Armin sedang tidur. Ketika ia mendengar sebuah suara, matanya pelan - pelan membuka.

"Ah"

Sosok kepala Colossal sedang menatapnya. ada setetes air mata mengalir ke pipinya, dia menangis.

Annie...

Annie...

Tolong... dia...

Kumohon...

Armin...

"HAH!?"

Armin langsung terbangun. Keringat dingin membasahi wajah dan lehernya, suara Bertholdt di dalam mimpi seolah menghantuinya setiap hari.

Ini yang ketiga kalinya semenjak ia memakan Bertholdt.

Terkadang, Armin tidak bisa tidur dengan tenang. ada saat ketika masalah datang menghampiri, bayang-bayang Colossal menghantui isi otaknya.

Dia menghembus nafas berat.

"Annie..."

Armin tidur di kasur kamarnya sendiri. kamar ini terasa sepi tanpa Leonhart, dia masih merasakan aura penangkapan Annie tadi pagi...

Sidangnya...

Armin ingin menghadiri sidangnya. mungkin teman-teman yang lain takkan mau membantu dia membebaskan Annie. iya, Armin sudah paham. Jean dan Connie bukan tipikal orang yang asal-asalan. mereka punya hati yang telah di sakiti akibat penghianatan...

"... Aku.. mencintai Annie... kau lihat kan? kau adalah sebagian dari diriku sekarang.." Armin bergumam.

Armin sadar, ternyata dia mencintai Annie tulus dari hatinya.

'Tunggu saja, Annie... aku pasti akan menyelamatkanmu, dan kita akan pergi ke Shiganshina'

.

.

.

*Pagi hari kemudian

Penangkapan Annie sudah menjadi bahan diskusi warga Stohess.

Tentu sebagian dari mereka masih ingat kejadian 7 tahun yang lalu ketika Titan Eren dan Titan Annie membuat kekacauan. saling bertarung, memukul dan menghancurkan rumah. Titan sudah menjadi kalimat yang harus mereka hindari. Trauma berkepanjangan yang mereka alami lebih sulit untuk sembuh lebih cepat.

Di samping itu,

Hitch mengawasi aktivitas Sipir yang menangani kebutuhan Annie di penjara.

"Leonhart! Bangun! Ada sarapan untukmu!" kata Sipir.

Annie tidak bangun, dia sembunyi di balik selimut yang menutup seluruh tubuhnya dan meringkuk.

"Kau ini pura-pura tidur ya? Ayo bangun!"

*Taanghh!

Petugas Sipir pun sampai harus memukul jeruji besi untuk membangunkan Annie.

Hitch berdecak kesal. "Kalian ini, biar aku yang urusi. kalian keluar saja"

"Eh? Tapi, kami yang membawa makanan kesini"

"Sudah sudah, biar yang ku bangunkan Annie. Pergilah kalian"

Dan akhirnya, kedua Sipir itu pergi.

Hitch menatap Annie yang masih tidur, dia tahu Annie sudah bangun. Tapi dia takut.

"Annie, kalau kau tidak makan, nanti kau makin kurus. Bisa-bisa aku bakal di marahin Armin lho" ucap Hitch, membuka pintu penjara.

Annie tidak menjawab.

Hitch menaruh piring sarapannya ke atas meja. dia sebenarnya ingin menyentuh Annie, namun tidak jadi karena khawatir kalau Annie merasa terganggu.

"Kau akan baik-baik saja. para Sipir itu patuh di bawah perintahku" tambah Hitch.

Annie tidak ingin membuat kontak mata dengan Hitch, dia terus meringkuk di balik selimut.

"Baiklah, kalau kau tak mau menyahut, ku tinggalkan disini ya. aku ada urusan sebentar" kata Hitch, langkahnya hendak meninggalkan ruang jeruji besi dan pergi.

"Hitch..." Annie memanggil.

Hitch menoleh, dia agak terkejut karena Annie telah memanggilnya.

"Annie?"

"... Panas..." kata Annie, dengan nada letih.

Tunggu dulu, Hitch agak curiga. buru-buru dia masuk ke ruang penjara lagi dan langsung membuka selimut si Leonhart.

Annie demam.

Wajahnya memerah, dia terlihat mengalami sesak nafas. Hitch mulai panik, tangannya menyentuh dahinya dan menyadari suhu tubuh si Leonhart benar-benar panas.

"Annie, bertahanlah, aku akan panggil dokter. kau harus tenang..." kata Hitch.

"..."

Armin...

.

.

.

"Kita perlu menghadiri Sidangnya Annie. bagaimana pun nanti, kau harus berbicara dengan tegas pada hakim. yakinkan mereka bahwa Annie tidak layak di penjara" kata Hanji.

Jean sampai memijat keningnya. "Ughhh kenapa harus membingungkan seperti ini. Armin marah, sepertinya dia berniat melakukan ini semua sendiri"

"Karena kau tidak menunjukkan niat untuk membantu" jawab Hanji.

"Jean, aku mengerti perasaanmu. ketika Reiner dan Bertholdt menghianati, rasanya memang sangat sakit. dan kau takut hal itu terulang. tapi sekarang, urusan kita adalah Armin, dia benar-benar ingin menolong Annie untuk hidup kembali" kata Hanji.

"Aku tidak bermaksud seperti itu" Jean menunduk sedih.

"Aku tahu, Annie memang sudah berbeda. hanya saja.. aku khawatir pada Armin, aku tidak mau masalah besar menimpa dirinya setelah menyelamatkan Annie. Karena..."

Matanya menatap pada Hanji. "Karena... Armin yang akan di hianati.."

"Annie tidak akan seperti itu. aku berani menjamin" ucap Hanji.

"Kau memang bisa menjamin, tapi tidak denganku. Aku hanya... aku hanya mencoba menyelamatkan Armin. aku tidak mau kehilangan teman lagi..." kata Jean, menunduk sedih.

Mengingat hal yang telah terjadi di saat itu. ketika Marco mati di awal masa pelatihan, Sasha mati dan teman-teman setimnya yang mati karena rumbling, membuat Jean harus tegar. dia telah berusaha bangkit dari trauma yang sempat membuatnya sakit selama berbulan-bulan.

Hanji menepuk bahu si Kirschtein.

"Jean, kau adalah pemimpin sekarang. aku percaya padamu sebagaimana aku dulu percaya pada Erwin. aku merasakan hal yang sama ketika teman seangkatanku banyak yang mati. aku bisa bertahan hidup sampai sekarang karena perjuangan mereka... untuk itulah, aku memahami apa yang Armin lakukan untuk Annie karena atas dasar ketulusan hati" jelas Hanji.

Jean menatap Hanji dengan ekspresi seperti agak tersentak. kalimat Hanji menyentuh hati terdalamnya. Jean jadi meringis sedih karena merasa egois.

Pintu kamar rumah sakit langsung terbuka. Connie melangkah masuk kedalam dan berdiri di depan meja.

"Aku mendapat kabar, Polisi Militer akan menyidang Annie tanggal 8" kata Connie.

"Tanggal 8? Itu hari jumat!" jawab Jean.

"Waah berarti waktunya sedikit ya. Sekarang saja sudah hari selasa, berarti tiga hari lagi. kita harus bergerak cepat" ucap Hanji.

"Apa aku harus ikut hadir ke sidang?" Tanya Jean lagi, menghadap ke Hanji.

Hanji mengangguk. "Iya Jean, harus. bantu Armin untuk kali ini saja"

Jean agak hening, kalau memang dia berniat menolong Armin, maka ini adalah saatnya. berbeda dengan Jean, Connie harus mengerti pelan-pelan sebelum dia bersedia membantu Armin untuk membebaskan Annie.

Jean memejamkan mata sebentar. "... Baiklah... Aku putuskan, aku akan membantu Armin"

Hanji tersenyum.

"Bagus, ayo kita lakukan ini untuk Armin"

To be continued
#ArminAnnie