7 Days Midnight
( • )
Fang masih memasang wajah cemberut ketika pemuda yang menjemputnya telah berlalu.
Namanya Taufan, begitulah yang pemuda tadi ucapkan. Rambutnya berantakan dan memiliki freckles di wajahnya. Mengenakan jaket denim dan cengiran tengil di wajahnya. Dengan santainya langsung melempar gombalan pada Fang di kali pertama bertemu.
"Jadi kamu siapa?"
Fang masih bertanya, meski pemuda itu sudah mengenalkan diri.
"Cogan, hehe. Jauh lebih ganteng dari Boboiboy."
Fang sabar, iyain aja. Capek sendiri nanti malahan kalau dia ladenin.
"Ya udah, terserah."
Pemuda itu bilang kalau Boboiboy tidak bisa menjemputnya. Jadilah pemuda itu yang menggantikan. Katanya, "Tenang, terjamin aman kok."
Dalam perjalanan menuju apartemen Fang, Felix kembali berucap.
"Pantes ya, Boboiboy bucin banget sama kamu."
"Kenapa emang?"
"Kamu manis gitu, mungil gemesin juga. Hehe."
Fang tersenyum geli karena pemuda ini. Heran, perasaan dari tadi ketawa terus dianya. Apakah humornya memang serendah itu? Fang 'kan jadi gemes pengen dia lempar ke empang.
"Tahan ya sama Boboiboy, sayang banget dia sama kamu."
Fang tersenyum lagi, kali ini bukan senyum geli seperti sebelumnya. Ia tersenyum karena ucapan Felix. Iya, dia tahu kalau Boboiboy menyayanginya.
"Yah, walau dia kalah ganteng sih sama aku."
Fang cemberut, dia kesal. Anak siapa sih ini, kenapa menyebalkan sekali? Ingatkan padanya untuk protes pada Boboiboy nanti.
Itu yang terjadi sebelum akhirnya keduanya sampai di depan gedung apartemen Fang.
Kini Fang sudah berbaring di kasur kesayangannya. Dia baru saja selesai mandi dan mengganti pakaiannya. Tangannya digunakan untuk memeluk guling dan tubuhnya dilapisi selimut tebal.
Hujan kembali turun di luar dan hawanya menjadi begitu dingin.
Fang tidak suka dingin, karenanya dia bergelung manja dalam selimut hangatnya. Di tengah kenyamanannya, Fang menggerutu kesal karena ponselnya yang terus berbunyi. Dengan tidak rela, ia meninggalkan kasur dan mengambil ponselnya.
Ternyata Boboiboy yang menghubunginya.
Pemuda itu memastikan kalau kekasih manisnya sudah sampai di apartemen dengan selamat tanpa lecet. Boboiboy bilang, kalau ada yang lecet, dia akan menghajar Taufan. Fang yang tadinya kesal jadi tertawa.
Dari yang Boboiboy ceritakan, Fang tahu kalau Taufan adalah sepupu kekasihnya. Boboiboy bilang dia tidak bisa meninggalkan acara dan berakhir meminta Felix yang menjemputnya.
"Maklum ya, by. Dia emang nggak begitu waras."
Itu yang Boboiboy ucapkan dari balik ponsel saat Fang protes tentang sepupunya yang menyebalkan. Fang hanya tertawa mendengarnya.
"Iya, maklum dia tengil gitu. Sepupumu ternyata," ucap Fang di sela-sela tawanya.
"Emang kenapa kalau dia sepupuku?"
"Kamu 'kan tengil juga."
"Heh! Aku nggak tengil ya, by!"
Fang tertawa lagi.
Selama hampir satu jam dihabiskan pasangan itu bercakap-cakap melalui ponsel. Percakapan mereka berakhir saat Boboiboy tak lagi mendapatkan balasan dari Fang. Pemuda itu menduga kekasih manisnya tertidur.
"Sleep well, my baby."
Itu yang Boboiboy ucapkan sebelum memutus sambungan keduanya.
( • )
Dikasi yang manis manis dulu aja 3
