Final chapter of WHMB: THE NEW TROUBLE
warn: typos/ gaje/ super overpower ernemies/chapter super paaannnjjjaaaaannnnnggggg/ mohon maaf apabila cerita agak melenceng dari summary-nya(maybe).NOT FOR UNDER 21 YEARS OLD, and etc
Spesifik tentang OC:
Jun: Dia adalah seorang perempuan cantik yang memiliki surai hitam panjang sepunggung dan iris mata berwarna hitam. Tinggi Jun berkisar antara 160cm dan memiliki usia sekitar 20-23 tahun(dalam usia manusia). Dia memilki sepasang sayap berwarna putih di punggungnya yang bisa dia sembunyikan sesuka hatinya. Dia juga adalah seorang dewi ruang dan waktu yang memiliki tugas untuk menjaga keseimbangan ruang dan waktu. Jun memiliki sifat ceria dan suka bercanda(mempermainkan orang lain terutama Naruto jika pemuda tersebut tidak mau mendengarkannya). Saat ini tujuan perempuan cantik ini adalah memberi petunjuk untuk Naruto. Dia merupakan adik kembar dari Messiah. Perempuan ini memiliki kekuatan yang sebenarnya juga setara dengan 5 kage desa besar yang ada di dunia manusia. Hal itu dibuktikan saat ia mengikat Naruto dengan kantornya menggunakan sebuah jutsu tanpa handseal bernama jibaku ensa. Jibaku ensa sendiri adalah sebuah jutsu tanpa handseal yang hanya bisa digunakan oleh para dewa atau dewi tertentu. Jibaku ensa memiliki fungsi untuk mengutuk orang yang terkena jutsu tersebut agar tidak bisa meninggalkan area yang telah ditentukan oleh sang pengguna. Sang korban baru bisa keluar dari area yang ditentukan oleh sang pengguna jika sang pengguna telah melepaskan jutsu terebut darinya.
Messiah: Dia seorang perempuan cantik dengan surai hitam selutut dan iris mata berwarna merah ruby. Tinggi Messiah berkisar antara 166-170cm dan memiliki usia tidak beda jauh dari Jun. Dia memiliki paras yang mirip dengan Jun. Yang membedakan dia dengan Jun adalah iris matanya yang berwarna merah seperti sepasang ruby yang indah serta sebuah ruby berukuran kecil yang berada di dahinya seperti mata ketiga. Iris indahnya akan seperti menyala apablia dia sedang dikuasai kebenciannya atau mengeluarkan kekuatannya. Tidak lupa sayap hitam di punggungnya yang bisa ia sembunyikan atau dia dikeluarkan sesuka hatinya. Sayap hitam di fanfic ini memiliki arti jika sosok tersebut adalah seorang dewa atau dewi yang telah berkhianat atau telah dikuasai oleh kebencian yang sangat kuat. Dia memiliki sepasang sayap berwarna hitam seperti sayap seekor burung gagak. Dia dulunya adalah seorang dewi cinta yang penuh dengan kasih sayang. Akan tetapi semua sifatnya berubah akibat kekasihnya yang dikeluarkan dari kayangan atas perintah Kami sama. Hal tersebut membuatnya tertelan kebencian hingga merubah sayapnya yang awalnya juga berwarna putih seperti milik Jun. Saat ini Messiah sudah tidak dikuasai oleh kebenciannya lagi. Sepertinya yang telah menguasai sang dewi cinta ini tersebut adalah sosok yang diperangkap oleh Messiah di tempat dimana sosok misterius itu memperkosa Tenten saat ia masih berada di dalam tubuhnya di chapter sebelumnya.
?(Raja Iblis): Dia adalah sosok yang memliki kulit coklat gelap dan wajah yang menyeramkan. Jika dalam dunia manusia, dia memiliki usia sekitar 40 tahun dengan tinggi badan antara 180-183cm. Dia juga memiliki kekuatan besar dan tubuh yang sangat kekar. Dia selalu mengenakan baju khas petarung berwarna hitam dengan lengan yang dirobek dan robekan di bagian ujung celananya yang berarna senada(seperti seragam para atlet karate bedanya ini berwarna hitam). Dia memilki surai merah yang selalu dia ikat ke atas seperti para samurai jaman dulu. Iris matanya berwarna merah darah bahkan, bagian mata yang seharusnya berwarna putih juga berwarna merah. Dia memiliki sifat yang tempramen dan sangat ringan tangan terutama pada adik iparnya. Dia menjadi raja iblis karena dia berhasil membunuh raja iblis sebelum dirinya di ajang turnamen dunia iblis yang diadakan setiap beberapa tahun sekali. Dia juga sangat sering menggunakan sebuah jutsu bernama Goshoryuu. Goshoryuu adalah sebuah taijutsu yang mengumpulkan sebagian besar chakra kedalam salah satu tangannya lalu melepaskannya sambil melakukan uppercut kepada lawannya. Ia membunuh raja iblis sebelum dirinya menggunakan jutsu ini.
Rin(Istri sang raja iblis): Rin adalah sosok perempuan cantik yang selalu mengenakan kimono formal kemanapun dia pergi. Perempuan ini jika dikategorikan sebagai manusia, dia memiliki usia sekitar 21 tahunan dan memiliki tinggi antara 160cm. Wanita ini memiliki dada yang terbilang kecil untuk wanita seusianya. Dia juga selalu menutup kedua matanya. Meskipun begitu, dia mampu berjalan tanpa menabrak benda apapun seolah dia bisa melihat sekitarnya seperti orang normal. Wanita ini memiliki sifat yang cenderung tenang dan kalem. Kekuatan wanita ini masih misterius. Dia adalah kakak kandung dari iblis yang bernama Ryoji.
Ryoji(Adik ipar sang raja iblis): Ryoji adalah sosok iblis yang memiliki perawakan kurus tinggi dengan tinggi mencapai 198 cm(lebih tinggi dari kakak iparnya). Dia memiliki kulit putih pucat dan iris mata berwarna biru langit. Jika dikategorikan manusia usianya berkisar antara 17-18 tahunan dengan surai hitam panjang yang selalu dia ikat pony tail. Pemuda ini memiliki sifat tenang akan tetapi sifat tenangnya tersebut lebih condong ke arah santai(berbeda dengan kakaknya yang kalem). Kekuatannya juga masih misterius. Salah satu kekuatannya saat ini adalah dia memilki kemampuan regenerasi yang luar biasa cepat. Bahkan dia mampu menyembuhkan sekujur tubuhnya yang terluka akibat dihempaskan oleh sang kakak ipar hanya gara-gara satu tong sake.
?(Sosok Misterius yang diperangkap Messiah): Sosok ini tidak banyak diketahui karena kemunculan perdananya di chapter sebelumnya. Sosok ini memiliki wujud seorang perempuan bersurai hitam dengan kegelapan yang menyelimuti hampir sekujur tubuhnya. Irisnya berwarna merah darah dan terlihat mengandung kebencian yang sangat kuat. Sosok ini juga yang membuat Messiah terselimuti oleh kebencian yang sangat kuat hingga merubah sayapnya yang awalnya putih menjadi hitam legam. Sosok ini juga memiliki sayap berwarna hitam di punggungnya dan sebuah batu ruby yang berada di dahinya. Tentang kekuatan, sosok ini bisa menembakkan sebuah serangan laser dari batu ruby yang berada di dahinya. Dia juga bisa membuat angin tajam yang bisa mengoyak apapun dari cakar-cakarnya yang bisa memanjang dan memendek sesuai kehendaknya.
Sebelum cerita dimulai saya ingin menjawab beberapa review yang masuk untuk chap sebelumnya.
4kagiSetsu: Sebenarnya saya bukan penggemar futa. Saya memasukkan unsur futa disini hanya untuk hiburan belaka. Dan juga fic yang mengandung unsur futa berbahasa Indonesia masih jarang ada. Jadi saya masukkan saja.
Hunter killer drone dan Goddes of Dragon: Jawaban pertanyaan kalian tentang saya yang akan menyingkirkan beberapa istri Naruto ada disini.
Dan juga saya ucapkan mohon maaf kepada Goddes of Dragon jika anda penggemar chara Tenten.
Dan juga chapter ini mungkin merupakan chapter terpanjang selama di fic ini. Karena saya sebagai penulis benar-benar ingin mengakhiri cerita ini di chapter ini dan ingin membuat fic yang lain dulu sebelum melanjutkan cerita WHMB part 3 nanti. Jadi sekali lagi saya mohon maaf jika nanti part 3 dari fic ini akan berselisih jauh dari fic ini.
Warning: Rate M di chapter ini untuk Gore dan Lemon serta bahasa yang kasar. Death chara inside this chapter! Dont't like, just move away. Like Ludacris said in one of his song Move b*tch, get out da way...
The owner of Naruto is Masashi Kishimoto
Let the story begin...
Menjelang siang hari di rumah sakit desa Konoha...
Di dalam ruangan seorang pasien, terlihat seorang perempuan berparas cantik yang mengenakan baju pasien sedang terbaring di atas kasur tempatnya dirawat dengan mata tertutup. Dalam tidurnya, perempuan cantik tersebut yang tidak lain adalah Messiah sesekali terlihat meringis kesakitan. Wajah cantik perempuan yang masih tertidur tersebut, terlihat dipenuhi dengan peluh. Sepertinya ia sedang dilanda mimpi buruk. Atau lebih tepatnya mimpi yang mengerikan.
Di dalam mimpinya...
Messiah terlihat sedang berdiri di sebuah tempat yang sangat gelap dengan cahaya bulan yang berada di atasnya. Di sekitar perempuan berparas cantik tersebut tidak terlihat tanda-tanda kehidupan sama sekali meskipun banyak bangunan yang berada di sekitarnya. Tempatnya saat ini terlihat seperti desa Konoha lebih tepatnya desa Konoha tempat dia menyiksa fisik serta mental seorang perempuan cantik bersurai coklat yang dicepol dua yang tidak lain adalah Tenten. Cahaya bulan purnama yang ada di atasnya terlihat menerangi area sekitar perempuan berparas cantik tersebut dan memudahkan iris ruby indahnya untuk melihat sekitarnya.
Messiah terlihat mengalihkan pandangannya kesana kemari seperti orang yang sedang tersesat dan tidak tahu arah. Wajah cantiknya diselimuti jutaan pertanyaan dan ada ketakutan yang ditunjukkan wajah cantiknya.
"Aku..." Messiah langsung menghentikan gerakan kepalanya yang masih menoleh kesana kemari setelah telinganya mendengar suara lemah yang berasal tidak jauh dari dirinya. Dia langsung mengalihkan iris rubynya ke arah asal suara barusan.
Iris ruby Messiah langsung terlihat membelalak saat ia melihat seorang dua orang perempuan cantik yang berada tak jauh dari hadapannya saat ini.
Perempuan pertama terlihat memiliki surai berwarna coklat yang dicepol dua. Dari sudut pandang Messiah, wajah perempuan tersebut tidak begitu terlihat karena dia sedang menundukkan wajahnya.
Sementara perempuan kedua terlihat memiliki sosok yang sangat mirip dengan dirinya. Sosok tersebut terlihat berdiri tak jauh dari perempuan pertama dengan ekspresi yang terlihat ceria.
Kemudian, sosok yang mirip dengan dirinya terlihat mendekatkan dirinya ke arah perempuan pertama yang tidak lain adalah Tenten saat telinganya mendengar suara lemah dari perempuan cantik bersurai coklat tersebut.
"Apa ada yang ingin-" "AKU TAKKAN MEMAAFKAN SESEORANG YANG MEMAINKAN PERASAAN ORANG LAIN SEPERTI DIRIMU!" Saat sosok yang mirip dengan Messiah ingin mengucapkan sesuatu, Tenten langsung memotongnya dengan teriakannya yang sangat dipenuhi amarah.
Tiba-tiba dua bayangan perempuan yang sedang bertengkar tersebut hilang dari hadapan Messiah. Messiah sendiri terlihat mengalihkan pandangannya pada sekitarnya sekali lagi untuk mencari keberadaan dua perempuan cantik yang tadi masih berdebat di depannya.
"ARRGGHHH" Tiba-tiba dari arah belakang Messiah terdengar suara perempuan yang tadi berteriak penuh amarah tiba-tiba terdengar merintih kesakitan.
Messiah langsung membalikkan badannya secara spontan setelah indra pendengarnya mendengar suara rintihan yang berasal dari belakangnya. Iris indah Messiah langsung terlihat membelalak terkejut saat ia melihat apa yang akan dilakukan sosok yang terlihat seperti dirinya kepada perempuan yang tadi berteriak kesakitan.
Saat ini di depan Messiah terlihat sosok seperti dirinya yang berusaha melesakkan sebuah penis yang sangat besar ke lubang anus perempuan yang tadi berteriak kesakitan yang tidak lain adalah Tenten.
"BER-BERHENTI! ARRRGGHHHH!" Sekali lagi Tenten berteriak dengan keras. Hanya saja suaranya saat ini terdengar serak.
"AUGGHHH~ SEM-SEMPIT SEKALIHHH LUBAAANGG ANUSMU, TENTEN CHAAANNN~" Sosok yang dilihat oleh Messiah malah meracau tidak jelas setelah mendengar teriakan kesakitan dari Tenten barusan.
Messiah sendiri yang melihat hal tersebut langsung menutup rapat kedua telinganya menggunakan kedua tangannya. Perempuan tersebut langsung terlihat berlutut di atas tanah dengan kepala menunduk dan mata yang ia tutup rapat-rapat.
"Ini hanya mimpi, ini hanya mimpi buruk..." Ucap Messiah pada dirinya sendiri sambil menggelengkan wajahnya yang terlihat menunduk. Sepertinya perempuan cantik tersebut tidak kuat melihat kilasan balik dari memorinya yang muncul dari mimpinnya saat ini.
Beberapa saat kemudian...
Beberapa waktu telah berlalu, akan tetapi Messiah masih dalam posisi yang sama dan masih terus mengucapkan 'ini hanya mimpi buruk...' dari bibir manisnya.
"AHHHHH~" "ARRRGGHHH" Meskipun Messiah telah menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangannya, indra pendengaran perempuan cantik tersebut masih bisa mendengar suara teriakan kesakitan Tenten dan desahan sosok yang mirip dengannya barusan.
"HENTIKAN! KUMOHON SIAPAPUN BANGUNKAN AKU DARI MIMPI BURUK INI!" Beberapa detik setelah terdengar suara desahan dan raungan kesakitan yang berasal dari dua perempuan yang berada tak jauh dari dirinya, Messiah langsung berteriak sekeras mungkin sambil mengangkat wajah cantiknya untuk melihat ke atas.
"AHHHHH~ AHHHHH~ AHHHHH~" "ARGGHHH ARRGGHHH ARGGHHHH" Desahan sosok yang mirip Messiah terdengar sangat keras saat ia memaju mundurkan pinggulnya dengan gerakan brutal. Suara desahan sosok tersebut diselingi dengan raungan kesakitan dari suara Tenten.
"ARRRGGGHHH" Ini bukanlah teriakan kesakitan dari sosok Tenten yang sedang diperkosa. Teriakan kesakitan ini berasal dari Messiah saat indra pendengarannya mendengar suara desahan sosok seperti dirinya serta suara raungan kesakitan dari Tenten yang tidak kunjung berhenti menyapa kedua telinganya yang ia tutupi menggunakan kedua tangannya.
Perempuan cantik dengan surai hitam selutut tesebut saat ini terlihat sangat tersiksa akibat telinganya yang terus mendengar sesuatu yang tidak ingin dia dengar secara berulang-ulang.
"Nee sama... Nee sama..." Ucap sebuah suara asing yang terdengar jauh dari tempat Messiah saat ini.
Messiah langsung membuka kedua iris rubynya yang ia tutup rapat saat sebuah suara lain yang ia kenali terdengar samar menyapa indra pendengarannya. Dia terlihat langsung menolehkan wajah cantiknya untuk mencari asal suara tersebut. Adegan tidak senonoh yang tadi dilihat Messiah tiba-tiba sudah menghilang bagai abu yang ditiup angin.
"Jun, JUN!" Messiah masih terlihat mengalihkan pandangan iris ruby indahnya kesana kemari sambil memanggil-manggil sekaligus mencari sang pemilik suara yang tadi memanggilnya.
"Nee sama... Kumohon buka matamu, Nee sama." Ucap suara yang tadi memanggil Messiah yang entah berasal dari mana.
Tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat terang muncul dihadapan Messiah yang terlihat masih mencari asal suara sosok yang ia panggil barusan. Perempuan tersebut langsung menutupi pandangannya menggunakan tangan kanannya karena cahaya yang muncul secara tiba-tiba tersebut terlihat semakin terang.
Tapi saat Messiah hendak tertelan cahaya yang muncul secara tiba-tiba tersebut, tiba-tiba sebuah tangan yang terlihat hitam legam muncul dari belakang perempuan cantik tersebut tanpa ia sadari. Tangan hitam legam itu terlihat mengarah pada leher perempuan cantik bersurai hitam selutut tersebut.
Sang pemilik tangan hitam legam tersebut terlihat berdiri selangkah di belakang Messiah. Wajahnya tidak begitu terlihat meskipun cahaya yang sangat terang telah menyinari seluruh tubuhnya serta Messiah yang berada di depannya.
"ARGGGHHHH" Bibir Messiah langsung mengeluarkan suara rintihan yang keras kala jari-jemari tangan hitam sosok dibelakangnya mulai mencekik lehernya. Perempuan cantik beriris ruby tersebut terlihat meronta-meronta untuk melepaskan tangan hitam tersebut dari lehernya. Ia mengerahkan kedua tangannya untuk melepaskan cekikan dari sosok dibelakangnya yang ia rasakan semakin kuat.
"Kali ini, kau akan membantuku untuk memenuhi ambisiku, Messiah chan~" Ucap sosok misterius dibelakang Messiah dengan suaranya yang terdengar seram. Suara sosok dibelakang Messiah terdengar seperti terdiri lebih dari satu suara.
"KAU!" Messiah langsung membelalakkan iris rubynya saat suara sosok tersebut menyapa indra pendengarannya. Ia terlihat meronta lebih keras untuk melepaskan tangan sosok tersebut yang mencekik lehernya.
"Bagus Messiah chan~ Bagus~" Ucap sosok dibelakang Messiah saat iris merah darahnya melihat usaha Messiah yang menurutnya hanya akan berujung sia-sia. "Teruslah lakukan perlawanan sia-siamu, jadi nanti kau tidak akan ada penyesalan." Lanjut sosok misterius itu dengan nada suaranya yang bisa membuat siapapun yang mendengarnya akan merasakan ketakutan merayapi perasaannya.
"UGHHH AGHHHH" Kini rontaan tangan Messiah yang berusaha melepaskan tangan sosok dibelakangnya terlihat mulai melemah. Wajah cantiknya yang putih cerah menjadi pucat pasi karena dia sudah mulai kehabisan nafas. Pandangannya yang awalnya terang, terllihat mulai mengabur bersamaan dengan deru nafasnya yang terdengar semakin berat dan mulai terputus-putus.
"Wahai kegelapan yang menyelimuti hati serta perasaan sang dewi cinta yang mencintai makhluk Kami sama yang dicampakkan oleh makhluk lainnya..." Tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki yang muncul dari hadapan Messiah. Suara ini terdengar sangat lembut akan tetapi nada tegas dari suara barusan juga sangat kentara.
Mata Messiah yang awalnya setengah tertutup langsung terbuka lebar kembali saat telinganya mendengar suara laki-laki yang terdengar dari depannya barusan.
"CIH!" Sementara sosok misterius di belakang Messiah hanya bisa mendecih dengan suara keras setelah mendengar suara laki-laki barusan.
"... Lenyaplah kau dalam cahaya yang menerangi kegelapan!" Lanjut suara laki-laki yang tidak tampak pemiliknya tersebut masih dengan nada suara lembut serta tegasnya.
Iris ruby Messiah yang kembali terbuka lebar langsung meneteskan air mata saat indra pendengarannya mendengar suara tegas serta lembut yang berasal dari depannya untuk yang kedua kalinya.
"LIGHT OF JUDGEMENT"
Tiba-tiba partikel-partikel cahaya dalam jumlah besar bermunculan di sekitar Messiah serta sosok yang mencekiknya dari belakangnya.
CASS CASS CASS CASS
"UGHHH" Sosok di belakang Messiah langsung melepaskan cekikannya saat tangannya yang mencekik leher perempuan cantik beriris ruby tersebut terlihat seperti terbakar saat diselimuti oleh partikel-partikel cahaya yang ada di sekitar dirinya serta Messiah.
"UAHHHHHH" Sosok di belakang Messiah langsung mengeluarkan teriakan kesakitannya yang memekakkan telinga saat tubuhnya mulai diselimuti partikel cahaya tersebut. Ia terlihat seperti sangat kesakitan saat tubuhnya sedikit demi sedikit mulai diselimuti cahaya berukuran kecil yang masih bermunculan disekitarnya.
WUSSS
Setelah seluruh tubuh sosok tersebut benar-benar diselimuti oleh cahaya kecil yang muncul secara misterius tadi, sosok tersebut langsung lenyap bagaikan asap yang ditiup angin.
BRUKKK
Messiah langsung jatuh terduduk di tempatnya barusan berdiri dengan wajahnya yang masih berlinang air mata. Tangan kanan perempuan cantik tersebut terlihat terulur kedepan seperti hendak menggapai sesuatu.
Tiba-tiba sesosok laki-laki dengan badan kekar dan tubuh yang tegap muncul dihadapan Messiah. Laki-laki tersebut terlihat memakai pakaian serba putih dan juga ia terlihat mengulurkan tangannya untuk menggapai tangan Messiah yang terulur padanya.
Air mata Messiah mengalir semakin deras saat iris rubynya melihat wajah sosok laki-laki yang terlihat membungkukkan badannya dengan tangan terulur di kepadanya.
Messiah langsung saja menggapai uluran tangan dari sosok laki-laki di depannya menggunakan kedua tangannya. Setelah itu, perempuan cantik dengan iris ruby tersebut terlihat dibantu berdiri oleh laki-laki di depannya.
Srekkk
Messiah langsung memeluk laki-laki di depannya tanpa berucap apapun. Air mata yang mengalir dari iris rubynya terlihat terus mengalir membasahi pakaian putih yang dikenakan oleh sosok laki-laki di depannya.
"Da-dasar hiks-bodoh..." Ucap Messiah di sela tangisannya di bahu sosok pria yang ia peluk dengan sangat erat. Messiah seolah takut jika dia melonggarkan pelukannya sedikit saja maka sosok laki-laki di depannya akan menghilang seperti kemunculannya yang tiba-tiba.
"Begitukah cara sang dewi cinta mengucapkan terima kasih pada sosok yang telah menyelamatkannya?" Tanya laki-laki tersebut dengan suara baritonnya. Meskipun demikian, nada lembut dari laki-laki tersebut masih terdengar sangat jelas.
DUK DUK DUK
"Dasar bodoh hiks... Bodoh... Abigail kun bodoh..." Ucap Messiah berulang-ulang sambil memukul-mukul dada bidang sosok di depannya yang berbalut pakaian berwarna putih yang terlihat sangat rapi. Ternyata sosok di depan Messiah saat ini adalah Abigail yang merupakan salah satu dari 4 malaikat agung sekaligus kekasih Messiah.
Abigail hanya tersenyum tulus saat ia merasakan pukulan-pukulan ringan dari kedua tangan Messiah di dada bidangnya. Lelaki dengan kulit coklat sedikit gelap tersebut lebih memilih diam dan membiarkan perempuan cantik di depannya sampai dia merasa baikan dengan sendirinya.
"Kenapa?" Tanya Messiah setelah ia selesai memukul dada bidang Abigail yang tidak bergerak seinchipun dari tempatnya.
Abigail hanya bisa mengangkat sebelah alisnya saat ia mendengar pertanyaan dari kekasihnya barusan. Ia terlihat tidak mengerti dengan maksud dari perempuan cantik bersurai hitam selutut tersebut.
"Messiah chan, apa maksud-" "MENGAPA KAU MENINGGALKANKU DAN MEMBIARKAN KAMI SAMA MENGHUKUMMU ATAS DOSA YANG BAHKAN TIDAK KAU PERBUAT?!" Pertanyaan yang akan dilontarkan Abigail langsung dipotong oleh pertanyaan Messiah yang terdengar sangat histeris. Air mata perempuan beriris ruby tersebut terlihat lebih deras dari sebelumnya.
Senyuman tulus di wajah tampan Abigail langsung luntur setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan Messiah dengan nada histeris barusan.
"Maafkan aku, sayang..." Ucap Abigail sambil memeluk erat tubuh ramping Messiah menggunakan kedua lengan kekarnya. Ia juga menekankan kata 'sayang' di kalimat yang ia ucapkan untuk perempuan yang ada di depannya.
"Kenapa hikss..." Ucap Messiah sesenggukan sambil membenamkan wajah cantiknya di dada bidang Abigail. "Kenapa hikss... Aku mencintai hikss... Lelaki bodoh hikss... Sepertimu?" Lanjut Messiah masih dengan posisi dan nada suara yang sama.
Abigail tak menjawab pertanyaan Messiah barusan. Ia lebih memilih diam sambil mengeratkan pelukannya untuk memberikan rasa nyaman pada perempuan di depannya.
Akhirnya tidak ada suara atau pertanyaan lagi dari kedua insan berbeda gender tersebut. Hanya terdengar isak tangis kesedihan yang masih meluncur dari bibir Messiah yang sepertinya sangat merindukan sosok di depannya.
Abigail langsung sedikit melonggarkan pelukannya pada tubuh ramping Messiah saat telinganya tidak mendengar suara tangisan dari perempuan berparas cantik tersebut.
Setelah itu, lelaki dengan usia sekitar 30 tahunan berambut cepak tersebut terlihat membuat jarak dengan Messiah menggunakan lengan kekarnya.
"Sayang aku melakukan hal tersebut karena aku sangat mencintaimu." Ucap Abigail dengan nada yang terdengar tulus setelah ia membuat jarak dengan Messiah.
"Tapi kenapa, kenapa kau harus mengorbankan dirimu sampai seperti itu?" Tanya Messiah yang sepertinya tidak terima dengan alasan sosok laki-laki di depannya.
"Semua itu aku lakukan untuk melindungimu." Jawab Abigail dengan nada yang terdengar mantab dan penuh keyakinan dengan jawabannya. "Jika saat itu aku tidak melawan 5 dewa elemen, mereka akan menyeretmu ke penghakiman karena mereka mengetahui jika kau telah ikut campur dalam urusan dunia manusia. Kau tahu itu kan?" Lanjut lelaki tampan tersebut panjang lebar menjelaskan tentang kejadian yang membuatnya dikeluarkan dari kayangan.
"Tapi-" "Ketahuilah wahai kekasihku, Messiah chan." Ucapan protes Messiah langsung dipotong dengan nada lembut Abigail.
"Selama ini mereka mengetahui jika kau terbawa oleh emosimu dan akhirnya kau ikut campur di urusan dunia manusia yang pada akhirnya akibat perbuatanmu takdir di dunia manusia menjadi kacau balau." Ucap Abigail panjang lebar menjelaskan tentang kesalahan fatal yang dibuat oleh kekasihnya sendiri yang tidak lain adalah sang dewi cinta.
Messiah hanya diam saja setelah mendengar ucapan kekasihnya barusan. Ia tidak membantah perkataan lelaki berparas tampan di depannya.
"Dimulai dari insiden turunnya sang dewi kelinci yang tidak lain adalah Otsutsuki Kaguya dari klan Otsutsuki. Akibat dari bujukanmu, Kaguya yang merupakan putri sulung klan Otsutsuki sekaligus sang penerus klan Otsutsuki menjadi turun ke bumi dan menghentikan peperangan serta kerusuhan yang dibuat oleh manusia pada saat itu menggunakan kekuatan yang kegelapan yang telah disegel oleh kami 4 malaikat agung. Tidak berhenti disitu, kejadian pemilihan pemimpin manusia oleh Otsusuki Hagoromo. Kau menggerakkan hati sang petapa agar ia lebih menyayangi Ashura daripada sang kakak Indra. Hal itu membuat sang kakak Indra diselimuti oleh sisa kekuatan kegelapan yang digunakan Kaguya sebelumnya. Meskipun saat itu Hagoromo dan saudaranya Hamura berhasil menyegel Kaguya, kekuatan mereka tidak cukup kuat untuk menyegel kekuatan kegelapan yang berada dalam tubuh Kaguya sehingga akhirnya kekuatan kegelapan tersebut terus mempengaruhi para manusia di bumi hingga sekarang." Ucap Abigail panjang lebar menjelaskan tentang kesalahan yang diperbuat Messiah di masa lalu sebelum ia dijatuhi hukuman oleh Kami sama.
Messiah langsung tertunduk setelah mendengar ucapan dari sosok di depannya yang tidak lain adalah kekasihnya sendiri. Kini ia benar-benar tidak bisa berkutik untuk memprotes atau memarahi sosok di depannya karena keegoisannya yang membuatnya dikeluarkan dari kayangan.
"Karena perbuatanmu yang menurut Kami sama sudah melampaui batas, akhirnya Kami sama memerintahkan 5 dewa elemental untuk menangkapmu serta adik kembarmu untuk diseret dan dihakimi di penghakiman khusus para dewa." Ucap Abigail dengan nada suara lemah.
Setelah berucap panjang lebar, sosok lelaki berparas tampan dengan surai cepak hitam tersebut terlihat mengambil nafas panjang.
"Tapi, aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi." Ucap Abigail setelah ia menghembuskan nafas panjang dari mulutnya. "Akhirnya aku membelot untuk membelamu serta adikmu sekaligus berbohong kepada semua dewa yang hendak menangkapmu saat itu. Aku mengatakan kepada mereka jika dalang dari semua perbuatanmu itu adalah karena hasutan dariku." Lanjut Abigail dengan nada lembut sambil mengelap air mata yang belum mengering di pipi putih Messiah.
Bahu Messiah yang awalnya diam terlihat mulai bergetar kembali. Iris rubynya yang sudah tidak mengeluarkan air mata, kembali menumpahkan cairan bening setelah mendengar cerita panjang dari Abigail barusan.
Dia tidak tahu menahu tentang rencana penangkapannya oleh Kami sama karena saat itu ia mengira jika tidak ada dewa atau dewi yang diam-diam membuntutinya dan mengetahui perbuatannya, termasuk kekasihnya sendiri.
"Dan lagipula aku sudah berjanji jika aku akan mencintaimu untuk selamanya bukan?" Tanya Abigail disertai sebuah senyuman tulus yang terukir di wajah tampannya.
Air mata yang mengaliri wajah cantik Messiah langsung mengalir lebih deras dan membuat sang pemilik iris ruby tersebut tidak mampu mengucapkan kata-kata lagi. Perempuan cantik yang bergelar sang dewi cinta tersebut saat ini hanya bisa menangis. Benar. Menangisi kebodohannya di masa lalunya.
DUKKK DUKKK DUKKK DUKKK
"HUAAA... DASAR ABIGAIL BODOH... DASAR ABIGAIL EGOIS... DASAR ABIGAIL... DASAR DASAR DASAR KAU BENAR-BENAR BODOH!" Ucap Messiah dengan suara yang sangat keras di sela tangisannya. Perempuan berparas cantik tersebut terlihat memukuli dada bidang sang lelaki dengan kedua tangannya sekali lagi.
"Maafkan aku jika aku egois, wahai kekasihku..." Ucap Abigail dengan suara baritonnya sambil membawa Messiah kedalam sebuah pelukan yang telah lama dirindukan oleh perempuan cantik dengan iris ruby tersebut.
"HUAAAA..." Messiah hanya berteriak dengan lebih keras setelah mendengar ucapan kekasihnya barusan. Gerakan tangannya yang memukul dada bidang sang lelaki telah ia hentikan beberapa saat yang lalu.
Setelah itu hanya terdengar isak tangis Messiah yang masih berada dalam pelukan kekasihnya yang hanya diam seribu bahasa. Abigail sendiri hanya bisa membiarkan perempuan cantik di depannya sampai dia merasa tenang dengan sendirinya.
Beberapa saat kemudian, Messiah sudah terlihat mulai tenang kembali.
"Kalau begitu, maukah kau berjanji satu hal padaku, Messiah chan?" Ucap Abigail dengan suara baritonnya pada sosok yang berada di pelukannya.
"Hm..." Gumam Messiah sambil menganggukkan kepalanya yang ia benamkan kedalam dada bidang Abigail.
Setelah itu, Abigail membuat jarak sekali lagi dengan cara mendorong lembut bahu Messiah.
"Berjanjilah padaku untuk membantu Naruto kun menyelamatkan dunia sekali lagi." Ucap Abigail sambil mengacungkan jari kelingkingnya di hadapan Messiah yang terlihat masih sesenggukan beberapa kali.
"Hm..." Messiah hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil mengikatkan jari kelingkingnya yang lentik ke jari kelingking Abigail yang jauh lebih besar.
Sebuah senyuman tulus terukir kembali di wajah tampan Abigail saat jari kelingkingnya merasakan jari kecil Messiah. Setelah itu, sosok Abigail mulai berubah menjadi partikel-partikel cahaya kecil yang memudar secara perlahan.
"Sa-sayang, apa yang terjadi dengan tubuhmu?" Tanya Messiah dengan nada suara yang terlihat kebingungan saat iris ruby indahnya melihat kekasihnya menghilang dari hadapannya secara perlahan.
"Sepertinya chakra yang kutanamkan di dirimu sudah habis, sayang." Ucap Abigail dengan suara baritonnya yang terdengar tenang. Ia tidak terlihat panik meskipun dirinya akan berpisah sekali lagi dengan perempuan yang sangat ia cintai di depannya.
"Ku-kumohon jangan tinggalkan aku sekali lagi" Ucap Messiah yang sepertinya tidak mau ditinggalkan oleh kekasihnya sekali lagi.
"Aku tidak pernah meninggalkanmu, sayang." Ucap Abigail sambil memamerkan senyumannya ke arah Messiah. "Aku selalu hidup disini." Lanjut pria tampan tersebut sambil menunjuk bagian dada Messiah menggunakan tangannya yang lain.
"Tidak, aku tidak ingin berpisah denganmu lagi. Kumohon jangan tinggalkan aku sendirian sekali lagi." Ucap Messiah yang terdengar sangat putus asa.
"Messiah chan, mungkin saat ini kita tidak bisa bersama." Ucap Abigail berusaha menenangkan sang kekasih yang sangat putus asa. "Tapi yakinlah, jika Kami sama, pasti memiliki rencana yang lebih indah untuk kita berdua." Lanjut pria berusia sekitar 30 tahunan tersebut.
"Ta-tapi-" DUKKKK
"AW..." Messiah yang hendak melontarkan protes langsung terputus akibat tandukan kepala yang ia terima dari Abigail.
"SAKIT TAHU, DASAR ABIGAIL BODOH!" Ucap Messiah dengan suara keras setelah ia merasakan tandukan kekasihnya barusan. Perempuan cantik tersebut terlihat mengelus dahinya yang tadi ditanduk oleh kekasihnya sendiri yang saat ini tinggal tubuh bagian atasnya saja.
"Anggap saja itu sebagai hukuman karena kau tidak menepati janjimu padaku sebelum aku dikeluarkan dari kayangan saat itu." Ucap Abigail tanpa dosa sambil memamerkan cengirannya pada sosok di depannya.
Messiah langsung membeku di tempatnya berdiri setelah kekasihnya berucap demikian. Ia mencoba mengingat sebuah ingatan dimana kekasihnya seperti mengatakan sesuatu sebelum ia dikeluarkan dari kayangan.
"Ma-maaf..." Ucap Messiah setelah ia berhasil mengingat ucapan Abigail sebelum kekasihnya dilemparkan keluar dari kayangan.
"Waktu itu aku mengatakan padamu agar kau jangan sampai diselimuti oleh kebencian. Tapi kenyataannya kau malah diselimtui oleh kebencian serta kegelapan hingga seperti tadi." Ucap Abigail panjang lebar dengan nada yang terdengar kecewa.
"Sebaiknya kau tidak melanggar janjimu yang ini, Sayang." Lanjut Abigail dengan nada yang berubah lembut sambil tersenyum pada kekasihnya sebelum ia benar-benar menghilang menjadi partikel cahaya.
"Hai'." Jawab Messiah dengan nada mantab sambil tersenyum meskipun air matanya kembali menetes dari iris rubynya yang indah.
"Kali ini aku akan menepati janjiku padamu, seperti kau yang menepati janjimu padaku, Sayang." Ucap Messiah pada dirinya sendiri sambil melihat sisa cahaya dari Abigail yang kini benar-benar menghilang meninggalkannya sendirian.
"Aku pegang kata-katamu, sayang." Ucap Abigail yang entah berasal darimana. "Suatu hari nanti Kami sama pasti akan mempertemukan kita kembali." Lanjut suara tersebut.
Messiah langsung mengusap air matanya setelah mendengar ucapan Abigail barusan. Ia terlihat tersenyum dan wajah cantiknya saat ini terlihat dipenuhi dengan kesungguhan dan keteguhan yang kokoh.
"Semoga Kami sama segera mempertemukan kita sekali lagi, wahai kekasihku yang bodoh." Ucap Mesiah pada kekosongan sebelum akhirnya ia menutup kedua iris ruby indahnya.
Sementara itu di dunia nyata...
Kita mundur beberapa menit yang lalu saat Messiah masih berada di mimpi buruk.
Seorang perempuan bersurai hitam yang terlihat berbaring lemah di atas kasur terlihat merintih kesakitan. Ia sepertinya sedang mengalami mimpi buruk.
Tiba-tiba disamping kasur muncul seorang perempuan cantik yang memiliki paras yang mirip dengan sosok pertama yang masih berbaring di atas kasur.
"Nee sama... Nee sama..." Ucap perempuan cantik yang baru saja muncul tersebut yang sepertinya merupakan adik dari sosok pertama yang masih berbaring lemah di atas kasur pasien rumah sakit.
Tapi sosok yang dipanggil oleh sang perempuan yang tidak lain adalah Messiah hanya mengalihkan wajah cantiknya yang masih terpejam ke kanan dan ke kiri.
Beberapa detik kemudian, muncul seorang pemuda dengan pakaian rapi serta haori bertuliskan sichidaime di punggungnya di samping perempuan yang tadi muncul secara tiba-tiba.
"Apa yang terjadi pada Messiah, Jun san?" Tanya pemuda tampan bersurai kuning jabrik tersebut pada perempuan yang terilhat masih memanggil-manggil Messiah dengan sebutan 'nee sama'.
"Aku tidak mengerti, Naruto kun." Jawab perempuan tersebut yang tidak lain adalah Jun. "Sepertinya Messiah nee sama sedang mimpi buruk." Lanjut Jun saat iris hitamnya melihat peluh yang membasahi sosok yang mirip dengannya tersebut.
Naruto langsung mengedarkan pandangannya pada Messiah yang terlihat sangat kesakitan tersebut. Ia terlihat mengedarkan iris safir birunya dari atas hingga ke bawah tubuh Messiah.
"Jun san!" Naruto langsung memanggil Jun dengan nada yang terdengar tegas saat iris birunya melihat keanehan di tubuh Messiah.
Tiba-tiba tubuh Messiah yang tertutup selimut untuk pasien rumah sakit mulai mengeluarkan aura hitam yang mencurigakan. Aura hitam tersebut terus menguar dari seluruh tubuh Messiah yang terlihat masih merintih kesakitan.
"Nee sama... Kumohon buka matamu..." Jun kembali berusaha membangunkan sang kakak dari mimpi buruknya dengan memanggilnya. Kali ini ia bahkan menggoyangkan tubuh ramping perempuan berparas cantik tersebut menggunakan kedua tangannya.
"ARRGGGHHH" Tiba-tiba bibir manis Messiah mengeluarkan suara rintihan kesakitan yang sangat keras. Sepertinya dia benar-benar tersiksa akibat mimpi buruknya.
PYAR PYAR PYAR PYAR
Semua jendela yang ada di rumah sakit desa Konoha langsung pecah setelah terdengar suara rintihan Messiah barusan.
BRUK BRUK
Naruto dan Jun yang tidak siap dengan hal tersebut langsung berlutut ke atas lantai kamar pasien tempat Messiah dirawat akibat teriakan Messiah barusan. Meskipun mereka sempat menutup kedua daun telinga mereka menggunakan tangan masing-masing, akan tetapi sepertinya suara barusan benar-benar menggetarkan gendang telinga kedua makhluk berbeda gender tersebut. Bukan hanya itu, tubuh mereka terlihat terus bergetar sehingga mereka kesusahan untuk menggerakkan tubuh mereka.
"Jun san, kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto dengan nada suara yang terdengar lemah. Lelaki tersebut merasakan jika telinganya telah berdarah dan dadanya masih bergetar akibat teriakan kesakitan dari Messiah barusan.
Akan tetapi tidak ada respon dari Jun. Perempuan cantik dengan surai hitam panjang tersebut terlihat masih berlutut sambil memegangi kedua daun telinganya yang bernasib sama seperti milik Naruto saat ini. Sepertinya perempuan tersebut mengalami tuli sementara karena jaraknya dengan Messiah lebih dekat daripada Naruto.
"Ughhh... Nee sama..." Ucap Jun dengan nada lemah sambil menurunkan kedua tangannya yang ia gunakan untuk menutup kedua daun telinganya. Setelah itu, ia terlihat berusaha menggapai bagian tepi kasur tempat Messiah berbaring untuk membantunya berdiri.
Setelah berhasil berdiri dengan susah payah, Jun terlihat berusaha kembali untuk membangunkan sang kakak yang masih terperangkap mimpi buruknya. Aura hitam yang menguar dari belakang tubuh Messiah juga terlihat lebih pekat dari sebelumnya.
"Nee... Sama..." Ucap Jun dengan nada lemah. Pandangan perempuan berparas cantik tersebut terlihat mengabur. Sepertinya efek yang diterima akibat teriakan Messiah barusan lebih buruk dari pada perkiraannya.
Sreekkk
Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar pasien tempat ketiga insan tersebut dibuka oleh seseorang. Orang itu lantas langsung berlari menghampiri Naruto yang terlihat masih terduduk di atas lantai ruangan pasien tempat Messiah dirawat.
"NARUTO, KAU TIDAK APA-APA?!" Tanya orang yang barusaja datang tersebut dengan suara yang terdengar panik saat melihat kondisi Naruto yang sangat memprihatinkan terutama di bagian telinganya.
"Sa-Sakura..." Ucap Naruto dengan nada lemah saat telinganya yang mengeluarkan darah segar samar-samar mendengar suara mantan teman se teamnya dulu.
Melihat kondisi Naruto yang seperti itu, Sakura langsung berdiri dan berlari menuju pintu keluar tempatnya tadi datang.
"UNTUK PARA PERAWAT YANG SUDAH PULIH SEGERA BANTU AKU UNTUK MERAWAT HOKAGE SAMA!" Saat Sakura sudah berada di ambang pintu, dia langsung berteriak dengan sangat keras untuk memanggil para perawat yang sudah pulih atau baik-baik saja.
Dalam kurun waktu yang cukup singkat, beberapa perawat bergender laki-laki serta perempuan langsung datang sambil mendorong sebuah kasur roda ke arah asal suara Sakura barusan.
Saat beberapa perawat bergender laki-laki tersebut hendak menyentuh bahu Naruto, pemuda bersurai kuning tersebut langsung menepis tangan-tangan yang hendak mengangkatnya ke atas kasur. Para perawat disana langsung dibuat bingung oleh tindakan pemuda bersurai kuning jabrik tersebut.
"Ban-bantu mereka terle-bih da-hulu..." Ucap Naruto dengan nada lemah sambil menunjuk Messiah yang terlihat semakin menggelinjang di atas kasurnya serta Jun yang terlihat dalam kondisi yang lebih memprihatinkan daripada Naruto saat ini.
"Ta-tapi, Hoka-" "I-INI PERINTAH!" Ucapan Sakura yang hendak memprotes langsung dibantah dengan suara tegas yang dikeluarkan oleh Naruto dengan sisa kekuatan yang ia miliki.
Setelah mengeluarkan teriakan barusan, Naruto terlihat terengah-engah. Wajah tampannya mulai terlihat memucat karena darah yang keluar dari kedua daun telinganya tak kunjung berhenti.
Kondisi Jun sendiri saat ini terlihat lebih memprihatinkan. Wajah cantiknya yang putih kini berubah pucat pasi, pandangan iris hitamnya yang biasanya cerah dan ceria kini terlihat setengah terbuka karena kesadarannya yang mulai menipis. Kedua daun telinganya juga masih mengalirkan darah segar seperti Naruto. Akan tetapi, ia terlihat masih menggoyangkan tubuh pasien yang sedang dirawat disana dengan menggunakan kedua tangannya yang terlihat semakin pelan. Bibirnya yang pucat pun juga masih memanggil-manggil sang pasien yang kini diselimuti oleh kegelapan yang lebih pekat daripada beberapa saat yang lalu.
"Baiklah..." Ucap Sakura dengan nada berat saat iris hiijaunya melihat kondisi Jun yang sangat memprihatinkan.
"Kalian berdua cepat panggil beberapa perawat untuk segera kemari dengan membawa sebuah kasur roda. Sisanya akan membantuku untuk merawat nona yang ada disana." Ucap Sakura memberi arahan pada para perawat yang telah siap disana.
"Hai'." "Hai'." Jawab 2 perawat yang tadi ditunjuk oleh Sakura dengan suara yang tegas. Setelah itu, kedua perawat bergender perempuan tersebut langsung melangkahkan kedua kaki mereka untuk pergi dari sana.
"Onna san, mari ikut-" BRUKKK
Seorang perawat perempuan yang hendak membujuk Jun tiba-tiba ambruk saat ia sudah berada di dekat perempuan bersurai hitam sepunggung tersebut.
WUUSSHHH
Tiba-tiba, aura kegelapan dari balik tubuh Messiah seperti meledak dan menyebar di kamar tempatnya dirawat saat ini. Akibat hal tersebut, para perawat yang ada disana bahkan Sakura langsung kehilangan kesadaran mereka karena tidak kuat menahan tekanan dari aura hitam tersebut.
Naruto sendiri terlihat langsung mengaktifkan mode sannin dan Kyuubinya setelah ia merasakan hembusan angin hitam barusan. Tapi sepertinya hal tersebut tak banyak membantunya. Dia kelihatan masih kesusahan untuk berdiri dari tempatnya berlutut saat ini.
'Kekuatan kegelapan yang mengerikan.' Ucap Naruto dalam hati yang terlihat kesusahan untuk menggerakkan tubuhnya yang diselimuti chakra berwarna orange.
Singgg
Tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat terang langsung menghapus semua kegelapan tersebut. Cahaya tersebut berasal dari bagian tengah dada Messiah.
Kedua mata Jun yang awalnya setengah terbuka langsung membelalak karena terkejut dengan hal tersebut. Ia terlihat langsung menghentikan gerakan tangannya pada tubuh Messiah.
Tiba-tiba saja, kondisi Jun langsung pulih kembali. Darah yang keluar dari teliganya tiba-tiba berhenti dan kelopak mata indahnya sudah kembali seperti semula. Bukan hanya itu, tubuh Jun yang terus bergetar juga terlihat mulai tenang. Bukan hanya itu, kegelapan yang menguar dari balik tubuh Messiah juga langsung menghilang seketika.
Hal yang sama terjadi pada Naruto, Sakura ,dan para perawat yang berada di dalam kamar tersebut. Perlahan para perawat yang pingsan disana mulai membuka kedua mata mereka yang tertutup setelah cahaya misterius itu menyinari kamar tersebut.
Naruto yang merasakan jika tubuhnya telah berhenti bergetar langsung berdiri dari posisi berlututnya dan menonaktifkan mode sannin serta kyuubinya. Setelah itu, ia melangkahkan kedua kakinya untuk mendekati kasur Messiah yang menjadi sumber cahaya misterius yang menyembuhkannya.
"Apa yang terjadi, Jun san?" Tanya Naruto saat ia berada di tepi kasur dibagian yang berlawanan dengan Jun saat ini.
"Entahlah, Naruto kun." Jawab Jun sambil menggelengkan kepalanya. "Tapi aku merasa mengenali pancaran chakra ini." Lanjutnya berucap yang lebih mengarah pada dirinya sendiri. Setelah itu ia mencoba mengingat kembali dimana ia pernah merasakan pancaran chakra yang menguar dari dada Messiah sekaligus yang menjadi sumber cahaya yang berada di dalam kamar tersebut sambil terus melihat ke tengah dada Messiah yang menjadi sumber chakra yang ia maksud.
Naruto sendiri terlihat mengalihkan iris safirnya dari Jun untuk melihat kondisi Messiah saat ini. Iris safir Naruto sudah tidak melihat wajah kesakitan dari perempuan berparas cantik yang terlihat masih belum sadar tersebut. Hal itu membuatnya sedikit bisa bernafas lega.
Beberapa saat kemudian para perawat yang ada disana serta Sakura mulai sadar dan bangkit dari posisi mereka. Sakura langsung bertanya pada Naruto tentang apa yang terjadi, tapi Naruto hanya menggelengkan kepalanya sambil mengatakan jika cahaya yang muncul dari dada Messiahlah yang menyembuhkan luka telinganya serta memulihkan tubuhnya.
"Sakura, lebih baik kau segera apa masih ada pasien atau perawat yang lain yang masih terluka akibat teriakan tadi." Ucap Naruto memberikan perintah kepada mantan teman se teamnya tersebut.
"Hai', aku mengerti." Jawab Sakura setelah itu ia mengajak para perawat yang ada disana untuk pergi meninggalkan tempat Messiah dirawat saat ini.
Saat Sakura sudah berada di ambang pintu, tiba-tiba ia berpapasan dengan beberapa perawat yang terlihat akan memasuki ruangan tempat Messiah dirawat sambil membawa sebuah kasur beroda.
Sakura langsung menjelaskan jika hal tersebut sudah tidak diperlukan lagi. Lalu dia memberi perintah pada para perawat tersebut untuk berpencar dan memeriksa semua pasien yang ada di rumah sakit untuk memastikan apakah masih ada yang terluka akibat insiden tadi atau tidak.
Srettt
Setelah memberikan arahan pada para perawat yang baru datang tersebut, Sakura langsung menutup pintu kamar tempat Messiah dirawat dan langsung berjalan pergi darisana.
Setelah beberapa saat terus menerangi kamar Messiah, cahaya yang memancar dari bagian tengah perempuan tersebut terlihat mulai meredup sebelum akhirnya benar-benar menghilang seperti kemunculannya yang misterius.
"Semoga Kami sama segera mempertemukan kita sekali lagi, wahai kekasihku yang bodoh." Ucapan bernada pelan dan lemah ini bukan berasal dari Jun ataupun Naruto. Melainkan dari sosok yang terbaring lemah di atas kasur dengan kelopak matanya yang kini terlihat mulai bergetar.
"Jangan-jangan..." Jun langsung berucap demikian saat ingatannya berhasil mengingat sesuatu tentang chakra yang saat ini tidak bisa ia rasakan lagi. Ia langsung mengalihkan pandangan iris hitamnya untuk melihat paras cantik Messiah yang terlihat mulai membuka kedua matanya setelah ia mendengar ucapan bernada lemah yang meluncur manis dari bibir Messiah barusan.
Dan beberapa detik kemudian, kelopak mata Messiah yang tertutup mulai terbuka secara perlahan dan menampilkan iris ruby indah di baliknya. Perempuan cantik tersebut terlihat mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Setelah merasa cukup, perempuan berparas cantik tersebut terlihat mengedarkan pandangannya untuk melihat Naruto dan Jun secara bergantian.
"Hai, baka imouto" Panggill Messiah dengan nada lemah khas orang bangun tidur saat iris ruby indahnya melihat Jun yang berdiri di sisi kiri kasur tempatnya dirawat saat ini sedang menatapnya dengan pandangan lega. Perempuan berparas manis ini juga menekankan kata 'baka imouto' dalam panggilannya barusan.
TWITCH
Sebuah perempatan langsung muncul di kepala Jun saat telinganya mendengar sapaan Messiah barusan. Wajah lega perempuan berparas manis tersebut langsung luntur. Perempuan berparas manis tersebut terlihat langsung menundukkan kepalanya untuk melihat lantai kamar tempat kakaknya dirawat saat ini.
"Room: Mirror of World" Ucap Jun dengan nada pelan dengan kedua tangannya yang telah membuat sebuah handseal entah sejak kapan.
Tiba-tiba sebuah lingkaran hitam dengan diameter 2 meteran terlihat muncul di atas Jun, Messiah, serta Naruto.
Srettt
Beberapa detik kemudian, lingkaran tersebut terlihat turun dengan cepat mengelilingi ketiga orang yang ada disana.
Setelah itu, Jun terlihat mendekatkan wajah cantiknya yang tertunduk ke arah Messiah. Saat sudah berada beberapa centi dihadapan paras cantik Messiah, Jun terlihat memamerkan senyuman manisnya lalu...
DUKKK
"Awww..." Tiba-tiba Jun langsung menanduk dahi Messiah dan membuat perempuan yang memiliki paras yang mirip dengannya tersebut merintih kesakitan. Naruto yang melihat kejadian gaje tersebut hanya bisa sweetdrop. Lelaki dengan haori bertuliskan 'sichidaime' ini tidak tahu harus berbuat apa saat ini.
"SAKIT TAHU DASAR BAKA IMOUTO!" Ucap Messiah dengan suara keras sambil sekali lagi menekankan kata 'baka imouto' di kalimatnya barusan. Terlihat perempuan cantik dengan iris ruby tersebut mengelus dahinya yang tadi ditanduk oleh adik kembarnya sendiri.
"SALAH SENDIRI, KENAPA BARU SADAR LANGSUNG CARI GARA-GARA, DASAR BAKA NEE SAMA!" Balas Jun dengan nada yang tidak kalah keras dengan suara kakak kembarnya barusan. Ia juga menekankan kata 'baka nee sama' untuk memanggil kakak kembarnya.
"Ano... Minna san, bisakah kalian-" "DIAM KAU KEPALA DURIAN!" DIAM KAU KEPALA DURIAN!" Ucapan Naruto yang hendak mengucapkan sesuatu langsung dipotong oleh suara Messiah dan Jun yang terdengar kompak barusan.
Naruto langsung kembali sweetdrop saat mendengar suara kompak dari kakak beradik kembar identik yang berada di depannya. Kali ini lelaki tersebut lebih memilih diam dan tidak mau ikut campur urusan mereka.
'Hah... Perempuan memang menakutkan...' Ucap Naruto dalam hati sambil menghembuskan nafas berat.
"APA KAU BILANG, KEPALA DURIAN?!" "APA KAU BILANG, KEPALA DURIAN?!" Lagi-lagi Jun dan Messiah langsung mengatakan sesuatu yang sama dalam waktu yang sama pula saat mereka mendengar suara hati Naruto barusan. Iris indah berbeda warna kedua perempuan berparas manis tersebut juga terlihat menatap Naruto dengan tatapan yang tajam.
"Ti-tidak, tidak ada apa-apa... Hehehe..." Ucap Naruto sambil tertawa nerves saat ia mendapatkan tatapan tajam dari kakak beradik kembar identik di depannya.
Setelah itu, Jun dan Messiah kembali saling melempar tatapan tajam. Sebuah kilatan terlihat muncul di antara kedua mata mereka yang berwarna indah.
Dan kemudian, sumpah serapah mulai dari hewan di kebun binatang, hingga makhluk penghuni nerakapun keluar dari bibir manis kedua perempuan yang memiliki paras yang mirip tersebut.
Sementara itu di dunia tempat para iblis...
Terlihat sang raja iblis yang masih memakai pakaian yang seperti sebelumnya sedang duduk di atas atap kastil tempatnya memerintah dunia dengan aura kelam tersebut.
Irisnya yang berwarna merah darah terlihat memandang jauh ke atas langit yang berada di atasnya dengan pandangan kosong. Di samping tempat duduknya terlihat sebuah kendi berukuran kecil bertuliskan 'sake' yang menemaninya di atap kastil.
Glek glek glek
Setelah puas memandang langit di atasnya, sang raja iblis terlihat langsung menenggak semua isi dari kendi yang berada di sampingnya lalu langsung melempar kendi kosong tersebut dengan asal ke angkasa. Setelah cukup jauh, akhirnya medan gravitasi tempat tersebut menarik kendi sake yang sejak tadi melayang di udara untuk jatuh kebawah.
"AWWWW" Beberapa detik kemudian, terdengar rintihan kesakitan yang sangat keras yang berasal dari tempat kendi sake tersebut terjatuh.
"KAKAK IPAR, JANGAN ASAL SAJA MEMBUANG KENDI SAKEMU YANG SUDAH KOSONG!" Teriak sebuah suara yang sangat keras. Suara ini adalah suara yang sama yang tadi terdengar merintih kesakitan. Sepertinya sang pemilik suara menjadi korban pelemparan kendi sake kosong yang tadi dilempar oleh sang raja iblis dari atap kastil.
Saat telinga sang raja iblis mendengar teriakan barusan, ia hanya mengukir sebuah senyuman tipis di wajahnya yang terlihat seram.
Tap
Tiba-tiba raja iblis meninggalkan tempat tersebut saat sesosok perempuan dengan sayap hitam dan tubuh rampingnya yang diselimuti oleh kegelapan muncul beberapa langkah di belakang dirinya.
"Hm... Sungguh kewaspadaan yang luar biasa." Ucap sosok tidak undang yang tiba-tiba saja berada di tempat tersebut pada dirinya sendiri saat iris merah darahnya tidak melihat sang raja iblis yang tadi berada beberapa langkah di depannya.
"Siapa dirimu? Dan apa maumu?" Ucap sang raja iblis yang entah sejak kapan sudah berada di belakang sosok perempuan bersayap hitam yang muncul tiba-tiba disana.
"Wow... Wow... Wow... Tenanglah-" "Waktumu 5 detik untuk menjelaskan siapa dirimu dan apa tujuanmu." Ucapan santai perempuan bersayap hitam tersebut langsung dipotong oleh ucapan sang raja iblis dengan nada yang terdengar tidak bersahabat. Saat sang raja iblis berkata demiikian, ia sudah memasang kuda-kuda bertarungnya dan memposisikan salah satu tangannya yang terlihat terbuka tepat di belakang pinggang perempuan tersebut.
"Baiklah..." Ucap sang perempuan yang merasa jika posisinya kurang diuntungkan disini. "Perkenalkan nama saya adalah Yami." Lanjut sosok perempuan dengan iris merah darah tersebut memperkenalkan dirinya.
"3..." Ucap sang raja iblis dengan nada yang terdengar tidak puas dengan penjelasan sosok di depannya. Tangannya yang terlihat terbuka di belakang Yami terlihat mulai terkepal.
"Saya datang kemari karena saya ingin memberikan anda sebuah penawaran yang sangat menarik." Ucap Yami masih dengan nada tenang meskipun waktu yang diberikan sosok yang ia ajak negosiasi sudah hampir habis.
"4..." Sang raja iblis terlihat mulai geram dan tangan kanannya terlihat mulai diselimuti oleh kekuatan kegelapan yang berasal dari dirinya.
"Jika anda mau melakukan ini, saya akan memberikan sesuatu yang sangat anda inginkan selama ini." Ucap sang Yami sambil menolehkan wajahnya untuk melihat wajah sang raja iblis.
Sang raja iblis langsung menatap iris merah darah sosok di depannya untuk mencari kebohongan sosok di depannya. Saat ia tidak menemukan kebohongan apapun, ia terlihat menurunkan tangannya yang sudah terkepal di belakang pinggang Yami.
"Apa yang akan kau berikan padaku jika aku membantumu?" Tanya sang raja iblis dengan nada yang terdengar kaku. Tapi dari nada kaku tersebut terdengar ada nada tertarik yang tidak kentara.
"Tentu saja sesuatu yang sangat anda inginkan selama ini yang tidak lain adalah..." Ucap Yami menggantung sambil memasukkan sayap hitam dipunggungnya kedalam tubuhnya lalu ia terlihat membalikkan badannya. "... Kematian." Lanjut sosok dengan kegelapan yang menyelimuti sekujur tubuhnya tersebut sambil mengeluarkan seringaian seramnya di depan sang raja iblis.
Iris merah tanpa pupil sang raja iblis langsung terlihat membelalak saat ia mendengar ucapan Yami barusan. Beberapa detik kemudian, sebuah seringaian yang tidak kalah seram terukir di wajahnya.
Yami langsung memperlebar seringaiannya saat ia melihat seringaian sang raja iblis.
DUAKKKK
"OHOKKKK" Yami langsung memuntahkan darah berwarna hitam dalam jumlah banyak dari mulutnya saat dengan tiba-tiba sang raja iblis memukul perutnya dengan sangat keras.
"Aku memang menginginkan kematian, tapi aku akan mengalami hal tersebut setelah aku merasakan kepuasan dalam pertarungan suatu hari nanti." Ucap sang raja iblis dengan nada yang terdengar penuh amarah. Seringaian seram di wajahnya kini digantikan dengan tatapan membunuh yang mampu membuat siapapun akan jatuh berlutut.
Brukkk
"UHUKKK UHUKKK" Yami masih terbatuk sembari memuntahkan darah hitamnya dalam jumlah banyak beberapa kali setelah sang raja iblis menyingkirkan tangannya yang menahan tubuhnya. Sontak saja dirinya langsung terjatuh ke atas lantai atap kastil bernuansa eropa tersebut.
"Aku akan jamin jika suatu saat nanti-" "Aku akan jamin kau akan menyesal jika kau tidak pergi dari hadapanku dalam waktu 3 detik." Ucapan Yami sekali lagi dipotong oleh suara bariton seram milik sang raja iblis. Terlihat chakra sang raja iblis mulai berkumpul di tangan kanannya seperti membungkusnya.
"CIH!" "3." Decihan Yami terdengar bersamaan dengan suara raja iblis yang secara tiba-tiba mengayunkan pukulan tangan kanannya yang sudah terselimuti chakranya.
DUARRRR
Sebuah ledakan besar langsung terjadi di atas atap tempat raja iblis saat ini. Akibat ledakan tersebut, atap tempat raja iblis dan Yami berbicara barusan langsung ditutupi debu tebal.
"KAKAK IPAR, KAU TIDAK APA-APA?!" Tanya sebuah suara yang terdengar berasal dari balik debu tebal yang berterbangan di sekitar sang raja iblis yang masih berdiri dalam diam. Suara tersebut berasal beberapa meter di belakang sang raja iblis.
"HM!" Wussshhh
Sang raja iblis terdengar mendengus dengan angkuh sambil mengayunkan salah satu tangannya. Seketika itu juga sebuah angin berhembus lumayan kencang dan membuat debu tebal di sekitarnya langsung menghilang dan menunjukkan dirinya yang hanya berdiri sendirian.
Sang raja iblis terlihat mengalirkan pandangan iris merah tanpa pupilnya untuk mencari keberadaan perempuan beriris merah darah yang tadi bersamanya. Setelah tidak menemukan keberadaan sosok yang ia cari, sang raja iblis terlihat duduk kembali di bagian tepi kastil seperti sebelum sosok Yami tiba-tiba muncul.
"Kakak ipar, sebenarnya ada apa?" Tanya seorang iblis yang terlihat memiliki kulit sangat pucat dan iris biru seindah langit pagi hari pada sang raja iblis yang duduk di bagian tepi atap kastil.
"Tidak ada apa-apa, Ryoji." Jawab sang raja iblis dengan nada tenang. "Aku hanya mengusir seekor kecoa yang entah bagaimana bisa muncul disini." Lanjut sang raja iblis menjelaskan sambil menekankan kata 'kecoa'.
Iblis berkulit pucat dengan usia yang terlihat jauh lebih muda tersebut terlihat mengalihkan pandangannya untuk mencari 'kecoa' yang dimaksud oleh sosok yang ia panggil kakak ipar. Akan tetapi ia tidak bisa menemukan apapun atau siapapun disana selain bagian atap istana yang rusak sebagian akibat serangan sosok di depannya.
"Sepertinya dia melarikan diri." Ucap sang raja iblis yang seolah mengerti jika sebuah pertanyaan akan keluar dari sosok iblis di belakangnya.
"Lain kali, jangan terlalu gegabah, Nii sama." Ucap Ryoji dengan nada yang terdengar serius. "Karena kekuatanmu itu bisa menghancurkan istana ini jika kau bertindak gegabah." Lanjut iblis berkulit pucat dengan surai hitam yang diikat pony tail tersebut sebelum menghilang dari atap kastil dan meninggalkan sang raja iblis sendirian disana.
Sang raja iblis hanya tersenyum simpul setelah mendengar saran dari Ryoji yang tidak lain adalah adik iparnya sendiri. Setelah itu, ia terlihat memandang langit berwarna merah di atasnya sekali lagi.
Sementara itu di sebuah tempat yang sangat gelap...
Sosok yang tadi menyebut dirinya sebagai Yami terlihat berjalan tertatih-tatih sambil memegang perutnya yang terlihat masuk kedalam. Sosok perempuan tersebut terlihat terbatuk mengeluarkan darah saat ia berjalan menembus lorong yang sangat gelap yang ada di depannya.
"Dasar raja iblis brengsek!" Ucap Yami pada dirinya sendiri sambil terus melangkahkan kakinya untuk menuju ujung lorong gelap yang ia lewati saat ini.
Brukkk
"Ughhh... Sakit sekali..." Saat Yami sudah sampai di ujung lorong yang sangat gelap, perempuan tersebut langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tanah sambil mengeluarkan rintihan kesakitan akibat luka diperutnya.
"Ini semua karena ulah Messiah..." Ucapnya pada dirinya sendiri. "Padahal aku sudah hampir mencapai kekuatan penuhku, tapi karena dia melepaskan diri, aku jadi kehilangan sebagian besar kekuatanku." Lanjutnya panjang lebar sambil menatap langit-langit ruangan gelap gulita dari tempatnya berbaring saat ini.
Setelah puas berbicara pada dirinya sendiri, Yami terlihat merubah posisinya menjadi duduk dan menyandarkan punggungnya pada dinding ruangan tempatnya saat ini.
"Karena sebagian besar kekuatanku menghilang, aku jadi hampir mengerahkan seluruh kekuatanku hanya untuk keluar dari dimensi buatanku sendiri." Ucap Yami sekali lagi pada dirinya sendiri dengan nada yang terdengar sangat kesal.
"Tunggu saja Kami brengsek... Akan aku hancurkan bumi ini beserta isinya!" Ucap Yami pada dirinya sendiri dengan kilatan tajam di iris merah darahnya.
Sementara itu di tempat Naruto...
Terlihat dua orang perempuan berparas mirip yang terlihat terengah-engah dihadapan seorang pemuda tampan bersurai kuning jabrik yang hanya bisa memandang dengan sweetdrop.
Kedua perempuan tersebut tidak lain adalah Jun dan Messiah yang tadi terlibat saling ejek. Sementara seorang pemuda tampan bersurai kuning jabrik disana adalah Naruto yang tidak berani ikut campur setelah mendengar bentakan dari dua sosok di depannya.
Brukkk
Tiba-tiba Jun langsung memeluk Messiah yang masih berada di atas kasur pasien tempatnya dirawat. Lalu suara isak tangis terdengar dari perempuan cantik yang memiliki paras yang mirip dengan seseorang yang sedang ia peluk saat ini.
"Syukurlah hikss... Jika kau sudah hikss... Baik-baik saja hikss... Baka nee sama." Ucap Jun di sela tangisannya sambil mempererat pelukannya pada sosok di depannya. Ia seolah takut jika perempuan yang saat ini ia peluk akan kembali diselimuti oleh kebencian jika dia melonggarkan pelukannya.
"Maaf karena membuatmu khawatir selama ini, baka imouto..." Ucap Messiah dengan nada lembut dan sangat tulus sambil mulai membalas pelukan adik kembarnya.
Sweetdrop Naruto langsung hilang saat iris birunya melihat kejadian di depannya saat ini. Ia terlihat mengulas sebuah senyuman lega di wajah tampannya.
Setelah puas memeluk kakak kembarnya, Jun terlihat mengundurkan dirinya dan mengusap air matanya yang belum mengering dari wajahnya.
"Maaf jika aku menganggu reuni kalian..." Ucap Naruto yang menginterupsi pertemuan kakak beradik kembar identik di depannya.
"Tidak apa-apa, Naruto kun." Ucap Messiah dengan nada lembut diselingi sebuah senyuman tulus yang membuat wajahnya terlihat semakin cantik. Sementara Jun hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia sependapat dengan kakak kembarnya.
"Sebenarnya ada yang ingin-" "Kau ingin bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi bukan begitu, Naruto kun?" Saat Naruto hendak berucap, Jun langsung memotongnya dan melanjutkannya seperti sebelum-sebelumnya.
Naruto hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Jun barusan. Wajah tampannya terlihat dipenuhi dengan pertanyaan yang tidak ia mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
"Jun chan, berapa kali aku harus bilang padamu jika memotong kalimat orang lain adalah sebuah kebiasaan yang buruk?" Tanya Messiah dengan nada suara lembut dan terdengar sangat berwibawa. Berbeda dengan suaranya yang di dengar oleh Naruto beberapa saat lalu saat ia saling ejek dengan adik kembarnya.
"Maaf nee sama..." Ucap Jun sambil menundukkan wajah cantiknya karena rasa bersalah.
"Tidak apa-apa." Ucap Messiah dengan nada keibuan sambil mengelus puncak kepala Jun dengan tangan kirinya.
Naruto yang melihat kejadian di depannya langsung terpaku di tempatnya berdiri saat ini. Ia terpaku bukan karena Messiah yang sedang mengelus kepala Jun. Akan tetapi ia terpaku saat telinganya mendengar suara keibuan milik Messiah barusan.
Tiba-tiba pandangan Naruto berubah kosong dan ingatannya memutar memorinya saat ia masih sangat kecil dan belum bersekolah. Saat ia kecil dan dikucilkan oleh warga desa, ia akan pergi ke rumah tempat tinggalnya dan akan menangis sendirian. Di saat ia menangis sendirian tersebut, ia ingat jika ada sesosok perempuan yang tidak begitu ia ingat wajahnya akan selalu datang untuk menenangkannya seperti seorang ibu yang tidak ingin melihat anaknya terpuruk karena kesedihan yang terlalu dalam.
Naruto hampir tidak mengingat kejadian tersebut karena kejadian itu sudah sangat lama terutama saat ia masih sangat kecil. Saat Naruto sudah menginjak usia dewasa, ia berpikir jika sosok di depannya saat itu adalah imajinasinya sendiri yang selalu mendambakan kasih sayang orang tua.
Tanpa sadar air mata Naruto telah mengalir dari pelupuk matanya yang seindah langit biru. Tapi dengan segera ia usap air mata tersebut menggunakan tangannya agar kedua sosok di depannya tidak sadar jika ia barusaja menangis.
Setelah puas mengelus puncak kepala Jun, Messiah terlihat mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan melalui bibir manisnya.
"Sebelum aku memulai ceritaku, pertama-pertama aku harus meminta maaf padamu terlebih dahulu, Naruto kun." Ucap Jun sambil menatap Naruto dengan pandangan bersalah.
Naruto yang tidak mengerti dengan maksud Messiah hanya bisa memandang perempuan tersebut dengan tatapan bingung.
"Aku minta maaf karena kebodohan dan keegoisanku, sosok kegelapan yang ingin merusak dunia beserta isinya ini berhasil menghancurkan desa Kumo, Suna, serta desa Iwa." Ucap Messiah dengan nada yang terdengar penuh penyesalan. "Dan karena aku pula kau malah terluka, dan juga aku telah menyakiti salah satu kunoichi desa Konoha yang tidak lain adalah Tenten san." Lanjut Messiah dengan nada yang sama.
"Messiah san..." Panggil Naruto dengan nada suara yang terdengar serius. "Aku tidak mengerti dengan apapun yang kau ucapkan barusan." Lanjut pemuda berparas tampan dengan surai jabrik tersebut the point dengan pandangan bodohnya pada Messiah.
GUBRAK GUBRAK
Messiah dan Jun langsung terjengkang kebelakang dengan kaki ke atas setelah telinga mereka mendengar ucapan bernada bodoh dari Naruto barusan. Mereka benar-benar tidak mengira jika Naruto yang notabene adalah seorang hokage desa Konoha adalah sosok yang sangat bodoh.
"NARUTO KAU-" "Akan tetapi aku yakin satu hal." Ucapan bernada penuh emosi Jun langsung dipotong dengan cepat oleh suara Naruto. "Kau adalah sosok yang baik hati sekaligus sosok ibu yang selalu menemaniku saat aku merasakan kesedihan karena dikucilkan oleh para warga desa saat aku masih sangat kecil dulu." Lanjut Naruto menjelaskan tentang hal yang ia yakini.
"Naruto kun..." Ucap Jun yang tersentuh dengan ucapan yang diucapkan oleh pemuda tampan bersurai kuning jabrik tersebut.
"Dari situ pula lah aku juga yakin jika yang menghancurkan desa Suna, Iwa, serta desa Kumo, bukanlah dirimu." Ucap Naruto dengan nada berubah lembut. "Melainkan sosok yang akan aku hentikan saat aku siap nanti." Lanjut pemuda tersebut dengan suara penuh tekad.
Air mata Messiah langsung mengalir dari iris ruby indahya sesaat setelah mendengar ucapan Naruto barusan. Ia tidak menyangka jika ada sesosok manusia yang bisa memaafkan kesalahannya yang menurutnya sangat fatal.
"Berarti sosok yang aku lihat dimasa depan Naruto kun, bukanlah Messiah nee sama ya?" Tanya Jun yang seperti baru menyadari hal tersebut. Setelah itu ia terlihat menatap tajam ke arah Naruto.
Naruto yang ditatap tajam oleh Jun langsung merasa tidak nyaman. Ia tidak mengerti dengan arti tatapan tajam dari perempuan yang mirip Messiah tersebut.
"Tenanglah, Naruto kun." Ucap Messiah dengan nada lembut saat iris ruby indahnya melihat wajah tampan Naruto yang merasa kurang nyaman dengan pandangan adik kembarnya. Sepertinya perempuan berparas cantik tersebut sudah tenang kembali. "Jun hanya ingin melihat masa depan seperti apa yang terjadi padamu." Lanjut Messiah menjelaskan tentang arti tatapan tajam Jun pada sang pemuda.
"Oh..." Naruto hanya manggut-manggut setelah mendengar penjelasan dari Messiah barusan. Kini hati Naruto yang malah jadi dag dig dug karena ia sangat penasaran dengan apa yang akan keluar dari bibir perempuan yang saat ini masih menatapnya dengan pandangan tajam.
"Aneh sekali..." Ucap Jun setelah beberapa saat memandang Naruto dengan tatapan tajam.
"Ada apa, Jun san?" Buru Naruto yang sepertinya sudah sangat penasaran dengan masa depan yang telah dilihat oleh permepuan cantik bersurai hitam sepunggung tersebut.
"Aku masih melihat kejadian yang sama seperti pertama kali aku melihat masa depanmu, Naruto kun." Ucap Jun dengan nada yang terdengar bingung. "Padahal kakak sudah kembali seperti dulu, tapi dari yang aku lihat barusan, kau masih akan melawan kakakku di masa depan nanti dan kemungkinannya pun masih ada jutaan seperti dulu." Lanjut perempuan cantik beriris hitam tersebut masih dengan nada bingungnya.
"Jun chan, yang kau lihat itu bukanlah diriku." Ucap Messiah dengan nada lemah lembut khas keibuannya. "Sosok yang mirip denganku yang kau lihat di masa depan Naruto kun adalah Yami sang dewi yang diselimuti oleh kegelapan." Lanjut Messiah memberitahu adik kembarnya.
"Apa?" Jun terlihat membelalak tidak percaya saat mendengar ucapan kakak kembarnya barusan. "Bu-bukankah dia hanyalah mitos belaka, nee sama?" Lanjut Jun yang sepertinya masih sulit mempercayai perkataan kakak kembarnya.
Messiah hanya menggelengkan kepalanya setelah ia mendengar pertanyaan bernada tidak percaya dari Jun.
"Yami bukanlah mitos belaka, Jun chan." Ucap Messiah setelah ia menggelengkan kepalanya. "Dia dulu merupakan salah satu dari dewa dan dewi seperti kita berdua." Lanjut perempuan cantik dengan iris ruby tersebut yang mulai menjelaskan.
"Kalau boleh tahu, siapakah sebenarnya Yami ini, Messiah san?" Tanya Naruto yang sepertinya sudah sangat penasaran.
"Yami dulunya adalah seorang dewi cinta sekaligus dewi yang menjaga tugas untuk mejaga ruang dan waktu." Jawab Messiah menjelaskan sedikit tentang sosok yang ia perangkap beberapa waktu yang lalu.
Iris hitam Jun langsung membelalak setelah mendengar jawaban Messiah barusan. Sementara Naruto sendiri hanya terlihat diam sambil menantikan penjelasan yang seperti apa yang akan disebutkan oleh Messiah.
"Yami sendiri bukanlah nama aslinya, itu hanyalah julukannya untuk sosoknya yang saat ini." Ucap Messiah yang melanjutkan penjelasannya. "Nama asli dari Yami adalah Aphopis." Lanjut Messiah memberitahu nama asli dari sosok yang sejak tadi ia sebut dengan sebutan Yami.
Jun terlihat membelalakkan kedua iris hitam indahnya setelah telinganya mendengar nama asli sosok Yami. Sementara Naruto sendiri terlihat hanya diam tanpa ekspresi yang berarti. Sepertinya pemuda berparas tampan ini masih ingin tahu lebih jauh tentang sosok yang diceritakan Messiah.
Setelah itu, perempuan berparas cantik dengan iris ruby tersebut terlihat menarik nafas yang sangat panjang dari hidungnya lalu menghembuskannya dengan perlahan melalui mulutnya.
"Aphopis adalah seorang dewi yang dulunya mengemban tugas untuk menjaga ruang dan waktu sekaligus mencintai semua makhluk Kami sama." Ucap Messiah yang memulai menjelaskan. "Akan tetapi bukannya menjaga keseimbangan ruang dan waktu, dia malah merubah semua takdir makhluk Kami sama yang ia cintai menggunakan kekuatannya. Para dewa yang mengetahui hal tersebut langsung melaporkan hal itu kepada Kami sama. Saat itu Kami sama sangat murka dan memerintahkan 4 malaikat agung untuk menangkapnya." Lanjut perempuan cantik yang masih duduk di atas kasur pasien menjelaskan panjang lebar.
"Saat akan ditangkap oleh 4 malaikat agung serta para dewa dan dewi yang mendapatkan tugas untuk membantu, Aphopis malah melawan mereka semua seorang diri. Bahkan ia berhasil mengalahkan 2 malaikat agung serta berhasil membunuh puluhan bahkan ratusan dewa dan dewi yang saat itu bertugas membantu mereka untuk menangkapnya." Ucap Messiah setelah ia terdiam beberapa saat. "Mulai saat itulah sayap dipunggungnya yang awalnya berwarna putih bersih berubah menjadi hitam legam serta iris rubynya yang seperti milikku ikut berubah menjadi berwarna merah darah karena diselimuti oleh kebencian dan keegoisannya yang sangat kuat." Lanjut Messiah sambil menghembuskan nafas panjang.
"Lalu bagaimana 2 malaikat agung yang lain menangkapnya, Messiah san? Lalu apa yang terjadi padanya setelah mereka menangkapnya?" Tanya Naruto yang ternyata masih penasaran.
"Sejauh yang aku tahu, 2 malaikat agung yang terluka meminta bantuan kepada Kami sama. Kami sama yang mendengar permintaan mereka, langsung mengirimkan 5 dewa elemental untuk membantu mereka. Meskipun telah mendapatkan kekuatan bantuan, mereka tetap saja kuwalahan untuk menangkap Aphopis yang saat itu memiliki kekuatan kebencian serta kegelapan yang tidak terkira." Jawab Messiah panjang lebar menjelaskan tentang apa yang ia ketahui.
Jun dan Naruto masih menjadi pendengar yang setia. Mereka terlihat masih diam dan hanya memandang Messiah seperti seorang anak kecil yang menunggu kelanjutan dongeng dari ibunya.
"Dan pada akhirnya mereka berhasil menangkapnya meskipun 2 dari 4 malaikat agung mengalami luka yang berat. Kemudian, saat penghakiman, Kami sama mengambil semua kekuatan dewi milik Aphopis. Sementara kekuatan kegelapan di dalam hati Aphopis disegel secara langsung oleh 4 malaikat agung dan diturunkan ke bumi dalam bentuk sebuah biji pohon atas perintah langsung dari Kami sama." Ucap Messiah setelah mengambil nafas panjang dan menghembuskannya sekali lagi.
"Dan pohon tersebut adalah pohon Shinju." Ucapan ini bukan berasal dari Messiah. Melainkan dari Jun yang sejak tadi hanya menjadi pendengar yang baik.
"Benar." Ucap Messiah setelah ia mendengar pendapat dari Naruto barusan. "Tidak lama setelah itu, Kami sama menciptakan kami berdua dan memberikan kekuatan Aphopis secara terpisah agar tragedi yang sama tidak terulang kembali di masa depan." Lanjut Messiah menjelaskan bagaimana dia dan Jun menjadi dewi cinta dan dewi penjaga ruang dan waktu.
"Akan tetapi sepertinya sedikit dari kebencian Aphopis telah menyatu dengan kekuatannya. Akibat sisa kebencian tersebut aku hampir mengulang tragedi yang sama seperti yang telah berlalu. Jika saja Abigail san yang tidak lain adalah salah satu malaikat agung tidak mengorbankan dirinya untuk menolongku saat itu. Mungkin aku dan Aphopis akan menjadi satu secara penuh." Ucap Messiah panjang lebar dengan nada yang terdengar sedih bercampur rasa bersalah.
Naruto langsung manggut-manggut setelah ia mendengar penjelasan tersebut. Ia jadi mengerti kenapa dulu Kaguya diliputi oleh kebencian serta kegelapan yang sangat kuat serta mengapa sang dewi cinta bisa diliputi kekuatan kebencian serta kegelapan yang sangat luar biasa hebat.
"Lalu bisakah aku bertanya tentang sesuatu? Aku merasa jika masih ada yang mengganjal disini." Ucap Naruto setelah ia berhenti manggut-manggut.
"Apa itu, Naruto kun?" Tanya Jun dengan nada yang terdengar penasaran. Sementara Messiah hanya memandang pemuda bersurai kuning jabrik tersebut dengan pandangan 'aku sudah menjelaskan semuanya'.
"Bagaimana dia bisa kembali kedunia?!" Tanya Naruto sambil menunjuk di tembok yang berada tepat di seberang tempatnya berdiri saat ini yang terlihat mulai terbuka secara horizontal. Naruto juga menekankan kata 'dia' dalam kalimat yang ia ucapkan barusan.
Beberapa detik kemudian, seorang wanita berparas cantik dengan surai putih panjang muncul dari lubang yang ada di dinding yang tadi ditunjuk oleh Naruto.
"Oh, kalau ini karena permintaanku pada Kami sama, Naruto kun." Jawab Jun dengan nada santai saat iris hitamnya melihat seorang wanita keluar dari belahan dinding yang ada disana.
"Apa maksudmu, Jun chan? Dan bukankah dia ini adalah pemimpin dari klan Otsutsuki saat itu?" Tanya Messiah yang sepertinya tidak terkejut sama sekali dengan kemunculan mendadak dari tamu tidak diundangnya.
"Jun sama meminta kepada Kami sama agar Beliau mau mengampuni dosa yang telah saya perbuat dimasa lalu." Jawab sosok yang baru saja muncul tersebut saat kakinya yang tertutup pakaiannya menyentuh lantai tempat Messiah dirawat saat ini. "Dan yang anda ucapkan memang benar, saya adalah sang pemimpin dari klan Otsutsuki. Nama saya adalah Kaguya, Messiah sama." Lanjut wanita dengan bibir berwarna merah tersebut sambil membungkukkan dirinya kepada Messiah.
"Aku sudah mengenalmu, Kaguya chan." Jawab Messiah dengan nada yang kembali terdengar keibuan. "Karena hasutan darikulah kau akhirnya ingin menghentikan peperangan yang terjadi di atas bumi." Lanjut Messiah menjelaskan darimana dia mengetahui perempuan cantik bersurai putih panjang tersebut.
Kaguya langsung menegakkan tubuhnya yang membungkuk setelah mendengar ucapan Messiah barusan. Ekspresi wajah cantiknya terlihat sangat terkejut dengan ucapan sosok yang terlihat sedang duduk di atas kasur tersebut.
"Oh, jadi begitu..." Ucap Naruto yang mulai mengerti kenapa Kaguya bisa kembali ke dunia ini meskipun dulu ia dan sahabatnya telah membunuhnya saat perang dunia shinobi.
Setelah cerita panjang dari Messiah serta perkenalan singkat dari Kaguya, 4 orang yang ada di dalam ruangan tersebut terlihat diam karena mereka telah kehabisan topik pembicaraan.
"Ano... Kaguya chan, ada apa kau datang kemari?" Tanya Naruto yang memecah kesunyian tidak nyaman yang tiba-tiba terjadi di antara mereka.
"Sebenarnya aku kemari karena para istrimu meminta tolong padaku untuk mencarimu saat mereka tidak menemukanmu di kantor Hokage, Naruto kun." Jawab Kaguya jujur.
"Memang ada apa mereka mencariku? Tidak bisakah mereka langsung datang kemari tanpa meminta bantuan darimu?" Tanya Naruto secara beruntun yang masih belum sadar jika dirinya dengan 3 perempuan di depannya berada di dimensi yang berbeda.
"Itu karena kita tidak berada di rumah sakit Konoha yang kau kenal, baka Naruto kun." Kali ini Jun yang menjawab pertanyaan Naruto.
"..." Naruto hanya diam saja setelah mendengar ucapan Jun barusan. Ia memandang perempuan cantik beriris hitam legam tersebut dengan sebelah alisnya yang terangkat seolah bertanya tentang apa maksud dari Jun barusan.
"Apakah kau tidak melihat aku tadi yang membentuk handseal sebelum aku dan Messiah nee sama bertengkar, Naruto kun?" Tanya Jun dengan pandangan 'apa kau sudah rabun?'
"Tidak." Jawab Naruto jujur dan singkat.
GUBRAK GUBRAK
Messiah dan Jun langsung kembali terjengkang kebelakang saat mereka mendengar jawaban Naruto barusan. Sementara Kaguya hanya bisa sweetdrop saat melihat kelakuan dua perempuan berparas mirip tersebut. Naruto sendiri hanya terlihat semakin bingung saat iris biru safirnya melihat kedua perempuan tersebut terjengkang kebelakang(lagi).
"Hah..." "Hah..." Setelah bangkit dari acara terjengkang mereka, Messiah dan Jun terlihat menghembuskan nafas panjang secara bersamaan.
"Kemarilah, Naruto kun." Ucap Jun sambil memberi isyarat pada Naruto menggunakan tangannya.
Naruto langsung memajukan badan bagian atasnya untuk mendekati Jun karena ia berada di sisi seberang perempuan cantik beriris hitam tersebut. Dan juga ada kasur tempat Messiah dirawat saat ini yang menjadi pembatas dirinya dengan perempuan yang memanggilnya.
Tuk
Saat Naruto mendekatkan tubuh bagian atasnya, Jun langsung menempelkan dua jarinya ke dahi Naruto lalu sebuah cahaya kecil muncul dari dua jarinya dan perlahan cahaya kecil tersebut masuk kedalam dahi Naruto.
"Oh jadi begitu..." Ucap Naruto yang sepertinya baru mengerti dengan keadaannya saat ini sambil menepuk tangannya yang terbuka menggunakan tangannya yang terkepal. "Pantas saja tidak ada perawat yang menegur kalian saat kalian bertengkar tadi." Lanjut pemuda berparas tampan tersebut pada dirinya sendiri.
"Hah..." "Hah..." Sekali lagi, Jun dan Messiah menghembuskan nafas panjang secara bersamaan.
'Benarkah dia adalah sosok yang akan melindungi ciptaan Kami sama?' Tanya Jun dan Messiah dalam hati bersamaan secara tidak langsung saat iris mereka yang berbeda warna melihat kelakuan bodoh pria tersebut.
"Eh? Lalu bagaimana Kaguya chan bisa datang kemari?" Tanya Naruto seolah dia baru menyadari hal ini.
GUBRAK GUBRAK
Messiah dan Jun dibuat terjengkang sekali lagi saat indra pendengaran mereka mendengar pertanyaan bodoh lain yang menandakan betapa lambatnya pemuda tersebut dalam menyadari sesuatu.
"Itu karena aku menguasai jutsu perpindahan tempat, Naruto kun." Jawab Kaguya sambil tersenyum manis. "Jutsu ini bisa membuatku pergi kemanapun termasuk pergi ke dimensi lain seperti yang kau lihat sekarang." Lanjut perempuan berparas cantik tersebut dengan nada yang sangat sabar.
"Lalu, apakah kau tidak bisa membuat dimensi seperti ini, Kaguya chan?" Tanya Naruto kepada perempuan cantik tersebut setelah ia mendengar penjelasan darinya.
"Tentu saja tidak bisa, Naruto kun." Jawaban ini bukanlah dari Kaguya melainkan dari Messiah yang sudah bangkit dari acara terjengkangnya untuk yang ke sekian kalinya barusan. "Jutsu ini hanya bisa digunakan oleh sang dewi ruang dan waktu." Lanjut perempuan cantik dengan iris ruby tersebut.
"Oh ya..." Ucap Jun yang seolah baru menyadari sesuatu saat ia bangun dari terjengkangnya. "Messiah nee sama, mengapa Yami memiliki atau siapapun lah itu, bisa memiliki wujud yang sangat mirip denganmu?" Lanjut perempuan cantik tersebut bertanya.
"Sebenarnya saat ini Yami atau Aphopis tidak memiliki wujud yang pasti, Jun chan." Jawab Messiah singkat. " Hal itu disebabkan tubuh aslinya telah dihancurka oleh 4 malaikat agung sebelum mereka menyegel kegelapan di hatinya. Tapi jika dia bisa menyerupai diriku seperti katamu barusan, mungkin itu berarti dia berhasil mencuri sebagian kekuatanku serta membuatnya memiliki wujud sepertiku." Lanjut Messiah menjelaskan mengapa Yami atau Aphopis memiliki wujud seperti dirinya.
"Pantas saja setiap kali aku melihat masa depan Naruto kun, yang kulihat adalah pertarungan antara Naruto kun dengan nee sama." Ucap Jun sambil manggut-manggut mengerti.
"Tapi yang pasti dia belum mencapai kekuatan penuhnya untuk saat ini." Ucap Messiah dengan nada yang terdengar berubah serius. "Sejauh yang aku tahu adalah dia akan mencapai kekuatan penuh ketika langit yang cerah menurunkan hujan darah." Lanjut Messiah dengan nada yang sama sambil mengalihkan pandangannya pada Kaguya dan Jun secara bergantian seolah bertanya 'apakah kalian mengerti dengan hal itu?'.
Jun dan Kaguya hanya bisa menggelengkan kepalanya saat iris mereka yang berbeda warna mengerti dengan maksud pandangan Messiah.
"Untuk sementara kita tidak usah memikirkan hal tersebut, minna." Ucap Naruto yang terdengar positif.
"Tapi Naruto kun, saat ini saja kekuatan Messi- maksudku A-Aphopis itu sudah berada di atas 5 kage menurut perkiraanku saat ini." Ucap Kaguya dengan nada yang terputus-putus karena takut. Perempuan cantik tersebut ketakutan karena saat ia hampir salah menyebut nama makhluk tersebut sebagai Messiah dirinya langsung mendapat hadiah berupa tatapan tajam dari aura tidak bersahabat dari Jun.
"Tidak peduli sekuat apapun dia, tapi aku akan berusaha sekeras dan semampuku agar aku bisa melindungi semua ciptaan Kami sama." Jawab Naruto dengan nada yang penuh dengan nada positif.
3 perempuan yang berada satu ruangan dengannya langsung tersenyum saat indra pendengaran mereka mendengar nada optimis dari pemuda tersebut. Mereka berpikir jika pemuda tersebut akan langsung putus asa jika mendengar kekuatannya yang hampir tidak masuk akal barusan. Tapi ternyata pemikiran mereka salah. Pemuda tersebut seolah mengubah keputus asaan yang akan ia hadapi menjadi sebuah harapan.
"Oh ya, bukannya setengah kekuatan dari Aphopis berada di Kaguya?" Ucap Naruto saat ia ingat jika perempuan bersurai putih tersebut dulu pernah memakan buah dari pohon shinju dan mendapatkan kekuatan yang sangat dahsyat yang baru saja diketahui ternyata buah tersebut merupakan jelmaan dari kekuatan kegelapan musuh yang akan ia lawan di masa depan.
"Tidak Naruto kun." Jawab Messiah dengan nada lembut. "Aphopis bisa seperti sekarang karena dia mendapatkan pecahan kekuatannya saat kau dan Sasuke kun membunuh Kaguya saat perang dunia shinobi beberapa waktu yang lalu. Dan setelah itu, dia mulai menebar kebenciannya di dalam hatiku dan akhirnya bisa mengambil sebagian kekuatanku seperti saat ini." Lanjut Messiah menjelaskan panjang lebar.
"Dan untuk saat ini sisa kekuatan kegelapan milik makhluk tersebut masih menjadi misteri dimana keberadaannya yang sebenarnya." Ucap Jun menlanjutkan penjelasan kakaknya.
"Oh... Kukira dia akan membunuh Kaguya untuk mendapatkan kekuatan penuhnya kembali." Ucap Naruto berspekulasi.
"Jika kekuatan tersebut memang dimiliki manusia, manusia tersebut akan memiliki dua buah tanduk di dahinya, Naruto kun." Ucap Messiah memberi tahu ciri dari orang yang memiliki setengah kekuatan kegelapan milik Aphopis. "Jika dimiliki oleh benda lain seperti pohon maka pohon tersebut akan tumbuh sangat tinggi, jika dimiliki oleh hewan, maka hewan tersebut akan memiliki wujud yang tidak wajar dan memiliki kekuatan di atas bijuu." Lanjutnya menjelaskan dengan nada lembut.
Setelah mendengar penjelasan dari Messiah, Naruto mengalihkan pandangannya untuk melihat sosok perempuan cantik bersurai putih yang berdiri tepat disamping Jun. Pemuda tersebut terlihat menatap dengan intens perempuan berbibir merah plum tersebut dari atas lalu kebawah secara berulang-ulang.
Kaguya yang merasa ditatap intens oleh Naruto langsung salting sendiri. Pikiran kotornya sudah mulai memikirkan bermacam-macam hal. Dan beberapa detik kemudian, wajah cantiknya langsung diselimuti rona merah yang membuatnya terlihat sangat imut.
"Aku baru sadar jika tanduk Kaguya sudah menghilang." Ucap Naruto setelah memandang perempuan bersurai putih tersebut selama beberapa saat.
TWITCH TWITCH
Sebuah perempatan langsung muncul di kepala Jun dan Messiah setelah mendengar ucapan Naruto barusan. Mereka benar-benar dibuat kesal dengan pendapat pemuda tersebut yang mereka pikir adalah sesuatu yang sangat penting.
"Naruto kun, kemarilah." Ucapan ini bukan berasal dari Messiah atau Jun. Melainkan dari Kaguya yang saat ini diselimuti aura gelap dan mengerikan. Sepertinya perempuan ini yang merasa paling dihina disini.
"Ti-tidak terima kasih, Kaguya chan." Jawab Naruto tergugup saat iris biru safirnya melihat aura gelap dan megnerikan menguar dari tubuh ramping Kaguya.
Setelah mendengar jawaban Naruto, tiba-tiba Kaguya sudah berada dibelakang Naruto entah sejak kapan. Setelah itu, perempuan tersebut terlihat melingkarkan tangannya untuk memeluk Naruto.
"Sepertinya kau perlu dikasih pelajaran, Naruto kun." Bisik Kaguya tepat di daun telinga Naruto.
"Ap-apa yang mau kau- ahhhhh~" Ucapan Naruto yang hendak bertanya pada Kaguya tentang apa yang ia lakukan dirinya langsung berubah menjadi desahan saat Kaguya meraup daun telinga pemuda berparas tampan tersebut.
Sementara Jun dan Messiah yang tidak pernah menduga jika Kaguya akan berbuat nekat begitu langsung sweetdrop saat melihat kejadian di depan mereka. Amarah yang menyelimuti mereka langsung lenyap entah kemana saat iris indah mereka melihat kejadian di depan mereka saat ini.
Naruto terlihat langsung berusaha memberontak untuk melepaskan pelukan Kaguya di tubuhnya yang juga menahan gerakan kedua tangannya. Tapi disaat yang bersamaan, pemuda tersebut merasakan bagian tengah celananya langsung menyempit akibat sentuhan kecil dari Kaguya pada daun telinganya.
"Ka-Kaguya chaannnn~, ki-kita berada di ha-hadapaannn~ pa-para dewiiihhhh~" Ucap Naruto sambil meracau karena Kaguya terus meraup daun telinganya.
Kaguya langsung berhenti sesaat setelah mendengar ucapan Naruto barusan. Hal tersebut membuat Naruto bisa bernafas lega karena ia merasa sangat malu diperlakukan demikian oleh perempuan cantik bersurai putih tersebut terutama dihadapan orang lain.
"Aku kan juga dewi, Na-ru-to kuuunnn~" Ucap Kaguya dengan nada nakalnya tepat di daun telinga pemuda bersurai kuning jabrik tersebut. "Jadi aku merasa baik-baik saja meskipun aku melakukan hal ini di depan mereka berdua." Lanjut Kaguya menjelaskan kenapa ia bisa sangat santai melakukan hal panas tersebut di depan Jun dan Messiah.
Sebuah pemikiran nakal uintuk membalas Naruto tiba-tiba terlintas di kepala Jun. Setelah itu, dia perempuan cantik dengan surai hitam dan iris mata senada tersebut terlihat mengukir senyuman jahat di wajah cantiknya.
Sweetdrop di kepala Messiah terlihat lebih besar dari sebelumnya saat iris ruby indahnya melihat senyuman jahat di wajah cantik adik kembarnya saat ini.
'Sepertinya ini tidak akan berakhir baik untuk Naruto kun.' Ucap Messiah dalam hati tanpa mengalihkan iris rubynya dari adik kembarnya yang sedang tersenyum jahat dengan aura hitam pekat yang menyelimuti dirinya.
Warning: lemon start woman rape man inside. Bagi yang berusia dibawah 21 tahun atau tidak suka dengan lemon, Phoenix sarankan untuk melewati bagian ini hingga pemberitahuan selanjutnya.
Seperti sebelumnya, ngotot, kesal, kecewa, dan dosa TANGGUNG SENDIRI!
Kaguya terlihat langsung menciumi leher Naruto kembali sambil membuat beberapa kissmark disana dengan bibir ranumnya. Setelah puas membuat kissmark di daerah leher Naruto, perempuan cantik bersurai putih panjang tersebut terlihat menarik pakaian mangsanya di bagian bahu pemuda tersebut menggunakan salah satu tangannya.
"AHHHH~ Ahhhh~" Naruto langsung mengerang keras saat Kaguya menggigit daerah sekitar bahunya lumayan keras. Setelah itu, erangan pemuda berparas tampan tersebut berubah menjadi desahan nikmat saat Kaguya menjilati area yang dia gigit barusan.
Seolah tidak puas bermain-main dengan mangsanya, Kaguya mengarahkan tangannya yang sedari tadi memegang bahu Naruto menuju bagian tengah selakangan pemuda berparas tampan tersebut. Ia terlihat meraba penis Naruto yang sudah tegang sejak beberapa saat yang lalu dari celana jonin yang dikenakan sang pemuda.
"Ahhhh~ Emmhhhh~" Naruto terus mendesah kenikmatan saat Kaguya mulai mengelus penisnya dari luar celana yang ia kenakan saat ini. Pemuda tersebut terlihat memejamkan matanya untuk menikmati sentuhan sang predator yang masih ada di belakangnya.
"Enak kan, Naru chan~?" Tanya Kaguya dengan nada sexy sekaligus menggoda saat ia sudah puas membuat kissmark di kulit tan Naruto. Tangan nakal Kaguya yang berada di selakangan Naruto terlihat bergerak dengan gerakan sensual yang membuat sang pemuda bersurai kuning jabrik tersebut semakin tidak bisa mengendalikan pikiran serta tubuhnya sendiri.
Naruto secara spontan menganggukkan wajah tampannya saat telinganya yang sudah memerah akibat ciuman Kaguya mendengar pertanyaan perempuan cantik di belakangnya. Ia sudah tidak peduli lagi dengan rasa malu atau keberadaan Jun dan Messiah yang melihatnya diperlakukan demikian.
"Ahhhhh-hah... Hah... Hah..." Desahan Naruto mendadak berhenti dan berubah menjadi nafas yang terdengar terengah-engah saat Kaguya menghentikan gerakan tangan nakalnya di area penisnya yang masih tertutup celananya.
"Ka-Kaguya chan... Ku-kumohon cukup ya..." Ucap Naruto terputus-putus saat pikirannya yang telah melayang sepertinya sudah kembali pada dirinya.
"Hm... Benarkah~?" Pertanyaan bernada sexy ini bukan berasal dari Kaguya melainkan dari Jun yang terlihat melangkahkan kaki jenjangnya untuk mendekati Kaguya dan Naruto yang masih berdiri beberapa langkah di depannya.
Messiah yang awalnya sudah tersadar dari sweetdropnya kembali sweetdrop saat telinganya mendengar suara bernada sexy yang dilontarkan adiknya barusan.
CTAK
Saat ia sudah sampai di depan Naruto, Jun terlihat menjetikkan jari tangan kanannya. Seketika itu pula, Naruto merasakan tubuhnya menjadi sangat horny dan akal sehatnya yang sempat kembali dipaksa untuk pergi meninggalkannya lagi.
"Uh... A-adahh~ Apahhhh~ De-dengaann~ Tuhbuhkuuhhhh~?" Tanya Naruto entah pada dirinya sendiri saat ia merasakan tubuhnya sangat memanas dan menjadi horny.
"Apakah kau mau Kaguya san untuk berhenti sekarang, Naruto kunnnn~?" Tanya Jun dengan nada nakalnya kepada pemuda tampan bersurai kuning jabrik di depannya.
Naruto langsung dibuat kelimpungan saat mendengar pertanyaan bernada sexy dan nakal tersebut meluncur dari mulut Jun. Nafsu bejat yang berada di dalam hati Naruto menyuruhnya untuk berkata 'Lanjutkan'. Sementara akal sehat yang sedari tadi menyuruhnya untuk menolak semua sentuhan dari Kaguya meneriakkan...
...'Lanjutkan' juga.
"Ughhhh..." Sepertinya nafsu bejat serta akal sehat yang berada di dalam diri sang pemuda berparas tampan tersebut ternyata sudah sependapat untuk memojokkan dirinya. Ia terlihat akan terjatuh ke atas lantai tempat Messiah dirawat jika pelukan erat Kaguya tidak menahan tubuhnya yang terlihat mulai dipenuhi dengan peluh.
Sweetdrop Messiah menjadi lebih besar karena ia bisa mendengarkan isi hati Naruto yang sejak tadi berdebat lalu tiba-tiba berubah menjadi sependapat. Sementara sang adik kembar yang juga bisa mendengar isi hati Naruto hanya bisa terkikik geli akibat hal tersebut.
Tapi Messiah sendiri tidak ada niatan untuk menolong pemuda tersebut dari kejahilan adiknya dan Kaguya. Sebenarnya perempuan berparas cantik dengan iris ruby tersebut kini sedang bimbang. 'Apakah dia harus menolong Naruto dari kejahilan adiknya sendiri dan Kaguya atau tidak?'. Karena jika ia menolong pemuda tersebut saat ini, maka sang pemuda tidak akan bisa memuaskan nafsu dunianya. Akan tetapi jika dia tidak menolongnya, pemuda tersebut akan terus menjadi bulan-bulanan Kaguya dan adik kembarnya sendiri.
'Lebih baik aku tidak ikut campur.' Ucap Messiah dalam hatinya yang sepertinya tidak mau tahu tentang apa yang akan menimpa Naruto nantinya. 'Kami sama, kumohon maafkan hambamu ini...' Lanjut perempuan cantik tersebut memohon ampun pada sang Kami sama. Setelah itu, ia menutup kedua telinga batinnya yang bisa mendengar suara hati orang di sekitarnya. Kemudian, ia terlihat menutup kedua iris rubynya lalu membaringkan tubuhnya keatas kasur tempatnya dirawat.
'Yay, kakak sudah tidak mau ikut campur.' Ucap Jun dengan nada senang saat ia mendengar do'a kakak kembarnya sendiri barusan serta iris hitamnya yang melihat Messiah kembali membaringkan dirinya.
CTAK
Setelah melihat kakaknya yang mulai tidak peduli, Jun sekali lagi menjetikkan jari tangan kanannya. Dan seketika setelah ia menjetikkan jari tangan kanannya, pakaian yang dikenakan Naruto langsung menghilang entah kemana.
"Oh ya aku lupa mengatakan sesuatu padamu, Naruto kun..." Ucap Jun yang berada di depan Naruto saat ia baru mengingat sesuatu yang penting yang lupa ia sampaikan pada sang pemuda. "... Di dimensi ini akulah yang mengatur segalanya. Dengan kata lain yang bisa menghentikan aku saat di dimensi ini hanyalah Kami sama." Lanjut Jun dengan nada ceria dihadapan Naruto dengan penekanan pada kata 'Kami sama'.
Kaguya langsung terlihat semakin menggila saat iris putih indahnya melihat kejantanan Naruto yang sudah mengeras telah mengacung sambil mengeluarkan beberapa tetes precum. Tanpa menunggu lebih lama, perempuan berparas cantik tersebut terlihat membaringkan tubuh Naruto ke atas lantai dengan gerakan halus. Setelah itu, dia langsung melepaskan pakaiannya lalu melemparkannya secara asal di ruangan tersebut.
"Mari mulai, Na-ru-to kuuunnnn~" Ucap Kaguya saat ia mengarahkan vaginanya yang ternyata sudah sangat basah ke arah penis Naruto yang masih mengacung tegak dan terlihat sangat kokoh.
Naruto tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. Pemuda berparas tampan tersebut terlihat mengatur nafasnya yang terdengar sangat berat akibat rasa horny yang menerpa tubuhnya secara tiba-tiba dan tanpa ia ketahui penyebabnya.
Blesss
"AHHHHHH~" "AHHHHHH~" Lenguhan Naruto dan Kaguya terdengar hampir bersamaan saat Kaguya langsung melesakkan penis Naruto yang berukuran besar kedalam vaginanya yang sudah basah.
DOENGGG DOENGGG DOENGGG
"BERISIK!" Tiba-tiba 3 buah batu berukuran sekepal tangan orang dewasa yang muncul entah darimana terlihat terjatuh dari atas langit-langit tempat Messiah dirawat saat ini. 3 batu tersebut masing-masing menimpa kepala Jun, Kaguya, serta wajah tampan Naruto karena ia dalam posisi terlentang. Dan selang beberapa detik kemudian, terdengar teriakan Messiah yang kerasnya bukan main.
Sepertinya perempuan cantik beriris ruby tersebut hendak mengistirahatkan tubuhnya kembali. Tapi karena suara berisik dari Naruto dan Kaguya barusan ia menjadi kesulitan untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Sebuah benjolan besar langsung terlihat di kepala Jun dan Kaguya saat batu yang menimpa kepala mereka tiba-tiba lenyap begitu saja. Sementara wajah Naruto terlihat berdarah saat batu yang menimpanya juga ikut menghilang.
"Ne-nee sama, Ba-bagaimana bisa kau-" "Melakukan hal barusan?" Ucapan bernada bingung milik Jun langsung dipotong serta dilanjutkan oleh sang kakak kembarnya sendiri yang terlihat masih berbaring di atas kasurnya sambil masih menutup kedua iris indahnya.
"Ha-hai'." Ucap Jun dengan nada tergagap saat secara tiba-tiba telinganya mendengar suara kakaknya sendiri yang memotong serta melanjutkan kalimat yang akan ia ucapkan.
"Sepertinya sebagian kekuatan Aphopis telah menjadi satu dengan diriku." Jawab Messiah menjelaskan bagaimana ia bisa memiliki kemampuan ruang dan waktu seperti milik adik kembarnya yang seharusnya tidak ia miliki. "Aku mau istirahat, jadi usahakan kalian melakukannya dengan tidak berisik." Lanjut perempuan cantik dengan iris ruby tersebut tanpa membuka kedua matanya.
Kini gantian Jun, Naruto, dan Kaguya yang sweetdrop saat telinga mereka mendengar kalimat kedua perempuan berparas cantik yang terlihat berbaring di atas kasur tidak jauh dari sana.
'Memang bisa ya orang yang sedang dimabuk nafsu dunia melakukan hubungan intim tanpa mendesah?' Tanya Jun, Naruto, dan Kaguya dalam hati masing-masing di waktu yang bersamaan secara tidak langsung. Sweetdrop di kepala mereka bahkan terlihat lebih besar daripada sebelumnya akibat pertanyaan dalam hati mereka sendiri barusan.
Beberapa detik kemudian, Jun tersadar dari sweetdropnya. Setelah itu, perempuan berparas cantik tersebut terlihat berpikir keras dengan keras.
"Oh iya..." Ucap Jun saat ia mendapatkan sebuah ide yang menurutnya sangat cemerlang.
CTAK
Jun kembali menjetikkan jarinya setelah berkata pada dirinya sendiri barusan. Tiba-tiba sebuah kubus transparan terlihat menyelimuti Kaguya, Jun, serta Naruto yang entah bagaimana bisa mereka sudah terlihat baik-baik saja seolah tidak pernah terjadi apa-apa pada mereka bertiga beberapa saat lalu.
"Apa ini, Jun sama?" Tanya Kaguya pada perempuan cantik yang saat ini terlihat berjongkok di dekatnya saat iris putihnya melihat sebuah kubus transparan menyelimuti mereka.
"Ini adalah kekkai kedap suara." Jawab Jun singkat menjawab pertanyaan yang dilontarkan Kaguya. "Baiklah mari mulai pestanya~" Lanjut Jun dengan nada ceria yang keras.
"Ta-tapi, kenapa kepala Naruto berada di luar kekkai?" Tanya Kaguya lagi dengan sebuah sweetdrop yang menghampiri kepalanya saat iris putih indahnya melihat jika kepala bersurai kuning jabrik Naruto berada di luar kekkai.
"Coba kau gerakkan pinggangmu, Kaguya san." Bukannya menjawab pertanyaan Kaguya, Jun malah menyuruh perempuan cantik dengan surai putih panjang tersebut untuk menggerakkan pinggangnya.
"AHHHH~" "AHHHH~" Kaguya hanya bisa menuruti perkataan sang dewi ruang dan waktu yang memerintahkannya. Dia dan Naruto langsung mendesah dengan suara keras saat Kaguya menggerakkan pinggulnya.
DOENGGG
Tiba-tiba sebuah batu berukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa langsung menimpa wajah Naruto saat pemuda berparas tampan tersebut mendesah dengan suara keras.
"SUDAH KUBILANG UNTUK JANGAN BERISIK!" Ucap Messiah dengan suara yang keras dan penuh penekanan tanpa membuka matanya yang tertutup.
Sweetdrop di kepala Kaguya terlihat semakin membesar saat iris putih indahnya melihat kejadian gaje barusan.
"Baiklah, mari mulai pestanya~" Ucap Jun yang mengulang kalimatnya.
Sebenarnya Kaguya tidak tega jika harus menggerakkan pinggulnya saat iris putihnya melihat kondisi Naruto saat ini. Tapi karena tatapan tajam yang ia terima dari Jun akhirnya membuatnya menaik turunkan pinggangnya meskipun akhirnya ia menikmati keberadaan penis Naruto yang menurutnya sangat besar di dalam vaginanya yang sempit.
"Ahhhh~ Ahhhh~ Ahhhh~" Kaguya terus mendesah erotis saat ia menggerakkan pinggulnya naik dan turun untuk memompa penis Naruto yang berada di dalam vaginanya. Wajah cantik perempuan tersebut mulai terlihat memerah dan sekujur tubuhnya yang ramping dan sexy terlihat mulai dipenuhi oleh peluh. Kelihatannya perempuan cantik ini sangat menikmati keberadaan penis sang sichidaime hokage di dalam tubuhnya.
"Ahhhh~" DOENGGG "Ahhhhh~" DOENGGG
Tapi hal itu berbanding terbalik dengan Naruto. Pemuda tersebut terlihat sangat tersiksa karena dia tidak bisa mendesah dengan leluasa. Setiap kali mulutnya mengeluarkan desahan, pasti sebuah batu sebesar kepalan tangan orang dewasa akan jatuh menimpa wajahnya.
"PFFTTTT..." Jun yang melihat adegan tersebut hanya bisa menahan tawanya mati-matian. Ia tidak mau menghilangkan kesan bijaksana serta karismanya sebagai seorang dewi ruang dan waktu dihadapan Kaguya yang notabene selalu memanggilnya dengan embel-embel 'sama'.
"Ahhhh~ Ahhhh~ Ahhhhh~" Kaguya semakin menggila setiap kali ia memompa penis Naruto menggunakan vaginanya.
"Hmmppphhh~ Hmmmppphhhh~" Naruto yang tidak mau tertimpa oleh batu lagi kini terlihat mati-matian menutup rapat mulutnya agar tidak mengeluarkan suara desahan.
Entah sekedar iseng atau memang Kaguya yang masih kesal dengan tingkah Naruto beberapa saat yang lalu, wanita berparas cantik tersebut terlihat menggoyangkan pinggulnya dengan gerakan yang lebih ekstrem dari sebelumnya. Sepertinya rasa kasihannya pada sang pemuda sudah lenyap dan tidak tersisa.
Jun yang melihat gerakan pinggul Kaguya langsung mengacungkan dua jempol tangannya pada perempuan cantik tersebut. Sepertinya ia sangat senang saat ini.
"Hmmpppphh~ Hmppphhhh~" Naruto terlihat semakin tersiksa karena goyangan Kaguya pada penisnya yang semakin membuatnya gila. Tapi ia sepertinya kenikmatan yang ia terima tidak cukup kuat untuk membuat pemuda berparas tampan tersebut mendesah lagi.
Tidak kehabisan akal, Kaguya langsung menurunkan tubuh bagian atasnya dan mendekatkan wajah cantiknya ke salah satu puting Naruto yang sejak tadi menganggur. Tanpa basa-basi dia langsung meraup puting Naruto yang sudah berada di depannya. Lalu dia juga memainkan puting Naruto yang lain menggunakan jari lentik tangannya.
"Ahhhhh~" Naruto yang terus dimanjakan demikian oleh Kaguya tidak mampu menahan desahan yang keluar dari mulutnya. Ia langsung mendesah tidak karuan saat berbagai kenikmatan yang diberikan oleh Kaguya menerpa tubuhnya secara berulang-ulang.
DOENGGG DOENGGG DOENGGG DOENGGG
Dan akhirnya di setiap desahan yang meluncur dari bibir Naruto, membuat sang pemuda tampan tersebut harus tertimpa batu dengan ukuran yang sama sebanyak ia mendesah.
Sementara Jun yang melihat hal tersebut sudah membungkuk-bungkukkan tubuhnya sambil memukul-mukul bagian bawah kubus transparan buatannya sendiri.
Beberapa saat kemudian...
Kaguya terlihat terus memompa penis Naruto sambil menghisap puting sang pemuda menggunakan bibir ranumnya secara bergantian. Tempo pompaan pinggang perempuan berparas cantik tersebut bahkan terlihat semakin cepat yang menandakan jika dia sudah mendekati puncaknya.
"Hmmpphhh~ hmmppphhh~ hmmmpphhh~ HMMPPPHHHH~" Kaguya langsung mendesah tertahan saat vaginanya mulai mengetat dan menjepit penis Naruto dengan sangat kuat sebelum akhirnya cairan cintanya membasahi penis Naruto yang masih terjepit disana.
"Ahhhh~" DOENGGG "AKUUHHHH~" DOENGGG "KELUUARRRR~" DOENGGG DOENGGG DOENGGG
Desahan Naruto menjadi tidak jelas karena setiap kali dia mendesah wajahnya akan tertimpa oleh batu. Dan saat pemuda tersebut mencapai puncaknya, 3 buah batu langsung menimpa wajah tampannya secara beruntun karena desahannya yang lebih keras dari sebelumnya. Tapi penis pemuda tersebut tetap mengeluarkan spermanya kedalam rahim Kaguya dengan lancar dan aman(?).
"PFFTTTT- BWAHAHAHAHA..." Tawa Jun yang ia tahan mati-matian akhirnya terlepas juga saat iris hitamnya melihat 3 buah batu menimpa wajah tampan Naruto saat pemuda tersebut mencapai puncaknya.
"HARUS KUBILANG BERAPA KALI, JANGAN-" Messiah yang tidak bisa beristirahat akhirnya membuka kedua matanya lalu berteriak dengan keras sembari mengubah posisi berbaringnya menjadi duduk. Tapi Messiah langsung menghentikan teriakannya yang belum selesai saat iris ruby indahnya melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.
Dan sekali lagi di hari yang sama ia kembali di buat sweetdrop dengan apa yang iris ruby indahnya lihat saat ini. Iris rubynya melihat wajah tampan Naruto yang berada di luar kekkai kedap suara yang sudah tidak berbentuk lagi akibat batu yang ia munculkan setiap kali ia mendengar suara desahan sang pemuda yang menurutnya menganggu waktu istirahatnya. Sweetdrop perempuan cantik tersebut terlihat bertambah saat iris indahnya melihat adik kembarnya yang sepertinya sedang tertawa di dalam kekkai kedap suara sambil memukul-mukul lantai menggunakan tangan kanannya sementara tangan kirinya terlihat memegangi perutnya sendiri.
"Le-lebih baik aku pura-pura tidak tahu saja." Ucap Messiah pada dirinya sendiri sambil kembali membaringkan dirinya ke atas kasur.
Warning: lemon end here...
Beberapa saat kemudian...
Jun akhirnya menghilangkan kekkai kedap suaranya saat iris hitamnya melihat Kaguya yang ambruk di atas tubuh atletis Naruto dengan nafas yang terengah-engah. Ia terlihat kesusahan untuk menjetikkan jarinya karena ia masih kesusahan dalam mengendalikan tawanya yang pecah beberapa saat yang lalu.
CTAK
Akhirnya dengan susah payah dan mengerahkan semua kemampuan yang ia miliki karena terganggu dengan tawanya sendiri, Jun akhirnya bisa menghilangkan kekkai kedap suara yang mengelilingi dirinya, Naruto, serta Kaguya.
"BWAHAHAHAHA..." Jun terlihat masih tertawa terbahak-bahak sambil terus memukul-mukul lantai tempat kakaknya dirawat menggunakan tangan kanannya seperti sebelumnya. "A-aduh pe-Hahahaha-perutku hahahaha-sakit sekali hahahaha..." Ucap perempuan beriris hitam tersebut di sela tawanya yang terlihat mulai mereda.
Messiah yang berpura-pura tidur kembali sweetdrop setelah mendengar suara adik kembarnya barusan. Ia benar-benar tidak menyangka jika adik kembarnya akan menyertakan dirinya(secara tidak langsung) untuk mengerjai Naruto yang notabene sejak tadi membuat dia dan Jun menjadi ooc.
Kaguya sendiri langsung menyingkirkan tubuhnya dari tubuh Naruto saat Jun sudah menghilangkan kekkai kedap suara di sekitarnya. Perempuan cantik tersebut terlihat berbaring di atas lantai tepat di samping Naruto saat ini sambil memandang wajah sang pemuda yang sudah tidak berbentuk lagi dengan perasaan yang campur aduk. Sebenarnya ia merasa kasihan kepada sang pemuda, akan tetapi ia juga merasa masih kesal dengan pemuda tersebut.
Beberapa saat kemudian...
Setelah beberapa saat berlalu, suara tawa Jun sudah mereda. Akan tetapi perempuan berparas manis tersebut sesekali masih terlihat tertawa. Sementara Kaguya sendiri saat ini sudah mengenakan pakaiannya yang tadi ia lempar secara asal. Messiah kini terlihat duduk kembali di atas kasur tempatnya dirawat. Ekspresi di wajah cantiknya menunjukkan rasa bersalah saat iris rubynya melihat wajah Naruto yang sudah sangat susah untuk dikenali akibat ulahnya beberapa saat yang lalu. Sementara sang karakter utama kita terlihat masih berbaring dengan lemas di atas lantai kamar tersebut dalam keadaan masih telanjang bulat dengan nafas yang terdengar berat serta tidak beraturan. Bukan hanya itu, sepertinya kesadaran sang pemuda sudah berada di ambang batasnya dan hampir meninggalkan dirinya.
Tap
Karena tidak tahan dengan rasa bersalah yang terus merayapi dirinya, akhirnya Messiah memutuskan untuk turun dari atas kasur tempatnya dirawat. Ia lalu melangkahkan kedua kaki jenjangnya untuk mendekati Naruto yang masih berbaring di atas lantai dengan telanjang bulat. Iris rubynya yang indah memandang Naruto selama sesaat sebelum akhirnya ia menjongkokkan dirinya untuk mendekati Naruto yang saat ini berada tepat di depan kaki jenjangnya.
Sretttt
Messiah menarik tubuh Naruto kedalam sebuah pelukan yang sangat hangat dan nyaman. Setelah itu, perempuan cantik tersebut terlihat mendekatkan bibir manisnya ke arah dahi sang pemuda yang terlihat sudah dipenuhi dengan lebam
"Back to First" Cup
Setelah mengucapkan nama jutsunya, Messiah langsung mencium kening Naruto dengan lembut. Seketika tubuh Naruto yang berada di dalam pelukannya langsung diselimuti oleh cahaya yang terlihat menenangkan.
Naruto yang merasakan kehangatan disekujur tubuhnya terlihat memejamkan kedua iris birunya yang terlihat setengah tertutup. Kesadaran sang pemuda yang hampir meninggalkannya perlahan ia rasakan telah kembali secara perlahan. Kedua tangannya yang terkulai lemas di samping tubuhnya terlihat bergerak untuk membalas pelukan perempuan beriris ruby tersebut yang masih mencium keningnya seperti seorang ibu yang berusaha menenangkan anaknya yang telah mengalami kesulitan.
"Kaa chan..." Ucap Naruto yang sepertinya belum seratus persen sadar sambil mempererat pelukannya pada tubuh ramping Messiah. Tiba-tiba setetes air mata telah jatuh dari pelupuk mata sang pemuda yang perlahan terlihat mulai normal seperti sedia kala.
Messiah yang mendengar ucapan Naruto barusan hanya bisa tersenyum kecil tanpa melepaskan kecupannya di dahi sang pemuda. Dia terus mencium dahi Naruto hingga pemuda tersebut benar-benar kembali pulih dan pakaian yang dikenakannya yang telah hilang kembali menyelimuti tubuhnya.
Kaguya yang melihat hal tersebut langsung menampilkan sebuah senyuman manis di bibir merahnya yang ranum. Hal tersebut berbanding terbalik dengan Jun yang merasa bersalah karena perempuan cantik dengan iris hitam tersebut merasa jika dia telah mengerjai sang pemuda secara berlebihan.
Cahaya yang menyelimuti tubuh Naruto perlahan mulai meredup saat pemuda tersebut sudah kembali seperti sedia kala. Dan cahaya menenangkan itu akhirnya benar-benar menghilang saat Messiah menarik bibirnya dari dahi sang pemuda.
Srettt Greb
"Eh?" Messiah terlihat terkejut saat ia hendak menarik diri dari Naruto akan tetapi sang pemuda malah mengeratkan pelukannya pada tubuh rampingnya.
"Kumohon, biarkan aku memelukmu sedikit lebih lama lagi." Ucap Naruto tanpa melonggarkan pelukannya di tubuh ramping Messiah.
Messiah yang awalnya terkejut hanya bisa mengukir senyuman di wajah cantiknya setelah indra pendengarannya mendengar permintaan Naruto barusan. Ia merasa tidak keberatan sama sekali dengan permintaan tersebut. Bahkan ia terlihat kembali memeluk tubuh sang pemuda yang tadi sempat ia lepaskan.
"Hai', Naru chan." Ucap sang dewi cinta yang merasa tidak keberatan dengan permintaan kekanakan dari sang pemuda bergelar sichidaime hokage tersebut.
"Terima kasih, Mess- maksudku kaa chan..." Ucap Naruto dengan air mata lebih deras dari sebelumnya yang terjatuh dari pelupuk matanya yang masih terpejam. Bahkan pemuda berparas tampan tersebut tanpa ragu menyebut Messiah yang saat ini memeluknya dengan sebutan 'kaa chan'.
"Hai', sama-sama, Naru chan." Jawab Messiah yang sepertinya tidak keberatan dengan sebutan Naruto untuknya.
Senyuman di bibir Kaguya terlihat lebih indah dari sebelumnya saat melihat kejadian di depannya saat ini. Sementara perempuan di sebelahnya yang tidak lain adalah Jun, terlihat mulai menitikkan air mata dari iris hitamnya.
"Jun sama, anda menangis?" Tanya Kaguya yang sepertinya sadar dengan keadaan perempuan yang terlihat lebih muda darinya tersebut.
"Ti-tidak..." Jawab Jun sambil mengusap air matanya menggunakan kedua tangannya dengan gerakan pelan. "Ma-mataku terkena debu." Lanjut perempuan manis tersebut mengelak sambil membalikkan badannya untuk menghindari tatapan iris putih Kaguya.
'Alasan klasik.' Ucap Kaguya dalam hatinya saat iris putih indahnya melihat tingkah laku adik kembar dari Messiah.
"Aku tidak beralasan!" Ucap Jun dengan nada sedikit keras sambil memutar badannya untuk menghadap Kaguya yang tadi berucap dalam hati.
"I-iya deh..." Ucap Kaguya dengan nada yang terdengar mengalah sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menghindari tatapan tajam milik Jun yang sepertinya tidak terima dengan ucapan dalam hatinya barusan.
Beberapa saat kemudian...
Setelah merasakan perasaannya sudah kembali normal, tangan Naruto yang masih memeluk Messiah sejak beberapa saat yang lalu terlihat mulai melonggar sebelum akhirnya ia lepaskan dari tubuh ramping Messiah.
"Apakah kau sudah baikan, Naru chan?" Tanya Messiah dengan nada suara yang terdengar sangat keibuan.
"Hai', Messiah san." Jawab Naruto sambil mengusap wajahnya menggunakan lengan pakaiannya untuk menghapus sisa air mata di wajah tampannya. Setelah itu, pemuda berparas tampan tersebut terlihat memamerkan senyuman 5 jarinya kepada perempuan cantik di depannya.
"Kau boleh memanggilku kaa chan selama aku masih bertugas untuk membantumu, Naruto kun." Ucap Messiah sambil menampilkan senyuman keibuan di wajah cantiknya. Ia juga menekankan kata 'kaa chan' di kalimatnya barusan.
"Be-benarkah?" Tanya Naruto dengan nada yang terdengar tidak percaya.
Messiah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan pertanyaan Naruto barusan.
"Ka-kalau begitu, bolehkah aku meminta satu permintaan darimu, kaa chan?" Tanya Naruto dengan nada yang terdengar malu-malu dan wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus. Ia juga terlihat mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menghindari tatapan Messiah padanya.
"Hm..." Messiah hanya bergumam sambil menganggukkan kepalanya sekali lagi untuk mengiyakan pertanyaan sang pemuda.
"Aku tidak akan meminta sesuatu yang aneh-aneh kog." Ucap Naruto yang masih mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menghindari tatapan iris ruby indah milik Messiah yang masih memandangnya dengan pandangan lembut.
"Katakan saja, apa itu, Naruto kun." Ucap Messiah yang sepertinya ingin segera mengetahui apa permintaan dari sang pemuda bergelar sichidaime hokage tersebut.
"A-aku ingin, kaa chan me-manggilku, Na-Naru chan sa-saja." Ucap Naruto sedikit terputus-putus karena sang pemuda merasa sangat malu saat mengungkapkan permintaannya tersebut yang menurutnya sangat kekanakan.
Jun dan Kaguya langsung menganga saat telinga mereka mendengar permintaan Naruto barusan. Setelah itu, kedua perempuan cantik tersebut terlihat saling memandang selama beberapa saat sebelum akhirnya mereka kembali memandang Naruto dan Messiah yang ada di depan mereka.
Sementara Messiah awalnya terlihat terkejut dengan permintaan Naruto yang satu ini yang bahkan tak pernah terlintas di dalam benaknya meskipun hanya sekilas. Akan tetapi perempuan tersebut langsung mengukir sebuah senyuman manis di wajah cantiknya setelah tersadar dari rasa terkejutnya.
'Sepertinya Naruto kun sangat mendambakan sosok seorang ibu.' Ucap Messiah dalam hati sambil terus memandang wajah Naruto yang masih merah seperti kepiting rebus dan masih memandang ke arah lain.
"Hai', Naru chan." Jawab Messiah dengan sebuah senyuman manis di wajah cantik serta manisnya setelah ia mendengar perkataan Naruto barusan. Ia bahkan menekankan kata 'Naru chan' di kalimat yang ia ucapkan barusan.
Wajah tampan Naruto yang awalnya masih semerah kepiting rebus langsung berubah cerah saat ia mendengar persetujuan dari sosok yang ia anggap ibu di depannya. Ia bahkan sampai berjingkrak-jingkrak saking bahagianya.
DUAK DUAK
"Sopanlah sedikit di depan Nee sama/Messiah sama, Naruto kun." Ucap Jun dan Kaguya secara bersamaan setelah mereka berdua menghadiahi kepala kuning sang pemuda dengan sebuah jitakan hingga mengakibatkan benjolan besar yang terlihat berasap di kepala sang pemuda.
Wajah tampan Naruto langsung mencium lantai tempat Messiah dirawat setelah kepalanya dihadiahi jitakan oleh kedua perempuan yang berada di belakangnya saat ia masih jingkrak-jingkrak barusan.
"Go-gomenasai..." Ucap Naruto yang saat ini terlihat nungging dengan suara yang terdengar tidak begitu jelas karena wajahnya masih mencium lantai.
Messiah hanya bisa terkikik geli saat melihat kelakuan unik dari ketiga orang yang ada di depannya.
"Jun san, tolong kembalikan kita semua ke desa Konoha tempat Naruto- maksudku tempat Naru chan memimpin." Ucap Messiah kepada Jun setelah ia terkikik geli selama beberapa saat. Ia juga terlihat membenahi panggilannya untuk Naruto saat ia mengucapkan permohonannya pada sang adik kembar.
Naruto yang masih mencium lantai kamar tempat Messiah dirawat langsung bangkit dan langsung memandang Messiah dengan pandangan bahagia setelah telinganya mendengar ucapan Messiah barusan. Lebih tepatnya dibagian dimana sang perempuan beriris ruby tersebut membenahi kalimatnya.
"Hai', nee sama." Jawab Jun sambil menyatukan kedua tangannya untuk membuat sebuah handseal.
WUSSHHHH
Setelah itu, sebuah lingkaran hitam terlihat muncul di atas ke empat orang yang berada di ruangan tersebut. Lingkaran hitam tersebut langsung turun dengan cepat ke bawah.
"Kita sudah kembali, nee sama." Ucap Jun dengan nada yang sopan saat mereka sudah kembali ke desa Konoha dan lingkaran hitam yang tadi melewati mereka sudah menghilang secara misterius.
"Terima ka-" "Terima kasih telah mengembalikan kami, Jun baa chan." Ucapan terima kasih Messiah langsung dipotong oleh ucapan Naruto yang berterima kasih duluan pada perempuan beriris hitam tersebut.
TWITCH
Sebuah perempatan langsung muncul di kepala Jun setelah indra pendengarannya mendengar ucapan terima kasih dari Naruto barusan. Bukan ucapan terima kasihnya yang membuat sebuah perempatan muncul di kepalanya melainkan sebutan untuknya dari Naruto yang membuat sebuah perempatan muncul di kepala perempuan cantik bersurai hitam sepunggung tersebut.
"na-ru-to-kunnn!" Ucap Jun dengan nada pelan serta aura gelap yang terlihat mulai menyelimuti tubuhnya. Iris hitamnya terlihat menunjukkan kilatan membunuh yang mampu membuat siapapun akan terpaku di tempat mereka berdiri karena diliputi ketakutan yang luar biasa.
"Hiiii..." Naruto langsung merinding disko di tempatnya berdiri saat telinganya mendengar namanya disebut oleh Jun barusan. Dengan gerakan cepat ia langsung berpindah ke belakang tubuh ramping Messiah.
"Jun chan, tidak usah sampai marah begitu." Ucap Messiah yang berusaha menenangkan adik kembarnya yang hendak memberi pelajaran berharga(?) untuk sang pemuda bersurai kuning jabrik yang saat ini bersembunyi di belakang tubuh rampingnya.
"Tapi dia yang memulai duluan, Nee sa-" "Hah... Sampai kapan kau akan bersikap formal padaku seperti itu, Jun chan?" Ucapan Jun yang penuh amarah langsung dipotong oleh ucapan Messiah setelah perempuan cantik tersebut menghembuskan nafas panjang dari mulutnya. Bahkan perempuan yang sejak tadi bersikap lemah lembut serta keibuan tersebut kini terlihat berkacak pinggang di depan adik kembarnya sendiri dengan tampang yang terlihat sangar.
Jun langsung diam seribu bahasa saat iris hitamnya melihat wajah cantik Messiah yang tiba-tiba berubah menjadi sangar. Ia sangat mengerti jika sang kakak sudah mengeluarkan wajah sangarnya seperti saat ini, berarti perempuan cantik beriris seperti ruby tersebut tidak akan mau menerima bantahan apapun dari dirinya entah apapun alasan yang ia ucapkan.
"Hai', Hai', Messiah nee chan." Ucap Jun yang akhirnya menyerah karena ia lebih takut pada wajah sangar sang kakak kembarnya ketimbang martabatnya yang akan runtuh jika ia tidak mempertahankan formalitasnya dengan sang kakak kembar selama mereka berdua berada di dunia manusia seperti saat ini.
"Begitu lebih baik." Ucap Messiah yang langsung merubah ekspresi sangarnya menjadi sangat manis.
'Messiah san benar-benar mirip dengan kaa chan...' Ucap Naruto di dalam hatinya saat iris biru safirnya melihat ekspresi Messiah yang bisa berubah dalam hitungan detik seperti mendiang ibunya.
Jun dan Messiah awalnya sedikit tertegun saat mereka tanpa sengaja mendengar isi hati Naruto barusan. Akan tetapi mereka langsung mengukir sebuah senyuman di wajah cantik masing-masing.
"EHEM!" Tiba-tiba suara deheman yang berasal tidak jauh dari mereka langsung mengalihkan perhatian mereka ke arah asal suara.
"Eh, Sakura?" Ucap Naruto saat iris birunya melihat perempuan berambut pink tersebut berdiri beberapa langkah di belakang Kaguya. "Sejak kapan kau ada disini?" Lanjut Naruto bertanya kepada mantan teman se teamnya tersebut.
"Kalian semua ini membuat kami khawatir tahu!" Ucap sebuah suara yang berasal dari belakang Sakura. Setelah ucapan tersebut terlihat 7 istri Naruto yang mulai memasuki kamar tempat Messiah dirawat secara bergantian.
"Bisa tidak kalian berpamitan terlebih dahulu sebelum pergi? Kalian ini membuat semua orang di rumah sakit desa Konoha panik gara-gara kalian tiba-tiba menghilang begitu saja." Lanjut sang pemilik suara panjang lebar yang ternyata adalah salah satu istri Naruto yang memiliki surai berwarna ungu gelap dan iris mata berwarna coklat.
"Naruto kun, se-sedang apa kamu di-disana?" Tanya istri Naruto yang lain yang memiliki surai berwarna indigo dan iris mata berwarna lavender dengan nada malu-malu yang menjadi ciri khasnya.
"Eh?" Tanya Naruto yang masih bersembunyi di balik tubuh Messiah. Saat ia sadar dengan perilaku memalukannya, ia langsung melompat darisana dan berdiri tegap di samping Messiah dengan wajah yang memerah karena malu.
"Siapa perempuan manis nan cantik tersebut, Naruto kun?" Tanya seorang perempuan bersurai biru sebahu dengan hiasan origami bunga yang ia semangatkan di antara telinganya. "Apakah dia adalah calon saudara kami yang baru?" Lanjut perempuan tersebut bertanya dengan suara dan aura yang sangat angker. Perempuan cantik tersebut juga menekankan kata calon saudara dalam kalimat yang ia ucapkan tadi.
Para istri Naruto yang lain langsung mengeluarkan aura angker masing-masing setelah mendengar ucapan perempuan cantik bersurai biru sebahu tersebut.
"Eh... Eh... Ten-tentu saja bukan, Konan chan." Jawab Naruto takut-takut sambil mengalihkan pandangannya kesana kemari untuk menghindari pandangan para istrinya tersebut.
"Lantas siapa dia, Naruto kun?" Pertanyaan ini bukan berasal dari perempuan bersurai biru bernama Konan barusan. Melainkan berasal dari perempuan bersurai coklat panjang dengan iris lavender.
"Naruto kun..." Panggil Messiah sambil menepuk pundak sang pemuda dengan lembut.
Naruto langsung mengalihkan pandangannya yang awalnya kesana kemari untuk melihat sang pemanggil. Ekspresi wajah cantik perempuan tersebut saat ini seolah mengatakan pada sang pemuda yang ia panggil 'serahkan masalah ini padaku'.
Naruto yang mengerti arti pandangan Messiah langsung menganggukkan kepalanya. Setelah itu sang pemuda terlihat mundur beberapa langkah ke belakang.
"Minna san, perkenalkan namaku adalah Messiah, sang dewi yang bertugas untuk menyayangi semua makhluk Kami sama yang dicampakkan oleh makhluk lainnya." Ucap Messiah dengan nada yang terdengar berwibawa sambil membungkukkan badannya 90 derajat dihadapan semua orang yang ada di depannya.
"Heh kau kira kami akan percaya dengan-" GREB
Ucapan salah satu istri Naruto yang memiliki surai berwarna coklat serta iris lavender yang bernada tidak percaya langsung berhenti saat Jun dengan tiba-tiba berada di depan sang pengucap dan langsung mencekik lehernya lalu mengangkatnya ke udara dengan satu tangan.
"Jaga ucapanmu, perempuan jalang jika kau tidak ingin memiliki lubang di tubuhmu." Ucap Jun dengan nada dingin sambil terus mengangkat perempuan dihadapannya yang tidak lain adalah Hanabi. Ia juga menekankan kata 'perempuan jalang' di kalimat bernada dinginnya.
'Ce-cepat sekali.' Ucap Tayuya, Shizuka, Sara, dan Hinata dalam hati yang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan.
'Ge-gerakannya bahkan lebih cepat dari Naruto kun.' Ucap Konan, Yugao, dan Guren dalam hati secara bersamaan secara tidak langsung.
"LEPASKAN DIA, JUN!" Ucapan bernada keras yang dipenuhi amarah ini bukan berasal dari Messiah melainkan berasal dari Naruto saat iris biru pemuda tersebut melihat apa yang terjadi di depannya.
"Memang kau mau apa jika aku terus melakukan hal ini hah?" Tanya Jun dengan nada mengejek sambil mempererat cekikannya di leher Hanabi. Hanabi terlihat meringis kesakitan saat Jun mengeratkan cekikan dilehernya.
WUSSHHHH TAP
Naruto langsung melayangkan salah satu tangannya yang sudah terkepal ke arah wajah cantik Jun. Sepertinya ia benar-benar tidak bisa menahan amarahnya jika seseorang yang ia cintai sudah disakiti. Tapi Jun mampu menghentikan pukulan Naruto yang mengarah ke wajah cantiknya hanya dengan menggunakan satu jari tangannya yang lain.
Semua perempuan disana kembali dibuat membelalak kecuali Kaguya dan Messiah saat iris indah mereka melihat hal yang baru saja terjadi.
Tap
"Hah..." Setelah itu, Jun yang masih menahan pukulan Naruto menggunakan jarinya terlihat menghembuskan nafas panjang lalu ia menurunkan Hanabi dengan gerakan pelan dan lembut. "Maafkan aku, Hanabi chan." Ucap Jun dengan nada manis.
"Se-sebenarnya, apa maksudmu melakukan ini?" Tanya Hanabi yang tidak mengerti mengapa Jun yang tadi bersikap dingin tiba-tiba berubah menjadi ramah kembali.
"Sekarang kau mengerti kan, Naru chan?" Tanya Messiah dengan nada lembut kepada sang pemuda bersurai kuning jabrik tersebut yang masih diselimuti amarah. "Kau tidak akan bisa melukai Aphopis dengan kemampuanmu saat ini. Jadi jika nanti terjadi sesuatu, aku harap kau tidak akan bertindak gegabah." Lanjut perempuan cantik tersebut dengan nada khas keibuannya.
Naruto langsung menurunkan tangannya yang masih ditahan oleh Jun dan langsung menganggukkan kepalanya setelah ia mendengar penuturan dari seseorang yang ia anggap sebagai ibunya sendiri.
"Minna san, mereka berdua ini memang sang dewi yang diutus langsung oleh Kami sama untuk turun ke bumi. " Ucap Kaguya yang sedari tadi diam kepada para istri Naruto. "Jadi mereka berdua ini tidak ada hubungan khusus dengan Naruto kun. Jadi aku mohon jangan salah paham." Lanjut Kaguya memberi penjelasan pada semua orang yang ada disana.
Tap tap tap tap tap tap
Semua orang disana langsung berlutut hormat dihadapan Messiah, Jun, Naruto, dan Kaguya setelah mereka mendengar penjelasan dari Kaguya barusan.
"Maafkan sifat kekanakan kami, Messiah sama, Jun sama." Ucap Konan yang mewakili para istri Naruto yang lain. Sepertinya perempuan cantik tersebut yang merasa paling bersalah diantara mereka semua.
""Hai', hai', angkat kepala kalian semua minna." Ucap Messiah yang sepertinya kurang suka dengan keadaan kamar tempatnya dirawat yang tiba-tiba berubah menjadi sangat formal.
Para istri Naruto serta beberapa orang yang ada disana termasuk Sara dan Sakura yang ikut berlutut langsung mengangkat kepala mereka dan kembali berdiri tegap.
"Dan juga kata siapa aku tidak memiliki hubungan khusus dengan Naru chan, Kaguya chan?" Lanjut Messiah yang melontarkan pertanyaan pada Kaguya sambil merangkul pundak Naruto seperti teman akrab yang sudah lama tidak bertemu.
Akan tetapi kepala para istri Naruto langsung kembali panas saat iris indah mereka melihat perlakuan Messiah yang sok akrab dengan suami mereka. Tapi mereka tidak berani mengambil tindakan karena mereka tidak mau merasakan amarah salah satu dari dua perempuan berparas mirip tersebut.
"Selama aku berada disini, aku akan menjadi ibu angkat untuk Naru chan, minna." Ucap Messiah yang mengumumkan status khususnya dengan Naruto di depan semua orang yang ada disana. "Jadi mohon bantuannya ya." Lanjut perempuan cantik tersebut dengan nada ceria serta senyuman manis di wajah cantiknya.
"HAH?!" Semua orang yang berada di dalam kamar tempat Messiah dirawat langsung menganga(kecuali Jun, Kaguya, dan Naruto tentunya) setelah indra pendengaran mereka mendengar apa yang diumumkan Messiah barusan. Sepertinya mereka benar-benar tidak percaya dengan ucapan perempuan cantik beriris merah seperti ruby tersebut.
"Apa ada yang keberatan dengan ucapan kaa chanku barusan?" Tanya Naruto dengan nada suara yang terdengar tidak suka sambil menatap semua orang disana dengan pandangan serta aura intimidasinya yang sangat tidak bersahabat.
"Ti-tidak ada yang keberatan kog." Jawab Yugao mewakili semua orang yang ada disana. "Benar kan, minna?" Lanjutnya bertanya pada semua orang yang berada di dalam kamar tersebut.
Semua orang yang ada disana langsung mengangguk setuju dengan perkataan perempuan cantik bersurai ungu gelap tersebut.
"Naru chan, jangan kasar begitu..." Ucap Messiah dengan nada lembut sambil mengelus lengan sang pemuda yang masih ia rangkul untuk menenangkannya.
"Hai', kaa chan." Jawab Naruto seperti seorang anak yang menuruti ucapan ibunya. Setelah itu, ia menghentikan aura intimidasinya yang masih ia keluarkan.
Semua orang yang ada disana langsung bisa bernafas lega saat aura tidak menyenangkan yang berasal dari pimpinan mereka sudah tidak mereka rasakan lagi.
"Oh ya minna, kenapa kalian datang ramai-ramai kemari?" Tanya Naruto yang sepertinya baru ingat jika dia belum mengetahui kenapa tiba-tiba di kamar Messiah sudah ramai orang.
"Kami ingin mengajakmu untuk makan siang, Naruto kun." Ucap para istri Naruto dengan suara yang kompak sambil menampilkan bento yang mereka bawa.
"Oh... Kalau kau Sakura, kenapa kau datang kemari?" Kini Naruto melemparkan pertanyaan pada sang kepala rumah sakit desa Konoha.
"Aku datang kemari karena laporan dari para istrimu, Naruto." Jawab Sakura sambil menolehkan kepalanya kepada para perempuan cantik yang berada di sampingnya. "Mereka mengatakan jika kau serta pasien yang berada di kamar ini telah menghilang, jadi aku serta beberapa perawat bergegas untuk datang kemari." Lanjut perempuan dengan iris hijau tersebut menjelaskan sebelum Naruto bertanya lebih jauh.
"Jun chan, apakah kau tidak menghentikan waktu di dimensi yang kau buat barusan?" Tanya Messiah kepada adik kembarnya yang sedari diam dan tidak mengeluarkan suara.
"Sepertinya aku lupa, Messiah nee chan... Hehehe..." Jawab Jun sambil cengengesan dan menggaruk belakang kepalanya yagn tidak gatal.
"Hah..." Kaguya, Naruto, serta Messiah langsung menghembuskan nafas panjang saat mereka mendengar alasan tersebut keluar dari bibir manis Jun.
Setelah itu, Naruto langsung mengalihkan pandangannya untuk melihat jam di dinding kamar tempat Messiah dirawat yang menunjukkan pukul 12:22 waktu setempat.
"Kalau begitu, kita makan bersama saja, minna." Ajak Naruto pada para istrinya serta semua orang yang berada disana. "Pasti makanan yang dibawa para istriku cukup untuk kita semua." Lanjut pemuda berparas tampan tersebut dengan nada yang bersemangat.
"Saya merasa terhormat dengan ajakan anda, Hokage sama." Ucap Sakura dengan nada yang terdengar sopan sekaligus formal. Dia bahkan memanggil Naruto dengan sebutan Hokage sama. "Tapi saya mohon maaf jika saya beserta para perawat yang datang kemari bersama saya harus menolak ajakan anda. Karena kami masih memiliki para pasien yang harus diurus." Lanjut Sakura yang menolak ajakan pemuda tampan bersurai kuning jabrik tersebut dengan halus.
"Tidak apa-apa, Sakura." Ucap Naruto yang merasa tidak keberatan dengan penolakan yang ia terima dari mantan teman se teamnya tersebut. Ia mengerti dengan posisi Sakura sebagai kepala rumah sakit desa Konoha.
"Saya ucapkan terima kasih atas pengertian serta ajakan dari anda, Hokage sama." Ucap Sakura masih dengan nada sopan serta formalnya. "Kalau begitu saya serta para perawat pamit undur diri." Lanjut perempuan dengan surai berwarna merah muda tersebut sambil membungkukkan badannya 90 derajat di hadapan Naruto. Para perawat yang datang ke tempat tersebut langsung ikut membungkukkan badan mereka saat mereka melihat sang kepala rumah sakit membungkukkan badannya kepada Naruto.
"Oh ya, Sakura..." Panggil Naruto saat iris biru safirnya melihat perempuan terebut hendak meninggalkan kamar tempat Messiah dirawat.
"Hai', ada yang bisa saya bantu lagi, Hokage sama?" Tanya Sakura kepada Naruto setelah ia membalikkan badannya. Sementara para perawat yang tadi datang bersama Sakura terlihat sudah berlalu dari sana terlebih dahulu.
"Apakah kaa chan sudah boleh meninggalkan rumah sakit?" Tanya Naruto kepada Sakura yang notabene merawat langsung seseorang yang ia panggil dengan sebutan kaa chan yang tidak lain adalah Messiah.
"Kalau masalah itu, mohon tunggu sebentar, Hokage sama." Ucap Sakura sambil membimbing Messiah ke kasur tempatnya dirawat yang ia tinggalkan beberapa saat yang lalu.
"Messiah sama, silahkan duduk di atas kasur." Ucap Sakura dengan nada sopan saat ia hendak memeriksa kondisi perempuan cantik beriris merah ruby tersebut.
Messiah hanya menuruti permintaan Sakura. Setelah itu, Sakura langsung mengeluarkan stetoskopnya dan memeriksa denyut jantung Messiah. Setelah itu, perempuan cantik tersebut melakukan hal lain yang sekiranya ia perlukan untuk memastikan kondisi tubuh Messiah.
"Messiah sama, sudah boleh meninggalkan rumah sakit, Hokage sama." Ucap Sakura setelah ia selesai memeriksa seluruh tubuh Messiah. "Tapi saya harap beliau mau datang ke rumah sakit desa Konoha selama 3 hari ke depan. Saya hanya ingin memastikan jika beliau sudah benar-benar sehat dan pulih seperti sedia kala." Lanjut Sakura panjang lebar memberiakan syarat kepada Naruto.
"Hm, aku mengerti, Sakura." Ucap Naruto sambil menganggukkan kepalanya. "Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini." Lanjut pemuda berparas tampan tersebut dengan nada yang tulus sambil membungkukkan badannya ke arah Sakura.
"Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai kepala rumah sakit desa Konoha, Hokage sama." Ucap Sakura dengan masih nada formalnya. "Kalau begitu apa ada hal lain yang bisa saya bantu lagi?" Lanjut perempuan cantik tersebut sebelum ia melangkahkan kakinya untuk meninggalkan ruangan itu.
"Tidak ada, Sakura." Ucap Naruto singkat.
Setelah Sakura mendengar ucapan Naruto, wanita berusia 30 tahunan tersebut terlihat melangkahkan kakinya untuk pergi darisana.
"Baiklah minna, mari lakukan seperti biasanya." Ucap Naruto dengan nada bersemangat sambil menggandeng tangan Messiah.
Para istri Naruto beserta Kaguya dan Sara yang mengerti dengan maksud Naruto langsung menganggukkan kepala mereka. Akan tetapi para istri Naruto malah menjadi ribut karena mereka berebut siapa yang akan memegang tangan Naruto yang satunya.
"Hah..." Naruto yang melihat hal tersebut hanya bisa menghela nafas panjang. Sementara Kaguya dan Sara yang melihat hal kekanakan tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya. Jun dan Messiah hanya tersenyum saat melihat kegaduhan tersebut.
Dan tidak lama setelah acara ribut tersebut, seorang perawat datang ke kamar tersebut dan langsung menegur para istri Naruto yang sedang ribut. Para istri Naruto langsung membungkuk berkali-kali saat mereka mendapatkan teguran dari perawat yang datang.
Srettt
"EH?!" Jun langsung tersentak kaget saat dengan tiba-tiba Naruto menggandeng tangan kirinya lalu menariknya untuk mendekatinya. Ia tidak pernah berpikir jika pemuda tersebut akan melakukan hal itu.
"Dengan begini, masalah selesai." Ucap Messiah dengan nada riang saat melihat keputusan Naruto yang menurutnya sangat bagus.
Tapi hal tersebut berbanding terbalik dengan para istri Naruto yang terlihat memanyunkan bibir manis mereka karena merasa iri dengan posisi Jun dan Messiah saat ini.
Kalau Messiah sih, mereka tidak begitu iri karena Naruto sudah menganggapnya sebagai ibu angkatnya. Tapi yang jadi masalah adalah Jun. Karena mereka tidak mengetahui hubungan seperti apa yang terjadi antara suami mereka dengan perempuan berparas manis dengan iris hitam tersebut.
Tapi karena tidak mau membuat Naruto menunda lebih lama akhirnya mereka saling menggandengkan tangan mereka masing-masing.
Setelah itu mereka menghilang meniggalkan tempat Messiah dirawat menggunakan hiraishin milik Naruto.
Di sebuah tanah lapang yang ditumbuhi bunga-bunga yang indah...
Naruto serta para istrinya dan para tamunya terlihat muncul di area tersebut secara bersamaan. Setelah itu, para istri Naruto langsung mencari tempat duduk yang menurut mereka nyaman.
"Naruto kun, sepertinya disini tempat yang bagus." Ucap Shizuka sambil mendudukkan dirinya dengan posisi bersimpuh di bawah sebuah pohon besar nan rindang yang berada tepat di samping taman bunga yang ada di tempat tersebut.
"Kaa chan, bagaimana menurutmu?" Tanya Naruto pada perempuan beriris ruby indah yang masih setia menempel pada sang pemuda bersurai kuning jabrik tersebut.
"Kalau menantu kaa chan bilang tempatnya bagus, maka kaa chan tidak akan mempermasalahkannya." Jawab Messiah dengan nada yang berubah kembali menjadi keibuan.
"Baiklah kita makan disini saja, Minna." Ucap Naruto setelah ia mendengar pendapat seseorang yang ia panggil kaa chan barusan.
Wajah cantik Shizuka seketika memerah karena malu setelah ia mendengar Jawaban Messiah barusan. Dalam hatinya ia merasa sangat senang denga pujian yang diberikan oleh perempuan bergelar dewi cinta tersebut. Hati perempuan cantik beriris hijau tersebut bagaikan ditumbuhi jutaan bunga saat ia mendengar Messiah tadi menyebutnya dengan sebutan 'menantu' yang menurutnya berarti ia telah satu langkah di depan para istri Naruto yang lain.
Sementara para istri Naruto yang lain terlihat semakin memanyunkan bibir ranum mereka. Mereka terlihat iri dengan perempuan yang tadi disebut menantu oleh Messiah. Sementara Sara dan Kaguya hanya terkikik geli saat iris indah mereka melihat para istri Naruto yang semakin memanyunkan bibirnya.
Beberapa saat kemudian...
Acara makan siang antara Naruto, Kaguya, Sara, serta para istrinya dan anggota keluarga barunya telah selesai. Kini para istri Naruto serta Kaguya dan Sara terlihat membereskan kotak bento yang tadi mereka bawa. Sementara Jun, Messiah, dan Naruto terlihat menunggu 9 perempuan tersebut sambil memandang taman penuh bunga yang ada di sana dalam diam.
"Naruto kun, kami sudah siap untuk kembali ke desa Konoha." Ucap Yugao mewakili para istri Naruto yang lain serta Kaguya dan Sara setelah mereka semua selesai membereskan kotak bento mereka.
"Hai', terima kasih karena sudah memberitahu kami, Yugao chan." Jawaban ini bukan berasal dari Naruto. Melainkan dari Messiah.
Setelah itu, Naruto, Jun, dan Messiah terlihat membalikkan badan mereka lalu berjalan untuk mendekati 9 perempuan yang terlihat sudah menunggu mereka.
"Kalian adalah para wanita yang baik. Terima kasih telah merawat Naru chan selama ini. Dan juga maafkan Naru chan jika dia sering merepotkan kalian semua." Ucap Messiah dengan nada khas keibuannya. Jun yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut kakak kembarnya hanya menampilkan sebuah senyuman manis di wajah cantiknya.
"Jangan begitulah kaa chan..." Ucap Naruto dengan wajah tampannya yang berubah memerah seperti kepiting rebus karena malu. "A-aku kan jadi malu..." Lanjut pemuda tersebut jujur.
Hati 7 istri Naruto serasa ditumbuhi jutaan bunga setelah indra pendengaran mereka mendengar kalimat yang diucapkan Messiah. Mereka saat ini benar-benar merasakan kebahagiaan yang sempurna. Tapi Kaguya dan Sara merasakan hal sebaliknya. Kedua perempuan berparas cantik ini hanya bisa tersenyum getir setelah mereka mendengarkan kalimat dari Messiah barusan. Kenapa demikian? Karena mereka merasa jika mereka bukanlah siapa-siapa untuk Naruto.
"Jangan menunjukkan wajah sedih begitu, Kaguya chan, Sara chan." Ucap Jun yang mencoba menghibur kedua perempuan cantik tersebut saat iris hitamnya menyadari perbedaan ekspresi di antara 9 perempuan tersebut. "Kami sama, pasti merencanakan sesuatu yang indah untuk kalian nanti." Lanjut perempuan tersebut sambil tersenyum tulus pada Kaguya dan Sara.
Kaguya dan Sara yang langsung kembali merasa bahagia setelah mereka mendengar ucapan dari adik Messiah barusan.
Naruto sebenarnya menyadari ekspresi sedih di wajah cantik Kaguya dan Sara sesaat setelah Messiah berucap. Tapi saat ia hendak menghibur mereka, Jun mendahuluinya untuk menghibur dua perempuan cantik tersebut sebelum dirinya.
"Minna, bisakah aku membicarakan sesuatu dengan kalian?" Tanya Naruto kepada 7 istrinya.
"Kenapa tidak saat kita sudah kembali ke Konoha saja, Naruto kun?" Tanya Tayuya yang diikuti anggukan setuju dari 6 istri Naruto yang lain.
"Kurasa hal ini lebih baik dibicarakan disini." Jawab Naruto yang sepertinya kurang setuju dengan pendapat salah satu istrinya tersebut.
"Tapi-" "Sudahlah, minna lebih baik kita turuti saja permintaan Naru chan." Guren yang sepertinya hendak mengucapkan ketidak setujuannya langsung dipotong cepat oleh Messiah yang sepertinya mengetahui pemikiran sang pemuda.
Setelah mendengar ucapan Messiah barusan, para istri Naruto terlihat saling lempar pandangan di iris mereka. Dan pada akhirnya mereka setuju untuk mendengarkan apa yang ingin dibicarakan Naruto yang sepertinya sangat mendesak.
Setelah mendapat persetujuan dari para istrinya, Naruto terlihat memandang Messiah seolah mengajak perempuan cantik tersebut untuk ikut dalam pembicaraan yang hendak ia ungkapkan kepada istrinya.
"Dasar anak manja..." Ucap Messiah dengan nada lembut yang mengerti dengan pandangan yang dilontarkan Naruto untuknya. "Jun chan, tolong kau disini sebentar bersama Kaguya dan Sara ya?" Lanjut perempuan beriris ruby tersebut meminta tolong pada adik kembarnya untuk menunggu mereka di sini.
"Hai', Messiah nee chan." Jawab Jun singkat setelah ia mendengar permintaan dari sang kakak.
Setelah itu, Naruto beserta para istrinya serta Messiah terlihat menjauh dari tempat Jun, Kaguya, serta Sara yang hanya bisa memandang mereka dengan tatapan penuh tanya.
"Jun sama, apakah kau tahu apa yang ingin mereka bicarakan?" Tanya Sara kepada Jun. Sepertinya perempuan berparas manis ini yang paling penasaran disini.
"Hm..." Gumam Jun tidak jelas sambil mengangkat kedua bahunya sebagai isyarat jika dia tidak tahu menahu. Setelah menjawab pertanyaan yang dilontarkan Sara untuknya, perempuan cantik beriris hitam tersebut terlihat membaringkan dirinya ke atas tanah yang ditumbuhi rumput hijau dibawahnya.
Beberapa saat kemudian...
Naruto serta 7 istrinya dan Messiah terlihat kembali melangkahkan kaki mereka untuk mendekati Jun, Sara, dan Kaguya yang masih setia menunggu mereka disana.
"Sisanya terserah padamu, Naru chan." Ucap Messiah saat mereka sudah sampai di dekat tiga perempuan yang telah menunggu mereka sambil menepuk bahu Naruto. Setelah itu, dia terlihat berjalan untuk mendekati adiknya yang terlihat sedang berbaring di atas rerumputan tepat di dekat kaki Kaguya yang masih berdiri.
Messiah langsung mendudukkan dirinya saat ia sudah berada tepat disamping adik kembarnya.
"Apa yang tadi kalian bicarakan, nee chan?" Tanya Jun sambil membuka sebelah matanya yang ia tutup saat ia merasakan hawa keberadaan yang tidak asing sedang duduk persis disampingnya.
"Sebentar lagi kau juga akan tahu, Jun chan." Jawab Messiah sambil tersenyum manis.
Jun yang mendapatkan jawaban demikian kembali menutup salah satu iris hitamnya yang tadi ia buka untuk melihat nee channya.
Sementara Kaguya dan Sara yang tidak sengaja mendengar pembicaraan singkat saudari kembar identik di dekat mereka semakin diselimuti rasa penasaran. Rasa penasaran kedua perempuan cantik tersebut semakin menggebu-gebu saat mereka melihat Naruto yang berjalan sendirian ke arah mereka sementara para istri Naruto hanya diam di tempat mereka berdiri saat ini.
"Kaguya chan? Sara chan?" Panggil Naruto dengan nada lembut saat ia sudah menghentikan langkah kakinya tepat di depan kedua perempuan yang ia panggil barusan.
"Hai', Naruto kun." Jawab Sara serta Kaguya secara bersamaan secara tidak langsung.
"Aku tahu ini terkesan mendadak dan mungkin tidak mewah, tapi..." Ucap Naruto menggantung sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal.
Jantung Kaguya dan Sara semakin dag dig dug setelah mendengar ucapan Naruto yang menggantung barusan.
"... bersediakah kalian berdua menjadi bagian dari hidup kami dalam keadaan bahagia dan sedih hingga ajal menjemput?" Ucap Naruto melanjutkan kalimatnya yang sempat ia gantung barusan sambil menekuk salah satu lututnya di depan Kaguya dan Sara. Wajah tampan Naruto saat ini terlihat menunduk untuk melihat tanah di bawahnya dengan kedua tangannya yang ia ulurkan kepada Kaguya dan Sara yang berada di depannya.
Kaguya dan Sara bagai disambar petir di siang bolong saat mereka mendengar lamaran dari pemuda yang sangat mereka cintai sepenuh hati mereka. Kedua perempuan tersebut terlihat terpaku di tempat mereka berdiri dan tidak tahu harus memberikan jawaban seperti apa untuk lamaran sang pemuda yang saat ini berlutut dihadapan mereka. Kedua perempuan cantik yang sedang bingung tersebut terlihat mengalihkan pandangan mereka untuk memandang 7 istri Naruto yang terlihat berdiri tidak jauh darisana.
Tiba-tiba iris indah Kaguya dan Sara langsung dibanjiri air mata saat mereka melihat anggukan dari 7 istri Naruto yang menandakan jika mereka merestui tindakan Naruto barusan.
"Ten-tentu saja, kami bersedia, Naruto kun." Jawab Sara sedikit terputus saat mengucapkan persetujuannya karena saat ini perempuan cantik tersebut sedang dilanda kebahagiaan yang selama ini ia idam-idamkan. Perempuan cantik tersebut langsung mengulurkan tangan kanannya untuk menggapai tangan kiri Naruto yang berada di depannya.
Naruto yang tidak mendengarkan jawaban atau reaksi apapun dari Kaguya langsung mengangkat kepalanya untuk melihat wanita cantik bersurai putih panjang tersebut yang hanya diam saja di tempatnya berdiri.
Brukkk Brukkk
Bukannya menyambut tangan Naruto yang terulur padanya, Kaguya malah memeluk tubuh atletis Naruto hingga membuat sang pemuda bersurai kuning jabrik tersebut terjatuh kebelakang. Sara langsung ikut terjatuh ke atas tubuh Naruto karena ia masih menggenggam tangan sang pemuda yang terulur padanya.
"Dasar manusia hikss... Serakah hiks..." Ucap Kaguya terisak sambil memeluk erat tubuh Naruto dan membenamkan wajah cantiknya yang sedang menangis bahagia di dada bidang Naruto.
"Jika keserakahanku bisa membuat kalian berdua ikut bahagia, maka aku tidak keberatan menjadi orang yang serakah." Balas Naruto dengan nada lembut sambil mengelus surai milik Kaguya dan Sara yang saat ini berada di atas tubuhnya.
Para istri Naruto yang melihat kebahagiaan tersebut langsung ikut tersenyum bahagia. Sepertinya 7 perempuan cantik tersebut telah merestui hubungan yang akan dijalin oleh Naruto dengan Sara dan Kaguya nanti.
"Hm..." Gumam Jun tidak jelas saat telinganya tanpa sengaja mendengar pembicaraan yang terjadi antara Kaguya, Sara, dan Naruto. Tapi beberapa detik kemudian, perempuan cantik tersebut mengukir sebuah senyuman di wajah cantiknya yang masih menutup kedua matanya.
Messiah yang mendengar gumaman Jun langsung mengalihkan pandangannya yang sejak tadi memandang Naruto dan dua perempuan cantik yang dilamar pemuda tersebut kepada adik kembarnya yang saat ini masih menampilkan senyuman manisnya.
"Ternyata Kami sama mengabulkan do'a mereka lebih cepat." Ucap Messiah kepada Jun sambil mengalihkan pandangannya kembali untuk melihat Naruto yang masih mengelus surai Kaguya dan Sara menggunakan kedua tangannya.
Jun langsung mengubah posisi berbaringnya menjadi duduk dan mengalihkan pandangan iris hitamnya ke arah tempat kakak kembarnya memandang saat ini. Lalu sebuah ide jahil muncul di kepala sang dewi ruang dan waktu tersebut. Kemudian ia terlihat membisikkan sesuatu ke telinga kakak kembarnya untuk mendengarkan pendapat sang kakak.
"Bagaimana, nee chan? Apakah nee chan mengijinkan?" Tanya Jun beruntun setelah ia selesai membisikkan rencananya kepada kakak kembarnya.
"Hm... Kurasa idemu yang satu ini tidaklah berlebihan, Jun chan." Balas Messiah dengan senyuman jahil yang terukir di wajah cantiknya saat ia setuju dengan ide jahil adiknya untuk mengerjai Naruto.
Setelah itu, Messiah terlihat mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan melalui mulutnya. Kemudian ia terlihat menarik nafas lagi lalu menahannya setelah itu dia terlihat menyatukan kedua jari tangannya di depan mulutnya. Sepertinya perempuan cantik bergelar dewi cinta ini ingin meneriakkan sesuatu.
"MINNA CHAN, WAKTUNYA ACARA MENINDIH TUBUH NARU CHAN." Teriak Messiah ke arah para istri Naruto yang berdiri tidak jauh dari sana.
Wajah cantik para istri Naruto yang awalnya diselimuti senyum kebahagiaan langsung berubah menjadi senyuman jahil saat mereka mendengar teriakan dari Messiah barusan.
Hal itu berbanding terbalik dengan Naruto. Pemuda yang awalnya merasa bahagia tersebut langsung diliputi kepanikan saat telinganya mendengar teriakan barusan yang berasal dari sosok yang ia panggil kaa chan.
Para istri Naruto terlihat langsung berlari ke arah Naruto yang saat ini terlihat diliputi kepanikan. Mereka terlihat berlomba-lomba dengan senyuman jahil di wajah cantik mereka.
Brukkk brukkk brukkk brukkk brukkk brukkkk brukkkk
Para istri Naruto langsung melompat dan menindih tubuh Kaguya, Sara, dan Naruto yang masih berada di atas tanah di bawah mereka saat mereka masih berada di udara.
"Hahaha..." Setelah saling menindih, mereka semua langsung tertawa terbahak-bahak seperti anak kecil yang bebas bermain dan tidak perlu memikirkan sesuatu yang berat.
"Mau ikut, Jun chan?" Tanya Messiah yang sudah berdiri sambil mengulurkan tangan kanannya ke arah sang adik kembarnya yang masih berbaring di atas tanah.
Tap
"Kenapa tidak..." Jawab Jun sambil menerima uluran tangan sang kakak yang membantunya berdiri dari posisi berbaringnya. "Lagipula yang memberi ide ini kan, aku." Lanjut perempuan cantik tersebut saat ia sudah berdiri sambil membersihkan pakaiannya dari debu yang menempel.
"Harus berlari dan tidak boleh menggunakan jutsu ataupun terbang menggunakan sayap." Ucap Messiah yang mulai mengambil ancang-ancang untuk berlari.
"Dimengerti." Jawab Jun sambil ikut mengambil ancang-ancang untuk berlari seperti kakaknya.
Dan setelah itu, kedua perempuan tersebut langsung melesat dengan kecepatan tinggi untuk menuju tumpukan manusia yang tidak jauh dari mereka. Setelah merasa cukup dekat, kedua perempuan berparas mirip tersebut langsung melompat ke atas udara.
Brukkk brukkk
Untuk sesaat tawa dari para istri Naruto serta Naruto sendiri terdengar berhenti saat tubuh ramping milik Messiah dan Jun menindih mereka secara bersamaan.
"Hahaha..." Akan tetapi tawa mereka terdengar pecah kembali beberapa detik kemudian.
"Tidak buruk kan, nee chan?" Tanya Jun pada kakaknya yang berada persis di sampingnya.
"Hai', Jun chan." Jawab Messiah sambil tersenyum manis. Sepertinya kedua perempuan berparas cantik tersebut sangat menikmati momen-momen tersebut.
Skip time...
Hari sudah mulai menjelang malam dan para penduduk desa Konoha terlihat mulai mengakhiri aktifitas mereka.
Didalam sebuah rumah yang terlihat berdiri kokoh dan megah, terlihat para perempuan cantik yang sepertinya sedang bersiap untuk pergi ke suatu acara. Hal tersebut dikuatkan dengan mereka yang terlihat sedang berdandan di dalam kamar mereka masing-masing.
Di dalam salah satu kamar yang berada di dalam rumah megah tersebut, terlihat 4 orang dengan paras yang cantik sedang berdandan atau sedang memilih baju yang mungkin akan ia kenakan nanti.
"Jun chan, apakah menurutmu aku akan cocok jika aku mengenakan pakaian ini?" Tanya seorang perempuan cantik dengan iris indah bagai permata ruby pada seorang perempuan lain yang memilki paras yang mirip dengannya sambil menempelkan sebuah gaun terusan panjang berwarna hitam dan terlihat sangat elegan.
"Kau pasti akan kelihatan sangat menawan dan anggun jika kau mengenakan gaun tersebut, nee chan." Jawab perempuan cantik yang tidak lain adalah Jun. "Benarkan, Kaguya chan, Sara chan?" Lanjut Jun yang meminta pendapat pada dua orang perempuan cantik yang berada satu ruangan dengannya dan sang nee chan.
"Hai', Jun sama." Jawab perempuan cantik bersurai putih panjang yang terlihat sudah siap terlebih dahulu. Perempuan cantik ini yang tidak lain adalah Kaguya, saat ini terlihat sangat cantik. Saat ini perempuan tersebut tidak mengenakan pakaian putih kebesarannya yang selalu ia kenakan kemanapun ia pergi. Wanita cantik ini terlihat memakain sebuah gaun berwarna hitam yang sangat kontras denga kulit putihnya yang yang sempurna.
Sementara seorang perempuan lain yang memiliki surai berwarna merah hanya menganggukkan kepalanya saja karena saat ini perempuan tersebut sedang memoles bibirnya dengan sebuah lipstick berwarna pink yang terlihat sangat cocok untuk wajah cantiknya. Perempuan tersebut terlihat mengenakan gaun berwarna biru langit yang memiliki model yang sama dengan Kaguya.
Sementara Jun sendiri juga terlihat sudah siap seperti Kaguya. Perempuan yang biasanya selalu mengenakan pakaian ala penduduk biasa ini terlihat memakai gaun terusan panjang berwarna hijau toska. Perempuan tersebut terlihat sedang duduk manis di atas kasur queen size yang ada di dalam kamar tersebut. Parasnya yang memang sudah menunjukkan kesan cantik dan menawan tidak banyak ia poles dengan make up. Ia hanya menggunakan bedak tipis dan menggunakan pelembab bibir untuk bibir kecilnya yang menawan.
Skip time beberapa saat kemudian...
11 perempuan yang berada di dalam kediaman megah tersebut kini terlihat sedang berkumpul di ruang keluarga yang terletak di bagian depan rumah megah tersebut. Mereka terlihat mengobrol kesana kemari diselingi canda tawa.
"Kira-kira apa yang direncanakan Naruto kun kali ini ya?" Tanya seorang perempuan cantik dengan surai biru yang diikat pony tail pada perempuan cantik yang lain yang terlihat memiliki surai berwarna senada dan ada hiasan origami bunga di sela telinganya.
"Aku juga ingin menanyakan hal yang sama padamu, Guren chan." Jawab sang perempuan yang mendapatkan pertanyaan dari perempuan pertama yang tidak lain adalah Guren.
"A-aku jadi gugup." Timpal seorang perempuan yang lain yang memiliki surai berwarna merah dengan wajah cantiknya yang sedang merona.
"Tidak usah gugup, Sara chan." Ucap seorang perempuan lain yang memiliki surai berwarna ungu gelap yang terlihat sedang duduk di seberang perempuan tersebut.
"Tapi apakah Naruto kun masih belum selesai juga dalam mempersiapkan dirinya?" Tanya perempuan cantik yang lain yang memiliki surai berwarna merah pucat dengan nada suaranya yang terdengar bosan sambil memandang langit-langit ruang keluarga menggunakan iris coklat indahnya.
"Hm... Sepertinya kalian sudah mulai bosan ya?" Sahut suara seorang pemuda yang tiba-tiba muncul di dalam ruang keluarga di dalam kediaman megah tersebut. Lebih tepatnya pemuda tersebut muncul secara tiba-tiba di antara dua perempuan cantik yang mengenakan gaun berwarna panjang berwarna hitam dan hijau toska yang terlihat berada disana.
"Panjang umur kau, Naruto kun." Ucap Jun dengan nada yang menunjukkan jika dia tidak terkejut sama sekali meskipun sang pemuda muncul tepat disampingnya secara tiba-tiba.
"Apa yang membuatmu lama, Naru chan?" Tanya Messiah yang sepertinya juga tidak terkejut dengan kemunculan tiba-tiba sang pemuda yang berada di antara dirinya dan adik kembarnya.
"Heheheh... Nanti kalian juga akan tahu." Jawab sang pemuda yang barusaja datang tersebut yang tidak lain adalah Naruto sambil cengengesan tidak jelas.
Pemuda tampan ini kini juga sudah terlihat rapi. Pemuda tersebut terlihat mengenakan jas berwarna putih dan celana panjang berwarna senada. Di bagian dalam jas yang dikenakan sang pemuda, terlihat sebuah kemeja berwarna putih serta sebuah dasi kupu-kupu yang tersemat tepat di atas dada bidangnya. Di bagian saku kiri jas sang pemuda terlihat sebuah mawar berwarna putih yang sedang mekar menambah kesan elegan untuknya.
"Karena kalian sudah siap, mari kita berangkat minna." Ucap Naruto dengan nada bersemangat sambil memegang tangan Messiah dan Jun menggunakan kedua tangannya.
Para perempuan cantik yang sudah terlihat anggun yang berada di dalam ruang keluarga yang luas tersebut hanya menganggukkan kepala masing-masing sambil msaling menggandengkan tangan mereka satu sama lain.
Wushhhh
Dan setelah mereka saling memegang tangan satu sama lain, semua makhluk tersebut langsung menghilang dari kediaman megah tersebut.
Tapi tanpa mereka sadari, ada sesosok perempuan dengan tubuh yang diselimuti kegelapan yang sedang berjongkok tepat di tengah atap rumah megah yang baru saja ditinggalkan sang pemiliknya serta para perempuan yang ada disana. Surai lurus sosok perempuan tersebut yang terlihat tergerai di atas atap terlihat berkibar saat angin malam menerpanya.
"Jadilah anak yang baik~" Ucap sosok tersebut yang sepertinya sedang bernyanyi. Meskipun sosok perempuan mengeluarkan aura serta entitas yang mengerikan, akan tetapi suaranya yang sedang bernanyi terdengar merdu meskipun melodi dari nyanyiannya menunjukkan kesan yang seram.
"Atau dia akan datang padamu~" Lanjut sosok tersebut masih bernyanyi di atas atap dibawah langit malam yang sangat gelap gulita karena memang sedang tidak adanya sosok bulan yang menyinari.
"Dia akan datang dari tempat tergelap di kamarmu~" Lanjut perempuan misterius tersebut melanjutkan nyanyiannya yang bernada seram.
"Dia akan menunjukkan dirinya kepadamu~" Ucap perempuan misterius itu sambil mulai menegakkan tubuhnya yang sedang berjongkok. "Lalu ia akan menculik jiwa serta ragamu~" Lanjut sosok tersebut bersamaan dengan sepasang sayap seperti sayap burung gagak yang mengembang di belakang tubuhnya.
Saat sosok tersebut mengembangkan sayap hitam di punggungnya, bulu-bulu berwarna hitam legam langsung bertebaran di sekitar tempatnya berdiri. Tapi saat bulu hitam tersebut menyentuh atap atau terjatuh ke atas tanah, bulu hitam tersebut langsung menghilang bagai ditiup angin.
"Lalu ia akan membawanya kedalam kegelapan yang tak terhingga~" Lanjut sosok perempuan itu mengakhiri nyanyiannya sebelum ia menghilang dari atas atap secara misterius.
Di tempat Naruto saat ini...
Seorang pemuda dengan 11 perempuan terlihat muncul di dalam sebuah tempat yang sangat gelap gulita dengan pohon mengelilingi tempat mereka berdiri saat ini. Salah seorang perempuan diantara 11 perempuan disana terlihat sedikit terhuyung setelah ia muncul di tempat tersebut.
"Kau tidak apa-apa, Sara chan?" Tanya Shizuka kepada perempuan yang terlihat terhuyung tersebut.
"Aku tidak apa-apa, Shizuka chan." Jawab sang perempuan bersurai merah tersebut sambil memegangi sebelah kepalanya yang ia rasakan masih pening. Sepertinya perempuan tersebut belum terbiasa dengan perpindahan jutsu hiraishin.
"Naruto kun, untuk apa kau membawa kami ke tempat yang gelap seperti ini?" Tanya Kaguya yang sepertinya merasa kurang nyaman dengan tempat tersebut.
"GAARA, CHOJURO SAN, MOHON BANTUANNYA!" Bukannya menjawab pertanyaan yang ia dengar,pPemuda tersebut malah berteriak ke arah tempat yang gelap di depannya.
Sesaat setelah berteriak, tiba-tiba tempat tersebut langsung dipenuhi oleh cahaya. Cahaya-cahaya tersebut berasal dari puluhan bahkan ratusan lampion yang ada diikat dengan sebuah tali panjang di antara pohon-pohon yang ada di sekelilingnya.
Lampion-lampion berwarna merah tersebut terlihat membentuk sebuah hati dengan bagian tengah bertuliskan kanji 'ai' yang juga terbentuk dari lampion dengan jumlah yang sangat banyak. Di bawah siraman lampion terlihat sebuah meja yang sangat panjang dengan hidangan yang terlihat tertutup bahan metal dan beberapa kursi yang terlihat mengelilingi sekitar meja panjang tersebut.
"Selamat datang, minna." Ucap dua orang lelaki berusia 30 tahunan yang berdiri di dekat meja sambil membungkukkan badannya 90 derajat di hadapan Naruto serta 11 perempuan yang berada di hadapan mereka. Mereka tidak lain adalah dua laki-laki yang tadi namanya diteriakkan oleh Naruto.
Kedua lelaki tersebut terlihat mengenakan seragam yang sama dengan milik Naruto. Hanya saja jas yang mereka kenakan berwarna hitam dengan celana lurus panjang dan dasi kupu-kupu berwarna senada. Di salah satu tangan kedua lelaki, terlihat sapu tangan berwarna putih bersih yang menyelimuti tangan mereka yang berada di depan tubuh mereka.
"Cho-Chojuro sama, Ga-Gaara sama, me-mengapa kalian bisa ada disini?" Tanya salah satu istri Naruto yang berparas cantikdengan gaun berwarna indigo yang senada dengan surai indahnya.
"Jangan formal begitu, Hinata san." Ucap seorang lelaki bersurai merah setelah ia menegakkan tubuhnya. "Kami disini untuk membantu suami kalian dalam memberikan kejutan untuk kalian sekaligus menjadi pelayan kalian untuk malam ini." Lanjut laki-laki dengan usia 30 tahunan tersebut sambil menampilkan sebuah senyuman di wajahnya yang berkulit putih.
"Yang dikatakan Gaara san itu benar, Hinata san." Ucap seorang lelaki lain yang terlihat memakai kacamata dengan surai berwarna biru muda setelah ia menegakkan tubuhnya yang membungkuk. "Karena untuk malam ini kami adalah pelayan kalian, kalian tidak usah terlalu formal seperti itu." Lanjut pemuda tersebut sambil tersenyum kepada semua orang yang ada di depannya.
"Menyuruh Godaime Kazekage sama dan Rokudaime Mizukage sama menjadi seorang pelayang, kau benar-benar berhasil mengejutkan kami, Naruto kun." Ucap Jun dengan nada yang terdengar menyindir daripada memuji pemuda bersurai kuning jarbik yang datang bersama mereka.
"Hei-hei jangan berkata seolah aku adalah seorang penjahat disini, Jun baa chan." Ucap Naruto yang terlihat kurang nyaman dengan perkataan perempuan cantik beriris hitam tersebut. "Lagian mereka sendiri yang memaksa untuk jadi pelayan. Bukan aku yang menyuruh atau meminta mereka melakukan hal tersebut." Lanjut Naruto panjang lebar menyangkal tentang pendapat Jun untuknya. Ia juga menekankan kalimat 'menyuruh atau meminta' di kalimat yang ia ucapkan barusan.
"Heh... Sepertinya ada yang cari mati disini..." Ucap Jun sambil tersenyum manis(baca:mengerikan) serta aura kelam yang langsung memancar dari punggungnya saat ia mendengar panggilan Naruto untuknya.
"Sudah-sudah kalian berdua..." Ucap Messiah dengan nada lembut untuk menengahi pertengkaran yang akan terjadi antara Jun dan Naruto.
"Ha-habisnya dia memanggilku dengan sebutan baa chan, nee chan..." Ucap Jun yang mengadu pada kakaknya seperti seorang anak kecil pada ibunya sambil menekankan kata 'baa chan'.
"Kan Jun baa chan merupakan adik dari kaa chan, jadi memang aku harus memanggilmu siapa? Jun nee chan begitu?" Tanya Naruto yang merasa jika panggilannya untuk perempuan tersebut tidaklah salah.
"Iyalah, lagian kan usiaku baru ribuan tahun saja." Jawab Jun setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan Naruto untuknya.
Semua orang yang ada disana kecuali Messiah langsung sweetdrop setelah mendengar ucapan Jun barusan. Chojuro dan Gaara yang tidak ikut nimbrungpun ikutan sweetdrop setelah mendengar hal mengejutkan tersebut.
PLOK
Sweetdrop semua orang disana langsung menghilang saat mereka mendengar suara tepukan tangan dari Messiah yang menyadarkan mereka.
"Naru chan, terima kasih karena sudah memberikan sebuah kejutan yang indah untuk kami semua." Ucap Messiah dengan nada keibuan khas miliknya kepada Naruto. "Ayo minna kita nikmati pestanya." Lanjut perempuan tersebut mengajak semua orang disana.
"Hai'." Jawab semua orang disana secara bersamaan dan kompak termasuk Jun dan Naruto yang tadi sempat berselisih.
"Kage bunshin no jutsu"
Naruto langsung meneriakkan sebuah jutsu yang menjadi ciri khasnya setelah ia membuat sebuah handseal menggunakan kedua tangannya.
Beberapa detik kemudian, muncul 11 bunshin Naruto yang berdiri masing-masing di belakang kursi yang mengengelilingi meja panjang di bawah lampion disana.
"Silahkan minna..." Ucap Naruto mempersilahkan 11 perempuan yang datang bersamanya untuk berjalan mendekati kursi yang ada bunshin Naruto yang sudah berdiri dibelakangnya.
Srettt srettt srettt srettt srettt srettt srettt srettt srettt srettt srettt
Para bunshin Naruto langsung menarik kursi yang berada di dekat mereka saat seorang perempuan cantik sudah ada di dekat mereka. Setelah itu, para bunshin Naruto mempersilahkan para perempuan cantik tersebut untuk duduk di kursi yang tadi mereka tarik.
Gaara dan Chojuro yang masih berdiri terlihat melangkahkan kaki mereka untuk mendekati sang pemuda bersurai kuning jabrik yang juga masih berdiri tidak jauh dari mereka.
"Naruto dono, siapa perempuan cantik yang tadi memanggil anda dengan akrab tersebut?" Tanya Chojuro dengan nada yang terdengar sangat penasaran saat ia sudah berada di dekat Naruto yang masih berdiri.
Gaara yang terlihat diam saja juga menunjukkan ekspresi penasaran seolah menanyakan pertanyaan yang sama pada sahabatnya yang bergelar Sichidaime Hokage tersebut.
"Kenapa, kalian tertarik pada beliau begitu?" Tanya Naruto pada dua orang laki-laki di depannya dengan nada jahil.
"Ten-tentu saja tidak, Naruto dono." Jawab Chojuro dengan nada terputus-putus dengan wajah tampannya yang berubah memerah karena malu. "Ka-kami hanya ingin tahu hubungan apa yang anda miliki dengan beliau hingga beliau memanggil anda dengan sebutan yang sangat akrab begitu." Lanjut Chojuro jujur pada pemuda yang ada di depannya meskipun wajahnya masih memerah karena malu.
Sementara Gaara yang masih diam saja hanya menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan pertanyaan laki-laki bersurai biru laut tersebut.
"Oh... Begitu..." Jawab Naruto sambil manggut-manggut. "Tapi kalau kalian kuberitahu, jangan terkejut ya?" Lanjut Naruto dengan nada yang ia buat seseram mungkin.
Gaara dan Chojuro langsung menelan ludah mereka dengan susah payah setelah mendengar perkataan dari pemuda yang saat ini terlihat jauh lebih muda dari mereka tersebut. Setelah itu, kedua laki-laki tersebut terlihat saling memandang lalu menganggukkan kepala mereka secara bersamaan.
"Beliau adalah..." Ucap Naruto menggantung sambil menyinari wajahnya menggunakan senter yang entah ia dapat darimana.
Gaara dan Chojuro dibuat semakin penasaran dengan lanjutan kalimat pemuda tampan bersurai kuning jabrik tersebut.
"... Ibu angkatku." Lanjut Naruto setelah ia menggantung kalimatnya selama beberapa saat.
DUARRR
Gaara dan Chojuro bagaikan disambar petir disiang bolong saat mereka mendengar lanjutan dari kalimat Naruto barusan. Mereka benar-benar tidak menyangka jika perempuan cantik yang terlihat memiliki usia tidak beda jauh dari mereka memiliki hubungan seperti itu dengan pemuda tampan bersurai kuning jabrik tersebut.
"Jadi sebaiknya kalian tidak macam-macam dengan beliau jika kalian tidak ingin menyesal nantinya." Ucap Naruto memberi peringatan pada dua laki-laki di depannya dengan aura yang tidak bersahabat. Setelah itu, ia berlalu dari sana menuju sebuah kursi yang berada di ujung tengah meja panjang tersebut yang terlihat berseberangan dengan sang ibu angkat aka Messiah.
Setelah Naruto duduk di kursi kosong terkahir yang ada di sekeliling meja tersebut, para bunshin Naruto langsung membuka penutup hidangan yang ada di atas meja panjang tersebut. Setelah membuka hidangan tersebut dan menaruh tutupnya di tempat yang disediakan oleh Chojuro dan Gaara(Yang sudah kembali sadar), para bunshin Naruto langsung menghilang dari tempat tersebut dalam kepulan asap.
"Silahkan dinikmati hidangannya, minna." Ucap Naruto mempersilahkan semua perempuan disana untuk memulai acara makan malam tersebut.
"Naruto kun, sejak kapan kau merencanakan hal ini?" Tanya Konan pada sang pemuda yang berada tepat disamping kirinya.
"Sebenarnya aku merencanakan hal ini sejak tempo hari. Tapi akibat insiden serangan Yami di apartemen Jun baa chan, aku jadi menunda acara makan malam hari itu dan baru bisa menggantinya hari ini." Ucap Naruto menjelaskan panjang lebar pada perempuan beriris kuning tersebut.
Setelah menjawab pertanyaan tersebut, para perempuan disana langsung memakan hidangan yang tersedia dihadapan mereka dengan elegan. Yah, meskipun akhirnya keeleganan mereka langsung runtuh karena candaan yang dilontarkan Naruto selama makan malam tersebut.
Setelah acara makan malam selesai, acara tersebut dilanjutkan dengan suguhan minuman anggur terbaik yang dituangkan oleh dua orang pelayan yang tidak lain adalah Chojuro dan Gaara.
Skip time...
Meskipun semua acara yang dipersiapkan Naruto telah selesai, semua orang disana masih terlihat duduk manis di tempat masing-masing. Hanya saja kali ini tidak ada candaan atau pembicaraan yang terjadi. Hanya keheningan yang menyelimuti semua orang yang berada disana. Sementara Chojuro dan Gaara terlihat berdiri sekitar 1 meter di belakang tempat duduk Naruto.
"Naruto kun, apakah kau benar-benar yakin dengan keputusan yang kau buat saat ini?" Tanya Jun memecah keheningan yang telah terjadi selama beberapa menit yang lalu.
"Hai', Jun san." Jawab Naruto dengan nada yang terdengar penuh dengan keseriusan. Ia bahkan memanggil sang penanya dengan embel-embel san bukan baa chan seperti sebelumnya.
"Kalau begitu, silahkan pada para istrimu serta 2 calon istri barumu tentang keputusanmu, Naru chan." Ucap Messiah yang terlihat duduk di seberang Naruto saat ini.
Srettt
Naruto langsung berdiri dari tempatnya duduk saat ini dan terlihat mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. Setelah itu, ia menatap semua perempuan yang masih duduk di tempat masing-masing.
"Aku memutuskan untuk berlatih dengan 5 dewa elemental sekaligus melawan sang raja iblis!" Ucap Naruto dengan nada yang dipenuhi kesungguhan disetiap kata yang ia ucapkan.
Para istri Naruto serta Kaguya dan Sara langsung membelalakkan iris indah mereka setelah mendengar ucapan Naruto barusan. Mereka tidak menyangka jika pemuda berusia 20 tahunan tersebut akan membuat keputusan seperti itu.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu itu, Naruto kun? Bukankah kau-" "Jun san tidak pernah mengatakan padaku jika aku harus memilih salah satunya." Ucapan Hanabi langsung dipotong cepat oleh sanggahan Naruto yang seolah mengerti kemana arah perkataan perempuan mungil dengan surai coklat sepunggung tersebut.
"Apa yang dikatakan Naruto kun itu benar, Hanabi chan." Jawab Jun yang merasa jika namanya disebutkan barusan. "Aku memang tak pernah menyuruh Naruto kun untuk memilih salah satu dari dua pilihan tersebut. Jadi dengan kata lain, aku memberikan kebebasan untuknya dalam memilih." Lanjut perempuan cantik dengan iris hitam tersebut sambil memandang Hanabi yang duduk tepat disampingnya.
"Tapi, apakah berlatih dengan 5 dewa elemental akan memakan waktu yang lama, Jun sama?" Tanya Yugao dengan nada penasaran sambil menatap perempuan yang duduk dua kursi dari posisinya saat ini.
"Mungkin akan memakan waktu 100 tahun bagi Naruto kun untuk melatih setiap elemen." Ucap Jun dengan nada santai.
"Bukankah itu terlalu lama?" Kali ini Shizuka yang angkat bicara.
"Waktu di kayangan itu berbeda dengan yang ada di bumi, Shizuka chan." Ucap Messiah yang menjawab pertanyaan perempuan dengan iris hijau tersebut. "100 tahun di kayangan itu berarti 1 jam di dunia ini." Lanjut perempuan cantik tersebut menjelaskan tentang perbedaan waktu antara dunia para dewa dengan dunia manusia.
"Lalu mengapa kau harus mengambil 2 keputusan tersebut secara bersamaan, Naruto kun? Bukankah memilih salah satu saja akan lebih mempersingkat waktu?" Kali ini Tayuya yang melemparkan pertanyaan pada sang pemuda bersurai kuning jabrik disana.
"Menurut penuturan kaa chan tadi siang saat aku masih berada di dimensi lain, kekuatan Yami sangatlah dahsyat. Bahkan dia berhasil melukai 2 dari 4 malaikat agung serta menahan 5 dewa elemental yang datang sebagai bala bantuan mereka untuk menangkapnya." Ucap Naruto menjelaskan panjang lebar kenapa ia memilih keputusan seperti itu.
"Jadi dengan kata lain kau ingin berlatih dengan 5 dewa elemental setelah itu, kau akan menggunakan kekuatan mereka untuk merebut pusaka sang raja iblis, begitu?" Tanya Sara yang membuat kesimpulan.
"Tepat sekali, Sara chan." Jawab Naruto sambil menganggukkan kepalanya.
"Begitu ya..." Ucap semua orang yang ada disana kecuali Messiah, Jun, dan Naruto yang terlihat hanya diam di tempat mereka saat ini.
Tes tes tes
Tiba-tiba sebuah tetesan air berwarna merah terlihat berjatuhan dari atas tempat mereka bercengkrama saat ini. Beberapa detiik kemudian bau anyir khas darah langsung menusuk hidung semua orang disana.
'Naruto, lihat diatasmu!' Ucap sebuah suara berat yang berasal dari dalam hati Naruto yang paling dalam.
Secara spontan Naruto langsung mengangkat kepalanya untuk memandang ke atas. Iris birunya langsung membelalak saat ia melihat pemandangan yang ada di atasnya.
2 dari anak Naruto yang bergender perempuan terlihat digantung dengan sebuah tali tambang yang mengikat kaki mereka. Leher 2 remaja bergender perempuan yang terlihat hampir terputus dari tubuh mereka masih meneteskan darah dalam jumlah banyak.
Sementara 2 dari anak Naruto yang bergender laki-laki terlihat terikat dengan tali tambang di leher mereka. Mereka terlihat menggantung dengan kulit di sebagian tubuhnya yang terlihat telanjang bulat tanpa busana telah hilang di beberapa bagian seperti tangan, kaki, dada, atau bahkan sebagian kulit wajah mereka. Dibagian kulit mereka yang hilang, terlihat daging anggota tubuh mereka yang masih meneteskan darah dalam jumlah yang tidak sedikit.
"Anak-anak..." Ucap Naruto yang mengenali 2 anak perempuannya sebagai Naruko dan Yuki. Lalu ia mengalihkan pandangannya untuk melihat dua remaja yang digantung tidak jauh dari sana.
"TATSUKI! YUKI!" "SHIN!" Ucap dua istri Naruto dengan nada histeris yang secara bersamaan saat iris indah mereka berhasil mengenali dua remaja bergender laki-laki yang telah dikuliti di beberapa bagian tubuhnya tersebut. Istri Naruto yang barusan berteriak tidak lain adalah Konan dan Tayuya.
"NARUKO" Teriakan ini berasal dari Yugao yang menangis histeris saat melihat kondisi anaknya dengan leher yang hampir terputus dan digantung dengan cara terbalik.
Setelah suara histeris dari Konan dan Tayuya barusan, semua perempuan disana langsung berdiri dari tempat duduk mereka dan terlihat mundur beberapa langkah untuk menjauhi meja tempat mereka makan beberapa saat yang lalu.
PRANG PRANG
Belum selesai rasa terkejut orang-orang yang berada di tempat tersebut, mereka kembali dibuat lebih terkejut dengan 2 buah kepala yang tiba-tiba saja jatuh ke atas tempat mereka tadi makan. 2 kepala yang baru saja jatuh itu bukanlah milik anak Naruto yang lain.
"Darui sama... Kurotsuchi sama..." Ucap Hinata dengan nada yang tidak percaya saat iris coklatnya mengenali dua kepala yang masih mengalirkan darah segar yang terlihat membasahi meja tempat mereka makan beberapa saat yang lalu.
"Na-Naruto... ce-cepat pergi dari si-sini..." Ucap Gaara dengan nada terputus-putus kepada pemuda yang masih terpaku di tempatnya berdiri.
Naruto sontak langsung menolehkan kepalanya saat telinganya mendengar suara sahabatnya barusan. Iris birunya kembali membelalak saat melihat kondisi lelaki dengan usia 30 tahunan tersebut.
Kondisi Gaara saat ini sangat mengerikan. Di daerah dadanya terlihat sebuah lubang yang menganga dan darah yang mengalir deras membasahi pakaian yang dikenakan lelaki tersebut. Kedua matanya terlihat menutup dengan air mata darah yang masih mengalir dari dua lubang tersebut.
Naruto langsung diliputi amarah yang yang luar biasa hebat saat iris birunya melihat pemandangan tersebut. Setelah itu, ia terlihat mengalihkan pandangannya pada tempat Chojuro berdiri beberapa saat yang lalu.
Kondisi Chojuro tidak beda jauh dari Gaara. Kepala bagian atas lelaki tersebut telah hilang entah kemana. Kedua tangannya terlihat seperti dipelintir hingga membuat bagian tulang yang berada di dalamnya menyembul keluar. Kedua kakinya juga terlihat seperti telah dihancurkan dengan cara ditimpa dengan sesuatu yang besar dan keras.
Iris biru Naruto yang sejak tadi membelalak terlihat mulai berubah warna menjadi hitam legam. Bahkan di bagian putih mata pemuda tersebut juga ikut menjadi hitam setelah ia melihat kondisi Chojuro yang mengenaskan. Aura kegelapan dan kebencian yang awalnya menguar tidak beraturan dari tubuhnya secara perlahan mulai menyelimuti seluruh tubuh pemuda tersebut.
"NARUTO KUN, TENANGKAN DIRIMU!" Suara bernada tegas ini berasal dari Jun yang menyadari kondisi Naruto saat ini ketimbang para perempuan lain yang terlihat masih shok dengan apa yang disuguhkan pada mereka.
Wusshhh
"Ini pasti ulahnya." Ucap seseorang yang baru saja muncul di samping Jun yang sedang berdiri sambil terus melihat ke arah Naruto yang masih diselimuti oleh kegelapan dan kebencian. "Tolong jaga Naru chan dan yang lainnya, dan juga jangan biarkan Naru chan dikendalikan oleh kebenciannya." Perintah Messiah pada adik kembarnya. Setelah itu, perempuan cantik dengan iris ruby tersebut langsung menghilang darisana tanpa menunggu jawaban dari adik kembarnya.
"UGHHH... HUAHHHH..." Naruto terlihat berlutut di atas tempatnya berdiri saat itu sambil memegangi kepalanya menggunakan kedua tangannya. Suara teriakan yang keluar dari mulutnya terdengar sama seperti saat ia dulu hampir membunuh Tayuya setelah perempuan bersurai merah pucat tersebut mengetahui tentang kematian ayah angkatnya.
'NARUTO, TENANGKAN DIRIMU!' Ucap partner Naruto yang tidak lain adalah Kurama dari dalam mindscape sang pemuda yang masih tidak bisa mengendalikan dirinya.
DUAK DUAK DUAK DUAK
Naruto yang berusaha tidak termakan kebenciannya terlihat membenturkan kepalanya ke atas tanah berulang-ulang. Setelah itu, pemuda tersebut terlihat mendongakkan kepalanya keatas. Saat ini iris mata pemuda tampan tersebut terlihat memiliki warna yang berbeda. Iris mata di mata kanannya masih menghitam seperti beberapa saat yang lalu, sementara iris mata kirinya berwarna biru.
Tap
Tiba-tiba sesosok perempuan yang tubuh rampingnya diselimuti oleh kegelapan muncul dihadapan Naruto yang saat ini dalam keadaan setengah sadar dengan darah yang masih mengucur dari kepalanya.
Srettt srettt srettt srettt srettt srettt
Beberapa detik setelah kaki perempuan misterius itu turun, terlihat anak Naruto yang lain serta seorang wanita cantik bersurai coklat yang dicepol dua terjatuh dari atas pohon. Tapi mereka tubuh mereka tidak menghempas tanah yang ada di bawah mereka disebabkan sebuah tali tambang yang mengikat tangan serta perut mereka dengan kencang.
Wajah para remaja serta seorang wanita yang saat ini terlihat melayang di atas tanah tersebut terlihat babak belur dan di sekujur tubuh mereka yang terlihat tidak mengenakan sehelai benangpun terlihat penuh dengan luka yang masih terbuka ditambah dengan lebam disana sini.
"Minna..." Panggil Naruto dengan nada suara yang terdengar lemah karena sang pemuda saat ini sudah hampir kehilangan seluruh kesadarannya.
"Yo, apa kabarmu Naruto kun, kenapa kau terlihat tidak bersemangat saat ini?" Ucap sosok yang baru saja datang dengan sebuah kepala yang ia mainkan di depan wajah Naruto menggunakan salah satu tangannya. Kepala yang berada di tangan tersebut tidak lain adalah kepala suami dari wanita bersurai coklat yang tergantung bersama para anak Naruto yang sepertinya masih selamat.
"APHOPIS!" Teriak suara Messiah yang terdengar dari jauh dari tempat tersebut.
Srettt DUAK DUAK DUAK DUAK
Setelah terdengar suara teriakannya, tiba-tiba sang pemilik suara muncul di belakang sosok yang ada dihadapan Naruto. Dan tanpa berucap apapun perempuan cantik tersebut langsung memegang kepala belakang sosok perempuan yang ada di depannya yang tidak lain adalah Aphopis lalu membawanya terbang menjauh dari tempat tersebut sambil membenturkan wajahnya pada pohon disepanjang jalur yang ia lewati. Pohon-pohon dengan usia puluhan tahun yang menjadi yang menjadi sasaran kepala Aphopis langsung roboh satu persatu saat wajahnya menabraknya.
Srettt wusshhh
Setelah puas membenturkan wajah sosok perempuan yang ia cengkram, Messiah terlihat melemparkan perempuan yang sejak tadi ia cengkram ke arah adik kembarnya yang sepertinya sudah menantinya.
"HIAAAA!" Jun langsung melompat dengan satu kaki di yang ia angkat hingga berada di samping kepalanya. Saat sosok aphopis sudah berada tepat dibawahnya, Jun langsung menurunkan kakinya yang ia angkat lalu turun dengan kecepatan tinggi.
BUMMM
"OHOKKK"Aphopis langsung memuntahkan darah berwarna hitam dalam jumlah banyak dari mulutnya setelah tumit kaki Jun yang tadi diangkat perempuan cantik tersebut mengenai punggungnya dan langsung menghempaskan tubuhnya yang masih melayang ke atas tanah.
"Kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan serangan lemah seperti itu?" Ucap Aphopis sambil memainkan kepala Lee di tangannya.
BRAKKK
"BERHENTI MELAWAK TIDAK LUCU!" Tiba-tiba Messiah langsung muncul di dekat tubuh Aphopis dan langsung menginjak kepala perempuan bersurai panjang tersebut.
Akibat injakan Messiah yang keras, tanah disekitar wajah Aphopis terlihat membentuk sebuah kawah dengan diameter sekitar 50 cm.
"Hah... Hah... Hah..." Messiah terdengar terengah-engah setelah menginjakkan kakinya pada kepala perempuan tersebut. Sepertinya ia mengerahkan sebagian besar tenaga yang ia miliki saat ini untuk menginjak perempuan yang hampir disekujur tubuhnya diselimuti oleh kegelapan tersebut.
"Aku sedang tidak melawak, Messiah chan." Ucap Aphopis sambil menolehkan wajahnya yang sedang menampilkan sebuah seringaian jahat yang membuatnya tampak mengerikan.
Sretttt
Tiba-tiba Aphopis seperti tertelan kedalam tanah dan langsung menghilang dari sana. Para istri Naruto yang lain yang awalnya diselimuti rasa shok terlihat mulai kembali ke alam nyata setelah mereka mendengar keributan yang diperbuat dua bersaudara yang tadi sedang menghajar Aphopis yang saat ini tidak diketahui keberadaanya.
"Luar biasa." Ucapan bernada senang ini berasal dari Naruto yang masih dalam keadaan berlutut tidak jauh dari para istrinya serta 2 calon istri barunya.
SRETTTT
Tiba-tiba Naruto langsung menghilang dari tempatnya berlutut tadi dan langsung muncul di belakang Tayuya. Tanpa mengucapkan apapun, pemuda bersurai kuning tersebut terlihat langsung melayangkan pukulan tangan kanannya yang diselimuti oleh kegelapan ke kepala perempuan yang ada di depannya.
DASHHH brukkk brukkk
Para istri Naruto kembali dibuat terkejut saat mereka melihat hal yang terjadi di dekat mereka dalam kurun waktu yang singkat barusan. Tubuh Tayuya ambruk ke atas tanah tempatnya berdiri barusan pukulan dari Naruto tadi menghancurkan kepalanya tanpa sisa.
"Ini tubuh yang luar biasa!" Ucap Naruto yang suaranya mulai berubah. Suara Naruto saat ini terdengar seperti terdiri dari suaranya sendiri serta suara Aphopis. Bukan hanya suaranya, surai Naruto yang awalnya berwarna kuning berubah menjadi hitam dan salah satu matanya yang awalnya masih berwarna biru kini telah berubah menghitam. Dan beberapa detik kemudian, seluruh tubuh sang pemuda telah diselimuti oleh kegelapan seperti milik Aphopis.
"KELUAR KAU DARI TUBUH ITU, DASAR WANITA JALANG SINTING!" Teriak Konan histeris dengan air mata yang telah membanjiri kedua matanya lebih deras dari sebelumnya.
"Sinting?" Tanya Naruto dengan suaranya yang sudah berubah. "Kau memang benar, Konan chan. Aku sudah sinting. Aku sinting karena dendam. Aku sinting karena kebencian. Aku sinting karena kegelapan yang menyelimuti hati, jiwa dan ragaku." Lanjut Naruto berucap seperti seorang maniak yang berhasil memenuhi keinginannya.
"CIH!" Jun dan Messiah langsung mendecih dan langsung menghilang dari tempat mereka berdiri.
Tiba-tiba kedua perempuan berparas mirip tersebut langsung muncul dibelakang tubuh, Naruto. Mereka berdua langsung melayangkan tangannya yang terbuka ke arah punggung Naruto.
"Selamat jalan, Konan chan." Ucap Naruto dengan seringaian mengerikan di wajahnya yang terlihat sudah berubah 180 derajat.
JLEB
Entah apa yang terjadi barusan, tapi tiba-tiba Konan terlihat berdiri di tempat Naruto berdiri tadi dengan iris kuningnya yang terlihat membelalak saat tangan Messiah dan Jun menembus punggungnya hingga ke dadanya.
"Uhuk..." Konan langsung terbatuk pelan sambil memuntahkan darah dari mulutnya setelah tangan Messiah dan Jun menembus tubuhnya.
"TIDAK!" Messiah langsung berteriak histeris saat serangannya barusan bukannya mengenai Aphopis dalam tubuh Naruto melainkan tubuh Konan.
Sleb
Jun dan Messiah dengan segera menarik tangan mereka yang menembus tubuh Konan. Setelah itu, kedua perempuan berparas mirip tersebut membaringkan tubuh Konan ke atas tanah tempatnya berdiri saat ini.
WUSHHH WUSHHH
"KURANG AJAR!" Jun yang tersulut emosinya langsung berteriak dan menghilang dari tempat itu. Selang beberapa detik, Naruto juga tiba-tiba menghilang dari tempatnya berdiri.
"Konan chan, maafkan aku." Ucap Messiah dengan air mata yang mengalir deras membasahi wajah cantiknya sambil menaruh tangan lentik Konan di bagian dadanya yang berlubang sementara ia sendiri menaruh kedua tangannya di bagian punggung yang berlubang akibat serangannya yang salah sasaran.
"I-ini bukan salah an-anda, Me-Messiah sama." Ucap Konan terputus-putus akibat ia sudah mulai kesulitan bernafas. Iris mata perempuan cantik tersebut terlihat setengah terbuka dengan cahaya di matanya yang terlihat semakin meredup.
"Biarkan aku menyembuhkanmu..." Ucap Messiah yang hendak mendekatkan wajah cantik Konan ke arahnya.
"Ti-tidak usah Messiah sama." Ucap Konan dengan nada suara yang terdengar semakin melemah. "Saya mohon pada an-da untuk me-menyela-matkan, Na-Naruto kun sa-saja." Lanjut perempuan cantik tersebut dengan nafas yang terdengar semakin berat.
"Tidak, kumohon padamu, biarkan kaa chan memulihkan lukamu." Ucap Messiah yang terdengar semakin putus asa.
"Te-terima kasih, kaa chan." Ucap Konan sambil menampilkan sebuah senyuman tulus di wajah cantiknya. "Ku-kumohon padamu to-tolong se-selamatkan, Na-Naruto kun dari ke-benciannya." Lanjut perempuan cantik tersebut sambil menutup kedua iris indahnya yang masih setengah terbuka. Setelah itu, perempuan cantik tersebut terlihat menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Messiah yang hanya bisa menangis histeris.
Di tempat para istri Naruto, terlihat para perempuan cantik disana terlihat mulai menurunkan para remaja yang digantung di atas mereka sejak beberapa saat yang lalu. Mereka menurunkan satu persatu tubuh para remaja yang selamat dengan hati-hati. Dan untuk para jasad anak Naruto sendiri, mereka telah menurunkannya terlebih dahulu.
Para perempuan cantik tersebut terlihat sedikit kesusahan saat mereka hendak menurunkan seorang wanita cantik yang ikut tergantung disana sekaligus sebagai korban terakhir. Tapi pada akhirnya para perempuan tersebut berhasil menurunkannya dengan selamat.
"Hiksss... Lee..." Ucap wanita tersebut sesaat setelah diirnya menyentuh tanah dibawahnya.
"Tenanglah, Tenten san." Ucap Hanabi yang berusaha menenangkan wanita cantik tersebut sambil mengelus pundaknya.
"Hanabi san, Lee kun hikss... Lee kun dibunuh hikss... Persis hikss... Di depanku." Ucap Tenten di sela tangisannya sambil memeluk tubuh Hanabi. "Makhluk itu hikss... Mencabut kepala hikss... Lee kun persis hikss... Di depanku" Lanjut wanita cantik tersebut yang sepertinya belum bisa menerima kepergian suaminya.
Sementara itu, Yugao terlihat menangis tersedu-sedu sambil memeluk tubuh anaknya yang sudah tidak bernyawa. Air matanya terlihat membanjiri wajah cantiknya serta membasahi tubuh putih anaknya yang tidak tertutup sehelai benangpun sejak mereka berhasil menurunkannya.
Sementara para istri Naruto yang lain terlihat memeriksa kondisi para remaja yang lain yang mereka asumsikan masih selamat meskipun mereka telah mengalami luka yang sangat serius disekujur tubuh mereka. Beberapa diantara mereka ada yang menangis histeris saat iris indah mereka melihat anak mereka dengan Naruto sudah tidak bernyawa.
Sementara itu di tempat Jun dan Naruto yang sedang kerasukan oleh Aphopis.
DUAK DUAK DUAK DUAK
Jun dan Naruto saat ini sedang bertarung di atas langit. Tubuh Naruto bisa terbang karena sayap hitam yang tiba-tiba saja muncul di punggungnya. Jun terus melayangkan serangan-serangan brutalnya ke arah Naruto. Sementara Naruto mampu menangkis semua serangan tersebut dengan telapak tangannya saja.
Setelah melancarkan serangan yang selalu saja berujung sia-sia, akhirnya Jun menghentikan serangannya dan melayang beberapa meter di depan Naruto yang terlihat masih menampilkan seringaian jahatnya ke arahnya.
"NARUTO KUN, SADARLAH!" Teriak Jun dengan suara yang kerasnya bukan main. "LIHATLAH PARA ISTRIMU YANG SEDANG MENANGIS HISTERIS ITU AKIBAT KEHILANGAN ANAK MEREKA!" Lanjut Jun mencoba menyadarkan pemuda yang ada di depannya.
"Memang kenapa jika aku melihat mereka, Jun?" Tanya Naruto dengan suaranya yang terdengar telah bercampur dengan suara Aphopis yang merasukinya. "Naruto sudah tidak ada disini. Tubuh ini kini telah menjadi wadah untukku secara utuh." Lanjut Naruto menjelaskan kondisinya saat ini.
"APAKAH KAU RELA MELIHAT MEREKA BERSEDIH SEPERTI ITU, NARUTO KUN?!" Tanya Jun yang masih berusaha menyadarkan sosok yang melayang di depannya.
"Aku sudah bilang jika tubuh- Apa apa yang-" Ucapan suara mengerikan Naruto tiba-tiba terdengar terputus begitu saja. Dan beberapa detik kemudian, sayap hitam dipunggungnya tiba-tiba menghilang. Iris hitamnya terlihat kembali menjadi biru dan rambut hitamnya kembali menjadi kuning seperti sebelum ia kerasukan.
Tapi tiba-tiba pemuda tersebut langsung kehilangan kesadarannya sesaat setelah tubuhnya kembali seperti sedia kala. Dia terlihat langsung jatuh bebas menuju tanah yang berada di bawahnya dengan kepala terlebih dahulu.
"NARUTO KUN!" Jun langsung berteriak saat melihat tiba-tiba Naruto jatuh bebas menuju tanah yang berada lumayan jauh di bawahnya.
WUSSSHHH
Jun langsung melesat kebawah untuk mengejar Naruto yang terjatuh bebas kebawah. Ia berusaha mati-matian agar tubuh Naruto tidak menghempas tanah terlebih dahulu. Air mata perempuan tersebut terlihat mengalir melawan gravitasi saat ingatannya mengingat kenangan menyenangkan dengan pemuda yang saat ini ia kejar agar tidak terjatuh. Meskipun hanya sesaat dan hanya sedikit kenangan yang ia miliki, ia merasa seolah kenangan tersebut telah mengikatnya selama ratusan tahun lamanya.
BRUAKKK
Setelah Jun berusaha sangat keras ternyata ia tidak mampu menggapai tubuh Naruto yang terjatuh bebas dari atas langit tempatnya tadi bertarung. Kepala pemuda tersebut terlihat hancur berkeping-keping dan isinya terlihat berhamburan karena bagian tersebut yang pertama kali menyentuh tanah di bawahnya.
"Na-NARUTO KUN!" Jun seketika berteriak histeris saat ia tidak berhasil menyelamatkan sang pemuda yang menjadi anak angkat kakak kembarnya.
Tap
Jun langsung menurunkan kakinya ke atas tanah dan langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri tubuh Naruto yang terlihat sudah tidak bergerak.
"NARUTO KUN, KUMOHON KATAKAN PADAKU JIKA KAU INI HANYA BUNSHIN NARUTO KUN DAN BUKAN NARUTO KUN YANG ASLI!" Ucap Jun sambil mendekap tubuh dingin Naruto dan berteriak dengan suaranya yang sangat histeris.
"JUN SAMA MENJAUH DARI SANA!" Tiba-tiba Sara yang berada lumayan jauh dari tempat Jun saat ini berteriak dengan suaranya yang keras saat iris indahnya melihat keanehan di tubuh Naruto yang seharusnya sudah tidak bernyawa.
Jun langsung mengangkat wajahnya yang masih menangis sambil memandangi tubuh dingin Naruto untuk melihat ke asal suara. Ia melihat Sara sedang berlari ke arahnya dengan kekuatan penuh.
"Bercanda deh." Ucap Naruto dengan nada suara yang terdengar mengerikan.
Iris indah Jun langsung membelalak saat telinganya mendengar suara Naruto barusan. Tiba-tiba ia berpindah terduduk di tempat seharusnya Sara tadi berlari.
Naruto yang pulih kembali entah bagaimana caranya tiba-tiba langsung menghunuskan tangan kanannya yang kembali diselimuti kegelapan ke arah dada Sara. Sara hanya bisa membelalakkan iris indahnya saat melihat tangan Naruto yang tiba-tiba dihunuskan ke arah dadanya.
JLEB DASSSHHH
Dan tanpa aba-aba dan peringatan, Naruto langsung menancapkan tangannya di dalam dada Sara. Setelah itu, ia langsung meremas jantung perempuan cantik tersebut tanpa peringatan.
"Uhukkk..." Mulut Sara langsung memuntahkan darah sesaat setelah Naruto meremas jantungnya yang masih berada di dalam tubuhnya. Tidak lama setelah itu, Naruto langsung menyingkirkan tubuh Sara yang notabene menggantikan posisi Jun yang tadi berada di atasnya.
DUAKKK
Tanpa belas kasih atau rasa kasihan, Naruto langsung menendang tubuh Sara yang sudah tidak bernyawa dari hadapannya.
WUSHHH
Setelah itu, dia terlihat menghilang dari tempat itu...
"APHOPIS!" Teriak Jun yang sepertinya sangat murka karena ia merasa dipermainkan oleh sosok perempuan yang saat ini sedang merasuki tubuh Naruto tersebut.
Sementara itu di tempat lain...
Di tempat ini terlihat Hanabi, Hinata, Tenten, dan para perempuan yang masih selamat terlihat sedang menangis sambil melakukan apa yang mereka bisa untuk mereka yang telah tiada.
Hanabi dan Hinata menangis saat iris indah lavender mereka melihat kondisi anak mereka yang sedang sekarat dan mereka tidak bisa melakukan apapun untuk membantu. Kaguya terlihat memeluk kedua pundak perempuan tadi untuk menenangkan kedua saudari dari klan Hyuuga tersebut.
Yugao masih saja memeluk tubuh sambil menangis serta memanggil nama perempuan yang memiliiki sifat fathercom itu.
Yang paling mengenaskan mungkin adalah Tenten. Wanita dengan usia 30 tahunan tersebut terlihat memeluk kepala Lee yang tadi dibuat sebagai bahan candaan oleh Aphopis saat perempuan tersebut dengan sengaja menerima serangan dari Messiah dan Jun.
Messiah terlihat membaringkan Konan disamping tubuh Shin yang terlihat seperti dikuliti di beberapa anggota tubuhnya.
Shizuka terlihat bersimpuh dan menaruh kepala anak perempuannya yang terlihat mulai sadar di atas pahanya.
Guren yang berada tidak jauh darinya terlihat meletakkan tubuh tanpa kepala milik Tayuya di samping tubuh Tatsuki dan Yuki yang merupakan anak kembar dari perempuan bersurai merah pucat tersebut yang meninggal lebih dulu dari ibunda mereka. Setelah itu, ia berjalan untuk menghampiri tubuh Rin yang terkulai tidak berdaya di atas tanah. Tapi sepertinya perempuan tersebut masih selamat hal itu dibuktikan dari nafasnya yang terdengar terputus-putus.
"Kalian sedang reuni ya?" Tanya Naruto yang tiba-tiba muncul tepat dibelakang Kaguya, Hinata, dan Hanabi.
"SHINRA-" DUAK
"Menyingkirlah." Naruto langsung memukul kepala Kaguya saat perempuan tersebut hendak mengeluarkan salah satu jutsunya.
BRUAK BRUAK BRUAK BRUAK BRUKKK BRUKKK
Tubuh Kaguya yang dihempaskan Naruto langsung menumbangkan beberapa pohon yang berada di jalur hempasannya. Tubuhnya yang terhempas baru berhenti lalu menghempas tanah saat tubuh ramping membentur pohon ke 5.
Setelah itu Kaguya terlihat terbatuk darah beberapa kali sebelum ia kehilangan kesadarannya akibat pukulan Naruto yang sangat kuat barusan.
"JYUUKEN" "JYUUKEN"
Teriak Hanabi dan Hinata secara bersamaan sambil mengarahkan tangan mereka yang telah diselimuti oleh chakra kedalam tubuh Naruto.
Naruto yang melihat pukulan dua bersaudari tersebut di arahkan ke tubuhnya hanya menampilkan seringaian maniaknya.
KRAKKK KRAKKK
"OHOKKK..." "OHOKKK..." Hanabi dan Hinata langsung membelalakkan iris lavender mereka saat pukulan yang mereka arahkan ke tubuh Naruto malah mengenai saudari mereka sendiri. Pukulan Hinata yang ia arahkan ke Naruto malah mengenai dada Hanabi dan begitupun sebaliknya. Kedua perempuan cantik tersebut langsung memuntahkan darah akibat serangan saudari mereka sendiri. Sepertinya serangan barusan telah meremukkan tulang rusuk mereka sendiri.
"Kalian berdua seharusnya saling menyangi." Ucap Naruto sambil mengelus surai indah Hinata dan Hanabi. "Bukannya saling menyakiti seperti..." Lanjut Naruto menggantung sambil mengubah gerakan mengelusnya menjadi mencengkram bagian kepala Hinata dan Hanabi.
SPLASHHH
Tiba-tiba Naruto langsung membenturkan kepala Hinata dan Hanabi ke arah saudari mereka sendiri hingga hancur berkeping-berkeping.
"HAHAHAHA..." Setelah itu, Naruto terlihat tertawa seperti seorang maniak.
"APHPOPIS!" Teriak Messiah yang terlihat sudah berdiri dengan pandangan rubynya yang terlihat menatap tajam sosok Naruto yang telah diselimuti oleh kegelapan.
"Hah?" Naruto hanya mengalihkan pandangannya dengan suaranya yang terdengar bosan saat ia merasa jika ada seseorang yang meneriakkan namanya barusan.
Saat ini Messiah terlihat meluncur ke arah Naruto dengan kecepatan tinggi dengan salah satu tangan yang ia kepalkan.
"PERCUMA SAJA!" Teriak Naruto dengan suaranya yang masih bercampur suara Aphopis yang terdengar seperti maniak yang sedang menggila.
Tapi iris hitam Naruto terlihat membelalak saat tiba-tiba Messiah telah menghilang dari hadapannya.
DUAKKK
Messiah yang muncul secara tiba-tiba disamping Naruto langsung mengarahkan pukulannya ke arah wajah sang pemuda yang terlihat kebingungan mencari keberadaannya. Kali ini pukulan tersebut telak mengenai wajah Naruto dan membuat sang pemuda yang saat ini bersurai hitam tersebut terlempar cukup jauh dari tempatnya berdiri.
Setelah berhasil memukul wajah Naruto yang terlihat seperti seorang maniak, Messiah terlihat mengalihkan pandangannya untuk melihat kondisi Hinata dan Hanabi yang sudah tidak bernyawa di dekat anak mereka yang sedang sekarat.
Tapi kedua mata Messiah langsung terlihat membelalak saat kedua matanya yang seindah batu ruby melihat anak Hinata dan Hanabi telah kehilangan kepala mereka entah sejak kapan.
"Ughhh... Dasar laki-laki..." Ucap Naruto saat tubuhnya telah berhenti terlempar sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang terlihat mengikat rambut kepala Boruto, Reiga, dan Reij di sela jarinya. "Mereka butuh perawatan rambut yang baik agar rambut mereka tidak kusut seperti ini." Lanjut Naruto sambil menyingkirkan 3 kepala di kedua tangannya dengan pandangan yang ia buat seolah-olah ia jijik dengan hal tersebut.
Setelah membersihkan sela jarinya dari rambut Reiji, Reiga, dan Boruto, Naruto terlihat mengalihkan pandangannya pada kepala yang baru saja ia buang.
"Oops..." Ucap Naruto sambil menutup mulutnya dengan salah satu tangannya seolah ia baru sadar jika yang ia bawa hanyalah kepala tanpa tubuh dari para remaja laki-laki tersebut.
"AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU!" Teriak 4 orang perempuan berparas cantik secara bersamaan yang saat ini terlihat melayang di atas udara di belakang Naruto sambil mengarahkan serangan masing-masing ke tubuh sang pemuda yang membelakangi mereka.
Tangan kanan Shizuka dan Tenten terlihat menusukkan sebuah kunai yang mereka genggam dengan erat. Guren menghunuskan kedua tangannya yang sudah terbalut kristal. Semetara Yugao terlihat menghunuskan pedang katananya menggunakan kedua tangannya.
"MINNA JANGAN!" Teriak Jun yang terlihat membawa tubuh tak bernyawa Sara di punggungnya dari kejauhan saat iris hitamnya melihat apa yang hendak dilakukan 4 perempuan berparas cantik tersebut.
Naruto yang mendengar teriakan perempuan cantik yang berasal dari belakangnya kembali menampilkan senyuman jahatnya.
SRETTT JLEB JLEB JLEB JLEB
Mata keempat orang perempuan tersebut terlihat langsung membelalak saat benda tajam yang mereka gunakan sebagai senjata bukannya menusuk tubuh Naruto.
Naruto sendiri terlihat terkejut saat ia merasakan sebuah sentuhan lembut dipundaknya. Ia terlihat langsung membalikkan badannya untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi dan apa yang telah tertusuk benda tajam dibelakangnya yang digunakan oleh Shizuka, Tenten, Yugao, dan Guren.
Iris hitam Naruto terlihat langsung membelalak saat melihat apa yang sedang terjadi dihadapannya saat ini setelah ia membalikkan badannya. Setetes air mata terlihat langsung terjatuh dari iris hitam kelamnya.
Jun sendiri yang tadi berteriak juga terlihat sangat shok saat melihat kejadian yang terjadi jauh di depannya saat ini. Iris hitam indahnya terlihat bergetar sebelum akhirnya meneteskan air mata yang membasahi wajah cantiknya.
Ternyata benda-benda tajam yang tadi dihunuskan oleh Shizuka, Tenten, Guren, serta Yugao terlihat menancap di punggung tanpa sayap Messiah yang terlihat melindungi Naruto.
"Naru chan... Kau tidak-uhukkk apa-apa kan?" Tanya Messiah sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Tiba-tiba iris hitam Naruto perlahan kembali menjadi biru seperti sedia kala begitu pula dengan surainya yang kembali berwarna kuning secerah matahari. Air mata Naruto langsung mengalir lebih deras dari sebelumnya saat melihat Messiah yang melindunginya meskipun ia telah dirasuki oleh Aphopis dan hendak membunuh mereka semua.
"kaa chan..." Panggil Naruto dengan suara lemah sambil menangkap tubuh Messiah yang akan ambruk ke atas tanah. "Kenapa kaa chan..." Ucap Naruto dengan air mata yang semakin deras berlinang membasahi wajah serta tubuhnya yang sudah kembali seperti semula.
Naruto langsung memeluk sosok yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri tersebut sebelum ia terjatuh berlutut di atas tanah. Padahal belum genap satu hari perempuan tersebut menjadi ibu angkat Naruto, tapi perempuan tersebut rela mengorbankan dirinya untuk melindungi sang pemuda yang bahkan hendak membunuhnya serta semua orang yang ada disana saat ia masih dirasuki sosok Aphopis.
"KAA CHAN, JANGAN TINGGALKAN AKU! KENAPA KAA CHAN HARUS PERGI SECEPAT INI!" Teriak Naruto histeris dengan suaranya yang sudah kembali seperti semula. Bukan suaranya yang terdengar seperti maniak.
"Naruto kun, ma-maafkan kami..." Ucap Shizuka mewakili 3 perempuan lain yang tanpa sengaja menusuk punggung Messiah.
"Ka-kami tidak menyangka jika-jika beliau-" "APA YANG TELAH KALIAN LAKUKAN PADA-" Ucapan Yugao yang hendak menjelaskan langsung dipotong oleh teriakan kesedihan Naruto. Akan tetapi teriakan kesedihan tersebut langsung terputus saat Messiah menaruh jari telunjuknya di depan bibir sang pemuda.
"Jangan ka-kasar begitu, Naru chan." Ucap Messiah dengan nada lembut khas keibuan yang terdengar terputus-putus.
Tiba-tiba dari punggung Naruto terlihat sesosok perempuan hitam keluar dari sana.
"Cih, dasar perempuan sialan!" Maki sosok tersebut yang tidak lain adalah Aphopis yang sejak tadi mengendalikan tubuh Naruto. Perempuan dengan tubuh yang diselimuti kegelapan tersebut terlihat berdiri beberapa langkah di belakang Naruto yang terlihat masih memeluk Messiah.
Naruto yang mendengar ucapan sosok di belakangnya langsung diselimuti oleh amarah yang menggebu-gebu kembali. Matanya yang masih meneteskan air mata telah memasuki mode sannin dan kyuubinya.
"Naru chan, ingat pesan kaa chan bukan?" Tanya Messiah dengan nada lembut khas keibuan saat iris rubynya yang hampir kehilangan cahayanya melihat amarah menggebu-gebu sang pemuda bersurai kuning jabrik tersebut.
Ingatan Naruto langsung memutar balik sebuah memori dimana Messiah memperingatkannya untuk tidak bertindak gegabah. Tadi dia telah melanggar pesan tersebut, dan pada akhirnya ia hampir membunuh semua istri dan anaknya sendiri.
Naruto langsung menonaktifkan mode sannin bercampur kyuubinya setelah ingatannya mengingat apa yang telah ia perbuat beberapa saat yang lalu. Bukan hanya tidak bisa melukai sosok yang telah merasukinya, kemungkinan terburuknya adalah sosok tersebut akan mengambil alih tubuhnya sekali lagi jika dia bertindak gegabah untuk yang kedua kalinya.
"Tenang saja, Naruto kun." Ucap Aphopis dengan nada santai. "Aku takkan mengambil alih tubuhmu kembali." Lanjut perempuan bersurai hitam tersebut dengan sebuah ruby yang berada di dahinya.
"Lantas kenapa kau tadi mengambil alih tubuhku dan hendak membunuh mereka semua?!" Tanya Naruto dengan nada tegas saat ia merasa jika sosok di depannya sedang mempermainkannya.
"Aku tadi hanya ingin mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milikku saja. Tidak lebih." Jawab Aphopis dengan nada santai yang masih setia menemaninya.
"Apa maksudmu?!" Tanya Naruto yang belum mengerti dengan maksud sosok di depannya.
"Aku merasuki tubuhmu untuk mengambil sisa kekuatan kebencian milikku, bodoh." Jawab Aphopis sekaligus mengejek pemuda yang ada di depannya. "Di dalam tubuhmu aku merasakan potongan-potongan kekuatan para bijuu yang tidak lain berasal dari pohon shinju yang tidak lain adalah kekuatan kebencianku yang disegel oleh 4 malaikat bodoh ribuan tahun yang lalu." Lanjut Aphopis menjelaskan mengapa ia mengambil alih tubuh Naruto.
"Lalu untuk apa kau membunuh anak-anakku, istriku, serta seorang shinobi yang bahkan tidak tahu menahu tentang masalah ini?!" Tanya Naruto yang masih tidak bisa menerima alasan Aphopis yang menurutnya tidak masuk akal.
"Aku baru bisa memasuki tubuhmu jika kau sudah terselimuti oleh kebencian, Naruto kun." Jawab Aphopis. "Dan yang aku tahu cara untuk membuatmu terselimuti kebencian adalah dengan cara membunuh orang-orang yang kau cintai." Lanjut perempuan beriris merah darah tersebut menjelaskan.
"Itu sama sekali tidak menjelaskan kenapa kau membunuh Lee kun!" Kali ini suara Tenten yang terdengar berteriak karena ia merasa kurang puas dengan penjelasan sosok tersebut.
Setelah mendengar ucapan Tenten, Aphopis terlihat seolah mencoba mengingat sesuatu. Jari lentik tangan kanannya taruh di dagunya yang menandakan ia berusaha keras untuk mengingat siapa yang telah ia bunuh hingga membuat wanita cantik dengan surai coklat tersebut sangat marah padanya.
"Oh... Laki-laki yang aku cabut kepalanya lalu aku buat sebagai mainan itu ya..." Ucap Aphopis sambil menepuk tangannya yang terbuka menggunakan tangannya yang terkepal. Semua orang disana yang mendengar perkataan Aphopis barusan langsung geram bukan main. Bagaimana tidak geram karena perempuan tersebut bisa mengatakan hal sekejam itu dengan sangat santai dan tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
"Kalau itu sih karena dia secara tidak sengaja ingin menghalangi rencanaku, jadi aku membunuhnya. Sekaligus menjadi peringatan untukmu jika kau berani melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan. Maka dari itu aku mencabut kepalanya tepat dihadapanmu." Lanjut Aphopis menjelaskan panjang lebar.
Srettt
Tepat setelah penjelasan Aphopis barusan, Jun terlihat baru sampai di tempat tersebut. Ia langsung menurunkan tubuh tidak bernyawa Sara ke atas tanah sepelan yang ia bisa.
Wushhh
Setelah meletakkan tubuh tanpa nyawa milik Sara, tiba-tiba Jun menghilang dari tempatnya berdiri saat itu. Tidak sampai satu detik, perempuan tersebut tiba-tiba sudah muncul di belakang Aphopis.
"MATI KAU!" Teriak Jun dengan suara keras sambil mengarahkan tangannya yang terlihat diselimutir chakra berwarna putih.
"Heh..." Aphopis yang mendengar hal tersebut hanya mendengus dan tidak menunjukkan tanda-tanda jika ia akan menghindari serangan Jun yang berada di belakangnya.
DUAKKK DUARRR
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang disusul dengan suara sesuatu yang terpental dari tempat Aphopis tadi berdiri yang saat ini terlihat ditutup oleh debu tebal. Semua orang disana langsung menutupi pandangan mereka menggunakan lengan mereka. Sementara Naruto terlihat membungkuk untuk melindungi Messiah yang terlihat semakin lemah dengan nafas yang terdengar semakin berat.
"Bodoh." Ucap sebuah suara yang berasal dari balik debu tebal dihadapan semua orang yang ada disana.
Semua orang langsung membelalakkan iris mereka saat telinga mereka mendengar suara barusan. Dan beberapa saat kemudian, debu yang menjadi penghalang pandangan mereka hilang tertiup angin saat sosok di dalam debu mengibaskan salah satu tangannya.
Mereka terlihat sangat shok saat melihat Aphopis masih berdiri dan tidak terluka sama sekali. Setelah itu mereka mengalihkan pandangan mereka untuk mencari sosok yang tadi melakukan serangan mendadak yang sangat dahsyat barusan.
Mereka terlihat lebih terkejut lagi saat melihat kondisi Jun saat ini. Gaun yang dikenakan perempuan tersebut terlihat sudah robek disana sini dan memperlihatkan sebagian tubuhnya yang mengalami luka memar, lebam, dan luka sayatan.
"Ap-apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Naruto entah pada siapa saat iris birunya yang sudah kembali seperti sedia kala melihat kondisi Jun saat ini yang terlihat sangat mengenaskan.
"Aku akan menjawab pertanyaanmu, Naruto kun." Ucap Aphopis setelah telinganya mendengar ucapan pelan Naruto barusan. "Tepat sebelum serangan Jun tadi menyentuh tubuhku, aku mencengkram lengannya yang mengarah ke tubuhku lalu aku membalasnya dengan serangan bertubi-tubi menggunakan cakar dan pukulanku." Lanjut Aphopis menjelaskan tentang apa yang menimpa Jun.
"Tidak mungkin..." Ucap Guren, Yugao, Tenten, dan Shizuka dengan nada ketakutan setelah telinga mereka mendengar penjelasan tidak masuk akal dari Aphopis. Saking takutnya mereka saat ini, kaki jenjang para perempuan cantik tersebut terlihat bergetar di tempat mereka berdiri saat ini.
"Baiklah, Naruto kun." Panggil Aphopis dengan nada yang terdengar santai. "Karena aku sedang senang saat ini, jadi aku akan membuat sebuah permainan. Aturan permainanku ini mudah. Kau hanya perlu menjawab pertanyaan yang aku tanyakan padamu. Kau memiliki 10 kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang aku berikan serta waktu yang nanti aku tentukan. Jika kau berhasil menjawabnya maka aku akan menunda kehancuran untuk desa Konoha serta makhluk Kami sama yang lain. Tapi jika kau menyerah, mencoba melarikan diri dari tempat ini, gagal atau waktu yang kuberikan padamu telah habs, maka aku akan menghancurkan bumi ini beserta isinya. Bagaimana?" Lanjut Aphopis panjang lebar menawarkan sebuah permainan kepada Naruto yang masih memeluk tubuh ibu angkatnya yang terlihat semakin memucat akibat terus kekurangan darah.
Naruto terlihat berpikir selama beberapa saat sebelum memberikan keputusannya. Ia yang sedang kalut mengalihkan pandangan iris birunya untuk melihat kondisi ibu angkatnya yang terlihat semakin memburuk dari waktu ke waktu.
"Baiklah, aku terima tantanganmu." Jawab Naruto yang menerima tantangan sosok di depannya.
Aphopis langsung menampilkan senyuman jahatnya setelah indra pendengarannya mendengar ucapan setuju dari Naruto. Setelah itu ia terlihat menarik nafas panjang dan berjalan menjauh dari tempat tersebut. Ia terlihat menari sebuah kursi yang tadinya diduduki oleh salah satu istri Naruto lalu menghempaskan dirinya di atas kursi tersebut.
"Petunjuknya adalah 'Aku tidak pernah ada, tapi aku selalu ada. Tidak ada yang akan melihatku selamanya. Tapi keberadaanku dipercaya oleh semua makhluk Kami sama yang bernafas.' Pertanyannya adalah apakah 'Aku'?" Ucap Aphpois memberi petunjuk sekaligus melontarkan pertanyaannya.
"Jika kalian memiliki jawaban, kalian boleh menjawabnya." Ucap Aphopis sambil menunjuk Shizuka, Guren, Yugao, dan Tenten yang masih berdiri ketakutan di tempat mereka. "Waktu kalian adalah sampai dupa ini habis." Lanjut Aphopis sambil menyalakan sebuah dupa yang entah ia dapat darimana menggunakan salah satu jarinya yang terlihat mengeluarkan sebuah api kecil berwarna hitam. "Dengan kata lain waktu yang kalian miliki adalah sekitar 5 menit dari sekarang." Lanjut Aphopis singkat memberitahu detail waktu yang mereka miliki saat ini sambil memegang dupa yang ia nyalakan barusan menggunakan tangannya.
Semua orang yang masih sadar tersebut langsung berpikir keras untuk mencari jawaban dari pertanyaan Aphopis barusan.
Beberapa saat kemudian...
"Aku tahu!" Ucap Shizuka setelah ia berpikir cukup lama. "Kau adalah 'hukum'." Lanjut Shizuka memberikan jawabannya dengan penekanan pada kata 'hukum'.
"Sayang sekali." Ucap Aphopis sambil menggelengkan kepalanya. "Kesempatan kalian tersisa 9 jawaban dan waktu kalian tersisa 4 menit 33 detik lagi." Lanjut Aphopis memberi peringatan pada semua orang di depannya.
"Kau adalah 'jiwa'." Kali ini Yugao yang memberikan jawaban.
"8 kesempatan lagi dengan waktu kurang dari 4 menit." Ucap Aphopis setelah mendengar jawaban Yugao.
"Kau adalah 'Imajinasi'." Kali ini Tenten yang mencoba menjawab
"7 Kesempatan dengan waktu sekitar 3 menit 21 detik." Ucap Aphopis.
"Kau adalah 'cinta'." Kali ini Naruto yang terdengar angkat bicara untuk menjawab pertanyaan Aphopis.
"Jawaban yang luar biasa ." Jawab Aphopis sambil berdiri dari tempat duduknya. "6 kesempatan lagi dengan waktu kurang dari 3 menit." Lanjut Aphopis seolah ingin menghancurkan harapan semua orang disana.
"Kau adalah 'Waktu'." Kali ini Guren yang menjawab.
"Hoaammm... 5 kesempatan lagi." Ucap Aphopis setelah ia menguap bosan.
Naruto terlihat kembali geram saat melihat tingkah sok dari perempuan tersebut. Ia benar-benar ingin segera menghajar perempuan tersebut. Tapi ia sadar jika perbedaan kekuatan mereka terlampau jauh.
"Kau adalah 'angin'." Ucap Yugao mencoba kembhali.
"4..." Ucap Aphopis singkat.
Dupa di tangan Aphopis terlihat sudah hampir habis. Mungkin waktu yang dimiliki Naruto dan semua orang yang ada disana sudah kurang dari 2 menit lagi.
"Kau adalah 'kematian'." Ucap Shizuka dengan suara yang terdengar mulai gusar.
"3..." Ucap Aphopis lagi. "Dan juga waktu kalian tinggal 1 menit lagi." Lanjut perempuan tersebut memberitahu sisa waktu yang mereka miliki.
"Naru chan..." Panggil Messiah dengan nada lemah sambil menggoyangkan tangan sang pemuda yang masih memeluknya menggunakan tangannya dengan semua kekuatan yang ia miliki. "Dekatkan telingamu pada kaa chan." Ucap Messiah saat ia melihat pemuda tersebut sedang memandang ke arahnya dengan tatapan gusar bercampur sedih. Gusar karena ia tidak kunjung menemukan jawaban teka-teki Aphopis, sedih karena ia tidak bisa melakukan banyak hal untuk menolong sosok yang ia sebut kaa chan dalam pelukannya.
Setelah Naruto mendekatkan telinganya pada wajah cantik Messiah, perempuan berparas cantik tersebut terlihat membisikkan sesuatu ke telinga Naruto.
Aphopis yang melihat hal tersebut hanya mengangkat bahunya tanda bahwa ia tidak peduli.
"44 detik..." Ucap Aphopis memberitahu sisa waktu mereka yang semakin menipis.
"Kau adalah... 'Tuhan'. " Jawaban ini bukan berasal dari mulut Naruto melainkan dari Tenten.
"2 kesempatan dan 20 detik lagi..." Ucap Aphopis setelah mendengar jawaban dari Tenten.
"Jawaban kaa chan pasti benar..." Ucap Naruto pada sambil mengalihkan pandangannya untuk melihat Aphopis. "Kau adalah 'esok'." Lanjut Naruto memberikan jawaban Messiah yang dibisikkan padanya beberapa saat yang lalu.
"Selamat, Naruto kun... Selamat..." Ucap Aphopis sambil berdiri dari tempat duduknya dan bertepuk tangan kepada sang pemuda serta perempuan cantik yang berada di dekapan sang pemuda.
"Sesuai janjiku, aku akan menahan diriku untuk menghancurkan dunia ini." Ucap Aphopis setelah ia persis berada di depan Naruto. "Waktumu adalah satu hari, besok aku akan kembali untuk menghancurkan dunia ini beserta dirimu, dan semua ciiptaan Kami sama... Slurpp" Lanjut Messiah memberitahu seberapa lama tenggang waktu yang ia berikan untuk sang pemuda sambil menjilat wajah tampan Naruto.
"Rasa manis..." Ucap Aphopis setelah ia menjilat wajah tampan Naruto. "Karena kau memiliki air mata yang manis, jika kau gagal untuk menghentikanku besok, maka aku akan menjamin untuk membuatmu menangis hingga air matamu benar-benar kering dan aku juga akan berjanji untuk menikmati setiap tetes air matamu dengan sepenuh kebencian yang aku miliki." Lanjut Aphopis sebelum ia menghilang dari hadapan Naruto.
"Naru chan, memang hebat ya..." Ucap Messiah dengan nada khas keibuan disertai senyuman khas seorang ibu yang mengetahui jika anaknya telah berhasil mendapatkan nilai terbaik di kelasnya.
"Ini semua berkat bantuan dari kaa chan..." Ucap Naruto sambil kembali meneteskan air matanya dan memeluk kaa channya lagi.
"Naru chan, Naru kan sudah besar jadi ja-jangan cengeng begini..." Ucap Messiah dengan nafas yang terdengar semakin berat. "Apalagi Naru sudah punya 7 perempuan cantik yang-yang mendampingi hidup Naru chan..." Lanjut Messiah mencoba menghibur sang pemuda bersurai kuning jabrik tersebut yang sepertinya hanya berujung sia-sia karena air mata yang menetes dari iris sang pemuda bukannya berhenti, tapi malah lebih deras dari sebelumnya.
"Kumohon hikss... Kumohon pada kaa chan untuk tidak pergi... hiks meninggalkan aku sendirian..." Ucap Naruto di sela tangisannya saat indra pendengarannya mendengar kalimat Messiah yang mencoba menghiburnya. "Setidaknya jangan pergi hiksss... Hingga kaa chan melihat aku hiksss... Berhasil mengalahkan hiksss... Aphopis lalu menikahi hikss... Kaguya chan dan Sara chan..." Ucap Naruto di sela tangisannya yang semakin menjadi-jadi.
Yugao, Shizuka, Tenten, dan Guren yang melihat pandangan menyedihkan dihadapan mereka saat ini tak kuasa menahan air mata yang keluar dari iris indah mereka yang terlihat bergetar.
Yugao yang sepertinya paling tidak kuat langsung berlari meninggalkan para perempuan yang berdiri di sampingnya untuk menjauh darisana. Perempuan tersebut terlihat berlari sambil menutup mulutnya yang terus mengeluarkan isak tangisan.
Sementara Shizuka dan Guren langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah lain karena mereka tidak kuasa jika harus melihat Naruto yang tidak lain adalah suami mereka akan kehilangan sosok yang ia panggil kaa chan padahal belum genap satu hari satu malam sejak mereka sepakat jika perempuan cantik tersebut akan menjadi ibu angkat untuk Naruto.
Sementara Tenten sudah jatuh terduduk dengan air mata yang terlihat lebih deras dari sebelumnya. Ia berpikir jika dia adalah sosok yang paling kehilangan disini. Ternyata ia salah besar. Sosok yang paling kehilangan disini adalah Naruto. Selain kehilangan beberapa istrinya serta anaknya, ia masih harus merasakan kesedihan karena akan ditinggal sosok yang berada di dekapannya.
"Naru chan..." Panggil Messiah dengan suara yang terdengar lebih lemah dari sebelumnya. "Tolong terus hidup dan teruslah melindungi ma-makhluk Kami sama yang lain ya..." Ucap Messiah dengan susah payah.
"Hai', Naru chan hiksss... Berjanji akan terus hidup hiksss... dan terus melindungi semua hiksss... Makhluk Kami sama hiksss... kaa chan..." Ucap Naruto sambil memaksakan dirinya untuk menampilkan senyuman di depan Messiah.
"Jan-janji ya?" Tanya Messiah sambil mengangkat jari kelingkingnya dengan semua kekuatan yang ia miliki.
"Hai' Naru ber-" Naruto tak sanggup melanjutkan kalimatnya saat jari kelingking Messiah yang akan ia ikat dengan jarinya terkulai lemas terlebih dahulu sebelum ia sempat mengikatnya.
"KAA CHAN! Naruto langsung berteriak histeris sambil memandang langit gelap di atasnya saat ia menyadari jika Messiah telah pergi meninggalkannya.
Kesadaran Jun dan Kaguya perlahan mulai kembali setelah telinga mereka mendengar teriakan histeris Naruto barusan. Kedua iris mereka yang indah terlihat langsung dibanjiri air mata saat mereka melihat penyebab sang pemuda berteriak keras barusan.
"KAA CHAN!" Naruto berteriak kembali dengan air mata yang masih mengalir deras dari kedua iris birunya.
"Sialan! Sialan! Sialan!" Rutuk Jun sambil memukul-mukul tanah tempatnya berbaring saat ini dengan air mata yang terlihat mengaliri pipi serta wajah cantiknya dengan deras. "Setidaknya berpamitanlah padaku sebelum kau pergi, baka nee chan." Lanjut Jun berucap masih dengan air matanya sambil terus memukul tanah tempatnya saat ini berbaring.
"Maafkan aku karena aku tidak bisa berguna banyak untuk kalian Naruto, Jun sama, Messiah sama..." Ucap Kaguya pada dirinya sendiri dengan air mata yang berlinang deras mengaliri wajah cantiknya. Perempuan cantik tersebut terlihat terus mengulang-ulang kalimatnya seperti sebuah mantra yang mungkin akan bisa membuatnya merasa lebih baik.
Dan malam itupun menjadi salah satu saksi betapa ganas dan kuatnya musuh Naruto nantinya. Dan di malam itulah kenangan terburuk dan kenangan terbaik desa Konoha terukir secara bersamaan.
Kenangan terbaiknya desa Konoha serta dunia dan isinya bisa lolos dari sosok yang sangat terobsesi ingin menghancurkan dunia. Kenangan terburuknya adalah mental para istri Naruto serta anak Naruto yang selamat mengalami guncangan yang hebat. Sementara Naruto harus kehilangan sosok yang ia anggap sebagai ibu angkatnya bahkan belum genap satu hari setelah mereka membuat janji.
The End of WHMB: The New Trouble
Maaf ya minna jika endingnya jadi penuh air mata dan kesedihan seperti ini. Dan buat kalian yang kecewa dengan ending ini ya silahkan. Itu hak anda untuk kecewa.
Sekali lagi, jangan lupa tinggalkan dukungan kalian dalam bentuk review setelah membaca fic ini. :D
Akuma Phoenix say, see you in another story, minna.
