Balesan Review

ARyandra

Kalo jadi perkemahan dimana yak?

Uhr: yoi sama-sama ARyandra-san ^-^/

Terui: GUA DIGOBLOKKIN LAGI TwT

Shiro: Iya .. bisa dibilang kaya begitu… Takatora? Mitchy sudah mencoret namanya sendiri di KK jterus masuk ke KKnya Kouta sama Kaito.

Shotaro: ga ga ga gua ga terima Philip selingkuh sama burung pemakan es krim itu, gua gamau serong gua lebih suka yang agak rata dan belum punya anak :v macem mereka

Hana: dia satu otaknya sama anak Agitongkol.

Sento: seme-seme engas memaksa gua untuk melakukan itu -_-" mereka semua memang berubah jadi manis.

Tsukasa: Iya dong, gua harus nyoba sebelum pacar dan suaminya belum merasakannya nanti malam, gua mau bedain yang punya Daiki sma yang lain :v

Daiki: gua cape sebenernya tapi kalo dia dilarang suka ngilang satu bulan.

Gou: KAGAK! Dada gua masih polos bersih tidak pernah dipegang.

Kiriko: Engga, nantikan dicampur sama daging domba, ayam, biar yang dapet Tsukasa cuman beberapa orang. Dan gua bakal bumbuin sampai ga beracun ke otak mereka yang makan.

Hina: Umi Kenzaki hanya menggunakan pakaian biasanya. Karena Mas Kenja gapunya pakaian seperti itu dan tidak mungkin dikasih rok pendek.. Tiang listrik itu Mas Kenzaki lho~

Shiro: mereka lebih baik dipisah.

ShiroUsagi: MAKASIH! KAMI SELALU SEMANGAT! HUEHUE

Mizu Rani 1

Shiro: tentu saja mas Kenja, kan kalo cewe lebih pendek dari cewenya udah terlalu mainstream :v

Daiki: terima kasih atas masukannya, mungkin mereka berempat akan mengubah pantai yang akan jadi tujuan kita.

Cukacang Bangsad

PRO PRO PRO! GUA TUNGGU NIH MPREGNYA SEBELUM PUASA

Zhou Yu: 99% sekali di lelang langsung pada ingin ngebooking dia.

DOKI DOKI DE KAWARESOU SENPASENLOVE!

Oiya dong harus jadi :v

Daiki: bacod kao

Haruka: karena kalo mbah marjan terlalu mainstream.

Tsukasa: no bikini no life :v Mamih sape?

Tsukasa: EMANG NAPE HAH?! SALAH?!

Basod kao

TAWA TEROSS NYING!

PANTAI KUTA GAESSS!

Selamat Membaca

Sekarang mereka sudah berada di hotel menunggu dengan pembagian kamar oleh Philip, yang mengurus piknik ini tentu saja Quartet Paparazi dan seperti biasa, keadaan hotel rusuh, Tsukasa yang modus sana-sini walaupun dia udah punya Daiki yang sekarang udah jadi bohay bagaikan botol fanta tapi masih kalah sama cewe-cewe orang lain.

"Lu kagak cape apa liat seme lu godain sana godain sini?" tanya Natsumi kepo, sebenernya dia udah liat ekspresi wajah Daiki yang bete karena dianggurin.

"Btw, Gen-chan kemana gaes?" tanya Yuki tiba-tiba.

"Katanya dia lagi di kamar mandi, si Sento salah sasaran." Jawab Banjou dengan cepat.

"Mana nih Chase, Ryusei, Philip sama Mitchy? WAGA MAOU GUA DIUJUNG TANDUK!" Woz masih mencoba untuk menghalangi Tsukasa untuk tidak menggoda Sougo.

"Maaf lama, Ryusei tadi maksa nyuruh kita ganti baju pas udah check in dan ngambil kunci kamar." kata Philip sambil membuka buku miliknya.

Philip menggunakan bikini warna hijau pastel berenda dan topi pantai yang sewarna dengan bikininya dan di topi itu ada hiasan pita warna ungu tak lupa dengan sendal yang berbeda warna kiri kanannya. Chase menggunakan celana renang yang sewarna dengan baju sehari-harinya dan jaket tipis berwarna ungu muda. Ryusei menggunakan celana renang warna biru tua, dan jaket warna biru tua berhiaskan wajah-wajah Kamen Rider Meteor. Mitchy hanya memakai celana selutut warna cream dan jaket tim Gaim kebanggaannya.

Otomatis beberapa cowo waras mimisan melihat penampilan Philip yang mengundang untuk digrepe, sebelum itu terjadi untungnya Shotaro langsung memakaikan jas hitam miliknya untuk menutupi tubuh kecil nan ramping milik Philip.

"Dinda kok cuman pake bikini aja sih?"

"Emang kenapa? Kan kalau di Bali bebas pakaiannya."

"Ryusei … itu siapa yang kamu rangkul pinggangnya?" tanya Misora, dia kepo sama perempuan yang rambutnya mirip dengan Gentaro namun bulu matanya sangat lentik badannya ramping dan … cup D.

"Cewe gua lah, emang lu pikir dia siapa? Sampe lu kaga tau."

Kengo diem, mikir terlebih dahulu, dia ga percaya kalau perempuan itu adalah Gentaro soalnya perempuan itu memakai dress dengan motif seperti Fourze, apalagi kakinya mulus bikin cowo-cowo ngiler.

"Tapi sejak kapan lu pacaran sama dia?"

"Udah lama kok."

"Ryusei…" kata Gentaro lirih, dia tidak ingin Kengo dan Ryusei perang hanya karena masalah ini.

"SUDAH-SUDAHHH! GEN-CHAN MILIK KITA BERSAMA!" Yuki menengahi.

"Ehem, gua bakal manggil nama dan memberikan kuncinya, betewe kalian ga apa-apakan kalau dicampur sama perempuan?"

"Gua sih oke, asalkan ga disatuin sama om-om pedo kayak gini." Kata Yua sambil nunjuk-nujuk pala Gai yang duduk di sampingnya, Yua sopan banget sama atasan.

Philip ngangguk. "Oke kalau begitu gua mulai ya."

"Mas Ren, Mas Shinji dan Geiz."

"GUA MAU SAMA SOUGO!" pertama dipanggil pertama kali protes.

"NO PROTES BANGSAT!" Chase ngetoxic.

Geiz langsung diem, mingkem, terus lari ke pelukan Mamanya.

"Mas Takumi, Mas Kusaka, Om Yuji dan Mari."

"Ini kalian satu kamar satu lapak ya?" Natsumi curiga, dia gamau satu kamar sama Tsukasa, karena bisa jadi nanti malem dia akan jadi kambing congek, apalagi Yusuke juga kena sasaran bom Sento di pesawat tadi.

"Bisa jadi, lanjut, Mas Kenja, Ustadz Hajime dan Amane."

"Ya lord ini beneran satu kamar satu lapak." Gumama Natsumi, dia ingin nangis.

"Mas Tendou dan Jyuka."

"Ryoutaro, Yuuto dan para Imajinnya."

"Agila sihhh Ryoutaro di gangbang." Siapa lagi yang komen kalo bukan Natsumi, dia udah keringet dingin nunggu gilirannya.

"Kazumi, Wataru, Taiga Fangire goblok."

"KOK GUA SATU KAMAR SAMA WATARU! GUA KAN CALON SUAMINYA MII-TAN!"

"LU BAPAKNYA WATARU BANGSAT! UDAH TERIMA AJA!" Chase bertoxic.

"Ini cuman kamar utama kalian kok, setelah itu kalian bebas mau tidur di kamar mana atau sama siapa." Kata Ryusei santai.

"Mau kalian satu kamar sendiri juga bisa, tapi barang-barang kalian tetap di dalam kamar utama." Lanjut Mitchy.

"Tsukasa, Daiki, Yusuke, Natsumi."

"NOOOOOO! NOOOOOOOO!" jerit Natsumi. "PINDAHKAN GUAAA! Gua kalo udah masuk kamar itu pasti gabisa keluar dan ga bisa pindah!"

"Yaudah Natsumi sama anak Build."

"YEAAHHHH!"

"Gua sama Shotaro, Terui, Akiko."

"Eiji, Ankh, dan anaknya Hina."

"Anaknya kek Tsunade kedua orang tuanya kayak gitu?" Natsumi masih setia mengkomen.

"Gen-chan, Ryusei, Kengo, Kijima, Yamada dan Yuki."

"KIJIMA SAMA YAMADA IKUT?!" Yuki kaget, setelah itu tangan Yuki di cubit sama Kijima.

"Haruto, Nitou, mantan pacarnya Haruto dan pacar barunya Haruto."

"SIAPA PACARANYA HARUTO YANG BARU?!" Koyomi selaku mantan pacarnya Haruto terkejut, setelah Koyomi tau, Koyomi diam membeku.

"Kaito, Kuota, Mai dan Mitchy."

"Kouta goblok." koreksi Kaito ga kalem.

"Om Tomari, Kiriko, Chase dan Gou."

"GUA MENOLAK KERAS SAMA CHASE!"

"Diem lu rata."

"GUA KAGAK RATA!"

"Sini gua coba."

"MESUM!"

Gou melempar kunci inggris ke Chase dan kunci mengenai kepala Chase, namun Chase kelihatan baik-baik saja, tidak terlihat kesakitan.

"Akari."

"GUA SENDIRIIII!" Akari berteriak bahagia.

"Eh bentar, gua pisah ajalah. Takeru, Makoto, Alain dan Akari."

"NOOOOOOOOOO!"

"Pallad, Graphite, Kuroto, Taiga, Kiriya, Hiiro, Emu, Nico dan Poppy."

Untuk kali ini Kiriya berteriak bahagia, sangat. Apa sih yang ga bikin Kiriya bahagia saat tau dia bisa sekamar sama Emu? Hiiro. Oh iya juga ya….

"Itu satu lapak rekreasi sambil hemat duit ya? Maksa amet biar semuanya masuk." Natsumi komen lagi.

"Yang lapak terakhir-terkahir ini dapet kamar yang paling gede."

"Anjir enak bat … JANGAN-JANGAN GUA SATU KAMAR SAMA SOUGO?!" Tsukuyomi baru saja sadar dengan nasibnya.

"Sento, Banjou, Misora, dan Natsumi."

"Sougo, Woz, Hiryu, Schwarz, Aura, Uhr, dan Tsukuyomi."

"Eh ada Hiryu?" Tsukuyomi muter di tempat, lalu menemukan secuil manusia yang sedang menggoda Sougo.

"JAUH-JAUH LU DARI WAGA MAOU!"

"Terakhir, Aruto, Yua, Izu, Gai, Horobi, Fuwa, Jin, Ansatsu-chan, Raiden, dan Naki."

Natsumi yang masih kalem di lobi dan ga ikut temen sekamarnya langsung sewot. "LU MAU BIKIN ARUTO MENDADAK MANDUL APA BEGIMANA?! BODYGUARDNYA CUMAN DUA LAWANNYA SEERTE!"

Akari sempet berpikir saat mendengar nama Raiden disebut oleh Philip. "Bentar-bentar, SEJAK KAPAN ADA ANAK PERTAMA SUN JIAN DISINI!"

"KAMPRET LU BAWA-BAWA PERAN GUA DARI FANDOM SEBELAH!"

"Gua baru ngeh Raiden ikut, JANGAN-JANGAN ELU PENUMFANG GELAP YA?! OM 45 TAHUN ITU KAN CUMAN NGAJAK NAKI DOANG!" Tsukyomi rusuh.

"A-ahh … nghhh."

TAK! TAK! TAK! TAK!

"SEME-SEME ENGASSAN JAUH-JAUH DARI ARUTO!" Yua memukul kepala Gai, Fuwa, dan Jin menggunakan kipas kertas.

Tetapi walaupun sudah dipukul seperti itu mereka bertiga masih tidak melepaskan Aruto, malahan jadi lebih parah, kedua tangan Fuwa masuk ke dalam sweater merah, Gai melumat bibir Aruto sementara Jin mengeksplor bagian bawah Aruto.

"JAUH-JAUH DARI ARUTO SACHOU!" Izu berlari ke arah mereka sambil mengangkat palu kayu besar.

"IZU NGAMUK WOI LARIIIII!" teriak Raiden, dia langsung siaga satu ketika melihat Izu sudah membawa palu besar, padahal dia bukan targetnya.

"Hehehe…" Tsukuyomi udah ngeces setelah melihat Aruto yang teraep sama 3 seme engassan, yang pasti dia udah on handycam ditangannya. "Mending lanjutin di kamar aja." Saran Tsukuyomi, eh tapi dia malah jadi ikutan kena amuk Izu.

Setelah menaruh barang di kamar masing-masing, mereka pun berkumpul lagi di lobi dengan baju renang. Mereka pun lanjut ke tujuan selanjutnya pantai Kuta, menggunakan mobil sewaan tentunya, walaupun masuk ke mobil saja rusuh karena ada seorang manusia kampret yang selalu saja membuat semuanya menjadi sulit.

"PANTAI KUTA GAESSS!" teriak Kiriya norak.

Nico menggeplak kepala Kiriya dengan sendal. "Pantai Kuta elu pake kacamata tukang pijet."

"INI PANTAI PANDAWA ANJIIIR!" Tsukuyomi ngeggas.

Karena kerusuhan yang dilakukan oleh manusia kampret itu, akhirnya mereka ga jadi pake mobil sewaan tapi pake via Daiki, karena manusia kampret itu gamau diajak kerja sama.

"ANJING!" Yua ngumpat, mukanya keliatan sangat frustasi. "GUA INGIN KE PANTAI KUTA BUAT NGAYUTIN COWO-COWO DAN ROBOT ENGGAS KE LAUT!" Yua nunjuk-nunjuk Aruto yang lagi-lagi kena sexual harassement di publik.

Izu masih setia dengan palu kayu besarnya, memperhatikan seme-seme yang masih hobi meraep sang sachou kesayangannya.

"Ternyata kalau disini Ustadz kalem ya kalian bertoxic ria." Akari agak bingung, masalahnya Hajime bener-bener kalem, ngebucin terus sama cewe tiang listirk berkedok tukang nasgor.

"POKOKNYA KIRIM KITA KE KUTA ANJING!"

"BERIKAN GUA ASUPAN! ASUPANNN!" kedua tangan Tsukuyomi sudah siap handycam.

Disinilah keluarga Time Jacker dengan wajah datar menonton manusia-manusia kelewat waras.

"Si Alpamaret napa sih bisa jadi fujo akut gini?" –Schwarz yang cape melihat Tsukuyomi.

"Kenapa gua setuju aja ikut ke Bali bareng mereka?" –Tid yang menyesal.

"Ada ga sih yang waras dan ga ngebucin di pantai ini?" –Aura yang merasa makin lama cuman dia yang waras.

"Robot kok engassan?" –Uhr yang masih bingung dengan keadaan para humagear.