2 Days Sunrise
( • )
Boboiboy mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya remang-remang dari lampu tidur.
Di hadapan pemuda itu ada Fang yang tertidur menghadap padanya. Matanya yang terpejam, pipi gembilnya, dan jangan lupa bibir cherry itu. Senyum terlukis di sudut bibir pemuda itu kala melihat pemandangan di hadapannya. Wajah polos Fang yang masih tertidur benar-benar menggemaskan di mata Boboiboy.
Sungguh pemandangan indah bagi Boboiboy yang baru terbangun dari tidurnya.
"Gemesin banget sih," gumamnya.
Semalam, Boboiboy memutuskan untuk menginap di apartemen Fang.
Karena sore saat keduanya sedang bermalas-malasan di sofa apartemen Fang. Tentunya dengan Boboiboy yang masih setia memeluk Fang dan Fang yang akhirnya menyerah berdebat dengan Boboiboy—karena pemuda itu bebal sekali. Fang yang waktu itu fokus menonton televisi sambil sesekali menjauhkan kepala Boboiboy dari lehernya, mendapat telepon.
Dari ibunya.
Ibunya bilang kalau beliau ada tugas mendadak di luar kota dan akan berangkat saat itu juga. Beliau juga bilang kalau akan pulang sekitar dua hari lagi atau mungkin sedikit terlambat. Selebihnya, ibunya hanya menasehati Fang. Sepertinya jangan lupa makan dan menjaga kesehatan—mengingat kali terakhir Fang sakit.
Setelah telepon ditutup, Fang menghela napas membuat Boboiboy penasaran.
"Kenapa?"
"Nanti aku di apartemen sendirian."
Mendengar jawaban Fang, Boboiboy sebagai pacar yang baik—tentunya—langsung menawarkan diri untuk menemani Fang di apartemen. Alasan memang, sebenarnya hanya maunya Boboiboy saja.
Lumayan bisa semaleman sama Fang hehe, batinnya nista.
Sementara Fang mengiyakan saja. Lagipula ia tidak ingin sendirian di apartemen. Terlebih besok weekend, jadi tidak masalah jika Boboiboy akan menginap malam ini.
Tidak terlintas di benak Fang kalau ini hanyalah modus sang pacar saja.
Jadilah keduanya berakhir tidur di ranjang Fang. Tidak lagi tertidur di karpet bulu seperti kali terakhir. Lagipula Boboiboy tidak mau melihat Fang sakit lagi.
Tapi tenang, meski mereka tidur satu ranjang, keduanya tidak melakukan sesuatu yang berbau dewasa. Keduanya hanya berbaring sambil cuddle sampai keduanya tertidur. Juga Boboiboy yang mencuri kesempatan dengan mengecupi pipi Fang yang telah tertidur lebih dulu.
Iya, hanya itu. Boboiboy masih bisa menahan diri kok.
Kini pemuda itu tengah fokus memandangi keindahan di hadapannya. Sorot mata itu menyiratkan perasaan dan kerinduan yang mendalam. Boboiboy benar-benar merindukan sosok Fang dalam hari-harinya. Tidak lagi berada di samping pemuda itu selama sebulan terakhir membuatnya tersiksa.
Boboiboy masih terus memperhatikan Fang selama keduanya tak lagi bersama. Pemuda itu tahu hal buruk yang menimpa Fang selama mereka menjauh bahkan ia tahu Fang masih menerima surat-surat dari haters-nya. Rasa bersalah mulai hinggap, Fang banyak mengalami hal buruk karena dirinya.
"Maaf ya?" ucapnya lirih.
Boboiboy melihat jam di nakas, masih pukul empat pagi. Terlalu awal untuk bangun. Karenanya Boboiboy kembali mencuri kecupan di pipi Fang, lalu membawa pemuda mungil yang terlelap itu dalam dekapannya.
Boboiboy harap kebahagiaan ini berlangsung selamanya.
( • )
