Untuk pertama kali nya, ada seorang lelaki yang memeluk ku dan aku merasa nyaman, benar-benar sangat nyaman.

"Segalanya akan baik-baik saja, kuatlah sona" Ucapan kyungsoo sejenak menguatkan hati ku.

Aku merasa lebih baik sekarang, aku berhenti menangis dan kami melepaskan pelukan kami.

Untuk sesaat suasana nya menjadi sangat canggung.

Situasi apa ini? Kami bahkan belum berkenalan secara formal, kami tidak berteman dan sedekat itu. Tapi kami sudah berpelukan.

"Ini minum lah minuman mahal yang kubeli untuk mu" Ucap nya dengan ketus untuk memecah keheningan.

Ahh ini matcha hangat, sangat enak, sangat lembut dan.. dan.. Tunggu ini matcha?

"Ah kyungsoo, aku bertanya karna penasaran, tapi apa ini kebetulan kau membelikan ku matcha latte?"

"Kenapa?"

"Aku sangat menyukai matcha dan tidak bisa meminum coffee, normal nya orang akan membelikan ku coffee, tapi ini matcha, lumayan aneh buat ku"

"Sudahlah, apa itu penting, minum dan habiskan saja"

Aku menghabiskan segelas matcha yang lembut. Wah, ini matcha yang sangat mewah rasanya.

Tidak terasa kami sudah sampai di asrama ku.

"Kau tinggal disini?" Tanya nya penasaran.

"Ya, aku tinggal disini, baiklah terimakasih atas tumpangan mu, hati-hati dijalan"

Pagi ini lagi-lagi aku harus kembali berkuliah, bertemu mata kuliah yang menyebalkan. Hah, hari yang panjang.

Aku melihat jaket yang tergantung dibalik pintu, ini..ah Sona bodoh, jaket kyungsoo kau belum mengembalikan nya semalam dan kado serta bunga ku pun tertinggal di mobil nya. Bagaimana ini? Apa aku harus kerumah nya untuk mengembalikan?

Tapi jika dipikir-pikir kyungsoo tak seburuk perkiraan ku. Dia memiliki sisi yang lumayan manis.

Ah tidak tau ah, nanti kupikirkan kembali.

"Sonaaaaaaa" Hye mi tiba-tiba memeluk ku dengan manja.

"Ada apa? Aku tidak ingin datang ke fansigh lagi"

"Dasar jahat, aku merindukan mu, rasanya aku sudah setahun tidak bertemu dengan mu"

Aku bahagia mendengar ucapan hye mi seperti itu. Tak lama kemudian Tae Eun datang menghampiri kami.

"Hey anak nakal aku ingin bertanya sesuatu" ucapku pada tae eun yang wajah nya sangat kusut.

"Apa? Kau mau mengintrogasiku?"

"Bagaimana kau bisa bekerja di restoran ayam ibu shin?" tanyaku penasaran.

"Oh, Senior Gang Min yang merekomendasikan padaku, karna aku sangat butuh uang, jadi dia menyuruhku bekerja part time di restoran ayam milik ibu shin, kenapa kau bertanya?"

"Apa ibu shin dan senior gang min berpacaran?" tanyaku penasaran.

"Kau gila? Ibu shin itu sepupu senior gang min"

"Ah sepupu, benarkah? wahh"

Aku sedikit tersenyum dan lega mendengar penjelasan tae eun.

Wahh seperti nya matahari sedang bersinar terang hari ini. Sepertinya aku siap bekerja part time lagi srkarang.

"Selamat pagi ibu shin" Sapaku dengan ramah dan senyum yang manis.

"Selamat Pagi, kau semangat sekali hari ini, apa ada sesuatu yang membuat hatimu senang?"

"Entahlah, mood ku sedang baik hari ini, oh mana ayam yang harus ku antar?"

"Ini antar ayam ini ke alamat yang sama, sepertinya dia pelanggan tetap kita sekarang"

Ohh ini alamat rumah kyungsoo kan. wahh dia maniak ayam. Sekalian saja aku kembalikan jaket nya.

"Ini ayam mu, total nya 40.000 won dan ini jaket mu aku kembalikan, terimakasih"

Kyungsoo memegang kepala ku, seolah-olah sedang memeriksa suhu tubuhku.

"Kau sakit? Apa kau habis minum pil bahagia? Atau kau meminum obat bodoh?"

"hei, lepaskan, sudahlah bayar saja ayam nya. Tapi kenapa kau sangat suka makan ayam direstoran kami? apa rasanya sebaik itu?"

"Tidak usah bertanya dan selesaikan saja pekerjaan mu!" jawabnya dengan nada ketus.

Woahh, sikap apa itu, padahal dia baru saja memeluk ku semalam, tapi hari ini dia sangat ketus bahkan membanting pintu didepan ku.

Aghh aku terlalu cepat menilainya sebagai orang baik, dia memang bipolar, berkepribadian ganda, dasar menyebalkan!!

Ah aku lupa, aku harus mengambil bunga dan kado ku.

Aku membunyikan bel kembali, lalu kukatakan maksud ku.

"Masuklah dan ambil sendiri barang mu"

"Tidak apa-apa aku menunggu diluar saja"

"Kalau begitu pergilah, aku malas mengambil nya"

"Ah, baik, baik aku akan mengambil nya, kau ini benar-benar pemarah"

Aku masuk ke rumah nya yang sangat besar dan luas. Dia benar-benar orang kaya.

"Dimana barang ku?" tanyaku padanya

Dia menunjuk ke arah televisi, ternyata dia letakkan dengan rapi barang ku disana.

"Baiklah, aku akan ambil barangku, aku pamit dulu"

Tiba-tiba kyungsoo menghadang jalan ku, dengan matanya yang tajam dan serius dia bertanya padaku.

"Apa kau tidak tau siapa aku?"