Title : Truth or Dare
Author : 8ternity
Rate : M
Genre : Romance, Hurt/Comfort
Main Cast : - Vernon
- Seungkwan
Support Cast : find in story~
Summary : Truth or Dare? Seungkwan pilih truth? Seungkwan pilih dare? Pada dasarnya semua untuk Vernon. Karena Seungkwan cinta Vernon.
- VerKwan / HanKwan / BooNon couple –
Semua yang 8ter tulis murni fiktif kecuali beberapa hal yang akan diberi tahu di note. Dan mohon maaf kalau ada kesamaan dengan ff lain atau bagaimana, karena ini memang murni hasil imajinasi pasaran 8ter. Juga bagi pembaca yang merupakan homophobic, atau anak di bawah umur boleh undur diri/eh. Karena 8ter gak mau menerima review yang gak membangun seperti menyatakan rasa jijik atau bagaimana dan ini merupakan ff rate m yang mungkin berefek buat readers yang di bawah umur (tapi gak ngelarang keras ya, kalau mau baca silakan ).
Happy reading
Previous Chapter :
"Oh, itu… ya, aku tidak mungkin melupakan dia. Aku ingat semuanya." Seungkwan tersenyum canggung meski diingatannya sangat segar semua hal yang dulu terjadi dan diiringi Joshua menggenggam dan mengelus punggung tangannya.
"Lalu ku rasa semuanya tidak akan begitu mudah lagi, Kwan. Vernon terlanjur bersama seseorang sekarang. Tapi mau bagaimanapun, kami akan segera menemui ibumu." Suara Joshua begitu lembut serta kata-katanya begitu menenangkan. Ia menatap lurus mata Seungkwan, membuat Seungkwan kembali menumbuhkan keberaniannya yang lama hilang dan memberinya kekuatan untuk lebih mencintai Vernon meski ia tidak yakin semuanya mungkin baik-baik saja.
Vernon x Seungkwan
Truth or Dare
Chapter 15 :
Setelah dengan merasa terkejar-kejar mandi terburu-buru, Vernon mengusak rambutnya yang basah. Dia memutuskan mandi berkeramas, khawatir kalau-kalau SCoups maupun Chan mencium aroma Seungkwan pada tubuhnya dimana kemudian smartphone nya bergetar dengan getar panjang. Vernon benar-benar berharap itu bukan SCoups sebelum bernafas lebih berat lagi saat melihat yang menelpon adalah Chan, ini jauh lebih buruk, bung. Benar-benar di luar dugaan dan tanpa pikir panjang Vernon tidak mungkin membuat seseorang yang ia cintai menunggu.
"Ya, sayang?" Vernon berbicara cepat, tidak sabar mendengar suara seseorang yang rasanya sangat dia rindukan.
"Ver, aku menunggumu pulang. Masih lama?" Chan terdengar murung dan itu sedikit mencekik Vernon, dia sedikit membenci dirinya jika memang dia yang membuat Chan merasa kesepian.
"Aku dalam tujuan pulang, sayang. Maaf membuatmu menunggu. Aku mencintai mu, aku akan segera tiba" Begitu saja Vernon untuk membohongi Chan sekarang, sudah cukup banyak dia berbohong. Juga menyatakan bahwa dia mencintai Chan dirasa perlu, setidaknya untuk meredakan rasa curiga-kalau saja laki-laki itu curiga- Chan.
Chan bergumam sedikit dan menutup telepon, gumaman Chan benar-benar sedikit sampai-sampai hampir tidak terdengar. Vernon dengar itu seperti tidak baik-baik saja dan rasanya dia tidak mungkin membiarkan ini. Jadilah dia menggunakan stelan kantornya lagi-lagi untuk meruntuhkan rasa curiga Chan padanya.
Keluar dengan memasang asal sepatunya lalu mengunci kamar apartment Seungkwan dengan kunci yang sudah Seungkwan percayakan padanya dan memasukkan kuncinya dalam-dalam pada kantung celana.
Vernon mengetuk-ngetuk sepatunya pada lift dan berpikir untuk memberikan sedikit pesan pendek pada Seungkwan yang kurang lebih isinya adalah menyatakan dia pulang tentu dengan tidak menyebutkan bahwa itu Chan yang memintanya pulang. Dia bilang bahwa SCoups menelpon nya menyuruh pulang, sadar bahwa dia membohongi Seungkwan untuk Chan dan juga membohongi Chan untuk Seungkwan. Memang sulit, tapi dia mencintai Chan dan juga menyukai Seungkwan. Sulit untuk melepas salah satunya.
.
.
Seungkwan mengetuk ujung kukunya pada gelas beberapa kali, ini sudah ketiga kalinya wine terisi di gelasnya. Dia hanya menghabiskan waktu dengan meminum winenya serta mengobrol bersama SCoups dan Joshua sebelum beberapa menit yang lalu temannya yang sialan setia-Ten tentu saja- menelpon dengan nada ceria yang dipaksakan, nampak sekali dia ingin berdamai setelah perseteruan yang menurut Seungkwan tidak masuk akal kemarin. Dan tentu Seungkwan mana tahan untuk membiarkan Ten kepo begitu saja sehingga dia mengatakan kalau dia kumpul-kumpul bersama teman Klinefelter yang jelas-jelas membuat Ten ingin hadir di depan wajahnya sekarang. Seungkwan sangat ragu, benar-benar sangat ragu awalnya sebelum SCoups bilang izinkan saja juga Joshua yang mau bertemu teman Seungkwan. SCoups hanya bilang kalau mereka perlu banyak sekali sekutu pembela untuk kaum Joshua maupun Seungkwan dan Joshua bilang kalau dia perlu kenalan dengan semua teman Seungkwan.
SCoups kembali menuang wine nya saat Seungkwan merasa getara kecil pada smartphone nya. Dan itu memberikan kebahagiaan kecil saat nama-meski telah disamarkan dengan nama palsu-dari seseorang yang begitu dia sukai tertera pada layar nya. Tapi kemudian netra bersinarnya menjadi sendu dan kalut. Karena dia tahu orang kesukaannya berbohong. Dengan sialan sok meyakinkan Vernon bilang kalau SCoups meneleponnya dan memintanya pulang. Tapi dengan matanya sendiri dia melihat SCoups bersama aura dominansinya minum wine di depan wajahnya juga mengobrol bersama dia dan Joshua.
Vernon berbohong dan itu sudah sangat melukainya. Dengan sialannya mencengkram dadanya dan sedikit mencekik jalur nafasnya. Ini bukan pertanda baik, dia mungkin menangis sekarang. Seungkwan meminum cepat winenya dan terbatuk dengan serbuan kuat alkohol di tenggorokkannya, Joshua kaget lalu melihati Seungkwan yang batuk-batuk dan terengah-engah dikursinya dengan wajah memerah. Matanya berair lalu air matanya tumpah begitu saja. Tentu, tentu saja itu desakkan dari tersedak namun juga tentu saja desakan dari sesuatu yang menekan jalur nafasnya sejak awal.
Seungkwan refleks melambai untuk meminta tissue dan Joshua memberinya satu kotak penuh bersama satu gelas air mineral.
"Kau sekarat, Kwan. Kau barusan mau mati!" Joshua mengelus punggung Seungkwan yang membungkuk lega setelah melawan gelombang derita tersedak.
"No, I am okay." Seungkwan bicara dengan suaranya yang bergetar tapi itu menghentikan elusan Joshua dan membuat Joshua terkekeh.
Itu berlangsung cepat dan membuat Seungkwan ikut tertawa, sedikit meninggalkan masalahnya nanti di belakang. SCoups memanggil Seungkwan yang masih cengar-cengir saat smartphone nya bergetar di atas meja. Wajah Seungkwan menjadi serius dan kemudian menjadi datar saat tahu Ten yang menelpon.
"Ya?" Seungkwan berbicara cepat pada detik pertama dan menunggu sekitar 2 detik untuk Ten mencerna jawaban cepat Seungkwan.
"Aku di depan gedungnya, tahu! Kami tidak berani masuk, takut nyasar-"
"Ya, oke. Aku tahu, aku jemput ke depan." Seungkwan berbicara nyaring menghentikan omelan Ten dan menutup telepon. Lagipula sebenarnya Seungkwan serius tidak tahu posisi mereka, tapi memotong omongan Ten dan jadi sok tahu itu jauh lebih baik daripada mendengar omelan Ten yang sampai sekarang sangat sulit dipahami si payah Seungkwan.
"Hyung, aku keluar sebentar dulu. Mau menjemput dua anak setan." Lalu SCoups tertawa dan Joshua mengangguk kaku, tidak terbiasa dengan kata-kata sekasar itu.
.
.
Vernon memarkir mobilnya sembarangan di drop off lalu melemparkan kuncinya asal ke arah pelayan yang berdiri kaku tapi gesit untuk merapikan pada garasi. Rasanya dia tidak punya banyak waktu. Ingat, Chan adalah prioritasnya dan dia tidak punya pilihan untuk mengecewakan Chan lebih banyak karena dia sudah mengerjakannya beberapa.
Matanya mengedar secepat yang dia bisa serta tangan yang sengaja mengacak rambutnya, ingin terlihat agak berantakan. Lalu kaki jenjangnya terhenti tepat di tepi tangga saat Chan menuruni tangga dengan mata yang terpaku padanya. Vernon serius sedang meyumpah di dalam hatinya namun bibirnya mengulum senyum yang kelihatan tulus. Tatapan Chan dengan hebat mengintimidasinya, menelanjangi sisi berengseknya.
"Kau kemana? Kenapa aku bahkan tidak mendapat kabar apapun dari seseorang yang disebut pacar?" Chan berbicara dengan nada kecewa yang menancap keras pada hati Vernon.
Ini dia, Jadi berengsek itu sulit, man.
"Aku bekerja, kau pasti tahu itu sayang." Pria bermata cokelat itu menghembus nafasnya pelan, karena rasa gugup merangkak naik pada tubuhnya.
Perlahan dia menaiki tangga, tatapan dan senyum lembutnya tidak terlepas saat dia merentangkan tangan dan Chan tidak berpaling barang sedetik menunggu untuk rangkulan hangatnya. Tapi kemudian pupilnya mengecil dalam keterkejutan yang tidak biasa. Chan berjalan cepat padanya, merengkuhnya dan memeluknya dengan sangat tiba-tiba. Tidak, Vernon benar-benar tidak terbiasa dengan Chan versi yang ini. Lalu rasa takut mulai merayap di hatinya.
"Ada apa, Chan?"-kau membuatku takut. Vernon melanjutkan kata-kata pendek yang penuh gentar itu di dalam hatinya. Dia takut ini adalah awal dari segala perpisahannya dengan Chan, dia takut Chan tahu semuanya dan memilih meninggalkannya.
'Aku rindu kamu, Ver. Asal kamu tahu." Chan memeluknya erat, terlalu erat. Lalu seketika Vernon merasakan lega mengisi hatinya dan tentu perasaan berbunga. Chan tidak pernah semanis ini. Ini benar-benar pertama kali, Vernon sangat bahagia.
"Aku juga…" Tepat setelah kata-kata menyenangkan itu terlontar dari bibirnya, Vernon kehilangan fokusnya. Dia ingat Seungkwan, seseorang yang dia tahu dan dengan kurang ajarnya dia ijinkan untuk membesarkan perasaannya. Tapi demi apapun. Vernon tidak bisa memilih untuk sekarang, dia sangat menyukai Seungkwan dan terlalu mencintai Chan.
.
.
"Oh, aku baru tahu kalau kalian agak banyak, ya?" Ten mendongak-dongak melihat orang-orang berlalu-lalang sedikit ramai di depan sana.
"Apa yang kau maksud dengan 'kalian'?" Seungkwan berbicara datar dan Johnny mendengus menahan tawa. Kedua manusia ini selalu bertengkar tapi sangat menyayangi satu sama lainnya.
"Tentu saja klienfelter. Apa lagi?"
"Iya tentu, kau pikir kami makhluk yang menghadapi kepunahan?" Seungkwan tampak tersinggung tapi bukan sesuatu yang parah, hanya sedikit.
"Bukan, kalian makhluk istimewa. Ayolah, jangan marah lagi…" Suara kekanakan Ten mengalun lucu bersama tubuh kecilnya yang menekan diri pada Seungkwan dan mengapit tangannya erat.
Seungkwan hanya bergumam-gumam tidak jelas dengan makhluk kecil yang menempel padanya. Makhluk ini dengan mulut mungil dan kalimat tajamnya dengan sukses beberapa kali membuatnya bersyukur dan kadang juga kesal. Tapi dia sadar, orang ini sangat peduli padanya dan rasanya jika sesuatu terjadi, dia tidak berhak juga untuk menyalahkan pria Thailand ini. Karena meski dia yang mendorong Seungkwan pada Vernon, tapi dia juga yang melindunginya beberapa kali.
Seungkwan merasakan sebuah colekan halus di pinggangnya setelah dengan pandangan ragu mendapati Joshua bediri di depannya bersama pandangan bingung dan dua gelas wine yang terisi di kedua tangannya.
"Kenapa, Seungkwan? Sesuatu terjadi?" Lalu suara itu mengalun lembut bersama tangannya yang memberi wine pada teman baru dan senyum santun.
"Wahh, manis sekali…" Ten mencicit di sampingnya, tentu hal tidak sopan itu membuat Seungkwan menyenggolnya. Tapi Joshua malah tertawa pelan dan bilang terimakasih dengan senyum lebar. Seseorang yang lemah lembut dan ceria, itu kesan pertama Ten. Sisanya, dia bingung bagaimana manusia bitchy seperti Seungkwan mungkin untuk dekat dengan seseorang yang sebaik dan secantik ini. Oh, tentu bukan maksudnya mengatakan Seungkwan jahat, hanya saja Seungkwan itu 'anak nakal'.
"Kau mau tahu sesuatu?" Seungkwan menyentak bahu Ten dengan keras sampai-sampai wine nya hampir tumpah, lalu Ten mengangkat alisnya di tengah rasa kesal dan penasaran.
"Dia calon istrinya bos besarku di kantor…" Seungkwan berbisik sinis, namun nada suara itu tidak membuat Ten marah tapi malah membuatnya kaget.
"Holy shit…" Ten merutuki tingkah kurang ajarnya. Dia merasa hampir saja mengorbankan masa depan Seungkwan dengan tidak tahu santun berbicara asal pada pria kelewat manis ini.
Johnny meringis pelan, mendengar Ten masih sempat mengumpat pada situasi krisis ini. Tubuh tinggi menjulangnya langsung memberi hormat dengan senyum gugup yang terlihat tulus. Joshua tentu saja tidak marah, lebih dari apapun dia menganggap Seungkwan bukan lagi bawahan pacarnya namun Seungkwan sudah menjadi temannya sejak pertama kali SCoups menyebut nama pria sintal itu di depan wajahnya. Lalu untuk Ten dan Johnny yang entah bagaimana memasuki hidup Seungkwan, Joshua sebenarnya punya perasaan yang baik untuk mereka berdua.
"Tidak apa-apa… tidak apa-apa." Joshua melambai pelan dengan tawa yang lembut mengalun. Lalu dengan tawa itu mereka melihati Joshua yang masih tertawa bersama satu laki-laki lain yang terlihat tampan dan berwibawa.
"Oh? Kenalkan pacarku, SCoups. Bosnya Seungkwan… Lalu kalian?" Joshua mengenalkan pacarnya yang ikut tersenyum dengan sorot mata yang begitu mengintimidasi.
"Haloo.. Ten dan ini pacarku Johnny… Teman Seungkwan." Ten tersenyum akrab, sudah agak terbiasa berkenalan dengan orang baru saat melihat Joshua begitu ramah pada mereka.
.
.
Mereka menghabiskan suasana ini dengan kedekatan yang akrab. Ten senang mengenal orang-orang baik ini. Karena ketika Joshua bertanya pekerjaannya lalu Ten bilang tentang semua jatidirinya bersama Johnny, Joshua hanya tertegun sebentar kemudian dengan baik hati begitu terbuka dan ramah. Orang ini pantas untuk orang seberwibawa SCoups, pesonanya sangat indah dan dia sangat baik.
SCoups menyesap lagi wine nya dengan agak lambat, dari hal itu mudah ditebak bahwa pria berwajah halfer itu sudah minum cukup banyak dan dia pintar membatasi diri. Dia mendengarkan semua pembicaraan itu, Seungkwan adalah anak yang nakal dan dia juga mendengar yang satu itu. Sedikit di luar dugaan, dia berharap Seungkwan cukup bijaksana untuk tidak membiarkan dirinya terjatuh dalam penyesalan. SCoups cerita soal dia saat Johnny menatapnya ingin tahu, dan ya juga tentang apa kegiatannya, kehidupannya bersama Joshua dan tentu tentang Vernon adalah adiknya.
Lalu sebuah kejanggalan yang tidak disangka-sangka naik ke permukaan, SCoups menyadari atmosfer ini. Ada apa dengan konteks pembicaraan soal Vernon? Dan apa yang salah dengan ekspresi Ten dan Johnny yang terlihat tidak bersahabat? SCoups hampir melontarkan sebuah pertanyaan namun dengan terpaksa menelannya saat melihat Seungkwan dengan ketergesaan yang dipaksakan menarik lengan Ten.
Kemudian dengan bisikan lembut mengatakan…
"Jangan membuat masalah dan jangan langkahi batasmu…"
Ya, jelas saja SCoups mendengar itu… Semua kata-kata yang terdengar sialan menjengkelkan…
.
.
Vernon dengan terpaksa mandi lagi, mau tidak mau untuk membuat Chan yakin bahwa dia benar-benar menghilang untuk bekerja. Hatinya diliputi rasa bahagia saat ingat segala kemanisan Chan padanya.
Lalu setelah keluar kamar mandi dengan stelan baju mandi, dia melihat Chan yang duduk ditempat tidurnya. Entah apa yang dipikirkan anak lelaki itu, pandangannya sungguh melayang-layang tidak fokus dan matanya menatapi lantai. Laki-laki mungil ini jelas punya sesuatu di dalam otaknya yang membuat Vernon berjalan perlahan tidak ingin mengagetkan Chan dengan kehadirannya.
"Hei sayang…" Vernon menepuk lembut bahu Chan saat Chan juga tertegun bersama pandangan yang melembut. Vernon meleleh dengan pandangan itu, terlalu menyentuh hatinya dan membuatnya kebingungan dengan jalan pikiran orang ini yang terlihat sialan manis.
"Tidak… aku hanya memikirkan sesuatu…" Lalu suara lembut itu mengalun yang bergantian membuat Vernon tertegun dan secara tidak sengaja memunculkan Seungkwan yang begitu manis di ingatannya. Kenapa makhluk seksi itu muncul di saat yang tidak Vernon inginkan? Dia menepis pikiran itu, karena sekarang dia di sini untuk Chan.
Chan memegang lembut tangan Vernon dan Vernon terpaku untuk tingkah hangat itu. Benar-benar tidak bisa diduga. Perasaan Vernon terbolak-balik takjub dengan afeksi yang berbeda diberikan Chan dan Seungkwan padanya saat kedua makhluk itu menyentuh tangannya. Pada Chan, sebuah perasaan bahagia dan ingin melindungi terpatri di hatinya. Juga pada Seungkan tentu saja juga perasaan bahagia namun dengan perasaan ingin menggigitnya, merusaknya dalam malam panjang dan tentu ingin memuaskan nafsunya.
Persaaan yang sialan berbeda dengan kedua orang yang sama-sama istimewa.
Kemudian Chan memeluk tangannya dan bersender pada dadanya bersama kalimat pendek juga suara kecil…
"Perasaan ini… aku rasanya mulai suka denganmu, Ver…"
Kalimat ini… terlalu telak dan berhasil merusak tatanan hati yang sudah Vernon buat sedemikian rupa.
.
.
.
TBC/END
Wkwk ragu nih bakalan masih ada yang ingatkah dengan cerita ini?? Udah kambek nih.. kangen gk?
Mau ngabarin author bakalan ganti nama pena guys TT, gk tau, baru nemu aja gitu nama yang pas.
Oh iya, mau ngabarin juga kalau author bakalan update cerita ini di Wattpad dengan revisi part untuk meningkatkan kekurangan-kekurangan author. Setelah cerita Truth or Dare ini End, author sepertinya gk bakal update cerita lagi di FFN ini dan beralih aktif menulis di Wattpad. Jadi buat yg suka sama cerita-cerita author jangan lupa follow akun author dengan uname Fae_Nyx
Selamat hari raya Idul Fitri ya para readersku~~ maafin author yang selalu telat kambek TT
Sayang kalian dan pliss selalu jaga kesehatan kalian yaa~~ sampai ketemu lagi…
Makasih buat semuanya yang udah review, follow da favorite…
Special Thanks To
BOOtyismine l taeger (guest)
Sorry kalau ada yang gak disebut ya~~
Berhubung review sedikit banget, aku bakalan pertimbangkan buat update pairing VerKwan dan bakal lihat di pairing ChanBaek. Kalau keduanya sedikit. Mungkin bakalan stop di FFN dan fokus langsung ke Wattpad.
Loveeee~~
