~Darker Than Night

Hidden Secret

Chapter Special Plot Twist

.

.

Warning : JIKA TIDAK SUKA SPOILER KETIK BACK! JANGAN DIBACA!

.

.

A Hidden things to come, the next future...

.

.

Scene 1 : Kurohina

"Apalagi yang kau tunggu, cepat bunuh aku!"

Kuro menatap dingin ke arah gadis bermarga Hyuuga yang ada di depannya.

Hinata memegang katana tersebut dengan tubuh bergetar. Menghunuskan benda tajam itu ke leher sang sensei.

"Kenapa jadi ragu? Aku sudah membunuh teman-temanmu itu."

Melirik ke sekitarnya gadis indigo itu bisa melihat tumpukan mayat teman-temannya. Rekan seperjuangannya di akademi yang tergeletak. Tidak bernyawa.

"Kenapa?" Gadis itu mulai terisak. "Kenapa kau lakukan ini?"

"Kenapa? Bukankah sudah jelas?" Kuro tertawa mengerikan. "Kau yang lebih dulu mengkhianatiku, Hyuuga."

"A-aku tidak pernah mengkhianatimu..."

"Kau pikir aku percaya? Kau nyata-nyatanya lebih memilih dia dibandingkan denganku! Seorang yang selalu ada di sisimu!"

"..."

"Menyedihkan sekali. Jadi sedari awal, bagimu aku hanya iblis bukan?"

DEG

Tidak

"Semua janji yang kau ucapkan padaku, itu hanya kebohongan belaka."

DEG

Bukan

"Seharusnya dari awal aku tidak pernah percaya padamu, Hyuuga. Manusia memang tidak bisa dipercaya-"

"KUBILANG HENTIKAN!"

Kuro membungkam mulutnya, di depannya Hinata mulai mengucurkan air mata.

"Kenapa kau tidak mau percaya padaku? Padahal aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu."

"Aku sangat mencintaimu, Kuro-sensei."

Tangis Hinata semakin pecah.

Dilain pihak iblis itu hanya bungkam. Tidak bersuara.

Hinata menarik kerah Kuro kemudian mengguncang-guncangnya.

"Aku sangat mencintaimu tapi apa nyatanya? Kau lebih dulu mengkhianatiku. Kau membohongiku dengan bekerja sama dengan Madara Uchiha dan Akatsuki.

Bahkan lebih dari itu kau telah membantai teman-temanku. Sejak awal kau yang lebih dulu berbohong iblis!"

"...Kau benar."

"!"

Kuro menyeringai kali ini lebih lebar. "Itu benar. Dari awal aku memang berbohong. Tapi tidak dengan perasaanku terhadapmu."

Kuro dengan cepat berpindah tempat. Dihadapan Hinata. Meraih pedang sang Hyuuga, iblis itu mengatahkan benda tajam itu ke dadanya. Menusuk jantungnya sendiri.

"Kuro-sensei..."

Tidak mungkin.

Sorot mata Kuro yang menggelap kini berubah lunak. Ia menutup matanya.

"Aku kalah."

.

.

Scene 2 : Kakahina

Hinata tertawa bak seorang evil. Di hadapannya ia bisa melihat wajah Kakashi selaku Rokudaime yang tengah menegang.

"Hinata kau..."

"Hinata... Hinata... Aku jadi ingat namaku adalah Hyuuga Hinata." gumam wanita tersebut.

Diriku yang dulu...

"Hinata kau harus hentikan ini sekarang juga!" Kakashi mulai panik.

"Kenapa juga aku harus berhenti? Kakashi-sensei. Tidak -Anbu-san?" Hinata kini berdiri dihadapan sang Kage. Berbisik ke telinganya.

"Semua ini terjadi karena perbuatanmu juga bukan. Sebegitu inginnya kau memilikiku?"

"Hinata bukan seperti itu kau harus dengar!" Kakashi memotong.

"Baiklah aku mengerti."

Hinata melepaskan seluruh pakaian yang ia miliki. Menampilkan lekuk tubuh indah telanjangnya.

Melihat hal tersebut wajah Kakashi sontak memerah. Ia membuang mukanya. Melempar pandangannya ke arah sebaliknya.

"Kenapa malah membuang muka? Lihatlah kemari~" Hinata mengambil tangan Kakashi membiarkan pria tersebut menjelajahi setiap jengkal badannya.

"Kau menginginkannya kan? Aku akan memberikannya padamu. Seluruh tubuh Hyuuga Hinata. Wanita yang kau cintai dan obsesikan. Akan jadi milikmu." Hinata mengalungkan lengannya pada leher sang Hokage Keenam.

"Hinata..."

"Ssst... Diam dan tenangkan dirimu. Malam ini akan kuberikan semuanya padamu." Wanita itu kemudian menempelkan bibirnya kuat-kuat pada mulut Kakashi.

Karena besok, akan kupastikan kau mati ditanganku.

.

.

Scene 3 : Gaahina

"Gaara Sabaku. Menyingkirlah dari sana." Hinata memandang tajam sosok sang Kazekage. Di tangannya menggenggam dua buah katana hitam dan putih.

"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu lewat." ujar Gaara tanpa ragu

"..."

"Kenapa? Kenapa kau jadi seperti ini?" Tanya pemuda itu. "Dimana Hyuuga Hinata yang kukenal?"

"Dia sudah mati." Jawab Hinata dengan seringaian yang lebar.

"Dan kau pun juga sama jika menghalangiku."

"Hinata..."

"Aku sudah bilang sebelumnya bukan, aku tidak akan segan-segan membunuh siapapun yang menghalangiku! Bahkan jika itu adalah kau Gaara."

"Meskipun begitu aku tetap tidak akan membiarkanmu..."

Wanita bersurai panjang itu terdiam.

"Kenapa ? Kenapa kau bertindak sejauh ini untukku..."

Gaara tersenyum. Ia menjawab dengan tulus. "Karena aku mencintaimu."

"...!"

"Karena aku mencintaimu itulah, jadi aku tidak bisa membiarkanmu sendirian berada di neraka kegelapan. Meskipun harus mati, aku akan menghentikanmu."

Senyum Hinata tampak semakin mengerikan.

"Kau benar-benar bodoh, Gaara-kun."

.

.

.

Scene 4 : Sasuhina

"Aku akan membunuhmu dan merestorasi klan Uchiha."

"Sasuke-kun. Jika membunuhku bisa membuatmu lega maka bunuhlah aku."

"Kau-"

Hinata tersenyum, melingkarkan jari kelingkingnya. "Kau ingat janji kita?"

Berdua selalu bersama...

Sasuke menitikkan air mata. Ia menangis! Di belakangnya ia mendapati wajah mengerikan dari Kuro.

"Bocah, kau berani-beraninya-"

"Tidak, hentikan Kuro-sensei"

Hinata menjadi tameng serangan Kuro. Dadanya tertembus.

"Hi-hinata..."

"Sasuke-kun..."

Kuchiyose no Jutsu!

"Keparat kau, Uchiha! Beraninya dia merebut Hinata dariku! Akan kubunuh bocah itu dan meremukkan tulang-tulangnya!" Kuro menggeram.

Sasuke menggendong Hinata yang berlumuran darah.

"Tidak akan... Tidak akan kubiarkan kau mati. Apapun yang terjadi..."

Sasuke menunduk, mencium bibir gadis itu.

Satu untuk berdua. Dan dua untuk satu.

Selamanya kita akan selalu bersama.

.

.

.

The Future in her eyes...

Hyuuga Hitomi tersadar dari pingsannya. Lagi-lagi ia memimpikan masa depan Hinata. Bahkan kali ini sebelum maut menjemputnya.

"Kaa-san, hiks. Kaa-san, bangun. Jangan tinggalkan Hinata."

Wanita itu dengan tubuh berlumuran darah, mengusap air mata putrinya.

"Kaa-san..."

"Hinata, sayang dengarkan. Suatu saat nanti, akan ada empat orang pria yang mencintaimu."

"?"

"Pilihanmu saat itu yang akan menentukan masa depanmu. Ibu selalu mengira, Sasuke adalah orang yang tepat untuk mendampingimu."

"Tapi Ibu baru sadar, kalau cinta tidak bisa dipaksakan."

"Jika saatnya tiba, turutilah kata hatimu sendiri. Siapapun yang kau pilih, ibu harap kau bahagia..."

"Kaa-san."

Waita itu memejamkan matanya. Memeluk erat tubuh putrinya untuk terakhir kali. Disekitarnya paviliun telah terbakar dan sosok Yama pun sontak menghilang.

"Dengan ini ibu akan menyegel kekuatanmu juga ingatanmu."

"Kaa-san..."

"Kau hanya akan menjadi Hyuuga Hinata yang biasa. Tanpa memiliki kekuatan maupun kutukan."

"Kau akan melupakan semuanya."

Hyuuga hinata kecil kemudian tertidur, dan lambang segel menyerupai 'yin dan yang' tiba-tiba muncul di punggungnya.

"Seperti halnya Uchiha yang mampu membangkitkan kekuatan sharingannya dengan jalan membunuh sahabat baiknya..."

maka...

"Kekuatan byakugan yang asli dapat pula bangkit dengan jalan membunuh seorang yang dicintai..."

"Saat itu tiba, pilihanmu akan menentukan takdirnya sendiri..."

"Hinata putriku. Ibu mencintaimu..."

Tetaplah hidup.

Dan...

Selamat tinggal...

Hyuuga Hitomi sang Izanami Konoha menghembuskan nafasnya untuk terakhir kalinya, bersamaan dengan terbakarnya seluruh paviliun dan kuil rahasia Hyuuga.

Menyegel kutukan dari Hinata, reinkarnasi dari sang dewi Kagutsuki.

.

.

Hyuuga Hinata yang asli saat ini tertidur...

Tinggal menunggu waktu sampai sosoknya yang asli terbangun...

Saat itu tiba...

Sasuke Uchiha, Kuro Karasu, Kakashi Hataka, Gaara Sabaku

Kuharap salah satu dari kalian bisa menyelamatkannya dari Yamabushi...

Jika tidak,

Seluruh dunia ini akan hancur dan tenggelam dalam kegelapan.

.

.

The Last Message From Hyuuga's Heiress

From now on DTN will add character : Hinata Hyuuga, Sasuke Uchiha, OC Kuro Karasu, Gaara Sabaku, Kakashi Hatake

Thanks for all_

Lightning Chrome