Balesan Review
ARyandra
Salam kenal juga, biar agak pendek, kamu boleh manggil aku Shiro-kun/Usa-chan/Alyss UwU
Syukurlah kalau asik, maapin aja dengan ketoxikan Author X"D humornya humor toxic dan ambigu kadang. Author memang ahli mengOOC-kan chara. Kali ini di ff apartemen berubah menjadi villa :v setiap buku tamat wujud bagunannya berubah :v
Tsukasa: makaseh, keluarga gua memang selalu toxic untuk meramaikan Agitongkol no sekai ini.
No Pelakor No Life, slogan Author tiap kali bikin cerita humor dengan banyak pair :v
Yo'I, elalu emangat kalau ada ide :v
Mizu Rani 1
Semoga rahang anda tidak lepas atau dislokasi karena ketawa :v
Lingerie adalah pakaian dalam perempuan yang dibuat seseksi mungkin :v biasanya kalau ada yang nikahan ada yang dikasih begituan.
Cukacang bangsat pake d
Au terang
Syukur deh kalo gatau :v
Hikawa: kalo ke bapaknya Wataru ntar kebanyakan bumbu bucinnya
Tawa
Terui: untuk membasmi kemaksiatan saia rajin patroli
Jngan malo malo, saia tau anda PRO
Tapi masih lebih laku Xu Shu daripada mereka :v
Nyanyi ape nying?
Sento jadi cewe :v
Apa yang kao pikirkan dengan kata belalai :v
Mitchy: tenang, kami udah ngomong.
Takumi: MANA SUDI GUA PAKE LINGERIE NJIRRR!
VILLA AGITONGKOL
Selamat Membaca
"Kita ga jadi piknik?"
"Katanya uang buat piknik dibuat ngeremake apartemen."
"ANJNGGGG! BANGSATTT! JANGAN BOONGGG!" teriak Tsukuyomi yang mendengar pembicaraan Haruka dengan Yuji di indokamen.
"Tsukuyomi-chan istighfar."
Tsukuyomi ngangguk. "Istighfar."
Haruka dan Yuji hanya meresponnya dengan ekspresi datar. Memang susah nyuruh manusya yang otaknya di dengkul buat istighfar.
"Kenapa ga jadi? PADAHAL GUA UDAH BELI BATRE BARU BUAT HANDYCAM GUAA!" jerit Tsukuyomi frustasi.
"Hikawa-san lebih memilih untuk mengubah apartemen menjadi villa karena penghuni alam lain dari lantai 6 sampai sepuluh susah untuk dipulangkan, dan akhirnya uang haram itu dipakai untuk itu." Jelas Haruka panjang lebar.
"Papa Hikawa emang gatau kalo itu uang haram?" tanya Tsukuyomi
Yuji dan Haruka kompak menggeleng.
"Temen-temen gua ga bakal minggat kalau kaya gitu."
"Pas Yusuke mau bilang itu uang haram sama Daiki dan Tukasa dibekep sampe pingsan." Jelas Yuji pada Tsukuyomi.
"Beneran pikniknya ga jadi? Padahal gua udah siap-siap." Mata Tsukuyomi berkaca-kaca.
"Maaf ya, Papa Hikawa menggunakan uang itu."
Tsukuyomi nyengir nista. "Gimana kalau Kak Haruka sama Om Yuji yang jual diri?"
Pertanyaan itu bagaikan kalimat terakhir sang Bulan fujoshi di komplek Heiwa itu. Sang BUlan berteriak dengan keras seperti dikejar oleh anjing komplek. Tidak ada yang berniat untuk menyelamatkan Tsukuyomi, cowo-cowo yang ada di komplek itu hanya tersenyum bahagia, melihat Tsukuyomi di kejar sama Orphenoch dan Amazon.
"Tolong ya anak-anak masukin furniturnya hati-hati, jangan sampai ada yang patah." Hikawa bagaikan mandor kali ini.
"Kalo lecet gimana Pah?" tanya Yusuke.
"Kalo lecet doang gapapa."
"WOI MALING KAMBEK SINI LUH!" teriak Gou dengan kencang, dia teriak ke Daiki yang bawa furnitur villa keluar pager. "KASUR GUA ANYING!"
"Gou, Kamu tidur di tikar, gua di sofa malem ini." Kata Chase dengan datar.
"Kok gua yang di atas tikar?"
"Karena gara-gara elu kasur kita diembat sama tuh maling bangsat."
"…" Gou pun berlari mengejar Daiki.
Setelah 3 jam menata ulang furnitur, vila Agitongkol sudah siap untuk ditinggali dengan penghuninya, lantai pertama tetap sama seperti dulu, karena kata Hikawa tidak usah diapa-apakan, hanya lantai dan kamar saja yang dibuat ulang, dan tepat setelah selesainya vila, Yuji dan Haruka datang dengan makanan. Dengan wajah horror dan penuh dengan darah mereka memasuki vila dan langsung memehbuat banyak orang berteriak ketakutan.
"Ini bukan daging Tsuku-chan, santai…" kata Haruka.
"Terus kalian kenapa wujudnya kayak gitu?" tanya Shinji, dia nyumput di belakang Ren yang kakinya gemetaran ga berhenti.
"Waktu kami mengejar Tsuku-chan, kita tabrakan sama banyak batu bata, jadinya merah-merah gini."
Para penghuni dengan kompak mengiyakan saja perkataan Yuji, walaupun mereka tau mereka abis mortal combatan sama ibu-ibu di pasar dan kedai Tendou.
"Ayo kita makan, kalian pasti cape kan?" tanya Haruka sembari mengangkat belanjaan di tangan kirinya.
Dengan senyum inosen di wajah, Haruka menyiapkan semua makanan yang dibeli di meja makan, banyak pasang mata mengikuti tiap gerak gerik Haruka.
"Kalian beli makanan apa aja?" tanya Terui iseng.
"Rendang, nasi goreng Mas Kenja, ayam goreng, dan sejenisnya. Ah, dan makanan penutup."
"Beneran kalian ga ngapa-ngapain Tsukuyomi?" tanya Shotaro ala detektif.
"Iya." Yuji yang mengiyakan.
"Mencoerigakan." Gumamnya sambil pasang muka ga percaya.
Setelah Haruka menyatakan selesai menyiapkan semua makanannya, merek semua meneliti satu persatu makanannya, apalagi Taiga sama Kiriya, mereka meneliti dulu sebelum menaruh makanan itu ke piringnya, sebenernya ada sih yang tidak peduli sama sekali, seperti Sougo, Aruto, Ren, Hikawa, Shouichi dan Ankh.
"Pallad jangan dicurigain terus ga baik." kata Emu.
"Tapi Pallad takut Mah, takut kalo Mamah saikit karena makanan ini."
"Aruto, bronis ini aman."
"Perasan kalian ga makan deh…" Banjou sweatdrop, "kok kalian juga ikut curiga sih."
"SUKA-SUKA KAMI DONG!" teriak Pallad dan Jin kompak.
"Pallad kan sayang sama Mamah jadi harus memeriksa makanan yang Mamah makan."
"Kalo Aruto mati nanti Jin ngejomblo."
"Serah-serah."
"Gua beli whiskey 3 botol sama 2 sirop marjan rasa jeruk dan pandan." dateng-dateng Kuroto membawa minuman haram dan sirop ke dalam vila. "Gua beli ini sebgai grand opening vila Agitongkol."
"WHISKEYYYYY!"
"Kuroto lu ngebawa tamu tak diundang." Komen Shinji.
"Tsuku-chan, kalo nyium bau whiskey tajem ya." Mitchy ngeliatin kantung plastik yang dibawa sama Kuroto. "padahal whiskeynya ga tumpah ataupun udah dibuka."
"Udah bakat alami." Kata Tsukuyomi dengan nada bngga.
"Bakat negatif di banggain." Celetuk Ryusei.
"PARTY GAES! PARTTTTII!" teriak Kuroto.
Uhr dan Tid mengelus dada melihat kelakuan para penghuni, yang tadinya ga minum pun dipaksa minum whiske seteguk. Yang masih bener-bener sadar cuman mereka berdua, yang lain udah di alam mimpi semua, sampe-sampe Schwarz nyanyi-nyanyi gaje seperti lagi ngadain konser.
"Astagfirruloh, ini kenapa kalian minum-minum?" sang ustad datang kesiangan ke vila, kayaknya dia mencium bau-bau setan yng perlu dirukiyah.
"Om Hajime, tolong rukiyah mereka semua." Uhr menunjuk sekumpulan setan yang udah ga sadar di ruang keluarga.
"Kalo bisa sampe nyawa mereka melayang semua." Kata Tid.
"NJIR SIYAPA YANG NYIRAM GUA PAKE GARAM?!" Tsukasa langsung bangun dilemparin garam suci oleh Hajime.
"Tid nii, emang itu termasuk disiram kalo kita ngelempar pake garam? Perasaan dilempar deh."
"Dia masih dalam keadan ga sadar."
"Orang mabok itu bisa sampe kaya gitu ya."
"Iya, malahan bisa lebih parah dari itu." Tid menujuk ke sembarang arah dan disana terjadi adegan umur 99 keatas. "Uhr mending kamu minum sirup aja daripada minum seperti itu.
Uhr mengangguk, dia berumpah untuk tidak minum air haram seperti mereka tetapi menyuruh mereka untuk minum itu dan bermain di atas panggung untuknya. Hidup lebih menarik dengan hal itu. Beberapa jam kemudian … mereka yang tepar akhirnya sadar.
"Kok badan gua dingin ya…"
"Kak Emu kok bisa polos gitu sih badannya?" tanya Uhr sok polos. "Terus, Kak Emu abis berantem ya? Badannya biru-biru gitu."
Emu mencoba untuk memahami perkataan Uhr, kemudian Emu berlari ke kamar mandi sementara Uhr tersenyum lebar, rencana luknutnya berhasil, membuat manusya-manusya disinimengingat hal yng terjadi sebelum mereka menjadi ikan sarden di ruang keluarga.
"Ayo bangun, ingatlah dosa yang kalian lakukan tadi pagi!" Uhr berteriak bagaikan seorang necromancer yang mencoba menghidupkan seorang mayat.
.
.
.
Para penghuni langsung rusuh ke kamar mandi.
"Jangan lupa masukan uang kalian ke kotak di dekat pintu masuk kamar mandi, sebagai ganti uang piknik yang hilang karena apartemen ini diremake menjadi villa~"
"Apa yang kamu lakukan Uhr?"
"Mengembalikkan uang piknik kita!"
Tid geleng-geleng. Ga ada yang orang yang waras tinggal di tempat ini, termasuk dirinya, karena dia tinggal disini."
Maap gaes lama apdetnya :v, Author fokus sama OS di wepe hegheg
Ada yang kangen?
Gou: kaga ada anjeng, bentar … NASIB GUA GIMANA WOI!
Shiro: masih ngejar Daiki yang menculik kasur lu
Usagi: intinya lu ga ikut mabok mabokkan sama mereka
