Sampai saat ini Naruto menekan dirinya agar tak menemui Hinata sejak terakhir kali ia melihat Hinata secara diam-diam. Selama itu juga ia selalu berfikir dan meyakinkan diri tentang Sakura.
Naruto yang sedang sibuk-sibuknya dengan kertas tiba-tiba mendesis. Shikamaru yang kebetulan sudah satu ruangan dengan Naruto beberapa menit lalu kini menoleh.
"Siapa saja yang tersisa, Shika?" Tanya Naruto malas sambil berharap dalam diam.
Pertanyaan biasa dari Naruto yang Shikamaru sudah pahami. Kalau sudah bertanya berarti misi ini cukup sulit.
Shikamaru mendekat ke meja Naruto dan mengambil gulungan yg terbuka di meja.
"Hmm.. Coba lihat ini hanya misi rank A, Naruto. Ah, tapi melindungi sebuah Desa Hitam yang memiliki berlian hitam selama sepekan bukan misi rank A sepele. Mengingat ini permintaan tiap tahun aku tidak terkejut meskipun harus mengirim beberapa orang yang terpercaya untuk menanganinya." Shikamaru dengan malas.
Naruto yang sedari tadi melihat ke luar jendela mendengarkan dengan diam.
"Yang mengenal desa itu hanya angkatan kita. Yang tersisa hanya Aku yang pasti di sini, Sakura jelas tidak, Sasuke menganggur semenjak kembalinya dari misi kemarin dan Tim 8 yang menunggu mendapat misi lagi." Lanjut Shikamaru.
Naruto berdecak kecil mengingat Hinata ada di Tim 8. Entah mengapa rasa khawatir itu muncul begitu saja. Bahkan fikirannya sejak tadi sudah memikirkan mengirim semua orang tersisa kecuali Hinata, tapi ia tahu itu tak mungkin.
Hinata akan berfikir aneh-aneh padahal ia hanya khawatir.
"Panggil Tim 8 dan juga Sasuke." Putus Naruto profesional.
"Mendokusei.."
'Bertemu Hinata.'
.
"Baiklah. Tidak perlu basa basi. Misi rank A dari Desa Hitam untuk tahun ini lebih cepat karena ramalan bulan mereka." Jelas Naruto sambil melihat Hinata sekilas yang entah kenapa bertambah cantik tiap harinya.
"Sebenarnya Tim 8 cukup untuk misi ini dan Uchiha ini ingin libur dari misi besar tapi tidak tidak mau menganggur dengan mengancam. Jadi, setiap ada misi ia akan diikut sertakan sebagai pengaman tambahan. Juga untuk itu kuserahkan pemimpin pada Kiba." Shikamaru menatap malas pada Sasuke yang mendelik tajam balas menatapnya.
Di depan Shikamaru dan Naruto. Berbaris rapi Shino, Kiba dengan Akamaru di depannya, Hinata dan Sasuke.
Kedatangan Hinata yang diharapkan dan tidak diharapkan Naruto ini membuatnya terdiam sejenak. Pasalnya Hinata datang mengenakan jubah yang sama dengan Sasuke, 'itu sangat menganggu' batin Naruto.
Saat sudah dalam ruangan Hinata memang melepaskan jubahnya yang menampilkan pakaian misinya yang Naruto baru sadar jika pakaian misi Hinata sangat terbuka 'sial.'.
"Serahkan pada kami." Ucap kiba semangat.
"Guk." Sahut Akamaru yang langsung mendapat usapan gemas dari Hinata.
Kiba sama seperti halnya Naruto ia sudah berubah pesat terlebih pemikiran sebagai seorang ninja yang sesuai dan benar-benar dapat di percaya juga diandalkan sekarang.
Meski sifat kekanakannya masih ada karena ciri khasnya, seperti halnya Kiba yang dulu hanya saja Kiba saat ini versi lebih dewasa.
"Baiklah. Selebihnya kalian bisa melihat dalam gulungan." Ucap Shikamaru sambil mengambil gulungan di meja Naruto.
Hinata juga melangkah keluar ruangan yang di tatap heran oleh Naruto dan kembali membawa bingkisan kain ditangannya.
Shikamaru yang juga melihat itu kini mendekati Hinata setelah melempar gulungan ke Sasuke yang langsung mengeraskan rahangnya.
Kiba meminta gulungan pada Sasuke dan langsung berdiskusi dengan Shino, meninggalkan Sasuke yang malas melihat Shikamaru yang ada binar dimatanya.
"Bento mu, Shika-kun." Hinata memberikan bingkisan itu pada Shikamaru.
"Kau benar-benar membuatkannya." Tanggap Shikamaru.
"Aku menepati janji Shika-kun."
"Yare yare. Arigatou, Hinata." Ungkap Shikamaru tersenyum sedikit.
Tak tahu. Mereka sejenak memiliki dunia sendiri. Menghiraukan dua manusia yang sedang cemburu.
Sasuke dan Naruto saling bertatapan dan mengeraskan lensa mereka.
"Hentikan kalian. Kalian membuatku malas dengan suasana ini." Kata Kiba tiba-tiba sambil menggulung gulungan dan menyerahkannya pada Shino.
Sejenak Kiba menatap Naruto yang juga menatapnya lalu mengalihkannya pada Shikamaru.
"Jangan terlalu senang tuan pemalas. Itu hanya bento untuk siang nanti. Kami lebih puas makan banyak masakan Hinata mulai nanti sampai satu minggu ke depan." Kiba betucap drngan nada yang di buat-buat untuk pamer sambil terkekeh.
"Hmm.." Sahut Shino yang setuju.
"Sialan kau." Shikamaru hanya mendesis.
Sasuke entah sudah dari kapan sudah membuka pintu dengan satu tangan. Hinata yang menyadarinya segera pamit pada Shikamaru yang ditanggapi dengan tepukan pelan pada lengan Hinata. "Hati-hati.".
"Kami akan segera melaksanakannya Hokage-sama." Kiba dan Shino sedikit menunduk untuk memberi hormat.
Sasuke dan Hinata yang berjubah kembali sudah keluar terlebih dahulu di susul Kiba juga Shino.
.
"Siap?" Tanya Kiba melihat anggota misinya bersiap dengan kebutuhan sepekan mereka.
"Hai'." Hanya Hinata yang menjawab.
"Anggotaku ternyata hanya Hinata. Baiklah Hinata ayo kita pergi bersama." Ucap Kiba semangat kemudian memandang sinis Shino dan Sasuke yang mendelik.
Tanpa aba-aba Akamaru berubah menjadi lebih besar dan dengan cepat menerjang Hinata yang reflek melompat tinggi.
Semua hanya terjadi dua detik yang sekarang Hinata sudah duduk manis di punggung raksasa Akamaru.
"Nanti kau lelah, Akamaru." Hinata berkata dengan mengelus Akamaru.
"Guk." Akamaru dengan lompatan tinggi mulai perjalanan.
"Tidak Hinata tidak." Jawab Kiba menyeringai senang, menyusul cepat Akamaru.
"Sialan/dasar gila." Ucap Sasuke dan Shino bersamaan mengumpati Kiba yang seenak jidatnya.
.
"Haah.." Naruto menghela nafas.
Naruto menatap Shikamaru yang sedang memakan bentonya.
"Setidaknya kau menawariku, Shika!" Naruto berteriak.
"Kau sudah kupesankan ramen, Naruto. Kerjakan itu dulu." Jawab tenang Shikamaru.
"Aku mau itu."
Naruto berdiri menghampiri Shikamaru dan duduk di depannya. Menatap tatanan bento yang menggugah seleranya.
"Tidak akan kuberikan. Hentikan Naruto, kau menjijikan!" Bentak Shikamaru pada akhirnya.
"Apa?" Tanya Naruto yang masih fokus melihat dengan tangan yang sudah memegang sumpit yang entah datang dari mana.
"Kau ngeces, Naruto! Menjijikan!" Murka Shikamaru.
"Makanya berikan!"
"Ini-ini-ini, makan itu." Naruto hanya di berikan satu potongan roll kimbap, satu potong dadar gulung dan sayur mayur yang ditumis.
"Arigatou." Girang Naruto.
Memakan sekaligus langsung habis. Naruto terdiam. Mengingat dulu Hinata rutin mengiriminya bento saat latihan. Naruto hanya menginginkan bento dari Sakura dan bento Hinata akan di minta Kiba, Shino, Neji dan angkatan lainnya.
Naruto sekarang ingat dulu Sasuke juga ikut makan karena ada bento Hinata.
'Aku merindukan masakannya. Aku pernah mensia-siakannya dulu.'
"Sadar, Naruto. Ramenmu sudah datang." Shikamaru meletakkan kotak makanan di depan Naruto.
"Hmm arigatou, Shika." Tanggap Naruto sambil tersenyum masam.
"Ngomong-ngomong segera selesaikan tugasmu, sebentar lagi pernikahanmu. Mau tidak mau kau harus lembur." Ingat Shikamaru.
"Hmm.."
.
.
.
TBC
Maafkanlah daku yang telah menyakiti~
Ups.. Malah nyanyi.
Gomen.. Gomen.. Gomen..
Lama banget up nya..
Sadar kok kalok lama banget..
Jadi gak ada pembelaan nih..
Tapi beneran gak ada niatan buat ngegantungin ini fanfic..
Lanjut kok.. Tapi lama..
Tolong dukung terus yaa..
Sekali lagi, Gomen ne to Arigatou..
