DISCLAIMER: MASHASHI KISHIMOTO
WARNING: TYPO DLL..
LEMON MILF NTR
Anak kecil gak boleh baca.
.
.
.
.
.
Seorang wanita tengah duduk di dalam sebuah mobil yang tengah melaju. Pandangan nya lurus kedepan seakan tidak memperdulikan keadaan sekitar. Di samping nya seorang lelaki yang duduk di balik kemudi tampak tidak terganggu dengan suasana sunyi ini, justru si lelaki tampak santai mengemudi.
Mereka adalah, Hinata dan Naruto. Ada alasan kenapa Hinata bisa satu mobil dengan Naruto. Tadi, Hinata bilang pada mertuanya yang tengah bermesraan dengan Naruto jika dirinya ingin pergi untuk berbelanja kebutuhan dapur. Dan saat itu juga Naruto menawarkan diri untuk mengantar sekaligus beralasan jika lelaki itu juga memiliki sedikit urusan. Hinata ingin menolak, hanya saja tatapan mengancam dari narutto membuatnya hanya bisa mengangguk menyetujui, dan jadilah dirinya berakhir hanya berdua dengan Naruto seperti sekarang.
Sebenar nya Hinata merasa bahwa natruto merencanakan sesuatu terhadap dirinya. Dia yakin akan hal itu jika mengingat tatapan mengancam saat Naruto menawari tumpangan. Lagipula untuk apa Naruto sampai harus melakukan hal itu jika hanya agar dirinya ikut satu mobil bersama Naruto?.
"Kau terlihat gugup Hinata? tenang saja, aku tidak akan menyakitimu."
Ucapan Naruto memecah keheningan di antara mereka berdua. Hinata menoleh menatap lelaki di samping nya lalu melontarkan sebuah pertanyaan.
"Apa yang kau rencanakan?"
Naruto tersenyum mendengar ucapan Hinata, dia tidak menyangka jika Hinata ternyata menyadari nya. Apa karena dirinya terlalu jelas?.
"Ternyata kau cukup pintar untuk menyadari jika aku merencanakan sesuatu. Tapi, apa kau yakin ingin tau apa yang sebenar nya ku rencanakan?."
"Tidak usah banyak basa-basi!, katakan saja apa yang sebenar nya kau mau. Ku pikir kau akan lebih senang berada di rumah dan bercinta dengan Okaa-san daripada harus repot-repot mengantarku belanja." Ujar Hinata dengan nada sinis. Tapi ucapan nya malah membuat Naruto tertawa.
"Ahahaha!, baiklah jika kau memang ingin tau apa yang ku rencanakan. Pertama, tentu saja kita akan pergi belanja seperti yang seharus nya kau lakukan. setelah itu, kita akan pergi ke rumahku."
"Untuk apa?." Hinata penasaran saat Naruto mengatakan mereka akan singgah di rumah Naruto. Hinata merasakan sesuatu yang buruk.
"Aku ingin membuat sebuah film dengan mu. Sebuah film yang penuh dengan desahan dan jeritan nikmat darimu." Ucap Naruto dengan seringai lebar.
Hinata membulatkan matanya mendengar apa yang Naruto katakan. Itu artinya dirinya akan bercinta dengan Naruto yang akan sengaja di rekam layaknya seperti membuat filem porno?.
"Kau gila!. Kau pikir siapa kau bisa memperlakukanku seperti itu hah!."
"Tenang saja, aku tidak akan menyebarkan rekaman kita. Yah... Anggap saja seperti koleksi pribadi. Dan apa kau lupa Hinata?, aku memiliki sesuatu yang pasti akan menghancurkan hubunganmu bersama Sasuke jika kau tidak menuruti keinginanku."
Hinata mengepalkan tangan nya penuh emosi saat sekali lagi Naruto mengancam nya. Dan seperti yang sudah-sudah, Hinata hanya bisa pasrah menerima segala perlakuan Naruto.
Hinata berharap jika waktu untuk belanja akan menghabiskan waktu seharian agar dirinya bisa terbebas dari apa yang telah Naruto rencanakan. Tapi sayang nya, harapan nya tidak terkabul karena saat ini dirinya tengah berdiri di depan sebuah rumah besar yang di ketahui sebagai milik Naruto. Jantungnya berdebar memikirkan apa yang sebentar lagi akan terjadi padanya.
"Ayo masuk, aku sudah tidak sabar untuk membuat film denganmu." Dengan seringai yang menghiasi wajah nya, Naruto melingkarkan tangan nya pada pinggang Hinata, Lalu dirinya masuk kedalam rumah bersama dengan Hinata yang terpaksa ikut masuk.
"Selamat datang Naruto-sama, kenapa tidak mengabari dulu kalau ingin pulang."
Ucapan itu datang dari seorang pembantu yang bertugas mengurus rumah. Namanya Ayame, seorang wanita yang mungkin sedikit lebih tua dari Hinata.
"Anggap saja karena aku ingin mengejutkanmu Ayame-chan..." Ujar Naruto. Dia melepaskan pelukan nya pada pinggang Hinata dan menghampiri ayame. Hal berikut nya yang terjadi membuat Hinata membulatkan matanya karena... mereka berdua berciuman dengan ganas!. Ya, Naruto melumat bibir Ayame di depan Hinata. mereka melakukan nya seperti tidak peduli dengan ada nya Hinata disini.
"Ahhh... Naruto-sama..." Ujar ayane manja saat Naruto melepas ciuaman nya. Wajah nya berubah sayu.
"Ah! Hampir lupa, perkenalkan. Dia adalah Hinata, dan dia adalah wanitaku yang baru." Ujar Naruto pada Ayame.
Hinata merasa aneh saat Naruto memperkenalkan dirinya seperti itu. Terlebih dia masih terkejut dengan kejadian di depan nya. Mereka itu pembantu dan majikan bukan? Lalu kenapa mereka berciuman layaknya kekasih.?
"Perkenalkan Hinata-san, aku Ayame. Aku pembantu di sini sekaligus salah satu dari wanita milik Saruto-sama." Ayame memperkenalkan dirinya dengan santai tapi sangat membuat Hinata terkejut.
Dia bilang salah satu? Itu artinya tidak hanya Ayame kan? Hinata terperangah mengetahui hal itu. Dia bertanya-tanya, seberapa banyak wanita yang pernah tidur dengan Naruto.
"Sudah perkenalanya, aku kemari ingin membuat sebuah film, tolong persiapkan semua nya."
"Haik Naruto-sama." Jawab Ayame. Dia pergi untuk menyiapkan kamera yang biasa di gunakan untuk merekam adegan ranjang antara Naruto dan para wanita nya.
"Kau sepertinya sangat terkejut mengetahui sebuah wakta tentang diriku Hinata." Ujar Naruto yang membuyarkan lamunan wanita itu.
"Kau laki-laki paling brengsek yang pernah ku kenal."
"Haha! Kau bukan orang pertama yang mengatakan nya." Ujar Naruto santai seakan dia sudah terbiasa dengan kalimat itu.
"Ayo, kita ke kamarku. Kita akan membuat filem yang bagus. dan juga, aku akan menunjukan sebuah rahasia tentangku." Ujar Naruto di sertai senyum senang.
Hinata hanya bisa menurut, atau memang karena tidak memiliki kuasa untuk melawan. dirinya hanya pasrah saat Naruto memeluk pinggang nya dan membawanya berjalan menaiki tangga menuju lantai atas.
Seaaat petama kali memasuki ruangan yang di ketahui milik Naruto, Hinata melihat bahwa kamar ini sangat besar dan mewah. Ranjang yang luas, dan segala perabot seperti lemari dan lain-lain. Tapi yang menyita perhatian nya adalah sebuah rak yang memajang berbagai wadah kepingan kaset dvd dengan foto wanita di setiap bagian luar nya. Naruto menuntun Hinata untuk mendekat agar bisa melihat lebih jelas.
"Ini adalah koleksi berhargaku. Setiap keping kaset berisi wanita yang berbeda. Kau bisa melihat fotonya di bagian luar dari wadah kaset dvd ini."
Hinata merasa sangat terkejut melihat semua ini. Lebih dari puluhan wadah kaset dvd yang di pajang, di setiap wadah kaset ada foto wanita lengkap dengan nama nya.
Hinata melihat di bagian ujung kiri paling atas, ada sebuah wadah kaset dengan foto wanita berambut merah dengan nama Kushina. Di samping nya ada foto wanita berambut pirang pucat dengan nama Tsunade, lalu Kurenai, Mei, dan seterusnya sampai matanya melihat di bagian paling bawah di pojok kanan yang memajang foto mertuanya.
"Ka-kau benar-benar brengsek!." Ujar Hirata pada Naruto.
"Ahahaha... Aku sudah menduga kau akan mengatakan kalimat itu. Mau menonton salah satunya? Atau kau mau menonton yang ini?." Naruto mengambil wadah kaset dengan foto Mikoto. Dia membukanya dan menunjukan kepingan dvd itu kepada Hinata.
Hinata menatap tajam Naruto. Dia tidak menyangka jika di dunia ini ada lelaki seperti Naruto. Dia berharap bia membunuh lelaki ini jika saja dia memang bisa.
Suara pintu di buka membuat mereka menoleh ke sumber suara. Di sana, Ayame masuk dengan sebuah kamere di tangan. Melihat itu membuat Hinata kembali teringat tujuan Naruto membawanya kemari. Dan dia kembali merasa gugup dan takut memikirkan apa yang sebentar lagi akan terjadi.
.
.
.
"Ahhh!, ahhh!, ahhh!. Ohhhh..."
Suara desahan itu datang dari Hinata yang saat ini tengah membungkuk di sisi ranjang. Tubuh nya terbalut sebuah lingerie hitam yang sangat seksi. Di belakang nya ada Naruto yang dengan tubuh telanjang tengah menggerakan pinggul nya sambil memegang pinggang Hinata. Tidak lupa, ada Ayame yang dengan kameranya tengah merekam adegan itu.
"Ahhhh!, kau terlalu cepat Naruto!, uhhhh..." Ujar Hinata saat Naruto menggerakan pinggul nya dengan liar. Tubuh seksi berbalut lingerie itu terhentak kasar menerima setiap sodokan penis pada vagina nya.
"Uhhh! Kau sempit sekali Hinata." Ujar Naruto merasakan jepitan vagina Hinata. Dia menggeram nikmat setiap kali penisnya keluar masuk pada vagina Hinata.
Hinata bahkan tidak melakukan perlawanan sama sekali. Dia sadar, yang bisa dia lakukan hanyalah pasrah. Ancaman natruto yang mengatakan akan menunjukan rekaman vidio pada Sasuke membuat Hinata tidak berkutik.
"Ahhh!, ahhh!, ahhh!, a-aku sampai, AAAAAAHHHHHHHH..."
entah sudah berapa kali Hinata mencapai klimaks setelah permainan ini di mulai. Yang jelas, dia merasa permainan belum akan berakhir karena Naruto masih tampak bersemangat.
Melihat Hinata kembali mencapai klimaks, Naruto menghentikan genjotan nya. Dia mencabut penis nya dari dalam vagina Hinata lalu memutar tubuh Hinata mengadap diri nya. Dengan posisi berdiri saling berhadapan, Naruto mengangkat satu kaki Hinata dan meletakan di pinggang nya. lalu sekali lagi, Naruto memasukan penis nya kedalam vagina Hinata dalam posisi itu.
"Ahhhhh..." Desah Hinata saat penis Naruto kembali memasuki vagina nya. Dia dengan reflek memeluk leher Naruto agar tidak terjatuh lalu kembali, dia merasakan naruto mulai menggerakan pinggul nya. Kali ini di sertai dengan ciuman pada leher Hinata yang membuat wanita itu mengerang nikmat.
"Ahhhh!, ahhh!, ahhh!,. Tolong berhenti." Ujar Hinata meminta. Tapi permintaan nya tidak di turuti oleh Naruto. Justru lelaki itu semakin cepat menggerakan pinggul nya membuat tubuh Hinata yang berada dalam pelukan nya terhentak kasar.
"Kita tidak akan berhenti sebelum aku puas. Dan akan ku pastika jika kau akan ketagihan dengan penisku." Ujar Naruto sambil menyeringai.
Hinata hanya bisa menerima setiap apa yang Naruto lakukan pada tubuh nya. Rasa nikmat pada vagina nya membuat Hinata semakin lupa segalanya.
"Ahhh!, ahhh!, ahhh! Ohhhhh... Nikmat sekali." Ujar Hinata tanpa sadar. Wajah nya mulai tampak tersenyum menikmati setiap sodokan penis Naruto pada vagina nya. Otak nya juga mulai kosong.
"Persetan! Persetan dengan Sasuke. Terus Naruto, terus setubuhi aku!."
Ucapan itu sedikit nya mengejutkan Naruto, tapi sesaat kemudian dia menyeringai senang. Akhir nya, dengan mulutnya sendiri Hinata meminta lebih, ini membuat Naruto semakin bersemangat menikmati tubuh Hinata.
"Hahaha... Ya Hinata, mintalah. Aku akan menuruti permintaanmu."
Ayame yang dari tadi merekam adegan sex itu tersenyum. Awal nya dia melihat Hinata tampak enggan, tapi seiring berjalan nya waktu, Hinata mulai menikmati. dan sekarang, wanita itu meminta agar Naruto terus menyetubuhi nya. Ayame sedikit nya tau hubungan Naruto dan Hinata setelah secara singkat Naruto bercerita pada nya. meski Hinata melakukan ini karena terpaksa, tapi sekarang Hinata malah meminta lebih.
"Ohhh... Ahhh!, ahhh!, ahhh! Lagi Naruto, aku akan keluar lagi, emmhhhssss..."
"Aku juga Hinata. Kita keluar bersama."
Entah kenapa Hinata malah senang mendengar ucapan Naruto. Biasa nya dia akan merasa takut saat Naruto hampir sampai. Dia takut jika dirinya sampai hamil karena hubungan ini. Tapi sekarang lihatlah, wanita itu dengan senyum di wajah nya terus mendesah dengan kedua tangan memeluk leher Naruto. Seakan dia tidak mau melepaskan nya.
"Ahhhh... Sampai, aku sampai narutoo... KYYAAAAAAAAHHHHHHHHH..."
tubuh Hinata menegang di dalam pelukan Naruto saat sekali lagi dirinya mencapai klimaks. Kaki nya menjinjit tinggi saat gelombang kenikmatan itu menghantam tubuh nya.
"Uhhh... Aku juga Hinata, GUUUHHHHH..."
dengan penis yang di masukan seluruh nya kadalam vagina Hinata, Naruto menyemburkan spermanya. Dia mengisi rahim wanita itu dengan sperma panas nya untuk yang kesekian kali.
Mereka masih dalam posisi yang sama sambil menikmati sisa-sisa orgasme. Hinata berdiri dengan satu kaki dan kedua tangan memeluk leher Naruto. Sementara Naruto, dia menahan kaki Hinata yang ada di pinggul nya dengan tangan kiri dan tangan kanan nya memeluk pinggang Hinata.
Saat orgasme mereka mereda, Naruto melepaskan kaki Hinata agar bisa menapak lantai. Lalu dia mencabut penis nya dari dalam vagina Hinata.
"Kau terlihat sangat menikmatinya Hinata." Ujar Naruto dengan senyum senang.
Tidak ada jawaban dari Hinata, dia hanya menunduk malu saat mengingat ucapan nya tadi. Hinata tidak menyangka dirinya akan mengatakan hal seperti itu, Meminta Naruto untuk terus menyetubuhinya yang pada dasarnya dia sudah menjadi istri Sasuke. Tadi itu Hinata merasa otak nya benar-benar kosong, yang ada hanyalah kenikmatan setiap kali penis Naruto bergerak di dalam dirinya. Dan itu juga membuat Hinata seakan lupa segalanya.
"Kau mau lagi?" Ujar Naruto lagi saat Hinata masih saja diam.
Naruto berjalan menuju ranjang dan berbaring di sana. Penis nya masih berdiri tegak pertanda bahwa dia masih memiliki cukup stamina untuk ronde yang selanjutnya.
"Datanglah kesini jika kau memang ingin lagi Hinata, aku yakin jika sebenarnya tubuhmu sangat menikmati sentuhanku. Setiap orang memiliki rahasia yang akan di bawa mati, dan anggap saja ini adalah rahasiamu yang tidak akan kau beritahukan kepada siapapun."
Hinata masih berdiri di tempatnya. Ucapan Naruto memang benar, setiap orang pasti memiliki rahasia nya sendiri-sendiri. Seakan terhipnotis oleh ucapan itu dan di tambah melihat Naruto berbaring di ranjang dengan penis berdiri tegak membuat tubuh Hinata berdesir.
"Persetan!." Ujar Hinata sambil melepas lingerie yang dia pakai.
"Aku tidak akan bisa melawan karena kau memiliki sesuatu untuk mengancamku!. Memohonpun aku yakin kau tidak akan peduli. Jadi... Lebih baik aku menikmatinya."
Hinata mendekat lalu merangkak menaiki tubuh Naruto dengan senyum nakal. Lalu, tanpa menunggu lama, Hinata memasukan penis Naruto kedalam vagina nya.
bless.
"Aaaahhhhhh..." Desah Hinata dengan senyum di wajah nya. Dalam hal ini Hinata berfikir, karena tidak bisa melawan jadi dia memutuskan untuk menikmati nya saja.
"Keputusan bagus Hinata. Aku berjanji Sasuke tidak akan tau hubungan ini." Ujar Naruto dengan senyum yang teramat senang.
"Baiklah, sekarang mulailah bergoyang. Kita akan bercinta sampai kau benar-benar merasa bahwa hanya akulah yang orang yang bisa memuaskanmu." Ujar Naruto dengan seringai di wajah nya.
Tanpa sebuah jawaban, Hinata Menaikturunkan tubuhnya dengan penis Naruto di dalam vagina nya. Wajah nya tersenyum senang. Berbeda dengan tadi yang seakan menahan diri.
"Ahhh!, ahhh! Ahhh!, nikmat, sangat nikmat Naruto... Ohhhhh..." Desah Hinata sambil mendongak ke atas.
Masih dengan seringai di wajah nya, Naruto melihat Hinata yang dengan semangat menaik turunkan tubuh nya. Dengan begini maka rencana nya untuk menaklukkan Hinata berhasil. Sekarang hanya tinggal bagamana agar Mikoto tau hubungan nya dengan Hinata tanpa membuat wanita itu marah.
.
.
.
.
Jam dua belas siang. Naruto tengah duduk di sisi ranjang dengan pakaian lengkap. Dia baru saja selesai bercinta dengan Hinata yang harus Naruto akui bahwa tadi itu benar-benar hebat. Siapa sangka jika Hinata bisa menjadi wanita binal jika tidak menahan diri. Ya... Setelah Hinata mengambil sebuah keputusan itu, Hinata benar-benar berubah. Wanita itu benar-benar tidak manahan diri saat bercinta dengan nya. Goyangan nya sangat hebat sampai membuat Naruto sangat puas.
CKLEK!.
Suara pintu di buka membuat Naruto menoleh ke asal suara. Di sana dia melihat Hinata keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuh nya. Harus Naruto akui, jika Hinata benar-benar sangat menggoda dengan hanya selembar handuk menutupi tubuh nya.
"Apa yang kau lihat." Tegur Hinata saat Naruto terus memandangi dirinya.
"Hem?... Tentu saja tubuh seksimu. Kau tau, melihatmu seperti itu membuatku kembali terangsang."
"Kau memang tidak pernah puas. Sisakan spermamu untuk Okaa-san di rumah."
"Ahahah... Baiklah."
Hinata berjalan ke sebelah ranjang dimana semua pakaian nya berada. Dia mengambil nya lalu memakai semua pakaian nya.
"Sebaiknya kita pulang. Okaa-san pasti bertanya-tanya kenapa aku pergi selama ini."
"Baiklah... Tapi sebelum itu, sebaiknya kita makan siang dulu. Aku ingin menjamu wanitaku yang baru dengan makanan di rumahku." Jawab Naruto. Dia berdiri lalu merangkul Hinata dengan mesra.
Hinata tersenyum mendengar ucapan Naruto. Entah kenapa dia senang mendengar Naruto menyebut dirinya sebagai wanita nya. Jauh berbeda dengan dirinya yang kemarin dimana dia sekuat tenaga menjauhi Naruto.
"Baiklah... Aku memang sangat lapar."
Mereka keluar dari kamar dengan saling bergandengan dengan mesra. Melupakan fakta bahwa Hinata adalah suami orang.
.
.
.
.
.
Tepat jam setengah dua siang, Naruto dan Hinata kembali kerumah. Mereka melihat Mikoto yang duduk sendirian di ruang tamu seakan menunggu mereka.
"Kenapa kalian lama sekali?." Tanya wanita itu saat melihat Naruto dan Hinata memasuki ruamah.
"Aku ada urusan Jadi tidak bisa langsung pulang setelah Hinata selesai belanja." Jawab Naruto. Dia duduk di samping Mikoto sementara Hinata ijin untuk kedapur membawa belanjaan.
"Urusan apa?." Tanya Mikoto ingin tau. Nadanya seperti seorang istri yang curiga terhadap suaminya karena tidak pulang-pulang.
"Biasa, ada pekerjaan yang tidak bisa di tangani anak buahku. Jadi aku harus turun tangan sendiri untuk mengatasinya." Ujar Naruto berbohong.
Mikoto tidak bertanya lebih lanjut karena dia percaya dengan apa yang Naruto katakan. Mikoto juga baru ingat jika Naruto itu pebisnis. Pernah dia bertanya kenapa Naruto tidak pernah pergi bekerja semenjak tinggal di sini, dan Naruto bilang bahwa semua pekerjaan nya di urus oleh anak buah.
"Ngomong-ngomong, aku menginginkannya Mikoto." Ujar Naruto tiba-tiba.
Tidak perlu berfikir bagi Mikoto untuk tau apa maksut Naruto, ya.. Apa lagi kalau bukan sex.
"Dasar! Memang nya kau tidak lelah?, kau kan baru pulang." Jawab Mikoto sambil tersenyum.
"Kalau aku lelah aku tidak akan bilang begitu. Jadi, bagamana?."
"Kita ke kamar." Jawab Mikoto lagi. Dia hendak bangkit dari duduk nya jika saja Naruto tidak mendorong nya sampai berbaring di sofa.
"Aku mau di sini." Ujar Naruto. Dia langsung menindih Mikoto sementara tangan nya mulai menggerayangi tubuh milf seksi itu.
"Ta-tapi bagamana kalau Hinata melihat?."
"Biarkan saja."
Mikoto ingin memprotes saat dengan entengnya Naruto bicara seperti itu. hanya saja, dirinya tidak bisa mengucapkan apapun karena bibir nya sudah di lumat oleh Naruto. Ya.. Lelaki pirang itu mencium Mikoto dengan penuh nafsu untuk mencegah Mikoto bicara. Tangan kiri nya juga mulai bergerak meremas payudara Mikoto sementara tangan kanan nya menyusup kedalam rok Mikoto dan bermain di vagina wanita itu dari luar celana dalam.
"Emmhhh... Eemmhhssss... Eeemmhhh..."
Hanya itu yang keluar dari mulut Mikoto saat Naruto terus merangsang tubuh nya. Dia tidak kuasa menahan setiap kenikmatan yang di berikan Naruto.
"Ahhh... Naruto, ohhhh..." Ujar Mikoto saat Naruto melepas ciuman nya. Tapi sebagai gantinya kini naruto tengah menciumi leher Mikoto.
"Sssshhhhh... Ohhhhh... Masukan jarimu." Pinta Mikoto saat di bawah sana tangan Naruto hanya memainkan klitoris nya. Dan tentu saja, Naruto langsung menuruti permintaan Mikoto. Jari tengah nya dia masukan kedalam vagina Mikoto dan langsung menggerakan nya dengan cepat.
"Ohhh... Ahhh!, ahhh!, ahhh!, nikmat. Sekali, Uhhhhh..." Desah Mikoto dengan mata terpejam. Gerakan jari di dalam vagina nya semakin cepat membuat Mikoto tidak kuat menahan klimaks nya lebih lama. Dan benar saja, beberapa saat kemudian, Vagina Mikoto berdenyut pertanda akan segera orgasme.
"Ohhh... Keluar, aku keluar Naruto... AAAAAAHHHHHHH..." desah Mikoto panjang saat ahirnya dia mencapai orgasme.
Melihat Mikoto sudah mencapai klimaks, Naruto menghentikan setiap rangsangan yang dia berikan. Lelaki itu bangkit dari tubuh Mikoto lalu satu per satu dia melepas pakaian Mikoto. Naruto menyeringai senang melihat tubuh telanjang Mikoto yang berbaring di sofa. Lalu, dia mulai melepas pakaian nya sendiri. Tanpa ingin membuang waktu, Naruto menuntun Mikoto dalam posisi doggy style, dan dari belakan Naruto bersiap memasukan penis nya.
Slepp...
"Aaaahhhhh..." Desah nikmat Mikoto saat penis Naruto memasuki vagina nya. Dia menoleh kebelakang sambil tersenyum nakal bermaksut untuk menggoda Naruto.
"Ayo cepat sayang, gerakan penismu." Pinta Mikoto tidak sabar.
"Haha... Baiklah, terima ini Mikoto.. Uhhh!."
Naruto mulai menggerakan pinggul nya membuat penis besar nya bergerak keluar masuk di dalam vagina Mikoto. Dan milf seksi itu mendesah dengan suka cita merasakan kenikmatan saat penis Naruto bergerak di dalam vagina nya.
"Aaaahhh... Nikmat, nikmat sekalii... Ohhhhh..." Ujar nya sambil mendesah. tanpa sengaja pandangan Mikoto tertuju pada pintu menuju dapur, dan dia langsung terkejut saat melihat tepat di ambang pintu ada Hinata yang tengah melihat dirinya. Mikoto merasa malu saat menantunya melihat dirinya sedang bercinta dengan Naruto.
"Be-berhenti Naruto. Ada Hinata." Pinta Mikoto pada lelaki di belakang nya. Tapi bukan nya berhenti, Naruto malah semakin bersemangat menggenjot Mikoto.
"Biarkan saja dia melihat. Atau kalau dia mau bergabung juga boleh."
"Apa?." Ujar Mikoto tidak percaya dengan apa yang Naruto katakan. Apa lelaki ini tidak malu saat Hinata melihat mereka. Tapi yang membuat Mikoto lebih tidak percaya adalah saat Hinata berjalan mendekat dengan senyum di wajah nya. lalu tanpa aba-aba, Hinata melumat bibir nya dengan ganas. Mikoto sampai tidak bisa berfikir dengan benar saat menantunya melakukan ini, di tambah dengan sodokan penis Naruto di vagina nya, membuat Mikoto semakin tidak berdaya.
"Puaahhhh... A-apa yang kau lakukan Hinata! Ahhhh." Tanya Mikoto saat hinata melepas ciuman pada bibir nya.
"Penjelasan nya nanti saja. yang jelas, aku ingin bergabung." Jawab Hinata yang semakin mengejutkan Mikoto. Dan tepat di hadapan nya, Mikoto melihat menantunya melucuti seluruh pakaian nya sendiri. setelah itu, dia melihat Hinata mendekati Naruto dan mereka berciuman dengan ganas. Mikoto hanya bisa bertanya-tanya apa yang sebenar nya terjadi.
"Ahhh!, ahhhn, ahhh!, Ohhhh... Ka-kalian harus menjelaskan semua nya setelah ini selesai, Emmhhsss..." Ujar Mikoto sambil mendesah.
TBC.
sampai jumpa di chap depan.
