3 Days Sunshine
( • )
Pagi saat Fang baru saja bangun dari tidurnya, pemuda itu tidak sengaja mendorong Boboiboy hingga jatuh ke lantai. Alasannya satu, Fang kaget. Karena biasanya dia tidur hanya ditemani guling dan tiba-tiba ada yang tidur di sampingnya, dipeluk pula.
"Kamu ngapain di sini!"
Fang yang duduk di kasur menunjuk Boboiboy yang masih mengaduh sakit. Tangan satunya digunakan untuk memeluk guling kesayangannya. Pemuda itu memasang tampang waspada, sepertinya ia belum mengingat apa yang terjadi kemarin.
"Aku 'kan nginep, by."
By?
Ucapan Boboiboy menggema di telinga Fang.
Boboiboy masih mengaduh sakit dan berusaha bangkit. Namun tiba-tiba sebuah benda melayang ke arahnya dan tepat mengenai wajahnya. Itu guling pacarnya, tentu saja oknum yang melempar benda itu adalah pacar manisnya itu.
"NGGAK USAH MANGGIL BEGITUAN!"
"Ya nggak masalah, 'kan kita pacaran."
Fang mengerjap polos, masih tidak paham dengan apa yang Boboiboy ucapkan.
"Hah, siapa yang pacaran?"
"Kita, by. Kemarin kan kita jadian."
Sabar, untung gemesin, batin Boboiboy.
Fang cengo, pemuda itu mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi kemarin. Yang Fang ingat, kemarin dia di kantin sama Ocho terus ada Yuuhi yang marah-marah dan dia ditampar. Dia disuruh ke UKS terus di UKS ada Shielda sama Boboiboy. Terus dia bilang suka ke Boboi—
Oh iya benar, Fang baru ingat kalau mereka jadian kemarin.
Boboiboy tersenyum geli kala melihat rona merah mulai menjalar di wajah Fang. Pemuda itu berucap dengan nada jahil, "Inget 'kan, by?"
"Beneran kita pacaran?"
Fang bertanya memastikan dengan wajah polosnya yang baru bangun tidur. Boboiboy yang melihatnya tengah menahan diri untuk tidak menerjang kekasih manisnya itu.
"Iya lah. Masa kamu sama Hyungjun, jelas nggak cocok lah! Sama-sama uke ju—aduh!"
Setelah guling, kini bantal yang mendarat di wajah Boboiboy.
"D-diem!"
"Kejam banget sih, by." Boboiboy melanjutkan sambil cengengesan, "Aku 'kan jadi makin suka. Hehe."
"Bodo, mandi sana!" Ucap Fang sambil bergegas keluar kamar, meninggalkan Boboiboy yang masih cengengesan dengan bantal dan guling di tangannya.
Jadilah kini Fang tengah sibuk di dapur apartemennya. Pemuda itu tengah menyiapkan omelette untuk sarapannya dan Boboiboy. Omong-omong tentang Boboiboy, Fang jadi teringat insiden pagi tadi. Wajahnya kembali merona.
Sejak kapan Boboiboy jadi cheesy begitu?
Lamunan Fang buyar kala merasakan kepala Boboiboy bersandar di bahunya.
"Jangan ganggu ih, Boboiboy!"
Ucapan Fang sama sekali tidak ditanggapi Boboiboy. Fang hanya menghela napas dan berakhir membiarkan Boboiboy tetap bersandar di bahunya. Boboiboy 'kan bebal, tidak ada gunanya juga protes.
"By."
"Hm?"
"Kamu belum mandi aja wangi ya?"
Fang menjauhkan kepala Boboiboy dari bahunya, "Ngelantur kamu."
Hening tercipta di antara keduanya. Fang yang sibuk terfokus pada omelette dan Boboiboy yang terfokus pada Fang di sampingnya.
"By," panggil Boboiboy memecah keheningan.
Fang menjawab tanpa mengalihkan pandangan, "Apa lagi?"
"Nanti kencan yuk?"
"Hah?"
Fang sampai sekarang pun masih tidak mengerti Boboiboy.
( • )
