👑The King Of Uzumaki.
Genre : Action, Adventure, Romance, Supranatural & Over power.
Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto.
Highschool DxD © Ichie Ishibumi.
Summary :
Dikhianati, direndahkan, dipenjara, diasingkan dan dicap sebagai penjahat. Uzumaki Naruto, setelah apa yang dia lakukan diperang dunia shinobi keempat. Ia dipenjara selama hampir tujuh tahun dan akhirnya bebas dengan cara kabur dari penjara.
Apa yang akan Naruto lakukan selanjutnya?.
Latar cerita : Tujuh tahun setelah perang dunia shinobi keempat.
"Akashi..." bicara.
'Akashi...' dalam hati.
.
Pair : Naruto x ...
Rate : M
Warning : Multiple Crossover, typo, OOC, Gaje, dll.
.
.
.
.
.
.
Yosh! langsung kita mulai aja ceritanya.
.
.
.
.
.
.
Chapter 19.
Sementara itu dari sudut arah area peperangan, seorang pemuda bersurai merah muncul dari sebuah portal demensi. Bersamanya mengikut seorang gadis bersuarai hitam panjang.
Pemuda itu, Uzumaki Naruto menyaksikan pertarungan gila-gilan Dewa dari metologi Eropa Utara, Odin melawan pasukan Iblis yang membela pimpinan Iblis lama.
"Menarik sekali. Orang tua itu memiliki kekuatan besar dan kepercayaan diri tinggi untuk melawan seluruh pasukan musuh sendirian."
Naruto kemudian memindahkan perhatiannya kepada kelompok Rias yang sedang menuju kuil, tempat Diodora Astaroth menahan Asia.
'Mereka dalam bahaya. Kuil itu memang cukup jauh dari pulau terbang, tapi kalau makhluk itu sampai lepas dan mengamuk maka seluruh tempat ini bisa hancur.'
Naruto terus memperhatikan ke area perang lainnya, cukup jauh tapi masih bisa dilihat jelas oleh Naruto dengan Rinnegan yang sudah aktif di kedua matanya.
'Mereka sudah mulai menunjukkan diri.'
.
.
.
.
Di tengah area peperangan yang sedang berkecamuk, Azazel dan Sirzechs sedang berhadapan dengan dua orang yang merupakan dalang dari perang yang sedang terjadi saat ini.
"Aku adalah keturunan asli dari Asmodeus, Creuserey Asmodeus." Ucap seorang pria dengan rambut hitam diikat di ekor kuda kecil dan bermata ungu. Dia juga memiliki telinga runcing dan kulit pucat. Dia mengenakan pakaian bangsawan, yaitu pakaiannya hitam dengan ikat pinggang merah dan beberpa motif. Dia juga mengenakan jubah.
Di sebelah Creuserey, berdiri juga seorang pria yang mengenakan baju besi hitam dengan jubah. Dia memiliki rambut coklat panjang yang sampai ke punggung dengan poni menutupi mata kanannya.
"Wahai Raja Iblis palsu yang hina, Aku adalah keturunan asli dari Raja Iblis Beelzebub, Shalba Beelzebub." Ucap pria itu juga memperkenalkan dirinya dengan diawali hinaan yang ditujukan kepada Sirzechs.
"Jadi beberapa dalang akhirnya menunjukkan dirinya. Kalau begini sih sudah jelas semuanya. Kalianlah orang di balik kematian ahli waris Glasya-Labilas, kan?" Ucap Azazel sambil tersenyum menatap dua orang Raja Iblis lama yang ada di depannya.
"Mengakui dirinya sebagai Raja Iblis hanyalah mendongakkan kepalanya semata, jadi kami membunuhnya. Kalian juga akan mati di sini, Sierzechs, Azazel." Ucap Shalba dengan tenang.
"Sebagai anggota dari Fraksi Raja Iblis Asli, aku akan membalaskan dendam Katerea Leviathan. Dengan kekuatan yang telah aku dapat dari Ophis, kami akan membangun kembali dunia kami sendiri, dunia para Iblis." Timpal Creuserey, dia menatap benci dua orang di depannya terutama kepada Azazel yang pernah membunuh Katerea.
"Creuserey, Shalba, demi kelangsungan hidup Iblis, kita harus berhenti berperang di dunia bawah ini." Sirzechs masih berusaha untuk setidaknya memberikan tawaran berdamai di antara mereka, namun sepertinya hal itu sangat tidak mungkin.
Creuserey menatap jengkel kepada Sirzechs, dia merasa emosi melihat Iblis yang bekerja sama dengan ras lain yang notabennya adalah musuh di masa lalu.
"Kau sangat menyedihkan, Sirzechs. Iblis bajingan yang bersekutu dengan Malaikat dan Malaikat Jatuh sepertimu tidak pantas berbicara seperti itu." Teriak Creuserey marah.
"Kalau sudah begini tidak akan ada pilihan lain kecuali pertempuran sampai salah satu pihak mati." Kata Azazel.
Sirzechs menghembuskan napas berat, dia merasa cukup terbebani karena harus bertarung dengan ras iblis, ras keturunannya sendiri.
"Apa boleh buat. Creuserey, Shalba, sebagai Raja Iblis yang sekarang akan kumusnahkan siapa saja yang menentang Dunia Bawah." Ucap Sirzechs tegas. Aura kemerahan menyeruak dari tubuhnya, itu adalah Power of Destruction.
"Heh, Raja Iblis sekarang? Menyebutkan hal itu di hadapan keturunan Iblis berdarah murni terdahulu adalah sebuah kesalahan besar, Sirzechs." Balas Shalba diiringi senyum meremehkan. Pancaran energi yang kuat menyeruak dari tubuhnya.
Sebentar lagi pertempuaran hebat akan terjadi antara dua Raja Iblis terdahulu melawan Gubernur Malaikat Jatuh dan Raja iblis sekarang. Pertarungan Ini akan sangat berpengaruh dan menentukan nasib perang ini, apakah dimenangkan pihak Raja Iblis lama atau pihak Aliansi.
Tidak terlalu jauh dari sana terdapat puluhan ribu sosok mengenakan jubah gelap yang dihiasi dengan ornamen yang bervariasi tergantung pada individu, meskipun dari pandangan sekilas mereka tampak memiliki tubuh kerangka. Masing-masing mereka membawa satu sabit sebagai senjata.
Pasukan itu dalam jumlah besar itu sedang baku hantam dengan salah satu kelompok iblis muda yang berusaha menahan mereka.
"Aku tidak mengerti kenapa Dewa Tritunggal dari Olympus harus berkomplot dengan Raja Iblis terdahulu. Apakah mereka punya tujuan lain dari perang ini?" Kata seorang gadis muda berkacamata dengan perawakan langsing, memiliki rambut hitam yang ditata dengan potongan bob pendek dan mata ungu.
Sona Sitri, ketua OSIS Academi kuoh, teman masa kecil sekaligus rivalnya Rias. Saat ini Sona dan anak buahnya bersama seorang malaikat renkarnasi bernama Shidou Irina mendapat tugas untuk menahan pasukana musuh berupa Grim Reaper yang berada dibawah kekuasan Sang Penguasa Neraka, Hades.
"Jumlah mereka banyak sekali. Kita tidak akan bisa menghabisi semuanya. Kita hanya bisa bertahan." Kata Sang wakil ketua OSIS, Tsubaki.
Tim Sona memang terlihat unggul dalam serangan, terbukti dengan musnahnya setiap Grim Reaper yang terkena serangan. Tapi jumlah Grim Reaper itu sangat banyak hingga tak terhitung jumlahnya, membuat Sona dan anak buahnya cukup kewalahan dan hanya menunggu waktu saja sampai mereka semua kehabisan tenaga untuk menyerang.
"Setidaknya kita harus bisa bertahan sampai bantuan dari Michael-sama datang." Kata seorang gadis bersayap putih suci, itu sayap malaikat milik Shidou Irina.
Masih asik dalam pertarungan antara pihak Aliansi melawan pasukan Maou satan lama, tiba-tiba terjadi fenomena yang sangat mencengangkan bagi seluruh orang yang ada di area perang.
Jauh diatas langit kelam Underworld, tercipta sebuah garis yang menghubungkan jalur berbagai dimensi yang dikenal sebagai celah dimensi, dari sana keluar seekor Naga yang sangat besar yang dikenal sebagai Dewa Naga Merah, Naga agung yang dijuluki Kaisar Naga Sejati, dan Naga terkuat dari segala Naga, Dragon of Dragons. Sang Naga yang disebutan sebagai Sang impian, Apocalypse Dragon, Great Red.
Great Red adalah Naga yang hidup di celah demensi dan terbang selama-lamanya di sana. Itulah tujuan Ophis yang sebenarnya, dan mengalahkannya termasuk juga impian Vali.
Kemunculan Sosok Great red membuat semua mata tertuju kepadanya, rasa terkejut, takut, kagum, dan terpesona berkumpul bagi yang menyaksikan sosok luar biasa itu. Great Red memang sangat jarang menunjukkan dirinya selama ini kepada siapapun. Pasti akan terjadi sesuatu yang sangat besar di tempat ini hingga mampu menarik perhatian dari Sang Dewa Naga Merah.
Great Red terbang dengan tenang ke arah di langit Kelam Underworld, menuju sebuah pulau melayang yang diliputi kekkai tebal.
"Sepertinya sudah saatnya kita mundur." Ucap Shalba dan disambut anggukan setuju oleh Creuserey.
Kedua Maou Satan lama itu segera mundur dari area pertempuran melawan Sirzechs dan Azazel menggunakan lingkaran sihir teleportasi dan menghilang entah kemana.
Mundurnya Shalba dan Creuserey membuat Sirzechs dan Azazel sidikit bingung. Apakah mereka menyerah?, atau mereka takut karena kedatangan Great Red.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Bingung Sirzechs.
Azazel mengadah ke atas, dia memikirkan beberapa kemungkinan yang akan terjadi, sambil menatap Great Red yang terbang gagah di langit kelam Underworld.
"Sirzechs, sebaiknya kita juga mundur dulu."
x.X.x
"Great Red, lama sekali kita tak berjumpa."
Ophis mengadah ke atas, ke arah Great Red yang terbang dengan gagahnya hingga membuat siapa saja yang memandang tak bisa mengalihkan indra penglihatannya.
"Dulu sewaktu aku masih sepertimu, masih menjadi Dewa Naga sejati. Aku selalu berpikir untuk mendapatkan keheningan yang telah kau rebut dariku." Ophis menunduk, mutiara kelam itu tertutup oleh kelopak mata, hingga dengan aliran napas pelan sang gadis Dragon melanjutkan perkataannya,
"Sekarang aku sudah berubah, aku memiliki tujuan selain mengalahkanmu, tujuan untuk melindungi dan bersama sesuatu yang berharga dalam hidup yang tidak abadi ini."
"Jadi inikah yang ingin kau kalahkan, Ophis?" Naruto mangalihkan pandangannya dari Great Red. "Impianmu sungguh besar."
Ophis tak membalas perkataan Naruto, dia masih menikmati nostalgia tak langsung bersama Great Red. Naruto mengerti akan hal itu, dia tidak mau mengganggu momen pertemuan dua Naga terkuat itu.
Tiba-tiba dua buah lingkaran sihir besar dengan warna berbeda muncul di belakang Naruto dan Ophis. Dari sana keluar dua kelompok yang sudah sama-sama mereka kenal.
Naruto menoleh sedikit ke belakang sambil tersenyum tipis, dia berucap senang, "Kalian datang tepat waktu... Cao Cao, Vali."
Dua kelompok itu adalah Fraksi Pahlawan dan tim Vali. Mereka datang ke sini untuk dua alasan yang berbeda. Fraksi Pahlawan ingin membalas pengkhianatan Hades kepada mereka sekaligus untuk menunaikan janji serikat mereka kepada Naruto. Sementara tim Vali punya tujuan yang lebih ambisius kepada salah satu orang yang merupakan dalang dari perang ini.
"Kami datang kesini cuma ingin menepati kesepakatan kita, dan tentu saja,,, membunuh tengkorak bangsat itu." Ujar Cao Cao dengan tegas. Di belakangnya juga hadir anggota Hero Faction lainnya.
Sementara Vali dan timnya hanya diam, mereka lebih memilih untuk memperhatikan Great Red yang terbang di langit Underworld.
Naruto tidak membalas perkataan Cao Cao ataupun mempedulikan tim Vali yang memandangi Great Red. Pemuda berambut merah itu beranjak pergi dari situ menuju kuil yang ada di atas sebuah bukit batu besar.
'Aku harus menemui pihak Aliansi, tapi sebelum itu tidak ada salahnya kalau aku menyelamatkan mereka.'
Naruto mengaktifkan Rinnegan tingkat ketiganya atau The True Rinnegan, dengan ini Naruto memasuki mode terkuatnya dengan sepuluh bola hitam muncul dan melayang dibelakangnya. Bentuk fisik Naruto juga sedikit berubah dengan rambut merahnya yang berdiri dan tumbuhnya dua tanduk kecil dikepala, serta lambang spiral hitam pada dahinya. Jubah panjang yang Naruto gunakan juga mengalami perubahan seperti munculnya motif enam magatama hitam yang mengelilingi kerah tingginya. Pada bagian belakang jubahnya terdapat lambang Rinnegan hitam besar dengan pola sembilan magatama tersusun dalam baris tiga kali tiga dibawahnya. Penampilan Uzumaki Naruto yang sekarang sudah sangat mirip dengan Rikudō Sennin, Ōtsutsuki Hagoromo.
Dengan sekali hentakan kuat yang meninggalkan retakan besar di tanah bekas pijakannya, Naruto melompat ke udara dengan kecepatan yang tak bisa diikuti mata orang normal. Naruto melesat dengan aura keemasan di sekeliling tubuhnya, memperlihatkan pemandangan seperti sebuah bintang yang sedang melintasi angkasa.
Di depan sebuah kuil yang dibangun di atas sebuah bukit batu besar, terjadi pertarungan sengit antara keluarga Iblis Grimory yang dipimpim oleh Rias Grimorymelawan keluarga Iblis Astaroth yang dipimpin oleh Diodora Astaroth.
Rias bersama Akeno dan Kiba sedang bertarung dengan Queen dan dua Bishop dari keluaraga Astaroth. Sementara Issei, Koneko, Gasper, Xenovia dan Rossweisse berhadapan dengan delapan Pion, dua Knight dan dua Rook.
Tim Rias masih berusaha untuk merengsek masuk ke dalam kuil, tempat Diodora menanan Asia. Sebenarnya tim Rias unggul dari segi kekuatan, tapi para budak Astaroth menerima kekuatan dari Ophis sehingga mampu mengimbangi musuhnya.
bwuussss...
Braakkkkk...
Pertarungan itu langsung terhenti ketika sebuah sosok bercahaya emas melesat cepat dan dengan keras menghantam tanah di area tengah antara tim Rias dan budak-budak Diodora Astaroth, menciptakan debu cukup tebal yang memisah kedua kelompok Iblis itu.
Rias menghentikan serangannya dan mundur dengan beberapa kali melompat ke belakang, ke tempat Akeno dan Kiba berada.
"Apa itu tadi?" Tanya Issei, dia dan yang lainnya juga menghentikan pertarungan dan segera menuju ke tempat Raja mereka.
"Entahlah,, banyak hal aneh yang terjadi di sini." Jawab Rias, dia menatap kepulan debu yang mulai menipis itu. "Yang pasti kita harus terus waspada."
Sesosok pemuda berambut merah dengan jubah putih muncul dari kepulan debu, sekelilingnya diliputi aura keemasan yang pekat dan di belakangnya melayang sepuluh bola hitam. Dia adalah Uzumaki Naruto yang sudah dalam mode Rikudō.
"Aura emas itu,," Rias menduga-duga, "Uzumaki Naruto!"
"Hah?, Uzumaki Naruto? Penampilannya terlihat berbeda." Rossweisse mengamati penampilan sosok yang saat ini berdiri di hadapan mereka semua.
Naruto menoleh ke arah tim Rias dan berseru, "Kita harus segera pergi dari sini."
"Hah...?" Rias bingung dengan itu, namun tak mendapat tanggapan kejelasan dari Naruto.
Aura emas di sekeliling tubuh Naruto menyeruak dan membentuk awalan sebuah sosok tengkorak. Sosok tengkorak itu kemudian mulai diselimuti oleh otot-otot yang makin membesar hingga membentuk sosok manusia sempurna, terus seperti itu hingga bertranformasi menjadi seperti makhluk humanoid raksasa berpakaian jirah lengkap dengan sayap. Ini adalah Sosano'o Perfect mode milik Uzumaki Naruto, atau dengan kata lain ini adalah bentuk paling sempurna dari Sosano'o yang pernah Naruto perlihatkan.
Sosano'o Perfect mode milik Naruto ini sangatlah besar, mungkin dua kali lebih besar dari Sosano'o milik Madara Uchiha yang pernah diperlihatkannya waktu perang dulu, dan karena Naruto pernah mengunsumsi buah chakra serta menerima sebagian kekuatan Oruboros Dragon, membuat Kekuatan, kecepatan serta ketahannya juga pasti lebih unggul dari semua Sosano'o yang dulu pernah digunakan para Uchiha. Mungkin Sosano'o Naruto sudah mengimbangi milik Sang legenda, Rikudō Sennin, Ōtsutsuki Hagoromo.
Semua mata yang ada di situ terbelalak sempurna menyaksikan sosok rakasasa bak dewa yang saat ini berdiri gagah dengan pancaran kekuatan yang sangat besar.
Para budak dari Diodora Astaroth langsung berlarian karena ketakutan, semuanya masuk ke dalam kuil untuk berlindung meskipun mereka tahu itu tak akan menyelamatkan mereka kalau sosok raksasa itu menyerang. Untungnya Naruto tidak memiliki tujuan demikian sehingga mereka masih selamat.
Naruto berada tepat di bagian dalam! dahi dari wajah Sosano'o ciptaannya, dia menoleh ke arah Rias dan semua anggota kelompoknya yang saat ini melayang karena ikut berada di dalam kepala Sosano'o, dan berada di belakang Naruto.
Rias dan semua anggota kelompoknya tak bisa berkata-kata untuk beberapa waktu, semuanya terbuai dalan rasa takjub yang memenuhi ruang pikiran meraka, bahkan sebagian ada yang masih belum sadar telah ikut berada di dalam kepala Sosano'o. Itu hak yang wajar, pasalnya Naruto tidak pernah haya pernah sekali menunjukkan Sosano'o miliknya ketika melawan Fraksi Pahlawan, itupun masih dalam bentuk ketiganya. Sekarang Naruto memunculkan Sosano'o Perfect mode, dan Klub Penelitian Ilmu Gaib menjadi yang pertama menyaksikannya.
Naruto tidak mempedulikan hal itu, dia langsung melesat pergi dari situ dengan mengendalikan Sosano'o untuk terbang dan membawa mereka bersamanya.
Dengan sekali kepakan pada sayap besar Sosano'o, meciptakan hempasan angin besar yang sangat deras hingga menggetarkan bukit batu itu. Sosok besar berwarna emas itu melesat terbang dengan kecepatan tinggi.
"Eh?! Apa yang terjadi?" Rossweisse menjadi orang pertama yang berhasil tersadar dari keterpanaannya, mungkin karena efek dari suara hempasan sayap Sosano'o.
Setelah itu Rias, Akeno, dan yang lainnya juga sudah menyadari kalau mereka saat ini sedang melayang di dalam kepala Sosano'o.
"Uzumaki Naruto!" Rias berteriak, "Apa maksudnya ini?
Naruto yang mendengar teriakan langsung menoleh sedikit kebelakang. "Terlalu berbahaya berada di tempat itu, jadi aku menyelamatkan kalian."
Mendengar jawaban dari Naruto membuat Issei emosi, dia berteriak penuh amarah, "Menyelamatkan kami? Kau menghalangi kami untuk menyelamatkan Asia! Sebaiknya kau turunkan kami sekarang juga!"
Tak mendapatkan respon dari Naruto membuat Issei melepaskan energi dari Boosted Gear-nya, dia berusaha memberontak dari kurungan kepala Sosano'o, namun percuma saja. Sedikitpun tubuh Issei tak bisa digerakan.
"Sebaiknya kau tetap diam Kaisar Naga Merah, gunakan kekuatanmu itu kepada yang lebih berguna dalam perang ini. Musuh kalian sangatlah berbahaya." Ujar Naruto kepada Issei.
"Kami mengerti kalau musuh kami sangat kuat, tapi apa maksudmu melakukan semua ini? Kami harus menyelamatkan Asia." Kali ini Rias yang angkat bicara. Sebagai Raja dari kelompoknya, dia berhasil untuk berbicara dengan lebih tenang.
"Jika masih di sana maka kematian akan kalian alami, dan selamanya kalian tak bisa menyelamatkan siapapun, itu sebabnya aku membawa kalian pergi. Setelah keadaan memungkinkan kalian bisa menyelamatkan teman kalian."
Bersamaan dengan perkataan Naruto, terdengar suara retakan yang sangat keras dari arah Pulau Langit Agreas. Retakan itu membesar dan terlihat makin jelas, Pulau itu sepertinya akan segera kehilangan beberapa bagian besarnya aau bahkan terbelah menjadi dua.
Issei yang semula emosi jadi terkejut melihat kejadian itu, Rias dan yang lainnya juga terkejut menyaksikan fenomena aneh yang terjadi. Semunya terdiam dalam kebingungan, tapi semuanya tahu kalau itu bukanlah sesuatu yang baik. Masalah besar akan segera datang.
Naruto memicingkan matanya, Rinnegan itu menatap tajam dan lurus ke arah Pulau Langit Agreas.
'Sepertinya makhluk itu akan segera bangkit...'
x.X.x
Perang terhenti untuk sementara, pasukan Iblis dari Fraksi Raja Iblis terdahulu dan pasukan Grim Reaper berhenti menyerang tanpa suatu alasan yang jelas, semuanya ikut mundur bersama Creuserey dan Shalba.
Menanggapi hal itu, pihak Aliansi juga menghentikan serangan. Odin mundur untuk menemui Azazel dan Sirzechs. Di sana juga sudah hadir Ajuka Beelzebub, Serafall Leviathan dan Falbium Asmodeus. Dengan begini Yondai Maōu sudah berkumpul.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Odin.
"Odin-sama, Kami juga tidak tahu. Kejadian ini tidak pernah diperkirakan sebelumnya." Jawab Serafall.
"Sepertinya bukan hanya pimpinan satan lama dan Hades yang menjadi musuh kita saat ini. Aku curiga kalau di pulau itu ada seseorang dengan kekuatan besar, atau paling tidak dia membangkitkan sesuatu yang besar." Ucap seorang pemuda berwajah tampan berusia sekitar dua puluh tahunan, dengan mata biru muda dan rambut hijau yang disisir ke belakang. Dialah Ajuka Beelzebub.
Ajuka Beelzebub atau yang sebelumnya dikenal sebagai Ajuka Astaroth, adalah pemimpin Dunia Bawah saat ini dan satu-satunya Setan yang tersisa setelah peristiwa Perang Naga Jahat. Dia adalah Kepala Penasihat untuk Departemen Teknologi dan pencipta sistem Evil Pieces dan Rating Game. Dia adalah mantan pewaris Klan Astaroth dan berasal dari keluarga cabang Klan Astaroth.
"Aku punya firasat buruk tentang ini. Kedatangan Great Red benar-benar di luar perkiraan kita, dan sekarang Pasukan musuh juga tiba-tiba mundur. Mereka pasti merencanakan sesuatu." Kata seorang pria jangkung yang kepalanya benar-benar botak dan memiliki janggut di dagunya. Dia bernama Falbium Asmodeus.
Falbium Asmodeus, sebelumnya dikenal sebagai Falbium Glasya-Labolas, adalah Setan Asmodeus yang bertanggung jawab atas Urusan Militer.
"Bagaimana sekarang?" Tanya Sirzechs.
"Kita harus menyusun rencana lagi dari awal dan bersiap kalau saja terjadi sesuatu yang buruk." Jawab Azazel.
Masih bergelut dalam kebingungan, tercipta sebuah lingkaran sihir teleportasi. Dari sana muncul pria tampan dengan rambut pirang panjang dan mata hijau. Di atas kepalanya melayang sebuah cincin emas dengan posisi horizontal yang menandakan kalau dia merupakan sosok Malaikat. Dia juga memiliki dua belas sayap yang tumbuh dari punggungnya, dan tidak seperti Malaikat lain yang sayapnya berwarna putih, sayap pria itu berwarna emas. Dia mengenakan jubah merah dengan salib emas di bagian depan alb putihnya, serta pelat bahu emas dengan ikat pinggang putih. Dialah Michael, Sang pemimpin Ras Malaikat.
Dari belakang Michael mengikut pengawal setianya, Shidou Irina, juga Sona Sitri bersama seluruh anggota kelompoknya.
"Keadaan sedang tidak terkendali, ya." Ucap Michael.
"Begitulah, tapi karena kita semua sudah berkumpul di sini maka kita bisa membaut rencana baru lagi." Sahut Azazel.
"Masih belum semuanya..." Perkataan dari Michael membuat Azazel dan keempat Maou bingung, bahkan Odin juga penasaran dengan itu.
Tiba-tiba dari dari lingkaran sihir baru tercipta dan muncullah sosok yang membuat Azazel membulatkan matanya, yang lain juga terkejut manyaksikan siapa yang datang.
Seorang pria jangkung dan tampan dengan rambut pirang dan mata perunggu. Dia terlihat muda meskipun kenyataan usianya sudah tua. Dia memiliki ekspresi keras di wajahnya. Dia mengenakan jubah merah dan putih dengan aksen emas di dalamnya, pakaian itu hanyalah cara lain untuk memamerkan kekayaan dan kekuatan luar biasa yang dimilikinya.
"Zeus, apa yang kau lakukan di sini?" Odin menjadi orang yang mewakili rasa penasaran yang lainnya.
"Aku datang ke sini untuk ikut dalam peperangan karena Hades keparat yang berkhianat dan terlibat dalam kekacauan ini." Jawab Zeus.
Zeus adalah pemimpin sekaligus raja para Dewa, penguasa Olimpus, Dewa iklim, Dewa petir, dan cuaca. Tentu sebagai pemimpin Olimpus, Zeus merasa bertanggang jawab atas kakacauan yang saat ini terjadi akibat perbuatan Hades yang merupakan Dewa dari Olimpus.
Mendengar jawaban dari Zeus membuat Azazel cukup senang. "Begitu rupanya, jadi kita mendapatkan kekuatan tambahan sekarang. Aku sangat yakin kita bisa memenangkan perang ini."
Namun kesenangan sang Gubernur Malaikat Jatuh itu tidak bertahan lama, pasalnya mereka semua yang ada di situ merasakan jelas aura tak menegenakkan yang sangat menyesakkan dada, terutama bagi tim Sona yang notabennya masih Iblis kelas rendah.
Buk..
Buk..
Buk..
Satu persatu anggota kelompok Sona mulai berjatuhan, berlutut di tanah karena tidak mampu menahan kuatnya energi yang saat ini menerpa semuanya.
"Apa yang terjadi? Aura ini.." Serafall panik ketika menyaksikan tim dari adik kesayangannya yang terlihat sangat tertekan menahan aura yang saat ini memenuhi area perang.
"Semuanya, kita buat kekkai!"
Dengan intruksi cepat dari Azazel membuat keempat Maou langsung bertindak cepat untuk membaut pelindung yang mampu melindungi mereka sema dari pancaran aura mengerikan itu.
"Huh.. syukurlah." Sona dapat bernapas lega setelah semuanya terlindungi kekkai buatan Yondai Maou.
"Sepertinya aku mengenal aura ini,,," Odin meneguk ludah sambil memikirkan sesosok makhluk paling mengerikan yang terpikirkan olehnya saat ini.
Azazel sepertinya juga memikirkan hal yang sama seperti Odin, sang pemimpin Ras Malaikat Jatuh itu berkeringat sambil berusaha menolak sangkaan yang ada di kepalanya.
'Tidak mungkin,, makhluk itu...'
Tiba-tiba di tempat yang cukup jauh dari mereka berada saat ini, di sebuah pulau yang sangat besar mengambang di udara. Pulau Langit Agreas yang dikelilingi kekkai tebal yang perlahan mulai retak hingga akhirnya hancur.
Dari Pulau itulah tercipta gelombang energi hebat yang mulai menggetarkan udara hingga menghempaskannya menjadi sebuah topan besar ke segala arah dengan Pulau Langit Agreas sebagai pusatnya.
Bersamaan dengan tiupan angin itu juga ikut menebarkan aura kutukan yang sangat pekat, aura yang membuat siapa saja merinding ketika merasakannya. Dan setelahnya terdengarlah sebuah auman bagai bunyi suara penanda kehancuran dan kebinasaan.
Kraakkk..Kraakkk...Kraakkk...KraaakkkKKK...
Secara perlahan muncul retakan pada sisi Pulau Langit Agreas yang menghadap ke area perang tadi. Retakan itu makin menjalar keseluruh sisi pulau dan makin membesar, hingga akhirnya pulau itu terbelah menjadi dua. Satu bagian hancur menjadi pecahan batu yang berjatuhan seperti ribuan meteor yang siap menghancurkan apa saja yang ada di bawahnya.
Setelah itu nampaklah sosok besar yang memiliki penampilan layaknya binatang buas dengan karakteristik yang berasal dari hewan yang berbeda seperti singa, macan tutul, beruang, naga, dan lain-lain. Ia memiliki tujuh leher, tujuh kepala, dengan sepuluh tanduk, serta tujuh ekor panjang tebal yang berbeda bentuk. Ia juga memiliki empat lengan kokoh dan dua kaki yang bahkan lebih tebal dari lengannya. Tubuh utamanya adalah primata yang condong ke depan dan ditutupi bulu hitam dan apa yang tampak bersisik di seluruh tubuhnya. Ukuran sosok itu lebih dari ratusan meter, membuatnya terlihat jauh lebih besar daripada Great Red.
Sosok itulah yang menjadi cikal bakal akhir dari segala akhir yang telah tertulis disebuah kitap tua, ramalan yang ditulis oleh Kami-sama. Sosok yang sangat dikenal oleh para bangsa naga, dan ditakuti oleh para pendahulu pengikut Kami-sama. Itulah sang 666 (Trihexa) atau The Apocalyptic Beast yang juga dikenal sebagi Sang pembawa kehancuran.
"I-itu.." Sona tidak bisa melanjutkan apa yang ingin dia ucapkan, suaranya seakan tersendat di tenggorokan akibat rasa takut yang melebihi batas.
Buk..
Lagi-lagi salah satu anggota tim Sona jatuh tersimpuh di tanah dengan mata melotot menyaksikan sosok paling mengerikan yang pernah dia lihat selama hidupnya.
"I-ini bohong kan?" Saji, satu-satunya anggota laki-laki dalam tim Sona hanya bisa melontarkan pertanyaan yang jawabannya tak akan sesuai dengan keinginan pemuda itu.
"Trihexa! Bagaimana makhluk penghancur itu bisa ada di sini?, siapa yang membangkitkannya?" Odin masih setengah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ck! Jadi inikah yang disebut Uzumaki Naruto sesuatu yang sangat besar dan mengganggunya." Azazel tak habis pikir kalau pihak Iblis lama akan menggunakan makhluk penghancur itu dalam perang ini.
Bersamaan dengan munculnya 666 (Trihexa), pasukan Iblis Maou satan lama dan pasukan Grim Reaper kembali maju menyerang. Semuanya bersiap untuk meluluh lantahkan apa dan siapa saja yang menjadi musuh mereka.
Shalba dan Creuserey yang tadi sempat mundur kini bersiap kembali menyerang. Bukan hanya kedua Iblis itu, dari arah belakang muncul dua sosok lainnya yang akan ikut meramaikan perang ini.
"Saatnya memulai perang yang sesungguhnya." Ucap seorang pria paruh baya berusia 40 tahunan dengan rambut perak gelap dan mata cokelat. Dia memiliki rambut perak panjang dan janggut serupa serta aura tak berdasar dan menyeramkan di sekujur tubuhnya. Dia juga mengenakan pakaian Maou Lucifer.
"Rizevim, apakah ini bentuk sejati dari Trihexa?" Tanya Shalba
"Ini sudah bentuk sempurnanya, tapi masih belum bisa dikatakan bentuk sejatinya." Jawab orang itu. Dialah Sang Iblis tua yang dikenal sebagai Putra tunggal dari sang bintang fajar, memiliki darah Lucifer asli karena menjadi putra dari Raja Satan pertama, Satan Sang Pencetus Gelar Lucifer pertama dikalangan makluk terkutuk di Underworld, Rizevim Livan Lucifer.
Rizevim menoleh kepada orang berpakaian imam besar di sampingnya, Dewa dari Olimpus, Hades.
"Hades, apakah orang yang telah membunuh Samael ada disini?" Tanya Rizevim.
Sang Dewa Olimpus menatap sebuah kuil yang dibangun di atas bukit batu, dia merasakan kehadiran seorang yang memiliki kekuatan sangat besar.
"Dia,,,"
",,ada disini."
...
Dari arah yang sangat jauh, Sirzechs dapat melihat sosok yang cukup dia kenal dan para Maou lainnya. Kemampuan penglihatan dari mata Iblis memang memiliki ketajaman yang lebih dari manusia biasa.
"Ajuka, apakah itu si Rizevim?" Tanya Sirzechs.
"Aku rasa itu memang Dia, ck.. dasar Situa bangsat." Jawab Ajuka dengan kesal.
"Sirzechs, Ajuka, sepertinya kehadiran Rizevim adalah pertanda tidak bagus, aku tahu kalau tujuan Iblis tua itu adalah untuk membangkitkan Trihexsa, tapi aku tidak menyangka kalau akan terjadi sekarang." Gerutu Azazel kepada Para Maou Iblis.
"Gawat!" Tiba-tiba Sona berteriak panik, membuat semua menoleh padanya.
"Ada apa Sona-chan?" Tanya Sang kakak, Serafall.
"Rias dan kelompoknya masih di sana." Jawab Sona sambil menunjuk ke arah kuil yang berada di atas bukit batu. Bukan masalah kuilnya, tapi posisi bangunan itu tepat berada di depan Pulau Langit Agreas dan akan menerima langsung beberapa pecahan dari pulau itu.
Sirzechs sudah bersiap untuk melesat ke tempat itu untuk menyelamatkan adik kesayangannya, namun langsung dicegat oleh Azazel.
"Tunggu Sirzechs!" Azazel berhasil menangkap tangan Sirzechs dan menghentikan niat sang Maou untuk pergi.
"Lihatlah baik-baik."
Sirzechs memperhatikan betul-betul tempat yang di sebutkan Azazel, tempat adik kesayakngannya saat ini bearada, disana muncul dari ketiadaan sebuah sosok humanoid raksasa berwarna emas bercahaya yang memiliki sayap lebar.
"Itu.."
.
.
.
.
To be Continued. . . .
Note : Huhhh,,, lama sekali. Saya benar² dlm masa tidak bisa cepat up, ini jg nulisnya dlm keadaan cari sela² gitu dan mungkin akan bnyk kesalahan serta typo. Oke, hanya itu saja yg bisa kusampaikan, utk Reviews jg gak bisa kubahas sekarang.
Entah kpn bisa up lg, aku gak tahu sekarang. Pdhl alur dan potongan ceritanya sdh selesai aku buat, tpi disaat begini aku hanya bisa bilang,,,
Maaf.
So,, mohon pengertiannya.
.
