One Winged Angel
Chapter 17
Disclaimer :
-Naruto by Masashi Kishimoto
-Highschool DxD by Ichie Ishibumi
-Final Fantasy VII dan Final Fantasy XV by Square Enix
Genre : Adventure, Supranatural, Fantasy
Rate : M
.
.
.
.
Seumur hidupnya, Kokabiel baru dua kali merasakan yang namanya berdebar, saat ribuan tahun lalu kala nasib dunia ini dipertaruhkan melalui sebuah perang yang menggetarkan seluruh isi dunia.
Kemudian saat pertarungannya melawan seorang manusia pengguna kekuatan The Crystal. Yang mana manusia tersebut mampu mempercundanginya hanya dengan serbuan ratusan senjata.
Lalu sekarang, saat ini ia kembali merasakan apa yang namanya berdebar itu. Melihat seorang manusia berambut pirang yang kini menjadi putih, tengah mengguncang fikiran dan batinnya hanya dengan tekanan energi yang berkobar dari tubuhnya.
"Ada apa Malaikat Kotor? Kau takut? Kau takut pada manusia ini? Betapa memalukannya," suara yang begitu dingin dan kental akan intimidasi tersebut hanya menambah beban pikiran dan batin seorang Kokabiel. Ia tidak menyangkalnya, namun sebagai posisi sekelas Jendral Da-Tenshi harga dirinya dipertaruhkan.
"Takut katamu? Sekelas Jendral Da-Tenshi sepertiku takut pada manusia sepertimu? Jangan bercanda!" balasnya dengan penuh emosi.
"Lalu, ada apa dengan tatapan itu? Tatapan yang memperlihatkan seolah kau khawatir pada sesuatu yang pernah kau hadapi. Tatapan dengan perasaan berdebar serta pikiran dan hati yang berkecamuk. Apa itu bukan takut?" Naruto kembali melontarkan nada itu. Nada bicara yang malah membuat Kokabiel semakin terpuruk akan perasaannya.
'Aku tidak ingin mengakuinya, tapi ucapannya memang benar. Sial! Ada apa dengan dirimu Kokabiel?'
Tidak ada jawaban dari Kokabiel, hanya ada geraman kesal yang secara tidak langsung ia mengiyakan perkataan Naruto beberapa saat yang lalu.
"Kau diam dan hanya menggeram. Berarti kau mengakui bahwa kau memang takut,"
WUSH
"Diamlah kau bocah brengsek...!"
Tak ingin terus diteror oleh intimidasi Naruto, Kokabiel mengepakkan seluruh sayapnya terbang ke arah Naruto yang hanya memandang datar pada dirinya.
"Huh, pathetic..."
SYUUT
Naruto mengarahkan reruntuhan gedung yang dikendalikan tangan kanannya ke arah Kokabiel.
"Aku akan membunuhmu bocah sialan!"
SLASH
SLASH
SLASH
TRANKK
Kokabiel membelah setiap reruntuhan yang melesat ke arahnya. Begitu ia selesai dengan reruntuhan tersebut, tiba-tiba saja bilah panjang nan tajam Masamune hampir membelah lehernya. Berkat ribuan tahun pengalamannya, ia berhasil menahan serangan kejutan itu dengan pedang hitamnya.
TRANKK
TRANKK
TRANKK
Pertarungan pedang di udara menjadi babak pembuka antara Naruto dan Kokabiel. Baik mereka berdua sama-sama menunjukkan apa yang mereka bisa. Namun satu hal yang terlihat kontras, Kokabiel melayangkan semua serangannya dalam keadaan masih berdebar, membuat semua serangan itu dibaca dengan mudahnya oleh Naruto.
TRANKK
TRANKK
Berbeda dengan Naruto yang tetap tenang sembari terus beradu pedang dengan Kokabiel. Tatapan datar itu senantiasa ia pusatkan pada Kokabiel yang terus menyerangnya tanpa henti. Hingga raut frustasi tercipta di wajah Da-Tenshi yang tercatat dalam Alkitab itu.
'Tak ada satupun seranganku yang berhasil melukainya. Kecepatan berpedangnya juga berbeda. Apa itu pengaruh dari pedang yang ia gunakan? Sepertinya tidak, bahkan saat memakai pedang besar tadi ia mampu bergerak sangat cepat untuk menghindari serbuan tombak cahayaku' pikirnya menganalisa.
"Jika serangan fisik tidak bisa, bagaimana dengan ini?!"
SRING
SRING
SRING
Puluhan lingkaran sihir muncul mengelilingi Naruto yang nampak tenang-tenang saja melihat lingkaran sihir itu mengepungnya dari berbagai arah.
"Terima ini...!"
SYIUU
DHUARR
DHUARR
DHUARR
Kokabiel pastikan serangan itu mengenai Naruto dengan telak. Ia tinggal memastikan hasilnya.
"Kumpulan tusuk gigi itu cukup menggelitik, kau tahu?"
Tak percaya dengan apa yang ia lihat. Kokabiel bisa melihat Naruto masih hidup dengan kondisi yang tidak berubah sama sekali. Nampak sayap hitam-birunya membungkus seluruh tubuhnya, sebelum akhirnya kembali berfungsi untuk dikepakkan.
"M-mustahil. Bahkan setelah menerima serangan seperti itu. Naruto-san masih hidup?!" Rias selaku ahli dalam sihir pemusnah berkata demikian.
"Sayap itu melindunginya. Aku tidak tahu seberapa kuat sayap tersebut. Tapi yang pasti, Naruto benar-benar penuh akan misteri," balas Azazel.
Sementara Sasuke hanya menatap teman barunya yang tengah bertarung itu dengan pandangan penuh arti.
"Inikah kekuatanmu yang sebenarnya?" gumam Pangeran Uchiha dengan tangan terkepal.
"Bahkan serangan sihir juga ... Sebenarnya makhluk apa kau ini?! Selama aku hidup aku belum pernah melihat manusia tanpa Sacred Gear yang mampu bertahan dari seranganku itu," wajah Kokabiel mengeras. Tak bisa menerima fakta bahwa Naruto selalu berhasil bertahan dari serangannya.
"Bukankah sudah kukatakan tadi? Bahwa aku adalah manusia? Sepertinya aku harus kembali mengingatkanmu akan jati diriku,"
WUSH
Meluncur bak roket, Naruto kembali menghunus Masamune pada Kokabiel yang juga telah siap menyambutnya.
TRANKK
TRANKK
TRINKK
Namun karena kecepatan Naruto yang tak lazim membuat Kokabiel harus bertarung sambil terbang mundur, hal tersebut ia lakukan untuk menjaga jarak dari Naruto, lebih tepatnya dari bilah Masamune yang memiliki panjang hampir 2,5 meter.
BRAKKK
DUMMM
Tak mampu menandingi kecepatan Naruto membuat Kokabiel harus merelakan tubuhnya menabrak sebuah gedung hingga tembus ke sisi lain akibat tendangan keras dari Naruto.
"Arrghhh...tendangannya kuat sekali!" kesakitan menyelimuti tubuhnya. Berusaha menyeimbangkan terbangnya usai menabrak gedung hingga tembus.
WUSH
"Aku belum selesai, Malaikat Kotor..."
Suara dingin Naruto tepat dari belakangnya membuat Kokabiel merasa nyawanya berada dalam genggaman pemuda berambut putih itu.
JRASSHHH
"Arrrgghhh...!" sepuluh sayapnya ditebas sekaligus. Membuatnya berada dalam hukum gravitasi yaitu jatuh ke bawah
"Ini untuk Xenovia-san...! Zanshin!"
Naruto menebas udara kosong sebanyak 7 kali lalu terciptalah 7 gelombang energi berbentuk sabit yang meluncur ke arah Kokabiel yang masih dalam proses menghantam tanah.
JRASHH
JRASHH
JRASHH
"AAAGGHH...!" seluruh tubuh Kokabiel dihiasi oleh luka tebasan tersebut. Membuat tubuhnya semakin cepat untuk menghantam tanah.
"Dan ini untuk ibu asuh Sasuke! Shadow Flare!"
SYUUT
Naruto melemparkan sebuah bola berwarna ungu kehitaman ke arah Kokabiel.
DUMMM
"AAGGHHH..!'
Bola tersebut akhirnya membuatnya menghantam tanah dengan keras dan terlihat lingkaran bayangan hitam menahan pergerakannya dengan kuat.
"A-apa?! Aku tidak bisa bangun!?" Kokabiel berusaha bangkit namun usahanya sia-sia karena teknik Shadow Flare membuatnya seperti menempel di tanah.
SYUUT
"Lalu ini..." di tangan Naruto nampak sudah terkompres sebuah bola hitam seukuran bola tenis.
"...UNTUK SAHABATKU NEJI...! BLACK MATERIA...!"
SYIUU
"T-TIDAAAKKK...!"
DHUARRR
Bola hitam itu meledak tepat di depan wajah Kokabiel dan menciptakan bola hitam yang lebih besar lagi. Membuat apapun yang berada didekatnya terhisap dan hancur di dalam bola hitam itu. Termasuk Kokabiel sendiri. Dan dengan itu, berakhir lah riwayat Kokabiel sang Jendral Da-Tenshi yang menjadi Veteran Great War serta yang namanya tercantum dalam Alkitab.
"Hahhh...Hahhh...Hahhh...Neji...semuanya...aku berhasil..."
BRUKKK
Sayap Naruto perlahan melemah dan membuat pemiliknya kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah namun tidak terlalu keras. Rambut putih panjangnya kembali menjadi pirang spiky. Bisa ia lihat dengan sudut matanya bekas ledakan Black Materia di tengah-tengah kota Kuoh berupa kawah besar dan juga dalam.
"Naruto ! / Naruto-san!" 4 utusan Uchiha bersama Irina diikuti kawanan para iblis serta tak lupa Azazel menghampiri lokasi Naruto terbaring saat ini. Vali? Entahlah.
"Benar-benar diluar dugaan. Kokabiel berakhir di tangan seorang manusia," ujar Azazel yang saat ini melihat Naruto tengah diobati oleh Asia.
"Sugoi Naruto-san! Kau berhasil mengalahkan Da-Tenshi itu. Padahal tadi aku berpikir kau akan kalah" timpal Suigetsu.
"Ahaha..terima kasih. Aku...hanya melakukan...apa yang kubisa..." jawab Naruto dengan sumringah sambil mengatur nafasnya.
"Ano...Naruto-san..." suara lembut Rias menggema. Membuat kepala pirang itu menoleh ke arah mereka para iblis.
"K-kami mengucapkan terima kasih padamu atas bantuanmu melawan Kokabiel" ujar Pewaris Gremory tersebut. Membuat Naruto hanya memejamkan matanya.
"Padahal aku sama sekali tidak ada niatan untuk membantu kalian. Tapi terserah mau kalian menganggapku membantu atau tidak, aku tidak peduli. Aku hanya melakukan tujuanku dan sekarang sudah terwujud," balas Naruto dengan datar seperti biasa. Membuat Rias beserta peerage-nya hanya memasang wajah bingung.
"Kami juga ingin meminta maaf padamu, Naruto-san. Kami salah menilaimu. Kami juga minta maaf karena sudah menyerangmu waktu itu," kali ini giliran Sona yang menyampaikan unek-uneknya.
"Aku juga sama sekali tidak mengharapkan permintaan maaf kalian. Tapi kalau itu maumu ya sudah, aku maafkan. Gara-gara kau dan Gremory aku harus pindah dari apartemenku dan tinggal di kedaiku sendiri. Hidupku seperti dibayang-bayangi oleh stalker kau tahu? Sudah cukup Asia-san, aku sudah tidak apa-apa," balas Naruto. Kemudian meminta Asia berhenti mengobati karena sudah merasa baikan.
WUSH
TAP
Muncul lagi sosok baru di tempat mereka saat ini. Mereka semua kecuali Azazel dan Naruto yang masih lelah langsung bersiap dengan senjata masing-masing.
"Wow, tenanglah ladies and gentleman. Aku datang dengan damai disini," ujar sosok berambut putih tersebut. Melihat tak ada tindakan ofensif dari sosok baru itu membuat mereka semua menurunkan senjata.
"Siapa kau?" Sasuke berbicara. Dan hanya direspon dengan kekehan oleh sosok itu
"Tenanglah sedikit Pangeran Uchiha. Kelihatannya kalian semua tidak sabaran ya? Baiklah, namaku Vali. Dan aku adalah The Vanishing Dragon alias Hakuryuukou. Singkatnya aku adalah rival dari The Welsh Dragon Sekiryuutei," tukas Vali sambil memberikan tatapan meremehkan pada Issei. Reaksi terkejut tercetak jelas di wajah para iblis kala mendengar pernyataan Vali. Terutama Issei.
"Hey hey, sudahlah Vali. Jangan menatapnya seperti itu. Kau membuatnya tidak nyaman" tegur Azazel dan hanya dibalas dengan gumaman bernada meremehkan.
"Kau masih sangat lemah Sekiryuutei. Aku sangat kecewa. Pangeran Uchiha atau pria berambut pirang itu lebih pantas menjadi rivalku daripada Sekiryuutei lemah sepertimu," ujar Vali terus menekan Issei. Dan tentu saja membuat Issei tak terima.
"Yah, kurasa segini saja. Aku kesini hanya untuk menyapa Sekiryuutei yang sebenarnya tidak pantas menjadi rivalku. Sampai jumpa"
BATS
WUSH
Vali mengepakkan sayap birunya dan terbang meninggalkan mereka semua.
"Haaahh...bocah itu," Azazel hanya menghela nafas.
"Anda mengenalnya?" tanya Sona.
"Yah, dia adalah muridku. Aku mengajarinya bagaimana mengeluarkan potensi yang sebenarnya dari Divine Dividing" balasnya.
DEG
BRUKKK
"A-apa-apaan ini?!"
"Energi yang sangat kuat!"
"A-aku tidak sanggup menahannya"
Dan tiba-tiba saja mereka semua kecuali Azazel dan Naruto jatuh berlutut karena tekanan energi yang terlampau gila. Naruto berusaha berdiri dengan bertumpu pada Masamune. Azazel sendiri walau masih bisa berdiri dia tetap merasakan tekanan energi yang membuatnya gemetar.
"Kekuatan ini...tidak salah lagi..." memori Azazel kembali ke ribuan tahun yang lalu. Saat perang yang menentukan nasib dunia ini akan jadi seperti apa. Ia masih ingat akan sosok makhluk kehancuran yang membuat Kami-sama harus menundukkannya bersama 2 makhluk kehancuran yang lain.
SYUUU
WUSH
Dan diatas mereka terciptalah sebuah portal hitam. Dari dalam portal tersebut keluarlah sosok perempuan berambut hitam bertubuh loli dengan pakaian bergaya Gothic Lolita. Memberikan tatapan datar pada makhluk-makhluk di bawahnya, Terutama pada Naruto.
TAP
Sosok perempuan itu perlahan mendarat di tanah.
"...Ophis, The Ouroboros Dragon. Sang Ketidakbatasan," desis Azazel.
"Hm. Lama tidak berjumpa. Bocah Da-Tenshi..." jawab sosok loli bernama Ophis itu. Tetap memberikan tatapan datar pada Naruto yang kini menatap tajam padanya.
"Siapa kau?! Apa maumu?!"
"Kau menarik. Bergabunglah denganku, atau..."
SYUUT
DHUARR
"Aaagghh...!" mereka yang jatuh berlutut tiba-tiba terpental karena serangan dari Ophis.
"Minna...!" Naruto menatap khawatir.
"...itulah yang akan terjadi. Atau lebih buruknya lagi, mereka akan mati" Ophis melengkapi ucapannya. Hal itu membuat Naruto naik pitam. Ia tidak akan membiarkan teman-temannya harus meregang nyawa lagi seperti Neji dan Xenovia.
"Kau...! Tak akan kumaafkan...!" Naruto merangsek maju sambil menghunus Masamune.
"Naruto tunggu!" terlambat, peringatan Azazel tak diindahkan oleh Naruto.
DHUARR
"Aaaghhh...!"
Dan hasilnya Naruto bernasib sama seperti yang lainnya.
"Naruto!" Azazel tentu saja khawatir dengan keadaan Naruto. Ia baru saja bertarung dengan Kokabiel. Dan kini sosok yang tak diduga sama sekali tiba-tiba datang dan menyerangnya.
"Aku mohon hentikan perbuatanmu Ophis." pinta Azazel.
"Kenapa aku harus menurutimu bocah Da-Tenshi? Apa kau ingin bernasib sama seperti mereka?" pernyataan Ophis hanya membuat Azazel terdiam. Walaupun kekuatannya sebagai pemimpin Da-Tenshi, tetap saja ia bukanlah tandingan bagi Sang Ketidakbatasan. Ia bertaruh hanya bisa bertahan selama 5 menit jika bertarung melawan Ophis.
"Aku akan menunggu jawabannu, sampai saat itu tiba..."
WUSH
SYUU
Ophis kemudian menghilang dalam pusaran portal hitam. Meninggalkan mereka yang masih kesakitan atas kedatangan Ophis tadi. Naruto melampiaskan emosinya pada Masamune dengan menggenggamnya erat. Ia menyadari bahwa ia masih lemah, walaupun sudah mengalahkan Kokabiel, namun Ophis berada di level yang berbeda.
Sebuah babak baru telah dimulai. Beragam tantangan telah siap menanti petualangan berikutnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ophis...akan kutunggu saat itu tiba..." gumamnya.
.
.
.
.
.
The End
.
.
.
.
.
.
.
.
Yah mungkin endingnya agak nanggung gimana gitu. Tapi ya beginilah. Aku sudah memberikan apa yang kubisa.Soal sekuel pasti ada. Cuma belum saatnya sih.
Setelah cerita ini, saya mau membuat Spin Off dari One Winged Angel ini, dengan Sasuke sebagai MC.
Chaos Core
Itulah judul cerita spin off nya. Saya kasih spoiler dikitlah, di cerita ini Sasuke tidak akan ditemani oleh 3 member boyband-nya. Ya, dia akan berpetualang sendirian untuk mencari sesuatu. Sesuatu apakah itu?
Akan terjawab di Chapter pertama Chaos Core...
Don't forget to review ! ! !
Arapenta Vexa
Adios . . .
