"Maafkan aku senior, kau harus melihatku seperti in.."
Aku terhenti sejenak, aku salah, itu bukan senior Gang Min. Itu si Idol, Kyungsoo. Ternyata rasa dingin dan sedih ini merusak indra pendengarku.
"Sedang apa kau menangis sendiri dibawah salju tanpa jaket, kau ingin mati?"
"Kau, kenapa kita bisa bertemu lagi? Apa kau mengikuti ku?"
"Mengikutimu pantatku, aku tidak sengaja hanya lewat dan melihat mu menangis di bawah pohon, dasar bodoh"
"Tidak, tidak apa-apa, aku sedang menunggu seseorang"
Dia melihat ku memegang bunga dan sekotak hadiah
"Kau ingin menemui pacarmu? Ah, kau berniat mengajak nya untuk kembali padamu ya? Wahh aku tau kau bodoh, tapi aku tidak tau kau sebodoh ini"
"Bukan urusan mu, apa kau tidak ada hal lain yang ingin kau kerjakan selain mengganggu ku?"
"Sudah berapa lama kau berdiri disini?"
Kyungsoo bertanya padaku dengan sangat serius.
"Hampir 2 jam lebih"
"Apa? Hampir 2 Jam, Hei bodoh, jika seseorang tidak muncul lebih dari setengah jam, itu artinya dia tidak akan datang. Ayo pulang, aku akan mengantarmu"
"Tidak, kau tau apa? Dia pasti sedang mengurus sesuatu, aku tau dia akan datang"
"Baik, setengah jam lagi dia tidak muncul, aku berani bertaruh dia tidak akan datang menemui mu"
Setengah jam sudah berlalu, Kyungsoo benar, Senior Gang Min tidak datang, aku hampir menggigil mati kedinginan karna tak memakai jaket.
"Lain kali pakai jaket mu, apa kau tidak membaca ramalan cuaca hari ini akan turun salju"
Kyungsoo memakai kan jaket nya yang tebal dan hangat ke badan ku.
"Mau pulang? Atau masih ingin menunggu?"
Aku menganggukan kepala, menyetujui untuk ikut pulang bersama nya.
"Tunggulah disini, aku akan membelikanmu minuman hangat"
Tak lama kemudian suara langkah kaki mendekati ku, Senior Gang Min datang. Tapi.. tapi dia tidak datang sendiri, dia datang bersama seorang wanita, wanita yang sangat aku kenal. Wanita itu adalah, Ibu Shin.
Apa mereka berpacaran?
"Sona, apa kau menunggu lama? Maaf aku tidak mengabari mu akan datang terlambat" Ucap Senior Gang Min padaku setelah 2 jam lama nya aku menunggu.
"Oh, Sona sedang apa kau disini? Kau mengenal Gang Min?" Tanya ibu Shin padaku.
"Woah Apa ini? Kalian saling mengenal ternyata?" Senior gang min membalas ucapan ibu shin.
"Ya, sona bekerja di restoran ayam milik ku menggantikan Tae Eun sementara, apa adik tingkat yang ingin kau temui adalah sona?" tanya ibu shin pada pacar nya, Senior Gang Min.
Aku hanya berdiri mematung, tak bisa menjawab ataupun menyapa kedatangan mereka, badan ku terasa kaku. Apa aku sudah membeku?
Tak lama kemudian Kyungsoo datang menghampiri membawa 2 cup minuman hangat. Dia melihat aku bersama sepasang kekasih.
"Apa bunga dan kado itu untuk ku?" Lanjut ucap Senior Gang Min padaku.
"Bukan, ini pemberian dari nya untuk ku" Kyungsoo tiba-tiba menyela pembicaraan kami.
Dia langsung menarik tangan ku menuju mobil nya, kami meninggalkan senior gang min dan ibu shin.
Aku hanya diam, kesakitan ini terus menerus bertambah dan menghujam jantung ku berkali kali.
"Kau baik-baik saja? Apa itu lelaki yang kau tunggu?" Tanya kyungsoo padaku
"Iya"
"Dia sudah memiliki kekasih baru, kau sudah dicampakkan ternyata, kau harus berterimakasih padaku karna aku sudah menyelamatkan mu"
"Terimakasih"
"Wahhh ucapan apa itu, kau tidak punya ketulusan dalam dirimu"
"Kau salah 2 hal"
"Tentang apa?"
"Pertama, senior Gang Min bukan pacarku, aku hanya menyukainya, hari ini aku ingin mengucapkan selamat atas kepulangan wamil nya, sekaligus aku ingin mengutarakan perasaan ku, tapi ternyata aku terlambat, dia sudah memiliki kekasih. Kedua, aku tidak menangis karna putus dengan kekasih ku, tapi ibu ku kemarin meninggal dan aku tidak bisa pulang ke negara ku.
Aku benar-benar hancur saat ini, aku kacau dan rasanya aku ingin mati. Aku harus bagaimana kyungsoo, aku harus bagaimana?"
Air mataku kali ini mengalir dengan deras lebih deras dari kemarin, aku menangis di mobilnya, di depan nya, dihadapan nya.
Kyungsoo menghentikan mobil nya, lalu dia memeluk ku, erat, sangat erat...
