baekhyun dan Chanyeol yang tak mengetahui hubungan Lucas dan Kris, hanya saling pandang. Dan kemudian, tiba-tiba pemikiran gila Baekhyun terlintas begitu saja.

"Bos, kau Sugar Daddy nya Lucas?"

Dan bukan hanya Lucas yang kaget. Tapi hampir semua yang ada disana tersedak karena terkejut mendengar pertanyaan Baekhyun.

Bagaimana bisa Baekhyun berpikiran seperti itu?

'Astaga! Untung aku mencintainya.' Ucap Chanyeol dalam hati.

-o0o-

"Noona..." Jongin tengah menyetir, ia hendak mengantarkan Kyungsoo.

"Hmmm!" Kyungsoo menjawab dengan gumaman, sementara tangannya sibuk menari di atas layar Ponselnya.

Jongin terlihat gugup. Ia ingin mengatakan sesuatu pada Kyungsoo. Ia ingin jujur pada Kyungsoo jika ia menyukai Wanita itu.

Namun ia tak seberani Chanyeol yang langsung mengatakannya di depan kedua orang tua Baekhyun.

Ia takut jika Kyungsoo langsung menolaknya. Hancur sudah Hatinya jika itu terjadi.

"Kau ingin bicara apa?" Kyungsoo yang sadar jika Jongin ingin berbicara serius, menyimpan Ponselnya dan menunggu Pemuda itu untuk kembali berbicara.

"Apa Besok Noona ada Acara?" Jongin memikirkan tentang mengatakan perasaannya saat kencan dengan Kyungsoo.

Dengan begitu, setidaknya ia memiliki kenangan indah meskipun nanti Kyungsoo menolaknya. Mungkin...

Kyungsoo tampak berpikir, kembali mengecek Ponselnya dan kemudian menggeleng sebagai jawaban.

"Tidak. Besok aku tidak ada acara. Ada apa?"

Perjalanan menuju Rumah Kyungsoo semakin dekat. Dan rasa gugup yang Jongin rasakan semakin besar. Padahal hubungan mereka sudah sangat dekat, tidak seperti dulu saat Kyungsoo tak mau untuk sekedar dekat dengannya saja.

Salahkan saja Jongin yang dulu dengan tidak sopannya mencium Bibir Kyungsoo.

Ingatkan? Saat mereka berlibur ke Pantai. Dan nyaris tidak jadi karena Kyungsoo mengamuk dan memaksa pulang. Untungnya, Baekhyun merayu Kyungsoo agar tak pulang.

"Apa Noona mau pergi kencan denganku? Besok?" Jongin menunggu dengan was-was jawaban yang akan diberikan Kyungsoo.

Bagaimanapun, mereka baru dekat beberapa bulan ini, dan belum sedekat Chanyeol dan Baekhyun sampai sering kencan walau dulu mereka belum resmi berpacaran.

"Pagi? Siang? Apa Sore?"

Jawaban Kyungsoo sontak membuat senyum di Bibir Jongin terukir.

"Itu terserah Noona!" Jongin tak lagi gugup seperti sebelumnya.

Pemuda itu memarkir Mobilnya di depan Rumah Kyungsoo, lalu mengantar Kyungsoo sampai ke depan Pintu Rumahnya.

"Jam 10. Kau jemput aku jam 10 saja!" Kyungsoo mengeluarkan kunci dari dalam Tas kecilnya.

Saat ia hendak membuka pintu Rumahnya, Jongin tiba-tiba saja menarik tangannya, dan dengan tiba-tiba.. Pemuda itu mencium Pipi Kyungsoo.

"Terima kasih Noona!" Jongin tersenyum "Aku akan menjemput Noona besok! Sampai jumpa!" Jongin sudah melambai dan hendak pergi sebelum gantian tangannya yang di tarik oleh Kyungsoo.

Jongin pikir ia akan ditampar atau di marahi karena sudah berani mencium Pipi Kyungsoo.

Namun apa yang tidak Jongin duga adalah, Kyungsoo menariknya masuk ke dalam Rumah, memojokkannya ke tembok, dan menciumnya dengan kedua tangannya yang mengalung di Leher Jongin.

Wow.

Jongin sampai dibuat terdiam kaku seperti patung saat mendapat serangan dari Kyungsoo yang tidak ia duga sama sekali.

Tentu saja Jongin memanfaatkan kesempatan itu untuk balas mencium Kyungsoo.

Menarik tubuh Kyungsoo merapat padanya, lalu menciumnya dengan penuh hasrat membara.

Apa itu tandanya, Jongin mendapat lampu hijau dari Kyungsoo untuk terus melangkah dan memperjuangkannya?

-o0o-

Chanyeol dan Baekhyun, kedua orang itu pulang setelah Pesta kecil-kecilan itu selesai. Chanyeol dan Baekhyun kini tak lagi di larang ketika mereka berkata ingin pergi berdua.

Heechul bahkan menggoda calon menantunya itu dengan mengatakan 'Jangan membuat anak dulu, kau masih harus memenuhi syarat yang aku ajukan!'

Yeah, Heechul berkata seperti itu karena ia merasa yakin jika kedua orang berbeda jenis kelamin itu, pasti akan melepas rindu di atas ranjang.

Tapi tidak, Chanyeol dan Baekhyun tak akan melakukan sampai sejauh itu.

Ya untuk melepas rindu mungkin mereka akan sedikit bermesraan, tapi tidak sampai ke tahap itu.

Misalnya, hanya berciuman mungkin.

Berciuman dalam keadaan Baekhyun yang sudah setengah bertelanjang, dan Chanyeol yang bertelanjang Dada, misalnya.

Begitu mereka berdua masuk kedalam Apartemen milik Chanyeol, tubuh mungil Baekhyun menjadi tawanan Chanyeol yang langsung menyudutkannya di tembok dan memberikannya ciuman penuh gairah.

Chanyeol memenjarakan kedua tangan Baekhyun di atas kepalanya, sebelah tangannya ia gunakan untuk membuka pakaian yang Baekhyun kenakan.

Merobeknya sekali hentak sampai Baekhyun tak lagi berpakaian utuh. Chanyeol menyusuri Bibir Baekhyun dengan Jari telunjuknya, turun ke Leher, lalu Dadanya, dan berhenti tepat di pinggang Baekhyun.

Berhenti disana untuk kemudian melepas resleting Rok yang Baekhyun kenakan.

Yeah, Baekhyun memang memakai Rok pendek dan Kemeja berwarna kuning. Sejak mereka dalam perjalanan pulang, Chanyeol sangat ingin sekali merobek Kemeja Baekhyun. Namun ia tahan sampai mereka akhirnya bisa masuk ke dalam Apartemennya.

"Ahhhhh..." Baekhyun mendesah ketika perlahan Jari Chanyeol kembali menelusuri lekuk tubuhnya setelah melepas Rok yang ia kenakan.

Diangkatnya Baekhyun, sampai kedua Kaki Baekhyun melingkar di pinggang Chanyeol.

Mereka sudah sering melakukan hal seperti ini. Meski tak pernah ke tahap yang lebih, mereka cukup menikmati kegiatan melepas rindu mereka seperti ini.

"Eummmmmm Chanyeol..." Baekhyun merasa tak nyaman duduk diatas pangkuan Pemuda itu.

Ia sedikit terganggu dengan benda keras, berdiri tegak yang terus menggesek pantatnya.

Itu... itu membuat jiwa tak puas dalam dirinya bangkit. Ia ingin lebih, tapi ia harus ingat jika mereka tak boleh melakukannya.

Meskipun mereka sudah bertunangan terhitung dari hari ini dan seterusnya, tapi mereka harus kuat untuk Dua tahun kedepan.

Menunggu Chanyeol selesai Wamil, dan di susul dengan Pemuda itu yang akan merintis usahanya mengurus perusahaan LY Enterprise.

Jadi, yah mau tidak mau mereka harus menahan hasrat ingin bercinta dalam diri mereka untuk dua tahun ke depan.

Itupun kalau mereka kuat.

"Noona, jangan banyak bergerak!" Chanyeol nyaris mengeram kala Baekhyun terus bergerak diatas pangkuannya.

Ia seperti Bayi, menyusu pada Baekhyun yang bagian atas tubuhnya sudah tak memakai apapun. Kecuali Celana dalam yang masih melekat menutupi area bawahnya.

Entah sejak kapan, Baekhyun tak sadar kapan Pemuda itu melepas seragam Sekolahnya. Kini Pemuda itu hanya bertelanjang Dada, dan hanya memakai celana panjangnya.

Milik Chanyeol sudah membengkak, tegang, dan keras. Dan Baekhyun dapat merasakan itu karena ia mendudukinya.

Baekhyun bergerak untuk membuka Celana Chanyeol, dan ketika Chanyeol menyadari itu, tangannya segera menghentikan gerak tangan Baekhyun.

"Tidak Noona! Cukup seperti ini!" Chanyeol hendak kembali mencium Baekhyun, namun Baekhyun mencegahnya dengan bergerak turun dari pangkuan Chanyeol.

Wanita itu berlutut, dan membuka resleting Celana Chanyeol.

"...Ahhh!" Chanyeol mendesah lega ketika Miliknya terbebas dari penjara Celananya yang mendadak terasa menyempit.

Baekhyun memegang Miliknya, mencium ujung kepala benda kebanggaan Chanyeol, dan kemudian mengulumnya tanpa aba-aba. Membuat Chanyeol nyaris berteriak seperti seorang Gadis.

Hei! Jangan tertawa, Baekhyun melakukannya tanpa memberitahunya dulu, jelas ia terkejut.

Chanyeol menikmati ketika Jari lentik Baekhyun membungkus miliknya, lalu bergerak naik turun dan sesekali Bibir tipis itu mengulum miliknya.

Pemuda itu merasa akan segera meledak hanya dengan Lidah Mulut dan Jari Baekhyun yang memainkan Miliknya.

Dan benar saja, setelah Baekhyun bermain cukup lama, Pemuda itu meledak. Mencapai Orgasme, dan menumpahkan semuanya didalam Mulut Baekhyun sampai Tunangannya itu tersedak dan batuk-batuk.

Chanyeol mengambil sebotol Air mineral yang selalu tersedia di atas meja di ruang tamu Apartemennya.

Pemuda itu tersenyum melihat Baekhyun meminumnya dengan rakus air itu.

"Rasanya masih saja terasa aneh!" Dan Chanyeol selalu heran kenapa Baekhyun akan mengucapkan itu setiap kali Wanita itu selesai membuatnya Orgasme.

Padahal Baekhyun bukan kali ini saja menelan Sperma miliknya itu.

Chanyeol merapikan Celananya, lalu membawa Baekhyun kembali duduk diatas pangkuannya dan menahan Baekhyun disana, Pemuda itu kemudian membaringkan Baekhyun di sofa.

"Sekarang, biarkan aku membuat Noona merasakan yang aku rasakan!" Tanpa aba-aba seperti yang Baekhyun lakukan padanya, Pemuda itu menarik Celana dalam Baekhyun sampai membuat Baekhyun kini telanjang sepenuhnya.

Ow... kenapa mendadak suasana menjadi bertambah panas!

Chanyeol menyapukan Lidahnya untuk menciumi pusat tubuh Baekhyun. Menyesapnya dengan rakus sampai Baekhyun harus melengkungkan tubuhnya karena tak kuat menahan kenikmatan yang tengah Chanyeol lakukan padanya.

"...Cha..Chanyeol...ahhhhh..." Dan ketika Lidah Chanyeol benar-benar memasuki inti pusat tubuhnya, Baekhyun kehilangan Dunianya.

Ia menjerit setengah mendesah. Ia cengkram rambut Chanyeol, dan ia remas kedua Bahu Pemuda itu.

Lidah Chanyeol masih bergerak disana, dan Baekhyun tak bsia mengontrol dirinya. Tangan Chanyeol tak tinggal diam. Pemuda itu meremas Payudara Baekhyun dengan kedua tangannya, membuat Baekhyun semakin lupa bagaimana caranya bernafas.

"... Ahhhh... Ahhhh... Yeah... Ya Tuhan..." Baekhyun merasa sesuatu yang akan meledak dalam dirinya.

Dan ketika itu semakin dekat, ia mendesah panjang, lalu membuat Chanyeol tersenyum tipis di sela-sela kegiatannya. Chanyeol senang karena bisa mendengar Baekhyun menjerit sexy hanya dengan permainan Lidahnya.

Chanyeol menyesap sisa-sisa Orgasme Baekhyun, dan kemudian merangkak diatas tubuh Baekhyun yang masih lemas setelah mencapai puncak Orgasme.

"Rasanya manis... seperti Noona!" ia cium Bibir Baekhyun, dan Baekhyun mengeryit merasakan cairan miliknya sendiri.

Mereka berciuman cukup lama. Sampai ketika Chanyeol merasa cukup, ia lebih dulu menyudahi ciuman panas mereka.

Pemuda itu mengambil Selimut yang ada di samping Sofa. Menyelimuti tubuh Baekhyun dan memberikan Baekhyun ciuman panjang di Dahi Wanita itu.

"Mulai saat ini, Noona sudah resmi menjadi Calon Istriku. Itu artinya, Noona tak boleh melirik Laki-laki lain apalagi sampai menyukai Laki-laki lain!" Chanyeol mengucapkan itu sembari membawa Baekhyun duduk lagi diatas pangkuannya.

Sebagian Selimut itu melorot ketika Baekhyun melingkarkan Tangannya di Leher Chanyeol.

"Aku tidak akan melirik siapapun! Aku akan menunggumu untuk menikahi ku!" Baekhyun merapikan rambut Chanyeol "Kau tahu, Dua tahun bukan waktu yang sebentar. Aku harap, kita berdua bisa bertahan sampai saat nanti kau menikahi ku." Baekhyun mencium Chanyeol "Jangan mengecewakanku! Jangan buat aku menunggu dengan sia-sia."

Chanyeol mengangguk dan balas mencium Baekhyun.

"Apapun yang akan terjadi kedepannya, kita harus saling percaya, jujur dan tentunya bertahan. Bertahan untuk tetap saling mencintai."

Baekhyun tersenyum dan memeluk Chanyeol, lalu mereka berdua kembali berciuman. Tersenyum di sela-sela ciuman mereka, dan bergerak untuk berpindah tempat.

Sofa terlalu sempit untuk mereka berdua. Dan tempat tidur menjadi tempat kedua mereka untuk melepas rindu.

Meskipun berbagai pikiran buruk menghiasi pikiran keduanya tentang hubungan mereka kedepannya, tapi mereka yakin jika Tuhan memang sudah mentakdirkan mereka untuk bersama-sama selamanya.

Maka ketika keraguan itu kembali muncul, semua terpatahkan dengan rasa Cinta yang mereka punya.

Terkadang, masalah tak terlalu terasa berat jika kita tahu bagaimana cara menyelesaikannya.

"... Ahhhh Chanyeol.. lakukan pelan-pelan! Hei!"

Apa mereka melanjutkannya ke tahap lebih?

Hanya Chanyeol, Baekhyun dan Aybaekxing yang tahu. Hehehehe.

.

.

.

.

THE END

01 Maret 2020

.

.

.

.

#Short Story

"Lihat Oppa!" Heechul melempar celana dalam milik Chanyeol yang tertinggal di Apartemen kecil Baekhyun "Anakmu sudah memperkosa Putri-ku!"

Siwon membulatkan kedua matanya, mengambil celana dalam tak berdosa itu, melihatnya dengan teliti dan meneguk Saliva nya kala ia mengenali celana dalam itu.

Milik anaknya, Park Chanyeol. Celana dalam itu pemberian darinya, oleh-oleh darinya kala ia pergi ke Amerika beberapa bulan yang lalu.

"Heechul-ie... mungkin Chanyeol hanya numpang mandi. Ada celana dalam ini bukan berarti dia sudah..."

"Pokoknya Anak Oppa harus menikahi Putri-ku. Jika Oppa tidak setuju, aku akan membakar Gedung Perusahaan Oppa!"

Hangeng menelan Saliva nya mendengar ancaman Istirnya pada Siwon. Bagaimanapun juga tak ada yang berani seperti itu pada Siwon yang dikenal adalah orang terkaya di Seoul.

Walau ia tahu kedekatan keduanya yang sudah seperti Adik dan Kakak, tapi Hangeng tetap saja tak akan seberani itu sampai mengancam Siwon seperti itu.

"Heechul-ie..."

"Aku tak mendengar alasan apapun Oppa!" Heechul berkacak pinggang dan menatap tajam Siwon.

"Aku memang akan menikahkan mereka berdua Heechul-ie..."

"Baguslah!" Ucap Heechul belum sadar jika sebenarnya Siwon memang tak masalah dengan hubungan anak tunggalnya dengan Putri semata wayangnya.

Dan ketika ia sadar, Heechul menatap Siwon tak percaya.

"Oppa tak keberatan mempunyai menantu dari kalangan menengah seperti kami?" tanyanya dengan was-was.

"Heechul-ie, Baekhyun adalah Wanita yang memenuhi kriteria untuk menjadi menantuku. Aku tak pernah berpikir untuk menikahkan Chanyeol dengan orang lain." Siwon tertawa melihat raut wajah Heechul "Dari dulu, aku sudah mencari-cari info tentangmu dan keluargamu. Aku sudah berniat untuk menjodohkan anak kita jika kebetulan anakmu Perempuan." Siwon kembali berbicara setelah tertawa pelan "Dan kau tahu Heechul-ie, aku benar-benar terkejut ketika tahu kau memiliki Permata seperti Baekhyun. Dan tidak sampai disana saja rasa terkejut ku, aku kembali dibuat terkejut saat tahu jika Putraku, Chanyeol ... ternyata menyukai Putri-mu!"

Heechul tersenyum dan bergerak untuk menghampiri Siwon, memeluknya seperti seorang Adik yang senang telah diberi hadiah oleh Kakaknya. Siwon berdiri untuk menyambut pelukan Heechul.

"Aku ingin Putri-ku bahagia Oppa! Aku takut jika Oppa tak setuju dengan hubungan mereka, maaf sudah bersikap kurang ajar!"

Siwon tertawa, mengelus punggung Heechul agar tak menangis "Heechul-ie, aku bukan orang yang seperti itu! Aku juga ingin anakku bahagia, dan aku rasa Baekhyun-lah kebahagiaan yang Chanyeol cari!"

Hangeng tersenyum melihat kedua orang itu. Ia tak merasa cemburu karena sejak Kuliah dulu, Siwon dan Heechul memang sudah sangat dekat seperti Keluarga.

"Tapi Oppa, aku akan menguji anakmu. Jadi, jangan kaget jika aku sedikit keras pada anakmu!"

Siwon mengangguk mengerti. Dan ia tahu seperti apa Heechul akan menguji anaknya. Karena Siwon sudah tahu Heechul seperti apa orangnya.

"Jadi... kapan kita nikahkan mereka berdua?" Hangeng bertanya setelah Heechul dan Siwon kembali duduk di tempat mereka semula.

"Setelah Chanyeol menyelesaikan Wajib Militernya, kita adakan pesta Pernikahan untuk mereka berdua!"

.

.

.

.

END

BENER BENER SELESAI YA!

.

.

TERIMA KASIH ATAS SEMUA CINTA YANG KALIAN BERIKAN UNTUK FF NOONA.

AKHIRNYA NOONA SELESAI, NOONA SAMPAI PADA AKHIR CERITA. HUHUHU TERHARU AKUTUH.

RESPON KALIAN BUAT NOONA BENER BENER DILUAR DUGAAN AKU AKU SAYANG KALIAN SEMUA, MAKASIH KARENA SELALU MENDUKUNGKU.

MAKASIH KARENA SUDAH BERTAHAN UNTUK SELALU MENDUKUNGKU.

MAKASIH UNTUK PEMBACA YANG MAMPIR DI LAPAK AYBAEKXING. DAN MAKASIH UNTUK YANG SELALU NGASIH REVIEW.

POKOKNYA... AKU SAYANG KALIAN.