"Episode penutup serial BoBoiBoy Galaxy Spesial sudah selesai diunggah, Tuan Nizam," lapor salah satu staf Monsta.

"Bagus. Ochobot, sekarang saatnya aktifkan kuasamu," perintah Pakcik Nizam.

"Baik! KUASA TELEPORTASI!"

Kamu yang bersama seluruh karakter yang ada menyaksikan di halaman Kantor Monsta, portal teleportasi Ochobot terbuka.

Kamu hanya tahu halaman Kantor Monsta dipilih sebagai tempat diaktifkannya kuasa Ochobot karena di sinilah letak retakan terakhir tersisa. Yang jelas ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk pulang.

Sudah saatnya….

.

.

.

IN THE WORLD OF GODS

Disclaimer: BoBoiBoy © Animonsta, mengambil plot dari anime Re: Creators. Tidak mengambil keuntungan apapun dalam pembuatan cerita ini

Summary: "Selamat datang, BoBoiBoy. Di dunia para dewa."

Warning: OC Reverse! BoBoiBoy, OOC akut, Latar Real Life, Typo(s), Reader POV! Dll

.

.

.

Kamu memandang kagum ke arah portal yang pasti menuju dimensi BoBoiBoy. Kamu perlahan mendekatinya sambil mencoba menyentuhnya.

"Kalau aku melewatinya… apa aku akan bisa pergi ke dunia BoBoiBoy…" gumammu.

"(YN)! Jangan sentuh!" seru Ochobot.

BZZZT!

"AAAAH!" Kamu langsung menarik tanganmu sambil menjerit kesakitan. Tanganmu tidak terluka, tapi rasanya kesemutan. Rasanya seolah-olah kamu habis menyentuh layar komputer yang sedang korslet.

"Portal ini cuma bisa dilewati oleh ciptaan, (YN)!" jelas Ochobot.

Kamu menghela napas kecewa. Tapi setidaknya kamu tidak celaka karena kecerobohanmu.

"Baik, ayo kita masuk!" seru Adu Du.

"Tunggu Adu Du!" cegah Ochobot. "Kita hanya bisa masuk bergantian! Portal ini tidak cukup kuat untuk membawa kita semua sekaligus! Kita masuk berurutan berdasarkan kemunculan kita di dunia ini!"

Mereka hanya menggangguk mendengar instruksi Ochobot.

"Jadi… siapa yang pertama?" tanya Probe.

"Nah, Kapten Papa. Kapten Papa yang pertama masuk," perintah Ochobot.

Papa Zola lalu maju ke depan. Kamu hanya mampu menahan tawa melihat Papa Zola membawa banyak plastik berisi makanan. Dia bilang makanan di sini enak, jadi dia ingin menjadikannya oleh-oleh.

"Saya pergi dulu, ya. Para dewa," pamit Papa Zola. "Senang Papa bisa datang kemari. Apalagi Papa dapat kuasa baru, hahaha…."

"Eh… Papa Zola, tidak ada yang memberitahumu?" tanya Pakcik Nizam gugup. "Kami berencana menghapus kuasamu begitu kau kembali."

"APA?!" Papa Zola langsung menarik kerah baju Pakcik Nizam. "Kenapa kau mau mengambil kuasa Papa yang keren ini?!"

"Uh… kalau kau punya kuasa, plotnya akan berubah drastis di seri mendatang! Lagipula…" Pakcik Nizam sempat menggantung kata-katanya. Dia berdehem dan berkata dalam intonasi Papa Zola.

"Dengan atau tanpa kuasa sekalipun, kebenaran… takkan menyerah menyelamatkan Power Sphera!"

Papa Zola tampak terkejut. Tapi kemudian dia tertawa sambil melepas cengkramannya.

"Baiklah… kebenaran, akan terus berusaha!" serunya.

Dia pun dengan dada membusung mulai memasuki portal. Sosoknya berubah menjadi hologram, lalu lenyap.

"Selanjutnya kau, Ejo Jo," kata Ochobot.

Ejo Jo dalam diam berjalan mendekati portal. Dia bereskpresi datar, seolah kejadian ini biasa saja.

"Ejo Jo!" panggilmu tiba-tiba. "Anu… uh…."

Entah apa yang mendorongmu untuk bicara. Kamu merasa ingin mengatakan sesuatu padanya, tapi kamu tidak tahu cara merangkai katanya.

"Jangan coba-coba menjilatku, dewa," kata Ejo Jo datar. "Bukankah aku sudah bilang padamu? Sejak awal aku sama sekali tidak tidak tertarik dengan dunia ini."

Kamu tersentak mendengar perkataan itu. Kamu ingin membalas, tapi tatapan galak Ejo Jo mencegahmu. Akhirnya kamu hanya diam menyaksikan Ejo Jo melewati portal dan menghilang.

"Selanjutnya Gopal."

Gopal berjalan terhuyung-huyung karena banyaknya barang yang dia bawa. Hampir semuanya adalah makanan. Sekali lagi, alasannya sebelas-dua belas dengan Papa Zola.

"Kau serakah sekali, Gopal…" celetukmu geli.

Gopal menengok ke arahmu. Dia mendengkus.

"Heh, (YN). Meski aku ini sering berbuat kesalahan, aku ini tetap pahlawan ya!" katanya.

Kamu terkejut mendengar perkataan itu. Tapi kamu tersenyum simpul padanya sebelum dia menghilang ditelan portal.

"Selanjutnya kalian, Adu Du dan Probe."

Mereka berjalan mendekati portal. Anehnya, Adu Du tampak menggeram. Dia seolah sedang menahan sesuatu.

Pertanyaanmu terjawab saat Adu Du tiba-tiba berteriak ke arah Pakcik Anas.

"Dengar! Aku akan belajar menerima semua kekalahanku dengan BoBoiBoy! Tapi… aku ingin setidaknya aku tidak diremehkan lagi oleh BoBoiBoy dan alien lain di galaksi!"

Pakcik Anas tampak terkejut mendengar perkataan itu. Tapi dia tersenyum dan mengangguk. "Percayalah pada kami, Adu Du."

Adu Du terengah-engah setelah berteriak, jadi Probe memijat bahunya.

"Maaf, para dewa. Incik Bos cuma kesal emosi saja. Dia sebenarnya senang bisa datang ke sini. Cuma… apa itu namanya? Incik Bos tsundere?"

"Ish, jangan gunakan istilah aneh itu, Probe!" tegur Adu Du.

Kamu berusaha menahan tawa. Sejak kapan Adu Du tsundere? Dari mana Probe tahu istilah itu?

Mereka pun segera mendekati portal. Tapi sebelum sosoknya menghilang, kamu berani bersumpah Adu Du menunjukkan senyumnya pada kalian semua.

"Selanjutnya kalian, Yaya, Ying. Kalian masuklah bersamaan."

"Baik!" ucap mereka berdua.

Sebelum mereka mendekati portal, mereka mendekati Pakcik Nizam dan para pendiri Monsta terlebih dahulu dan memberi hormat.

"Terima kasih untuk semuanya, Pakcik!" ucap mereka.

Mereka tersenyum dan mengucapkan 'sama-sama' pada mereka berdua.

"Yaya, Ying… sepertinya yang disuarakan para penggemar benar. Kalian terlalu mirip, padahal sejatinya kalian punya kepribadian yang berbeda…" ujar Pakcik Kee.

"Eh? Apa maksud Pakcik?" tanya mereka heran.

"Sudah, nanti kalian lihat saja ke depannya seperti apa," ujar Pakcik Safwan sambil tertawa.

Mereka tampak bingung. Tapi mereka memutuskan menyimpan pertanyaan masing-masing lalu berjalan memasuki portal bersama. Sama seperti yang lainnya, tubuh mereka berubah menjadi hologram dan menghilang.

"Sekarnag giliranku, BoBoiBoy. Kau harus masuk yang terakhir," kata Ochobot sambil melayang mendekati portal.

"Ochobot!" kamu berlari mendekatinya.

"Eh? Kenapa (YN)?" tanyanya.

Kamu tidak mengatakan apapun. Kamu hanya memegang tubuh bolanya dan mengelusnya.

"Ah, tidak. Aku hanya senang bisa menyentuhmu. Dan kau imut sekali…" katamu.

Ochobot tertawa kecil mendengar perkataanmu. Dia lalu melihat ke arah Pakcik Nizam dan yang lain. Setelah menunduk hormat, dia melayang memasuki portal dan menghilang.

Setelah Ochobot pergi, kini semua mata tertuju pada BoBoiBoy. Tapi alih-alih mendekati portal, dia justru mendekati Pakcik Nizam lalu memeluknya.

Pakcik Nizam tentu terkejut melihat BoBoiBoy melakukan hal di luar dugaannya. "BoBoiBoy…?"

"Terima kasih untuk semuanya… Ayah."

Sejurus kalimat yang keluar dari bibirnya, tapi mampu membuatmu terperangah. Pencipta secara teknis merupakan orang tua dari ciptaan tersebut kan?

"Hei, apa maksudmu BoBoiBoy?! Begini-begini kami juga ayahmu tahu!"

Pakcik Anas, Pakcik Kee, dan Pakcik Kee lalu ikut memeluk BoBoiBoy. Mata mereka tampak berkaca-kaca. Kamu tertawa kecil melihat mereka mengucapkan hal-hal semacam 'jaga diri baik-baik' dan 'sebelum tidur jangan lupa sikat gigi.'

Ngomong-ngomong… kapan ya orang tua BoBoiBoy yang asli muncul di seri animasi?

"(YN)…."

BoBoiBoy tiba-tiba mendekatimu. Menyadari ini adalah kali terakhir kamu akan melihatnya langsung, membuat matamu berkaca-kaca.

Tolong… jangan ada air mata untuk kali ini….

"Terima kasih untuk semuanya, (YN)…" kata BoBoiBoy.

Kamu yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya memeluk BoBoiBoy. BoBoiBoy balas memelukmu, membuat perasanmu makin tersentuh.

"Jadi… ini perpisahan kita ya?" katamu. "Baiklah, aku ingin berpesan padamu, jadilah teladan bagi anak-anak TK yang waktu itu ya?"

"Hehehe, tentu saja!" seru BoBoiBoy.

"Oh iya, BoBoiBoy…" kamu mendekatkan mulutmu ke telinganya, lalu membisikkan sesuatu.

BoBoiBoy hanya menanggapi bisikanmu sambil tersenyum. Dia lalu melepas pelukanmu, dan berjalan mendekati portal.

Sebelum masuk, dia sempat berbalik, dan tersenyum ke arah kalian. Lalu dengan satu lompatan, dia memasuki portal. Sosoknya berubah menjadi hologram, dan menghilang.

Beberapa detik setelah dia masuk, perlahan portal itu hancur menjadi hologram, lalu menghilang. Kamu memandang serpihan hologram yang berterbangan di udara dengan perasaan yang campur aduk. Rasanya lega, tapi entah kenapa ada rasa hampa di hatimu.

"Semuanya… benar-benar sudah berakhir…" gumammu.

"Selamat jalan, BoBoiBoy…."

.

.

.

EPILOG

Click!

Kamu memotret sebuah poster yang terpasang besar di pinggir jalan setelah turun dari bus. Itu merupakan poster promosi BoBoiBoy The Movie 2 yang akan tayang beberapa bulan lagi. Poster itu sangat keren, sampai-sampai kamu tidak tahan untuk memfotonya.

Pip!

Ponselmu tiba-tiba berbunyi. Layarnya menampilkan pemberitahuan bahwa ruang kosong di ponselmu menipis.

"Ya ampun, begini lagi… ya sudah, aku hapus-hapusnya kalau sudah sampai saja!" gerutumu.

Kamu segera memacu langkahmu menuju kamar indekosmu. Setelah sampai dan merebahkan diri di kasur, kamu segera menghapus gambar-gambar tidak penting di galerimu. Foto blur, foto iseng, gambar yang sudah tidak menarik lagi, dan lain sebagainya.

"Hmh? Apa ini?"

Kamu menemukan sebuah foto yang berupa selfie dari BoBoiBoy Solar, tapi itu seolah dilakukan oleh cosplayer dan latarnya tampak berantakan. Kamu seketika teringat darimana foto ini berasal. Mengingatnya membuatmu tertawa kecil.

"Belum ada setahun, tapi rasanya sudah lama sekali sejak kejadian itu…" gumammu.

Kamu terdiam sejenak. Semenjak kejadian itu, semua kegiatanmu berjalan begitu normal. Sampai-sampai rasanya semua itu cuma mimpi. Tapi kini kamu punya hubungan dengan staf Monsta, sehingga itu bukan mimpi.

Kamu masih mengobrol dengan Kak Fatin, walau hanya sebatas berbalas pesan. Dan satu hal yang membuatmu sangat gembira, beberapa harinyang lalu Pakcik Nizam mengirimkanmu tiket gala premiere BoBoiBoy The Movie 2, yang tentu membuatmu sangat bersemangat. Rasanya tak sabar menunggu hari itu datang.

Gambar BoBoiBoy Solar ini akan jadi kenangan tak terlupakan….

"Oh iya, saatnya lanjut membersihkan galeri!"

Kamu kembali fokus menyeleksi isi galerimu. Setelah puas memeriksa foto, kamu lalu beralih ke video. Rupanya banyak video yang sudah tidak penting. Akhirnya kamu menghapus beberapa.

"Hmh? Video apa ini?"

Kamu menemukan satu video yang kamu lupa isinya apa. Kamu akhirnya menyetelnya untuk memeriksanya.

"Spacelog 24…?" bacamu tak paham.

Video pun mulai terputar.

"Hai kawan-kawan! Hehehe… jangan risau, BoBoiBoy oke… kami sekarang ada di Tempur-A Station!"

Kamu kembali ingat. Ini adalah potongan video dari episode 24, di mana BoBoiBoy setelah sadar dari pingsannya yang lima hari, melakukan rekaman video.

Kamu menyaksikan video itu dengan perasaan hangat. Melihat Yaya, Ying, dan Gopal melambai ke arah kamera. Kaizo dan Fang sempat muncul sebentar dengan Fang yang melambai kecil. BoBoiBoy lalu memberi isyarat pada mereka untuk mendekat.

"Kawan-kawan, terima kasih karena setia mengikuti pengembaraan kami ke galaksi dari awal sampai sekarang! Kita jumpa lagi nanti, ya!"

"Bye kawan-kawan! Jumpa lagi!" kali ini kalimat itu diucapkan oleh mereka berlima, disertai kemunculan lengkap mereka di layar.

"BoBoiBoy akan kembali! Terbaik!"

Video itu pun berakhir. Di saat itu, kamu baru menyadari bahwa matamu berkaca-kaca. Kamu segera menyekanya sambil tertawa kecil.

"Bukankah sudah kukatakan padamu, BoBoiBoy?" ucapmu.

"Kapan saja aku menonton serimu… di saat itulah kita akan saling bertemu. Iya kan?"


The End


oke, rasanya campur aduk akhirnya bisa menamatkan fanfic ini. Ini pertama kalinya setelah sekian lama saya bisa menamatkan fic multichapter. Rasanya terharu… TAT

Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada semua orang yang bersedia membaca dan mengikuti fanfic ini hingga tamat. Terima kasih untuk semua review, fav, follow, vote, bahkan hanya sebatas views! Tanpa kalian, fic ini hanyalah catatan berantakan yang ada di buku saya! XD

Oke, special thanks untuk:

Jovarin: atas review lebaynya bahkan bersedia tanpa pamrih membuat fanart bahkan cover untuk fanfic ini! Rasanya terharu TAT

kurohimeNoir: yang menjadi pembaca setia dan rajin review panjang, walau sempat absen beberapa chapter tapi reviewmu selalu jadi moodboster.

AishaZero: yang juga sebagai reviewer sekaligus pembuat fanart untuk cerita ini. Walau sempat absen, tapi terima kasih atas fangirlingannya yang membuat diri ini ikutan fangirl! XD

Baiklah, terima kasih banyak sudah membaca fanfic ini, sampai jumpa di karya saya yang selanjutnya!

REVIEW! REVIEW! REVIEW!

.

.

.

.

Bonus

"Ahh! Gara-gara lihat video tadi aku jadi semangat menggambar! Belum diwarnai sih, tapi ini hebat!" serumu bangga sambil melihat hasil karyamu. Gambar yang menceritakan semua petualangmu sejak kamu menyetel episode 18.

Kamu memutuskan berdiri untuk merenggangkan badan, lalu berjalan meninggalkan meja. Gambar buatanmu masih tergeletak di situ.

My Family

(Gambarnya bisa dilihat di versi wattpad)

.

.

.

.

[26 April 2018 s.d 17 Juli 2020]

[In The World of Gods by Shaby-chan]