DISCLAIMER : Idea Factory & Eiichiro Oda
CPU asing
-(Hyperdimension)-
-Lowee
Seorang gadis tergeletak di kasur lembut berbentuk love, dia tampak pingsan cukup lama terlihat dari wajahnya yang mengeluarkan keringat. Kamarnya dihiasi dengan peralatan mainan anak-anak, dindingnya di beri warna pink sehingga memberikan nuansa feminim.
Beberapa saat kemudian datang seseorang masuk ke dalam kamar sang gadis kecil, dia berjalan menuju ke kasur tempat gadis kecil itu tertidur, dia menunjukkan dirinya yang tidak lain adalah Blanc. Sang CPU Lowee yang baru-baru ini kedatangan seorang gadis kecil asing di Basilicom miliknya, Ram dan Rom sama sekali tidak mengetahui dari mana gadis ini datang namun Ram mengenalnya saat ada di taman.
Blanc menaruh tangannya di kening kepala gadis itu untuk mengukur suhu tubuhnya.
''Hmmm aneh, aku tidak merasakan adanya demam di dalam dirinya tapi suhu tubuhnya begitu tinggi sekali.'' ucap Blanc merasa aneh.
Blanc memeriksa sekujur tubuh anak itu, dari wajah, perut, tangan dan juga kaki gadis kecil itu, tapi hasilnya dia tidak menemukan adanya penyakit di dalam tubuh anak itu, dia juga mencoba memeriksa tubuh anak itu ke rumah sakit namun para dokter juga tidak menemukan sesuatu yang salah dengannya, Blanc yakin kalau ada yang tidak beres dengan gadis asing ini.
''Onee-chan!''
Datang dua gadis kecil lainnya yang tidak lain adalah Ram dan Rom yang tampak berlari kecil masuk ke dalam kamar tidur, wajah mereka berdua tampak memancarkan aura ketakutan yang begitu mendalam sehingga Blanc merasa kalau mereka seperti sudah melihat monster menakutkan.
''Apakah Cylia-chan akan baik-baik saja?'' tanya Ram tampak panik.
Blanc tidak tahu harus menjawab apa kepada kedua adik perempuannya.
''Entahlah, aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya tapi yang para dokter mengatakan kalau dia baik-baik saja.'' ucap Blanc menoba menenangkan para adiknya.
Ram dan Rom tanpak masih saja khawatir dengan apa yang terjadi dengan teman baru mereka, mereka sudah bermain dengan cukup lama hingga mereka seperti tiga bersaudari. Ada rasa yang membuat kedua CPU muda ini ingin terus bermain dengan Cylia hingga membuat dia tersenyum dan tertawa bersama-sama.
Sang kakak bisa merasakan apa yang mereka rasakan juga, sama dengan Blanc saat bersama Neptune, Noire dan juga Vert dan juga teman-teman lainnya.
''Tenang saja, aku yakin kalau dia akan baik-baik saja jadi jangan khawatir.'' Blanc sekali lagi mencoba menghibur mereka namun kali ini tampak dengan ada senyuman di bibirnya, berharap mereka bisa lebih tenang.
Usahanya tampak berhasil, Ram dan Rom tampak sekarang memiliki aura harapan kepada Cylia yang masih pingsan di atas ranjang mereka. Harapan mereka agar Cylia bisa terbangun dan bermain bersama lagi.
Blanc memutuskan untuk keluar dari kamar, membiarkan kedua adiknya masih menunggu Cylia untuk terbangun entah kapan.
''Aku rasa aku harus menanyakan ini kepada Histoire.'' Blanc berpikir kalau Histoire mungkin saja bisa membantu, dia bisa mengetahui sesuatu yang tidak dia ketahui.
-Planeptune
Histoire tampak sibuk sekarang, kertas-kertas berserakan di lantai tanpa terurus, dia sedang tergesa-gesa seperti sedang mengerjakan sesuatu yang penting.
"Hmmm aduh~ ini membuatku pusing, bagaimana caranya untuk mengembalikan Neptune-san dan Luffy-san ke dimensi ini, semua teori mengenai dimensi begitu rumit untuk kepalaku yang kecil." ucap Histoire sambil memegang kepalanya.
Namun dia sudah menemukan cara dasar yaitu menggunakan daya tarik untuk menarik Neptune dan Luffy kembali, tapi itu memakan banyak sekali energi walaupun hanya mengirim seseorang. Tapi sang Oracle tidak akan berputus asa demi menyelamatkan CPU nya sendiri, walaupun sifatnya yang begitu terkanak-kanak.
Saat sedang memikirkan hal berat ini, tiba-tiba pintu masuk di ketuk dari luar, memberitahukan kalau dia kedatangan tamu. Histoire tampak tidak terlalu senang adanya kedatangan tamu sekarang, tapi dia harus melayani tamu yang datang, apalagi jika itu tamu penting.
Sang Oracle membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang...
"Hmmm Vert-san?..."
Tampak yang datang adalah CPU Leanbox, yang tidak lain adalah Vert, sang Green Heart.
"Halo Histoire, aku ingin berbicara sesuatu denganmu, bolehkah aku masuk?" Vert meminta.
"Oh silahkan." Histoire mempersilahkannya masuk.
Vert pun masuk ke dalam, dia langsung duduk di sofa tamu sedangkan Histoire membuat teh untuk sang tamu.
Beberapa menit kemudian Histoire datang sambil membawa satu teh, sang Oracle langsung memberikannya ke Vert.
Vert tersenyum menandakan terima kasih.
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan Vert?" Histoire duduk di sofa di depan Vert, walaupun dia sudah duduk di buku melayangnya.
Vert selesai mencicipi teh buatan Histoire. Sebagai penyuka teh, Vert bisa mengatakan kalau teh buatan Histoire memang tidak kalah dari buatannya.
Vert menaruh tehnya di meja.
"Aku ingin berbicara tentang Luffy." kata Vert dengan wajah tampak serius.
Histoire berhasil tertarik dengan perkataan Vert.
"Hmm cukup menarik kau ingin berbicara tentang Luffy sekarang, berbicara tentang apa? Keabadiannya?" tanya Histoire balik.
Kedua tangan Vert tampak tergenggam satu sama lain, menandakan kalau pertanyaan ini membuat dirinya khawatir, takut jawaban Histoire tidak seperti dia harapkan.
"A-apakah Luffy masih bisa mati?" pertanyaan ini keluar dari bibirnya yang gemetar.
Histoire tentu kaget dengan pertanyaan ini, itu tidak seperti pertanyaan biasa yang sudah ada di dalam kepalanya.
Histoire menatap lesu Vert.
"Ada apa Vert? Apakah kau takut terjadi sesuatu kepada Luffy?"
Vert terdiam, namun kepalanya berhasil mengangguk.
Histoire menghela nafasnya.
"Aku sudah memeriksa tubuh Luffy-kun. Seperti yang kau tahu kalau tubuhnya tidak akan bisa tua karena selnya tidak membelah diri dan jadi rapuh, sel di dalam tubuh Luffy-san menjadi tak hancur berkat kekuatan keabadian teman Luffy-san." Histoire menjelaskan dengan tanpa ada sesuatu untuk di sembunyikan.
Vert merasa sedikit tenang dengan penjelasan sang Oracle, intinya tubuh mortal Luffy tidak akan tumbuh menjadi rapuh.
"Kulit, fisik dan metabolisme tubuhnya tidak akan berkurang. Dia akan tetap seperti sekarang walaupun sudah berumur seratus, beribu, ataupun sejuta tahun mendatang nanti..." Histoire berhenti sementara dan menatap ke bawah lantai. "tapi tetap saja secara kerusakan fisik, dia bisa mati." perkataan tajam bagi Vert pun terucap.
Vert sudah cukup yakin kalau Histoire akan mengatakan itu.
"Begitu, tetap saja dia bisa mati saat dibunuh dengan benda merusak tubuhnya." Vert menatap ke teh nya, cerminan wajahnya terlihat di air teh itu.
Histoire bisa merasakan perasaan Vert, kekhawatiran. Itulah yang ada di dalam hati Vert yang lembutnya.
"Tapi tenang saja, hingga tubuhnya tidak menerima kerusakan parah, dia tidak akan mati." Histoire ingin menghibur Vert.
"Aku tahu itu, tapi tetap saja..."
Histoire melihat kalau perkataannya tadi tidak berhasil menghilangkan kekhawatiran Vert.
Wajah Vert masih terpampang rasa lesu, tidak seperti dirinya yang biasa.
"Vert.." Histoire memanggil sang Green Heart.
Vert menatap Histoire dengan wajah lesunya.
"Percayalah, Luffy-san tidak akan mati dengan begitu mudahnya." Histoire mengatakan dengan semua rasa percaya dirinya.
Vert bisa merasakan hawa positif di sekeliling Histoire, gadis seukuran burung ini ternyata bisa mengembalikan rasa percaya dirinya lagi. Padahal dirinya adalah orang yang optimis setelah Neptune, tapi dirinya lebih dewasa dari dia.
Vert memejamkan matanya dan bibirnya tersenyum. "Bodohnya aku terlalu khawatir tentang pria itu," Vert membuka kedua matanya, "padahal itu tidak diperlukan sama sekali."
Histoire menyukai perubahan sifat Vert sekarang, ini lebih baik dari sifanya yang tadi. Ini sudah beberapa kali dirinya menyemangati para CPU yang terjerumus ke lubang masalah, tapi dia tidak masalah sama sekali karena ini sudah tugasnya sebagai Oracle.
Vert meminum kembali tehnya dengan suasana baru.
"Hey Vert, apakah kau menanyakan hal tadi karena saat ini Neptune-san dan Luffy-san berada di dimensi lain?" tanya Histoire sekarang.
Vert menaruh jari telunjuknya di dagunya, menunjukkan kesan imut. "Hmm entahlah."
Histoire terbengong dengan tanpa adanya petunjuk mengenai jawaban Vert. Ini malah membuatnya tambah pusing.
"Kau ini, selalu saja menggodaku." cemberut Histoire.
Vert tampak terkikik dengan lembutnya. Sifatnya kembali seperti semula, optimis dan menawan, itulah Vert.
Suasana menjadi cair setelah situasi serius itu, Vert kembali seperti semula sehingga Histoire berpikir bisa melanjutkan pekerjaannya.
Namun tiba-tiba saja pintu di ketuk lagi dari luar, memancing perhatian kedua gadis di dalam.
"Hmmm ada tamu lagi? Hari ini unik sekali." Histoire terbang lagi untuk menuju ke pintu.
Dia membuka pintu untuk melihat siapa lagi yang datang.
"Oh Blanc-san..?" Histoire mendapatkan tamu CPU lagi.
Blanc sudah sampai di Planeptune dengan cukup cepat, karena dia lebih suka memakai mode HDD untuk terbang kemari.
"Histoire, aku ingin berbicara denganmu."
Histoire memiringkan kepalanya penasaran.
-Lastation
Di dalam Basilicom Lastation tampak Noire sedang mengerjakan tugasnya seperti biasa, yang tidak lain menulis dokumen, menstempel dokumen ataupun membuat dokumen.
Hari-harinya tidak bisa lepas dari itu semua dan itu sudah menjadi tugasnya, sebagai CPU yang di puji dan di bangga-banggakan. Namun tetap aja di hati kecilnya dia butuh istirahat walaupun hanya lima menit saja.
Seseorang kemudian masuk ke dalam kantornya.
"Onee-chan, aku membawa dokumen lagi." sang adik, Uni, menyerahkan dokumen baru lagi kepada sang kakak.
"Terima kasih Uni," Noire menarik nafas, "hari ini kita benar-benar sibuk sekali, bukan?" ucap Noire dengan nada berat.
"Tidak masalah bagiku, selagi aku membantu onee-chan aku akan tetap giat bekerja." semangat Uni.
Noire tersenyum kepada sang adik.
"Aku suka ke optimisanmu." puji Noire.
Uni tentu saja merasa senang dan bangga dengan pujian dari sang kakak, baginya pujian itu adalah segala kesenangan baginya. Bagi Uni, membuat kakaknya bangga adalah suatu kehormatan yang tidak ternilai harganya, dan dia haru terus membuat sang kakak senang.
Namun sayangnya sisi Noire, sang CPU Lastation tidak merasakan tujuan adiknya itu.
"Baiklah, aku rasa sedikit lagi semua dokumen ini selesai. Mungkin setelah ini aku akan beristirahat sebentar." ingin Noire.
"Hmm onee-chan mau jalan-jalan sebentar?"
Noire melihat sang adik yang mengajaknya jalan-jalan.
"Itu ide bagus, mungkin sepuluh menit saja cukup." setuju Noire.
Uni tersenyum senang mendengar ajakannya di terima, sekarang dia punya waktu bersama sang kakak.
Noire mulai merapikan semua dokumen di atas meja, dia akan menyuruh penjaganya membawakan semua dokumen ini.
"Oh... iya, aku penasaran dengan kabar Neptune dan Luffy sekarang ini. Apakah mereka baik-baik saja?" tanya-tanya Noire.
"Aku rasa mereka akan baik-baik saja, onee-chan. Histoire sudah mengabarkan mereka berdua masih sehat, jadi onee-chan tidak perlu memikirkannya." jelas Uni, ingin membuat kakaknya jangan khawatir.
"Oh kau benar," Noire menghela nafas, "tapi tetap saja aku kesal mereka tidak memakan semua masakanku sebelum menghilang." cemberut Noire, dia mengembungkan kedua pipinya.
Uni hanya tersenyum kaku melihat kakaknya malah cemberut.
-Planeptune
Histoire sedang menekan beberapa tombol di sebuah tempat pemeriksaan, di depan tampak ada seorang gadis yang akan masuk ke dalam tempat pemeriksaan itu.
Cylia sudah sampai menyusul ke Planeptune beberapa saat setelah Blanc sampai, Blanc sudah menceritakan semuanya tentang Cylia kepada Histoire yang tentu saja membuat sang Oracel kebingungan. Di karenakan ini masalah yang darurat maka Histoire terpaksa membantunya, namun tidak tahu apakah ini akan berhasil.
"Baiklah kita mulai."
Histoire menekan tombol mulai, mesin itu mulai memeriksa Cylia dengan lengkap, sinar x-ray mulai menyinari dari kepala hingga ujung kaki untuk memeriksa penyakit apa yang dimiliki gadis itu.
Histoire memantau monitor dengan begitu serius, dia ingin mengetahui penyakit apa yang di derita gadis kecil ini, sehingga membuatnya tak bisa bangun.
Alat pemeriksa pun selesai, dan mulai memberikan hasil pemeriksaan kepada Histoire yang sabar menunggu. Sang Oracle mulai melihat hasil pemeriksaan itu, hasilnya berhasil membuat dirinya terkejut.
Blanc dan Vert tampak penasaran dengah reaksi Histoire yang tiba-tiba saja berubah.
"Ada apa Histoire?"
"Apakah kau mengetahui penyakitnya?"
Blanc dan Vert bertanya secara bergiliran. Mereka berdua sudah tidak sabar mengetahui hasil pemeriksaan itu, bahkan Blanc menggenggam tangannya menandakan tidak sabar.
Ram dan Rom tampak juga tidak sabar, walaupun mereka masih sangat muda tapi mereka ingin tahu penyakit apa menimpah teman mereka.
Histoire menatap ke arah Blanc dan juga Vert. "Aku ingin berbicara dengan kalian berdua." ucap Histoire serius.
(Beberapa saat)
Mereka sekarang berada di sebuah ruang tamu lebih tertutup, entah kenapa Histoire menyuruh mereka berdua untuk berbicara empat mata disini.
Ram dan Rom tidak terlihat karena mereka menunggu di luar, mereka sepertinya tidak boleh mendengarkan cerita ini menurut Histoire.
"Jadi bicaralah Histoire." Blanc mulai habis kesabarannya.
Vert mengangguk setuju dengan Blanc, dia sudah di punyak kesabarannya.
Histoire menghela nafasnya. "Baiklah aku mengerti, ada sesuatu tentang anak itu yang bisa membuat kalian kaget. Seluruh sinar x-ray sudah memeriksa tubuhnya." Histoire menaruh dokumen Cylia, berpikir mereka bisa melihatnya sendiri.
Blanc dan Vert melihat dokumen itu. Mereka berdua langsung kebingungan dengan hasil pemeriksaan itu, ada sesuatu membuat mereka berdua tidak mengerti sama sekali.
"Histoire, kenapa dengan hasil ini pemeriksaan ini? Aku melihat kalau gadis kecil itu baik-baik saja." kata Blanc merasa heran.
Vert sejujurnya juga ingin tahu apa yang terjadi, secara pemeriksaan menunjukkan kalau anak itu baik-baik saja.
"Coba kalian lihat halaman berikutnya." pinta Histoire.
Mereka berdua langsung melihat halaman berikutnya. Terkejutlah mereka berdua melihat halaman yang ini, kali ini menunjukkan tubuh Cylia yang bersinar terang, seperti ada energi di dalam tubuhnya.
"I-ini... " Blanc tak bisa menyelesaikan kata-katanya.
Ini kejadian paling membuat mereka berdua terkejut.
"Seperti kalian lihat, tubuh gadis kecil itu terbuat dari energi share secara mengejutkan." kata Histoire.
Vert terkejut, "Apa maksudmu Histoire? Apakan anak ini CPU?" tanya Vert.
"Tidak." jawab Histoire singkat. "Anak itu bukan CPU tapi tubuhnya seperti seorang CPU, dia memiliki energi share berbentuk bulat sebagai inti energi di tubuhnya." Histoire menjelaskan.
"Jadi dia terbuat dari energi share dan bukan seorang CPU?" Vert tertarik.
"Bukan tidak, tapi hanya setengah. Dia memang memiliki energi Sharicite dan bisa dia gunakan tapi dia tidak bisa mendapatkannya sama halnya dengan kalian." ucap Histoire.
Histoire terbang di depan kedua CPU.
"Energi share, bisa kalian dapatkan jika penduduk kalian berdoa, berharap dan percaya atas nama dan diri kalian. Energi itu terkumpul di Basilicon dan kemudian mengristal menjadi keras, kalian bisa memperkuat diri kalian atau menjadikannya senjata. Energi itu akan habis tapi terciptanya energi tidak akan habis, jika penduduk kalian senantiasa memberikan tiga hal tadi." Histoire tampak sekarang seperti menjadi guru belajar.
Blanc hanya menyimak dengan wajah datarnya sedangkan Vert menyimak dengan senyuman hangat, mereka berdua sudah mengerti dengan cara kerja energi share. Mereka bertanya kenapa Histoire menceritakan tentang energi share lagi?
"Kami sudah tahu hal itu, Histoire." ucap Blanc.
"Benar, kenapa kau menjelaskannya lagi?" tanya Vert.
Alis sang Oracle tampak berkedut, menandakan dia kesal.
"Dengar! Aku menjelaskan ini agar para pembaca yang tidak tahu menjadi mengerti! Kalian pikir aku mau menjelaskannya lagi?!" teriak marah Histoire.
Blanc dan Vert menutup kedua telinga mereka dengan ekspresi berbeda, Blanc tampak memakai wajah datar seperti biasa, Vert kali ini tersenyum kecut merasa kasihan dengan Histoire.
Histoire menarik nafas mencoba menenangkan dirinya, dia sudah terlalu banyak marah-marah.
"Yang pasti, gadis itu membutuhkan energi share untuk hidup, jika tidak maka dia akan menghilang." kata Histoire kembali ke topik awal.
"Begitu, tapi bagaimana caranya? Dia bagaimana dia masih memiliki energi share hingga sekarang? Bukankah dia tidak bisa membuatnya?" tanya Vert bertubi-tubi.
"Kemungkinan besar energi share di dalam tubuh anak itu sangat banyak hingga sekarang, dari prediksiku dia sudah hidup ratusan tahun." duga Histoire.
"Itu sangat lama!" kaget Vert.
"Jadi apakah kau tahu dari mana dia datang?" tanya Blanc yang akhirnya bertanya asal usul Cytia.
Sang Oracle memegang dagunya. "Sejujurnya aku tidak tahu, tapi energi share yang dimilikinya begitu familiar." pikir Histoire.
"Familiar?" Blanc memiringkan kepalanya ke samping.
"Entahlah aku tidak tahu pasti." lanjut Histoire.
Mereka berdua terdiam sementara, ini ada kemungkinan hubungannya dengan CPU dari dimensi lain, tapi Histoire tak tahu pasti.
Saat mereka sedang berpikir kejadian ini, tiba-tiba Ram menerobos pintu masuk membuat semua orang di ruangan itu kaget.
"Cylia sudah sadar!" teriaknya.
Sang Oracle dan kedua CPU kaget mendengarnya.
(Beberapa saat)
Di ruangan Cylia tampak begitu ramainya orang di dalam, Blanc, Vert dan Histoire tampak kaget mengetahui kalau Cylia sudah sadar setelah cukup lama tak sadarkan diri. Situasi menjadi memiliki kesan ceriah dari Ram dan Rom, mereka akhirnya bisa melihat teman baru mereka terbangun juga.
''Cylia! Kau akhirnya bangun!''
Ram langsung memeluk Cylia mengagetkan orang yang di peluk, gadis kecil itu sekarang kebingungan mengetahui tiba-tiba saja Ram memeluk dirinya.
''Wah... ada apa ini?...'' Cylia tampak heran.
''Kau sudah pingsan sampai berhari-hari dan tidak tahu apa penyebabnya, jadi kami membawamu ke Planeptune untuk di periksa.'' Rom menjelaskan secara malu-malu namun tampak senang juga.
Cylia terdiam sebentar sedang memproses apa yang terjadi hingga dia sadar, dia memang terjatuh pingsan dengan secara tiba-tiba saat sedang bermain dengan Ram dan Rom.
''Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?'' tanya Ram.
Blanc, Vert dan Histoire terdiam tidak menjawab pertanyaan Ram tadi, mereka memutuskan untuk menyembunyikan semua ini dari Ram dan Rom, agar mereka tidak khawatir dengan Cylia.
''Entahlah, aku tiba-tiba saja merasakan tubuhku lemes dan mataku tiba-tiba mulai mengantuk dan akhirnya tertutup. Tapi aku baik-baik saja sekarang.'' ucap Cylia dengan senyuman di bibirnya.
Ram dan Rom tampak senang mendengarnya.
''Aku rasa tadi kau hanya kelelahan.'' ucap Rom.
''Yup, kau harusnya bilang kalau kau sedang lelah dan butuh istirahat.'' Ram tampak perhatian dengan Cylia, walaupun dia gadis kecil yang begitu cerewet dan nakal.
''Baiklah... aku akan bilang kepada kalian.'' ucap Cylia.
Ram dan Rom tampak begitu senangnya mendengar Cylia bisa berbicara dengan mereka lagi, walaupun suaranya tampak begitu lelah sekali.
Sang Oracle dan kedua CPU terdiam diri dari tadi, tak mau mengganggu kesan senang antara ketiga gadis kecil itu. Terutama Blanc yang terlihat senang melihat kedua adiknya tersenyum lagi melihat teman mereka terbangun.
Histoire melihat keluar jendela, menunjukkan kalau hari sudah malam. Dia memiliki ide.
''Baiklah, aku rasa kalian lapar, aku akan menyiapkan makan malam.'' ucap Histoire.
''Hore!'' seru Ram dengan senang.
Rom dan Cylia tampak senang juga, mereka memang sudah lapar dari tadi.
''IF dan Compa juga akan makan malam bersama kita.''
Mereka tampak akan makan memiliki makan malam yang begitu meriah.
-Lastation
Noire memandang langit malam dari Basilicomnya, dia bisa melihat malam ini di Nation nya tampak masih ramai oleh para penduduk yang masih giat berkativitas. Sang Black Heart bisa melihat dari ketinggian Basilicom nya para penduduk sedang tertawa bersama, berbicara ataupun sedang melakukan hal romantis dengan lawan jenis.
Dia cukup merasa kesepian sekarang setelah tugasnya sudah selesai, dia hanya bersama Uni dan tidak ada seorang teman pun datang ke tempatnya, apakah dia terlalu egois tidak mau datang ke Nation lain?
Setelah puas melihat-lihat pemandangan, dia memutuskan satu hal.
''Aku akan ke Planeptune untuk mengetahui apakah Neptune dan Luffy sudah kembali, bukan berarti aku peduli terhadap mereka!'' tegas Noire dengan gaya tsunderenya.
Ada suara lift datang, di dalam lift ada Uni yang masuk ke dalam Basilicom milik Noire. Dia melihat kakaknya memegang pipinya dengan kedua tangannya, wajahnya tampak memerah terang.
''Onee-chan? Apakah kau baik-baik saja?'' tanya Uni heran.
Noire langsung sadar dari sifat malunya, dia langsung berperilaku seperti biasa dengan wajah masih memerah.
''A-aku tidak apa-apa.'' ucapnya tegas walau dia tampak gerogi.
Uni masih bisa mengetahui kalau ada sesuatu dengan Noire tapi dia tidak memperdulikannya.
''Oh Uni, kita akan ke Planeptune.'' ucap Noire yang langsung menuju ke lift.
''Benarkah? Sekarang?'' kaget Uni dan ada juga rasa senang.
''Yup, ayo.''
Uni tersenyum senang, dia tak sabar untuk bertemu dengan Nepgear di sana, kedua wanita ini memang memiliki persahabatan yang aneh.
-Planeptune
Noire dan Uni sampai ke Planeptune dengan terbang menggunakan HDD mereka. Walaupun Noire dan membutuhkan energi share untuk berubah. Tak sampai satu jam untuk mereka sampai ke sini dengan kecepatan yang lebih cepat dari pesawat terbang, apalagi Noire dan Uni di kenal sebagai CPU tercepat dari yang lainnya.
Mereka mendarat di depan pintu gerbang Planeptune, untuk meminta ijin kepada para penjaga untuk masuk. Tidak sulit untuk mereka meminta ijin untuk masuk sebagai CPU dari Nation lain, apalagi Gamindustri sudah damai dari perebutan kekuasaan antar CPU, bahkan mereka berempat sudah memberikan kesapakatan.
Noire dan Uni masuk ke kota Planeptune yang cukup ramai tak ada bedanya dengan Lastation. Noire merasa kalau datang ke tempat ini memang memiliki ide bagus, dia bisa melihat perkembangan Planeptune semenjak terakhir kali dia disini.
''Ayo kita menuju ke Basilicom Neptune.'' ajak Noire
Uni mengangguk mengerti.
Mereka berdua berjalan bersama-sama melewati para penduduk yang sepertinya tidak melihat mereka, jika iya maka mungkin para penduduk Planeptune menjadi gerogi berjalan di samping Noire, yang di kenal sebagai Black Heart yang angkuh dan menawan.
Saat berjalan, Noire tidak menyadari kalau ada sesuatu yang terjatuh ke tanah, suatu benda yang sangat penting.
(Di sisi lain)
Blanc tampak mulai membariskan piring-piring dengan begitu rapinya, dia menaruh alat makan, pisau dan tisu untuk membersihkan sisa makanan. Dia begitu niat sekali tampak dari hasilnya yang begitu rapi sekali.
Sedangkan Vert sedang mengisi mangkuk dengan masakan yang sudah dia buat dan juga beberapa makanan lainnya, dia begitu memperhatikan sebagai mana wanita rumah tangga yang begitu giat melakukan tugasnya.
''Aku sudah selesai.'' ucap Blanc.
''Aku sedikit lagi, tinggal menunggu sup daging.'' ucap Vert
Sang White Heart melihat Green Heart yang begitu pandai memasak, melihat kalau dia memang memiliki kualitas sebagai seorang wanita. Namun Blanc tetap akan berusaha menjadi seseorang yang lebih baik dari para CPU lainnya di Gamindustri.
''Hmmm kau kenapa?'' Vert menyadari Blanc melihat dirinya.
''Tidak ada, ayo kita cepat menyiapkan semua ini.'' Blanc lalu ke dapur untuk mengambil peralatan lain nya.
Vert memiringkan kepalanya bingung.
Histoire pun datang sambil membawa gelas-gelas yang begitu banyak, di karenakan makan malam ini akan lebih meriah dari dia harapkan. Dia berpikir hanya akan mengajak IF dan Compa saja, tapi mereka berdua ternyata mengajak uang lainnya sehingga makan malam ini akan lebih dari sepuluh orang.
Dengan pelan-pelan Histoire menaruh semua gelas di atas meja, tubuh kecilnya ternyata mempersulit dirinya untuk membawa gelas-gelas itu.
''Fiuh, ini sangat sulit sekali.'' Histoire tampak pusing setelah mengangkat gelas tadi.
Pintu masuk tiba-tiba saya terbuka menunjukkan siapa yang datang, yang datang adalah Nepgear yang sudah selesai melakukan Quest sendiri.
Wajahnya tampak lesu kelelahan, dia harus mengerjakan Quest sendiri setelah kakaknya dan Luffy ke dimensu lain.
"Selamat datang Nepgear-san, kerja bagus hari ini." sambut dan puji Histoire.
Nepgear tersenyum lesu ke sang Oracle.
"Terima kasih Histoire, aku akan mandi dulu." ucap Nepgear.
"Oh silahkan." Histoire tersenyum lembutnya.
Nepgear langsung menuju ke kamar mandi, dia mengambil handuk dan beberapa peralatan mandi. Dia masih tampak lesu memikirkan nasib kakaknya, apakah dia baik-baik saja? Itlah yang ada di dalam pikiran sang CPU Candidate.
Setelah sampai, Nepgear melepas semua pakaiannya, dari baju, stockingnya, dan pakaian dalamnya. Dia langsung berendam di air panas yang sudah tersedia, panas air itu ternyata bisa menghilangkan kelelahan di dalam dirinya, yang sudah menumpuk-numpuk setelah mengerjakan Quest.
"Onee-chan. Apakah dia akan baik-baik saja?" tanya Nepgear.
Dia benar-benar merasa bersalah saat Neptune menghilang, dia ingin sekali mencari sang kakak namun ternyata Neptune sudah ada di dimensi lain. Histoire sedang berusaha mencari cara agar bisa membawa Neptune dan Luffy kembali, bagaimana pun caranya.
Tiba-tiba saja pintu masuk di buka sehingga mengejutkan Nepgear yang sedang melamun.
Mata Nepgear langsung melebar mengetahui siapa yang datang, dia adalah Vert yang tampak mengenakan handuk menutupi tubuhnya. Nepgear bisa melihat begitu banyak kulit yang dipampangkan Vert, bahkan handuk yang menutupi tak kuat menutupi payudaranya yang besar, itu adalah harta terpenting bagi Vert dan selalu di banggakan olehnya.
"Vert-san!" kaget Nepgear sehingga dia langsung berdiri.
"Ara Nepgear, Histoire bilang kau sedang mandi, jadi aku memutuskan untuk ikut bergabung." ucap Vert dengan menggoda.
Nepgear tak bisa mengatakan apa-apa, mulutnya sudah menganga kaget dan tubuhnya terkejut seperti membeku.
Vert langsung berendam di sebelah Nepgear, membuat CPU Candidate itu gerogi.
"Tak apa Nepgear, aku hanya menamanimu." ucap Vert santai.
Tetap saja Nepgear tak bisa menghilangkan rasa malunya, terutama wajahnya yang benar-benar sudah memerah, sama terangnya dengan tomat.
"Jadi apakah kau bisa ceritakan kenapa kau terlihat murung?"
Nepgear tersadar dari malunya, saat Vert menanyakan pertanyaan itu. Dia melihat ke arah Vert.
"Aku tahu kau sedang memikirkan Neptune." Vert menatap ke atas langit. "Tenang saja, kau tak perlu terlalu memikirkannya, dia bersama Luffy sekarang. Apakah kau lupa kehebatan laki-laki itu?"
Nepgear tak bisa mengatakan apa-apa. Perkataan Vert bersahil membuat dirinya berhenti murung.
Kenapa dia harus terlalu memikirkan Neptune? Jika ada Luffy bersama kakaknya. Laki-laki itu bisa menjaga Planeptune sendirian, kenapa dia harus takut dengan keselamatan mereka?
"Kau benar Vert-san, aku terlalu memikirkannya."
Vert tersenyum lega melihat Nepgear kembali seperti semula.
"Baiklah, sekarang kita mandi bersama!" Vert langsung menerjang Nepgear.
"Tunggu Vert-san!"
"Tenang saja, aku bisa membersihkan seluruh tubuhmu fufufu." tawa Vert dengan menggoda.
"Jangan sentuh di sana! Kyaah!"
Teriakan-teriakan terdengar dari kamar, tapi untungnya tidak di dengar dari luar.
Di ruang makan tampak If dan Compa sudah datang, mereka sedang duduk di sofa menunggu yang lainnya datang.
"Sudah lama kita tidak makan malam bersama." kata IF.
"Benar desu." setuju Compa.
"IF-san dan Compa-san, bisakah kalian membantuku?" pinta Histoire sepertinya sulit mengangkat masakan-masakan yang begitu banyak.
"Baiklah, kami datang."
Mereka kemudian mulai membantu Histoire.
Blanc tampak selesai dengan tugasnya dan sekarang dia sedang duduk santai di sofa, matanya melihat kesana kemari dan tidak menemukan Ram dan juga Rom. Mereka masih di suruh untuk membelikan sesuatu untuk Histoire, bersama Cylia di sisi mereka, anak itu seperti sudah menjadi bagian penting bagi kedua adiknya.
"Mereka lama sekali." Blanc khawatir, mereka sudah lama pergi namun tampak belum kembali juga.
Terdengar suara lift, menarik perhatian Blanc.
"Aku rasa itu mereka." ucapnya.
Pintu pun terbuka namun dugaan Blanc tampak salah. Yang datang adalah Noire dan Uni yang pada akhirnya sampai di Basilicom Neptune.
"Noire..? Uni..?" heran Blanc.
"Yo... Apa kabar?" tanya Noire gerogi.
Si Black Heart tampak gugup setelah di ketahui CPU lain kalau dia datang kesini.
"Kenapa kau kesini?" tanya Blanc mengintrogasi.
"Eh... Hmmm aku hanya ingin mengetahui kabar Neptune dan juga Luffy." jawabnya dengan gugup.
Blanc terdiam sementara, tidak mempercayai jawaban Noire tadi, dan berpikir kalau Noire datang kesini karena maksud lain.
"Bilang saja kau kesepian."
Noire langsung terbeku tubuhnya setelah mendengar perkataan Blanc, yang begitu menyakitkan baginya. Wajahnya langsung berwarna merah menunjukkan dia malu.
"T-t-tidak! Aku hanya ingin mendengar kabar mereka berdua, itu saja!" tegas Noire dengan wajah kesal dan malu.
Uni hanya bisa terdiam saja tak bisa membantu kakaknya, dia juga sebenarnya memang ingin ke Planeptune tapi malu mengatakannya kepada Noire. Rupanya Noire juga berniat ke Planeptune sehingga ini suatu kebetulan bagus baginya.
Blanc mendengarkan semua ocehan tsundere Noire, gadis itu tampak mengatakan seolah-olah dia tidak terlalu peduli dengan Neptune dan Luffy, tapi di wajahnya menunjukkan rasa malu sehingga Blanc tahu dia memakai teknik tsunderenya.
"Sudahlah, akui saja." Blanc mengatakan dengan wajah datarnya.
Tambah merahlah wajah Noire menahan malu, ternyata percuma menggunakan teknik tsunderenya kepada Neptune, Blanc, maupun Vert.
"Hey! Aku tidak-!"
"!" (2)
Ketiga CPU itu tiba-tiba saja terdiam, wajah mereka menunjukkan reaksi kaget entah kenapa.
IF dan Compa tampak kembali setelah membantu Histoire.
"Sebentar lagi makan malamnya sudah siap-"
"Semuanya menunduk!"
*ledakan*
Ledakan tiba-tiba saja muncul di tempak mereka, sebuah serangan di luncurkan dari luar Basilicom.
Ledakan itu menciptakan suara keras, sehingga para penduduk di dekatnya terdengar. Para penduduk yang begitu dekat dari Basilicom mulai berlarian menjauh.
Ada juga rasa khawatir kepada CPU mereka.
Asap menyelimuti Basilicom Neptune yang hancur, barang-barang milik Neptune dan Nepgear hancur namun ada yang tersisa. Para penduduk bisa melihat bagian dalam Basilicon CPU mereka.
Asap pun menghilang menunjukkan dua orang sepertinya membuat pelindung, sehingga Compa dan yang lainnya selamat.
"Ohok.. Ohok. Apa tadi itu?!" seru IF tampak terbantuk karena asap tadi.
"Serangan pemberontak kah?" Histoire tampak selamat juga.
Noire dan Blanc ternyata sudah menggunakan HDD mereka.
"Cih sialan! Siapa tiba-tiba saja menyerangku diam-diam?!" marah Blanc.
"Ada nyali juga orang ini." Noire tampak masih angkuh.
Mereka semua melihat ke atas. Terlihat seseorang sedang terbang di atas langit yang malam, dia adalah seorang gadis yang terbang menggunakan sebuah sayap.
Mereka bisa lebih jelas ciri-ciri gadis itu, dia setinggi Uni, rambutnya bergaya twin ponytail berwarna putih berkilau, bola mata dan pupilnya berwarna hijau dan terakhir terlihat dia memakai gaun berwarna hitam. Di tangan kanannya tampak memegang sebuah pedang bercahaya.
Ciri-ciri gadis itu membuat Histoire dan yang lainnya kaget. Terutama Noire.
"Dia begitu mirip denganku dan Uni saat mode HDD nya aktif."
Blanc menatap marah ke arahnya.
"Siapa kau bajingan?! Kenapa kau menyerang Basilicom Planeptune?!" amarah Blanc tampak berapi-api.
Gadis asing itu hanya terdiam saja dan kemudian mulai berbicara.
"Berikan energi share kalian atau aku ambil secara paksa!" serunya dengan nada angkuh.
Blanc malah tambah kesal mendengarnya sedangkan Noire masih berpikir siapa gadis asing ini, kenapa dia begitu mirip dengan dirinya dan Uni.
"Cih akan aku hajar kau!" Blanc langsung terbang menerjang ke arah gadis itu.
Dia mengayunkan kapaknya dan mengenai gadis asing itu, serangannya ternyata bisa di tangkis oleh sang lawan dengan menggunakan pedang miliknya.
Akan tetapi sang lawan tidak bisa menahan kekuatan dorongan milik Blanc. Namun tiba-tiba dia mengeluarkan sesuatu di tangan kirinya.
"Pistol?!"
Blanc kaget mengetahui gadis itu mengeluarkan pistol dan tampak di todongkan ke kepalanya.
[Bang]
Suara tembakan terdengar dari pistol itu.
Tapi untungnya Blanc berhasil menghindari tembakan itu.
"Sial! Apa-apaan itu!" kesel Blanc.
Noire dan yang lainnya juga kaget mengetahui gadis itu memiliki pistol.
"Memiliki ciri-ciri sepertiku dan memiliki senjata api sama dengan Uni?! Siapa dia?!" Noire masih tak percaya.
Gadis asing itu terdiam menatap ke arah Noire.
Bersambung
Akhirnya bab baru!
Di bab ini ada mengenai keabadian Luffy.
Dan juga ternyata ada serangan tiba-tiba di Basilicom Neptune.
Siapakah dia?
Saatnya membalas Review:
Arifrahman223: Masih lama, saya mengikuti alur di gamenya.
Baiklah sampai jumpa di bab berikutnya.
Salam author.
