Cerita ini original milik penulis a.k.a Chanie (chaniethor)
Cerita ini merupakan fanfiksi, tidak bermaksud menjelekkan pihak manapun (I Love BTS :*)
BTS Fanfiction
Polar opposite
Hukum kutub yang berlawanan adalah tarik-menarik, bukan tolak menolak.
[17]
-Polar Opposite-
17
.
.
.
Kacau. Emosi Yoongi sungguh kacau sekali. Berani sumpah, dia hampir membenci Jungkook detik ini. Tidak, tidak masalah jika sekedar mengingatkannya pada traumanya. Yoongi terbiasa dengan trauma itu, usai tidur ia bisa sembuh sendiri. Akan tetapi, kali ini lain.
Jungkook membuatnya tahu soal Jimin. Ya, alphanya tahu soal Jimin. Seorang lelaki—alpha, yang sangat Yoongi cintai. Seorang alpha yang selalu Yoongi harapkan menjadi 'yang ditakdirkan' untuknya. Omeganya panik…
Semua rencana Yoongi bahkan tidak ada yang bisa ia selesaikan. Ia panik. Terlepas dari cinta lama yang kembali dibuka, ia harus berhadapan dengan kenyataan—sang alpha yang benar-benar ditakdirkan untuknya.
Sejak ia membawa kabur mobil pribadinya, dan melaju kencang untuk meninggalkan jejak dari kejaran para butler, pikiran dan emosinya terpecah. Antara menahan sesak karena menahan cinta lama, atau rasa takut amukan alphanya. Entah, ruh omeganya seperti bisa memastikan ada amarah dari alphanya semenjak Jungkook membawa nama Jimin dalam ceritanya. Yoongi tidak mengerti.
Yoongi takut, tapi ia tetap berusaha fokus berkendara. Ia tidak tahu ke mana Taehyung pergi, dan tidak tahu harus bagaimana. Kehadiran Taehyung tadi mungkin bermaksud mengacaukan acara. Tapi, Yoongi sudah mendahuluinya. Yoongi mengacaukannya lebih dulu.
"Lalu dia di mana…" gumam Yoongi putus asa.
Antara logika dan rasa. Yoongi tak bisa memutuskan harus menikmati yang mana. Ia membuka alam bawah sadarnya untuk menggerakkan mobilnya. Beberapa saat menepi pelan untuk melirik ponsel yang tak kunjung menyala. Yoongi berharap, Taehyung mengabarinya. Setidaknya, untuk memberinya solusi yang mana yang harus dia terima sekarang. Kerinduan masa lalu, atau ketakutan masa sekarang.
Alpha..
Ruh omeganya seperti melompat ketika mendapati layar ponselnya bertuliskan nama sang alpha. Yoongi bergegas menepi, dan meraih ponselnya. Ia seperti lupa pada ketakutannya.
"H-halo," ucapnya, sedikit terbata. Sejenak, Yoongi terhenyak. Ini pertama kalinya, dalam hidupnya, Ia terbata karena seseorang yang kastanya lebih rendah daripada dia. Meskipun Yoongi omega, dia calon pewaris—ingat. Dia dididik untuk berani, toh Ia juga punya kepribadian yang tidak lemah. Ia tidak pernah gemetar—selalu berusaha melawan—jika berhadapan dengan alpha. Ini pertama kalinya, Yoongi takut dan terbata.
Takut, tapi antusias juga.
Yoongi diam sejenak untuk mengatur napasnya. Panggilan dari seberang tidak lekas menjawab suaranya. Perlahan, Yoongi mulai cemas karenanya. Apakah terjadi sesuatu pada alphanya? Apakah Jungkook atau malah Mamanya menangkapnya?
"Taehy—"
"Kau di mana?" tanya Taehyung, akhirnya. Sayup-sayup Yoongi mendengar napas terengah dari sisi sang alpha. "Kirimkan mapsnya."
"Apa?" Yoongi seperti tidak percaya. Apa dia tidak salah dengar?
"Hei, aku pakai—"
"Mobil, iya, aku tahu. Aku sedang mengejarmu, hah—" sahut Taehyung, diikuti napas terengah lagi. Yoongi tidak mengerti, apakah Taehyung berlari ke sini?
Demi dia?
Jantung Yoongi tiba-tiba seperti ingin diumpati. Organ itu lambat laun berlari, membuat Ia yang sudah gelisah menjadi semakin tak terarah. Entah apa yang terjadi, Ia merasakan wajahnya mulai menghangat. Sialan!
"B-butler, mereka mengejarku bukan? Kalau kau mengikutiku—" Ucapan Yoongi dipotong lagi. Kali ini Taehyung setengah berteriak. Sukses membuat Yoongi terhenyak.
Taehyung mengatakan kalau Ia sudah membuat ban-ban mereka kempes di tengah jalan. Ia memasang perangkap sebelum ikut pergi mengejar Yoongi. Taehyung lantas terengah lagi, entah kenapa. Yoongi ingin bertanya, tapi Taehyung tidak membiarkannya. Sang Alpha memotong untuk memberinya titah. Yoongi tanpa pikir panjang segera mengatur kemudi untuk membawa mobilnya ke tujuan selanjutnya.
.
"M-makam, hah, putar balik ke makam tempat kita bertemu—"
.
.
-Polar Opposite-
.
.
Mungkin, Taehyung kali ini harus percaya pada cerita-cerita orang tentang 'menjadi gila setelah bertemu fated pair-nya'. Mungkin tidak segila mereka, karena Taehyung masih sadar mana yang keputusannya, dan mana yang dituntun oleh alphanya. Mungkin, dan yang dilakukannya sekarang adalah kombinasi dari keduanya.
Taehyung tahu bagaimana gemuruh hatinya sekaligus geraman alphanya yang tertahan, tapi dia masih harus memikirkan kelancaran keputusan omeganya yang lari meninggalkan lokasi. Makanya, Taehyung memasang perangkap di antara roda-roda mobil mereka. Jangan tanya bagaimana caranya, yang jelas Taehyung terbukti jenius untuk bisa melakukannya.
Taehyung dengan sadar melakukan semua itu, termasuk keputusannya untuk mengejar Yoongi. Meskipun kali ini terdengar gila, keputusannya untuk mengejar menggunakan sepeda sudah ia pertimbangkan dengan matang. Taehyung sudah melihat sebuah sepeda di jalur yang akan dia pilih untuk menyusul omega. Menggunakan sepeda juga bisa mengurangi kecurigaan keluarga Min, terlebih Taehyung sudah melepas seragam yang ia gunakan untuk menyamar. Taehyung mungkin tidak tahu kalau Yoongi juga tidak ingin Taehyung berurusan dengan keluarga Min, tetapi logika mereka tampaknya berpucuk pada hal yang sama.
Dengan tenaga dan tekadnya, Taehyung mengayuh sepeda sekencang mungkin untuk menjauhi kaki tangan keluarga Min. Termasuk Hoseok, Taehyung memutuskan untuk tidak berurusan dengan mereka sekarang. Yang bisa berkomplot dengannya hanya Yoongi saja. Untuk itu, dengan gilanya, Ia mengayuh ke tujuan yang Ia sebutkan pada Yoongi pada panggilannya.
Sebenarnya, makam juga bukan tempat yang aman karena Jungkook mungkin akan menyusul Yoongi ke tempat ini. Tapi, selama Taehyung bisa mendahului Jungkook untuk bertemu Yoongi, Yoongi tidak akan tertangkap. Intinya, kali ini Taehyung harus menjauhkan Yoongi dari rencana pertunangannya.
"ALPHA!"
Taehyung terhenyak ketika mendengar teriakan familiar tepat saat ia menghentikan kayuhannya. Taehyung lekas berlari menuju sumber suara, dan mendapati Yoongi tengah melambaikan tangan dari balik kursi kemudi.
"Cepat!" titah sang omega. Taehyung menurut saja. Ia lekas menutup pintu dan memasang sabuk pengaman, sebelum sang omega dengan gilanya menginjak pedal gas dan mengemudikan mobil menjauh dari tempat semula.
.
-Polar Opposite-
.
"Ke mana?" tanya Taehyung, masih terengah, dengan badan dibanjiri keringatnya. "Hah.. Ada rencana?"
Yoongi hanya bisa menggigit bibir bawahnya, berusaha keras memegang keberaniannya untuk melajukan mobil dengan kecepatan diatas rata-rata. Meskipun sebenarnya ingin sekali jiwa omeganya berhamburan dan memeluk alpha, karena pada dasarnya omega lebih memilih untuk direngkuh daripada harus memegang kemudi seperti sekarang. Akan tetapi, Yoongi cukup sadar diri dan bersyukur untuk tidak bertemu mimpi buruknya. Entah apa yang terjadi, atau mungkin karena keunikan Taehyung itu sendiri, Yoongi tidak merasakan amukan alpha itu lagi. Yoongi, dan omeganya diam-diam merasa lega.
"Entah, aku tidak bisa berpikir jernih," jawab Yoongi, agak frustasi.
Taehyung tampaknya tidak terkejut, hanya sibuk mengatur napasnya lagi. Volume paru-parunya sepertinya mengembang dua kali lipat. Terima kasih pada kerja keras kaki-kakinya mengayuh sepeda sampai ke tempat ini.
Sepertinya, Taehyung juga harus berterima kasih pada aroma omega yang duduk di sebelahnya. Kali ini tidak membuat alphanya gelisah dan membuat keadaannya sendiri semakin parah, justru sebaliknya. Alphanya jadi lebih tenang dan terkendali. Mungkin karena begitu senang sudah berhasil kembali bersama sang omega, meskipun hanya duduk bersebelahan saja. Taehyung juga menyadari kalau omega di sebelahnya mungkin ingin melompat dari kursi kemudi untuk berada dalam pelukannya. Bagaimanapun situasi tadi, sekaligus alphanya pasti membuatnya cukup frustasi.
"Taehyung?" Yoongi memanggil namanya, dan menariknya ke dunia nyata.
"Ah, oh—aku sepertinya tahu kita harus ke mana," ujar Taehyung dengan nada yang terdengar mulai parau. Sepertinya dia begitu lelah sampai tenggorokannya ikut terkena. Melihat Taehyung tadi datang dengan sepeda sangat lebih dari cukup untuk membuat jantung Yoongi berdegup semakin kurang ajar.
Astaga, dia gila, sumpah!
Yoongi menghela diam-diam mengingat peristiwa tadi, dan kembali bertanya ide yang Taehyung usulkan. Yoongi berjuang keras untuk fokus, benar-benar mengabaikan ruh omeganya yang sangat ingin direngkuh. Jangan dulu, Omegaku! Astaga! Kalaupun bisa memeluknya sekarang, aku tidak akan mau! Aish… Taehyung berkeringat begitu! AAH MESKIPUN JADI TAMPAN SIAL!
"Tapi," ucapan Taehyung terjeda karena suara paraunya. Yoongi menoleh sesekali.
"Apa?" tanya Yoongi.
Taehyung tiba-tiba tersenyum, sedikit membuat Yoongi terperanjat. Senyum kotak khas yang seolah tidak bisa membaca ketegangan situasi sekarang ini. "Ehe, kau punya minum? Aku hampir dehidrasi…"
Seandainya tega, Yoongi ingin sekali menendang kursi di sebelahnya. Biar saja Taehyung terpelanting ke luar sana. Yoongi ingin melakukannya! Bagaimana tidak? Selain karena pernyataannya yang membuat kesal seperti tidak bisa membaca situasi, Taehyung hampir saja membuat jantungnya berhenti. Senyumannya ituloh!
Ingin menangis karena perasaan ini, ruh Omega dan Yoongi kali ini sepertinya sehati. Ya Tuhan, cobaan apalagi ini..
.
.
.
-tbc-
Mind to Review?
Cek WP dan twitter chanie di scramblegg_ dan scrambleggA
thanks
Salam!
