Pagi hari
Hongkong pukul 09:01 am.

Musik Hip Hop menggema di dalam ruang dance practice yang luas, bersamaan dengan suara tekanan bass yang mendentum begitu keras diriingi musik rap yang lirikal.

I do it for the turn-up (gat-gat)
Got that ammo locked and loaded!
I ain't talking bout no burner
Flip a page I'll explode it

Got a cabin in Manolo (nolo)

Trying to tell them boys
I never leave da crib alone
'Cause I keep one in my car and I got two at home
They diff'rent kinds but they do the same thing
Double-edged double-barrel (bang bang)

"Ayooo! teruskan!"

"Kau hebat Kai'saaaa!"

"Woohoooooooooo!"

"WOOOOOOOOO!"

Kai'sa bersama partner dancernya, terus bergerak mengikuti alunan musik rap. di kelilingi pasang mata yang sedang memandangi dirinya bergerak dalam area tengah lantai licin, seluruh tubuhnya terasa seperti terus mengikuti setiap lirik.

*pause

I do it for the turn-up (gat-gat)
Got that ammo locked and loaded!
I ain't talking bout no burner
Flip a page I'll explode it!

Seluruh kru dancer saling bersorak penuh kagum, mereka bertepuk tangan. Kai'sa mengikuti alunan hip hop yang senada dengan gerak tubuh lincahnya. dengan lekukan dan kelihaian mengikuti irama musik, si wanita jangkung tersebut seperti sebuah robot yang tak pernah berhenti untuk menari.

"WOAAAAAAAAAHH!" seluruh kru di dalam ruang practice berteriak penuh semangat begitu mereka melihat gaya tarian Kai'sa.

Sambil menari, mata violetnya melihat ke semua teman dan kru dancer yang masih fokus sedang mengamati dirinya. mereka tersenyum, tertawa dan terhibur. ini merupakan salah satu penyemangat Kai'sa untuk terus melakukan semua gerakan tarian.

Tidak ada kata gugup untuk menari, ini adalah tubuhnya, dia akan melakukan apapun yang ia mau.

Got a cabin in Manolo!

"WOOOAAAAAAAAAAAHHHHHHHHH!"

'Fuhhh... hampir' Kai'sa bergumam agak lelah.

Tapi dia menikmati alunannya.

Dia sudah menari sejak jam 7 pagi.

iya, jam 7 pagi! sampai sekarang pun belum istirahat, kebetulan kru dancer sedang melakukan pemanasan dengan menggunakan lagu hip-hop yang sudah di remix dan baru mereka akan melakukan dance yang sesungguhnya untuk acara nanti pukul 12.

Itu artinya, Kai'sa punya waktu 2 jam untuk beristirahat.

"Kai'sa! kau seperti bukan manusia, kau benar-benar robot!" sahut salah satu temannya.

"Wooh! bagaimana kalau kita tukeran tubuh, aku jadi iri tahu!"

Kai'sa terkekeh gugup. "Ayolah kawan, justru kalian lebih hebat dariku tahu" sahutnya penuh canda.

"Jangan sok merendah begitu hei! juara can you dance sudah jelas bisa melakukan apa saja!"

"Hahahahaha!"

Kai'sa tersenyum, dia langsung duduk di kursi dan menghembus nafas lelah.

'fuhhhhhhh... menari berjam-jam rasanya sangat melelahkan'

Tapi sepintas, pikirannya teringat akan Ahri dan Evelynn. dia masih memikirkan tawaran tersebut. semalam, dia sangat cemas. dia kebingungan antara harus mengikuti mereka atau justru menolak tawaran tersebut.

Pesan yang ia terima itu memang baik, dia tahu Evelynn bukan tipe wanita yang tak 'seburuk' kata orang. hanya saja... Kai'sa cuma bingung.

"Kai'sa!" Lee memanggil.

si wanita jangkung itu langsung menoleh. Lee tidak sendirian, dia bersama dengan seorang pria paruh baya yang berpakaian polo biasa dan sepasang jeans hitam datang menghampirinya. tunggu... pria ini adalah bos dari sebuah management yang menawari kontrak dengan dirinya, bahkan sebelum ia memenangkan Can You Dance.

"Kai'sa! kau pasti masih ingat dengan orang ini kan? apa kau sudah siap memutuskan kontraknya?" tanya Lee.

"Eehhmmm..." Kai'sa agak gugup. "Hai?"

"Hai Kai'sa, senang bertemu denganmu. kau pasti sedang beristirahat ya?" tanya si bos.

Kai'sa tertawa gugup. "ahahahha yaahhh aku sih, cuma duduk saja"

"Sempurna! waktu yang tepat untuk membicarakan tawaran yang pernah ku janjikan minggu lalu!" tambahnya lagi.

Kai'sa berkedip pelan. oh tidak... sial, sial.. dia belum memutuskan kontrak itu sama sekali. sekarang isi pikirannya hanya Evelynn dan Ahri. pasti mereka sedang menunggui dirinya...

"Ehmmm apa harus sekarang?" tanya Kai'sa.

si Bos mengangguk cepat. "Tentu saja, karena ada banyak planning yang kami siapkan untukmu nak"

"Oh?"

Rencana? seperti apa ya?

Kai'sa agak terdiam sejenak, kalau ada seseorang yang menyiapkan sebuah rencana tanpa sepengetahuan dirinya, itu artinya...

.

"Evelynn? Ahri? mereka penyanyi terkenal itu?" tanya si Bos.

Sambil menyesap kopinya, Kai'sa mengangguk pelan. "Yah, kau tahu kan? Evelynn si Diva, dan bintang Popstar Ahri? mereka menawariku"

"Waahh, aku tak menyangka mereka akan menawarimu secara langsung!"

"Yahh... benar..."

Kai'sa menaruh gelasnya lagi, manik violet menatap lagi ke bos yang sedang duduk bersebrangan di depannya. "Jadi, rencana apa yang akan kau siapkan untukku?"

"Sebuah rencana besar. jika kau bersedia menerima kontrak kami, kau akan bergabung dengan salah satu grup idol yang nanti akan di persiapkan debut dalam waktu 7 bulan lagi. sebenarnya sudah ada lead dancernya, tapi grup tersebut membutuhkan satu orang penari lagi, jadi pilihanku jatuh padamu, Kai'sa" jelas si bos.

Kai'sa membaca list rencana tersebut. dia agak terkejut dalam batinnya melihat betapa panjang dan ruewtnya semua daftar kegiatan yang tertulis disini. lihat, bahkan waktu istirahat saja hanya ada satu hari.

"..." Kai'sa jadi terdiam.

"Bagaimana? kau suka?" tanya dia.

"Ehmmm, tapi apa benar seperti ini kegiatan aktivitasku nanti? ini terlalu padat. maksudku... aku memang suka menari selama berjam-jam, tapi aku butuh waktu istirahat. kalau sedang dalam keadaan mood yang tidak baik, aku tidak bisa memaksimalkan pekerjaanku nanti" kata Kai'sa.

"Itulah ketika kau menjadi artis terkenal. semua hasil kerja keras dan usahamu akan terbayar dengan ketenaran itu. memang semuanya padat, tapi aku percaya kau mampu melalui ini semua, Kai'sa"

"Bisa beri aku waktu? aku masih mempertimbangkan semua tawaran yang datang padaku. jujur, aku sedang bingung. nona Evelynn dan Ahri masih menunggu keputusanku untuk bergabung dengan grup bentukan mereka"

"Apa? mereka berdua membentuk grup?"

Kai'sa mengangguk pelan. "Iya, grup idol. sama seperti yang kau tawarkan. mereka belum menjelaskan secara detail, tapi mereka berharap aku mau bergabung dulu"

Si Bos tertawa pelan. "Kai'sa, masih banyak tawaran yang lebih emas daripada sekedar dua orang penyanyi yang justru memintamu bergabung sebelum menjelaskan mereka kegiatannya"

"Apa karena nona Evelynn itu banyak skandal?" tanya Kai'sa lagi.

si bos mengangguk pelan. "Iya, dia bermasalah dengan management yang menaunginya, dan juga terlibat beberapa kasus dengan teman sesama artisnya"

Kai'sa mengamati kopinya lagi, kemudian ia menatap pada bosnya. "Bagaimana dengan Ahri?"

"Ahri adalah bintang popstar yang hebat, dia memang berbakat, tapi ku dengar kontraknya akan segera habis. dia mungkin tidak akan memilih menjadi artis lagi" jawab dia.

"Ohh..."

Begitu ya...

Tapi kalau memang Ahri sudah kehabisan kontrak, untuk apa dia repot-repot membentuk grup idol lagi?

"Nah sekarang!" si bos menepuk tangan. "Ayo kita bicarakan kontrak! aku sudah menyiapkan kertasnya dan kau akan tanda tangan sekarang!"

"APA?!" Kai'sa langsung terkejut. "Ta-tanda tangan? tapi... tapi aku belum memutuskan!"

"Hanya satu tanda tangan saja, nona! kau memang belum memutuskan, tapi aku sudah mengetag-mu untuk bergabung dengan management, jadi kuucapkan selamat dari sekarang!" kata si Bos, wajahnya berbinar-binar.

Kai'sa agak mundur, ingin rasanya dia segera kabur dari kursi.

"Tunggu tunggu! bagaimana kalau nanti dulu? oke? aku juga masih banyak tawaran yang belum di diskusikan. jadi... bolehkah kau menunggu sebentar saja?" tanya Kai'sa, sekarang dia mulai gugup.

"Tapi kau sudah 2x meminta untuk menunggu, ini yang terakhir" kata si Bos.

Kai'sa benar-benar ingin pergi. tangannya tidak ingin menyentuh pulpen itu... kertas itu... dan tanda tangan...

dia tidak bisa

Akhirnya, Kai'sa langsung berdiri dari kursinya, menatap bos dengan wajah tegas.

"Aku akan memutuskan, jika aku merasa kalau tawaranmu cukup menarik. tapi, beri aku waktu, aku janji, begitu aku mau, akan ku buat grup idol bentukanmu semakin bersinar dengan koreografi tarianku. tapi dengan sangat memohon, beri aku ruang. terima kasih" ucapnya, dan dia langsung pergi.

"Kai'sa! kau belum tanda tangan!"

Tapi Kai'sa tak menjawab.

Oh tidak, gangguan kecemasannya akan kambuh lagi.

.

.

.

Hongkong
Pukul 16:34 pm

Kai'sa dan seluruh kru dancernya sudah selesai berlatih. setelah melakukan briefing singkat, mereka memutuskan akan libur besok untuk menyimpan tenaga dan juga sedikit pemanasan untuk koreografi dance.

Semuanya sudah pulang meninggalkan ruang practice, hanya tinggal Kai'sa seorang diri berada di dalam. duduk meringkuk sambil memegangi kepalanya. ia pejamkan mata serapat mungkin, berharap segala kegugupan dan kecemasan segera menghilang dari isi pikirannya.

'tidak tidak tidak... aku belum siap...

aku tidak sanggup...

kenapa banyak tekanan yang menghampiriku setiap hari?

Sejak kecil, kehidupan Kai'sa sering berpindah-pindah tempat tinggal.

Ia lahir di Cape Town, Afrika Selatan. menghabiskan masa kecil disana sampai berumur 8 tahun, dia langsung berpindah ke negara lain karena pekerjaan orang tuanya. dia sudah tinggal di 10 negara sebelum akhirnya kini keluarganya memutuskan untuk tinggal di Hongkong.

Kai'sa bukan anak biasa, dia anak dengan bakat emas. menari sudah menjadi jalan utamanya. berbagai komunitas dan lomba sudah pernah ia jejali berkat skill menarinya itu. tapi, ada satu hal yang membuat Kai'sa nyaris berhenti di tengah jalan menuju impiannya adalah, karena gangguan kecemasannya.

Gangguan ini muncul ketika Kai'sa masih 14 tahun, di usia saat itu, Kai'sa mengalami banyak tekanan dan beban yang tak bisa ia tanggung sendirian. terlalu banyak menari, terlalu lelah, dan tidak semua orang menyukainya. Kai'sa bahkan harus mengurung diri di kamar karena trauma bertemu dengan banyak semua orang yang tak bisa ia hadapi. dia sudah meminta pada orang tuanya untuk menghentikan rasa sakit ini, tapi gangguan ini tidak pernah sembuh...

Apa yang harus kulakukan?

aku benar-benar ingin mati...

Menjadi pemenang juara 1 can you dance tidak membuat ia bahagia selamanya, Kai'sa sudah pusing. terlalu banyak tekanan, mungkin ini yang paling parah. ada banyak managament yang mau menawari kontrak, tapi mereka akan memberinya tekanan yang tak mungkin ia sanggup kendalikan sendiri.

*Beep! Beep!

Ada notif masuk di ponselnya.

Kai'sa mengambil ponselnya dan membuka notif pesan. ini dari Ahri

"From: Ahri

Kai'sa! jika kau tidak sibuk, apa malam ini kau mau melakukan Video call denganku? ada beberapa hal ingin ku jelaskan padamu. waktu Korea dan Hongkong hanya beda 2 jam, kau bisa menghubungi kami jam 9 ditempatmu, jangan khawatir! aku akan menunggu! salam dari si uWu Ahri. btw, aku harus mengganti biaya kerusakan untuk ponselnya Evelynn, meski masih berfungsi sih... heheheh :v'

Malam ini Ahri ingin melakukan Video call lagi dengan dirinya.

"Kai'sa? kau disini?"

Ada suara yang memanggil, menggema seisi ruang dance practice yang sudah kosong.

Itu ayahnya, Kassadin.

Kai'sa sedikit menegakkan kepalanya, melihat sang ayah langsung datang menghampiri.

"Kai'sa sayang, kebetulan ayah lewat gedung tempat dance ini. ayo sebelum pulang apa kau mau jajan dulu?" tanya Kassadin.

Well, ayahnya memang tipikal seseorang yang sangat suka memanjakan putrinya. dia juga orang yang baik dan suka membuat joke ringan (yah, terdengar garing dan tidak lucu bagi Kai'sa).

"Ayah? kenapa ayah kemari?" tanya Kai'sa.

"Tentu saja menjemputmu, apa lagi?" Kassadin bertanya balik.

Kai'sa menghela nafas berat. "Maaf..."

"Nak? kau ada masalah?" tanya ayahnya lagi, dia langsung duduk di kursi.

Kai'sa menggeleng cepat. "Tidak"

Kassadin masih mengamati tingkah putrinya yang lesu. "Sungguh? ekspresimu tidak berbohong, nak"

Kai'sa agak terdiam sejenak. dan dia menghela nafas lagi. "Ayah, aku kambuh lagi sepertinya..."

"Benarkah? ada sesuatu yang kau cemaskan, nak?" tanya ayahnya lagi.

"Aku tidak tahu. tapi... terlalu banyak tawaran kontrak yang membebaniku, dan sekarang aku bingung. aku tak bisa memutuskan lagi... aku pasrah yah..." Kai'sa bergumam pelan, nada suaranya begitu kecil dan serak seiring kondisinya yang sudah lesu.

Kassadin beranjak dari kursinya dan langsung bertekuk lutut mensejajarkan posisi duduk putrinya.

"sayang, kalau kau tidak bisa memilih. kau tolak saja semuanya. jangan paksakan dirimu, tubuhmu sudah terlalu banyak bergerak setelah memenangkan kompetisi dance itu. ayah tahu kau ini pekerja keras, tapi jangan sampai gangguan kecemasan itu membuatmu terhalang lagi"

"Aku tidak bisa berhenti memikirkan tawaran itu Yah, terutama... Evelynn dan Ahri" kata Kai'sa lagi.

Kassadin berkedip heran. "Apa? Evelynn? Ahri?"

"Kau tahu mereka kan?"

"Tidak" ucap Kassadin.

Kai'sa berdecak kesal, ayahnya kudet amat sih.

"Intinya, mereka penyanyi. kebetulan ingin membuat grup idol, dan mereka ingin agar aku segera bergabung dengan mereka..." jelasnya.

"Lalu, kau ingin menerimanya?" tanya Kassadin.

Kai'sa menggeleng pelan. "Belum, aku masih harus berpikir. aku tidak tahu lagi yah, terlalu banyak tekanan..."

Well, mungkin bukan saat yang tepat baginya untuk bertanya banyak pada putrinya. Kassadin menepuk kepala putrinya penuh kasih sayang, dan membantunya bangun.

"sayang, kau harus istirahat. kalau begitu kita tidak usah jajan, ayo pulang dan nanti ayah suruh ibu membuatkan teh madu untukmu" ucapnya, tersenyum.

Kai'sa mengangguk pelan. tangannya langsung menggenggam tas dan segera berdiri.

Setidaknya, Kai'sa masih punya ayah yang mau mendengarkan keluhannya. untuk hari ini.

.

Hongkong
pukul 21:34 pm.

Sejak sore hingga malam ini, Kai'sa memilih tidur di kamarnya.

Tubuhnya mendadak demam, sebenarnya bukan hal baru. Kai'sa sudah sering mengalami ini, bahkan untuk 'demam mendadak' sekalipun. Ini sudah setengah 10 malam, Kai'sa belum melakukan Video call. entahlah... tapi dia berharap kalau Ahri bisa segera melu-

*Beep beep beep!

Ah, panjang umur.

Sekarang ada notifikasi video call masuk lewat ponselnya. sambil mengerang lemah, Kai'sa langsung bangun dan duduk bersandar di bantal yang besar. dia menekan ikon hijau untuk menerima panggilan.

'Hai Kai'sa!' sahut Ahri, tersenyum lebar.

Kai'sa tersenyum kecil. "Hei.."

'Kai'sa! kau nampak sedikit pucat! apa kau sedang sakit?' tanya Ahri.

Kai'sa terkekeh pelan, menggaruk-garuk tengkuk lehernya. "Sedikit sih... aku hanya kelelahan, aku banyak kegiatan sejak pagi hingga sore tadi"

'Hei! jaga kesehatanmu! kau tidak boleh memaksakan diri!' sahut Ahri, ekor di belakangnya terus bergoyang kekiri dan ke kanan, mengekspresikan bentuk kecemasan.

"Maaf Ahri, aku memang keras kepala" gumam Kai'sa.

'Kai'sa, aku dan Ahri ingin membicarakan sesuatu' sahut suara sang Diva, layar ponsel di arahkan ke dirinya. 'Hei? kau sedang sakit ya? apa kau sudah minum obat?'

"Sudah, besok pagi juga membaik kok" ucap Kai'sa.

'Jika kau sedang pusing, kami bisa membatalkan Video ca-'

'KAI'SA! AYO GABUNG KE KDA!' teriak Ahri.

Evelynn berdecak kesal. 'BODOH! KAU INI MALAH MEMAKSANYA!'

'HEI! KAU JANGAN BERTERIAK DI HADAPANNYA! DIA SEDANG SAKIT, TAHU!'

'KAU MERUSAK PONSELKU DENGAN KOPI SIALANMU, KUCING!'

'PONSELMU MASIH BERGFUNGSI! AKU GANTI SETENGAH BIAYA YA!'

'HANYA SETENGAH BIAYA! PONSELKU MAHAL! M-A-H-AL!'

'GIH LEM BIRU AJA!'

'DASAR KUCING SIALAN!'

'DASAR IBLIS BEJADDDD!'

Oke, sekarang mereka berdua malah berantem. Kai'sa hanya bisa menyaksikan pertengkaran antara rubah ekor sembilan dan seorang Succubus dengan wajah canggung.

"Ehmmm? kalian baik-baik saja?" tanya Kai'sa.

'KAMI BAIK-BAIK SAJA!" sahut Ahri dan Evelynn di saat yang sama. nyaris membuat ponsel Kai'sa bergetar.

Kai'sa meringis sendiri. "Baiklaaahhhhhh..."

'Nah, maaf atas kelakuan kami berdua. kau tahu? aku dan Ahri suka berkelahi tiap hari' jawab Evelynn.

Ahri mengangguk cepat. 'Iya! kami suka berkelahi, aku tadinya ingin mencakar Evelynn!'

Evelynn mendengus kesal. 'Bagus, aku juga tadinya ingin menarik ekormu sampai putus, Gumiho'

Ahri langsung mengepuk tangan, mengubah topik. 'Jadi begini! Kai'sa, aku dan Evelynn akan menjelaskan tentang grup yang kita bangun. namanya KDA, dengan konsep grup idol girlband dan lagu-lagu yang nantinya akan bergnre hip-hop. karena kita baru berdua, kami sangat membutuhkan lead dancer, dan pilihan kami jatuh padamu. kau adalah pemenang Can you dance dan kau adalah potensi terbesar yang harus kami kembangkan!'

'Oke Ahri, suaramu seperti agen bakat yang mau nipu orang. biar aku bicara' ucap Evelynn, langsung merebut layar ponsel.

'HEI! INI BAGIANKU YANG BICARA! KAU DIAM SAJA!' teriak Ahri

Evelynn balas melototnya dengan tajam. 'BACOT! INI BAGIANKU AHRI! CARA BICARAMU MIRIP SALES MAKE UP!'

'AKU KETUANYA!'

'DAN AKU YANG MENYARANKAN KAI'SA BERGABUNG DENGAN KITA!'

'HEI! KEMARIKAN LAYARNYA!'

'GAK!'

'AKFHJSDFEJFLJFLDK!'

'BANGSAT AHRI!'

'WEEEKKKKKK! EVE JELEK! EVE JELEK!'

Ooh.. ohh, Evelynn dan Ahri berantem lagi. mereka rebutan ponsel. Kai'sa jadi bingung sendirian, hanya bisa menyaksikan tingkah tak waras mereka dari layar ponselnya sendiri.

"Kawan... baiklah, tenang-tenang! aku akan mendengarkan kalian, tapi jangan berkelahi!" pinta Kai'sa.

Ahri dan Evelynn sama-sama menoleh ke layar, akhirnya mereka tidak jadi saling mencakar. kembali duduk manis dan merapihkan rambut mereka yang berantakan.

"Tapi aku ingin bertanya, apa kepanjangan KDA?" tanya Kai'sa.

'Korea Dangdut Academy' jawab Evelynn, tersenyum.

"Apa?"

'KDA itu, Kai'sa Dan Ahri!' sahut Ahri.

'HAH? TERUS NAMAKU MANA?!' tanya Evelynn.

'Salah sendiri, namamu gak ada hurus A-nya. Succubus jelek' celetuk Ahri, mulai memberi wajah meledek.

'BANGSAT!' Eve hendak mencakar Ahri lagi.

"Baik baik baik! a-aku mengerti.. hahaha, bisa kau jelaskan soal grupnya?" tanya Kai'sa, berusaha menghentikan aksi Eve yang hendak merobek wajah Ahri.

'Baik, Kai'sa. jadi kami bermaksud memanggilmu lagi karena kami perlu menjelaskan hal detail tentang KDA. pertama, Ahri yang membuat ide grup idol ini dan berniat merekrut 3 orang member. Ahri sudah mendapatkan aku sebagai lead vokalis. dan untuk member ke-3, kami berniat memilihmu. sebagai lead dancer kami' jelas Evelynn.

"Hmmm..." Kai'sa mengangguk paham.

'Kami waktu itu memberimu tenggat waktu sebulan. kau tidak harus menjawab sekarang, Kai'sa. kami percaya kau punya keputusan terbaik untuk dirimu sendiri. selalu ingat, jangan pernah paksakan dirimu jika kau tidak menginginkan sesuatu yang nantinya akan merusak jalan karirmu. kau mengerti?' tanya Evelynn.

Kai'sa agak menelan ludah, dia masih gugup, tapi berusaha untuk menenangkan diri.

"Baiklah... nona Evelynn, aku mengerti"

'Hei! jangan panggil dia nona Evelynn! kau tahu? Evelynn sebenarnya orang yang konyol!' ketus Ahri, tertawa meledek.

Evelynn langsung memukul Ahri dengan bantal.

*BUGGHH!

'Usaha yang bagus, kucing. kau juga sama konyolnya!' ketus si Diva.

'HAHAHAHA! oke oke! jadi, kita kesampingkan topik yang serius. sekarang, mari kita mengobrol yang santai! ngomong-ngomong, bisa kau ceritakan apa saja aktivitasmu setelah memenangkan can you dance?' tanya Ahri.

Kai'sa tersenyum. "Ya, sangat padat dan banyak! aku sampai tidak sadar waktu, sekarang aku menari lebih dari 5 jam agar dapat menyempurnakan koreografi bersama semua kru dancerku. 2 dua hari lagi ada acara besar, aku harus tampil disana"

'Woaahh!' Ahri nampak kagum, wajahnya berbinar-binar. 'itu artinya, kau sudah hebat Kai!'

Kai'sa merasakan pipinya memerah. "Ayolah hentikan, aku masih lebih buruk soal itu"

'Lalu, hanya itu saja? kau terus menari? tidak ada liburan atau... sesuatu yang dapat membuat rasa lelahmu hilang?' tanya Evelynn.

Kai'sa mengangkat bahu. "Justru aku jarang mendapatkan libur sekarang. dan... terlebih... ada management lain yang ingin aku langsung tanda tangan kontrak untuk bergabung dengan grup lain"

'APAAAAAAA!?' Ahri berteriak, sampai membuat ponselnya Kai'sa bergetar.

'AHRI! BISA KAU TENANG!?' teriak Evelynn.

'TIDAK TIDAK TIDAK! KAI'SA! KAU MILIKKU! KAU MILIK KDA! AKU YANG NGE-TAG KAU DULUAAAANNN!' teriaknya lagi, kini Ahri membara seperti api yang berkobar.

"Baik baik, maaf..." 'duhhh harusnya aku jangan ngomong begini' Kai'sa jadi merutuk diri sendiri.

'KAI'SA! KAU KAN SUDAH JANJI AKAN MEMPERTIMBANGKAN ITU LAGI! AYOLAH! KAU AKAN JADI MILIK KDA NANTI!' tambah Ahri, manik madunya langsung menatap layar ponsel sampai yang terlihat pupil matanya saja.

'Kai'sa, apa kau sudah tanda tangan kontrak itu?' tanya Evelynn.

Kai'sa menggeleng pelan. "belum, sama sekali belum. aku masih meminta mereka untuk memberiku waktu, sayangnya... hanya beberapa hari. aku bahkan belum memutuskan sama sekali"

Evelynn tidak menjawab, tapi dia memahami ekspresi Kai'sa yang nampaknya begitu banyak beban. ada sesuatu yang membuat dirinya seperti tertekan...

Evelynn memahami itu.

Dulu, dia juga mengalami tekanan yang hampir membuatnya tersandung dalam jurang skandal yang mengerikan.

'Kai'sa, jika kau ingin curhat. kau bisa vidcall kami, kapanpun yang kau mau' tawar Evelynn.

Kai'sa terkejut, manik violetnya menatap lagi pada Evelynn.

"Su-sungguh?"

Evelynn mengangguk. 'Ya, kau tahu? aku dan Ahri memang suka berkelahi, tapi beginilah cara kami mengekspresikan perasaan dan curahan hati meski harus saling mencakar satu sama lain. jika kau butuh sesuatu, katakan saja. kami akan sangat membantumu'

'itu benar Kai'sa! aku dan iblis bejat ini akan membantumu, tapi sungguh... aku berharap kau benar-benar memilih KDA' ucap Ahri.

Kai'sa terdiam sejenak.

Ahri dan Evelynn sangat memberi harapan untuknya. mereka berdua tidak sama seperti yang orang katakan. tentang skandal, masalah, attitude, semua itu berbalik 100% dari sikap asli mereka berdua. Ahri orang yang lugu dan ceria, dan Evelynn yang ternyata nampak suportif dan ingin sekali membantu. ini benar-benar mereka...

Entah mengapa, Kai'sa merasakan kenyamanan dalam pembicaraan ini.

"Aku tahu kalian sangat menginginkan aku bergabung dengan KDA, tapi jujur saja, tingkah kalian membuatku senang dan... yah agak canggung, aku jarang melihat dua orang teman saling bertengkar untuk hal kecil" ucapnya, Kai'sa terkekeh kecil.

'Ohhhh akan ku ceritakan. singkat kata, aku pernah mendorong Ahri jatuh ke kolam piranha' tambah Evelynn.

"Eh? apa?" Kai'sa sampai melotot.

'Hahahah! kau ini ingat saja Eve, dan kau tahu? dulu aku pernah menebar kutu rambutku di jok Lamborghini-nya Evelynn!' Ahri tertawa.

'APA? JADI... KAU YANG MENYEBAR KUTU-KUTU ITU DI JOK MOBILKU?' Evelynn melotot tajam ke Ahri.

'HAHAHAHHAHAHahaha... hehehehe... ohh... tidak...' Ahri yang tadinya tertawa, langsung kicep.

'SIALAN AHRI! SINI KU CUKUR HABIS BULU-BULU SIALANMU!' teriak Eve, tangannya langsung meraih gunting.

"Woaah woah! Evelynn! jangan membunuh Ahri! kumohon!" pinta Kai'sa.

Evelynn tersenyum miring. 'Oh tenang saja, Kai'sa. Ahri suka di bunuh'

"Apa?"

'Ohhh! jangan khawatir, lagipula Eve takkan membunuhku beneran. hahahaha!' Ahri tertawa lagi.

Kai'sa sampai menggaruk-garuk kepalanya sendiri. oke, sekarang dia akan terlibat dalam toxic persahabatan mereka yang aneh.

'Hei, kau belum tanda tangan kontrak kan? aku dan Evelynn akan mengunjungimu ke Hongkong' jawab Ahri.

"Eh? apa? kalian... ingin menemuiku langsung kemari?" Kai'sa bertanya lagi, setengah tak percaya.

'Itu benar, untuk berusaha meyakinkanmu, Kai'sa. kami tidak pernah main-main jika mengajak seseorang untuk bekerja sama. KDA saat ini masih sangat mentah, Ahri akan menjelaskan semua secara detail dan lebih mendalam untuk konsep grup kita. kalau kau tak keberatan, bisa kami minta alamat rumahmu di Hongkong?' tanya Evelynn.

Kai'sa diam sejenak dulu, jika dia membiarkan Ahri dan Evelynn datang kemari...

"Tapi, apa kalian sungguh-sungguh akan datang kesini jika aku memberi alamat kalian?" tanya Kai'sa lagi.

'Kami bisa menginap di hotel, asalkan kau memberi alamatnya. kami janji, kami takkan memaksamu' tambah Evelynn lagi.

"Baiklah.. aku akan mengetik alamatnya lewat pesan chat" jawab Kai'sa.

Ahri menepuk tangan, tersenyum lebar. 'Sempurna! sekarang kami bisa menculikmu!'

"Menculik?"

Evelynn langsung membekap mulut Ahri. 'tolong abaikan kata-katanya tadi, kami akan ke Hongkong hari Rabu pagi dari Korea. jadi, sampai bertemu nanti, Kai'sa'

"Baiklah Evelynn, Ahri, terima kasih banyak sudah menghubungiku. maaf jika aku malah merepotkan kalian" kata Kai'sa, menunduk sedih.

'Hei, bukankah itu yang di lakukan teman? seorang teman tidak perlu repot-repot menghubungi sahabatnya kapanpun dan dimanapun' ucap Evelynn sambil tertawa.

Teman?

Apa Evelynn dan Ahri sudah menganggap dirinya sebagai teman sejati?

Baru kali ini Kai'sa di perlakukan layaknya seorang sahabat lama. gaya bicara Evelynn yang terdengar dingin, ternyata mengeluarkan banyak kalimat yang sangat menghangatkan hati. begitu juga dengan Ahri.

Perlahan, Kai'sa tersenyum. benar-benar tulus dan merasa senang.

'PFFTT! Evelynn, berhenti membekap mulutku!' ketus Ahri.

Evelynn hanya memutar bola matanya dengan ekspresi malas.

'Hei Kai'sa! apa kau suka mabar? ayo mabar! kebetulan aku beli skin baru!' tawar Ahri.

Kai'sa tertawa kecil. "Maaf, aku jarang main game"

'Yah, tidak akan ada yang mau mabar denganmu, kucing' ketus Evelynn.

'HEI! KAU SENDIRI GAK PERNAH MAIN GAME!'

'BERISIK! KU SIRAM KEPALAMU DENGAN KOPI!'

'KAU INI MASIH DENDAM SOAL PONSELMU YA!?'

'IYAA! KAU MERUSAK PONSELKU!'

'ASTAGAAAA EVELYNN BISA KAU LUPAKAN ITU!?'

'ITU PONSELKU YANG PALING MAHAL, DASAR BACOOOOOTTT!'

'ALDSJFDSFNEJEWO JFKSFDSLKFJS#21 0~ 3 #/dDSFKSDF!

Yah, berantem lagi...

Bersambung