Seoul, Korea Selatan
Pukul 10: 20 am.
"Baiklah! kita siap pergi ke Hongkong! kita sudah mendapatkan alamat rumahnya Kai'sa"
Ahri menutup koper dan langsung mendorongnya keluar dari kamar. setelah mendapatkan alamat rumah Kai'sa, mereka akan bersiap pergi pagi ini menuju Hongkong. bahkan Ahri sampai harus menggunakan 4-6 kopernya untuk dibawa pergi.
"Oke Ahri, kau ini mau minggat apa mau berkunjung kerumahnya Kai'sa?" tanya Evelynn.
"Hei! kita ke Hongkong sekalian liburan!" sahut Ahri, mendorong kopernya lagi sampai ke tengah-tengah ruang.
"Kau ini semangat sekali" sahut Evelynn, masih sibuk mengemas pakaiannya kedalam koper mewah berwarna emas.
"Karena ini adalah kesempatan bagus untuk bertemu Kai'sa secara langsung. jadi, terimakasih pada managerku yang bekerja cepat!" ucap Ahri, langsung duduk di sofa.
Evelynn menutup koper, dia melirik pada Ahri yang duduk di atas sofa sebelahnya. "Hei? apa menurutmu Kai'sa mau menerima ini? maksudku... kita datang ke rumahnya di Hongkong, ini seperti kita lagi ngejar dia"
"Kita akan culik dia" Ahri tersenyum miring.
Evelynn memutar bola matanya dengan malas. "Oooohh bagus, menculik lagi. kau ini benar-benar ingin menculik orang lain yah"
"Setidaknya, menculik untuk kebaikan KDA!" tambah Ahri lagi.
"Baik, baik... kita akan pergi. kapan pesawat berangkat?" tanya Evelynn.
"Kita akan berangkat pukul 11:40 pagi dari sini, masih ada waktu. tapi kurasa lebih baik kita ke bandara sekarang" sahut Ahri, dia berdiri dan mengambil koper-kopernya.
Evelynn membuka chat di ponselnya lagi. Kai'sa tadi menghubunginya lewat pesan dan mengatakan bahwa orang tuanya sudah tahu jika dia dan Ahri akan segera datang.
'From : Kai'sa
Evelynn, aku sudah memberitahu orang tuaku bahwa kalian akan segera datang kerumah. kalau kalian tiba di Hongkong, segera kabari aku. kalian bisa datang kerumah pukul 7 malam, kalau kalian tidak keberatan, kalian ingin menu makan malam apa? nanti biar aku dan ibuku yang memasak. jangan khawatir, anggaplah ini sebagai bentuk menyambut kalian berdua, sampai bertemu nanti~'
"Ahri, Kai'sa mau memasak makan malam untuk kita nanti disana, kau mau apa?" tanya Evelynn.
"Aku mau dimsum, lo mai gai, mie wonton, bakso ikan dengan kari dan agar sebagai hidangan penutup!" jawab Ahri, wajahnya berubah jadi emoji uWu.
"Ahri! kita kerumah Kai'sa, bukan ke restoran. jangan bikin keluarganya Kai'sa repot memasak makanan hanya untukmu!" Evelynn protes.
"Tapi dia sendiri yang menawarkan itu pada kita kan?" tanya Ahri lagi.
"Setidaknya orang tuanya Kai'sa tahu kita akan datang. menurutmu, artis seperti kita bakal di terima oleh mereka?" tanya Evelynn.
"Tentu saja, siren! kita ini artis, orang bodoh mana yang tidak mau menerima artis hebat seperti aku?" tanya Ahri.
"SEPERTI KAU?" Evelynn bertanya balik, nada suaranya agak menekan.
"Iya kan?"
Evelynn tertawa sarkas. "Haa! artis seekor rubah bau sepertimu mana mungkin di terima orang!"
"Hhahahah! baiklah, tapi jika kau memikirkan lagi, sebenarnya kita nganggur lho"
Evelynn langsung terdiam.
nganggur?
Oh tidak, kalimat ini terdengar singkat, namun mengerikan. Evelynn bukan artis yang menganggur...
"Berhenti mengucapkan itu, kucing! aku tidak pernah menganggur! TIDAK untuk jutaan tahun!" Evelynn mengetus kesal.
Ahri menatapnya dengan ekspresi setengah meledek. "Kau sendiri belum membuat album terbaru kan?"
"BACOD!"
Evelynn hendak melempar koper ke arah Ahri.
"HEI! JANGAN MEMBUNUHKU DENGAN KOPER!"
XXX
Hongkong
pukul 09:21 am
Untuk hari ini, Kai'sa mulai sedikit tenang.
Pertama, dia senang kalau Ahri dan Evelynn akan segera datang langsung kerumahnya, kedua, syukurlah ayah dan ibunya mau menerima kedatangan mereka. dan ketiga...
Ehmm tunggu
Kai'sa baru sadar kalau dia belum membuat keputusan kontrak dengan bos management yang kemarin. tapi Kai'sa ingin melupakannya sejenak. setidaknya, untuk hari ini saja. dia mengenakan kaus putih biasa dengan celana longgar berwarna abu-abu gelap. rambut hitamnya di ikat dengan gaya ponytail . langkah kakinya terus berjalan menuju ruang practice. dan di saat yang tepat, para kru dancer langsung mengerumuninya.
Wow, dia seperti akan di wawancarai para wartawan.
"Kai'sa! Kai'sa!"
"AHRI DAN EVELYNN AKAN DATANG KE HONGKONG?" tanya teman-teman dancernya.
Kai'sa berkedip heran. "Ehhh? bagaimana kalian tahu?"
"Aku melihat insta stornya Ahri! dia dan Evelynn sedang berada di bandara dan akan menuju kemari!"
"Iya! aku tidak tahu kalau mereka akan mengadakan konser!?"
Oh?
Kai'sa terkekeh dalam hati. sebenarnya kedatangan mereka berdua adalah untuk menemui dirinya. tapi, sepertinya dia harus memberitahu ini pada kru dancernya.
Kai'sa mengangguk cepat. "Tentu saja! mereka yang berinisiatif datang kemari. mereka akan menawarkan kontrak untukku juga"
"Woaahh! ternyata itu sungguhan ya"
"Yaahh, penyanyi sekelas diva seperti Evelynn dan popstar seperti Ahri, itu jarang sekali inisiatif datang jauh-jauh"
"Kau yakin Kai'sa?" tanya Lee. "Management lain juga menawarkanmu kontrak. kau sendiri belum memutuskan lho"
Kai'sa agak terdiam. melihat semua mata yang sedang mengamati dirinya dengan ekspresi penasaran bercampur rasa heran, dia menghela nafas ringan. dia tahu, mungkin akan sulit menjawab pertanyaan tersebut.
"Aku tahu, tapi aku ingin menyelesaikan semuanya. jangan khawatir, begitu aku dan Evelynn bersama Ahri sudah membicarakan ini, aku akan memberitahu hasilnya pada kalian" jawab Kai'sa.
"Hasil apa? kau akan bergabung dengan mereka?" tanya salah satu temannya.
Kai'sa terdiam lagi.
"Hei! bukannya aku bermaksud... yaahh kau tahu? Evelynn itu... orang yang buruk. apa dia mencoba mempengaruhimu?"
"Bahkan sampai repot-repot datang ke Hongkong? apa urusannya denganmu Kai'sa?"
"Ya, ada apa?"
Kai'sa mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, tangan kanannya meremas botol, dia tidak tahan dengan pertanyaan-pertanyaan itu. seolah berbicara dengan sang diva Evelynn dan popstar Ahri adalah sebuah kesalahan besar.
"Aku mohon pada kalian, berhenti mengira kalau Evelynn itu buruk, oke? tenang. aku bisa atasi ini semua... tidak akan ada masalah sama sekali. tapi aku minta, kalian jangan menghalangiku untuk berbicara dengan Evelynn dan Ahri. yang berhak memutuskan kontrak yang akan dipilih adalah aku. dan hanya aku yang dapat mementukan itu, kalian paham?"
Semuanya terdiam.
Itu memang benar, Kai'sa punya pendirian tersendiri.
"Perjalanan dari Korea ke Hongkong hanya butuh waktu 2-3 jam. tapi ku rasa, setelah dari bandara mereka akan menginap dulu di hotel, jadi... aku tidak akan memaksa mereka repot-repot datang langsung kerumahku" tambahnya lagi, Kai'sa langsung membuang botol ke tong sampah dan berjalan ke area tengah ruang practice.
"Ayo! kita masih harus berlatih!"
"Yo Kai'sa!"
Oh tidak..
Dia lagi...
Ah bukan, mereka...
Bos yang kemarin, sekarang dia membawa tiga orang (sepertinya jajaran managementnya) datang ke ruang practice. dia memberi senyum ramah seperti biasa.
"Kemarin kau belum memutuskan lho, bagaimana dengan sekarang?" tanya dia lagi.
Kai'sa berdehem. "Maaf tuan, aku sedang sibuk hari ini. dan lagi, aku akan kedatangan tamu dari Korea, mereka berdua akan segera datang kerumahku jadi... aku tak punya waktu untuk membicarakan kontrak yang kemarin belum kita selesaikan. jadi... kalau kau tidak keberatan, bisa besok?"
"Kalau besok kau sudah harus bertemu dengan member grupnya, Kai'sa. kau akan berkenalan dengan mereka" tambah orang yang di sebelah si bos management.
"A-apa..." Kai'sa jadi terdiam.
"Nah Kai'sa" Lee ikut menyahut, dia menepuk-nepuk kedua bahu si wanita jangkung tersebut dengan ekspresi meyakinkan. "Kami akan memberimu waktu untuk membicarakan kontrak dengan mereka, jadi semoga beruntung!"
"Ta-tapi tuan Lee! hari ini aku masih harus membuat koreogra-"
"Ohh itu bisa nanti!" tambahnya lagi, memotong kalimat. "Aku akan atur semua koreo tariannya Kai'sa, sekarang kau punya waktu untuk mengobrol!"
Kai'sa tak bisa berkata lagi, sekarang dia terpaksa harus mengikuti bos management yang menuntunnya keluar dari ruang practice.
astaga... ini akan berat
.
.
.
"Kai'sa, kudengar kemarin kau belum memutuskan?"
Kai'sa terdiam. dia duduk dengan tubuh yang kaku dan penuh keringat kebingungan. sekarang dia menghadapi dua petinggi management besar. apa yang harus ia lakukan...?
"A-aku... maaf" Kai'sa menunduk. "Tolong beri aku waktu, masalahnya... aku sedang ada suatu urusan yang harus di selesaikan"
"Apa itu?"
Kai'sa menelan ludahnya dalam-dalam, agak gugup dan matanya berusaha menghindari kontak mata dari sang petinggi management.
"Kalian tahu Evelynn dan Ahri? sang bintang Diva dan penyanyi Pop?" tanya Kai'sa.
"Evelynn dan Ahri?" tanya si bos.
Kai'sa mengangguk cepat. "Iya! tentu saja, Evelynn dan Kai'sa akan datang kesini. mereka juga menawarkan kontrak grup idol untukku, jadi... beri aku waktu untuk berbicara dengan mereka"
"Kai'sa, kami sudah memberi tenggat yang cukup lama. seharusnya kau sudah bergabung dengan management kami sejak kemarin, jika kau belum memutuskan... maka kontrak ini sepenuhnya akan di batalkan" jelas si bos, tangannya langsung menaruh lembaran kertas di atas meja.
Kai'sa terkejut, sekarang dia semakin panik.
"A-apa?! kalian akan... membatalkan kontraknya!?" tanya Kai'sa.
"Iya, karena kita tak bisa memberimu waktu lagi nak, keputusannya sudah harus minggu ini. kita tak bisa lama-lama menunggu, debut grup idol bentukan kami akan debut dalam waktu dekat dan mustahil bagi kami untuk mencari dancer lain"
Kai'sa menghela nafas berat, ini akan semakin sulit...
"Aku mengerti, aku memahami kecemasan kalian karena terlalu lama menunggu keputusanku. tapi, masalahnya sekarang ada Evelynn dan Ahri, mereka akan datang menemuiku langsung malam ini dan kami akan membicarakan sebuah grup bentukan mereka" jawab Kai'sa.
Si bos mengernyitkan dahi. "Lalu kau mau bergabung dengan mereka?"
Kai'sa agak mengangkat tangannya, membuat gestur menahan diri. "Belum, tapi aku perlu berbicara dulu dengan mereka. jadi beri aku waktu du-"
"Kai'sa, waktumu sudah habis. tanda tangan kontrak ini sudah menunggumu" sahut si bos, langsung memotong kalimatnya Kai'sa.
Kai'sa berkedip cepat, sungguh tadi barusan si bos ini agak menekan nada suaranya?
"Bukankah kalian sudah janji akan memberiku... kesempatan?" tanya Kai'sa lagi, kali ini suaranya agak terdengar polos.
"TANDA TANGAN, di lembaran ini" kata si bos lagi.
Kai'sa terdiam.
"Jadi, segera tanda tangan ini..."
XXX
Di pesawat
Evelynn menyandarkan kepalanya ke sisi jendela pesawat. pasang matanya sibuk menonton sebuah video musik hip-hip di layar ponselnya yang masih error akibat tumpahan kopi. ini adalah kesekian kalinya bagi sang Diva mulai tertarik dengan lagu-lagu bergenre Hip-Hop, terutama untuk rapper.
Rapper? iya
Rap adalah salah satu dari elemen budaya Hip-hop. Rap merupakan teknik vokal yang berkata-kata dengan cepat, sementara pelakunya disebut Rapper.
Evelynn sendiri tidak mengerti mengapa dia mulai menyukai tipe penyanyi Rap. Ahri sempat menyinggung bahwa setelah KDA menemukan lead dancer, maka langkah berikutnya adalah mencari seorang lead Rapper. jujur saja, bagi sang pemilik berjuluk Diva sendiri belum bisa menebak kira-kira siapa yang akan jadi rapper untuk grupnya nanti. dia sudah mengambil Kai'sa sebagai kandidat lead dancer KDA, tapi untuk Rapper? itu akan sangat sulit.
Ada beberapa dari mereka viral karena keunikan dalam bernyanyi. tapi Evelynn merasa, keunikan tersebut tidak semuanya dapat bertahan lama, apalagi ketika orang-orang tersebut nantinya akan berjuang dalam dunia industri musik yang... (kejam) dalam artian mereka akan mendapatkan persaingan yang tidak sehat, semua cibiran dan kritik tak sehat dari netizen, mata cctv para Paparazzi, dan belum lagi rumor skandal yang di buat-buat media.
Dan tentu saja, bagi artis pendatang baru, ini akan jadi tantangan yang sulit.
Terlalu banyak orang berbakat di dunia ini, tapi sedikit dari mereka yang memiliki keunikan yang ikonik.
Menghela nafas lagi, Evelynn mengambil gelas susu coklatnya dan menyesap sedikit untuk menenangkan pikiran.
"Oy Succubus jelek" sahut Ahri.
Evelynn memutar bola matanya dengan malas. "Oke kucing sialan, berhenti mengejekku"
Ahri langsung duduk di sebelahnya, sambil menaruh nampan makan siang. "Aku langsung menghampiri pramugari di belakang dan meminta susu untuk serealku"
"Apa? ini kan waktunya makan siang, kenapa kau makan sereal?" tanya Evelynn, bingung.
"Suka-suka aku lah!" ketus Ahri, dia mengambil sumpit.
"MAKAN SEREAL PAKE SUMPIT? YANG BENER AJA AHRI?" bentak Evelynn.
"Heeeiii! makan itu ada etikanya lho" sahut Ahri, tersenyum lebar. ekornya mengibas-ngibas begitu cepat.
Evelynn sampai menggaruk-garuk kepalanya sendiri. dia bersumpah, punya teman paling bodoh sedunia yang kini duduk di sebelah bangkunya. Evelynn mengambil sampul majalah dan langsung menutup muka.
"Aku tidak mau ngaku kalau punya teman seperti dirimu!" ucapnya lagi.
Ahri iseng meninju bahu si Diva, dia hampir tertawa. "Eve! semua orang tahu kalau aku berteman denganmu, hahahahaha!"
"Ckk BERISIK!"
Ingin rasanya loncat saja dari pesawat.
"Hei, video apa yang kau tonton?" tanya Ahri.
"Hanya video rapper yang berisik dan tak jelas" ketus Evelynn, langsung mengeluarkan akun Youtubenya.
"Heeeiii! aku sepertinya kenal rapper yang tadi sempat berputar di ponselmu, Eve!"
"Bodoh, kita saja belum mendapatkan lead dancer, jadi jangan pusing-pusing mencari rapper sekalian!"
"Bukan! maksudku, yang itu!" sahut Ahri, jarinya menunjuk-nunjuk ke arah layar ponsel Evelynn.
"Ini bukan siapa-siapa! berhenti mengangguku! kau masih harus mengganti ponsel baru untukku!" ketus Evelynn, langsung memasukkan ponselnya ke dalam tas.
Ahri tetap tersenyum santai. "Kau akan mencarikan rapper untuk grup kita, Eve"
"Bagaimana kalau rappernya kau saja, Ahri? kau kan bawel, aku yakin semua fans suka akan bacotan tak bergunamu" ucap Evelynn, sekarang matanya memicing tajam pada si rubah di sebelahnya.
Ahri langsung cemberut. "Kau ini tidak membantu, Evie"
"Berhenti memanggilku Evie!"
"Mulai sekarang ku panggil kau Evie!"
"HENTIKAN!"
"SSSSSHHHHHHHHHHHHH"
Ups, bentakan Evelynn mendapatkan sahutan dari beberapa penumpang yang resah melihatnya.
Evelynn benar-benar malu, kalau bukan Ahri yang membuatnya kesal begini, sudah pasti dari tadi dia bertingkah tenang.
"Ggggr setelah turun dari pesawat, akan ku lempar pantatmu ke tengah bandara" desis Evelynn.
Ahri terkikik geli. "Baiklah! Evie~"
"GGGRRRR..."
.
.
.
Hongkong
pukul 14:35 pm.
Hari ini cukup melelahkan...
Setelah pesawat melakukan landing di bandara internasional Hongkong, akhirnya mereka tiba...
Sambil menarik kopernya, Ahri membuka ponselnya kembali dan membaca alamat rumah yang diberikan Kai'sa kemarin. langkahnya begitu cepat hingga membuat si Diva nyaris tertinggal di belakangnya.
"Oy rubah! jangan buru-buru! aku tidak bisa menyusul langkahmu!" seru Evelynn, masih berusaha menarik dua kopernya menyusul langkah Ahri.
"Kita harus buru-buru Evelynn! nanti Kai'sa akan di ambil management lain!" sahut Ahri.
Evelynn berdecak kesal, dia langsung menghela nafas lelah. "Uggghh! terkadang kau ini menyebalkan!"
"Rumahnya Kai'sa tak terlalu jauh dari pusat kota di Hongkong! aku jadi tak sabar segera menemuinya!"
"Jadi... kita harus ke hotel dulu?" tanya Evelynn.
"Tentu saja! tapi sebelum ke hotel, bagaimana kalau kita Shopping?" tanya Ahri lagi.
Evelynn menaikkan sebelah alisnya. menatap teman rubahnya dengan ekspresi agak heran, namun ia tersenyum kecil dan sedikit menggelengkan kepalanya. "Kita baru sampai di bandara, kau tidak ada lelahnya ya?"
Ahri memberi cengiran khas yang selalu jadi ikon dirinya. "Woiya dong!"
"Tapi kurasa, kita harus ke hotel dulu, baru sorenya kita bisa belanja. sekalian langsung datang kerumah Kai'sa. kau mau?" tawar Evelynn.
"Hei! itu ide bagus!"
"hmmm..."
Evelynn membuka notif ponselnya lagi. tidak ada pesan apapun dari Kai'sa.
'Kemana anak ini?'
Sebenarnya tidak begitu aneh kalau Kai'sa tak memberi pesan lagi. tapi Evelynn merasa, mungkin Kai'sa masih sibuk dengan latihan dance-nya. yaahh, mungkin untuk seorang Juara kompetisi dance yang dia menangkan membuat wanita jangkung tersebut mendapatkan banyak job besar.
"Oy Ahri" Evelynn memanggil.
Ahri menoleh, mengangkat kacamatanya. "Ada apa?"
"Menurutmu, apa Kai'sa benar-benar menginginkan ini?" tanya si berjuluk Diva tersebut.
Ahri mengedipkan sebelah mata dengan ekspresi yakin. "Kau tidak boleh meragukan calon dancer kita, Eve. Kai'sa pasti yang terbaik untuk grup kita"
"Oh?"
"Kenapa kau bertanya begitu?" tanya Ahri.
Evelynn mengangkat bahu, dia menarik kopernya lagi lebih kuat. "Entah, aku tak mengerti. tapi sepertinya... waktu kita melakukan video call dengannya, aku melihat ekspresi Kai'sa yang tak begitu semangat"
"Itu kan dia sedang sakit" sahut Ahri.
"Aku tahu, tapi... ada yang berbeda" jawab Evelynn lagi, lebih serius. "Ada sesuatu yang menganggu Kai'sa. aku memang tak bisa meyakini itu, tapi... akan lebih baik kalau kita tanyakan dulu apa yang dia inginkan"
Ada jeda di antara mereka berdua. Ahri menghentikan langkahnya sebentar.
"Kalau dia ada masalah, kita akan menolongnya" ucap Ahri, lebih serius.
"..."
Sepertinya ada yang harus mereka bicarakan...
XXX
Hongkong
Pukul 15:43 pm.
Sekarang seluruh crew dancer sudah pulang, mereka menyudahi latihan yang terus berlangsung hampir 8 jam sejak pagi.
Tapi kecuali Kai'sa
Dia duduk memojok di sudut ruang practice dengan tubuh meringkuk, dia terus memegangi kepalanya. terasa pusing, sekarang gangguan kecemasannya kambuh lagi. diskusi tadi dengan managament yang mendatanginya tadi telah membuat dirinya akan tertekan.
Tidak ada yang bisa menolongnya, tidak ada yang bisa memberinya solusi terbaik...
'Aku tidak bisa aku tidak bisa aku tidak bisa aku tidak... aku tidak bisa...'
Dia bergumam berulang-ulang dalam batinnya
Semua kalimat itu
'Bergabunglah, atau kontrak kemenanganmu dengan pihak Can You Dance akan segera di putuskan'
Kai'sa memejamkan matanya serapat mungkin, berharap rasa kecemasan ini dapat mengakhirinya.
'Evelynn, Ahri...'
To be Continued
