Hingar bingar dunia malam sangat akrab dengan kepribadian bobrok macam Xi Shixun.
Si bungsu dari pasangan Oh Sehun dan Xi Luhan itu sudah biasa mengurusi sisi gelap keluarganya sendiri, semisal organisasi kriminal semacam mafia atau penjualan jasa dan barang ilegal. Sama seperti prinsip Keluarga Bangsawan Xi turun temurun. Shixun dilarang berbuat curang yang bermain-main dengan uang seperti penggelapan dana dan semacamnya. Untuk suap menyuap? Shixun hanya boleh melakukannya jika kondisi terlalu sulit hingga mengorbankan nama baik Xi.
Xi Shixun adalah Kepala Keluarga Bangsawan Xi Kedelapan.
Dia dituntut menjaga nama baik Xi.
"Lord Xi Shixun, selamat datang di bar kecil kami..." Manager bar bernama Minhyuk. Pria itu bolak-balik menyemprot kedua telapak tangannya demi pantas menyalami tangan mahal Shixun. Ketika tangannya terentang, kelopak mata Shixun yang berbulu panjang turun ke sana. Shixun mengibaskan tangan, dia berkata,
"Aku benci bersalaman dengan siapapun kecuali kita punya kesepakatan."
"Y-ya..." Minhyuk mengembalikan tangannya ke sisi tubuhnya. "...sebentar lagi kita akan melakukan kesepakatan."
"Kesepakatan apanya? Bar ini milikku dan kau hanya manager di sini," Shixun tersenyum sinis, "jangan konyol. Taeyang, pastikan kerumunan manusia idiot di dalam bar memberiku jalan agar aku bisa menduduki kursiku."
"Yes, My Lord..."
Kim Taeyang, pemuda itu seusia Shixun dan merupakan asisten pribadi Shixun. Dia adalah anak sulung pasangan Kim Jongin dan Kim Kyungsoo.
Setelah mendengar perintah Shixun, Taeyang dan puluhan pengawal Xi tanggap membelah gerombolan penonton di dalam bar. Suasana layaknya pasar diskon bermusik menjadi hening usai Shixun mengambil satu langkah memasuki bar.
Shixun tidak peduli seangkuh apa tindak-tanduknya. Terpenting, dia cepat-cepat menyelesaikan urusannya di bar ini. Demi apapun, Shixun menahan mual hanya dengan melihat beberapa pasangan berciuman di sembarang tempat.
Mereka tidak sadar tempat, kah? Dasar! Tempat kotor macam ini mana bisa membuatku menikmati sebuah ciuman?
Masa bodoh! Cepat selesaikan semua ini.
Shixun duduk di kursi yang sangat eksklusif. Begitu nyaman. Anggur kualitas terbaik dan termahal terpampang sombong di atas meja. Seorang jalang mengambil sebotol anggur, menuangkannya ke gelas, lalu diberikan pada Shixun.
"Silahkan, My Lord."
Shixun hanya melirik payudara sintal di balik pakaian kurang bahan si jalang.
"Payudaramu bagus."
Sontak pipi si jalang memerah matang. Dia semakin bersemangat menyodorkan asetnya pada Shixun.
"Terima kasih atas pujiannya, My Lord."
"Hm, saking bagusnya, aku ingin anggur di tanganmu membasahi payudaramu. Mungkin dengan itu, kau lebih laku dari jalang lainnya."
Tubuh si jalang menegang pada tatapan datar Shixun.
"M-maksudnya, My Lord?"
"'Maksudnya'?" Shixun menggeleng dramatis, "aku ingin kau menyirami payudaramu dengan anggur itu."
Muka si jalang langsung masam. Dia sadar jika dirinya melakukan perintah Shixun, dia akan dipermalukan para jalang lainnya dan tamu. Tapi, jika tidak dilakukan, Lord Xi Shixun akan memberinya pelajaran paling menyakitkan.
Tak ada satupun pihak di Korea Selatan, termasuk di beberapa kerajaan yang mengakui kekuasaannya, bisa menyentuh ego pria jahanam tersebut.
Si jalang melakukannya.
Dia menyirami payudaranya sendiri dengan segelas anggur mahal. Shixun tidak menatapnya. Hanya tersenyum sinis. Selebihnya dia memanggil, "Taeyang."
"Ya, My Lord?"
"Suruh tiga Pengawal Xi pilihanmu untuk menikmati hadiah dariku."
Taeyang memandang si jalang yang menunduk dalam, sebentar lagi akan menangis, hanya karena dilecehkan di muka umum.
Kasihan sekali, sudah tahu Lord Shixun benci wanita jalang, masih saja menyuruh seorang jalang melayaninya.
Staf bar ini perlu dirombak ulang.
Taeyang mengangguk, "baik."
Si jalang langsung mencerahkan wajahnya ketika dia disuguhi tiga pengawal Xi super tampan dan gagah, meski dia lebih suka visual Xi Shixun melumatinya. Usai si jalang dan tiga Pengawal Xi pergi dari hadapan Shixun, si bungsu Triple Twin tersebut memutuskan memainkan ponsel ketimbang melihat pole dance ala bar ini.
Tak lama kemudian, seorang investor kaya bernama Vernon menduduki kursi di samping Shixun.
"Maafkan saya, My Lord. Saya terlambat karena—"
"Aku benci keterlambatan. Melihat sikap tidak profesionalmu..." tanpa menoleh pada Vernon, Shixun berkata. "... Aku lebih suka kita tidak jadi bekerja sama."
"A-apa?!"
"Ladies and Gentleman...!"
Pembawa acara bersuit hitam mulai mengomando pengunjung bar untuk lebih menikmati acara inti malam ini.
Kursi Shixun tepat di bibir panggung yang memanjang, menjorok vertikal. Berpuluh meter dari kursi Shixun, berdiri sebuah tiang yang digunakan untuk menari.
Jika disekitar Shixun dipenuhi sorak-sorai antusiasme pengunjung, Vernon justru memucat. Dia berusaha membujuk Shixun.
"My Lord... Apa maksud ucapan—"
"Taeyang, usir dia."
"Yes, My Lord."
"Lord Shixun, Saya mohon... Saya terlambat karena—"
"Patahkan saja lehernya jika dia bicara lagi padaku."
Vernon langsung diam.
Dia lemas. Diseret begitu saja oleh para pengawal Xi.
Kembali pada Shixun, dia memicingkan mata pada seorang wanita cantik dengan pakaian lumayan senonoh. Wanita itu bersurai coklat karamel, tergerai indah menutupi punggung. Dia memakai kemeja putih transparan, kedua ujung kemeja tidak dikancing melainkan diikat. Dadanya terekspos jelas, bra hitam tersuguh apik di sana. Kulitnya seputih salju. Kakinya jenjang, hanya ditutupi celana ketat seperempat paha. Sepatu heelsnya biru berkilau, haknya setinggi 12 cm.
Luar biasa.
Shixun terdiam sejenak.
Bibir wanita itu dilapisi lipstik merah menyala, sangat seksi membara, belum lagi paras ayunya begitu misterius di balik topeng hitamnya.
Shixun menjadi penasaran.
Wanita itu mulai merentangkan tangan kurusnya ke tiang. Jemari lentiknya mencengkram tiang. Shixun langsung membayangkan jemari berujung pink itu meremas kejantanannya.
Sial!
Wanita itu melompat kecil namun gerakannya sungguh cantik. Pahanya mengapit tiang, dia mulai berputar-putar. Musik lambat laun memanas dan menghentak, tariannya tak lagi dengan tiang.
Wanita itu melangkah. Kaki jenjang berhias sepatu heelsnya sungguh menantang.
Tariannya sangat memprovokasi. Bolak-balik menghempas rambutnya, memperlihatkan leher mulusnya. Tangannya terkadang mengelus pahanya, pantat sintalnya bergoyang erotis namun elegan.
Shixun terpaku.
Tenggorokannya tiba-tiba memanas.
Shixun meminum anggur dari botolnya langsung. Kemudian keras membanting botol di meja.
Taeyang memelototkan matanya pada majikannya.
Tidak biasanya 'The Lord Perfectionist'-nya bertindak sesembrono itu.
Shixun mengusap bibirnya dengan tangan kosong. Matanya menajam pada si wanita penari.
Taeyang tersedak ludahnya sendiri, tidak biasanya Sang Lord Xi bertindak sekotor itu.
Ya Dewa! My Lord ini kenapa?!
Taeyang menggigit bibirnya khawatir.
Si wanita penari mengambil langkah sampai ujung panggung, tepat di depan kursi Shixun.
Shixun menengadah, si wanita mengulas senyum liciknya.
Ketika mereka cukup dekat, Shixun terperangah.
Manik mata di balik lubang topeng berpendar layaknya berlian.
Emerald.
Itulah warna mata wanita tersebut.
Si wanita berbalik badan, menari menuju tiang, meliuk-liukkan tubuhnya di sana. Seolah-olah, wanita itu bercinta dengan batang keras pria.
Usai acara inti penuh gairah menggelora berakhir, Shixun menyilangkan paha, menahan tegaknya sang kejantanan.
"Siapa dia, Taeyang?"
"Lulu."
"Hah?"
"Itu nama panggungnya. Tak ada yang tahu nama asli dan rupanya."
"Staf tidak tahu wajahnya?"
"Dia dipilih langsung oleh Nona Muda Shika. Tak ada yang berani mengusik-ngusik wanita itu, termasuk untuk sekedar tahu bagaimana kecantikan aslinya."
"Itu berarti, dia bukan seorang jalang bar ini."
"Benar. Tapi untuk menyewanya menjadi teman mengobrol, butuh biaya tak sedikit. Pelanggan setianya yang terdiri dari suami-suami kesepian mengatakan, 'Lulu punya suara terlalu lembut'."
"Ah..." Shixun tersenyum kelam. "Aku harus menghubungi Shika-noona kalau begitu."
.
.
.
.
.
"'Panti Asuhan Kasih Sayang'? Cih! Itu panti asuhan milik appa, kan?"
["Ne ne... Dongsaeng! Sekarang, biarkan aku tenang oke, aku muak diganggu terus olehmu!"]
"Mati sajalah kau, Noona!"
["Psikopat keji macam dirimu yang harusnya dimusnahkan. Sudahlah, cepatlah ke sana jika kau ingin menyembuhkan rasa penasaranmu terhadapnya."]
Di pagi hari yang cerah, Shixun ingin pergi ke gedung utama XiLu Corporation. Selama perjalanan, dia menghubungi Shika. Semalam Shika tidak mau diajak bicara karena gadis itu paling benci waktu tidur malamnya diganggu. Dia bilang, untuk kecantikan.
Shixun merotasikan bola matanya.
"Baiklah, aku akan ke sana..." Shixun mematikan ponselnya. Lalu memberikannya ke Taeyang.
"Putar haluan," perintah Shixun. "Kita akan ke Panti Asuhan Kasih Sayang."
"Yes, My Lord." Jawab si supir.
Limosin milik Keluarga Bangsawan Xi menjadi sorotan bagi penghuni panti asuhan tersebut. Taeyang buru-buru keluar, berlari memutari Limosin menuju pintu Shixun, kemudian membukakannya. Tak lupa membuka payung untuk melindungi Shixun dari sinar matahari.
Shixun membiarkan jas abu-abunya tersampir di bahu lebarnya. Karena panas, dia melepas dua kancing teratasnya. Jalannya bak model, seakan lupa di mana dirinya berada.
Panti asuhan benar-benar tidak cocok untuk kepribadiannya yang congkak.
Shixun mengerang jijik melihat banyak anak kecil begitu jorok dalam bermain, makan, bahkan sekedar duduk saja, bibirnya dipenuhi air liur.
Aku masih tidak habis pikir. Apa alasan Appa menyukai anak kecil, hah?
Mereka menjijikkan.
Tunggu, bukankah Shixun sendiri juga melewati masa 'menjijikkan' tersebut?
Terserah dia sajalah.
"Anda bisa menunggu di ruangan Kepala Panti," ujar salah satu perawat panti pada Shixun. "Mari, My Lord."
Shixun menunggu wanita yang dimaksud Shika.
Hingga akhirnya suara pintu ruangan terbuka.
Shixun berbalik, matanya langsung melebar melihat visual lugu nan murni tersuguh apik di hadapannya.
Lugu dan murni...
...berbeda dengan wanita semalam yang liar dan menggoda.
Shika tidak salah memberikan informasi, kan?
Di depannya bukanlah 'wanita' melainkan 'gadis'. Sialnya, Shixun tidak terlalu tertarik dengan gadis perawan kecuali untuk dijadikan gadis koleksinya. Shixun tidak suka menjalin hubungan dengan gadis bau kencur.
Shixun menekan tulang hidungnya. Memangnya dia bertemu si wanita penari untuk dijadikan kekasih?
Yang benar saja!
Namun, saat Shixun memperhatikan manik mata si gadis baik-baik, Shixun terperangah.
Emerald...
Kemudian bibirnya.
Begitu merah muda...
Dan, kembali keseluruhan wajahnya.
Dia mirip sekali dengan— sial! Tidak mungkin!
Shixun berdeham, senyuman gadis itu tiba-tiba membuat pikirannya blank.
"Namaku Xi Shixun." Shixun tetap membenci jika dia menawarkan jabatan tangan duluan. "Tapi kau boleh memanggilku 'Sehun' karena itu nama koreaku. Yah, hanya orang terdekatku dan bawahanku yang memanggilku Shixun."
Gadis itu tersenyum lebih cerah. Mata rusanya menyipit cantik.
"Nama saya Xiao Luhan..."
DEG...!
Shixun terkesiap.
OH MY...! Suaranya...?
Benarkah ada suara 'wanita' selembut itu?
Dan, namanya...?
Pikiran Shixun kembali blank.
Tangan Xiao Luhan—si gadis bermanik mata emerald—mengulurkan jabatan tangan untuk disalami Shixun.
"Salam kenal, Sehun-ssi."
Shixun membalas jabatan tangan Xiao Luhan.
Tubuhnya merinding berkat kelembutan kulit gadis itu.
"Ya, Luhan."
Pada akhirnya,
Kisah Sehun dan Luhan kembali berputar dengan pelaku dan alur yang berbeda.
.
.
.
.
.
EPILOG END!
.
.
.
.
.
MY JERK WIFE
10 Februari 2019 - 10 Maret 2020
.
.
.
.
.
AUTHOR NOTE:
Taeyang, anaknya Kaisoo, aku milih Taeyang SF9. Dia itu fanboy-nya Kai :)
Buat yang nanya, pernyataan tentang Tuan Han itu guru pribadinya Sehun dichap berapa, itu di chap 12-13.
Epilog ini gak dibaca juga gpp sih sebenernya :)
Sekuel?
[My Jerk Husband]
Siswa? bukan. Oh Sehun jr alias Xi Shixun adalah pria metropolis pemakan segala, CEO perfeksionis yang hanya mau menyetubuhi anal pria koleksinya dan vagina gadis koleksinya. Tapi kemudian, seorang siswi SHS membungkam kebejatannya dalam satu kalimat, "nama saya Xiao Luhan." / MAFIA-AU and KINGDOM-AU
Hm...
Sekuel semacam ini emang diniatkan dari dulu. Awalnya milih Sehan, tapi karena aku pengen main-main sama karakter HunHan, akhirnya aku pilih karakter Shixun buat jadi tokoh utama MJH.
Kapan dipublish? Nunggu MJW di Wattpad tamat (juga aku udah gak seberapa sibuk).
See you in Wattpad...
Semoga hari kalian menyenangkan dan terima kasih sudah menemani MJW sampai di titik ini :)
Terima kasih atas dukungannya selama ini...
Psstt... Coba geser untuk lihat cuplikan ff MJH...
Surabaya, 10 Maret 2020
