Hari ini, kedua orang tua Naruto menginap di rumah. Keduanya terlalu letih untuk kembali ke Konoha. Jadi mereka berdua memutuskan untuk menginap di rumah Naruto dan Nozomi. Anak serta menantunya itu tak keberatan jika kedua orang tua Naruto menginap, lagipula keduanya akan terhibur dengan tingkah manja dari cucu mereka.

Pintu geser kamar Naruto terbuka, kepala pirang Minato menyembul ke dalam kamar tersebut, kedua mata birunya melihat Naruto yang masih terjaga dengan laptop yang berada di meja lipatnya, sementara Nozomi sudah tidur pulas. Tapi yang membuat Minato heran adalah, ada dua buah kipas yang sedang menyala.

"Naruto, apa kau tak kedinginan? Dua kipas di nyalakan, Ayah takutnya kau terkena demam."

Naruto mengalihkan fokusnya dari Laptop ke Ayahnya yang sedang mengintip. "Tidak kok, lagipula aku sudah terbiasa akan hal ini. Memang dingin, tapi kami bisa menggunakan selimut tebal." Naruto pun menutup laptopnya, dan beranjak dari tempatnya duduk untuk merapikan pekerjaannya itu. "Ada apa memangnya?"

"Hanya takut jika kau langsung terkena flu saat menggunakan kedua kipas tersebut."

"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku, Ayah."

Minato tersenyum saat Naruto berterima kasih padanya, tapi ia dikejutkan dengan sosok bocah laki-laki yang masuk ke dalam kamar tersebut, dia langsung tidur di samping tubuh Ibunya, memeluk sang Ibu dengan erat, dan dibalas dengan sebuah pelukan hangat dari sang Ibu.

"Itu sudah kebiasaannya kok, jadi maklumi saja."

Minato tertawa kecil mendengarnya. "Kau juga sama Naruto, menyelinap masuk ke kamar, lalu memeluk Ibumu yang sedang tertidur pulas. Astaga, Makoto memang mirip denganmu."

Naruto tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Itu masa kecilku Ayah, aku jadi malu mengingat hal tersebut."

"Kau ternyata disini Minato."

Minato menatap sang Istri yang datang dari kamar tamu. "Belum tidur?" Kushina menggeleng pelan, "Lebih baik kita tidur. Maafkan Ayah yang mengganggu tidurmu nak."

"Tidak apa-apa Ayah."

"Selamat malam Naruto."

"Malam Sochi!"

"Selamat malam!"

Kedua orang tua Naruto pergi ke kamar tamu, sementara Naruto akan masuk ke dalam kasurnya untuk tidur. "Selamat malam Nozomi."

"Malam Naruto."

Naruto langsung menatap Nozomi yang masih memenjamkan kedua matanya sambil memeluk Makoto. "Astaga, kukira kau sudah tidur."

"Suaramu dan Suara Ayah membuatku bangun, dan anak ini lagi-lagi menyelinap. Jadi..."

"Lebih baik tidur saja Nozomi." Naruto menarik selimutnya, dia memeluk tubuh Nozomi sembari mencoba memenjamkan kedua matanya, dia menghirup aroma tubuh Nozomi. "Kedua laki-laki yang kau sayangi ini akan segera tidur karena aromamu yang menenangkan, lihat Makoto langsung mendengkur kecil seperti itu saat kau peluk."

"Dia masih butuh kasih sayang, Naruto."

"Ya ya, aku mengerti. Selamat tidur." Lelaki itu mencium pipi Nozomi, lalu kembali memeluk tubuh Nozomi dan memenjakan matanya.

"Selamat tidur, sayang."

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto

Love Live School Idol Project by Kimino Sakurako.

..

.

A/N: Dari kejadian di dunia Nyata.