You Don't Know Love
I'm just tired, will you let me go just for today?
Jaehyuuuun! Ingin aku menyirammu dengan air bunga 7 rupa, inginku jambak rambutnya atau mendorongnya dari lantai sekolah yang paling atas!
Ada ide lain?
Sungguh! Doyoung ingin Jaehyun menggunakan otaknya dengan benar! Hih!
Proposal, surat undangan, daftar hadir, dan lain-lainnya semua dikerjakan oleh Doyoung.
Sebagai sekretaris, tentu sudah tugasnya mengerjakan itu semua. Oke. Doyoung mengerti. Tapiii, bukan hanya itu masalahnya..
"..Doyoung, kau bisa temani aku mengambil perlengkapan sound system untuk acara besok?"
Doyoung memutar bola matanya malas. "Kenapa tidak meminta sie perlengkapan?" Itu kan sudah tugas mereka.
"Yuta ijin tadi padaku karena mau pergi ke rumah neneknya."
"Apa? Dan aku, disini, sampai sore begini tapi kau mengijinkannya untuk pulang lebih awal?"
Jaehyun hanya menggindikkan bahu dan memasang wajah polosnya.
Doyoung kesal sekali, tak tahukah Jaehyun kalau itu hanya akal-akalan Yuta saja supaya bisa berkencan dengan Sicheng?
Tapi pada akhirnya dia hanya menghela napas.
Hal-hal seperti itu selalu terjadi dari hari dimulainya Jaehyun dinobatkan sebagai ketua osis dan Doyoung sebagai sekretarisnya.
"Doyoung.. itu-"
"Doyoung.. ini-"
"Doyoung.."
"Doyoung.."
"Doyoung.."
Doyoung sudah tidak kuat lagi.
"Berhenti menyuruhku dan minta anak lain untuk mengerjakan tugas-tugasnya!" Bentak Doyoung di depan muka Jaehyun.
Jaehyun hanya diam. Doyoung menghembuskan napas kasar dan membating kardus yang dibawanya.
..dan dia pergi.
.
Kejadian itu sudah seminggu yang lalu.
Well, perasaan Doyoung nggak enak juga sih. Like.. something missing? Entahlah.
Saat ini Doyoung sedang menunggu Rowoon menjemputnya, mereka janji untuk nonton berasama dengan teman-teman lainnya.
"Sayang, temanmu sudah datang.." Kata nyonya Kim pada Doyoung.
Namun, bukan Rowoon yang dia temukan, melainkan Jaehyun..
"Kau.."
Jaehyun ada di depan, masih di teras rumah, memasang senyum tanpa dosanya, dia memakai jeans warna biru tua dan memakai sweater tebal berwarna cokelat muda.
Entah kenapa Doyoung ingin memeluk tubuh Jaehyun seperti ia memeluk teddy bear kesayangannya, lalu meminta maaf karena sudah bertindak kasar minggu kemarin.
Tapi tentu saja tidak Doyoung lakukan. Fortunately.
"Proposal." Kata Jaehyun sambil melambaikan telepon genggamnya. "Pak Lee ingin melihatnya besok. Kau belum selesai kan mengerjakannya? Ayo aku bantu."
Dan saat itu Rowoon datang menjemput.
"Ehm."
Dehaman Rowoon menyadarkan mereka berdua akan kehadirannya.
Doyoung melihat Jaehyun menatapnya penuh harap.
"Rowoon-ah, maaf ternyata ada tugas yang harus aku kerjakan."
Rowoon sedikit menekuk bibirnya. "Lagi?"
Doyoung mengangguk. Memang dari dulu Rowoon (selaku sahabatnya) sering mengajaknya keluar tapi selalu ditolaknya dengan alasan mengerjakan inilah itulah.
"Maaf.."
Rowoon melihat Jaehyun lalu tersenyum kecut. "Baiklah.. Lagipula masih ada anak-anak lain kok, aku pergi dulu Doy.. kabari aku kalau ada waktu yaa."
Doyoung mengangguk.
.
"Ini sudah selesai semua?"
"Hm.. aku rasa sudah."
Kurang lebih tiga jam mereka mengerjakan proposal di kamar tidur Doyoung.
Tidak menunjukkan tanda-tanda Jaehyun akan pamit, Doyoung berdeham.
"Minumlah, daritadi tidak kau sentuh lo itu."
Nyonya Kim memang sudah memberikan mereka amunisi minuman dan makanan ringan namun sama sekali tidak ada yang menyentuhnya.
"Oh-"
Kemudian Jaehyun meminum jus jeruk yang esnya sudah mencair sedari tadi.
"Aku mau minta maaf.." ujar Jaehyun setelah menurunkan gelasnya.
Doyoung menatap Jaehyun. "Hm?"
"Aku selalu menyuruhmu, inilah, itulah, menemaniku mengerjakan tugas sampai larut malam.. yah.. dan masih banyak lagi sepertinya."
Doyoung tersenyum kecil. "Aku-"
"Aku menyukaimu, Doyoung."
Doyoung mengerjap. "A-apa?"
"Aku menyukaimu.. Atau cinta? Itulah sebabnya aku ingin selalu bersamamu."
"Dengan memberiku segudang tugas yang seharusnya tidak aku kerjakan?"
Jaehyun meringis. "Aku salah ya? Kupikir kau akan terbiasa dan nyaman jika terus bersamaku."
Doyoung menghela napas ingin sekali meledak, namun diurungkan. Justru dia berkata lembut sekali. "Kau tau? Mungkin kita bisa memulai lagi dari awal."
Seperti sebuah kesempatan, Jaehyun menatap Doyoung penuh harap.
"Aku.. Aku mungkin juga menyukaimu? Entahlah Jaehyun, seandainya kau tidak memberiku tugas-tugas yang menjengkelkan itu." Ujar Doyoung disertai bibirnya yang manyun.
"Bagaimana bisa?" Tanya Jaehyun.
Doyoung tersenyum kecil. "Kau ingat tidak, saat kelas sepuluh aku pernah terluka dan kau yang mengantarku ke uks, waktu awal saat kita di OSIS kau membantuku saat dimarahi kakak kelas, kau juga pernah meminjamkan aku jaket saat kehujanan, selalu mengirim pesan pada ibuku kalau pulang terlambat, selalu mengantarkan aku pulang kalau kita mengerjakan tugas sampai larut malam. Aku merasa ..yah seperti suka padamu."
Kemudian wajahnya berubah jadi galak (namun Jaehyun malah menilainya lucu sih).
"Tapi pikiranku itu selalu kubuang jauh-jauh karena kau selalu memberiku tugas tambahan yang bahkan seharusnya tidak aku lakukan." Ujar Doyoung sembari memukuli Jaehyun dengan bantal.
"Ya- ya! Hentikan.." Ujar Jaehyun justru tertawa. "Ah.. maafkan aku. Aku tidak tau itu justru mengurangi poinku."
"Tch, yang jelas saja."
"Jadi.. kau memaafkan aku?"
"Sebenarnya aku justru merasa bersalah saat membentakmu kemarin, yah, jadi kurasa sekarang impas." Doyoung menggidikkan bahu.
Jaehyun tersenyum. "Jadi, kita mulai dari awal."
Anggukan kepala Doyoung dianggap Jaehyun sebagai jawaban.
"Boleh.. aku cium?"
Doyoung mendesis. "Yah! Dasar mesum. Ini rasakan!" Ujarnya sembari memukuli Jaehyun lagi dengan bantal.
Jaehyun hanya tertawa, renyah sekali. Sampai dia terdiam untuk mengamati wajah Jaehyun karena sebelumnya tidak pernah sedekat ini.
"Kenapa?" Ujar Jaehyun, masih tersenyum.
Doyoung menggeleng dan ikut tersenyum. Melihat senyum Jaehyun yang disertai dengan lesung pipinya.
Lesung pipi favoritnya.
end.
.
Omegattt. Lapak ini sudah berdebuuu, oh tidaak wkwkwk /alay
Oh iya aku sebenernya bingung ini ff rate-nya di tag mau diganti 'M' apa nggak ya enaknya? Soalnya kan ceritaku yang huruf "T" itu agak dewasa iya kan ya, walaupun implisit. Aku bingung makanya masih aku buat 'T' untuk ratenya huhu
Anyway, garapanku untuk projek ini kurang satu ya.. wkwk kok rasanya aneh gitu sih kalo nggak diselesaiin :(
Yok bisa yok.
Terima kasih ya untuk pembaca yang sudah mampir di lapak ini :)) Apabila berkenan silahkan tinggalkan jejak yaa
