"Ma-Mahar,"Ucap Elsa.
"Flower winter adalah kutukan abadi yang tercipta akibat sumpah spirit, tentu jadi untuk menggulir sisi buruknya maka kau harus memberikan mahar yang sepadan dengan apa yang kau inginkan Ratu," ucap Eras tanpa basa-basi.
Elsa mulai menghela nafas, cemas ia memandang wajah Eras dengan tatapan mencari tahu, sebaliknya pria berambut panjang itu hanya tersenyum dengan misteri.
"Apa yang anda inginkan dariku, Aku akan mencoba menyelesaikan maharmu," ucap Ratu mencoba lebih gigi.
"Tenang Aku tidak meminta uang dalam hal ini, aku tidak meminta mahar-mahar semacam itu untuk sebuah permintaan,"Ucap Eras sembari menggeleng pelan kepala, seolah Apa yang dipikirkan oleh Elsa.
"Jadi harus seperti apa yang kau inginkan,"
"Yang ku inginkan adalah sebuah mahar, yang melibatkan dua perjanjian sekaligus,"
"Mahar apa itu?!,"Tanya Elsa.
"Mahar pertama adalah, kamu harus mengorbankan kebahagiaanmu selamanya, mahar kedua adalah kamu harus terikat dengan orang yang mengalami kutukan itu, untuk menggulir kutukan nya, simpel bukan?!,"
Mendengar permintaan aneh itu membuat Elsa tercengang.
Gadis itu tidak menyangka Jika dia mendapat mahar yang aneh, biasanya seseorang melakukan barter akan sesuatu, baik itu membeli makanan atau pekerjaan akan mengutamakan sesuatu yang berupa uang, emas, kedudukan, dan lain sebagainya.
Akan tetapi pria di hadapan Elsa ini sama sekali tidak meminta hal itu, sebaliknya sebuah rentetan permintaan yang Terdengar cukup sulit untuknya itu untuk dipenuhi.
Apakah Elsa siap memberikan sumber dari ketidak bahagiaan dirinya apa akan berdampak sesuatu untuknya nanti.
Lalu apa maksudnya dengan terikat dengan orang yang mengalami ketukan Apakah dia harus dikutuk juga.
"Lebih baik menyuruhnya untuk duduk sembari meminum teh, untuk menenangkan dia,"Suara Noir terdengar, menyela pembicaraan serius antara Elsa dan Eras, ia membawa nampan yang di atasnya terdapat dua buah teh, dengan warna biru muda, lengkap dengan sepiring kue panggang yang nampak masih panas.
"Iya Kau benar,(Eras mengalihkan pandangan dari Elsa, ke Noir) silakan Ratu Jadi bagaimana dengan Naoto sedang apa dia?!,"
Dia sedang menemani istrinya di kamar,"Balas Noir, lalu melahap sebuah kukis bulat dalam sekali lahap.
Elsa nampak terlihat Bimbang, ia mencoba untuk diam saja, sembari meminum teh yang ditawarkan oleh Noir, awalnya Elsa tidak yakin untuk meminum air teh yang dibawa oleh Noir, akan tetapi raut Noir terlihat begitu meyakinkan, dan cangkir satunya pun langsung dinikmati oleh Eras.
"Mengapa Teh ini berwarna Biru,"Elsa teringat jika Noir menyebut kata Teh.
"Teh ini bernama Light-blue, tidak hanya memiliki tampak-rupa yang cantik warna biru ,ia dari tanah Elf di Middel Earth, benda ini langkah dan tidak terdapat didunia-mu, kau bisa mendapatkanya jika butuh aku bisa memberimu bibitnya,"Ucapnya Tersenyum.
"Sebaiknya kamu pulang, dan kembali Kedunia-mu untuk, memikirkan lagi atas keputusanmu, aku akan menunggu andaikan kau siap,"Jelas Eras.
Dan setelah menikmati minuman, dan sedikit berbincang untuk mereka bertiga, akhirnya Elsa diantar langsung dengan sihir Teleportasi oleh Noir dengan aman.
🎭Beberapa hari berikutnya🎭
"Anda bisa menjelaskan secara rinci pada saya Ratu, saya adalah Elidion, kaki tangan keluarga raja dari Kepulauan Selatan, yang merupakan utusan tuan kerajaan Westergaard, maaf atas keterlambatan yang harusnya mencapai sehari pelayaran, karna masalah ombak harus menunggu sehari,"
Elidion adalah pria gagah, yang santun ia nampak memiliki tubuh kokoh, dengan tinggi 170, dengan rambut coklat yang disisir rapih, juga janggutnya yang tubuh bergaris membuat ia semakin mempesona, hanya saja dalam segi usia beliau berusia 40, dan sudah memiliki istri. Sebelum kedatanganya Tentu Anna dan Elsa sudah menyelidiki atas kabar tentang beliau, yang merupakan utusan adalah kaki tangan raja Kepulauan Selatan, yang sangat taat pada hukum, memiliki jiwa besar, nan dermawan, seorang yang terpercaya oleh raja selatan dipimpin oleh Michael Westergaard yang merupakan kakak kandung dari Hans.
"Saya senang bisa bertemu anda tuan,"Ucap Elsa, tampil begitu memukau, ia bergerak anggun menemui tamunya, sembari mengenakan dress putih-berkilap, rambut terikat tinggi, dengan hiasan kepala layaknya tiara putih menyeresasikan dengan gaunya, yang tidak berlebihan dengan, asesoriss berupa permata yang dibuatnya dari sihirnya, berupa kristal yang menempel pada dahinya, dan anting panjang berhiaskan gambar bunga salju.
Dan Anna tampil dengan sedikit berbeda dari biasa, ia mengenakan sebuah rompi dan terusan dress, berwarna hijau lumut dan bergerak indah, menjauhkan karakernya yang biasa hyape-aktif nan tomboy, kali ini dia sangat terlihat anggun begitu berwibawa, rambutnya sengaja dibuat bergelombang-besar lalu memakai tusuk rambut yang tergulung-keaatas, dengan model gaya dari daratan asia, menurut pengetahuan Arendelle model rambut itu sedang populer dikalangan para putri kekaisaran Asia, mereka mendengar kabar itu dari para putri undangan yang tampil anggun dengan sanggul, obi serta Yukata mereka yang mengagumkan.
Kedua gadis itu memiliki kecantikan, dan gaya yang berbeda, membuat Elidion tidak berhenti mengangumi keduanya andaikan dia masih muda dan belum memiliki pasangan, dia juga mau menjadi salah satu 'Pelamar' Jika memereka membuka Sayembara.
Akhirnya Ratu, Anna mulai duduk dengan santai sembari membahas semuanya. Pembicaraan yang serius dan gambar buntut panjang, karena mereka berdua juga harus menampilkan para saksi masa sejarah jujur di depan kaki tangan kerajaan Selatan. Tentu saja mereka tidak akan menerima orang yang hanya berdasarkan percakapan pribadi sekalipun itu adalah satu Tetangga yang menjadi pemimpin dari negara yang yang tengah melakukan pertemanan politik dengan kerajaan.
Setelah perdebatan dan juga diskusi panjang, atas hukuman untuk Hans akhirnya diputuskan bersama jika akan dipulangkan ke negaranya, dan akan mendapatkan sanksi yang besar langsung dari para kakaknya, sang komandan kasih tangan raja selatan pun meyakinkan akan hal itu.
Mendengar hal itu Anna merasa lega, akhirnya mereka mendapat titik terang tanpa harus menyinggung perasaan dari kerajaan lainnya, dengan begini satu masalah akan selesai, Elsa maupun Anna bisa menyelesaikan beberapa urusan politik lainnya yang menunggu di depan mata. Ini kedua kakak beradik itu menghela napas dan duduk di atas sofa empuk milik Ratu, keduanya memutuskan untuk istirahat sejenak dari arsip-arsip kerajaan yang sedang menunggu, setelah salah satu bawahan Elsa mengantar Elidion untuk keruang kamar-tamu, dikarnakan besok mereka harus kembali kekerajaan Selatan.
BRAAAKKK!
Tiba-tiba Elsa dan Anna dikejutkan oleh, salah satu pembantu kediaman kerajaan yang masuk secara tiba-tiba dengan tergesa-gesa, wajah sang pembantu wanita itu memucat, membuat Elsa merasa ada hal buruk yang terjadi." Ada apa ini kenapa kalian datang begitu tergesa-gesa ? " ucap Anna yang memandang beberapa pembantunya masuk ke ruangan dengan cara tidak biasa, sampai salah satu pembantunya mulai membuka suara.
"Ratu / Putri Anna, Pemuda yang kami rawat, nafasnya kembali turun, dia kembali kritis,"Jelas pembantu wanita itu dengan muka semakin panik.
"Apa!,"
Eras Home
Sementara di tempat lain Eras, sedang menikmati waktu sembari membaca buku di ruang baca favoritnya sang pengabul permintaan itu nampak tenang, tidak ada yang menemaninya. sebelum ia merasakan ada Hawa dingin tiba-tiba muncul di ruangan itu, berawal dari satu bunga es bertambah banyak semakin banyak memenuhi ruangan. ia mengangkat kepala lalu melihat sebuah portal yang muncul di ruang bacanya.
"Mengapa kau tidak muncul lewat ruang tamu saja, sepertinya lain kali kau harus lebih sering masuk dengan cara yang biasa daripada muncul secara tiba-tiba begitu Jack Frost,"Ujar Eras.
"Masalah kemarin membuatku berpikir, aku datang untuk itu," ucapnya sembari berjalan keluar dari portal menampilkan sosoknya, yang berupa pria berzirah dan janggut panjang yang merupakan perwujudan asli dari rupanya.
" Kau tidak menunjukkan karakter anak-anak yang biasa kau , dirimu si janggut putih yang rimbun, bahkan seperti sosok Gandalf yang ada di dalam buku yang sedang kubaca, "ujar Eras dengan memasang wajah geli.
"Menghina Rupa-ku harusnya, kau sadar diri jika umurmu juga sudah miliaran tahun, bahkan lebih tua dariku,"Ucap Jack Frost dengan cemberut.
"Maafkan aku jadi apa yang kau inginkan roh salju?,"Tanya Eras lalu menatap Jack Frost dan meletakan buku yang dibacanya dipangkuan berjudul 'Lord of the Ring'.
"Ini tentang permintaan yang kau ajukan pada RatuElsa, setelah kau memberitahu Ratu itu, kau langsung memberitahuku sesegera mungkin jadi aku kesini, ada yang aku inginkan darimu," ucap Jack Frost dengan tangan kiri yang terlihat bergetar.
"Baiklah, katakan apa yang kau inginkan aku akan mendengarkan, "Ucap Eras dengan raut yang semula main-main, tiba-tiba terbawa serius dan sekarang justru memberikan wajah sedih yang tersembunyi.
🎭Kembali Kekerajaan Arendelle🎭
DUARK!
Anna dan Elsa memasuki ruangan dengan tergesa-gesa, ia bahkan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh pembantunya di ruangannya. Terlihat kamar nampak cukup penuh orang di mana beberapa orang Tengah merawat, tubuh Naruto dengan berbagai pengobatan terbaik semampu mereka
Elsa nampak pucat saat melihat tubuh Naruto semakin membeku, wajahnya tidak hanya pucat melainkan sudah mulai membiru, rambutnya yang hanya memutih sekarang mulai mengeras seperti es, Elsa bingung apa yang terjadi karena seingatnya tadi pagi Elsa sudah Wah menarik elemen es itu dari jantung Naruto harusnya Hawa dingin itu tidak menyebar secepat ini Tapi mengapa, kutukannya Justru lebih cepat.
"Elsa Apa yang harus kita lakukan, ini berbeda dari apa yang terjadi padaku saat kutukan sihirmu mengenaiku,"Ucap Anna.
"Naruto bagaimana ini bisa terjadi Aku tidak bisa kehilanganmu,"
"Elsa sebaiknya Kau mengambil es yang ada di dadanya bukan, kau diajari bagaimana bisa menyerapnya keluar Serpihan-nya,"Tanya Anna.
Akhirnya Elsa mengikuti saran Anna, lalu mencoba menarik sihir itu akan tetapi tak ada perubahan.
"Iya Kau benar, tapi Anna kutukannya sudah dikeluarkan tapi tubuhnya tetap membeku,"Ucap Elsa mulai semakin panik.
"Astaga semuanya Tolong nyalakan perapian dengan api yang lebih besar lagi,"Ucap Anna pada pengawal terdekatnya.
"Maafkan kami tuan putri ini, sudah di tahap yang paling panas, jika dipaksakan untuk menyalahkan suhu yang lebih diatas standar bisa merusak perapian dan mungkin bisa kebakaran ruangan ini,"ucap pembantu pada Anna.
"Bagaimana Elsa,"Ucap Anna dengan pandangan teralih pada Elsa yang jatuh terdiam.
"Tunggu Anna aku masih punya cara, dan ini cara terakhir yang kupunya,"
Elsa meminta semua orang untuk keluar dari ruangan, kecuali Anna. Setelah kamar sepi. Iya tiba-tiba membunyikan lonceng yang terakhir kali dipakainya untuk melompati dimensi dunianya menuju dimensi Eras, akan tetapi tidak ada respon seperti sebelumnya.
Kringggghhh-"
"Elsa Mengapa kau malah membunyikan lonceng itu apa itu memiliki sesuatu di dalamnya?!,"Tanya Anna dengan kebingungan.
Kringggghhh-"
"Mengapa lonceng ini tidak membuka gerbangnya, apakah caranya salah?!," Elsa mulai panik dengan mata putus asa Pemandang lonceng yang ada di tangannya, sementara Anna hanya mengelus pundak kakaknya dengan rasa iba.
Akan tetapi tiba-tiba mereka merasakan sebuah angin semilir yang tiba-tiba muncul padahal tidak ada tekanan berlebihan, suara langkah tiba-tiba muncul di ruangan itu dan itu.
"Kalian tidak salah para gadis manis, portal itu sengaja tidak ku Munculkan karena aku sudah di sini,"
Deg!
"Tuan Eras"
🔔Bersambung🔔
🔔Jumat-23-Agustus-2020🔔
🔔Dirumah sakit.🔔
Next-Chap :
❄Bukalah matamu❄
