Ka.. Ka.. Kau kan segerombolan lelaki berambut warna warni yang suka menari itu. Apa ini seorang lelaki yang berdiri di depan ku, dia adalah member EXO, Kyungsoo.
"Ah, Selamat siang, aku mengantarkan pesanan ayam"
Kyungsoo hanya berdiri dan menatapku tanpa berkata apapun seperti patung di taman.
"Maaf tuan, ini pesanan ayam mu" kuulangi perkataan ku.
"Jadi kau bekerja sebagai pengantar ayam" Balasnya.
"Ha? Ya, aku bekerja mengantar ayam, apa kau mengenal ku?"
"Kau, ternyata memang gadis bodoh ya"
"Apa? Bodoh? Hei!, Wahh aku benar-benar terkejut seorang idol seperti mu berkata seperti itu pada seorang gadis, aku tidak mengerti kenapa hye mi menyukai orang seperti mu. Ini ayam mu dan cepat bayar!"
Kyungsoo memberiku uang 80.000 won.
"Hei, ayam ini tidak semahal itu, aku tidak ada uang kembalian"
"Kalau begitu ambil saja kembalian nya, dan gunakan uang itu untuk membeli obat agar kau pintar"
Kyungsoo menutup pintu nya dengan sangat keras. Aku pikir tetangga nya pasti mendengar suara pintu itu.
Wahhh, dasar lelaki gila sialan, kau selalu tersenyum bahkan bertutur kata lembut di depan kamera. Tapi apa ini? Di belakang kamera kau bahkan tak punya sopan santun. Dasar berkepribadian ganda! Lihat saja, akan kubalas kau.
"Hahh sudahlah, bagaimana aku bisa membalas idol seperti itu, bisa apa aku"
Tapi tunggu dulu, jika dia adalah pemilik rumah ini, lalu kenapa malam itu aku bisa berada di rumah ini?
Aku berhenti sejenak, tiba-tiba teringat kejadian malam itu saat aku mabuk. Aku memuntahkan makanan ku dan salah masuk toilet pria lalu aku berdebat dengan seorang lelaki mesum, dan.. dan.. i... i.. itu.. laki-laki itu dia Kyungsoo?!
Ah tidak mungkin, mana mungkin itu dia. Tapi mungkin saja, ah tidak mungkin.
Tapi kenapa aku bisa terbangun dirumah ini?.
Aku berbalik badan sebentar, dan sekilas aku melihat dia sedang melihatku dari jendela, lalu buru-buru menutup nya.
"Ahhh, entahlah aku tidak tahu, lupakan saja"
Aku kembali ke restoran ayam untuk mengembalikan motor dan memberikan uang kepada si pemilik restoran.
Pekerjaan ku sudah selesai sekarang aku harus kembali ke asrama ku untuk beristirahat.
"Aku sudah selesai, aku pulang Bu"
"Kerja bagus, besok datanglah lebih pagi, ada yang memesan ayam 10 box dan dia meminta untuk diantarkan pagi sekali"
"Ah baiklah, saya akan datang lebih pagi"
Heol, Dasar! maniak ayam gila mana yang makan ayam pagi-pagi, apa dia tidak takut wajah nya berjerawat atau berminyak karna memakan ayam setiap hari.
Ah, tiba-tiba diperjalanan pulang aku ingat senior Gang Min, aku belum sempat mengucapkan selamat dan memberikan nya hadiah. Apa yang harus kuberikan pada senior Gang Min? Gelang? Jam tangan? Parfume? Atau Bunga? Hahhh memikirkan senior Gang Min membuat jantung ku berdebar-debar.
Telpon ku berdering, ternyata itu orang tua ku, mereka pasti sangat rindu padaku, ini sudah setahun semenjak kepergian ku ke korea.
"Halo, ayah ada apa? Kau merindukan ku?"
"Sona, Bisakah kau pulang malam ini?"
"Ayah, ada apa? Apa sesuatu terjadi? Suara mu sangat membuatku takut, apa ayah sakit?"
"Sona, sona, sona..."
"Ayah.. Lelucon apa ini.. Aku tidak suka"
