Warning: UkeGENDERBEND

Balesan Review

ARyandra

Kadang Author merasa bersalah dengan ketoxic-an di lapak ini XD, selama masih bisa ada tempat berkebun Agitongkol akan berubah lagi :v

Tsukuyomi: no mabok no life! PIKNIKNYA JADI DONGGG! ADEK GUA YANG CANTIK DAN MANIS AKA UHR SUDAH BERHASIL MENGUMPULKAN UANG UNTUK PIKNIK! Hik, kata Author kalau ret M di lapak AO3 hik… terus kalu mau lu yang bikin bagian ehemnya ntu 2 Author bangsat bagian ngetoxic, opening dan ending-hik!

Mitchy: aku? Anaknya Mamah Kouta dan Papah Kaito tapi kadang Usa-chan suka ngepair-in aku sama Mamah Kouta :(

Terui: gua selaku pengganti Mamah Shouichi bersabda, yang ga tinggal itu Takumi, Masako, Mas Kenja, Ustadz Hajime. Seinget gua.

Shotaro: wah kalo itu gua gabisa ngomong, semua berawal dari fakechat luknut yang dibuat sama sobatnya si Usa-chan bangsat, tapi gua masih cintanya dinda(Philip) bukan boxer bunga-bunga punya Ankh.

Hana: untuk spoiler nama kos saya Athena's Home tadinya Kos Den Liner, mereka lebih disiplin daripada yang tinggal di villa absurd itu, yang gila disini cuman Tsukuyomi doang.

Shiro: Author seneng banget ditanya, kalau kepo tanya aja, asalkan jangan nanya masalah hidup :v

Usa-chan: kalau masih ada yang ingin ditanyakan silahkan tanya pada kami berdua ARyandra-san.

Mizu Rani 1

Syukurlah kalau belum dislokasi, hati-hati kalau ketawa ngakak.

Takumi: gapapa kalau ga paham otakmu terlalu suci untuk tau.

Cukacang Bangsad

ANDHA PRO! AYO BIKIN MPREG ABOverse :v

Kalau Xu Shu ga laku penghasilan berukurang 90% :v

Gua punya anak jerowan dijadiin anak stangkerish :v gua takjub sama artist yang buatnya.

BANGSAD

Kaito: kalo tau, Apartemen ga akan berubah jadi Villa :v

Tanjiro: BEDA LAPAK MBAK'E

Bacod kao

PIKNIK GAED!

Selamat Membaca

"TEMAN-TEMAN SEPERSETANAN DAN SEPERBANGSATAN UHR! UHR KAMBEK DENGAN UANG UNTUK PIKNIKKK!" Uhr loncat-loncat sambil bawa-bawa kaleng engkong Guan Yu, Uhr loncat-loncat bahagia.

Yang berada di ruang keluarga langsung menengok ke arah Tid yang seperti bodyguardnya Uhr-dia berdiri di samping Uhr, Tid hanya memasang ekspresi datar dilihat banyak pasang mata karena pengumuman dari adiknya. Dan akhirnya tatapan itu berpindah ke Uhr yang menjelaskan dari mana uang itu berasal.

Suasana villa menghening setelah mereka mendengarkan penjelaskan Uhr yang dibuat panjang lebar dan Uhr mengatakannya dengan cepat sampai sebagian dari mereka pingsan karena berpikir terlalu keras, kepalanya sampai mengeluarkan asap. Yang terdengar sampai detik ini hanyalah suara mobil sirine polisi yang sedang patroli dan suara cangkul yang menggaruk tanah di kebun.

"JADI GUA NGASIHIN UANG HASIL MALING GUA KEMAREN KE DALEM KALENG ITUUU?!" jerit Daiki ga percaya.

Uhr mengangguk semangat. "Bahkan ada yang rela menyedekahkan setengah dari gajinya lho~" dilanjut dengan ketawa ala mak-mak arisan.

Sekarang Terui yang diliatin sama yang lain, Terui kadang gampang banget dibodoin apalagi dalam keadaan setengah tidur hanya dengan tulisan 'sisihkan uangmu untuk pengobatan penyakit Akiko' dia akan memberikan setengah dari gajinya tapi dia bisa juga memberikan semua uang gajinya untuk itu.

"Hoaamm … Uhr ngapain kamu pagi-pagi bikin orang berteriak?" tanya Haruka yang baru saja turun dari tangga. "Chihiro masih tidur."

"Uhr cuman menjelaskan tentang hal kemarin." Uhr sambil senyum lima jari.

"Oiya, sirop pandan kemarin merek apa kok aneh sih?"

"Merek mbah Tezu."

"Ohh pantes kaya ada jampi-jampinya." Kata Haruka sambil mengucek sebelah matanya. "Terus Tsuku-chan habis mabok-mabokkan gimana?"

"Dijemput sama Aura nee sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan."

"KAK HARUKA! KITA JADI PIKNIK LHO!" kata Uhr dengan semangat.

Haruka sadar dengan kaleng engkong Guan Yu yang ada dipelukan Uhr. "Jadi kaleng yang ada di kamar mandi kemarin buat modal balik hasil kemarin ya?"

"KAK HARUKA PINTER BANGET!"

"Terus emang udah diatur hotel dan semuanya?"

"Sudah kok Kak." Mitchy muncul di lantai satu, dia melihat ke ruang keluarga. "Tinggal dibayar."

"Eh?" Haruka terkejut.

"Tanpa kalian tau kami sudah melakukannya." Chase ikutan muncul.

"Siang ini kita akan ke bandara, jam 1 siang adalah waktu keberangkatan pesawat yang akan kita naiki."

"HEEEEE?!" koor yang masih sadar di ruang keluarga terkejut.

Sekarang masih jam 8 pagi dan mereka belum siap-siap sama sekali.

"Masih lama kok, kita kan bisa pake jasa antar dimensi sama Tsukampret." Kata Ryusei dengan tenangnya.

"Tapi jangan terlalu santai, kalau kita ketinggalan pesawat ucapkan dadah pada pantai Kuta."

"NOOOOOO!" Kuroto, Banjou, Kaito, Kiriya dan Tsukasa berteriak kompak, kalau dari ekspresi wajahnya mereka seperti tidak ingin melewatkan hal menakjubkan yang akan terjadi disana.

"Anak-anak cewe sih udah pada siap, dan tinggal kalian saja yang masih santai." Kata Philip lagi, dia terkikik kecil.

Villa Agitongkol pun ramai dan kembali berisik, lari sana lari sini.

"ANKHHHH! CELANA BOXER EIJJI MANAAAAA?!"

"MANA KUTEMPE EIJINGAN! JANGAN NANYA GUA LAH!" Ankh bales teriak, dia woles aja, toh pasti Eiji juga mengurus punyanya.

"TAPI DI LEMARI KAGAK ADAAAA!"

"ANYUT KEBAWA ANGIN LAGI KALIK!"

"Dinda, dinda nanti pas di pantai Kuta pake baju apa?"

"Sweater sama celana panjang." Jawab Philip asal.

"Pas lu di pantai kuta pake bikini yak To." Kata Tsukasa pada Daiki.

"OGAH NJIR! GUA LAKI!"

"Baca warningnya diatas."

"BACOT LU MESUM!"

1 jam sebelum keberangkatan pesawat, mereka sudah siap dengan koper masing-masing, dan mereka kumpul di depan villa bersama penghuni kosan cewe. Berbeda dengan penghuni villa yang rata-rata masih pada lusuh-padahal udah mandi, penghuni kosan cewe rapi dari atas sampe bawah, beberapa dari mereka udah stay swag alias pake kacamata item.

"Cepetan Tsuaksa buka pintu dimensinya." titah Yua dengan suara tegas.

"Lu sapa nyuruh-nyuruh gua hah?" Tsukasa balik nyolot.

"Tsukasa ikutin aja tuh emaknye anubis, lu nyolot nyawa melayang." Kata Fuwa.

"KAMPRET KAO SERIGALA BERISI POTATO CHIP!"

"Bacot emaknye anubis."

"Astagfirulloh, malah berantem." Tsukuyomi yang lagi alim mengelus dadanya sambil istighfar.

"Tumben nyembut lu, Alpamaret." Kata Schwarz pada Tsukuyomi.

"Bacot kao, Kakak tak tau diuntung."

"STOP!" Dengan kekuatan time jacker Uhr dan Aura berhasil menghentikan mereka semua.

"Kita pindahin manekin-manekin ini ke dalam pesawat."

Uhr memasukkkan kepalanya ke dalam pintu diemnsi yang dibuka oleh Tsukasa, lalu Uhr tersenyum miris. "Ternyata kita menggunakan pesawat pribadi Aura nee."

Aura mengambil tongkat golf entah dari mana, lalu dia sudah bersiap dengan posisinya untuk memukul sang bola (penghuni villa) ke dalam pesawat. "With the power of TSUKUBANGSAT, Aura akan mengirim mereka ke dalam pesawat."

Bagaikan pemain golf profesional, Aura memukul mereka semua dengan sekali ayun. Setelah mengirim penghuni villa ke dalam pesawat, Uhr dan Aura pun mengembalikkan waktu ke semula, dan perjalanan pun berlanjut dengan lancar. Masuk dan duduk di dalam pesawat memanglah lancar tanpa hambatan namun setelah mereka diperbolehkan jalan-jalan bebas di pesawat muncullah masalah, mulai dari Sento yang melemparkan bom asap pengubah gender untuk para uke dan Tsukasa yang membuat sebagian uke-uke menjerit karena dilecehkan.

"Gua baru ngerasain 10 jenis dada di pesawat ini, minggir lu YUA!"

"MAHLUK KAMPRET YANG TAK PANTAS DIURUS, lu udah melanggar HAC." Dibelakang Yua banyak cewe-cewe yang berlindung dengan wajah takut.

"Mana ada Hak Asasi Cewe, mereka aslinya cowo semua."

"TAPI MEREKA SEKARANG CEWE!"

"Yua lawan Tsukasa yang menang bakal siapa?" tanya Mitchy pada ketiga sahabatnya.

"Gua pilih Tante Anubis." -Chase

"Gua juga." –Philip

"Pasti Tante Yua yang menang." –Ryusei

"Kalian malah bertaruh." Kata Gou sambil mengelengkan kepalanya perlahan.

"Diem aja lu, rata." Bales Chase dengan tatapan tajam.

"RATA?! GUA KAGAK RATA!"

"Sini gua pegang, gua buktiin kalo lu rata." Ucapnya dengan wajah datar.

Dalam sekejap kepala Chase benjol karena dipukul pake kunci inggris sama Gou. Gou ngambek terus melanjutkan keliling pesawatnya, Chase cuman ngusap-ngusap kepala benjolnya, tidak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun. Sementara itu di bagian belakang pesawat, isinya anak-anak kos cewe.

"Kouta, lu cantik kayak binaragawan."

"Itu pujian atau hinaan?" tanya Kouta pada Misora.

"Dua-duanya." Balas Misora sambil tersenyum lima jari.

"Takeru lu mirip sama Hatcune Mika kalau diiket twin tail seperti ini." Kata Akari, dia baru saja mendandani Takeru.

"ALAIN! MAKOTO JANGAN NGILER LU BERDUA NGELIAT TAKERU!" Natsumi melempar sisir miliknya dan milik Misora ke Makoto dan Alain.

"Maap mbah!" Alain dan Makoto kompak sujud minta maaf pada Natsumi.

"ANJRIT GUA DIPANGGIL MBAH!"

Aura berhenti menyisiri rambut sebahu milik Sougo. "Pilotnya Tid nii dan Horobi?"

"Iya Aura nee." Jawaba Uhr sembari memberikan jepit berbentuk jarum jam pada Aura, dia jadi asisten kecil Aura untuk membantu mempermak Sougo.

"Kita ga akan nyasar ke tempat lainkan?" tanya Aura sedikit khawatir.

"Kalau nyasar kita potong Tsukampret aja terus masak dikuali terus kita nari indian." Kata Kiriko, terus dia nari ala suku indian.

"Emu, aku ikat twintail di bawah aja ya." Kata Poppy sambil ngambil ikat rambut warna pink dan biru dari dalam tasnya.

Emu sih mengiyakannya saja, yang penting Hiiro senang melihat penampilannya yang baru, lalu Nico datang membawa pengeriting rambut. Kamera pun berpindah ke anak didiknya Emu-ukeharem. Hiden Aruto, karena Yua sibuk bertarung dengan Tsukasa jadilah Izu yang mendandani Aruto, rambut coklat milik Aruto dimodel bob, lalu poninya disematkan jepit berhiaskan burung elang.

"Amane-chan … kenapa ngeliatin aku seperti itu?" tanya Kenzaki.

"Kenapa mas Kenja sama Ustadz Hajime ikut?" tanya Amane pada cewe-cewe di ruangan.

Mari yang datitadi diam karena sibuk memotong rambut berhenti sesaat lalu melihat ke arah Amane. "Kalo mereka ga ikut mereka juga akan ikut." Kata Mari sambil menunjuk Takumi yang duduk di depannya, daritadi Mari sibuk motong rambut Takumi.

"Lho, aku kira Om Yuji lho yang jadi sasarannya Sento, eh ternyata seke dari lapak 555 yang jadi cewe."

"Bacod lu Natsumi."

"Jangan gerak."

"Bweee."

"Yang mau ngedandanin tiang listrik siapa?" tanya Yuki.

"Aku mencalonkan diri." HIna angkat tangan kirinya sambil mengacungkan jari tengah.

"Oke."

"Pengumuman, sebentar lagi kita akan menjatuhkan diri di bandara, dimohon untuk kembali duduk di tempat masing-masing jangan lupa sitbeltnya dipakai." Suara Horobi bergema di pesawat, semua kegiatan dihentikan kecuali Tsukasa dan Yua, mereka sekarang udah henshin, tidak memperdulikan pengumuman dari Horobi.

"PELAKOR BANGSAT SAMA ANUBISNYA ZAIA BALIK KE KURSI MASING-MASING!" kali ini Tid yang ngomong.

Setelah Tid menggunakan kata-kata kasar, akhirnya Yua kembali ke wujudnya dan duduk di kursinya kembali setelah berhasil mengikat Tsukasa terus dimasukin ke bagasi pesawat. Setelah itu landing pun berjalan dengan lancar namun saat keluar dari pesawat, anak-anak cowo yang masih diem menunggu disuruh bawa koper anak kos cewe langsung mimisan.

"Yang Mulia, kita sudah sampai di Bali." ucap Woz sembari mengulurkan tangannya bagaikan menyambut seorang putri kerajaan turun dari tangga, tak lupa hiasan tisu yang menyumpal salah satu lubang hidungnya.

"Makasih Woz." Sougo tersenyum.

"Senyummu mengalihkan duniaku~" gumam Woz.

"Aruto sachou, kita sudah sampai di Bali."

"Selamat datang di Bali Aruto sachou."

Berbeda dengan Sougo yang hanya disambut oleh Woz-Geiz disuruh manggul koper, Aruto bagaikan seorang bangsawan yang baru saja pulang ke mansion miliknya dan disambut dengan 7 butler dan 2 maid. Aruto baru saja sadar ada humagear misterius yang ikut menyambutnya juga.

"Naki sejak kapan kamu-"

Naki berjalan ke hadapan Aruto lalu meraih tangan kanan Aruto. "Aruto sachou tidak usah memperdulikan saya mengapa bisa berada disini karena…" Naki mengecup punggung tangan Aruto. "Naki akan berada dimanapun untuk menjaga sachou." Naki mengedipkan sebelah matanya.

"Ah…" pipi Aruto emmerah. "Terima kasih…"

Naki langsung ditatap tajam oleh yang lain dan sepertinya Gai menyesal untuk membawa Naki ke liburan kali ini.

"EMU-CHUANNNN!" Kiriya berlari dengan wajah mesuk ke arah Emu.

Emu yang sedang berjalan membalikkan badannya. "Kiriya-san ayo bareng."

"Tidak semuda itu." Hiiro yang sudah berubah menjadi brave menghalangi jalan Kiriya dan Kiriya pun dikembalikan ke villa Agitongkol.

Sementara itu di Hawaii…

"Hikawa-san, anak-anak baik ya membelikan kita tiket berlibur disini."

"Iya, mereka benar-benar baik."

TBC

YOWW PIKNIK KE KUTA JADI GAED :v