Long time a see lagi buat para pembaca yang tetap setia menunggu update yang lama sekali tapi itu sudah hal biasa bagi pembaca yang selalu setia hehehehe! Dan apalagi ini Arc yang terakhir jadi saya akan tamatkan ini lebih dahulu dan tak ada niatan untuk buat fic baru lagi karena sangat melelahkan sekali apalagi bagi saya yang sudah tak serenggang memiliki waktu ketika Sekolah karena biasanya dari pagi sampai jam 2 siang abis itu tidur sebentar lalu ngurusin nih fic kalau soal PR biasanya langsung habis pulang Sekolah sih dan kalau sekarang berangkat pagi pulang maghrib, belum lagi kelelahan karena banyak aktifitas jadi tak heran ini cukup melamakan karena biasanya sebulan sekali update tapi sekarang gak nentu juga jadi tergantung.

P.s : ohhh udah tamat kalau gak salah ini anime dan sekarang diterusin ama spin off, aku gak tau bakal jadi anime atau enggak namun mengingat chapter masih sedikit dan anime terusan jadi mustahil deh.

.

...

.

- Huenco Mundo

Sebuah Lubang Besar Hitam muncul di atas langit dunia tandus ini,menganga seperti pintu gerbang yang terbuka dan biasanya itu disebut dengan Garganta yaitu sebuah jalan penghubung antara Dunia manusia dan Dunia Hollow tapi biasanya kebanyakan digunakan oleh mahluk-mahluk mengerikan ini karena sejatinya untuk masuk melewati jalan ini cukup memakan banyak tenaga dan dipaksa terkuras habis.

Dan tak lama muncul beberapa figure datang dari lubang besar yang terbuka itu jatuh dengan kecepatan luar biasa dari atas sana karena di Dunia ini sistem hukum Gravitasi masih berlaku, dan orang-orang yang jatuh itu terdiri dari 6 orang, dua laki-laki dan tiga wanita meskipun salah satunya gak disebut dengan manusia karena fisiknya.

Namun bagi mereka yang jatuh dari ketinggian itu bukanlah masalah besar malah sering mereka seperti itu apalagi mereka punya kekuatan terbang jadi tak ada masalah tentang itu dan mereka orang-orang asing yang datang ke sini adalah Natsu Dragneel itu sendiri, Brandish Myu, Juvia Locksar, Sting Euclife, Irene Belserion, dan ditemani Seilah.

Karena sebuah alasan yang sangat genting sekali Seilah datang ke Dunia Manusia untuk meminta bantuan karena Huenco Mundo dalam sangat keadaan genting bahkan lebih tepatnya bahaya, meskipun wanita ini Arrancar yang asing di Dunia luar tapi Seilah tipe orang yang akrab dan tak begitu peduli dengan status makanya cukup berteman baik dengan Manusia.

Meskipun Seilah meminta bantuan tapi tak ada yang berani menolaknya karena wanita bertanduk ini membantu dan menolong mereka meskipun statusnya sebagai musuh dan sekarang ketika meminta bantuan semuanya ikut membantu karena sebagai timbal balik atau balas budi sewaktu impasi bagian kedua itu.

Kondisi Huenco Mundo sekarang sedang dalam sangat kekacauan sekali bahkan lebih mirip perang jaman dahulu yang gila-gilaan antara para Hollow dengan sekelompok orang-orang yang mengaku sebagai Quincy dan entah apa alasan kelompok ini datang ke Dunia netral macam Huenco Mundo tapi satu hal kelompok ini dinahkodai oleh seseorang di balik layar yang saat ini, dan ditugaskan 5 orang ini langsung datang untuk membantu.

Brandish sudah sangat jelas diajak oleh Natsu karena mereka memiliki kekuatan yang sama lagipula gadis berambut hijau ini memang ingin ikut serta, Juvia karena inisiatif itu sendiri apalagi waktu dia diculik Seilah datang membantu bersama dengan Natsu untuk menjemputnya, Irene karena Natsu ajak apalagi Ibu Erza ini sangat pintar dan Sihirnya kuat jadi bisa diandalkan.

Untuk Sting sendiri nampaknya Natsu tak sengaja bertemu dengannya di jalan dan kebetulan lelaki ini sangat Hyper sekali untuk ikut jadi tak ada pilihan lain untuk mengajaknya intinya ikut-ikutan saja dan lagipula tambahan personil kekuatan untuk sesuatu yang tak terduga. sebenarnya yang cocok datang ke sini Tuan Yajima karena sudah tau seluk beluknya Dunia ini tapi pak tua itu menolak karena suatu alasan, dan Ibunya Brandish Grammy juga tak diajak karena harus mengawasi Wendy karena sangat riskan mengajak adiknya itu ke sini sebab kekuatannya belum terkontrol sempurna.

Seilah cukup cemas dengan teman-temannya yang Arrancar itu meskipun sifat mereka menyebalkan apalagi melawan sebuah kelompok kuat yang tak diketahui jelas asal-usul kekuatannya dan dengan persiapan sangat lengkap jika dibandingkan dengan pihak Hollow itu sendiri jelas banyak perbandingan cukup telak bahkan mustahil Mard Geer bisa mengatasinya sendiri tapi, untuk mahluk macam Franmall dia cukup meragukan itu.

Dan setelah melihat keadaannya dia terkejut karena hasilnya benar-benar gila bahkan dengan segala kerusakan parah ini bisa dipastikan musuh sangat kuat dan dia meragukan teman-temannya mati karena masih bisa merasakan sedikit Reaitsu mereka dari kejauhan dan untuk yang lainnya itu mustahil tapi dilihat dari hasil ini sangat jelas kekalahan telak untuk pihak Hollow.

Mereka turun mengijak tanah dengan normal lalu melihat sekeliling yang sangat parah hasilnya, kepulan asap banyak yang menandakan pertarungan sudah selesai beberapa menit yang lalu ditambah pasukan mayat yang berceceran di tanah bahwa itu adalah sebuah kelompok yang mengaku Quincy dan untuk Hollow tubuh mereka hilang seperti sudah dimurnikan jadi tak ada tanda bekas apapun itu.

Natsu menahan kelompoknya untuk tak berbuat ribut atau melakukan sesuatu yang gak berguna untuk memancing musuh keluar dan memeriksa sekeliling untuk mengecek sambil tak menurunkan waspada agar tak terperangkap dengan serangan dadakan yang cukup menyebalkan apalagi jika memang benar mereka itu Quincy sudah jelas menyerang di balik bayangan atau mengendap-ngendap seperti Assasin.

Natsu memeriksa tanah pijakan "masih hangat juga di sini dan Reaitsu sedikit terasa jadi ini menunjukan bahwa pertarungan sudah selesai kurang dari 20 menit jadi bisa dibilang setelah pertarungan ini ada beberapa dari mereka bersembunyi dan ada yang sudah pergi"

"Mereka Quincy bukan?" Brandish memeriksa beberapa orang-orang mati di tanah dan dilihat dari pakaian ciri khas itu warna putih seperti Tentara yang ada di Negara jauh.

"Mereka hanya prajurit biasa dan tak memiliki kekuatan apapun" Natsu menggeleng kepala dan dia tau bahwa beberapa Arrancar bersembunyi karena kekalahan telak ini dan sudah bisa menduga kekuatan seperti apa mereka yang jelas bukan dianggap remeh.

"Sulit dipercaya jika mereka itu sebuah kelompok, bagaimana bisa merekrut orang-orang sebanyak ini menjadi anggotanya bahkan lebih mirip seperti Negara kecil saja" ucap Irene dengan tangan di dagu.

"Kita harus segera menyelamatkan teman-temanmu Seilah-san!" ucap Juvia dengan sangat tergesa-gesa karena tak tahan melihat orang-orang mati tergeletak begitu saja dan tak ada yang mengurusnya.

Seilah tersenyum dan menahan gadis ini "tak usah berlebihan seperti itu, kita Arrancar mempunyai tehknik kabur khusus ketika posisi terdesak dan mendekati kematian" jika seperti itu caranya tak heran wajahnya biasa saja ketika melihat kerusakan parah yang terjadi karena prioritasnya itu teman-temannya saja.

"Jika kau bilang seperti itu berarti..." Irene mengingat sesuatu sewaktu Invasi Gila itu dan pertarungannya dengan mahluk burung merepotkan itu hingga cukup membuatnya dua minggu di rumah sakit saja dan tak mengajar di sekolah.

Seilah tersenyum kecil dan tau yang wanita scarlet ini maksud "jika kau tanya Kyouka, saat ini dia masih hidup dan juga lengkap dengan Jackal juga" dia menoleh ke gadis rambut biru itu yang bergetar ketika mendengar namanya karena kejadian waktu penculikan.

"Astaga yang benar saja masa harus lagi" Irene memasang wajah masam ketika mengingat itu lagi dan dia padahal sudah pakai sihir khusus untuk membunuhnya tapi malah hidup lagi jadi sebuah pekerjaan sia-sia.

"Kau masih takut huh?" Natsu melipat tangannya menyadari tingkah Juvia yang berbeda waktu disinggung tadi "tapi, jika aku tau seperti itu jadinya maka tak usah aku keluarkan Bankai malah jadinya sia-sia"

Juvia menggeleng sedikit "tidak, hanya saja aku tau meski dulu kita adalah musuh tapi sekarang kita lain lagi karena situasi kita sudah beda jadi, mungkin tak ada salahnya mantah musuhmu menjadi kawan sekarang" dia sudah merelakan itu karena sekarang sudah selamat dan yang lainnya hanya menanggapi itu dengan senyum.

"Hmmmmm, bau beberapa orang di sana lalu ada dua orang dengan bau menyebalkan dan satunya seorang pria" ucap Sting menunjuk ke arah Utara dan mengendus sesuatu karena kekuatan DragonSlayer itu bisa mencium bau seseorang dari jarak jauh "tapi, jaraknya kira-kira cuma 1 kilometer dari sini"

"Sembunyi dulu" ucap Natsu mengajak mereka bersembunyi di bebatuan besar, apalagi terasa tadi sebuah Reisi yang dilepaskan dengan sengaja meski tak begitu kuat "oke, kita lihat dulu situasinya" dia mengintip dari balik batu besar itu.

Di sana terlihat dua orang yang cukup membingungkan untuk menentukan gender karena fisik mereka tengah berlutut penuh luka parah yang sehabis bertarung dan lalu di depannya ada seorang pria paruh baya dengan kacamata hitam ditambah aksesoris gelang besar di kedua tangannya.

Seilah juga mengintip lalu terkejut karena mengenal mereka "tunggu mere-!" dia ingin berteriak dan menolong tapi sebuah tangan membungkam mulutnya untuk diam

"Jangan dulu berisik dan kita lihat situasinya sebentar baru bergerak" ucap Natsu yang menjadi pelakunya dan fokus matanya ke pria yang berdiri itu.

"Jadi, seperti itu yang namanya Quincy itu?" Brandish memgintip yang merasakan sedikit Reisi kecil di tubuhnya dan paling mendominan adalah kekuatan lainnya jadi bisa dibilang kekuatan dari Reisi itu tak begitu kuat tapi karena kekuarangan itu bisa ketutup dengan kekuatan yang lebih besar itu sendiri.

"Reisi miliknya sama cuman... bagaimana aku menyebutnya?... Imitasi mungkin?" Natsu sendiri masih kurang yakin tapi jika dibandingkan dengan Brandish kekuatan gadis ini masih jauh lebih kuat karena darah keturunan murni itu sendiri "bisa aku sebutkan mereka tak bisa membuat kekuatan pemberian dari seseorang itu berkebang dan stuck di tempat"

"Jadi, kau bilang ini bukan garis keturunan mereka dan bisa dibilang membagi kekuatan?" Brandish sedikit faham dengan ini.

"Sangat tepat intinya ada seseorang yang tidak ketahui memberi kekuatannya kepada mereka karena pada dasarnya kekuatan Quincy itu sendiri tak bisa diberikan dan harus ada garis keturunan dari sebelumnya" ucap Natsu karena kekuatan ini berkat dari Ibunya bahkan Wendy juga "meskipun bisa disalurkan kepada orang lain tapi, jika tubuhmu tak memiliki keturunan itu sendiri maka sulit untuk garis Reisi di tubuh dan meskipun bisa juga dipaksa tapi hasilnya akan gagal sangat extreme jadi, saran ini gak berlaku"

"Ibu bilang juga bahwa memang karena garis keturunan itu bahkan dia pernah ingin mengajarkan temannya tapi tak ada hasil apapun" ucap Brandish mengingat ucapannya itu "dan meskipun bisa aku tak yakin tubuhnya bertahan karena tak memiliki garis Reisi alami di tubuhnya"

"Dalam sihir belum tentu juga kau berhasil ketika mentranfer kekuatan dan pasti bakal ada penyebabnya" ucap Irene mengangkat jari telunjuk.

"Tapi karena dicampur dengan kekuatan lainnya mereka sangat kuat jadi harus hati-hati intinya kelemahah yang tertutup kelebihan" ucap Natsu yang tak meremehkan lawan meski kekuatannya besar karena musuh selalu bersikap licik "dan yang dapat aku ambil dari bagaimana bisa mereka mendapatkan kekuatan Quincy-"

Brandish langsung menjawab "ada Quincy selain kita yang sekarang jadi musuh"

"Obrolan mereka tinggi sekali kayak seorang filsafat" ucap Juvia bingung sendiri melihatnya.

"Natsu-san hebat!" ucap Sting dengan mata berlinang kepada idolanya itu.

Sementara mereka berenam sembunyi sambil mengintip situasi yang terjadi dan tiga orang yang tengah diintip ini tengah berdebat sambil bertarung sengit tapi terlihat sudah sangat jelas siapa yang bakal jadi pemenangnya karena dua Menos yang tak jadi Arrancar ini tengah berhadapan dengan salah satu Anggota kuat dari pasukan Quincy Quilgi Olpie.

Sebenarnya tugas merekrut para Arrancar sudah bagus namun hasilnya tak mengenakkan sama yang itu berarti gagal merekrut, apalagi semua anggota Elite diperintahkan pergi ke Dunia manusia untuk membuat invasi dan mengambil apa yang diinginkan Yang Mulia Lumen Historie ditambah memang sia-sia saja merekrut Arrancar ini.

Olpie sebenarnya ingin ikut juga ke Dunia manusia namun Haschwalt bilang tetap di sini menjaga beberapa Arrancar yang akan membalas dendam meski ingin protes tapi, jika sudah ada sangkut pautnya dengan Yang Mulia maka Olpie tak bisa menolaknya dan menurut dengan cara absolute.

Sebenarnya waktu pertarungan itu pihak Quincy sangat untung dan hebat dalam mengendalikan ritme pertarungan ini tapi, siapa yang mengira para Arrancar itu memiliki tehknik rahasia yang bahkan Hascwalt saja sedikit kewalahan mengatasi itu jadi bisa dibilang hasilnya seri.

Dan sekarang Olpie hanya bisa menghela nafas bosan menunggu di dunia kosong ini sementara yang lainnya pergi ke Dunia manusia jadi dia hanya ditugaskan untuk menjaga jika sesuatu buruk terjadi terlebih Hascwalt bilang bahwa para Arrancar itu masih hidup dan kini bersembunyi menunggu saat yang tepat jadi, tak boleh hilang pengawasan.

"Astaga, kalian benar-benar membuang tenaga dan waktuku sekali" ucap Olpie memandang rendah ke mahluk yang bisa dikatakan gak terlalu kuat tapi cukup menganggu sekali karena meskipun diserang tapi mereka tak kapok sepertinya memang harus dibunuh.

"Hahhhh! kau ini berisik mata empat huweeee!" Lamy mengejek dengan menjulurkan lidah dan dia tak peduli meskipun terluka atau lebih buruk terbunuh karena percaya bahwa nona Seilah akan datang membawa bantuan.

"Mati saja kau orang idiot!" ucap Kemy yang sama seperti Lamy gagal dalam masuk menjadi Arrancar dan dia tak tau apa yang idiot ini rencanakan tapi berharap ada seseorang yang datang mengusir orang stress ini.

Olpie tersulut emosi hingga terlihat perempatan siku di pelipisnya "kau yang meminta ini bajingan sialan!" dia mengeluarkan tombak biru tipis lalu melemparkannya tepat ke arah mereka.

Kedua mahluk ini menembakan Cero meski daya kekuatannya tak begitu besar tapi itu cukup untuk menahan serangan tadi hingga akhirnya beradu dan menimbulkan sebuah ledakan.

*duarrrrr!

Dan dalam asap itu Lamy tak bisa melihat yang dia lakukan hanya mengulur waktu saja karena sempat tak secara sengaja melihat Garganta terbuka jadi bisa dipastikan itu Nona Seilah dan sementara Kemy tak tau apa yang harus dilakukan karena pandangan sedikit kabur tapi, yang terjadi.

Mereka tak sadar sebuah pilar kecil yang langsung mengurung mereka bahkan seperti sebuah penjara dan meskipun sudah mencoba tapi mereka tak bisa keluar atau menghancurkan barricade menjengkelkan ini bahkan terlihat seperti semakin mengecil saja.

"Tenang, saja kekuatanku ini akan membunuh kalian secara santai dan perlahan" Olpie menyeringai lalu membuat pedang cahaya dan berniat menebaskannya namun, yang terjadi seseorang menahannya hingga membuat efek hempasan angin yang sangat kuat.

*wushhhhhhh!

"Kau tidak seharusnya terburu-buru seperti itu" ucap seseorang dengan grin.

"Wah, wah, wah, kau sampah benar-benar menghalangiku" ucap Olpie tak merasakan senang sekali.

.

.

.

.

.

- Gerbang Perbatasan Timur

Sementara itu kondisi di Negara ini bisa dikatakan sedang kacau balau sekali bahkan sangat raut marut karena berkat sebuah perang yang sudah sering terjadi di antara kedua Negara ini bahkan bisa dibilang gak akan pernah selesai jika salah satu dari mereka mati dan sebab akibat itu adalah karena keserakahan manusia itu sendiri.

Lalu Dua Negara yang saat ini tengah bertarung adalah Alvarez dengan Ishgar karena kedua Negara ini memang rival berat ditambah Ishgar itu adalah Negara yang damai karena suatu alasan mereka akhirnya angkat senjata dan melawan Alvarez karena Negeri ini sangat terobsesi berat sekali terhadap harta kekuatan tersembunyi milik Ishgar yang sangat rahasia dijaga.

Ditambah Alvarez memang sangat tamak dan rakus sekali meskipun sudah mendapatkan apa yang diinginkan mereka takkan pernah berhenti untuk mengambil sesuatu yang bukan milik mereka dan memaksa Negara manapun berperang jika tak dituruti keinginannya makanya banyak Negara lain enggan melakukan kerjasama tapi Alvarez bisa menjadi Negara hebat digdaya dan bisa berdiri sendiri.

Sekarang semua pasukan dari kedua tengah kubu dikerahkan semuanya terdengar suara teriakan banyak orang, suara tembakan, dan dentuman besar dari macam kendaraan khusus berperang, ditambah perang di udara juga tak kalah bringas dengan beberapa pesawat saling menjatuhkan rudal sihir, dan rocket terbang jadi bisa dibilang Ishgar terkurung dari berbagai arah oleh pasukan Alvarez.

Situasi sekarang bisa dibilang masih seimbang meskipun Ishgar belum siap seutuhnya karena Alvarez benar-benar menyerang dengan kekuatan penuh dan sudah mempersiapkan itu semuanya jadi, kondisi sekarang yang berada di luar perbatasan masih tengah bertarung sangat sengit dan mereka ini adalah para prajurit biasa saja tapi tehknik bertarung mereka sudah terlatih sama sekali.

Sementara itu Arcadios berada di gerbang perbatasan bagian Timur yang mana dirinya tengah mengatur para pasukan untuk menyerang sekaligus bertahan dari gempuran Alvarez karena mereka ini sangat alot sekali untuk dipaksa mundur bahkan beberapa kali pihak musuh melayangkan Peluru ledakan dan Bola meriam untuk menghancurkan benteng besar ini.

Untuk Gerbang Benteng di bagian lain sudah dijaga dan dikomandoi oleh pasukan khusus Garou Knights yang berjaga di setiap titik jadi, Arcadios bisa sedikit bernafas lega dan membiarkan mereka pada tugasnya terlebih dia harus terfokus karena musuh menyerang titik terlemah dar benteng besar ini apalagi musuh di Timur mengeluarkan kekuatan penuh.

Dan untuk sang Raja yang menunggu di Istana saja karena berbahaya terlebih Raja dari Alvarez belum muncul jadi, masih terlalu dini untuk Raja Toma maju ke garis depan selama biang keladinya belum menampakan diri maka tak perlu ikut campur dalam masalah ini.

"Keluarkan Tank dan Barracuda Api!" teriak Arcadios dengan semangat tinggi sekali dan tak lama muncul sekumpulan kendaraan besar yang berada di depan gerbang perbatasan "Dan Tembak sekarang!" dia mengacungkan pedangnya ke depan.

*ciunggg! *duarrrr! *boommm! *duarrr!

Tembakan beruntun yang dilayangkan pihak Ishgar terus memborbardir yang mana musuh terus terkena serangan telak itu hingga pijakan tanah tak berhenti untuk meledak, namun nampaknya pihak Alvarez tak bisa diam saja untuk penghinaan ini hingga akhirnya membalas serangan balik dengan kekuatan terhebat mereka.

Arcadios melihat ini sebagai sinyal bahaya dan kembali memerintahkan anak buahnya "cepat buat Segel sihir dan lindungi tembok dan sedangkan penyihir yang lainnya buat barricade untuk menahan serbuan dari atas" dan dia mengacungkan pedangnya ke atas "lalu untuk Ksatria, maju ke garis depan dan halangi mereka! dan sedangkan yang tersisa jaga gerbang agar tak mudah diterobos!"

Para ksatria yang pemberani maju menghadang prajurit Alvarez yang hampir mendekat gerbang dan ditambah dengan bantuan kendaraan perang lainnya cukup untuk menahan mereka semua, terlebih suara ledakan tembakan yang terus mengujam benteng Ishgar tapi beruntung sihir pelindung cukup menahannya.

Melihat Alvarez tak mengeluarkan serangan atau serangan dadakan itu cukup membingungkan Arcadios bahkan beberapa ksatria mereka dipaksa untuk mundur dan akhirnya dia mengangkat tangannya untuk menahan serangan dan tak bergerak secara gegabah karena mereka pasti memiliki sesuatu yang licik.

"Tunggu apa ini? apakah mereka mundur atau menyerah?"

"Aku rasa tidak, mereka tetap disitu bahkan tak bergerak"

"Jangan lengah mungkin, mereka memiliki senjata tersembunyi"

"Kita tunggu mereka"

"Serang sekarang!" ucap Arcadios tak melihat tanda-tanda musuh bergerak atau mengeluarkan senjata pamungkas dan akhirnya prajurit kembali menyerang, lalu para penyihir menembakan mantra besar, dan serangan beruntun dari atas namun yang terjadi adalah.

*Wushhhhh!

"Apa?!" Arcadios terkejut karena serangan tadi tak mengenai mereka bahkan tak ada sama sekali luka gores padahal dia sudah menyuruh anak buahnya untuk menyerang dengan kekuatan penuh tapi pasukan Alvarez tak terluka sama sekali 'tunggu, mereka menggunakan perisai transparan?' cuma dia yang menyadari itu saja dan tak ada yang lain.

*slashhhh! *slashhh! *cratt! *cratt!

"Arghhhhhhh!"

"Ahhhh! Sakittttt!"

Arcadios menatap ke depan dengan perasaan ngeri dan tubuhnya mengigil ketakutan seperti anak kecil melihat hantu karena prajuritnya tiba-tiba saja ambruk tewas seketika berkat sayatan pedang di leher bahkan bisa dibilang one hit one kill yang berarti monster macam apa yang bisa membunuh banyak prajurit cuma beberapa detik saja. dan dia melihat seorang pria dengan wajah tenang, dan berpakaian putih, lalu pedang putih tertancap di tanah.

'Siapa dia?!' Arcadios merasakan hawa kuat sekali bahkan tubuhnya berkeringat banyak karena tekanan yang begitu menakutkan ini.

"Mereka benar-benar sampah gak berguna, mengurus cecunguk seperti ini saja tidak becus" ucap Hascwalt dengan memandang rendah ke depan dan dia mengarahkan jarinya ke depan "dan kalian, hancurkan benteng itu sekarang!"

Lalu muncul segerombolan pasukan lain dan itu bukan dari Alvarez jika dilihat dari pakaian mereka tapi sudah jelas itu adalah musuh Ishgar juga lalu mereka mengambil sesuatu seperti Panahan yang mana menjadi senjata tapi terlihat berbeda dan kuat lalu akhirnya secara bersamaan menembakan anak panah ke tembok itu dan akhirnya.

*Boommmmm! *Boommm! *Duarrr!

Seketika serangan dadakan itu secara telak menghancurkan tembok benteng dalam sekali serang membuat Arcadios berkeringat mengigil karena kekuatan luar biasa seperti ini bahkan tembok yang sudah dilengkapi dengan tehknik sihir tak bisa menahannya dan akhirnya Tembok itu jebol begitu saja dengan lubang besar hingga memudahkan pasukan Alvarez menerobos masuk.

"Tuan, bagaimana ini? kita tak bisa menahan mereka untuk bisa menerobos masuk" ucap salah satu prajurit.

"Dan kita benar-benar terdesak bahkan semua pasukan tewas dan yang tersisa mustahil untuk melawannya" ucap prajurit lainnya.

"Apa yang harus kita lakukan jenderal?" ucap prajurit itu.

"Aku hadapi pria pirang itu kalian habisi sisanya sebisa mungkin setidaknya buat jumlah mereka berkurang" ucap Arcadios menggenggam erat pedangnya dsn tak punya pilihan lain untuk maju ke depan karena situasi terdesak lalu berteriak lancang "SIAPAPUN YANG INGIN MENGORBANKAN NYAWA KALIAN UNTUK KESELAMATAN KELUARGA KALIAN, TERIAKLAH!" dan disambut dengan penuh semangat anak buahnya.

"KITA SIAP!"

"OHHH YEAHHH!"

"sungguh idiot dan membuang waktuku" ucap Hascwalt tak begitu terkagum sekali "tapi, jika kalian sudah seperti itu maka aku takkan segan"

"MAJU!"

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

- Ibukota Ishgar

Sementara di dalam sini tak begitu berbeda sekali dengan kondisi yang berada di luar perbatasan bahkan lebih parah sekali apalagi di dalam sini yang bertarung bukan prajurit biasa melainkan orang-orang Elite yang disebut Quincy dengan para petarung pemberani dan terhebat dimiliki Ishgar bahkan anak sekolah yang memiliki kekuatan ikut juga karena semuanya saling membantu.

Sebenarnya tak ada yang bakal mengira bahwa mereka menyerang secepat ini bahkan tiba-tiba muncul di dalam Ibukota padahal penjagaan di luar perbatasan sangat ketat sekali tapi, mengingat lawan mereka adalah bukan Alvarez namun kelompok kuat hanya saja jika menyerang Ishgar itu berarti musuhnya.

Dan sekarang posisi semua kelompok Quincy dengan bantuan pasukan Alvarez tengah dipencar segala penjuru Ishgar dengan berniat menginvasi Negeri ini dan berhadapan dengan orang-orang terhebat mereka karena jika sudah dikalahkan itu berarti kekuatan penuh musuh menjadi pincang sebelah hingga akhirnya bisa dimusnahkan.

Saat ini semua orang menghadapi pasukan Quincy atau mendapatkan lawan mereka masing-masing dan tentu saja ini tak mudah melawan musuh yang sama sekali tak diketahui kekuatannya bahkan lebih tinggi dari sebelumnya terlebih mereka pasti memiliki tehknik rahasia khusus untuk dikeluarkan.

Di berbagai tempat terjadi pertarungan sana-sini Jura Vs Bambietta, Ultear dan Lyon Vs Invel dan Bazz B, Ur vs As Nodt, Gray Vs Cangdu, Mirajane vs KBR, dan masih banyak yang lainnya hingga mustahil sekali untuk disebutkan satu-satu.

"Astaga, sebenarnya mereka ini apa?" Ultear kebingungan dengan musuhnya sendiri ditambah musuh yang dia hadapi membuat temperatur udara begitu dingin sekali bahkan dirinya yang sudah kebal itu tak bisa menahan tubuhnya bergidik karena kedinginan.

"Kau seharusnya fokus pada musuhmu itu bodoh!" ucap Lyon memutar bola matanya dengan wajah tak nyaman sekali.

"Dan siapa yang kau sebut bodoh?" Ultear memberi Deathglare.

"Hei, hei, cuma segini sajakah kekuatan kalian? sungguh mengecewakan" Bazz B menjulurkan lidahnya dengan memasang wajah rendah kepada lawannya karena itu memang sudah jadi kebiasaannya.

"Kau sungguh berisik sekali" balas Invel menghela nafas dan dia tak begitu mempedulikan musuhnya yang terpenting adalah menyelesaikan tugas ini dari Yang Mulia karena perintah absolute.

Bazz B mengusap rambutnya "geez, kau ini santai sedikit tapi yah... coba makanlah ini!" dia mengayunkan jarinya ke depan membentuk seperti pistol dan dia muncul kumpulan gumpalan api biru di tangannya "BURNING FINGERS!"

dia menembakan laser api panjang ke arah Ultear yang langsung membuat perisai Es berlapis namun karena perbandingan kekuatannya yang begitu jauh akhirnya perisai Es itu langsung tembus tanpa tertahan lagi hanya saja bahu Ultear terkena gores dan itu terasa sangat panas sekali.

"ICE MAKE : DRAGON FANGS!"

Lyon membuat Naga ular Es yang begitu besar sekali lalu langsung menyerang ke arah mereka dengan begitu besar sekali tapi, Invel membuat busur panah yang terbuat dari es dan menciptakan api biru kecil hingga membuat anak panah dan langsung menembakannya hingga langsung tembus menghancurkan Naga es buatan itu hingga mengarah ke Lyon yang mencoba menahannya dengan kedua tangan tapi, kekuatan itu terlalu kuat hingga bisa menembus telapak tangannya.

"Sialan..." Lyon meringis kesakitan melihat telapak tangannya berlubang namun aneh karena tak merasakan panas cuma dingin dengan temperatur gila hingga kedua tangannya mengigil ketakutan.

"Hati-hati, mereka ini musuh yang tak semudah itu kau serang" ucap Ultear memegang pundaknya.

"Ohhhh, ayolah cuma segini saja perlawanan kalian? Sungguh mengecewakan" Bazz B dengan smug grin mengejek "atau mungkin aku perlu bereskan ini secepatnya? karena kalian benar-benar menghabiskan tenagaku saja"

"DEAD BURNING FINGERS BALL!"

Bazz menembakan bola api kecil dari ketiga jarinya namun semakin perlahan malahan kumpulan bola itu perlahan membesar hingga seperti Batu bongkahan yang ada di atas Tebing, sementara Ultear melihat itu sebuah ancaman yang begitu bahaya sekali lalu membuat tembok es besar sebagai penghalang tapi usahanya jadi sia-sia belaka.

*duarrrr!

"Ugh... Sial!" Ultear meringis kesakitan karena tubuhnya terbakar panas dan dia nampaknya memang gak punya pilihan lain untuk mengeluarkan tehknik pamungkas "Lyon, kita harus serius dan keluarkan itu sekarang"

"Aku tau" balas Lyon faham maksud Ultear lalu mengumpulkan kekuatannya.

Sementara Ultear dan Lyon bersiap mengumpulkan kekuatannya untuk mengalahkan musuh mereka tapi Bazz B hanya tersenyum grin dan Invel cuma tersenyum kecil dibalik kacamata berkabut lalu mengeluarkan Medali emas.

"Kalian sungguh kesalahan"

.

.

Tumbukan terus berdatang dari bawah tanah yang berkeinginan mengubur Bambietta langsung tapi gadis itu selalu saja gesit menghindar bahkan sesekali melakukan serangan balik yang kecil tapi selalu membahayakan karena gaya menyerangnya langsung ke pusat kepala dengan anak panah atau sesuatu yang meledak.

"Ha! Ha! Ha! Pak tua tak berambut seharusnya kau lebih cepat lagi karena kepalamu akan aku ledakan" ucap Bambietta yang bicaranya menyenangkan tapi itu lebih mirip seperti ancaman jika kau mengetahui sifat aslinya yang gila itu.

Jura sedikit terpancing karena hinaan tadi namun hanya membalas bicara dengan santai "sungguh gadis muda yang penuh energi, kau seharusnya belajar atau mencari pasangan di umurmu segitu dan yang ada bakal perawan tua"

Bambietta melotot penuh emosi karena tidak ada satupun yang berani menghinanya seperti ini bahkan hatinya ingin sekali menghancurkan kepala botak itu "AKAN KUBUNUH KAU!" dia mengeluarkan aura kekuatannya yang besar seperti mau meledak dan menembakan lempengan Reisi biru ke depan.

Jura langsung membuat dua tangan bebatuan untuk menangkisnya karena serangan seperti itu cukup berbahaya sekali dan benar saja langsung meledak besar seperti Bom tapi, pria botak itu menyadari ada yang janggal lalu melihat ke bawah seperti bola kecil lalu panik namun terlambat karena langsung meledak lagi begitu saja.

Jura beruntung langsung membuat Armor batu untuk melindungi tubuhnya sambil menggerakan dua jarinya, hingga batangan batu panjang mendekati Bambietta yang memasang senyum grin sombong karena serangan seperti itu tak bakal berguna sama sekali bahkan mudah diatasi.

"Hah, dasar gak guna" ucap Bambietta membuat gumpalan Reisi membentuk cakram di jarinya lalu melemparkan ke arah situ hingga beradu dan langsung meledak lagi karena memang seperti inilah spesialis kekuatannya.

Jura memasang senyum grin karena umpannya terpancing lalu kumpulan batu kerikil kecil itu langsung seperti peluru yang mustahil Bambietta hindari hingga akhirnya terkena telak di tubuhnya bahkan gadis berambut hitam itu cukup terkejut atas serangan dadakan yang tak disangka.

"Kau kuat gadis muda tapi, banyak kelemahan" ucap Jura.

Bambietta mengamuk karena penghinaan ini lalu dia melemparkan bola Reisi tapi Jura sudah mengantisipasi itu dengan tembok batu besarnya, namun itu di luar dugaan karena gadis itu langsung menembakan anak panah yang digabung dengan tadi hingga akhirnya pertahanan Jura langsung tembus.

"Sial!" Jura panik namun itu terlambat karena pundaknya terkena ledakan kuat hingga terdorong jauh.

Tapi, Bambietta muncul di belakangnya dengan cepat sekali mengarahkan anak panahnya ke arah Jura yang tak mungkin bereaksi menghindar atau menahan serangan itu, dsn terlihat senyum grin menyebalkan tersungging di wajah gadis itu karena tau lelaki botak ini sudah tamat sekarang.

"Sekarang mati dengan ledakan oke?" Bambietta tersenyum manis tapi itu adalah senyuman menunjukan kematian.

*booommmm!

Tentu saja serangan setelak itu ditambah ledakan besar cukup membuat wajah Jura bonyok darah dan penuh asap namun lelaki botak ini masih kuat sehingga dia hanya terseret beberapa senti saja, namun tetap serangan seperti itu sangat parah.

'Aku tak punya pilihan dan mengalahkannya langsung' Jura menutup matanya lalu menyatukan telapak tangannya dan tak lama muncul Tatto bintik-bintik hitam di antara mata dan hidungnya "GREAT SAGE : GODDER MORTAL SOUL!"

dan tak lama muncul patung batu hidup raksasa setinggi 20 meter dengan terbuat dari bongkahan batu yang menumpuk hingga membentuk patung besar dengan mata hijau menyala, bentuk fisiknya seperti dewa pada umumnya, dan berpose seperti sedang berdoa.

"Akan aku hancurkan kau sekarang juga" Jura menatap serius lawannya.

Bambietta terkekeh tak merasa takut atau tertekan "huh, benarkah? kalau begitu kenapa kita tak berkenalan dulu?" dia mengeluarkan sebuah medali dari kantung bajunya dan mengarahkannya ke depan "dan aku tunjukan padamu arti putus asa?"

*wsshhhh!

.

.

Sedangkan disisi lain Gray melawan pengguna besi meski sedikit mirip dengan Gajeel tapi perbandingan cara bertarungnya jelas sekali berbeda, berkali-kali dia menyerang bahkan dengan kekuatan penuh hasilnya selalu buntu yang mana tak bisa melukai pria yang memiliki luka gores di mulutnya.

"Sudah aku katakan padamu, usaha seperti itu sia-sia saja" ucap Cangdu terbang menghampiri pria yang setengah bugil itu dan mengeluarkan cakar besi dari tangan kanannya lalu diayunkan, namun Gray masih bisa memblok itu "bahkan kau tak bisa melukaiku? jadi seperti ini saja kekuatanmu?"

"Berisik!" teriak Gray frustasi dan melayangkan tinju esnya lalu mengarahkan ke wajahnya dan tetap saja itu tak berarti karena terdengar suara dentuman benda keras yang beradu.

Cangdu membuat pipinya menghitam seperti besi lalu cakar di tangan kanannya dilepaskan atau ditembakan seperti peluru dan membuat Gray mustahil untuk menghindar hingga tertancap ke tubuhnya lumayan dalam sekali.

'Yang, benar saja ini lebih gila dari si muka besi itu' Gray mencabut kumpulan besi yang tertancap di tubuhnya itu dan lumayan menyakitkan karena itu tertancap sangat dalam sekali.

"Baiklah, saatnya berdansa dengan kedua tanganku" ucap Cangdu mengeluarkan dua pedang besi dari kedua telapak tangannya lalu maju ke depan.

Cangdu cukup ahli dalam seni bela diri berpedang terutama dibagian Anggar terlebih benda panjang apapun bisa dijadikannya senjata jadi, bagaimana kepintaran otaknya saja untuk bisa menggunakan sesuatu benda yang dinilai tak berguna padahal itu berharga sekali.

Cangdu memutar tubuhnya dengan begitu lihai dan ahli sekali, berputar-putar seperti angin yang mengayunkan senjata miliknya, bahkan terlihat sekali Gray sangat kerepotan sekali hingga tubuhnya terus terkena sayatan benda tajam itu dan yang bisa dilakukan hanya bertahan sambil menghindar dan menunggu serangan balasan.

Gray menggesekan telapak kakinya di tanah dan tepat disaat Cangdu bersiap menikam dadanya muncul Es dari bawah yang mengunci pergerakan lelaki gondrong itu dan lelaki pemilik kekuatan es ini langsung mundur jauh dari jarak jangkauan serangannya.

"Sungguh, sebuah serangan yang tak terduga sekali" ucap Cangdu melepas cengkraman es itu dari mulutnya "kau seharusnya sedikit tau bahwa jika, bukan karena Lumen Historie Yang Mulia takkan mau bekerja sama dengan Alvarez bahkan, kelompok ini saja cukup mengambilnya dan menghancurkan negara ini dengan sekejap"

"Ceh, kau cuman banyak membual saja" Gray membalas tak percaya dan lagipula dia baru dengar istilah seperti itu karena cuman murid biasa.

"Aku tak membual, kalian memiliki sesuatu kekuatan yang bisa dibilang tak terbatas dan yang mana kau takkan kelelahan atau kehabisan sihir ketika bertarung" ucap Cangdu dan menutup mulutnya "uupppzzz, nampaknya aku sudah terlalu banyak bicara"

"IRON DESSERT!"

Cangdu menaruh telapak tangannya di tanah lalu muncul tumpukan jarum besi yang begitu tajam sekali bahkan sangat banyak menghampiri Gray dengan cepat dan lelaki berambut hitam itu sepertinya memang tak punya pilihan lain untuk menggunakan kekuatan yang sudah diberikan oleh ayahnya.

Gray mengepal tangan kanannya Tatto bercak dengan pola aneh dan meninju ke tanah hingga serangan tadi berhasil diblok dan beradu hingga bertabrakan meledak dengan potongan es da besi terpecah ke mana-mana.

Gray membuat busur panah Es besar dan menarik senarnya "ARCHERY ZEROTH BLAST!" dia menghempaskan anak panah itu hingga membuat efek bekas yang dilewati anak panah itu membeku begitu saja.

Cangdu hanya memiringkan kepalanya buat menghindari itu tapi dia jelas salah perhitungan terhadap kekuatan Gray tiba-tiba panas es itu meledak dengan sangat hebat hingga pria bermata sipit itu terkena efek dahsyat yang membuat terluka kecil.

'Mirip dengan Invel cuma ini benar-benar lebih kuat, aku benar-benar beruntung karena terlambat saja maka aku mati membeku' Cangdu memegang pundaknya yang mati rasa karena membeku.

"Kau seharusnya tak terlalu percaya diri sekarang" ucap Gray yang rambutnya berubah lebih gondrong dengan Tatto bercak hitam di setengah tubuh yang kanan.

Cangdu tersenyum sinis mendengarnya "ohhh, benarkah seperti itu?" dia mengeluarkan medali emas dari kantung baju "lalu, apa jadinya aku bisa memiliki kekuatanmu begitu saja?"

!

.

.

Mirajane terbang di udara dengan mode satan soul menghindari semua tembakan rocket yang mengejarnya berkat seseorang, mungkin bisa dibilang bukan seseorang karena ini memiliki ciri fisik kepala yang tertutup armor pelindung, dengan mata sebelah memerah menyala dan ini lebih mirip dengan Cyborg atau lebih disebut setengah manusia setengah robot mesin.

"Sasaran menggunakan satan soul sitri yang mana dulu pernah mengamuk sebelum dikendalikan seutuhnya" ucap KBR atau disebut ( Keywortic Bodyfault Robotic) yang menganalisa musuhnya dan menjalankan tugas dari Yang Mulia secara absolute dan tak diwajibkan untuk sukses melakukan invasi Quincy tahap pertama ini.

Mirajane bingung dengan musuh yang dihadapi olehnya ini karena tau seluk beluk tentang dirinya bahkan soal masa lalunya yang mana mengamuk karena tak bisa mengendalikan Satan Soul bahkan nyaris membunuh adiknya sendiri tapi, dia menggeleng kepalanya untuk melupakan itu karena masa lalu tak terlalu penting untuk mengingatnya.

"SATAN SOUL : DEVIL IFRIT!" Mirajane berubah kembali ke wujud Iblis lainnya, dengan rambut ditali tergerai liar ke bawah, tanduk merah gelap besar di atas kepalanya, matanya ungu kegelapan yang menunjukan tatapan penuh ancaman sekali, telapak tangan merah yang memiliki kuku panjang, tatto garis-garis tak beraturan di sekitaran lehernya sepatu boot hitam, gaun mini yang menutup tubuh tengah dan area sensitiv saja, dan sepasang sayap besar mirip kelelawar di belakang punggungg.

"SOUL BLASTER!"

Mirajane membuat bola merah gelap sedang di ujung jarinya langsung menembakan seperti laser panjang dengan hawa kekuatan yang hebat bahkan membuat aura suasana disekitar menjadi berat sekali.

"Sungguh kekuatan yang luar bisa sekali" ucap KBR dengan menunjukan rasa terkagumnya "tapi, sangat sayang itu takkan pernah berlaku untukku" dia seperti mengetik sesuatu di depannya dan tak lama muncul meriam besar sekali di punggunggnya dan berisi tenaga surya api yang gila sekali.

"CANON BALL!"

dan langsung meriam itu meledak tembakan yang gila sekali hingga kedua kekuatan itu berbenturan dan membuat ledakan sangat dahsyat di udara hingga berefek angin kencang berhembus, jika ada orang-orang disitu bakal besar kemungkinan terkena efek hempasan itu.

Mirajane mendekat Robot itu dengan kecepatan tinggi melayangkan cakar tajamnya bertubi-tubi tapi Cyborg itu bisa menangkis itu dengan armor besi buatan di tubuhnya dan bahkan melayangkan tendangan sekeras apapun tak menimbulkan efek KBR.

"Yah, ini cukup merepotkan juga" KBR membuat tubuhnya terpencah menjadi ribuan besi tajam yang langsung mengurung Mirajane bahkan seperti penjara kecil dan bahkan ukuran penjara buatan itu semakin mengecil, berniat meremukan gadis itu "kau, bahkan takkan bisa keluar dari sana meskipun berusaha sedikitpun"

"Grrrrr! dasar bajingan!" Mirajane menggertakan giginya dengan wajah sangat kesulitan sekali dari penjara ini yang mana mustahil jika keluar dengan kekuatan tubuh dalam aslinya.

"Menyerahlah, maka aku akan membuatmu tertidur secara pelan" ucap KBR yang mengeluarkan tombak laser biru dan terbang ke arah Mirajane lalu berniat membunuhnya dengan sekali tusuk tepat dibagian jantung.

*Arghhhhhhhh!

Sebelum KBR menusuk Mirajane, penjara kurungan yang dibuatnya hancur dan meledakan aura hitam sangat gelap sekali bahkan Cyborg itu merasa berkeringat penuh tekanan meski tubuhnya cuma besi dan metal tapi sifat manusianya masih menunjukan bahwa dia masih memiliki rasa takut.

'Sial, aku tak mengira manusia ini banyak memiliki tehknik pamungkas lainnya' KBR memegang erat ujung tombakanya dengan suara cemas sekali.

"SATAN SOUL : ALEGRIA!"

Sebelum Mirajane transformasi kembali ke wujud iblis yang paling terkuat baginya tiba-tiba KBR menunjukan sebuah medali karena setiap para Quincy wajib menggunakan ini ketika pertarungan tak mendukung dan dalam situasi terdesak sekali.

"Sayang sekali, aku yang menang sekarang"

.

.

Ur sepertinya mengutuk sekali keberuntungannya yang saat ini bahkan dia mengalami nasib sial karena bukan belum punya pasangan, masalah keuangan, atau karir yang buruk namun itu terburuk adalah menghadapi lawan dengan kekuatan yang mengandalkan serangan batin dalam dan jarang menggunakan kekuatan fisiknya.

Ur sendiri tak tau dari mana kelompok ini datang atau berasal dari mana tapi jika mereka bersama dengan pasukan Alvarez yang saat ini tengah menyerbu di luar perbatasan, namun satu hal yang pasti tujuan mereka semua pasti ingin mendapatkan Lumen Historie dan atas perintah Raja untuk menjaga harta itu maka, semua orang-orang hebat di Ishgar turun tangan mengatasi ancaman ini.

Bayangan gelap menyelimuti pandangan dan sekitarnya membuat sesuatu ruang yang gelap sekali penuh tekanan dan membuat siapapun bakal bergidik ketakutan, Ur terjebak dalam ilusi yang tak pernah berakhir bahkan dia melihat banyak mata besar dilangit melotot dalam ke arahnya.

'Sial, aku harus keluar lebih dahulu dari jebakan ilusi miliknya dan menyerang tubuh aslinya' Ur melihat situasi karena waktu awal dia terlalu gegabah karena akhirnya tubuhnya terkena sayat tajam.

Wujud As Nodt yang muncul begitu banyak dari cairan putih "ini adalah ketakutan yang kau alami, maka dari itu takutlah! karena manusia dilahirkan dengan rasa takut yang mendalam apalagi terhadap ketakutan" dia membuka mulutnya sangat lebar bahkan terlihat gak normal dan mengerikan.

Ur membuat peluru es menembakan semua cloning buatan itu dan dia mendecak kesal karena semuanya palsu dan tubuh asli musuhnya saat ini entah ada di mana. lalu dia membuat hawa sangat dingin sekali sekitar ilusinya hingga tempat ini menjadi beku.

As Nodt yang asli muncul dari atas dengan memiringkan kepalanya 90 derajat dan itu mirip leher yang patah "sungguh dingin yang gila sekali, aku takut tubuhku langsung terkena hipotermia" dia membentangkan tangannya lalu muncul sekumpulan jarum kecil

Ur berputar menghindar namun pundaknya terkena gores dan menyadari itu adalah racun 'benar-benar lawan yang bajingan!' dia buru-buru membekukan racun yang ada di dalam lebih cepat dan takut menyebar lebih ke tubuhnya.

Muncul sekumpulan monster cacing dari tanah membuka mulutnya yang berisi gigi tajam dan bersiap menerkam wanita itu tapi, Ur melompat-lompat ke belakang secara cepat karena mahluk buatan itu mengejar tanpa berhenti.

Ur menendang ke tanah lalu muncul tumbukan es yang tajam dan menusuk monster itu tapi, tangannya tak bisa bergerak dan melihat kedua tangannya terkunci rantai yang entah datang dari mana lalu muncul monster buruk rupa yang mau memakannya tapi, bagi ibu Ultear ini hanya menghancurkan rantai itu dengan hawa dingin miliknya.

Tapi muncul lagi rantai yang entah datang dari mana dan mengunci seluruh tubuhnya bahkan mustahil untuk tubuh Ur bisa bergerak apalagi situasinya ditambah sekumpulan monster yang mengerikan entah datang dari mana dan bersiap memakan tubuhnya. dan ibu Ultear ini hanya menutup matanya dengan tenang lalu terlihat bersiul atau meniup sesuatu hingga muncul aura dingin.

"FROZEN TIME"

seketika dengan hembusan dari mulutnya langsung seluruh dunia yang ada di sini berubah biru membeku dan tak bisa bergerak atau mati total karena tehknik dari Ur ini, dan setelah itu wanita berambut pendek ini lepas dari rantai gila ini lalu melihat musuhnya tak bergerak seincipun.

Dan dia maju beberapa langkah lalu melemparkan tombak es yang mengenai dada As Nodt yang asli karena terlihat darah mengalir keluar meskipun begitu wanita menyeramkan ini tak bergerak karena tehknik membekukan waktu ini tapi, ini tehknik bersifat sementara lalu Ur menjentakkan jarinya.

*ctrak! *Trangg!

Seketika dunia ilusi kegelapan yang dibuat As Nodt hancur total dan kembali seperti semula lagi, dan menunjukan As Nodt berdiri terluka dengan wajah keterkejutan karena tak mengira itu bisa melukainya.

'Sial, bagaimana caranya wanita ini?' As Nodt terkejut lalu mencari tau sebab akibat dari kegagalan ini dan melihat tanda di langit sebagai sebuah sinyal 'tampaknya, mereka sudah menggunakan itu jadi sudah saatnya mundur sementara'

"Sekarang pertarungan baru adil" Ur menyilangkan kedua tangannya.

As Nodt tersenyum lebar yang menakutkan "sangat sayang sekali, padahal aku ingin melihat wajahmu yang ketakutan itu tapi ini berakhir" dia mengeluarkan medali dan muncul sesuatu hitam seperti menyedot.

*wsshhhh!

.

.

.

.

.

- Huenco Mundo

*duarrrr!

Sebuah pilar bangunan hancur begitu saja hingga menyisakan apa dan puing-puing yang berterbangan di udara lalu muncul Olpie yang terbang menghindar dari balik puing-puing itu, dilihat dari wajahnya timbul kecemasan dan rasa panik yang begitu mendalam dari pria ini.

Olpie benar-benar mengutuk sialnya saat ini yang secara tiba-tiba muncul tanpa perasaan bahkan situasi ini tak menguntungkan sama sekali bahkan merugikan karena dari sekian banyak orang yang dia temui, kenapa harus orang ini? bahkan Yang Mulia telah mengeluarkan perintah bahwa yang dia lawan adalah salah satu 5 potensi yang bakal merepotkan.

Dan sebenarnya dia benar-benar beruntung karena ditugaskan menjaga Huenco Mundo ini dari gempuran monster-monster yang baginya cuma seekor semut bahkan dia tak berharap untuk bertemu dengan salah satu 5 potensi yang dikhawatirkan Yang Mulia terlebih jika mereka diingatkan bahwa harus berhati-hati jika menghadapi salah satu 5 orang ini.

Tapi siapa bakal mengira bahwa salah satu dari mereka muncul di sini bahkan itu sesuatu yang berada diluar perkiraan seharusnya orang ini ada di dunia manusia membantu semua orang yang sekarang tengah diinvasi oleh Yang Mulia, dan orang ini tiba-tiba muncul lalu akhirnya segalanya menjadi kacau balau.

Olpie benar-benar kesulitan bahkan dia sama sekali tak bisa menyerang balik atau menghindari serangan salah satu 5 potensi ini dan dia sekarang mengerti kenapa Yang Mulia mewaspadainya mereka karena kekuatannya ini bukan tandingannya yang ada jelas Olpie babak belur dan menjadi tinju samsak mereka.

Tapi Olpie dengan kebanggaan yang begitu tinggi tak mau mengakui kekalahan dan bahkan tak menerima bahwa orang ini lebih superior darinya, jika saja dia berhasil membunuh salah satu 5 potensi ini maka dia tak bisa membayangkan Yang Mulia ketika menyanjungnya lebih dari Sternritter lain dan mungkin plus bonus hadiah juga.

Olpie mengayunkan tangannya ke depan hingga membentuk tebasan angin yang menyilang tapi, Natsu membuat kedua pedangnya membentuk huruf tambah dan menahan serangan itu lalu mementalkannya ke atas karena lebih efisien agar tak ada siapapun yang terkena ini.

'Sebenarnya aku sudah memiliki berbagai cara untuk menghabisinya tapi, aku tak mengira kekuatannya sangat rendah sekali bahkan Brandish saja cukup untuk menghabisi Kecoa ini' Natsu sudah tau situasi kekuatan musuh seperti apa bahkan ini masih sebelum sebanding dengan miliknya 'dan aku fikir mereka kuat meskipun tak memiliki darah keturunan Quincy asli tapi ternyata yang ada kekuatan itu malah melemahkannya karena tak cocok'

"JAIL BORDERBREAK!"

Olpie menembakan anak panah lalu itu terpecah menjadi mirip Jaring tangkap yang siapapun pasti takkan bisa menghindari itu, Natsu hanya diam saja bahkan tak ada niatan untuk menghindar lalu pedang yang kanan mengeluarkan Reaitsu merah gelap dan menghancurkan serangan itu dalam sekali tebas.

Lelaki berkacamata ini terkejut dan heran bagaimana bisa begitu mudahnya ditangkis serangan itu dengan sekali tebas bahkan membuat efek tebasan Reaitsu yang begitu cepat sekali, Olpie menahannya dengan perisai darah Vena Blut tapi itu tidak terlalu kuat bahkan tangan kanannya langsung terpotong.

*scratttt!

"Arghhhh! Sialan! tanganku!" Olpie menjerit kesakitan memegang tangan kanannya lalu terbang menjauh karena mendesak seperti ini dan dia sadar bahwa musuhnya ini jauh lebih kuat di atasnya tapi, dia masih punya satu rencana 'yah, kita gunakan itu maka kekuatan hebat miliknya menjadi milikku' dia mengambil sesuatu dari kantungnya.

"Bankai?...Vollstanding? Ahhh tidak, terlalu boros jika hanya untuk menghabisi cecunguk sepertimu" ucap Natsu yang bersiap menghabisinya dengan sekali serang bahkan ingin segera menyelesaikan ini "ahhhh, mungkin Shikai saja cukup lah"

Olpie tersulut emosi dan berteriak penuh amarah "memangnya kau ini siapa berani bicara seperti itu!" tampaknya sifat tenangnya sudah tak bisa dikontrol karena kekalahan telak ini.

Natsu mengangkat sebelah alisnya dan terkekeh "kau ini cuma imitasi yang mengaku-ngaku sok superior dihadapan orang lain yang taunya cuma anak kecil tukang membual" dia menaruh pedang putih dan yang pedang hitam dia gores di antara dua jarinya lalu muncul percikan petir elektrik warna biru keputihan "Gemuruh besar yang menghancurkan negara, marahlah! Ryuten Kyuoken!" dia melepaskan lapal mantra Shikai lalu pedangnya tersambar halilintar yang begitu kuat sekali hingga terlihat percikan besar di pedangnya itu.

Olpie dengan pedenya menunjukan medali dan tertawa penuh percaya diri "hahahaha! terima ini setelah aku mendapatkannya, kau akan aku siksa sampai habis!" dia tak bisa membayangkan kekuatan dahsyat yang dimilikinya ketika mengambil kekuatan Natsu namun, yang terjadi malah di luar prediksi.

*krik *krik *krik *krik

Hanya terdengar suara jangkrik yang terdengar di antara mereka sementara pedang Natsu terus berkebang dan dialiri petir yang begitu kuat sekali, Olpie membuka mulutnya dengan penuh kedongkolan padahal medali ini dibuat sedemikian rupa agar bisa mencuri kekuatan orang lain bahkan menjadikan miliknya sendiri dan semua Sternritter memiliki ini buat jaga-jaga jika terjadi sesuatu tapi, malah medali itu tak bereaksi sama sekali ketika diarahkan kepada Natsu bahkan menolak.

"Bagaimana?!..." Olpie tak bisa membayangkan ini bagaimana Medali itu tak berfungsi sama sekali dan tampak keringat membasahi tubuhnya karena tekanan menakutkan ini bahkan ini seperti senjata makan tuan.

"Ohhh, jadi begitu kegunaannya pantas saja ada orang aneh beberapa hari yang lalu mendatangiku dengan cara yang sama tapi gagal" ucap Natsu bisa mengira kegunaan medali itu tapi anehnya itu tak berefek padanya seperti medali itu yang menolak untuk mengambil kekuatannya "tapi, sayangnya kau salah memilih lawan dan tak menelitinya lebih dulu hihihihi!" dia menyeringai sadis dengan kedua mata gelap tertutup rambut.

Natsu mengarahkan hantaman petir itu ke atas langit itu hingga membentuk wadah lingkaran yang tak lama langsung menghempaskan ke bawah sebuah pilar kilat yang begitu dahsyat sekali kekuatannya dan dentumannya tepat ke arah Olpie yang tak bisa bergerak itu dan mustahil bisa selamat karena daya kekuatan Natsu sangat tinggi dan bisa membunuh siapapun.

*bzzzztttt! *boooommmm!

Terdengar suara teriakan Olpie yang sangat nyaring sekali lalu tak lama suara itu tak terdengar lagi karena sambaran petir itu, lalu terlihat bekas hantaman petir yang berlubang besar dengan kepulan asap hitam karena dasarnya petir itu sedikit sama seperti api cuma cara munculnya sedikit beda.

Setelah dirasa normal Natsu kembali seperti biasanya lalu kembali menghampiri teman-temannya yang menunggu di sana dan terlihat Guru Irene tengah memberi penyembuhan pada teman-teman Seilah yang terluk karena digempur tadi, Brandish diam saja malah asyik minum mango gelatos yang entah datang dari mana, Sting malah terlihat senang dengan mata berkialuan, Seilah cukup cemas dengan teman-temannya itu, Juvia lalu memberi handuk basah.

Natsu menerimanya dengan senang hati "terima kasih"

Brandish menatap lelaki itu "selesai kah?"

Natsu menjawab "kau bisa nilai itu sendiri!"

"Tadi, itu sangat keren dan dahsyat Natsu-san!" teriak Sting dengan mata berkilauan penuh kagum dan Natsu cuma tertawa menanggapinya.

"Sungguh, kerja bagus" Irene tersenyum memujinya.

*wushhhhh!

Lalu tak lama terdengar ledakan besar dari belakang hingga membuat hempasan angin yang kuat sekali, Natsu sudah bisa menebak siapa orang yang membuat itu lalu dia hanya tertawa dan tak ada rasa takut apapun.

"Aku fikir mereka cuma membual tapi, siapa yang bakal mengira bahwa bisa menggunakan tehknik seperti itu juga" Natsu terkekeh dan dia nampaknya harus kembali bersiap lagi.

"Vollstanding huh?.." Brandish hanya mengira-ngira.

Natsu menggelengkan kepalanya "tidak, bawahnya lagi! sesuatu yang sudah tak digunakan lagi tapi masih memiliki kekuatan yang bagus"

"Oh" Brandish cuma membalas seperti itu.

"Yah, sepertinya ini orang memang aku harus penggal kepalanya" Natsu tersenyum grin lalu terbang lagi ke arah musuhnya.

"Semoga beruntung!" teriak Sting.

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

- Kastil Ishgar

Sekarang kondisi perang yang terjadi di antara dua Negara ini sudah membuahkan hasil atau terlihat jelas siapa yang bakal menang yaitu pihak yang menyerang karena sudah melakukan banyak persiapan yang begitu matang dibandingkan dengan pihak diserang.

Semua tembok perbatasan hancur total dan jebol cuma menyisakan beberapa pondasi yang masih tetap berdiri tapi itu tak bagus bagi sebuah benteng kokoh yang digunakan untuk melindungi suatu tempat, beberapa pasukan dari kedua kubu tergeletak bersimpah darah dan beberapa senjata yang tercerai berai, beberapa kendaraan terbang terbakar di tanah, dan kendaraan khusus perang terbakar total. jadi bisa dibilang ini adalah hasil yang sangat gila dari kedua kubu.

Ishgar telah kalah total benteng pertahanan yang dibuat khusus akhirnya tertembus oleh Alvarez karena berkat beberapa bala bantuan yang begitu kuat dan entah datang dari mana, dan sekarang bendera Alvarez terpampang jelas di beberapa wilayah Ishgar yang menandakan kekuasaan kepemilikan atau sudah diinvasi.

Jadi, sekarang kondisi Ishgar hampir separuh wilayahnya hancur lebur yang tinggal menyisakan asap hitam, bangunan berapi, dan puing-puing bangunan yang tersisa saja jika soal jumlah korban yang tewas sudah pasti tak terhitung jumlahnya

Kini beralih ke Kastir Ishgar yang terletak di tengah pusat Ibukota lebih tepat berada di dalam situasinya juga sama-sama gak bagus seperti yang ada di luar dengan beberapa prajurit yang mengawal raja tumbang seketika lalu yang tersisa di sini hanya dua orang yang pernah menjadi kawan dan sekarang jadi musuh yaitu dua orang Raja dari kedua Negara yang bertarung.

Toma tak bisa memungkiri bahwa seluruh pasukannya kalah bahkan bisa setelak ini dan bisa masuk ke dalam singgasananya terlebih persiapan semua prajuritnya tak begitu lengkap jika dibandingkan dengan pihak Alvarez yang sudah melakukan persiapan ini dari lama.

Tapi sang Raja Ishgar ini tak begitu cemas dan khawatir jika suatu saat kematian datang menghampirinya karena sudah siap terlebih dirinya sudah tua jadi layak sudah ada pengganti menjadi Raja selanjutnya yaitu putrinya sendiri, dan sekarang Hisui sedang bersembunyi di tempat yang aman karena jika garis keturunan selanjutnya tewas maka bisa bahaya.

"Sepertinya kau benar-benar gigih sekali yah Vred?" Toma tetap tertawa sarkas meskipun situasinya saat ini kurang menguntungkan.

"Seperti dulu, selalu membuat suasana tenang meski keadaanmu tengah tegang seperti biasanya" balas Alvredo dengan seringai grin di wajahnya dan langsung meraung marah "berhenti basa-basi! cepat beritau aku di mana kau menyembunyikan Lumen Historie sekarang!"

Toma mendecak penuh keheranan "tck! tck! dari dulu jawabanku sudah jelas tidak, meskipun kau menyiksaku aku takkan pernah menjawab pertanyaanmu itu?"

"Kau ingin mati huh?!" Alvredo mengepalkan tangannya yang penuh kekuatan dan mengancam batin lawannya.

"Silahkan, lagipula kau tau jika aku terbunuh maka dirimu takkan pernah bisa melakukannya bukan?" balas Toma dengan seringai percaya diri dan membuat Alvredo tersentak tanpa bisa membalas.

"Heh, terlihat aku tak punya pilihan lain" Alvredo menghela nafas lalu dia menjentakkan jarinya "keluarlah, kini giliranmu sekarang!" dan tak lama muncul pria berjubah tertutup mengeluarkan aura gelap menakutkan yang membuat Raja Ishgar ini berkeringat dan mundur beberapa langkah.

*wushhh!

Toma sendiri terkejut dengan hawa keberadaan yang sangat kuat bahkan dirinya tak yakin bisa mengatasi inj terlebih bagaimana bisa bajingan ini mendapatkan bala bantuan yang begitu hebat dan kerjasama apa yang dilakukan orang ini hingga figure sekuat ini mau dijadikan anak buahnya si brengsek.

Alvredo tersenyum penuh arrogant "hehehehe, reaksi takut itu sudah jelas bahwa kau benar-benar tak bisa mengalahkan orang terkuat ini jadi, aku menjalin kerjasama dengannya dan tau bahwa tau kau ini memang sedikit egois untuk dihadapi" dia sangat senang melihat lawannya tertekan penuh ketakutan.

Toma tak tau dia bakal selamat atau tidak yang terpenting baginya adalah tak menunjukan lokasi Harta hebat yang sudah dimiliki Ishgar sejak lama secara turun-temurun dari keturunan sebelumnya dan yang tidak terpenting peta itu ditemukan karena itu adalah jalan kedua untuk membukanya.

Alvredo menunjuk dengan sombong "tolong, siksa dia biar hingga menjawab Acnologia-sama" dan dengan ini dia menang seutuhnya bahkan tujuannya untuk menghancurkan beberapa Negara dengan kekuatan tak terbatas ini bisa terwujud tapi, yang terjadi sesungguhnya adalah.

*scraaaatttt!

Toma menutup mulutnya terasa darah kotor terciprat deras ke wajahnya tapi dia tak merasakan sakit apapun di tubuhnya lalu ketika membuka matanya betapa terkejutnya dia karena bukan dirinya yang terserang melainkan Alvredo sendiri oleh aliansinya itu.

"Bagaimana bisa?!" Toma tak menyembunyikan rasa terkejut dibalik wajahnya yang kotor sekali karena dada Alvredo tertusuk tangan dan terlihat tepat mengenai jantung langsung melalui punggungg belakang.

"A~c...no...lo..gi..a ba..ga...ma..na..bisa?!" Alvredo terlihat sangat ingin marah sekali namun tak bisa karena dadanya terasa sesak dan tenggorokannya sangat sulit untuk bicara lebih banyak lagi apalagi serangan critical begitu telak jadi tak bisa membalas da...sar.. PENGHIANAT!" dia terbatuk penuh darah.

Seorang pria yang pasti memiliki sifat tempramental, bengis, dan tanpa ampun, berkulit coklat matang, rambut putih gondrong berantakan, terdapat corak garis Tatto warna biru di sekitar wajahnya yang begitu rapi, mata tajam yang memiliki niat membunuh dan sangat menakutkan sekali.

Acnologia tertawa menghina "dengan keuntungan yang merugi seperti itu, kau fikir aku mau jadi anjingmu? lagipula kita ke sini dengan tujuan yang sama jadi akan sangat menyenangkan jika membasmi salah satu penghalang lebih dahulu?" dia merengganggkan telapak tangan kanan.

"KAU BAJINGAN!" Alvredo berteriak sangat marah dan tak lama dia kembali terbatuk darah.

Acnologia menatapnya dengan rendah "lihat bahkan bicara saja sulit? sungguh memalukan, lagipula sejak awal aku hanya pura-pura setuju saja dan tak lama pasukanmu sudah dihancurkan oleh anak buahku" dia melotot dengan begitu dalam dan tajam.

"KAU-!" Alvredo belum selesai bicara tiba-tiba kepalanya pecah tanpa sebab dan menyemburkan darah segar ke mana-mana.

*Crattttt!

"Sungguh serangga yang tak tau diri" Acnologia menghela nafas lalu matanya tertuju pada Raja Ishgar untuk saat ini

Toma tau situasinya dalam sangat berbahaya tapi dia tak bisa berbuat banyak mengingat lawan yang dihadapi memiliki kekuatan gila dan hanya membunuh Alvredo dengan sekali jentakan jari bahkan jika dia melawannya sama ajah dengan mati namun, melihat keadaan sekarang Toma seperti memakan buah Simalakama yang mana tak ada yang membuat untung.

"Jadi, kau mau buka mulut sekarang?" Acnologia memberi penawaran.

"Sudah kukatakan padamu aku takkan memberitau lagipula cepat atau lambat kau pasti akan tau sendiri" jawab Toma yang menutup matanya pasrah setidaknya jika ini akhir hidupnya, dia bisa tidur dengan penuh kebanggaan hingga akhir hayat.

Toma bisa berharap siapapun dapat menghentikan orang ini karena sangat berbahaya dan sangat kuat sekali apalagi jika ditambah mendapatkan Lumen Historie maka tubuhnya akan abadi tak bisa dibunuh, jadinya dia ingin seseorang membunuhnya meski tak bisa memerintah langsung dan dia ingin mati dengan damai agar putrinya tak terlalu menangisi kepergiannya karena Hisui adalah calon penerus jadi Raja selanjutnya.

'Selamat jalan Hisui, ayah akan menyusul ibumu jadi semoga kau tetap bahagia' Toma tersenyum dan sebuah air mata yang membasahi pipinya.

"Wasiat terakhir heh? baiklah akan aku buat tanpa rasa sakit" Acnologia menjentakkan jarinya lalu.

*cruattttt!

.

.

.

.

.

- Huenco Mundo

Natsu kembali lagi setelah tau musuhnya hidup lagi tapi dia merasa ada sedikit kekuatan tambahan dari lelaki itu yang agak kuat jadi, ini bisa dibilang mode mengamuk jika dalam kondisi terdesak dan Reaitsu ini bisa dibilang milik Hollow tapi, bagaimana bisa? karena Reisi dan Reaitsu Hollow tak bisa menyatu seperti Air dan Minyak.

"Ohhhh, apa ini sebuah perubahan kah?" Natsu mengangkat sebelah alisnya tertarik dia merasakan Reaitsu Hollow yang begitu mendominasi dalam tubuh musuh itu tapi masih sedikit bisa merasakan Reisi meski kecil dan seperti ingin menghilang.

Olpie muncul dari balik asap itu dan dilihat perubahan fisiknya benar-benar berubah, tubuh kurus kering berubah menjadi kekar dengan banyak urat menonjol, tangan kiri yang dilapisi pemukul besi keras, di tangan kanan memegang pedang panjang, pupil yang berubah kuning keemasan, empat sayap Jangkrik di punggung dengan tambahan dua tentakel mata, dan topi Bintang di atas kepalanya dan yang terpenting sebuah lubang kosong di dadanya.

"Kau terlihat lebih menyedihkan dari sebelumnya" Natsu tersenyum mengejek.

"Kita lihat siapa yang bakal menyedihkan sekarang" balas Olpie tak ikut terbawa provokasi.

Natsu menyadari orang ini bertambah kuat tapi tak ada yang tau seberapa kuatnya jika dicoba lalu tak lama dia menghilang cepat dalam kedipan mata saja dan Olpie tak bergerak dari posisinya lalu.

*trang!

Natsu sudah muncul di samping sambil mengayunkan pedangnya yang saat itu juga Olpie sudah mengatisipasi dengan tangan kerasnya menahan itu, lalu menyabetkan pedangnya secara vertikal. Natsu menunduk menghindar cepat karena berbahaya sekali lalu mundur.

Olpie langsung mengejar musuhnya dan mengayunkan tinju besar dan kuat sekali, lalu Natsu menyilangkan kedua pedangnya menahan tinju kuat itu hingga terdengar suara 'trang' lagi.

"Ho, boleh juga" Natsu memuji kekuatan daya tahan tubuhnya tapi tau ini takkan bertahan lama apalagi memaksa kekuatan Hollow menyatu paksa dengan manusia karena hanya akan merusak tubuh, lagipula dia juga perlu waktu 3 tahun untuk bisa mengontrol sepenuhnya dan tak di luar kendali lagi.

"Kau meremehkanku bocah!" balas Olpie dengan grin dan cukup terkejut padahal sudah bergabung dengan Hollow terkuat tapi tak bisa menghempaskan anak ini meski posisinya sedang bertahan.

Natsu melihat tangannya yang memiliki beberapa lubang kecil sedikit mengeluarkan percikan cahaya dan tak lama menjadi besar hingga menghempaskan energi ledakan tapi beruntung lelaki berambut pink ini cepat ambil tindakan untuk menjauh.

"Lumayan, juga kau membuat sedikit keseriusan" Natsu melekukkan kedua tangannya dan mengumpulkan Reaitsu di kedua pedangnya.

"HADO 45 : DAIZEN RYUUTENMARU!"

Natsu memutar tubuhnya sambil mengayunkan pedang hingga membuat tebasan angin gelap yang berupa sekumpulan bulan sabit besar tak beraturan dan sangat kuat sekali, Olpie menahan kekuatan itu dengan tangan kirinya sebesar itu dan mencoba menyerapnya lagi dengan medali, siapa tau dia bisa menggunakan sepertiga kekuatan 5 potensi ini.

*krakkk!

Olpie melihat ini sebuah masalah karena serangan sekuat ini tak berhenti bahkan meskipun ditahan yang ada tangan kirinya hancur buktinya terdengar suara retakan, jadi memang pada kenyataanya kekuatan orang ini tak bisa ditembus jadi tak heran Yang Mulia mewanti-wanti tentang orang ini karena kekuatannya begitu banyak dan belum terekspos semuanya.

Olpie melihat ini sudah tak bisa ditahan lagi dan tangan kirinya memercikan cahaya dan langsung mengeluarkan ledakan besar karena kekuatan seperti itu terlalu riskan untuk ditangkis tapi, sebuah salah perhitungan yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.

*cratttt!

Siapa mengira tebasan seperti itu bisa sangat kuat sekali bahkan jika diadu dengan kekuatan saja masih tetap menang kekuatan Natsu dan hasilnya tangan kiri Olpie langsung putus seketika tanpa berkedip sama sekali lalu pria berkacamata itu berteriak kencang.

"ARGHHHHHHHHHH!"

Natsu melihat tak ada darah mucrat dari tubuhnya, seperti yang diharapkan dari seseorang yang sudah bercampur dengan Hollow atau tubuhnya sudah dikendalikan penuh, karena dasarnya Hollow itu cuma Roh orang-orang mati yang tak bisa ke alam lain dan belum disucikan. Hal yang sama pernah terjadi waktu melawan Jackal saat menyelematkan Juvia.

"Sial! Sial! Sial! Sial!" teriak Olpie sangat sial sekali meski tak ada darah tubuhnya benar-benar sakit sekali bahkan ini lebih parah dari sebelumnya "bagaimana bisa dia sangat kuat?! padahal aku sudah bergabung dengan mahluk ini! seharusnya aku lebih kuat sekarang!"

*srattt!

Olpie tak fokus dalam pertarungannya akhirnya dimanfaatkan moment ini oleh Natsu dan akhirnya tenggorokannya tertembus sangat dalam oleh ledang panas hingga membuat pria berkacamata ini karena sebuah serangan dadakan yang tak bisa diprediksi.

Olpie menoleh ke belakang dengan suara serak "kau...bagaimana... bisa?!" dia tak tau harus bereaksi seperti apa bahkan bicara saja sudah sangat kesulitan apalagi menyerang jadi dia diam dan menunggu suaranya habis.

Natsu mengepal pegangan pedang "jika kau itu Quincy seharusnya mengerti istilah 'membunuh di balik bayang' bukan?" dia mendorong lebih dalam lagi memastikan agar orang ini tak bergerak lebih jauh atau membuat serangan balik dadakan "percuma saja bergerak, aku sudah menyerang pusatnya jika bergerak maka kepalamu putus"

"Kau...tau...kan...jika...ini...belum...berakhir?" Olpie dengan suara terbata dan nafas yang mulai serak.

"Tapi, setidaknya peganggu dimusnahkan itu akan berkurang masalah" balas Natsu yang terpancing ancaman receh seperti itu lalu menebas lehernya seketika hingga membuat Olpie tergeletak tak bergerak yang menandakan mati.

Setelah dicek musuhnya sudah sepenuhnya mati Natsu kembali seperti semula, dia fikir setelah bergabung dengan Hollow tadi bakal bertambah kuat tapi karena Reaitsu itu yang mulai menggorogoti tubuh alhasil tak dikendalikan lagi jadi jiwanya hancur ditambah Reisinya tak bisa membantu malah menjadi Racun.

*sringg!

Natsu mendapat komunikasi sihir lewat telinganya "halo, di sini Natsu ada sesuatu yang terjadi Sensei?"

"Kau sudah selesai sekarang Natsu? atau kau masih kesulitan menghadapinya?!"

"Memang ada apa?" Natsu bertanya balik dan terdengar sangat serius sekali dari ibu Erza ini dan sangat mengkhawatirkan.

"Tidak ada waktu, kau harus kembali sekarang semua orang di Ishgar butuh bantuan!"

"Memang apa yang terjadi?!" Natsu memasang wajah cemas dan dia ingin tau apakah sesuatu buruk terjadi di dunia manusia selama dirinya masih di sini dan yang mengkhawatirkan adalah adiknya itu.

"Sensei dengar dari Anna, bahwa saat ini Ishgar tengah diserang oleh Alvarez dan kelompok ini juga tampaknya yang kerja sama dengan Negara ini"

"Sialan! bagaimana caranya aku ke sana!?" Natsu meraung jengkel dan emosi sekali, dia berharap Wendy baik-baik saja apalagi jika mendengar berita seperti ini siapa yang tak emosi pula.

"Aku akan buat gerbang teleportasi sementara di langit jadi, kau harus cepat karena itu tak bisa tahan lama"

"Lalu bagaimana dengan Sensei?" Natsu bertanya

"Kita baik-baik saja di sini lagipula tugasmu sudah selesai jadi, yang dilakukan cuma mengobati orang-orang terluka apalagi di sini Seilah jadi, santai saja"

Dan tak lama muncul sesuatu terbuka lebar Natsu tau itu adalah gerbangnya lalu terbang cepat ke dalam jalan penghubung dimensi itu karena tau tehknik ini tak bisa bertahan lama namun, dia merasakan sesuatu mengancam lalu ada serangan cepat seperti panah dan beruntung dia menghindar.

" WHAHAHAHA AKU TAK BISA BIARKAN KAU PERGI BEGITU SAJA!"

Natsu melihat itu ulah Olpie lagi yang hidup kembali tapi fisiknya sudah banyak berubah malah jadi monster Hollow yang menjijikan, tampaknya monster itu sudah mulai menggerogoti dan mengambil alih tubuhnya sebelum mati jadi cuma kemarahan saja yang terasa olehnya.

Apalagi jalan keluar menuju dunia manusia terhalang penjara yang dibuat Olpie jadi Natsu tak ada pilihan lain untuk menghancurkan orang ini tanpa tersisa, ditambah dia tak punya banyak waktu jadi pakai Bankai adalah cara tercepat.

"Tck, benar mengganggu"

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

- Fiore Academy

August duduk tenang saja di kantornya sambil menatap ke jendela ruangannya melihat suasana tempat tinggal lahirnya saat ini benar-benar gila dan penuh kekacauan berkat Negeri Tetangga yang tak pernah senang jika belum mengambil harta berharga Ishgar ini karena kekuatannya memang sangat berbahaya dan di luar wajar.

Meskipun tak bergerak tenang tapi wujud fisiknya yang berubah menjadi coklat, tanda garis-garis di wajahnya menandakan bahwa perasaan hatinya berkebalikan dengan sikapnya namun dia belum bergerak karena baginya belum saatnya bergerak.

*open

August membuka matanya dengan hembusan nafas berat "jadi, kau akhirnya muncul juga bocah berandalan" suara dia berat menahan emosi meski usianya sudah tua tapi kekuatannya jangan pernah diremehkan.

*bruakkkkk!

Sebelum August beranjak dari posisinya sesuatu seperti terbang kemari tembus ke dalam sekolah hingga masuk ke ruangannya, dilihat itu adalah seseorang yang sengaja dilempar dari arah jauh hingga menghantam tembok sekolah, dan juga kondisinya terluka parah jadi cuman ada satu kemungkinan yaitu tengah bertarung dan akhirnya kalah.

"Hahahaha! sungguh sangat menyenangkan bisa menghajar anak-anak bau kencur yang sok hebat di sini"

August tak menggubris suara menggelegar besar sebagai pendatang ancaman malahan dia melihat ke arah orang yang dilempar itu jika, dilihat dari pakaian yang dikenakkan adalah salah seorang anak didik dari muridnya. lalu tak lama matanya mendelik tajam kepada orang pendatang yang seenaknya masuk ke sini.

Di sana seorang pria besar tinggi, dengan tubuh gendut, memakai pakaian serba putih, dengan brewok lebat dan kumis tebal yang menyatu, rambut coklat seperti bentuk setengah bintang, jika dilihat dari jauh mirip seperti seekor Kera.

"Whoaa! pak tua, namaku Discroll Bercy Sternritter O atau tentangku adalah aku bisa menjadi lebih kuat jika mengalahkan musuhku" ucap Pria itu dengan tertawa senang meskipun tak tau siapa sosok di hadapannya ini "hei, jika kau berniat melindunginya maka aku akan melakukan hal yang sama terhadapmu" dia menunjuk dengan mengancam.

August seseorang veteran perang hal seperti ini takkan pernah bisa mengancamnya lagipula bocah ini cuma cecunguk besar omong saja di hadapannya.

"Baiklah kau yang memaksaku untuk ini" ucap Bercy memutar jarinya lalu tak lama benda-benda mati yang ada di sekitar melayang dan akhirnya memiliki mata dengan mulut seolah benda-benda itu sudah diberi jiwa "dan tampaknya aku mengambil ini dari salah satu muridmu jadi, bagaimana rasanya perasaanmu huh?"

"BAYLON FORMATION BOOSTER!"

benda-benda mati itu akhirnya menembakan sihir laser panjang yang secara terus menerus menyerang August tanpa henti bahkan itu seperti tak memberi kesempatan lawan setidaknya untuk bernafas saja.

"Hahahaha! bagaimana rasanya hebat bukan?! aku benar-benar menghancurkan mereka yang waktu itu memasang wajah putus asa" Bercy tertawa sangat bahagia sekali dan serangan yang diambil dari seseorang terus menembaki August tanpa berhenti "ini, sungguh sangat menyenangkan sekali hihihi!"

*tak *wushhh!

Bercy sangat terkejut melihat semua benda-benda ini langsung mati kembali seperti normal "apa bagaimana mungkin?" dia mengecek Medali tak ada yang rusak atau bermasalah tapi semuanya normal dan dia menoleh ke August "mustahil?!" dia sangat shock karena kakek tua itu baik-baik saja tanpa tergores sama sekali.

August memberi glare begitu dalam membuat Bercy sedikit merinding "kau di sini memiliki tiga kesalahan yang terpenting" dia mengetuk tanah dengan tongkatnya lalu tak lama muncul aksara dan pola sihir yang begitu rumit di sekitar Bercy.

"Sialan kau pak tua!" Bercy mengerang sangat marah tapi tanda-tanda ini memaksanya untuk diam tak bergerak bahkan sangat sulit mengeluarkan kekuatannya karena seperti ada yang menekan dan dengan mata melotot penuh kemarahan "AKAN AKU BUNUH KAU!"

"pertama aku ini dulu memiliki julukan Raja sihir yang mana semua jenis sihir aku sudah mengetahui semuanya" ucap August mengangkat kedua tangannya "kedua aku tau segala kelebihan dan kelemahan semua jenis sihi dibidang apapun termaksud kekuatan dirimu" lalu perlahan pola sihir yang di sekeliling Bercy mulai memaparkan cahaya terang.

"SIALAN!" Bercy dengan mengamuk dan sekuat tenaga berusaha keluar tapi hasilnya sia-sia.

"Dan yang terakhir, kau sudah salah memilih lawan dan menyakiti murid-muridku!" August meraung sangat marah hingga urat-urat muncul di dahinya, matanya memerah gelap menandakan dia melepaskan semua amarah yang tadi ditahan begitu lama.

"FORBIDDEN DEAD SKY!"

August melepaskan mantra lalu tak lama muncul sesuatu berkilau dari atas langit dan tak lama muncul hempasan ledakan sihir yang sangat besar sekali menghantam ke bawah tepat mengenai Bercy yang sama sekali tak mungkin bisa menghindar.

Tubuh Bercy perlahan terbakar hangus hingga tak tersisa lagi dan akhirnya membuat efek ledakan yang meluluh lantahkan bangunan yang ada di sekitar jadi rata dengan tanah.

*jduarrrrrr!

Dan setelah itu semuanya selesai yang hanya menyisakan August beserta bekas sihirnya yang luar biasa itu sedangkan Bercy musnah tak tersisa sama sekali dan dia menatap langit.

'Kemarilah Acno, aku tunggu kau di sini'

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Dan cuttt akhirnya kita selesai lagi untuk chapter ini dan sangat menegangkan meskipun ada kata-kata yang aneh atau kurang baku jadi, yang mau lihat update tetap stay Follow dan Favorite yah!

Pm

RnR